Jokowi: 11 Perusahaan Perusak Hutan Kena Sanksi Rp 18,3 Triliun

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah telah memberikan sanksi kepada 11 perusahaan yang telah melakukan pembalakan liar dan juga pembakaran hutan. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah telah menegakkan keadilan dan tidak bermain-main terhadap perusak lingkungan.

“Dari 11 perusahaan itu, sanksi yang diberikan sebesar Rp 18,3 triliun,” kata Jokowi dalam Debat Capres Kedua yang berlangsung di Hotel Sultan, Minggu (17/2/2019).

‘Sekarang semua sudah takut dengan ilegal loging. Kita tegas kepada perusahaan perusak lingkungan,” jelas lanjut dia.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah telah juga membersihkan kembali sungai-sungai yang sudah terkena polusi. Salah satunya adalah Sungai Citarum yang telah mulai dibersihkan sehingga bisa digunakan dan tidak tercemar.

“Saya berterimakasih kepada masyarakat Jawa Barat yang telah membantu membersihkan Citarum,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Ledakan Keras Kejutkan Arena Nobar Debat Capres di GBK Senayan

Suaran ledakan terdengar keras dari arena Parkir Timur, Senayan, sekitar pukul 20.15 WIB. Ledakan itu tak jauh dari lokasi debat kedua capres 2019.

Pantauan Liputan6.com, belum diketahui asal muasal suara ledakan tersebut.


Namun, seluruh pengunjung yang berada di dekat Hotel Sultan berdiri dan berusaha mencari lokasi ledakan.

Puluhan polisi yang berjaga langsung berlarian menuju parkir Senayan untuk mencari asal ledakan.

Polisi Sterilisasi Lokasi Ledakan Keras di Parkit Senayan

Liputan6.com, Jakarta Lokasi yang diduga asal ledakan saat ini disterilisasi oleh puluhan petugas kepolisian. Belum diketahui penyebab ledakan tersebut.

Pantauan merdeka.com, Minggu (17/2/2019), lokasi ledakan yang berada di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), dilarang didekati oleh masyarakat umum.

Petugas kepolisian membuat barikade agar lokasi tetap steril. Bau terbakar masih tercium meski ledakan terjadi sekitar pukul 20.15 WIB.

Polisi juga memasang garis polisi guna menyelidiki penyebab ledakan.

Belum diketahui penyebab ledakan tersebut. Petugas kepolisian masih menjaga ketat lokasi kejadian.

Seorang saksi, Raja Ginting, mengatakan ledakan terdengar sangat keras.

“Ada asap hitam, kami sempat lari semua,” kata Raja Ginting di lokasi kejadian, Minggu malam.

Sementara itu, usai ledakan terdengar, beberapa aparat kepolisian mencari asal muasal ledakan.

Terlihat kendaraan Brimob untuk menjinakan bom bergerak ke lokasi yang diduga menjadi asal ledakan.

Reporter: Ronald

Ledakan Keras Kejutkan Arena Nobar Debat Capres GBK Senayan

Liputan6.com, Jakarta – Suaran ledakan terdengar keras dari arena Parkir Timur, Senayan, sekitar pukul 20.15 WIB. Ledakan itu tak jauh dari lokasi debat kedua capres 2019.

Pantauan Liputan6.com, belum diketahui asal muasal suara ledakan tersebut.

Namun, seluruh pengunjung yang berada di dekat Hotel Sultan berdiri dan berusaha mencari lokasi ledakan.

Puluhan polisi yang berjaga langsung berlarian menuju parkir Senayan untuk mencari asal ledakan.

Reporter: Ronald

Permintaan Terakhir Mubarok Sebelum Tewas Kena Ledakan Granat di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Suasana duka masih menyelimuti tempat tinggal Muhammad Ibnu Mubarok di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bocah berusia 10 tahun ini meninggal dunia akibat terkena ledakan granat pada Kamis 14 Februari 2019 siang. Ledakan granat juga merenggut nyawa temannya, Muhammad Doni (14). Dia meninggal dunia beberapa jam kemudian setelah sempat di rawat di RSUD Leuwiliang.

Sementara temannya yang lain Khoirul Islami (10) menderita luka di bagian kaki.

Di mata ayahnya Muhammad Abdul Majid (42), Ibnu Mubarok dikenal sebagai sosok anak yang baik, patuh terhadap orangtua, dan pola pikirnya seperti orang dewasa.

“Kalau saya sedang kerja, tanpa disuruh dia nyamperin terus bantuin. Perilakunya beda sama kakak-kakaknya. Di sekolahnya juga gitu, rajin,” terang Abdul, Minggu (17/2/2019).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar ini juga rajin membaca Alquran dan salat lima waktu. Terlebih, semenjak dia menjadi seorang muazin di masjid yang dibangun ayahnya sebulan lalu, ia selalu datang ke masjid lebih awal.

“Dia baru sebulan jadi muazin. Setelah saya suruh jadi muazin, salatnya makin bersemangat. Datang ke masjid paling awal,” terang Abdul.

Abdul mengaku tidak memiliki firasat buruk. Namun ada satu permintaan anaknya yang tidak akan pernah ia lupakan. Seminggu sebelum insiden ledakan, anak bungsunya meminta berhenti bersekolah dan ingin belajar ilmu agama Islam di pondok pesantren.

“Enggak tahu alasannya kenapa tiba-tiba ingin berhenti sekolah dan memilih pesantren,” ucap Abdul dengan nada sedih dan berlinang air mata.

Pada saat itu Abdul keberatan dan meminta anaknya tetap bersekolah hingga lulus SD. Namun ia berjanji kepada Mubarok akan membangun pondok pesantren dekat rumahnya setelah anaknya lulus.

“Saya sempat bilang ke dia, beresin sekolah sampai SD, nanti bapak bikin pesantren. Kamu sama temen-temen bisa mondok disitu, jadi enggak perlu jauh-jauh pesantrennya,” kata dia.

Abdul memang berniat untuk membangun sebuah pondok pesantren. Bahkan lahan dan materialnya sudah dia persiapkan sejak beberapa tahum silam.

“Saya sudah persiapkan sedikit-sedikit materialnya buat pesantren, untuk anak-anak belajar ilmu agama lebih dalam,” terang Abdul.

2 dari 2 halaman

Martabak Terakhir

Kenangan yang tidak pernah dia lupakan adalah ketika anak keempat dari empat bersaudara ini membawakan martabak untuk sang ayah yang sedang berada di masjid.

“Sehari sebelum kejadian, malam jam 10-an dia datang. Pak, ini ade bawa kue. Masya Allah, itu malam terakhir saya dikasih kue. Saya engga nyangka,” ucap Abdul.

Beberapa jam sebelum ajal menjemput pun, Mubarok merengek minta diantarkan ke sekolah oleh kakaknya. “Memang suka dianterin, tapi kemarin itu ngerengeknya beda,” kata dia.

Namun, Abdul tak menyadari tanda-tanda itu adalah firasat bahwa Mubarok akan meninggal. Usai pulang sekolah, Mubarok tewas mengenaskan kena ledakan granat di samping rumahnya.

Granat berbentuk lonjong itu dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai ketiga orang tersebut.

“Saat meledak kaca jendela dan bangunan rumah ikut bergetar, saya juga sampai kaget,” kata dia.

Saat keluar rumah, ia mendapati Mubarok dan dua temannya sudah terkapar bersimbah darah. Ketiganya kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Waktu di rumah napas anak saya sudah tersendat-sendat. Kalau dua temannya masih bisa mengerang kesakitan,” terang Abdul.

Mubarok dinyatakan sudah meninggal dunia. Doni dalam keadaan kritis hingga akhirnya meninggal dunia Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Semenjak kejadian itu, Abdul terlihat murung. Dia kerap menyendiri di belakang masjid. Tak hanya itu, Siti Nurhasanah (41), ibu Mubarok pun selalu menitikkan air mata kerap kali ditemui kerabat dan tetangganya.

Siti mengaku saat kejadian dirinya tengah mengajar di sekolah madrasah. Namun ia sudah beberapa kali membuang granat tersebut meskipun awalnya benda tersebut dikira onderdil kendaraan.

“Pertama saya umpetin di dapur. Kedua saya buang ke tempat sampah. Saya engga tahu kalau itu bom, tapi pas dipegang berat juga,” kata dia.

Menurut Siti, bahan peledak itu ditemukan anaknya saat lari pagi di lapangan tembak, tempat anggota TNI/Polri latihan menembak pada 3 Februari 2019.

“Sama dia dibawa pulang. Disimpan di lemari pakaian, kadang dibawa-bawa ngaji. Mungkin dia enggak tahu kalau itu bom,” kata dia.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Shahrukh Khan Ungkap Kesedihan atas Bom Bunuh Diri Pulwama

Mumbai – Serangan bom bunuh diri di Pulwama, India, pada Kamis (14/2/2019) lalu, mengundang keprihatinan Shah Rukh Khan. Apalagi peristiwa tersebut menewaskan 44 orang Central Reserve Police Force (CRPF) atau pasukan kepolisian India.

Dilansir dari Hindustan Times, Shah Rukh Khan mengucapkan belasungkawa kepada para korban melalui akun media sosial pribadinya. 

“Turut berbelasungkawa dengan sepenuh hati kepada keluarga pelindung kami yang gagah berani. Semoga jiwa para pelindung negeri ini yang menyerahkan nyawanya bisa beristirahat dalam damai,” tulis aktor Raees ini. 

Tak hanya Shah Rukh Khan, sejumlah artis Bollywood lain juga mengucapkan belasungkawa kepada para korban dan kemarahan atas peristiwa ini. 

 Simak berita menarik lain di JawaPos.com

2 dari 3 halaman

Dukacita

“Belasungkawa yang mendalam untuk keluarga para pemberani kami. Sedih. Marah,” tulis Ranveer Singh.

“Turut berduka mendengar tentang serangan di Pulwama. Saya turut berbelasungkawa kepada keluarda dan mereka yang mati syahid,” tulis Hirthik Roshan.

“Aku kaget dengan serangan di Pulwama. Benci tidak pernah menjadi jawaban. Semoga keluarga yang terluka dalam serangan itu diberi kekuatan,” tulis Priyanka Chopra.

“Hatiku terluka membaca tentang serangan teroris kepada CRPF Jawans di Pulwama. Sangat tragis. Turut berduka cita kepada keluarga yang menjadi korban,” tulis Aamir Khan.

“Hatiku tertuju kepada orang-orang Jawan di negara kita tercinta dan keluarga dari mereka yang kehilangan nyawa untuk menyelamatkan keluarga kita,” tulis Salman Khan.

3 dari 3 halaman

Bom Bunuh Diri

Diketahui, serangan tersebut diklaim oleh teroris yang disponsori oleh organisasi Pakistan, Jaish-e-Mohammed (JeM). Mereka menyatakan bertanggung jawab atas serangan teror terhadap pasukan keamanan dalam beberapa kali terakhir.

Serangan teror di Pulwama sendiri berupa ledakan bom bunuh diri oleh pelaku bernama Adil Ahmad Dar yang menabrakkan mobil SUV yang berisi 350 kilogram bahan peledak kepada bus yang berisi para petugas kepolisian. Bus tersebut merupakan bagian dari konvoi keamanan dari 78 kendaraan yang masing-masing bus membawa sekitar 40-45 tentara. Akibat kejadian ini, 44 petugas kepolisian tewas dan lainnya luka-luka. (Sumber: JawaPos.com)

3 Fakta Jenis Granat yang Tewaskan 2 Bocah di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Korban tewas akibat ledakan granat di Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat bertambah menjadi dua orang. Mereka adalah Muhammad Ibnu Mubarok (11) dan Muhammad Doni (11). Sementara, Khoirul Islami (10) masih dalam perawatan intensif di RSUD Leuwiliang dan kondisinya kini berangsur membaik.

Sebelumnya, ketiganya menemukan sebuah kaleng susu di area lapangan Minggu, 10 Februari 2019. Korban Mubarok membawanya pulang. Setelah beberapa hari di rumah, sang ibu Siti Nurhasanah membuangnya ke kebun dekat rumah, Selasa, 12 Februari 2019.

Dua hari kemudian, kaleng susu berisi granat aktif tersebut diambil kembali putranya. Korban membawanya ke dekat rumahnya. Bersama Doni dan Khoirul, ketiganya memainkan granat tersebut dengan cara dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai tubuh mereka.

Akibat ledakan tersebut Mubarok tewas ditempat, sedangkan Doni dan Khoirul selamat. Namun, Doni tak mampu bertahan. Pada Kamis malam, 14 Februari kemarin, kondisi korban menurun hingga meninggal di RSUD Leuwiliang.

Olah TKP langsung dilakukan, Jumat, 15 Februari 2019, untuk mengidentifikasi jenis granat aktif yang telah menewaskan dua anak. Apa saja fakta-fakta yang berhasil ditemukan?

2 dari 5 halaman

1. Bukan Granat Tangan

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan Detasemen Peralatan TNI AD Bogor dari barang bukti berupa serpihan granat, bahwa bahan peledak itu bukan jenis granat tangan.

“Saat ini kami tengah menelusuri lebih detail supaya bisa simpulkan amunisi apa yang meledak kemarin, karena belum tahu produksi tahun berapa,” kata Komandan Detasemen Peralatan Bogor Letkol CPM Asep Rachmatsyah.

Bom yang meledak hingga menewaskan dua bocah laki-laki disebut Asep memang masuk dalam kategori granat. Namun, yang membedakan adalah cara menggunakannya.

“Kalau granat tangan dibuka kunci lalu dilempar. Kalau jenis ini menggunakan senjata pelontar,” ungkapnya.

Kekuatan daya ledak granat pelontar ini mencapai radius 10-15 meter dan masuk dalam kategori mematikan.

3 dari 5 halaman

2. Jenis Bahan Peledak

Selain TNI AD, Tim Labfor Bareskrim Polri juga diturunkan untuk menyelidiki ledakan granat yang terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak itu, karena masih harus dilakukan serangkaian analisis dan uji laboratorium.

“Kita akan analisis dengan Jibom dan merekonstruksi kembali untuk menentukan granat jenis apa,” kata Jakaria.

4 dari 5 halaman

3. Ketegori Ledakan High Explosive

Namun, dari kesimpulan sementara, ledakan itu berkekuatan high explosive dan umumnya digunakan TNI.

“Kalau high explosive kan suhu panas tinggi di lubang bekas ledakan. Tapi kan yang kita selidiki apa yang meledak,” ucap Jakaria.

Untuk mengetahui jenis bahan peledak tersebut, pihaknya sudah membawa serpihan bekas komponen granat dan residu yang menempel di dinding pagar untuk diuji laboratorium.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jibom merekonstruksi kembali kira-kira jenisnya apa. Kalau hanya melihat serpihan, kita tidak bisa menentukan jenisnya apa,” ujar Jakarta.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Top 3 News: Liburan Romantis Ala Ahok dan Puput Nastiti Devi di Jeju Korea

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 news hari ini mengungkap sejumlah momen romantis seorang Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Puput Nastiti Devi di Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. 

Lewat akun Instagram @sanggarguna dan @basuki_btp_lovers, sejumlah foto-foto kebersamaan keduanya tersebar luas di media sosial. Tak sedikit warganet yang dibuat baper karenanya.

Belakangan diketahui, momen romantis itu dilakukan Ahok dan Puput di Pulau Jeju Korea Selatan. 

Sementara itu, sebuah granat aktif meledak di permukiman warga di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 14 Februari 2019. Dua orang bocah meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Sementara, satu orang lainnya kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Leuwiliang.

Berawal dari tiga orang bocah belasan tahun yang menemukan sebuah kaleng susu di area lapangan dan membawanya pulang. Kaleng tersebut sempat dibuang orangtua dari salah satu anak, namun kembali diambil untuk dimainkan bersama kedua temannya.

Tanpa tahu jika isi kaleng tersebut berisi granat aktif, Muhammad Ibnu Mubarok (11), Muhammad Doni (11) dan Khoirul Islami (10), memukul kaleng susu tersebut menggunakan batu hingga terjadi ledakan.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Jumat, 15 Februari 2019:

2 dari 5 halaman

1. 3 Pose Ahok Puput di Hari Valentine yang Bikin Baper Netizen

Seiring rencana pernikahan keduanya yang disebut segera digelar, Ahok dan Puput belum lama ini menunjukkan beberapa momen kemesraan di Hari Kasih Sayang, Kamis, 14 Februari kemarin. Tak terlihat lagi rasa canggung di antara kedunya.

Baik Ahok dan Puput nampak kompak dalam balutan baju serba hitam dengan latar belakang hamparan bunga kuning dan laut biru di kejauhan.

Dalam foto yang diposting oleh @sanggarguna di akun Instagramnya, terlihat Ahok merangkul pinggang Puput dengan erat sambil duduk dengan latar pemandangan alam yang indah.

Selain disuguhkan dengan panorama alam, hamparan bunga kuning dan lautan lepas di belakang semakin menambah keromantisan yang terjalin antara Ahok dan mantan ajudan Veronica Tan ini.


Selengkapnya…

3 dari 5 halaman

2. 5 Fakta 2 Bocah di Bogor Tewas Akibat Ledakan Granat Kaleng Susu

Sebuah granat aktif meledak di permukiman warga, tepatnya di Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dua bocah tewas dalam kejadian tersebut.

Cerita berawal saat tiga orang bocah tengah asyik bermain di sekitar lapangan tembak yang berada di kampung sebelah. Di sana mereka menemukan sebuah kaleng susu yang belakangan isinya ternyata granat aktif. 

Meski sang ibu telah membuangnya, salah satu korban kembali mengambil kaleng susu tersebut dan memainkannya. Ketiganya memukul-mukul kaleng berisi granat itu dengan menggunakan batu hingga terjadi ledakan.


Selengkapnya…

4 dari 5 halaman

3. Profil Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak yang Sukses Berkarier di Usia Muda

From zero to hero mungkin predikat ini sangat pas disematkan untuk sosok Achmad Zaky, sebagai pendiri salah satu startup terbesar di Indonesia, yaitu Bukalapak. 

Sebenarnya apa alasan predikat tersebut pantas untuk disematkan pada pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 32 tahun lalu ini?

Ketertarikan Achmad Zaky dengan dunia teknologi rupanya sudah tumbuh sejak dirinya menggeluti buku-buku pemrogaman yang dibelikan oleh pamannya, yaitu pada tahun 1997 silam.

Karena ketekunannya itu, saat menduduki bangku sekolah menengah atas di sebuah sekolah di Solo, Zaky berhasil meraih juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang komputer.

Kesuksesan akademisnya itu tidak Zaky raih semata-mata hanya dengan belajar. Semasa kuliah, pria berkaca mata ini berkontribusi dalam menggagas ShARE Global Student Think-Tank bersama teman-temannya.


Selengkapnya… 

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Labfor Polri Analisa Jenis Granat yang Meledak Tewaskan 2 Anak di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Selain TNI AD, polisi juga menurunkan tim Labfor Bareskrim Polri untuk menyelidiki ledakan granat yang terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Kejadian tersebut mengakibatkan dua anak meninggal dunia dan satu lainnya luka parah. Ketiganya merupakan warga Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Empat petugas Labfor Bareskrim Polri tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB, Jumat (15/2/2019). Mereka kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara tepatnya di rumah Mubarok, salah satu korban tewas.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria menyatakan belum bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak itu, karena masih harus dilakukan serangkaian analisa dan uji laboratorium.

“Kita akan analisa dengan Jibom merekonstruksi kembali untuk menentukan granat jenis apa,” kata Jakaria.

Namun hasil kesimpulan sementara ledakan itu berkekuatan high explosive dan umumnya digunakan TNI. Sebab, ada tiga orang korban, dua diantaranya meninggal dunia.

“Kalau high explosive kan suhu panas tinggi di lubang bekas ledakan. Tapi kan yang kita selidiki apa yang meledak,” terang Jakaria.

Untuk mengetahui jenis bahan peledak tersebut, pihaknya sudah membawa serpihan bekas komponen granat dan residu yang menempel di dinding pagar untuk diuji laboratorium.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jibom merekonstruksi kembali kira-kira jenisnya apa. Kalau hanya melihat serpihan kita tidak bisa menentukan jenisnya apa,” terang Jakarta.

Dari pangamatan di lapangan, petugas terlihat mengukur kedalaman lubang lantai akibat dampak ledakan granat tersebut. Tak cuma itu, mereka juga mengambil sampel abu bekas ledakan yang menempel di dinding pagar rumah Mubarok.

Setelah itu, mereka mengamati serpihan bom granat dalam kantong plastik hitam yang dibawa petugas Polsek Cibungbulang.

Hingga pukul 15.20 WIB, tim Labfor Bareskrim Polri masih berada di lokasi kejadian. Beberapa diantaranya sedang meminta keterangan orangtua dari Ibnu Mubarok.

2 dari 3 halaman

Gara-gara Bermain Kaleng Susu

Sebelumnya, tiga anak terkena ledakan granat di Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Satu orang bernama Muhammad Ibnu Mubarok (11) tewas di lokasi kejadian. Dua temannya yakni Muhammad Doni (10) dan Khoirul Islami (10) terluka parah.

Doni akhirnya meninggal dunia pada pukul 21.00 WIB, saat menjalani perawatan intensif di RSUD Leuwiliang. Doni mengalami luka cukup parah di bagian kaki dan tangan.

Kejadian bermula saat Mubarok, Doni, dan Khoirul bermain kaleng susu berisi granat aktif. Mubarok kemudian mengeluarkan granat tersebut di samping rumahnya.

Setelah itu, ketiganya memainkan granat itu dengan cara dipukul-pukul dengan menggunakan batu hingga akhirnya meledak dan mengenai tubuh mereka.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

5 Fakta 2 Bocah di Bogor Tewas Akibat Ledakan Granat Kaleng Susu

Liputan6.com, Jakarta Sebuah granat aktif meledak di permukiman warga, tepatnya di Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nahas, seorang bocah tewas akibat terkena ledakan tersebut.

Namun, belakangan korban meninggal bertambah menjadi dua orang. Muhammad Doni (11) mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Leuwiliang setelah menderita luka parah akibat terkena ledakan granat.

Cerita berawal saat korban Muhammad Ibnu Mubarok (11) tengah bermain bersama kedua temannya, Muhammad Doni (11) dan Khoirul Islami (10)  di sekitar area lapangan tembak yang berada di kampung sebelah, Minggu, 10 Februari 2019.

Mereka lalu naik ke lereng Gunung Kapur. Di area tersebut mereka menemukan sebuah kaleng susu yang diduga berisi ganat aktif di semak-semak. Ketiganya langsung membawanya pulang.

Dua hari kemudian oleh sang ibu, Siti Nurhasanah, kaleng tersebut dibuang ke kebun yang tak jauh dari rumahnya. Bagaimana hingga akhirnya kaleng berisi granat aktif itu meledak hingga jatuh korban?

2 dari 7 halaman

1. Kaleng Susu yang Dibuang Diambil Korban

Berdasarkan keterangan saksi, bocah Mubarok mengambil lagi kalang susu yang sudah dibuang ibunya, pada Kamis kemarin.

“Kamis siang tadi, korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu,” kata Ita, Kamis, 14 Februari 2019.

Korban kemudian membawanya ke dekat rumahnya. Doni dan Khoirul yang ada di sekitar lokasi ikut bermain. Ketiganya memukul-mukul kaleng berisi granat itu dengan menggunakan batu hingga terjadi ledakan.

Saat terdengar ledakan keras, warga langsung berhamburan ke sumber bunyi. Begitu tiba mereka melihat Mubarok dan kedua temannya telah tergeletak.

3 dari 7 halaman

2. Meninggal Akibat Ledakan

Akibat insiden tersebut bocah Mubarok meninggal secara mengenaskan di lokasi kejadian dengan luka di kepala. Sementara, dua lainnya selamat, namun menderita luka berat pada bagian kaki dan tangan.

“Kami melihat korban yang meninggal mengalami luka di kepala,” kata Sarifudin, warga sekitar.

Sementara, Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena membenarkan kejadian tersebut. Tiga anak menjadi korban dan satu di antaranya meninggal dunia.

Ita menambahkan korban tewas dan luka-luka dibawa ke RSUD Leuwiliang.

Setelah 2 jam, jenazah bocah Mubarok langsung dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

4 dari 7 halaman

3. Korban Meninggal Jadi 2 Orang

Bersama korban Mubarok, Muhammad Doni (11) dan Khoirul Islami (10) juga ikut menjadi korban akibat ledakan granat aktif. Awalnya kedua teman korban dikabarkan selamat, namun Muhammad Doni belakangan dilaporkan meninggal dunia.

Warga Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor ini menghembuskan nafas terakhir pada Kamis 14 Februari kemarin sekitar pukul 21.00 WIB.

Dia meninggal dunia saatmenjalani perawatan intensif di RSUD Leuwiliang.

Saat ini, satu anak lainnya atas nama Khoirul Islami (10) masih dirawat menjalani perawatan di RSUD Leuwiliang lantaran mengalami luka di kedua kakinya.

5 dari 7 halaman

4. Sempat Dibuang Ibu

Mendapati kaleng susu yang dibawa anaknya, Siti Nurhasanah sempat membuangnya ke kebun dekat rumah korban pada Selasa (12/2/2019). Dia juga tak sadar kalau kaleng tersebut berisi bahan peledak granat aktif.

“Kamis siang tadi, korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu,” kata Ita, Kamis, 14 Februari 2019.

Namun, kaleng itu kembali dipungut Mubarok bersama dua temannya. Mereka lantas memainkan kaleng tersebut.

6 dari 7 halaman

5. Kaleng Dipukul Pakai Batu

Asyik sendiri, Mubarok memainkan kaleng itu. Doni dan Khoirul yang ada di sekitar lokasi turut ikut bermain. Mereka memukul-mukul kaleng itu menggunakan batu.

Mengejutkan, kaleng itu tiba-tiba mengeluarkan ledakan. Sontak ketiga korban langsung mengalami luka parah.

“Kamis kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu. Kemudian oleh ketiganya dipukul-pukul pake batu lalu meledak,” ungkap Agus.


Reporter: Rifqi Aufal Sutisna

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: