Ketua KPPS di Lampung Ditembak Kawanan Begal Motor di Bagian Perut

Patroli, Lampung – Ahmad Syafari (56), warga Desa Iso Rejo, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara, Lampung, dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar Lampung akibat luka tembak yang dideritanya di bagian perut.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Sabtu (20/4/2019), Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 02 ini ditembak kawanan begal motor yang menyatroni rumahnya.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Bunga Mayang. Namun, karena kondisinya mengkhawatirkan, Syafari dievakuasi ke rumah sakit.

Kejadian bermula saat korban pulang dari kantor kecamatan. Saat hendak ke kamar mandi, korban memergoki pelaku yang masuk dari pintu samping rumahnya. Tiba-tiba satu dari tiga pelaku langsung menembak hingga korban tersungkur.

Pelaku kemudian merampas sepeda motor korban yang terparkir di dalam rumah.

Tim medis rencananya akan melakukan operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru yang masih bersarang di perut ketua KPPS ini. Polisi tengah menyelidiki kasus ini yang diduga kuat kasus perampokan motor. (Rio Audhitama Sihombing) 

Pemilu 2019: Bek Anyar Badak Lampung FC Ikut Nyoblos

Liputan6.com, Jakarta – Bek anyar Badak Lampung FC, Arthur Irawan ikut dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Dia terlihat antusias mengikuti pemilihan yang kali ini berlangsung secara serentak.

Seperti pemain lainnya, pemain berusia 26 tahun itu berharap, calon presiden yang terpilih dalam Pemilu 2019 bisa membawa Indonesia ke arah lebih baik.

“Semoga yang terbaik untuk negara yang kita semua cintai, Indonesia,” kata Arthur Irawan di Instagram miliknya.

Arthur menjadi salah satu pemain sepak bola Indonesia yang tidak pernah luput dalam pemilu. Saat Pilkada DKI Jakarta, dia juga menyumbangkan suaranya.

Pemilu 2019 sendiri mempertandingkan dua pasang calon presiden dan wakil presiden. Calon dengan nomor urut satu, Joko Widodo/KH Maaruf Amin berhadapan dengan calon nomor urut dua, Prabowo Subianto/Sandiaga Uno.

Sebenarnya pemilu yang digelar nanti tak hanya memilih presiden dan wakilnya. Pagelaran politik lima tahunan ini juga memilih sejumlah orang yang tak kalah pentingnya, yakni anggota DPR-RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, dan anggota DPD.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Sukseskan Pemilu, Polda Lampung Gelar Operasi Mantap Brata Krakatau 2019

Liputan6.com, Lampung – Jajaran Polda Lampung akan menggelar Operasi Mantap Brata Krakatau 2019 di lapangan Korpri Pemprov Lampung, Minggu (14/4/2019). Gelar pasukan bertujuan untuk menjaga Kamtibnas jelang dan saat Pemilu 2019 nanti yang digelar serentak pada 17 April 2019. Khususnya di TPS yang dinilai rawan.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, gelar pasukan juga dihadiri jajaran TNI dan petugas terkait lainnya. Hal ini juga untuk memudahkan koordinasi.

“Ya tujuannya agar sukses, aman, damai, dan sejuk,”kata Zahwani, Kamis (13/4/2019).

Kepolisian Daerah (Polda) Lampung akan mengerahkan sebanyak 8.000 personel guna mengamankan pemungutan suara Pemilu 2019 agar aman, damai, dan sejuk. Jumlah ini belum termasuk bantuan dari TNI.

“Untuk menciptakan kondisi pemilu aman, damai, dan sejuk, pada 17 April mendatang, Polri mengerahkan delapan ribu lebih personel dan dibantu 3.000 lebih aparat TNI,” tambah Dirbinmas Polda Lampung, Kombes Johni Soeroto, di Bandarlampung, dilansir Antara.

Polda Lampung, menyatakan kesiapannya untuk mengamankan Pemilu 2019, mulai dari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

[Cek Fakta] Beredar Foto Lautan Manusia dalam Kampanye Jokowi di Lampung, Faktanya?

Dari penelusuran menggunakan Google Image, gambar yang viral itu ternyata bukan peristiwa kampanye terbuka yang dilakukan oleh Jokowi di Lampung.

Gambar tersebut ternyata merupakan kampanye yang dilakukan Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari yang digelar di negara bagian Jigawa pada Sabtu 2 Februari 2019 lalu.

Fakta ini dikutip dari situs legit.ng dengan judul artikel ‘Buhari, APC next level train arrives Dutse, Jigawa‘.

President Muhammadu Buhari and members of the All Progressives Congress Presidential Campaign Council on Saturday, February 2, arrived Dutse, Jigawa state, to launch the party’s re-election bid.

News Agency of Nigeria (NAN) reports that the presidential jet, which took-off from Gombe, Gombe state, conveying the president and members of his entourage,landed at the Dutse International airport at about 2.25p.m.

The president, who is on two-state campaign tour of Gombe and Jigawa states, had earlier visited Barambu town in Alkaleri local government area of the Bauchi state where he flagged-off the commencement of drilling activities at Kolmani-II Oil Well, Gongola Basin, Upper Benue Trough.

While flagging-off the drilling activities, the president directed the Nigerian National Petroleum Corporation (NNPC) to extend its exploration to six basins in the country. President Buhari had also addressed thousands of APC supporters at a rally in Gombe state, after performing the flagging-off of the drilling activities in Bauchi, before his arrival in Dutse.

Thousands of APC members and supporters lined up the streets of Dutse, while many shops and business places were closed to welcome the president.

Meanwhile, Legit.ng had reported that President Muhammadu Buhari on Saturday, February 2 arrived Gombe Township Stadium for his reelection campaign. The reports claimed that President Buhari was accompanied by vice president, Yemi Osinbajo, and other dignitaries at exactly 11:57am.

The arrival of the president was welcomed with thunderous applause from mammoth crowd that gathered at the stadium. The MC’s and officials of the All Progressives Congress (APC) are finding it difficult to control the crowds to remain quite and listen to the speeches. 

Polda Lampung Kerahkan 8.000 Personel Amankan Pemilu 2019

Liputan6.com, Bandarlampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung akan mengerahkan sebanyak 8.000 personel guna mengamankan pemungutan suara Pemilu 2019 agar aman, damai, dan sejuk. Jumlah ini belum termasuk bantuan dari TNI.

“Untuk menciptakan kondisi pemilu aman, damai, dan sejuk, pada 17 April mendatang, Polri mengerahkan delapan ribu lebih personel dan dibantu 3.000 lebih aparat TNI,” kata Dirbinmas Polda Lampung, Kombes Johni Soeroto, di Bandarlampung, Kamis 4 April 2019 seperti dilansir Antara.

Polda Lampung, menyatakan kesiapannya untuk mengamankan Pemilu 2019, mulai dari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Dia kemudian mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk sama-sama mengawasi dan menciptakan Pemilu yang aman dan damai

“Mari kita bersama-sama bertanggung jawab atas terselenggaranya Pemilu 2019 ini, untuk menuju pemilu yang aman, damai, dan sejuk,” kata Johni.

Polda Lampung juga bekerja sama dengan salah satu Lembaga Penyiaran Publik menggelar diskusi interaktif terkait Pemilu 2019 disejumlah kabupaten dan kota se-Lampung.

Pakai Narkoba, Hakim di Lampung Dihukum 7,5 Tahun Penjara

Bandar Lampung – Hakim seharusnya menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat. Apalagi ia kerap disebut sebagai Wakil Tuhan. Apa lacur, hakim PN Liwa, Lampung, Firman Affandi berbuat sebaliknya.

Kasus berawal saat Polresta Bandar Lampung menangkap Firman di rumahnya di Jalan Wolter Monginsidi, Lampung pada Juli 2017. Saat Firman ditangkap, didapati paket narkoba jenis sabu.

Dua tahun bergulir, kasus akhirnya diajukan ke meja hijau. Pada 14 Maret 2019, jaksa menuntut Firman selama 11 tahun penjara. Apa kata hakim yang mengadili hakim itu?
“Menyatakan Terdakwa Firman Affandy.,S.H.,M.H. Bin Lukman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘Tanpa Hak dan Melawan Hukum Memiliki Narkotika Golongan I dalam Bentuk Bukan Tanaman’ sebagaimana dalam dakwaan Alternatif Kedua. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan dan denda sejumlah Rp 800 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar oleh terdakwa, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan,” putus majelis PN Tanjungkarang sebagaimana dilansir di websitenya, Rabu (3/4/2019).
Vonis itu dibacakan pada Selasa (2/4) sore oleh ketua majelis hakim Hasmy dengan anggota Nirmala Dewita dan Salman Alfarasi.

(asp/aan)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan Dituntut 15 Tahun Penjara

Jakarta

Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan. Jaksa meyakini Zainudin bersalah menerima suap, mendapat keuntungan dengan ikut proyek di wilayahnya, menerima gratifikasi, dan melakukan pencucian uang.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Zainudin Hasan berupa pidana penjara selama 15 tahun dikurangi selama terdakwa Zainudin Hasan berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan,” kata jaksa pada KPK saat membacakan surat tuntutan terhadap Zainudin di Pengadilan Tipikor Bandar Lampung, Senin (1/4/2019).

Dalam kasus dugaan suap, jaksa KPK meyakini Zainudin melakukan perbuatan itu bersama-sama dengan Hermansyah Hamidi selaku Kepala Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan 2016-2017, Anjar Asmara selaku Kepala Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan 2017-2018, serta Agus Bhakti Nugroho dan Syahroni sebagai pejabat di Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan.

Zainudin disebut meminta Agus untuk menerima fee dari rekanan-rekanan proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan. Total suap yang diduga diterima Zainudin senilai sekitar Rp 72 miliar.

Untuk merealisasikan penerimaan itu, maka Zainudin lewat Hermansyah dan Syahroni melakukan plotting rekanan yang akan menjadi pemenang pada pekerjaan di Dinas PUPR Lampung Selatan dan memberikan daftar Pekerjaan TA 2016 yang sudah di-plotting sebanyak 299 paket kegiatan beserta nama-nama rekanan yang ditunjuk menjadi pemenang dengan nilai pagu anggaran keseluruhan sebesar sekitar Rp 194 miliar.

“Terdakwa juga memerintahkan Hermansyah untuk meminta komitmen fee dari rekanan-rekanan tersebut sebesar 13,5% dari nilai proyek yang penyerahannya melalui Agus,” ucap jaksa.

Berikut daftar duit dugaan suap terkait proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan yang diterima Zainudin:

1. Pada 2016 dari Syahroni sebesar Rp 26.073.771.210 dan dari Ahmad Bastian sebesar Rp 9,6 miliar;

2. Pada 2017 lewat Syahroni sebesar Rp 23.669.020.935, dan dari Rusman Effendi sebesar Rp 5 miliar;

3. Pada 2018 dari Anjar Asmara sebesar Rp 8,4 miliar.

Jaksa pada KPK juga meyakini Zainudin mendapat keuntungan senilai Rp 27 miliar dengan mengikuti proyek di wilayahnya. Keuntungan itu diperoleh Zainudin lewat posisinya sebagai owner PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) yang mengerjakan proyek-proyek di Lampung Selatan.

Selain dugaan suap dan ambil keuntungan dari proyek yang diikutinya, Zainudin juga diyakini bersalah menerima gratifikasi senilai total sekitar Rp 7 miliar. Jumlah itu terdiri dari Rp Rp 3.162.500.000 yang diduga diterima Zainudin lewat rekening Gatot Soeseno serta Rp 4 miliar dari Sudarman.

