Kekuatan Ledakan Meteor Laut Bering Versus Meteor di Langit Bone Indonesia

Liputan6.com, Houston – Sebuah meteor meledak di atas Laut Bering pada 18 Desember 2018. Insiden itu lolos dari deteksi teleskop di Bumi, termasuk versi canggih yang dimiliki Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Untungnya, insiden tersebut terjadi di wilayah terpencil tanpa penghuni, sehingga tak menghadirkan bahaya bagi manusia.

Menurut NASA, meteor di atas Laut Bering diperkirakan berdiameter 10 meter dan beratnya mencapai 1.500 ton. Batu angkasa itu sebesar itu lolos dari atmosfer saat melaju dengan kecepatan mencapai 115.200 kilometer per jam dan meledak di ketinggian 25 kilometer di atas permukaan laut.

Kekuatan ledakannya setara 173 kiloton TNT atau 10 kali lipat energi bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima, Jepang di penghujung Perang Dunia II.

Dua instrumen pada satelit Terra milik NASA, Moderate Resolution Imaging SpectroRadiometer (MODIS) dan Multi-angle Imaging SpectroRadiometer (MISR), menangkap penampakan ledakan tersebut.

NASA Abadikan ledakan meteor di atas Laut Bering (Credit: NASA/GSFC/LaRC/JPL-Caltech, MISR Team)

Jejak meteor digambarkan sebagai bayangan gelap berupa garis. Sementara warna oranye di bawahnya muncul dari udara super panas yang diciptakan oleh ledakan.

Menurut NASA, seperti dikutip dari situs sains LiveScience pada Senin (25/3/2019), bola api yang dipicu ledakan meteor tersebut adalah yang terbesar yang teramati sejak 2013. Namun, hal tersebut tak menimbulkan ancaman bagi manusia karena insiden tersebut terjadi di wilayah tak berpenghuni.

Ledakan serupa pernah terjadi di atas Laut Bone pada 2009 lalu.

Meteor Bone

Pada 8 Oktober 2009 sekitar pukul 11.00 Wita, suara ledakan keras mengagetkan masyarakat Bone, Sulawesi Selatan. Kala itu penyebabnya masih misterius, sejumlah spekulasi beredar: akibat gempa, meteorit, pesawat jatuh, hingga latihan rutin Sukhoi.

Baru 19 hari kemudian, tepatnya 27 Oktober 2009 dipastikan, ledakan tersebut dipicu meteor yang lolos dari atmosfer.

Menurut perkiraan NASA, meteor yang meledak di Bone berdiameter 10 meter dengan kekuatannya tiga kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima atau setara 50 ribu ton TNT.

Menurut ahli astronomi, Peter Brown dari University Western Ontario, Canada, kehancuran tak terjadi karena meterorit itu meledak pada ketinggian 15 sampai 20 kilometer di atas permukaan Bumi.

Meski tak menimbulkan korban, apa yang terjadi di Bone termasuk sembilan tonggak sejarah astronomi penting dunia yang terjadi pada 2009.

Seperti dimuat laman Telegraph, 27 Oktober 2009, insiden Bone telah memicu kekhawatiran tentang pertahanan planet bumi terhadap potensi benturan dengan benda-benda langit, termasuk meteor, terutama dengan ukuran yang lebih kecil yang tidak terpantau teleskop.

Tiga Kapal Ikan Vietnam Ditangkap di Laut Natuna

Jakarta – Komando armada (Koarmada) I menangkap tiga kapal ikan asing (KIA) di Perairan Natuna, Kepulauan Riau. Ketiga kapal itu diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).

“Kali ini KRI Teuku Umar-385 Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I berhasil satu menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) yang diduga melakukan kegiatan illegal fishing di wilayah Perairan Zona Ekonomi Eklusif Indonesia Natuna Utara, Kamis (21/3),” ujar Kadispen Koarmada I TNI AL, Letkol Laut (P) Agung Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/3/2019).

KRI Teuku Umar-385 mendapati sebuah kapal yang sedang melakukan kegiatan illegal fishing ketika sedang berpatroli di wilayah Perairan Indonesia. Lalu tim satgas melakukan pengejaran dan dilakukan penangkapan. Setelah diperiksa KIA itu bermuatan 1 palka ikan campuran.


“Dari hasil pemeriksaan diketahui nama Kapal BV 4356 TS, kebangsaan Vietnam, Nakhoda Nguyen Dong, Jumlah ABK 9 WNA Vietnam, Muatan 1 palka ikan campuran. Saat ditangkap KIA Vietnam tersebut sedang melaksanakan kegiatan illegal fishing,” ucap Agung.

