Unik, Pelukis Ini Gunakan Ledakan Petasan Untuk Hasilkan Lukisan Galaksi

Liputan6.com, Jakarta Sebuah karya seni lukis biasanya dihasilkan dari coretan pensil warna, cat air, cat minyak atau cat acrylic dengan menggunakan kuas. Medianya pun beragam, bisa dengan kertas maupun kanvas. 

Karya seni lukis hingga kini measih menjadi salah satu hiasan seni yang banyak digemari oleh masyarakat luas. Lukisan menjadi sebuah hiasan yang dapat dilihat dengan beragam tema. Seperti pemandangan, lukisan orang, lukisan tanaman maupun hewan bahkan lukisan abstrak sekalipun.

Kepopuleran lukisan bahkan memunculkan beragam teknik oleh para seniman pada zaman kini. Banyak seniman muda khususnya, yang mulai bereksplorasi menggunakan media-media tak biasa untuk menghasilkan lukisan yang indah dan unik.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu seniman asal Seattle, Amerika Serikat. Dilansir dari INSIDER oleh Liputan6.com, Kamis (25/4/2019) seniman yang diketahui bernama Drew Lausman yang menggunakan media ledakan petasan untuk memberikan sentuhan unik pada lukisannya.

Terdengar Ledakan Sebelum Api Membakar Bandara Nabire

Liputan6.com, Nabire – Suasana di Bandara Nabire mendadak panik. Petugas pemadam kebakaran, anggota TNI-Polri, karyawan, dan masyarakat berusaha memadamkan api yang melahap ruangan kantor perhubungan.

Ruangan ini sederet dengan VIP Room Bangunan Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Papua pada Selasa siang (23/4/2019).

Dilansir dari Antara, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Kamal di Jayapura mengatakan penyebab kebakaran belum diketahui. Dari informasi yang diperoleh, terdengar ledakan dari salah satu ruangan di Bandara Nabire sebelum api membesar.

Diduga ledakan berasal dari pendingin ruangan di salah satu bagian bangunan Bandara Nabire.

Menag Kecam Ledakan Bom Sri Lanka: Ini Tragedi Kemanusiaan

Liputan6.com, Jakarta – Serangkaian ledakan bom terjadi di tiga gereja dan tiga hotel mewah di Sri Lanka pada Minggu 21 April 2019. Sebanyak 202 orang meninggal, ratusan lainnya terluka.

Ledakan terjadi saat umat Kristiani di Sri Lanka sedang merayakan Hari Paskah.

Menag Lukman Hakim Saifuddin mengecam keras peristiwa tersebut. “Itu tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama,” kata Menag di Jakarta, Minggu 21 April 2019 seperti dikutip dari situs Kemenag.

“Ironi, tragedi kemanusiaan terjadi justru di momen umat Kristiani sedang peringati hari besar keagamaannya. Kami turut berduka. Umat Kristiani diharap tabah, tapi waspada, dan tetap menjadi pembawa damai bagi sesama,” lanjutnya.

Menurut Menag Lukman, tindakan pengeboman itu jelas menyalahi ajaran agama. Sebab, tidak ada agama yang membenarkan tindak kekerasan, apapun motifnya.

“Itu jelas sikap pengecut dan tidak bertanggung jawab. Apalagi bom meledak di rumah ibadah, saat umat beribadah,” tegas Menag.

Dia mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik buat korban ledakan bom di Sri Lanka. Masyarakat juga diminta untuk menahan diri dan tidak emosional.

Pemerintah Sri Lanka Sebut Ledakan di Kolombo dan Batticaloa Sebagai Teror

Ledakan pertama dilaporkan di Gereja St. Anthony di Kolombo dan St. Sebastian di kota Negombo di luar ibu kota.

Dalam ledakan St. Anthony sekitar 160 orang terluka yang saat ini telah dirawat di Rumah Sakit Nasional Kolombo, menurut seorang pejabat dikutip dari The Straits Times.

Tidak lama setelah laporan itu, polisi mengonfirmasi tiga hotel kelas atas di ibu kota juga menjadi target ledakan, bersama dengan satu gereja lagi di Kota Batticaloa, di timur Sri Lanka. Tiga hotel yang dimaksud adalah Hotel Shangri La, Cinnamon Grand dan Hotel Kingsbury.

Seorang pejabat di rumah sakit Batticaloa mengatakan kepada AFP, lebih dari 300 orang telah dirawat setelah ledakan terjadi.

Adapun korban tewas salah satunya ditemukan di Cinnamon Grand Hotel di Kolombia, dekat kediaman resmi perdana menteri Sri Lanka.

Bloomberg melaporkan bahwa polisi dan kendaraan darurat telah memblokir pintu masuk ke Shangri-La Hotel di Kolombo, di mana ada kerusakan yang terlihat, termasuk jendela yang pecah, di atas pintu masuk utama tempat sebuah kafe berada.

