Novita Dewi dan Uncle Stone Sulap Lagu Broery Marantika Jadi Lebih Seksi

Liputan6.com, Jakarta – Lama tak terdengar, Novita Dewi kembali ke kancah musik Tanah Air. Tak sendiri, Novita Dewi menggandeng penyanyi pria Uncle Stone.

Novita Dewi dan Uncle Stone menyanyikan lagu lawas milik penyanyi legendaris Broery Marantika berjudul Rindu Yang Terlarang. Meski berduet dengan penyanyi yang baru di industri musik Indonesia, Novita Dewi tak merasa sedikitpun kesulitan.

Sebaliknya, Uncle Stone menunjukkan sesuatu yang di luar perkiraan Novita Dewi.

“Kesan pertama, langsung menggoda. Ha ha ha. Sama abang (Uncle Stone) ini pas ketemu di studio mikirnya suaranya ini bakalan tenor, karena dikirim videonya begitu. Aku kebayang Rindu Yang Terlarang itu seperti apa, tapi pas lihat beliau rekaman, wah beda banget sama yang aku lihat,” kata Novita Dewi saat ditemui dalam acara peluncuran mini album Uncle Stone di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Rossa Bicara Lagi soal Salah Lirik Lagu ‘Indonesia Raya’ di Debat Capres

Jakarta – Beberapa waktu lalu, Rossa dipercaya menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya‘ di pembukaan debat capres keempat. Namun karena gugup, penampilan Rossa kurang sempurna.

Rossa salah satu kata di lirik lagu ‘Indonesia Raya’. “Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku. Di sana lah aku berdiri jadi pandu ibuku’.

Rossa menyanyikan lirik ‘jadi’ menjadi ‘bagi. Karena itu, Rossa sudah minta maaf dalam Instagram pribadinya. Kali ini, Rossa, kembali ditanya soal masalah tersebut.

Saat menjadi bintang tamu dalam Nebeng Boy, Rossa, mendapatkan pertanyaan itu.

“Gimana sih waktu itu kok bisa salah?,” tanya Boy William.

“Aduh Boy gini ya aku nggak mungkin nggak hapal dengan lagu itu. Lagu itu kan lagu kebangsaan ya yang waktu upacara selalu dinyanyikan masa aku lupa kan nggak ya,” jawab Rossa.

“Tapi nggak tahu gimana waktu itu aku kok bisa nggak hapal, sumpah banget Boy aku merasa bersalah banget waktu itu. Makanya nggak berapa lama aku langsung minta maaf kan di Instagram sumpah aku merasa bersalah banget,” sambung ibu dua anak itu.

Boy pun menerima apa yang menjadi penjelasan Rossa.

“Yaudah deh kita nyanyi aja lagu itu yuk sekarang,” papar Boy William yang diiyakan Rossa.
(wes/wes)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Lagu Atas Bawah Bikin Kasus Audrey Pro Kontra

Ramai kecurigaan terhadap kasus Audrey kemudian memunculkan tagar #audreyjugabersalah. Di situ, banyak warganet yang mengaku menyesal tak lebih dahulu mencari informasi yang akurat mengenai Audrey. YouTubers Ria Ricis salah seorang contohnya. Melalui Instagram Story, adik artis Oki Setiana Dewi itu mengaku termakan berita yang ramai di media sosial.

“Saya mungkin salah nggak cari tahu dulu informasi kebenaran atau sebenarnya. Buru-buru kemakan berita hastag,” kata Ria Ricis.

avaScript if it is disabled in your browser.

“Beginilah Audrey. Bukan berarti saya membully ya. Jika kalian ingin tau siapa itu Audrey bisa dilihat dari video ini begimana sikapnya,” timpal pemilik akun @salsafarisha.real_.

Pernah Tertekan di Masa Lalu, Heidi Lampiaskan Lewat Lagu Baru

Menggunakan lirik berbahasa Inggris, lagu ini lebih bisa mengungkapkan perasaan dengan lebih jujur. Namun Heidi mengaku harus lebih berhati-hati dalam memilih diksi. Dengan alunan pure folk, lagu ini sedikit lebih ramai dari karya sebelumnya.

Terdengar lebih country, bisa dibilang single “As Long As” ini lebih bernuansa Amerika. Lagu ini diharapkan dapat menyentuh para pendengar, terutama wanita yang punya pengalaman seperti dirinya, tidak dapat berbaur dengan lingkungan.

Lewat “As Long As”, Heidi ingin membuat lagu yang jujur dari hati dan didedikasikan kepada orang-orang yang tertekan, minoritas, para perempuan yang bernasib sama dengan dirinya.

“Saya dedikasikan lagu ini kepada orang orang yang tertekan, minoritas, perempuan, misfits, musician, dykes, simply siapapun yang dibuat merasa oleh lagu ini, no matter the age, background, race. This song is to represent all,” terang Heidi.

Proses composing dan recording lagu ini turut dibantu oleh beberapa musikus dari Passion Vibes (Abe Belanegara & Abraham Edo) dan juga Tommy Utomo.

‘Rek Ayo Rek’ hingga ‘Jembatan Merah’ Jadi Warisan Lagu Mus Mulyadi

Jakarta – Kepergian Mus Mulyadi menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tapi juga untuk penggemar. Kini, mereka hanya bisa tinggal menikmati warisan lagu dari sang idola.

Selama berkarier sejak 1960-an, ia dikenal sebagai penyanyi keroncong. Ia melantunkan tembang-tembang keroncong hingga ke berbagai negara di Eropa dan yang lainnya.

Setidaknya, ada beberapa hits yang berhasil dicetak oleh sang maestro. Berikut adalah lagu yang menjadi warisan dari Mus Mulyadi.

