Lewat Tulisan Tangan, Sri Mulyani Bagikan Refleksi Akhir Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membagikan refleksi akhir tahun 2018 melalui tulisan tangan. Berbagai tantangan dihadapi tetapi semuanya mampu dilalui. Ia pun mengajak kita semua menyambut 2019 dengan optimisme.

Dikutip dari akun resmi facebook, Selasa (1/1/2019), Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa cukup berat untuk mengelola keuangan negara di 2018. Berbagai tantangan baik dari sisi dalam negeri maupun global harus seluruh jajaran Kementerian Keuangan.

Berbagai tantangan tersebut seperti harga komoditas yang sangat bergejolak, nilai tukar yang sangat fluktuatif dan juga suuku bunga global yang terus mengalami kenaikan.

Selain itu, berbagai bencana juga dihadapi di negeri ini. Salah satunya adalah musibah tewasnya 21 jajaran Kemenkeu dalam kecelakaan pesawat.

Namun menurutnya, kita dan Indonesia tidak pernah menyerah! Berikut kutipan lengkap refleksi akhir tahun Sri Mulyani:

Refleksi akhir tahun.

Seluruh jajaran Kemenkeu yang saya cintai dan banggakan, tahun 2018 baru saja kita lalui. Alhamdulillah, tugas pengelolaan APBN dan Keuangan Negara telah kita tunaikan dengan baik. Tahun 2018 bukanlah tahun yang mudah : ekonomi global, harga komoditas, arus modal dan nilai tukar bergejolak tinggi, suku bunga global dan dalam negeri mengalami kenaikan; perdagangan global masih lesu dan tidak menentu, dan ancaman kejahatan perpajakan, penyelundupan narkoba, dan perdagangan illegal terus mengancam.

Bencana alam menimpa di beberapa daerah dan Kemenkeu juga mengalami musibah tewasnya 21 jajaran Kemenkeu dalam kecelakaan pesawat. Semua itu dapat menjadi alasan kita untuk patah semangat.

Namun kita dan Indonesia tidak pernah menyerah! Indonesia bahkan menjadi tuan rumah event internasional bergengsi : Asian Games dan Para Games, dan Pertemuan Tahunan IMF/World Bank yang semuanya berjalan dan berhasil sukses. Dunia menghargai dan menghormati Indonesia.


APBN 2018 kita tutup dengan capaian sangat baik.

(1) Penerimaan negara baik pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak tumbuh tinggi dan sehat, terimakasih pada seluruh jajaran yang mengelola penerimaan negara.

(2) Belanja negara juga terealisir dengan baik, di pusat maupun daerah.

(3) Pembiayaan mengalami kontraksi, dengan defisit APBN sebesar 1.72% dari PDB, jauh lebih rendah dari angka UU APBN 2018 sebesar 2,19%. Ini adalah defisit terkecil sejak 2012.

(4) Keseimbangan primer adalah sebesar Rp 4,1 Triliun, ini surplus keseimbangan primer sejak 2011. Prestasi..!!

Kita akan terus menjaga APBN dan Keuangan Negara secara profesional, hati-hati dan bertanggung jawab. Kita terus melakukan pembiayaan yang inovatif baik melalui kerja sama pemerintah dan Badan Usaha/ Swasta maupun dengan “Blended Finance”. Agar Partisipasi swasta dan masyarakat terus meningkat, sehingga mereka ikut memiliki proses dan proyek pembangunan.

APBN dan Kebijakan Fiskal telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat : membantu keluarga miskin untuk makan, sekolah, kesehatan, mendukung operasi sekolah dan madrasah, meningkatkan pendidikan vokasi dan beasiswa bagi dosen, santri, murid/mahasiswa miskin, dan mereka yang berprestasi.

Kita menambah anggaran kesehatan untuk memerangi gizi buruk. Membayar BPJS kesehatan agar mampu menjalankan jaminan kesehatan secara baik dan berkelanjutan. APBN juga untuk membangun infrastruktur hingga ke perbatasan, juga membantu usaha kecil menengah/koperasi dan pelaku ultra mikro. APBN juga membantu daerah bencana.

Untuk pertama kali dalam 15 tahun, pemerintah tidak mengajukan perubahan dalam 15 tahun, pemerintah tidak mengajukan perubahan UU APBN 2018, hal ini mendorong semua kementerian/lembaga fokus menjalankan rencana anggaran secara penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *