Jelang Piala Super Italia: Bagaimana Milan Menghentikan Ronaldo?

JakartaCristiano Ronaldo menjadi tantangan besar yang akan dihadapi AC Milan saat melawan Juventus di Piala Super Italia. Bisakah Milan meredam Ronaldo?

Superstar sepakbola Portugal itu tampil impresif sejak direkrut Juventus dari Real Madrid di musim panas lalu. Sudah 15 gol dan delapan assist dibukukan Ronaldo dalam 25 penampilan untuk Bianconeri di semua kompetisi.

Salah satu gol itu disarangkan Ronaldo ke gawang Milan dalam kemenangan Juventus 2-0 di San Siro dalam lanjutan Liga Italia, November 2018. Di sepanjang kariernya, Ronaldo telah mencetak tiga gol dalam tujuh penampilannya melawan Rossoneri.

“Dengan organisasi tim, karakteristik individu dari pemain-pemain di zona dia,” jawab Gattuso dikutip Football Italia. “Selama lebih dari enam atau tujuh tahun, Ronaldo memang telah menjadi seorang pemain yang luar biasa.”

“Ketika saya dulu berhadapan dengan dia, dia masih sering pamer skill. Sekarang dia tidak lagi. Dia melakukan segalanya dengan gairah yang besar dan melakukannya agar efektif, melukai tim lawan. Semakin tua dia semakin bagus,” imbuh Gattuso.

Pertandingan antara Juventus vs Milan akan digelar di Stadion Raja Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, pada Kamis (17/1/2019) dinihari WIB. Milan selalu kalah dalam enam pertemuan terakhir melawan Juve, tapi memenangi pertemuan terakhir kedua klub di Piala Super Italia pada 2016.

Namun demikian, Milan sukses mengalahkan La Vecchia Signora di pertemuan terakhir mereka di Piala Super Italia dua 2016. Digelar di Doha, Qatar, Milan menundukkan Juve lewat adu penalti 4-3, usai berimbang 1-1 sampai perpanjangan waktu.
(rin/ran)


Titel Juara ke-10 Rossi Disamakan dengan Makhluk Mitologi

JakartaValentino Rossi masih mengejar titel juara dunia ke-10. Tercapai atau tidaknya target itu diyakini akan lebih bergantung pada Yamaha ketimbang Rossi.

Rider Yamaha itu telah mengumpulkan sembilan titel gelar juara balap motor di sepanjang kariernya, termasuk tujuh di kelas primer. Akan tetapi, terakhir kali Rossi memenangi titel juara dunia pada 2009 atau 10 tahun lalu.

Selama ini, The Doctor mentok dengan finis runner-up tiga kali beruntun di antara 2014-2016. Bukan hanya kemunculan para rival yang lebih muda dan kompetitif seperti Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, namun Rossi turut dihambat oleh serangkaian masalah yang dialami motor M1 dalam dua tahun terakhir.


Pengamat top MotoGP Carlo Pernat mengakui akan sulit bagi Rossi meraih gelar juara dunia ke-10. Namun, Pernat meyakini Yamaha akan lebih berperan atas sukses atau tidaknya Rossi mencapainya.

“Bahwa Rossi mengejar titel juara ke-10, yang hampir seperti mahkluk mitologi. Ini adalah mission impossible untuk Tom Cruise, tapi di film-filmnya menjadi bisa dilakukan,” jawab Pernat saat ditanya tantangan yang paling dinantikan fans di MotoGP 2019.

“Menurut saya, bisa atau tidaknya akan lebih bergantung pada Yamaha daripada pada dia,” lanjut pengamat asal Italia itu dilansir GPOne.

“Rossi dipersiapkan dengan baik, bahkan tahun lalu ketika M1 kurang kompetitif seperti di Malaysia, dia bisa berada di posisi depan. Valentino seperti binatang balap dan akan bersaing. Tapi sudah jelas di usia 40 tahun, tidak ada lagi ruang peningkatan dan kita harus memperhitungkannya.”

“Anda tidak bisa mengabaikan perbedaan usia dibandingkan dengan lawan-lawan, risiko-risikonya, dalam kondisi-kondisi tertentu yang mungkin tidak akan diambil sementara para pebalap lain mengambilnya. Saya yakin bahwa dia akan bersaing, tapi akan bergantung pada Yamaha.” (rin/raw)

Menanti Adu Peluru Capres-Cawapres di Debat Perdana

Liputan6.com, Jakarta – Tahapan pemilihan presiden (pilpres) 2019 akan memasuki tahapan baru. Menunggu hitungan jam, debat pilpres perdana akan digelar Kamis 17 Januari 2019. KPU memastikan persiapan untuk itu telah rampung 100 persen. Lokasi, rundown acara, tamu undangan, hingga moderator dan panelis sudah siap semuanya. 

Tak hanya KPU, pihak yang akan bertarung juga menyatakan kesiapannya. Baik pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin, maupun penantangnya paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Keduanya menyatakan siap tempur dan telah menyiapkan sejumlah amunisi yang siap digeber di panggung debat pilpres nantinya.  

Koordinator tim debat Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya telah menyiapkan senjata ‘khusus’ yang akan dipakai dalam debat perdana.  Dua peluru itu adalah kasus HAM dan korupsi.

Karding menyebut, kasus pelanggaran HAM yang diduga dilakukan Prabowo Subianto bakal dibawa Jokowi-Ma’ruf Amin. Selama ini, nama Prabowo kerap diseret dalam dugaan penculikan aktivis saat menjadi Danjen Kopassus.

“Yang pertama soal kasus pelanggaran HAM dan penghilangan orang yang diduga dilakukan Pak Prabowo,” ujar Karding melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa 15 Januari 2019.

Kasus kedua, diduga mengkaitkan nama sang cawapres Sandiaga Uno. Nama bekas Wagub DKI Jakarta itu pernah disebutkan sebagai pemilik PT Duta Graha Indah (DGI) oleh mantan Bendum Partai Demokrat Nazaruddin.

“Kedua tentu, kita melihat bahwa KPK telah bekerja menggunakan kewenangannya untuk mengusut kejahatan atau korupsi korporasi. Saya kira salah satu yang mesti menjadi pertanyaan publik selama ini adalah kasus yang menimpa PT DGI di mana semua orang tahu komisarisnya adalah pasangan paslon 02,” kata Karding.

KPK masih mengusut kasus kejahatan korupsi korporasi PT DGI. KPK menetapkan PT DGI sebagai tersangka dalam kasus proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata RS Universitas Udayana sejak 5 Juli 2017. Proyek tersebut diduga memakan kerugian negara hingga Rp 25 miliar. Diduga ada enam proyek yang terlibat.

Perusahaan yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring ini diketahui bermitra dengan Permai Grup milik terdakwa korupsi Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin.

Karding menilai momentum debat itu menjadi tempat Prabowo dan Sandiaga untuk menjelaskan dua hal tersebut ke publik.

“Jadi ini tentu ruang dan hal strategis untuk kita minta penjelasannya kepada Pak Sandiaga Uno dan Pak Prabowo,” tandasnya.

Seakan tak mau kalah, tim pasangan calon nomor 02 juga telah menyiapkan hal yang sama. Mereka mengaku sudah menyiapkan setidaknya empat peluru yang akan digunakan menyerang kubu lawan di debat pilpres perdana ini.

Pertama adalah kasus penyelesaian HAM masa lalu. Juru bicara Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Nasir Djamil menyatakan, ini merupakan bahan materi debat yang akan disampaikan.

“Bagaimana menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. Kemudian kasus-kasus terkait orang hilang,” kata Nasir saat dihubungi Merdeka.com.

Menurut dia, sampai sekarang sudah ada tujuh kasus pelanggaran HAM yang diberikan kepada Kejaksaan Agung dari Komnas HAM yangdimana belum ditindaklanjuti.

Selain itu, senjata lain adalah soal  kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Cawapres Sandiaga mengungkapkan peluang mengangkat kasus tersebut di debat perdana terbuka lebar. Karena menurutnya, ini berkaitan dengan masalah korupsi yang sudah akut.

“Ada kemungkinan (bahas kasus Novel Baswedan) karena masalah korupsi itu kan sudah sangat akut ada di stadium 4 kalau kanker, kalau penyakit sudah sangat kronis,” kata Sandiaga, Jakarta, Selasa 8 Januari 2019.

Dia menuturkan, dengan mengangkat kasus-kasus yang sedang berjalan, justru akan lebih mudah. Karena akan langsung bersinggungan dengan rakyat.

Ketiga, Prabowo Sandi juga akann menjadikan isu teroris sebagai satu amunisi yang akan ditujukan ke kubu lawan,

Terakhir, untuk masalah hukum, soal transparansi dan akuntabilitas para penegak hukum juga menjadi fokus pihak Prabowo-Sandi di debat nanti.

Juru bicara Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Nasir Djamil menyebut pihaknya, akan lebih menekankan dalam penegakan hukum yang adil juga ditentukan dari sikap pemimpin negara. Pasalnya, jika penguasanya tegas, maka hukum akan adil.