Sedangkan dua kapal lainnya yang juga diduga melakukan illegal fishing ditangkap oleh KRI Tarakan-905. Saat ini ketiga kapal asing diamankan sementara menuju Lanal Batam guna pemeriksaan lebih lanjut.

Tiga Kapal Ikan Vietnam Ditangkap di Laut Natuna Foto: Dok. Koarmada I

“Selanjutnya, atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka ketiga kapal diamankan di Lanal Batam untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” ucapnya.
(eva/dnu)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penganut Bumi Datar: Es Antarktika Menahan Air Laut Agar Tak Tumpah ke Angkasa

Warna merah darah pada Bulan selama Gerhana Bulan Total mungkin sulit untuk dijelaskan tanpa pemahaman dasar tentang mekanika orbital. Tetapi, kelompok teori konspirasi Bumi Datar (FE) punya penjelasan sendiri, terlepas dari fakta-fakta ilmiah.

Selama terjadinya Super Blood Wolf Moon pada 20-21 Januari tahun ini, para pengamat langit (skywatchers) di sebagian besar belahan barat Bumi, melihat Bulan melewati bayangan Bumi. Satelit alami planet ini tampak memerah selama proses gerhana berlangsung.

Menurut teori konspirasi Bumi Datar, fenomena astronomi ini –yang dikenal sebagai Gerhana Bulan Total– sebenarnya merupakan kesempatan langka untuk melihat sekilas “bayangan” dari objek misterius yang mengorbit matahari, dan kadang-kadang lewat di depan Bulan dari sudut pandang mereka –yang menganggap Bumi berbentuk bak piza.

Meskipun ‘penganut’ Bumi Datar yakin bahwa Bumi berbentuk datar seperti panekuk, namun tampaknya mereka sepakat bahwa matahari dan Bulan adalah benda langit berbentuk seperti bola. Para ahli teori ini berpendapat bahwa matahari dan Bulan mengorbit kutub utara Bumi, melayang-layang langsung di atas “panekuk” dan tidak pernah melintas ke sisi lain.

Jika anggapan ini benar, gerhana Bulan seperti yang kita tahu tidak akan pernah terjadi, sebab Bulan harus berada di sisi Bumi yang berlawanan dari matahari agar Gerhana Bulan Total dapat berlangsung.

Kelompok Bumi Datar juga membuat penjelasan baru untuk bayangan yang terlihat di Bulan selama gerhana.

Melalui unggahan yang dimuat di The Flat Earth Wiki, sebuah situs web yang dikelola oleh The Flat Earth Society, mereka tidak percaya adanya “objek bayangan”. Karena itulah, mereka tidak merinci tentang ukuran, bentuk, komposisi atau asal bayangan tersebut.

Tetapi para penulis mengklaim bahwa sosok misterius dan bayangan ini adalah penyebab utama Gerhana Bulan Total. Dan yang lebih mengejutkan, bayangan itu sama sekali tidak terlihat ketika tidak ada di depan Bulan.

“Objek bayangan tidak pernah terlihat di langit, karena mengorbit dekat dengan matahari,” kata The Flat Earth Wiki, seperti dikutip dari Live Science, Jumat 25 Januari 2019.

Meskipun terlihat mungil dari langit Bumi, namun sebagaimana diketahui bahwa Merkurius adalah planet yang  paling dekat dengan matahari. Dengan entengnya, The Flat Earth Wiki menyatakan, “Kami tidak pernah diberi pandangan sekilas tentang benda-benda angkasa yang muncul di dekat matahari pada siang hari.”

Telah Dibuka! Restoran Bawah Laut Terbesar di Dunia

Oslo

Restoran “Under” berada lima meter di bawah permukaan laut Spangereid di selatan Norwegia.

Kata “Under” dalam bahasa Norwegia juga berarti “keajaiban”. Restoran ini baru diluncurkan Rabu (20/3) lalu, dengan dihadiri keluarga serta teman-teman dari pemiliknya. Baru di bulan April restoran ini akan dibuka untuk umum. Sebagai restoran bawah laut terbesar di dunia, “Under” dapat menampung hingga 100 tamu.

Salah satu pemiliknya, Gaute Ubostad, optimis dengan konsep restoran. “Restoran kami akan mendatangkan turis dari seluruh dunia. Itulah tujuan kami,” katanya.

Bagunan restoran dibuat menyerupai batu besar yang muncul dari dalam laut. Restoran “Under” tingginya 34 meter dan sengaja didesain menyatu dengan lingkungan laut. Permukaan betonnya sengaja dibuat kasar dengan maksud sebagai terumbu karang buatan bagi rumput laut dan limpet.

Kantor arsitektur asal Norwegia, Snoehetta, yang mewujudkan karya ini. Mereka juga dikenal dengan karya arsitekturnya untuk Museum 11 September di New York dan gedung opera di Oslo.

Restoran dilengkapi dengan jendela-jendela yang besar. Sambil menyantap hidangan, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan bawah laut. Kepiting, lobster, ikan hiu kecil atau dogfish, ikan pollack dan ikan kod adalah beberapa ikan yang biasanya akan terlihat diantara rumput laut. Sang arsitek, Kjetil Traedal Thorsen mengatakan: “Jendela besar bukan dimaksudkan sebagai akuarium, melainkan untuk melihat hal yang sesungguhnya.”

Anjing laut tidak akan ditemukan dalam pandangan sebab kehadirannya justru membuat takut ikan-ikan yang lebih kecil.

Pencahayaan buatan akan digunakan untuk menuntun ikan-ikan ke mangsanya yang berada di dekat jendela. “Salah satu tujuan kami adalah kepuasan tamu untuk bisa merasakan pengalaman unik di dalam laut,” lanjut Ubostad.

Hidangan laut tentunya ada di daftar menu, juga daging burung laut dan domba sebagai menu santap malam.

Nicolai Ellitsgaard Pedersen didaulat sebagai koki utama. Dia pernah bekerja di restoran “Maltid” di Kristiansand dan di Henne Kirkeby Kro, sebuah restoran Michelin di Denmark.

Sudah 7000 orang memesan tempat di restoran itu untuk menu “Under”, yang diperkirakan akan dihargai sampai 376 Euro atau sekitar enam juta Rupiah. Ubostad berharap per tahunnya restoran akan kedatangan sekitar dua belas ribu orang. Hal ini juga baik bagi bisnis perhotelan di sekitar restoran.

ga/hp (DW)



(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Potensi Papagarang: Bukit Keramat hingga Laut Jernih Bak Kristal

Labuan Bajo – Pulau Papagarang memang masih kalah tenar ketimbang Pulau Komodo, Rinca, atau Padar sebagai destinasi wisata. Padahal pulau berpenduduk nelayan ini menyimpan potensi wisata alam yang cantik.

Papagarang, begitulah nama pulau ini tertulis. Namanya mudah diingat karena seolah terdiri dari dua kata yakni ‘papa’ dan ‘garang’. Sebenarnya ini tak ada hubungannya dengan papa yang garang, melainkan dinamai demikian karena salah sebut.

“Dulu nama tempat ini adalah Pulau Keramat, berubah menjadi Papagarang sesudah masuk penduduk baru. Nama itu berasal dari sebutan lokasi penggaraman ikan, yakni ‘panggaramang’,” kata Sekretaris Desa Papagarang, Ridwan (32), kepada detikcom di rumahnya, Kamis (28/2/2019).

Pulau Keramat sebagai nama asli Papagarang diambil dari Bukit Keramat yang ada di tengah-tengah pulau. Adapun permukiman penduduk terbangun memanjang di sepanjang pinggiran perbukitan. Saat tim detikcom dan Teras BRI Kapal Bahtera Seva II sandar di dermaga Papagarang, perbukitan itu berwarna hijau menghampar.
Pulau ini dihuni 1.429 jiwa dan 450 kepala keluarga. Mereka tinggal di 325 rumah. Mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Pekerja pariwisata hanya ada tiga orang, yakni sebagai pemandu wisata (natural guide/ranger) di Loh Buaya, Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Ridwan menilai turisme bisa dikembangkan di sini untuk memajukan kehidupan warga.

“Selama ini Papagarang bukan tujuan khusus, kalau pun ada wisatawan biasanya mereka hanya jalan-jalan ke kampung, melihat warga. Tapi untuk trekking ke bukit, belum pernah,” kata Ridwan.

Cantiknya Papagarang: Bukit Keramat hingga Laut Jernih Bak KristalPemandangan dari Pulau Papagarang (Dikhy Sasra/detikcom)

Ada tiga wisata unggulan di Papagarang. Ketiga destinasi ini dirumuskan oleh Desa, namun belum ada petunjuk jalan atau papan nama yang dipasang di lokasi. Berikut adalah tiga wisata unggulan di Papagarang:

1. Busan

Busan bukanlah nama tempat di Korea Selatan, namun di Pulau Papagarang. Busan adalah singkatan dari ‘bukit santai’. Letaknya persis di dermaga kayu pulau ini.

Kami mencoba naik ke Busan melewati halaman belakang rumah warga. Ternyata memang belum ada jalur khusus untuk naik ke atas. Bebatuan yang mudah lepas perlu dilalui untuk mencapai bagian atas.

Sesampainya di atas, pengunjung bisa duduk-duduk santai di bawah pohon. Terik mentari di siang hari sirna menjadi keteduhan dengan angin sepoi-sepoin di bawawh pohon. Pemandangan bagian depan adalah dermaga dan laut biru bersih. Pengunjung tak perlu risau dengan kehadiran reptil komodo, karena hewan itu tidak ada di pulau ini.

Cantiknya Papagarang: Bukit Keramat hingga Laut Jernih Bak KristalFoto: Dikhy Sasra

2. Hutan bakau

Hutan bakau terletak di bagian pojok timur desa. Di siang hari, perjalanan menuju hutan bakau bisa membuat pengunjung bercucuran keringat. Perjalanan melewati kampung harus melalui jalan becek usai diguyur hujan.
Ridwan menjelaskan, pohon bakau di sini sengaja ditanam oleh warga dengan koordinasi Balai Taman Nasional Komodo.

Saat kami mengunjungi hutan bakau, keadaannya masih sekadar berupa rumpun bakau yang menghampar, tidak ada dermaga tempat pengunjung bisa menembus rumpun bakau itu.

3. Lokasi snorkeling

Lokasi snorkeling ada di sebelah barat desa, di depan pasir putih yang tergelar. Titik ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1 km dari dermaga utama. Pengunjung perlu melewati permukiman warga, ucapkanlah ‘tabe’ atau ‘tabik’ sebagai kata permisi.

Di perjalanan, pulau cantik ini seolah memberi tahu bahwa dirinya sedang punya masalah sampah, soalnya bungkus makanan dan botol plastik mudah dijumpai di sudut-sudut pulau, meskipun belum bisa dibilang sangat banyak.

Sesammpainya di pantai, saya diantar oleh warga bernama Budi (28) ke tengah. Air laut jernih bak kristal sehingga terumbu karang di bawahnya terlihat jelas. Kejernihan air di sini hampir sama dengan beningnya air minum di dispenser, kesan kebiru-biruan atau kehijau-hijauan hanya sedikit saja di titik ini. Bintang laut berwarna oranye di pasir pantai telah berganti bintang laut berwarna biru di tengah laut. Ikan-ikan aneka warna muncul dari balik karang.

Cantiknya Papagarang: Bukit Keramat hingga Laut Jernih Bak KristalFoto: Dikhy Sasra

Selain tiga lokasi yang coba digarap Desa, saya juga mencoba menaiki bukit pulau ini untuk melihat Bukit Keramat. Saya diantar oleh dua anak kecil bernama Fadil (9) dan Randi (9) sampai ke pojok timur desa, sekitar 1 km dari dermaga utama. Mereka mempersilakan kami berdua untuk naik sendiri ke atas bukit karena perjalanan bakal melelahkan.

Fadil dan Randi berpesan, ikuti saja jalan setapak sampai puncak bukit. Ternyata kami tak menemukan jalan setapak. Ini benar-benar seperti bukit yang baru pertama kali didaki. Bila dipandang dari jarak jauh, bukit ini mirip seperti hamparan rumput hijau mulus, namun begitu didaki gunung ini terdiri dari bebatuan terjal dan rawan lepas dari pijakan. Alas kaki yang kokoh dan elastis sangat disarankan bila mendaki di sini.

Kemiringan permukaannya bisa membuat pengunjung terintimidasi. Butuh setengah jam perjalanan untuk sampai puncak setinggi kurang lebih 250 meter ini. Di puncak, terlihat dua bukit kembar. Itulah yang disebut bukit keramat. Bukit yang kami pijak disebut Bukit Keramat berjenis laki-laki, dan di seberang sana adalah bukit yang perempuan. Panorama kawasan Komodo terlihat agung dari atas sini.

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.

(dnu/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Air Laut Seperti Terbelah di Suramadu Hanya Bisa Dilihat di Ketinggian Tertentu

Surabaya – Fenomena halocline atau gradasi warna lautan di bawah jembatan Suramadu ternyata tidak pernah dilihat oleh para nelayan di sepanjang pantai Kenjeran. Padahal fenomena itu hampir sepanjang hari terjadi.

Salah satu nelayan Solihin (40) yang ditemui detikcom mengaku dirinya hampir setiap hari melaut. Tapi tidak sekalipun menemukan fenomena yang dimaksud.

“Nggak ada. Belum pernah saya ditemui seperti itu di bawah jembatan,” kata Solihin saat melihat rekaman video yang ditunjukan detikcom, Rabu (20/3/2019).

Sama dengan Solihin, nelayan lainnya Sulaiman (50) juga tidak pernah menemui fenomene halocline selama melaut. Namun jika melihat videonya, ia memastikan tempat itu berada tepat di tengah-tengah selat. Karena memang di situ kadang banyak ditemui buih panjang seperti di video.

“Kalau lihat videonya itu di jalur kapal tengah. Itu dalam di situ airnya dan kadang ada banyak buihnya,” ujar Sulaiman.

Sementara itu Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya, Ady Hermanto menyebut tidak semua orang memang di posisi tertentu bisa melihat gradasi warna di sekitar Jembatan Suramadu. Sebab, untuk melihat tersebut harus di atas ketinggian tertentu.

“Kalau pas di lautnya (didatangi), pudar. Karena ada parallax namanya sudut pandang yang terlalu jauh jadi kalau melihat harus di ketinggian tertentu. Dan perahu-perahu nelayan memang tidak terlalu bisa melihat,” terang Ady.

Bila dilihat dari atas Jembatan Suramadu, fenomena halocline memang terlihat. Ketinggian antara laut dengan Jembatan Suramadu sekitar 35 meter.

Sedangkan untuk buihnya, lanjut Ady, hal itu disebabkan karena setiap pertemuan air tawar dan air laut selalu terjadi gesekan. Dari gesekan itulah kemudian membentuk buih yang panjang dan lurus.

“Buih-buihnya itu karena setiap ada pertemuan di lautan kan ada mengandung gesekan akhirnya ada buihnya. Jadi di pertemuan itu kalau misalnya di bak kamar mandi kalau ada air yang mancur itu kan ada buih-buihnya,” urainya.

“Nanti bisa ditanya ke nelayan tiap melaut ada tidak buih-buih yang panjang lurus. Pasti nemuin. Kalau ada berarti mereka sebenarnya menemukan (heloclin). Tapi memang mereka tidak bisa melihat karena terlalu rendah untuk melihat posisinya,” tandas Ady.
(iwd/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TNI AL dan Tentara Jerman Latihan Bersama di Laut Mediterania

Jakarta – TNI Angkatan Laut (AL) menggelar latihan bersama dengan tentara Jerman menggunakan kapal perang masing-masing di Laut Mediterania. Latihan itu bertujuan memberikan pelatihan bagaimana menambah dukungan logistik yang habis tanpa harus kembali ke pangkalan.

“Latihan bersama mailbag transfer yang dilaksanakan antara KRI Sultan Hasanuddin-366 dan FGS Oldenburg F-263 merupakan bagian dari latihan pembekalan di laut dengan tujuan untuk memberikan tambahan dukungan logistik kepada unsur kapal yang membutuhkan agar tetap bisa melaksanakan tugas di laut tanpa harus melaksanakan bekal ulang di pangkalan,” ujar Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K UNIFIL Letkol Laut (P) Cecep Hidayat, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/3/2019) malam.

Lebih lanjut, Cecep mengatakan latihan bersama ini menggunakan lebih dari satu kapal dengan pembagian tugas yang berbeda. Ada kapal yang bertugas pemberi dan ada juga berlaku sebagai penerima bantuan.

“Latihan ini dilakukan oleh dua kapal atau lebih dengan salah satu unsur kapal sebagai delivering ship atau kapal pemberi, sedangkan unsur kapal yang lain sebagai receiving ship atau kapal penerima,” ucapnya.

TNI AL dan Tentara Jerman Latihan Bersama di Laut Mediterania KRI Sultan Hasanuddin-366 dan FGS Oldenburg F-263 asal Jerman gelar latihan bersama di Laut Mediterania (Foto: Dok. Istimewa)

Selain memperkuat profesionalisme prajurit, jelas Cecep, tujuan latihan bersama ini juga berguna untuk mempererat hubungan diplomasi Indonesia dengan Jerman.

“Latihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit dan mempererat hubungan diplomasi Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Jerman,” paparnya.

Dalam latihan mailbag transfer ini, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K/UNIFIL melibatkan 120 prajurit pengawak KRI Sultan Hasanuddin-366 dan Helikopter Dauphin AS-365 N3+ on board di KRI yang saat itu dilibatkan dalam kegiatan latihan.
(eva/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jakgrosir Dibangun di Tidung Kecil, Konservasi Laut Dijamin Aman

Jakarta – Erik Suhardi (50) menatap lahan calon lokasi Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu. Pusat grosir itu dibangun pemerintah Jakarta supaya harga sembako di Kepulauan Seribu lebih terjangkau.

Namun sebagai pegiat pelestarian terumbu karang, Erik khawatir aktivitas Jakgrosir nanti mengusik konservasi laut yang juga ada di Tidung Kecil. Pagar seng terpasang melingkar. Di dalam pagar, pelbagai jenis pohon berdiri tanpa dedaunan. Di batang-batang pohon itu, ada kertas nama jenis pohon.

“Saya sengaja tandai pohonnya dengan nama, supaya diperhatikan. Ini pohon sukun produktif tapi dibakar sampai mati,” kata Erik yang berdiri tak jauh dari sumur, Kamis (21/2/2019).

Dia masih berharap Pulau Tidung Kecil dibebaskan dari aktivitas yang berisiko merusak konservasi lingkungan laut. Menurutnya, Jakgrosir tidak cocok dibangun di sini.
“Keseharian aktivitas Jakgrosir nanti bisa merusak flora dan fauna di Pulau Tidung Kecil. Pohon bagus dirusak, burung yang harusnya jinak jadi tidak jinak, unsur alami semakin berkurang karena ada gedung. Ini yang saya sesalkan,” kata Erik.

Jakgrosir Dibangun di Tidung Kecil, Konservasi Laut Dijamin AmanCalon lokasi Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil. (Danu Damarjati/detikcom)

Dia menunjukkan hamparan laut bersih tempat transplantasi terumbu karang. Tak sembarang orang bisa bersnorkeling atau menyelam di laut ini. Namun nanti bila Jakgrosir beroperasi, pulau ini bakal disibukkan dengan aktivitas bongkar muat kapal yang sandar di dermaga. Terumbu karang bisa terusik. Sampah bakal mengapung dan tercecer di sana-sini.

“Mestinya Pulau Tidung Kecil ini bukan untuk lokasi Jakgrosir, tapi untuk konservasi dan wisata edukasi bahari,” kata Erik.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP), Darjamuni, menjelaskan kepada detikcom, instansinya punya tanah sekitar 5 hektare untuk pusat konservasi dan ekologi laut di Pulau Tidung Kecil. Pulau ini sendiri punya luas 14,45 hektare. Lahan calon lokasi Jakgrosir bukan berada pada lahan konservasi laut milik instansinya, melainkan berada pada lahan milik Kabupaten Kepulauan Seribu di pulau ini.

“Cuma kami mengimbau, karena akan ada aktivitas bongkar muat di dermaga, jadi kita harus sama-sama merawat lah (konservasi di Pulau Tidung Kecil),” kata Darjamuni, Selasa (12/3/2019).

Kawasan konservasi itu dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Budidadya dan Konservasi Laut. Kawasan itu kemudian menjadi lokasi agrowisata supaya bisa memberi edukasi sekaligus menarik minat wisatawan. Darjamuni yakin keberadaan Jakgrosir tidak akan mengusik konservasi laut di pulau ini.

Jakgrosir Dibangun di Tidung Kecil, Konservasi Laut Dijamin AmanErik Suhardi pelestari terumbu karang, di Pulau Tidung Kecill. (Danu Damarjati/detikcom)

“Tidak memasuki kawasan konservasi kami. Memang ada terumbu karang di depannya, tapi dermaganya tidak, karena pelabuhan sudah ada alurnya sendiri,” kata Darjamuni menjawab kekhawatiran.

Jakgrosir di sini akan dibangun di atas lahan seluas 60 x 50 meter. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya adalah pihak yang menangani pembangunan ini. Keberadaan JakGrosir akan membantu warga dengan ekonomi terbatas memperoleh pangan dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau, tanpa ada kesenjangan harga terlalu jauh dengan di darat. Seluruh pedagang wilayah Kepulauan Seribu bisa belanja barang dagangannya di Jakgrosir Pulau Tidung Kecil nantinya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan pembangunan Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil telah dimulai sejak pengujung Februari lalu. Soal penjagaan area konservasi, dia menjamin Jakgrosir tak akan merusak lingkungan. Konservasi dijamin tetap aman.

“Kita kan grosir buat pedagang, tidak ada hubungannya dengan laut itu sendiri. Bongkar muat di dermaga, lokasinya tidak berdekatan dengan kawasan konservasi terumbu karang,” kata Arief Nasrudin mengklarifikasi.

Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) selaku pemilik konservasi juga sudah menyetujui pembangunan Jakgrosir. Lagipula, Jakgrosir dibangun bukan di kawasan konservasi milik DKPKP melainkan di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu. Dia juga menjamin aktivitas Jakgrosir tidak menghasilkan banyak limbah yang mencemari lingkungan.

“Sebelum bulan puasa, bulan Mei, Insyaallah Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil sudah beroperasi. Kita memang janjikan sebelum bulan puasa supaya harga di Pulau Seribu stabil,” kata Arief.

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad juga berharap Jakgrosir bisa mengatasi masalah yang selama ini masih ada di Kepulauan Seribu: kesenjangan harga kebutuhan pokok antara di kepulauan dengan di daratan kota Jakarta.

“Semua kebutuhan sehari-hari masyarakat, sembako akan tersedia di sana, sehingga masyarakat nanti akan bisa belanja di sana. Persiapannya sudah matang sekali,” kata Husein Murad.

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.

(dnu/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tabrakan Kapal Feri di Jepang Gara-gara ‘Tersandung’ Hewan Laut

Jakarta – Sebuah kapal feri jetfoil (berkecepatan tinggi) menabrak binatang laut saat melintas di Pulau Sado, Laut Jepang. Akibat kejadian tersebut, 80 orang dilaporkan luka-luka.

Dilansir dari Japan Today, Minggu (10/3/2019), kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (9/3) siang sekitar pukul 12.15 waktu setempat. Penjaga pantai dan operator kapal menyatakan 13 dari 80 orang terluka di antaranya mengalami luka parah seperti retak hingga patah tulang.

Kapal feri jetfoil tersebut membawa 121 penumpang dan 4 kru kapal. Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan di Niigata sekitar pukul 11.30 waktu setempat.


Mengacu pada keterangan Sado Steam Ship Co, kecelakaan tak menyebabkan kapal tak mencapai tujuan. Kapal tetap mencapai tujuan akhir di Pelabuhan Ryotsu sekitar pukul 13.30 waktu setempat.

Bagian sayap belakang kapal mengalami kerusakan karena kecelakaan menabrak pesawat tersebut. Hewan penyebab kecelakaan masih dalam investigasi, bisa paus atau makhluk laut besar lain.

Dewan Keselamatan Transportasi Jepang mengatakan akan mengirim tiga penyelidik untuk melakukan penyelidikan mulai hari Minggu kemarin.

Disebutkan bahwa kecelakaan kapal menabrak hewan laut bukanlah hal yang langka untuk wilayah perairan antara Jepang dan Korea Selatan. Khusus operator feri yang mengalami kecelakaan, mereka menyatakan telah memasang perangkat khusus untuk mengeluarkan suara yang dapat mengusir paus.
(rna/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Resep Masakan Ikan Laut dan Air Tawar, Enak dan Sehat

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang yang senang berkreasi di dapur untuk menuangkan kreatifitasnya. Mereka yang hobi memasak tidak terbatas perempuan saja. Pasalnya, banyak koki pria yang sering muncul di layar kaca televisi. 

Berbicara mengenai memasak, salah satu menu makanan yang tak boleh dilewatkan adalah ikan. Entah itu ikan laut maupun ikan air tawar, keduanya memiliki cita rasa yang menggoda lidah. Sehingga tak heran resep masakan ikan sering dijadikan menu wajib di rumah makan maupun restoran.

Di balik kelezatan ikan, banyak pula tersimpan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ikan memiliki kandungan gizi tinggi protein, vitamin, dan mineral yang membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, ikan juga bisa menurunkan jumlah lemak di dalam tubuh. Bahkan, asam lemak omega 3 yang terdapat dalam ikan memiliki peranan penting untuk kesehatan jantung.

Resep masakan ikan khususnya ikan yang bersisik baik untuk kesehatan. Namun, ikan yang tidak bersisik bukan berarti tidak sehat untuk tubuh. Untuk itu, berikut Liputan6.com sajikan resep masakan ikan lengkap dengan bahan dan cara memasaknya, yang dilansir dari berbagai sumber, Rabu (6/3/2019).

2 dari 6 halaman

1. Resep Pepes Ikan Rumahan Sederhana

Bahan

1. 1 kg ikan makarel atau ikan kembung

2. 8 butir bawang merah

3. 3 siung bawang putih

4. 5 butir kemiri

5. 10 buah cabai merah besar

6. 2 batang serai

7. 2 cm lengkuas

8. 1 sdm biji ketumbar

9. 1 sdm gula

10. 1 sdt gula

11. Daun pisang untuk membungkus 

Berikut cara membuatnya:

Proses semua bahan bumbu dengan blender atau bisa juga diulek biasa. Tambahkan air bila perlu. Setelah itu, baluri ikan dengan bumbu. Peram selama 15-30 menit. Lalu, bungkus dengan daun pisang. Selanjutnya, bakar atau panggang selama 20 menit hingga matang. Tapi jangan lupa dibalik, lho! Terakhir, nikmati pepes ikan bumbu rumahan dengan sepiring nasi hangat.

3 dari 6 halaman

2. Resep Gulai Ikan Pindang Bumbu Merah

Bahan

1. 5 ekor ikan pindang ukuran sedang

2. 200 ml santan kelapa

3. 2 lembar daun jeruk

4. 1 lembar daun salam

5. 3 cm jahe (mermarkan)

6. 3 cm lengkuas (memarkan)

Bumbu Halus

1. 10 buah cabai merah besar (buang isi)

2. 1 buah tomat merah

3. 5 buah cabai rawit

4. 6 siung bawang merah

5. 3 siung bawang putih

6. 2 butir kemiri

7. 3 cm kunyit

8. Garam (secukupnya)

9. Gula (secukupnya)

10.  Penyedap masakan (secukupnya)

Berikut cara membuatnya:

Goreng ikan pindang yang telah dibersihkan hingga matang dan cukup kering lalu sisihkan sebentar. Kemudian panaskan minyak untuk menumis bumbu yang telah dihaluskan hingga harum. Setelah itu, tambahkan air secukupnya ke dalam bumbu dan aduk rata.

Masukkan daun jeruk, daun salam, jahe dan lengkuas, masak hingga mendidih. Masukkan ikan pindang ke dalam bumbu, aduk rata dan masak hingga mendidih. Terakhir, masukkan santan kelapa, masak hingga mendidih.

4 dari 6 halaman

3. Resep Tumis Tongkol Kecap

Bahan

1. Ikan Tongkol

2. 2 butir Bawang Merah

3. 2 siung Bawang Putih

4. 3 Cabai Rawit

5. Kemiri

6. Tomat

7. Jeruk Nipis

8. 2 sdm Kecap Manis

9. 1 sdt kecap asin

10. 1/4 sdt lada

11. 1/2 sdt saus tiram

12. Minyak sayur

13. 1/4 sdt Garam 

Berikut langkah-langkah membuatnya:

Bersihkan ikan tongkol yang sudah dipotong. Setelah bersih, lumuri dengan garam dan perasan jeruk nipis. Goreng setengah matang lalu sisihkan. Tumis bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, tomat, cabai merah, cabai rawit, dan kemiri hingga harum.

Kemudian masukkan ikan tongkol, aduk sebentar hingga rata. Terakhir, tambahkan kecap manis dan bumbui dengan garam dan gula secukupnya. Angkat dan sajikan untuk menu makan keluarga Anda.

5 dari 6 halaman

4. Resep Pecel Lele

Bahan

1.  7 ekor ikan Lele ukuran kecil

2.  Kemangi

3.  Bumbu Sambal

4.  3 cabai merah besar

5.  8 cabai rawit

6.  3 Siung Bawang putih

7.  5 Siung bawang merah

8.  4 cm gula merah

9.  1 sachet terasi Abc

10. 2 buah tomat

11. 1 1/2 sdt garam

12. 1 sdm Gula pasir

13. Bumbu ikan lele

14. 3 siung bawang putih

15. 2 sdt Ketumbar

16. 1 ruas Kunyit

17. 1 1/2 sdt garam

18.  Air Secukupnya

Berikut langkah-langkah membuatnya:

Bersihkan ikan lele dengan membuang kumis dan siripnya. Uleg bumbu ikan lele hingga halus, beri air secukupnya, lalu rendam ikan lele. Biarkan bumbu meresap. Kemudian, goreng lele yang tadi direndam.

Selanjutnya, tumis bumbu sambal untuk diuleg hingga halus. Jangan lupa untuk mencicipi rasanya terlebih dahulu. Jika kurang pas bisa ditambah garam atau gula. Pecel lele siap dihidangkan bersama nasi yg masih hangat.

6 dari 6 halaman

5. Resep Masakan Ikan Gurame Bakar

Bahan

1. 1 kg Ikan Gurame (siangi)

2. 4 btr Jeruk Kunci (Nipis)

3. Secukupnya Garam

4. Secukupnya Kecap Manis

5. Secukupnya minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus :

1. 5 Siung Bawang Putih

2. 2 Ruas Kunyit

3. 1 Ruas Jahe

4. 3 btr Kemiri

5.  1/2 sdt Lada Bubuk

6. 1/2 sdt Ketumbar Bubuk

Berikut langkah-langkah membuatnya:

Marinasi Ikan Gurame dengan perasan air jeruk dan garam, lalu diamkan minimal 30 menit.

Setelah itu, goreng ikan gurame tersebut. Bumbu yang telah diulek lalu dicampur dengan kecap manis dan garam, kemudian aduk rata. Selanjutnya, tambahkan dengan 2 sendok makan minyak goreng panas bekas goreng ikan lalu aduk rata.

Oles Ikan Gurame dengan bumbu secara merata lalu ikan siap dibakar. Proses pembakaran tidak perlu lama karena ikan sudah digoreng sebelumnya.

Disarankan membakar di atas arang. Namun jika tidak memungkinkan, bisa juga dibakar menggunakan teflon. Setelah matang, sajikan Ikan Gurame Bakar di atas piring bersama sambal.

Nah, itulah 5 resep masakan ikan laut dan ikan air tawar yang bisa Anda jadikan inspirasi menu makanan untuk keluarga di rumah.