Sementara itu, Gereja St Sebastian di Katuwapitiya di Negombo memposting foto-foto kehancuran di dalam gereja di halaman Facebook-nya, menunjukkan darah pada bangku dan lantai, dan meminta bantuan dari masyarakat.

Ada 6 Ledakan di Gereja dan Hotel di Sri Lanka, 80 Orang Dirawat di RS

JakartaLedakan terjadi di beberapa gereja dan hotel di Sri Lanka. Setidaknya terdengar 6 ledakan dan sudah 80 orang dilarikan ke rumah sakit.

Dilansir oleh BBC, ledakan terjadi pada Minggu (21/4) di beberapa gereja di tengah ibadah perayaan Misa Paskah oleh umat Kristiani.

“Hingga enam ledakan telah dilaporkan di gereja-gereja dan hotel-hotel di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah,” demikian ditulis oleh BBC, Minggu (21/4/2019).
Disebutkan, setidaknya sudah 80 orang dilarikan ke rumah sakit di Ibu Kota Sri Lanka, Kolombo. Belum diketahui pelaku dan motif ledakan tersebut.
(jor/tor)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kekuatan Ledakan Meteor Laut Bering Versus Meteor di Langit Bone Indonesia

Liputan6.com, Houston – Sebuah meteor meledak di atas Laut Bering pada 18 Desember 2018. Insiden itu lolos dari deteksi teleskop di Bumi, termasuk versi canggih yang dimiliki┬áBadan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Untungnya, insiden tersebut terjadi di wilayah terpencil tanpa penghuni, sehingga tak menghadirkan bahaya bagi manusia.

Menurut NASA, meteor di atas Laut Bering diperkirakan berdiameter 10 meter dan beratnya mencapai 1.500 ton. Batu angkasa itu sebesar itu lolos dari atmosfer saat melaju dengan kecepatan mencapai 115.200 kilometer per jam dan meledak di ketinggian 25 kilometer di atas permukaan laut.

Kekuatan ledakannya setara 173 kiloton TNT atau 10 kali lipat energi bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima, Jepang di penghujung Perang Dunia II.

Dua instrumen pada satelit Terra milik NASA, Moderate Resolution Imaging SpectroRadiometer (MODIS) dan Multi-angle Imaging SpectroRadiometer (MISR), menangkap penampakan ledakan tersebut.

NASA Abadikan ledakan meteor di atas Laut Bering (Credit: NASA/GSFC/LaRC/JPL-Caltech, MISR Team)

Jejak meteor digambarkan sebagai bayangan gelap berupa garis. Sementara warna oranye di bawahnya muncul dari udara super panas yang diciptakan oleh ledakan.

Menurut NASA, seperti dikutip dari situs sains LiveScience pada Senin (25/3/2019), bola api yang dipicu ledakan meteor tersebut adalah yang terbesar yang teramati sejak 2013. Namun, hal tersebut tak menimbulkan ancaman bagi manusia karena insiden tersebut terjadi di wilayah tak berpenghuni.

Ledakan serupa pernah terjadi di atas Laut Bone pada 2009 lalu.

Meteor Bone

Pada 8 Oktober 2009 sekitar pukul 11.00 Wita, suara ledakan keras mengagetkan masyarakat Bone, Sulawesi Selatan. Kala itu penyebabnya masih misterius, sejumlah spekulasi beredar: akibat gempa, meteorit, pesawat jatuh, hingga latihan rutin Sukhoi.

Baru 19 hari kemudian, tepatnya 27 Oktober 2009 dipastikan, ledakan tersebut dipicu meteor yang lolos dari atmosfer.

Menurut perkiraan NASA, meteor yang meledak di Bone berdiameter 10 meter dengan kekuatannya tiga kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima atau setara 50 ribu ton TNT.

Menurut ahli astronomi, Peter Brown dari University Western Ontario, Canada, kehancuran tak terjadi karena meterorit itu meledak pada ketinggian 15 sampai 20 kilometer di atas permukaan Bumi.

Meski tak menimbulkan korban, apa yang terjadi di Bone termasuk sembilan tonggak sejarah astronomi penting dunia yang terjadi pada 2009.

Seperti dimuat laman Telegraph, 27 Oktober 2009, insiden Bone telah memicu kekhawatiran tentang pertahanan planet bumi terhadap potensi benturan dengan benda-benda langit, termasuk meteor, terutama dengan ukuran yang lebih kecil yang tidak terpantau teleskop.

8 Orang Anak Tewas Akibat Ledakan di Sudan

Ombdurman – Delapan orang anak meninggal dunia akibat ledakan dari benda tak dikenal di Sudan. Tujuh orang tewas di tempat dan satu orang lagi meninggal saat dirawat di rumah sakit.

Dilansir AFP, Minggu (24/3/2019), juru bicara kepolisian Jenderal Hashim Abdelrahim mengatakan anak-anak itu diduga sedang mencari sesuatu untuk kemudian mereka jual. Mereka lalu menemukan benda aneh dan meledak ketika mereka memegangnya.

Daerah di mana insiden itu terjadi di utara Ombdurman yang menjadi tuan rumah fasilitas militer beberapa tahun lalu. Media pemerintah Sudan mengonfirmasi bahwa delapan orang itu meninggal karena ledakan. Namun belum ada informasi detail. Abdelrahim mengatakan polisi sedang menyelidik insiden itu.

Diketahui, banyak anak usia sekolah sering melakukan pekerjaan kasar untuk mencari nafkah di tengah krisis ekonomi yang semakin buruk. Kondisi itu menyebabkan harga pangan melambung tinggi.

Krisis ekonomi telah memicu protes nasional selama lebih dari tiga bulan terhadap pemerintahan Presiden Omar al-Bashir. Bashir tetap menentang, dan memberlakukan keadaan darurat nasional pada 22 Februari untuk memadamkan demonstrasi yang dipandang sebagai tantangan terbesar bagi pemerintahan tiga dasawarsa.

(knv/abw)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ledakan di Afghanistan: 6 Orang Tewas, 23 Luka-luka

Kabul – Terjadi ledakan di Kabul, Afghanistan. Ledakan ini mengakibatkan 6 orang tewas dan 23 orang mengalami luka-luka.

Dilansir AFP, ledakan di Kabul terjadi pada Kamis (21/3) saat perayaan Tahun Baru Persia di daerah Syiah, di ibukota Afghanistan.

“Dua puluh tiga orang terluka dan enam orang mati syahid dalam ledakan hari ini di Kabul,” kata juru bicara kementerian kesehatan Wahidullah Mayar kepada AFP, dengan kementerian dalam negeri mengkonfirmasikan jumlah korban, Jumat (22/3/2019).

Ledakan itu terjadi di dekat Universitas Kabul dan kuil Karte Sakhi, tempat banyak warga Afghanistan berkumpul setiap tahun untuk perayaan Nowruz,

“Ketika kita merayakan hari baik ini untuk mengikat kita bersama sesama warga kita menyaksikan hari yang menghancurkan dalam #Kabul,” tulis Presiden Ashraf Ghani dalam akun Twitter.

“Kami kehilangan warga yang damai karena musuh pengecut yang tidak mengenal batas,” sambungnya.

Kepolisian setempat mengatakan ada 3 ledakan terjadi yang dikendalikan dari jarak jauh. Ledakan terjadi di ruang wudhu, di belakang rumah sakit, dan di tempat pengukuran listrik.

Juru bicara kepolisian Kabul Basir Mujahid mengatakan, berhasil menjinakkan perangkat ledak di dekat Kabul University. Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi mengatakan, polisi telah menemukan dan menjinakkan 20 perangkat peledak lainnya di Herat, Balkh dan Kabul pada hari Kamis (21/3).
(idn/dwia)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ledakan Kembali Terjadi di Sekitar Rumah Terduga Teroris Sibolga

Liputan6.com, Jakarta – Suara ledakan kembali terdengar di sekitar rumah terduga teroris bernama Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, pagi tadi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan adanya ledakan susulan di sekitar rumah Husain. Ledakan tersebut berasal dari proses pemusnahan benda diduga bom yang ditemukan di rumah terduga simpatisan ISIS itu.

“Sekitar pukul 08.00 WIB sampai dengan 09.00 WIB ada benda-benda yang diduga bom dilakukan penetrasi dan dijinakkan dengan cara diledakkan oleh tim Gegana Brimob,” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Hanya saja Dedi tidak merinci berapa kali ledakan terjadi akibat proses disposal benda mencurigakan tersebut. Dia juga belum mengungkapkan jumlah benda mencurigakan terkait terduga teroris Sibolga yang dimusnahkan.

Potret Robot Densus 88 di Rumah Lokasi Ledakan di Sibolga

Rabu 13 Maret 2019, 11:07 WIB

Foto News

Abdi Somat Hutabarat – detikNews

Sibolga detikNews – Penanganan terduga teroris di Sibolga masih terus dilakukan. Kali ini polisi menyisir lokasi kedua dan juga digunakan robot. Seperti apa?

Tim Densus 88 mulai bergerak ke lokasi kedua yang berada di sebuah rumah yang ada di di Jl Kutilang, Kelurahan Aek Habil, Sibolga Selatan sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (13/3) Tampak Densus 88 juga menggunakan robot untuk mengidentifikasi benda berbahaya. (Foto: Abdi Somat Hutabarat/detikcom)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com