2 dari 3 halaman

Diharapkan Beri Solusi

Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, debat Pilpres perdana pada 17 Januari mendatang akan menjadi daya tarik tinggi bagi publik.

“Publik jenuh dengan model kampanye kita tiga bulan belakangan ini tidak bicara soal isu-isu publik. Tidak bicara kepentingan besar publik. Tapi soal-soal yang kontroversial, yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan publik,” ucap Arya di kantornya, Jakarta, Selasa 15 Januari 2019.

Dia mengingatkan agar penantang, yakni Prabowo-Sandiaga menghadirkan alternatif. Bukan hanya kritik semata.

“Kita sebagai pemilih tentu berharap dalam debat nanti, bagi penantang dulu deh, bagi penantang harus menawarkan sesuatu alternatif. Bukan soal narasi-narasi, bukan soal kritik-kritik semata. Tetapi harus ada narasi alternatif atau solusi,” ungkap Arya.

Dia merujuk pada pidato kebangsaan Prabowo yang sangat emosional. Topik yang dibicarakannya juga sangat besar.

Padahal kalau penantang itu fokus pada beberapa isu yang kuat, Misalnya isu-isu ekonomi.

“Mungkin pidatonya sangat menarik. Tetapi kan isu yang dibicarakan sangat luas itu. Mungkin juga ingin menargetkan masa pemilih yang luas. Padahal menurut saya sebagai penantang lebih baik menggunakan isu-isu strategis, fokus isu penting,” jelas Arya.

Dia menyayangkan pidato Prabowo sangat emosional, penuh kritik kepada pemerintah. Menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo tak akan berpengaruh besar untuk menggaet massa mengambang atau swing voters.

“Kalau dari sisi efek, bagi pemilih yang swing atau yang belum menentukan pilihan, efek pidato itu tidak terlalu besar,” jelas Arya.

Salah satunya, karena isu yang dipilih. Menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo adalah isu Pemilu 2014.

“Soal utang, soal sumber daya dan isu-isu lainnya. Nah bagi pemilih yang dua tipikal, pemilih baru dan masih mungkin berubah dan yang belum menentukan pilihan, mereka sudah dengar itu juga sebelumnya. Dan mereka mungkin kurang tertarik,” jelas Arya.

Sedangkan untuk Jokowi-Ma’ruf, masih kata dia, harus juga bisa membangun dan menjawab pertanyaan publik mengapa mereka layak dipilih kembali. Apa capaiannya dan prestasinya. Itu yang menjadi penting bagi publik.

“Karena debat ini sebenarnya kalau kontestasinya ketat, yang sangat memperngaruhi adalah justru isu-isu yang, bukan isu-isu yang normatif tapi isu-isu yang punya daya pukul yang kuat,” tukas Arya.

Dia menilai, isu korupsi akan lebih seksi daripada yang lain. Dimana di 2018 banyak OTT yang dilakukan KPK.

“Jadi publik punya intensi yang sangat besar untuk mengetahui apa prioritas pemerintah terhadap pemberantasan korupsi,” kata Arya.

Selain itu, masih kata dia, korupsi yang dicermati adalah korupsi politik. Jadi ini yang ditunggu masyarakat.

“Terutama korupsi dari sisi korupsi politik. Apa yang ingin pemerintah lakukan untuk menangani tindak pidana korupsi itu. Saya kira isu korupsi tanpa menegasikan isu lainnya, jauh punya magnitude yang besar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyebut, kasus penculikan aktivis ’98 dan kasus penyidik KPK Novel Baswedan harus di angkat di debat capres-cawapres pada 17 Januari nanti. Pasalnya, kedua kasus ini menyangkut masa depan pemerintahan Indonesia.

“Ini (kasus penculikan aktivis 98 dan kasus Novel Baswedan) menjadi tema penting yang harus diungkap kepada publik. Karena keduanya menyangkut masa depan pemerintahan Indonesia. Keduanya, menyangkut pada calon-calon presiden,” ujar Boni Hargens saat dihubungi, Selasa 15 Januari 2019.

Boni menilai, kasus penculikan aktivis 98 selama ini dikaitkan dengan capres Prabowo Subianto. Oleh karena itu, komitmen Prabowo soal penuntasan masalah HAM wajib ditanyakan.

Bukan cuma Prabowo, kata Boni, Jokowi sebagai capres juga mesti tegas dalam mengusut kasus penghilangan paksa 13 aktivis ’98 yang hingga kini belum jelas penuntasannya.

“Bukan karena nama Prabowo Subianto ada di pusaran kasus itu, dengan tanpa penjelasan status hukum atau perannya, kecuali diberhentikan dari jabatan dan dipecat dari keanggotaannya sebagai TNI, melainkan karena ini beban sejarah yang berat maka harus dituntaskan,” tuturnya.

Selain itu, dalam forum debat, kedua capres harus dimintai komitmen untuk menuntaskan kasus Novel Baswedan. Menurutnya, meski kasus Novel terjadi pada era pemerintahan Jokowi, namun beban sejarahnya berbeda.

“Hal yang membedakan secara signifikan adalah kasus penghilangan paksa atas aktivis ‘98 sudah terjadi selama hampir 20 tahun sejak reformasi. Sementara, kasus Novel Baswedan terjadi dua tahun setelah pemerintahan Jokowi,” terangnya.

“Kasus Novel Baswedan memang terjadi pada era Jokowi, tetapi sudah ada lembaga yang bekerja. Saya mengapresiasi langkah Polri yang telah membentuk Tim Gabungan Investigasi untuk mengusut kasus Novel Baswedan,” tegas Boni.

Boni pun berharap Presiden Jokowi juga berani membentuk tim gabungan investigasi untuk menuntaskan kasus penculikan dan penghilangan aktivis 1998. Pasalnya, sampai saat ini, kasus itu masih dalam posisi terkatung-katung.

“Membiarkan kasus ini (kasus penculikan dan penghilangan aktivis 1998) tanpa solusi, tanpa komitmen, dan tanpa kerangka penyelesaian yang jelas, sama saja dengan menyimpan belati di tubuh kekuasaan. Sewaktu-waktu akan melukai, menciderai bahkan menyayat demokrasi kita,” pungkas Boni.

3 dari 3 halaman

6 Segmen

Debat perdana pilpres akan mengusung tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. KPU memastikan sudah menyiapkan segela keperluan untuk acara tersebut.

Ira Koesno dan Imam Priyono dipilih sebagai moderator. KPU juga telah menunjuk enam nama panelis. Mereka adalah Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan, dan Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Ahmad Taufan Damanik. Selanjutnya, ada nama Bivitri Susanti dan Margarito Kamis yang merupakan ahli tata negara. Terakhir adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

“Sudah, sudah beres, secara teknis dapat kami sampaikan bahwa persiapan debat pertama lancar tidak ada kendala yang berarti,” kata Komisioner KPU Wahyu di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin 14 Januari 2019.

Persiapan lainnya, KPU juga sudah memberikan kisi-kisi debat. jumlah kisi-kisi soal debat capres cawapres mencapai 20 pertanyaan terkait tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Ketua KPU RI Arief Budiman menjelaskan, sebagai pihak penyelenggara, keputusan KPU terkait bocoran daftar pertanyaan di debat perdana ini bukan keputusan pribadi. Keputusannya disepakati bersama kedua kubu capres.

“Karena pengalaman di banyak tempat sering terjadi, jadi kami ambil putusan itu. Pesan penting kami tidak ingin ada paslon yang dipermalukan,” jelas Arief.

Debat perdana akan diisi enam segmen. Segmen pertama penyampaian visi misi kandidat. Segmen kedua dan ketiga menjawab pertanyaan dari para pakar.

Segmen keempat dan kelima adalah debat antarkandidat dengan pertanyaan yang diajukan masing-masing paslon. Dan terakhir segmen keenam ada closing statement dari masing-masing paslon.

Sebelum hari H coblosan 17 April mendatang, KPU rencananya akan melaksanakan debat hingga lima kali.

Debat perdana digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Debat akan disiarkan langsung oleh TVRI, RRI, KOMPASTV, dan RTV.

Debat kedua, akan dilakukan satu bulan setelahnya atau pada 17 Februari 2019. Debat kedua merupakan debat antarcapres saja dan akan dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Debat akan disiarkan oleh RCTI, GTV, MNC, dan INEWS.

Debat ketiga akan dilaksanakan satu bulan setelahnya, yaitu 17 Maret 2019. Debat masih akan diadakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Debat ketiga ini merupakan debat antarcawapres. Stasiun televisi yang akan menyiarkan adalah TransTV, Trans7, dan CNN.

Lalu, debat keempat akan berlangsung pada 30 Maret 2019 di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan. Debat ini kembali dilakukan antarcapres. SCTV, Indosiar, dan MetroTV akan menjadi stasiun televisi yang menyiarkan debat.

Terakhir, debat kelima akan dilangsungkan pada awal April 2019 dengan tanggal yang belum ditentukan.

Lokasi debat juga belum diputuskan. Namun, ada empat stasiun televisi yang akan menyiarkan debat, yaitu TVOne, ANTV, BERITASATU, dan NET.

Gelaran debat kelima atau terakhir ini akan kembali dilakukan berpasangan, yaitu capres dan cawapres.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jadwal Liga Italia Pekan ke-20: Roma Jamu Torino di Olimpico

Liputan6.com, Jakarta – Jadwal Liga Italia Serie A pekan ke-20 baru akan dimulai Sabtu (19/1/2019). Seri A kembali bergulir setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru. Berbeda dengan Liga Spanyol dan Liga Inggris yang sudah memulai kompetisi mereka lebih dulu.

Pertandingan pertama jadwal Liga Italia Giornata 20 akan mempertemukan Serigala Ibukota, AS Roma, lawan tim asal kota Turin, Torino, di Stadion Olimpico Roma, sabtu (19/1/2019). Tuan rumah berada di atas angin karena baru menang 4-0 atas Entella di Piala Italia.

Roma saat ini berada di posisi keenam dengan 30 poin. Jika mereka dapat meraih tiga poin, Roma akan naik dua tingkat ke posisi empat klasemen sementara, menyalip AC Milan diposisi lima dan menggusur Lazio di posisi keempat.

Laga lain yang akan tersaji pada giornata ke-20 adalah duel Inter Milan vs Sassuolo Inter Milan selaku tuan rumah tentu akan mengamankan tiga poin mereka dikandang untuk terus membuntuti Napoli di peringkat kedua dengan 39 poin.

Berikut selengkapnya Jadwal Liga Italia  Serie A Giornata ke-20:

2 dari 3 halaman

Sabtu-Minggu

Sabtu, 19 Januari 2019

21.00 WIB AS Roma vs Torino

Minggu, 20 Januari 2019

00.00 WIB Udinese vs Parma

02.30 WIB Inter MIlan vs Sassuolo

18.30 WIB Frosinone vs Atalanta

21.00 WIB SPAL vs Bologna

21.00 WIB Fiorentina vs Sampdoria

3 dari 3 halaman

Senin-Selasa

Senin, 21 Januari 2019

00.00 WIB Cagliari vs Empoli

02.30 WIB Napoli vs Lazio

21.00 WIB Genoa vs AC Milan

Selasa, 22 Januari 2019

02.30 WIB Juventus vs Chievo

(Fatur Rahman/Mg)

Saksikan video pilihan di bawah ini

Amien Rais: Prabowo Bakal Rangkul Lawan Politik Jika Menang Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Amien Rais mengungkapkan, capres Prabowo Subianto bakal merangkul lawan politiknya bila memang di Pilpres 2019. Amien mengatakan, pemerintahan Prabowo nanti tak akan berlaku eksklusif dan mau bekerja sama dengan koalisi pendukung Joko Widodo.

“Ini rahasia nih. Saya sering ketemu Pak Prabowo. Jadi ini betul-betul yang mau dikerjakan Pak Prabowo, Mas Amien Insyaallah kalau kita menang kita akan buat pemerintahan yang merupkan tim yang dulu oposisi, yang dulu bertentangan itu akan dirangkul,” kata Amien dalam diskusi di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

Amien menjelaskan, gaya tersebut diadopsi Prabowo dari Teori Presiden Amerika Serikat ke-16 Abraham Lincoln. Saat itu Lincoln merangkul lawan politiknya dengan cara membuat kabinet dari dua kubu berseberangan pandangan.

Ketika itu satu kubu ingin sistem perbudakan dihapus, sementara kubu lain mendukung sistem perbudakan. Lincoln pun menggabungkan kedua kubu sehingga membuat Amerika jadi negara kuat.

“Lincoln adalah presiden yang kuat. Maka jadilah Amerika negara yang kuat secara politik,” tandas Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional tersebut.

2 dari 3 halaman

Pidato Kebangsaan Prabowo

Sebelumnya, Prabowo Subianto menegaskan, akan meneruskan prestasi dan keberhasilan para Presiden RI, jika menang dalam Pilpres 2019. Dia pun membeberkan sederet nama presiden yang dinilainya berhasil membangun Indonesia.

Mulai dari Presiden Sukarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid. Disusul oleh Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo atau Jokowi.

“Saya akan meneruskan keberhasilan-keberhasilan Presiden terdahulu,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato kebangsaan bertema Indonesia Menang di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Senin 14 Januari 2019.

Dia meminta para simpatisan untuk tetap mengakui keberhasilan Megawati dan Jokowi saat menjadi pemimpin Indonesia.

“Saya minta kearifan dan kebesaran hati saudara sekalian jangan kita terbawa emosi, kita harus akui Presiden jokowi sudah banyak, hasil untuk rakyat kita,” ujar Prabowo.


Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rashford Lewati Pencapaian Ronaldo dan Henry di Usia 21 Tahun

Liputan6.com, Jakarta Marcus Rashford kian bersinar bersama Manchester United (MU). Pemain berusia 21 tahun itu digadang-gadang bakal jadi striker hebat di masa mendatang. 

Rashford mencuri perhatian publik setelah mencetak gol tunggal kemenangan MU atas Tottenham Hotspur pada pekan ke-22 Premier League, akhir pekan lalu. Itu menjadi gol keempat Rashford dari enam laga sejak kedatangan Ole Gunnar Solskjaer.

Sepanjang musim ini, Rashford sudah mencetak delapan gol di semua ajang. Total, ia sudah menjaringkan 40 gol dari 149 penampilan bersama tim utama Manchester United.

Torehan gol Rashford lebih baik dari legenda Arsenal, Thierry Henry, dan bomber Juventus, Cristiano Ronaldo, saat masih berusia 21 tahun. Bahkan, Henry dan Ronaldo tidak sampai mencetak 30 gol.

Henry memang belum menjelma jadi striker haus gol saat masih berusia 21 tahun. Kala itu, ia hanya 28 kali menggetarkan gawang lawan dari 150 pertandingan.

Namun, karier sepak bolanya melesat saat diasuh Arsene Wenger di Arsenal. Mantan pemain AS Monaco dan Juventus itu berhasil mencetak 329 gol sepanjang kariernya.

Sedangkan Ronaldo hanya bisa mencetak 25 gol dari 150 penampilan. Namun, hal itu bisa dimaklumi karena berbeda dengan Rashford , CR7 pada awal kariernya bermain sebagai winger.

Selama berseragam MU, Ronaldo mencetak 118 gol dari 292 pertandingan. Saat ini, pemain asal Portugal itu telah mengemas 586 gol.

Sumber: Squawka/Bola.com

Saksikan juga video menarik di bawah ini:


Ahmad Basarah: Budaya Demokrasi Tidak Bisa Dibentuk Instan

Liputan6.com, Yogyakarta Budaya demokrasi tidak bisa dibentuk dengan instan, melainkan harus ditanamkan sejak dini di bangku sekolah. Caranya adalah dengan memasukkan kurikulum pendidikan demokrasi ke dalam mata pelajaran di sekolah dan juga dengan mengoptimalkan peran organisasi ekstra sekolah sebagai wahana pendidikan penerapan budaya demokrasi substansial.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah saat memberikan materi Sosialiasi 4 Pilar MPR RI bertajuk “Membangun Watak dan Karakter Kebangsaan Indonesia” bekerjasama dengan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GNSI) di Balai PMD, Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin, 13 Januari 2019.

“Sebut saja organisasi ekstra sekolah seperti GSNI. Lewat GSNI segenap siswa digembeleng untuk saling menghargai dan menghormati puspa ragam perbedaan dan juga diajari untuk mendengar dan menghormati pendapat orang lain, mengedepankan musyawarah-mufakat dalam mengambil keputusan dan menerapkan kultur demokrasi substantif dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang disebut dengan demokrasi substansial yang diajarkan sejak dini,” jelas legislator asal daerah pemilihan Malang Raya tersebut.

Basarah menjelaskan bahwa internalisasi budaya demokrasi substansial dalam diri remaja demikian mendesak. Setidaknya ada dua hal yang menjadi latar belakangnya. Pertama adalah dalam faktanya penerapan demokrasi di Indonesia selama ini baru sebatas demokrasi prosedural saja. Akibatnya, demokrasi hanya dipahami sebatas saat berlangsungnya kontestasi elektoral dalam memilih pemimpin saja.

Sedangkan alasan kedua adalah soal karakteristik remaja. Menurut pakar psikologi / kejiwaan Elisabeth Hurlock dalam bukunya Development Psychology bahwa salah satu ciri remaja yang paling menonjol adalah ketidakseimbangan emosial dan pencarian terhadap identitas diri.

“Jadi remaja ini punya rasa penasaran yang tinggi. Kondisi semacam inilah yang cukup rawan. Jika tidak memiliki bekal ilmu dan agama yang kuat bukan mustahil remaja akan jatuh atau terjerat dengan ideologi-ideologi asing yang belum tentu cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia. Dan tidak jarang dalam praktiknya penyebaran ideologi-ideologi transnasional itu menggunakan kecanggihan teknologi informasi,” terang Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI tersebut.

Terakhir Basarah menegaskan bahwa remaja dan pemuda merupakan aset penting bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dirawat. Maka tidak mengherankan jika banyak tokoh-tokoh besar yang memberikan atensi besar kepada pemuda.

Misalnya Ulama Mesir tersohor Syeikh Yusuf Al-Qardhawi yang menyebut ‘jika ingin melihat suatu bangsa di masa depan, maka lihatlah pemudanya di hari ini’. Bahkan Bung Karno pernah berpidato dengan nada yang sangat optimis tentang pemuda dengan menyebut “Beri Aku 10 Pemuda, Niscaya Akan Kuguncangkan Dunia”.

“Pemuda inilah yang menjadi ujung tombak sekaligus duta-duta yang aktif dalam mengkampanyekan nilai-nilai toleransi, kerukunan sosial dan persaudaran sebagai karakter bangsa Indonesia. Perbedaan dalam demokrasi adalah sebuah keniscayaan. Lawan berkompetisi adalah teman berdemokrasi dan lawan berdebat adalah temen berfikir. Ke depan harapan kita semua demokrasi substantif terus berkembang,” demikian penjelasan Basarah.



(*)

City ‘Cuma’ Menang 3-0 Lawan 10 Pemain Wolves, Guardiola Memaklumi

JakartaManchester City melalui hampir 70 menit pertandingan kontra Wolverhampton Wanderers unggul jumlah pemain. Skor bisa saja lebih besar dari 3-0.

City menang 3-0 saat menjamu Wolves di Etihad Stadium, Selasa (15/1/2019) dinihari WIB. Gabriel Jesus mencetak dua gol, sementara satu lainnya adalah gol bunuh diri Conor Coady.

Selain mendapatkan gol cepat dari Jesus di menit ke-10, tuan rumah juga mendapatkan keuntungan besar lainnya. Wolves harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-19 selepas Willy Boly dikartu merah.

Alhasil City pun makin nyaman mendominasi permainan. Menguasai bola hingga 76% seperti dicatat Whoscored, anak asuh Pep Guardiola melepaskan 24 tembakan di mana sembilan tepat target. Sementara tim tamu cuma punya tiga percobaan dan tak satupun mengarah ke gawang City.

Selepas pertandingan, Guardiola juga menyadari bahwa timnya seharusnya bisa lebih baik memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Tapi dia maklum saja kalau timnya ‘cuma’ menghasilkan tiga gol karena memilih menyimpan tenaga.

“Kami menjalani sebagian besar waktu pertandingan dengan situasi 10 lawan 11, dan kami seharusnya lebih agresif dalam membangun serangan. Tapi kami juga punya banyak laga untuk dipikirkan dan sudah melalui banyak laga,” kata Guardiola kepada Sky Sports.

“Kami solid dan tidak memberikan banyak peluang untuk lawan, jadi ini tiga poin untuk menjaga tekanan ke tim di puncak klasemen. Kebanyakan tim datang ke sini dan mereka (Wolves) bertahan dalam dan kali ini pun tidak mudah, tapi kami tampil baik dan memetik kemenangan ketiga beruntun untuk mendekatkan kami dengan Liverpool,” tambahnya.

City adalah tim paling produktif di Premier League musim ini, dengan 59 gol dari 22 laga. Sebelum mengatasi Wolves, mereka dua kali beruntun menang telak: 7-0 atas Rotherham United di Piala FA dan 9-0 atas Burton Albion di Piala Liga Inggris.

(raw/nds)

Gagal Kalahkan MU, Son Heung-min Langsung Fokus di Piala Asia 2019

Jakarta Striker Korea Selatan, Son Heung-min, telah tiba di Dubai, Senin (14/1/2019), untuk bergabung dengan negaranya di Piala Asia 2019. Satu hari sebelumnya, Son baru gagal membawa Tottenham Hotspur mengalahkan Manchester United di Premier League.

Son bertolak setelah kekalahan 0-1 Spurs dari Manchester United di Wembley Stadium pada Senin dini hari WIB. Kehadirannya juga sudah sesuai kesepakatan Spurs dengan Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).

Spurs meminta Son absen dalam dua laga penyisihan Grup C Piala Asia 2019 sebagai kompensasi keikutsertaannya di Asian Games 2018.

Tanpa Son, Timnas Korea Selatan mampu melewati dua laga, masing-masing melawan Filipina (7/1/2019) dan Kirgizstan (11/1/2019), dengan skor identik 1-0.

Kini the Taeguk Warriors berada di peringkat kedua klasemen Grup C dengan poin enam, di bawah China yang jadi pemuncak sementara berkat keunggulan selisih gol.