Terakhir, jaksa juga meyakini Zainudin bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menurut jaksa, dari total sekitar Rp 106 miliar yang diterima Zainudin dari suap, keuntungan ikut proyek di wilayahnya, serta gratifikasi, sekitar Rp 54 miliar diduga disembunyikan oleh Zainudin dengan berbagai cara. Berikut rinciannya:

1. Ditempatkan di rekening atas nama Gatoet Soeseno sekitar Rp 3,1 miliar dan Sudarman Rp 4 miliar

2. Dibelanjakan 7 unit mobil

Uang di rekening Sudarman itu kemudian dibelikan 6 unit kendaraan bermotor, yaitu:

1. New Xpander 1.5L (4×2) Ultimate AT warna putih B-2789-SZQ senilai Rp 248.350.000;

2. New Xpander 1.5L (4×2) Ultimate AT warna putih B-2905-SZT senilai Rp 243.850.000;

3. Mitsubishi All New Pajero Sport Dakar 4×4 A/T (2.4L 8A/T) warna hitam mika B-1644-SJQ dengan harga OTR Rp 623.000.000;

4. Mercedes Benz CLA 200 AMG B-786-JSC seharga Rp 776 juta;

5. Harley Davidson Motor Merk Harley Davidson B-6116-SS Total Rp 570 juta;

6. Pembayaran uang muka leasing Toyota Vellfire 2G 2,5 AT, sebesar 30 persen dari harga Rp 1,4 miliar sebesar Rp 420 juta.

Edarkan Sabu Lagi, Napi Terpidana Seumur Hidup di Lampung Divonis Mati

Bandar Lampung – Napi seumur hidup, Ahmad Affan kembali berulah dengan mengontrol narkoba dari balik penjara. Alhasil, PN Tanjungkarang menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Adapun dua rekan Affan, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

“Menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap terdakwa Munzier dan Fajar Hidayat, dan hukuman mati terhadap terdakwa Ahmad Affan,” kata ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Nirmala Dewita saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, sebagaimana dilansir Antara, Senin (1/4/2019).

Affan terbukti jadi pengendali narkotika dari dalam LP Bandarlampung. Selain itu terdakwa juga masih menjalani hukuman.


Sebelumnya terdakwa Ahman Affan dituntut hukuman seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roosman Yusa, sedangkan dua terdakwa lainnya dituntut hukuman selama dua puluh tahun.

Perbuatan ketiga terdakwa tersebut telah melanggar pasal 114 tentang narkotika. Atas putusan itu, tiga terdakwa menyatakan pikir-pikir, demikian juga JPU yang menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Affan saat itu berperan sebagai pengendali narkotika melalui sebuah ponsel dari dalam Lapas. Ia saat itu memerintahkan dua anak buahnya untuk membawa sabu-sabu dan ekstasi dari Aceh. Barang tersebut dibawa oleh mereka dan disimpan melalui sebuah ban serep.

Saat tiba di Gunung Sugih, Lampung Tengah, Lampung kedua terdakwa tersebut bertukar ban serep di sebuah bengkel di pinggir jalan.
(asp/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kemendagri Perkenalkan Desa Indonesia Maju di Lampung

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Dalam Negeri, melalui Direktorat Jendral Bina Pemerintahan Desa melakukan terobosan pelaksanaan pelatihan dan pengenalan on-line Balai Desa untuk aparatur 74.754 desa se-Indonesia untuk Mewujudkan Desa Indonesia Maju (DESIMA).

Pengenalan itu digelar dalam acara Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dalam Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa” di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung, Kamis, (21/03/2019).

Kepala Balai PemDes Lampung sekaligus penyelenggara acara, Efendi mengatakan, acara ini digelar untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa untuk mengelola keuangan desa secara hati-hati.

“Acara ini merupakan pengarahan atas pentingnya kehati-hatian dalam mengelola keuangan desa oleh pemerintah, diantaranya oleh Kemenko Polhukam, Kemenko PMK, Kemendagri, Kemendes, serta Kemenpan dan RB,” kata Efendi.

DESIMA (Desa Indonesia Maju) adalah sejumlah kumpulan program yang ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa serta memajukan desanya.

DESIMA dibuat sebagai hasil kerja bersama dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri bersama Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta sebagaimana tertuang pada Memorandum of Understanding (MoU) No. 119/651/BPD, tertanggal 22 Januari 2019.

DESIMA selanjutnya akan ditampilkan dalam sebuah kartu yang pada tahapan dua tahun ini, diantaranya berisikan progam sebagai berikut:

Pertama, pelatihan Online. Pelatihan telah disiapkan bagi aparatur desa menggunakan teknologi internet dimana materi pelatihan yang telah tersedia, akan dapat diajarkan dan didiskusikan secara online dengan menggunakan handphone.

Kedua, klinik Konsultasi Online. Peserta dapat menanyakan dan mendapatkan pembimbingan secara online atas persoalan-persoalan yang dimiiki oleh aparat desa di lapangan yang sesuai dengan topik pelatihan.

Ketiga, studi Banding. Peserta dapat melakukan studi banding ke desa lain yang sudah maju di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Keempat, lanjut Kuliah Sarjana Strata 1. Peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menggunakan hasil pelatihan untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi yang telah bermitra. Hasil pelatihan disetarakan dengan 6 SKS.

Kelima, sertifikasi Kompetensi. Peserta yang telah mengikuti pelatihan mendapatkan sertifikat dari Ditjen Bina Pemdes Kemendagri.

“Ke depannya, kartu ini memiliki keunggulan untuk mendapatkan pelatihan tanpa batas dan akan menjadi identitas kebanggaan aparatur desa yang memiliki fungsi dan tugas memajukan Indonesia melalui pengembangan desa dan masyarakat desanya,” ujar Efendi.

Diduga Curi Rp 1,2 Juta di Warung, Remaja Tewas Dihakimi Massa di Lampung

Jakarta – Seorang remaja berinisial RA tewas setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Lampung Timur. RA dikeroyok lantaran diduga mencuri sejumlah uang dari laci sebuah warung.

“Jadi korban pelaku ini mengambil sejumlah uang di warung. Jumlahnya Rp 1.297.000,” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Sandi Galih ketika dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (19/3/2019).

Sandi menceritakan, berdasarkan keterangan saksi, RA awalnya mengetuk pintu warung. Kemudian diduga RA melihat situasi di mana warung tak dijaga pemiliknya. Remaja 14 tahun itu pun nekat mengambil uang di laci meja warung.

“Awalnya dia ke warung, kemudian mengetok pintu warung. Karena dilihat pemiliknya masih di dalam rumah, dia lihat ada laci uang, dia ambil uang di laci,” jelas Sandi.

Namun aksi RA kepergok seseorang yang langsung meneriakinya maling. Saat itu warga menghadang RA, yang berupaya melarikan diri, dan memukulinya hingga tewas.

“Lalu saat (pelaku) mengambil, terpergok Saudara B. Nah itu sempat didorong, kemudian dikejar Saudara B. Dia lalu diteriaki maling… maling… sehingga warga melihat dan akhirnya dikeroyok massa,” terang Sandi.

Sandi menerangkan peristiwa pencurian yang berakhir pengeroyokan massa itu terjadi di Dusun Rampelas, Desa Sumur Bandung, Way Jepara, pukul 19.00 WIB, Sabtu (16/3). Saat ini pihak Polres Lampung Timur akan melakukan gelar perkara untuk penanganan kasus lebih lanjut.

“Kami masih akan gelar perkara,” ucap Sandi.
(aud/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>