“Kami di sini untuk memenangi turnamen, tak hanya sekadar lolos dari fase grup,” kata Son dalam sesi konferensi pers di Yas Island Hotel, Abu Dhabi, Senin (14/1/2019).

“Kami harus berkorban hal itu terwujud. Dan tak peduli siapa lawan kami, kami harus berpikir mereka lebih kuat dari kami. Mindset seperti itu bisa berimbas besar di lapangan,” imbuhnya.

Dengan poin sama, enam, dan hanya dibedakan selisih gol, pertandingan terakhir di Grup C menjadi penentu di antara kedua tim, siapa yang akan lolos ke 16 besar dengan status juara grup.

Namun, hingga sekarang belum dipastikan apakah pelatih Timnas Korea Selatan, Paulo Bento, akan memainkan Son pada kontra China. Bento menyebut akan melihat kondisi terkini Son, yang dianggap sudah cukup sibuk dengan agenda yang diikutinya sejak tampil di Piala Dunia 2018.

2 dari 2 halaman

Ingin Tak Merepotkan

Terkait itu, Son juga menyerahkan keputusan pada sang pelatih, apakah ia akan diturunkan atau tidak, saat menghadapi China, Rabu (16/1/2019).

“Masih ada waktu tersisa hingga pertandingan, dan saya pikir kami tak harus membuat keputusan sekarang. Saya akan fokus pada recovery di sisa waktu yang ada. Saya baru saja bermain semalam, jadi saya bohong jika saya berkata tidak lelah,” tutur pemain 26 tahun itu.

Yang menarik, Son sudah terbiasa bermain setiap tiga hari sekali bersama Tottenham dan pola sama juga kebetulan diterapkan pada laga melawan China.

“Saya sudah terbiasa dengan pola seperti itu dan saya akan baik-baik saja seandainya bermain pada laga itu. Kami memenangi dua laga pertama dan saya gabung dengan tim pada saat yang penting. Saya ingin bermain bagus,” ujarnya.

Son juga menegaskan kehadirannya bukan lantas jadi tumpuan Timnas Korea Selatan di Piala Asia 2019. Son berkeras, dibutuhkan lebih dari sekadar kemampuan individu untuk meraih prestasi besar.

“Tak ada pemain yang bisa membuat perbedaan besar, dan bahkan saya tak berada dalam level itu. Saya hanya berharap tidak akan membuat segala sesuatunya sulit buat rekan satu tim,” lanjutnya.

Sumber: Yonhap

Greysia / Apriyani Akui Bukan Favorit Juara di Malaysia Masters 2019

Jakarta Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, tak memasang target khusus pada Malaysia Masters 2019, 15-20 Januari. Mereka mengakui bakal datang bukan berstatus unggulan.

Keduanya hanya berharap membuka perjalanan di tahun ini lebih baik daripada sebelumnya. Sepanjang 2018, Greysia/Apriyani berhasil menjadi kampiun di Thailand Terbuka 2018, India Terbuka 2018, serta meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2018.

“Sebelum masuk 2019, saya dan Kak Greys sudah diskusi untuk pertandingan ke depannya. Kami sepakat tahun ini kami mulai dari awal lagi. Kami tidak mau pasang target apa-apa. Kami bukan siapa-siapa dan siap buat melawan siapa pun. Jadi terus terang di Malaysia ini kami tidak memasang target khusus,” kata Apriyani, melalui rilis yang diterima Bola.com, Senin (14/1/2019). 

Pada Malaysia Masters, mereka akan berhadapan dengan ganda Hong Kong, Ng Wing Yung/Yeung Nga Ting, di babak pertama. Di atas kertas, Greysia/Apriyani diperkirakan lolos dari adangan lawan tersebut.

Greysia/Apriyani selalu menang dari dua laga sebelumnya kontra Yung/Ting. Di babak kedua, mereka akan bertemu antara rekannya sendiri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti dengan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai (Thailand).

“Peluangnya ada, asal kami mampu menjaga performa dan lebih baik lagi dibanding 2018. Ini kan pertandingan awal tahun, kemarin habis liburan, jadi kami sudah lebih fresh lagi untuk main,” kata Apriyani. 

“Untuk persiapannya, kami kembali mengevaluasi lawan-lawan dari pertemuan sebelumnya juga. Nonton pertandingan lawan dan mengingat-ingat lagi kelebihan lawan-lawan kami,” sambung Apriyani.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu turun bersama lima wakil ganda putri lainnya di Malaysia Masters 2019. Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Virni Putri/Della Destiara Haris, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela dan Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto akan mengawali langkah di babak pertama. Sedangkan Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma harus berjuang melewati babak kualifikasi.