‘Rek Ayo Rek’

Mus Mulyadi tidak bisa lepas dari ‘Rek Ayo Rek’. Single itu begitu mewakili kota kelahirannnya, Surabaya.

Lagu tersebut merupakan karya Is Haryanto dari Favourite Group. Tak disangka, lagu tersebut begitu meledak.

[Gambas:Youtube]

‘Jembatan Merah’

Selanjutnya, ada juga ‘Jembatan Merah’ yang selalu bisa dikenang dari Mus Mulyadi. Lagu tersebut adalah hasil karya legenda musik Indonesia, Gesang.

Lagi-lagi, ini adalah lagu soal kota kelahiran sang maestro. Di dalamnya diceritakan perpisahan sepasang kekasih, sang pria akan berjuang di medan pertempuran Surabaya.

[Gambas:Youtube]

Selain dua lagu tersebut, tentu banyak lagi hits yang berhasil dicetak oleh Mus Mulyadi. Ia juga pernah berkolaborasi dengan beberapa musisi ternama, seperti Ida Laila dan juga bekerja sama dengan musisi lainnya untuk berkolaborasi.

Tonton video ‘Kondisi Mus Mulyadi Sempat Membaik’:

[Gambas:Video 20detik]

(dar/nu2)

Photo Gallery

Komposer Musik Via Vallen Ciptakan Lagu untuk Sarah Brilian

Liputan6.com, Jakarta – Sarah Brillian merupakan penyanyi dangdut Tanah Air asal Ponorogo. Sarah Brillian mengawali karirnya sebagai penyanyi melalui Orkes Melayu (OM) SERA.

Kepiawaiannya dalam bernyanyi, membuat Sarah Brillian dilirik Trinity Optima Production. Melalui sub-labelnya 3D Entertainment yang menaungi musik bergenre dangdut, langsung tertarik untuk memproduseri penyanyi daerah ini.

Wanita yang kini tengah menyelesaikan program Pasca Sarjana di Institut Seni Indonesia Surakarta ini memulai karir dengan lagu solonya yang berjudul “Sayang 2”.

Kini Sarah Brillian kembali meramaikan dunia musik dangdut dengan lagu berjudul “Ending Sayang” yang diciptakan Anton Obama, pencipta lagu “Sayang 2” dan “Sayang” yang dipopulerkan Via Vallen.

Lagu “Ending Sayang” merupakan lagu terbaru milik Sarah Brillian sebagai penutup lagu “Sayang” karya Anton Obama

Terinspirasi EDM, Ega Wek Wek Rilis Lagu Berirama Dance

“Lagu ini berceri­ta tentang seorang wanita yang selalu dicuekin pasangannya, padahal dia ingin diajak bercanda, dimanja, atau digemes-gemesin. Tapi tetap saja pa­sangannya tidak peka sama sekali,” penyanyi kelahiran Merak, 10 Agustus 1988 ini menceritakan.

Selain itu, Ega mengaku sejak kecil memang sudah sangat menyukai seni tari Jaipong. Ia juga sering tampil dari kota ke kota. Hingga pada akhirnya, ia mencoba mengikuti casting sebagai model di tahun 2003 hingga 2009, di berbagai majalah.

Dengan dirilisnya single baru, Ega ingin lagunya dikenal luas oleh masyarakat. Ega bahkan sangat ingin sukses dan bersaing agar bisa mewarnai musik Indonesia saat ini.

Lagu baru Ega sebenarnya sudah mendapat respons yang cukup bagus dari warganet. Lagunya diung­gah di Youtube pada 1 April lalu, kini telah ditonton sekitar 9 ribu orang lebih. Ega yakin angka itu akan terus bertam­bah seiring waktu berjalan.

Tampil di Grand Final Lomba Cipta Lagu Anak, Estudiante Dipuji James F Sundah

Liputan6.com, Jakarta Bulan April 2019, menjadi bulan yang menyibukkan untuk grup band Estudiante. Band yang digawangi lima orang anak-anak ini mengisi 2 event besar, yaitu peringatan Hari Kanker Anak Sedunia yang diselenggarakan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAI) di Semarang dan Grand Final Lomba Cipta Lagu Anak-anak di Ballroom gedung KBN, Jakarta. 

Estudiante yang diasuh langsung oleh Tantri Kotak, mengaku senang bisa berbagi kebahagiaan. Band yang digawangi Sabian (bass), Freya (vokal), Dzaki (keyboard), Putra (gitar), dan Rakha (drum) terharu ketika melihat antusiasme penonton.

“Bangga dan senang, kita bisa berbagi kebahagiaan walau kadang terasa lelah. Tapi kalau sudah di atas panggung dan melihat antusias penonton, semua lelah langsung hilang,” ujar Sabian dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Saat mengisi Grand Final Lomba Lagu Anak, Estudiante tampil sebagai bintang tamu, dan salah satu jurinya adalah pencipta lagu legendaries James F Sundah. Saat event tersebut, band ini membawakan 3 lagu hits mereka, Potong Bebek Angsa, Song For Mom, dan Anoman Obong.

Lagu Luruh yang Dibawakan Isyana Sarasvati dan Adiknya Menang di IBOMA 2019

Liputan6.com, Jakarta Ajang Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA 2019) kembali digelar di Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (5/4/2019) malam.

Kategori pertama yang diperebutkan adalah Original Soundtrack Film Terbaik. Lima film yang soundtracknya masuk dalam IBOMA 2019 antara lain adalah, lagu “Dulu Kita Masih Remaja”, yang mengisi sountrack film Dilan 1990; “Luruh”, soundtrack film Milly &‎ Mamet‎; “Selamat Malam”, yang mengisi soundtrack film Suzzana Bernapas Dalam Kubur, ‎serta “Si Doel Anak Betawi”, yang dinyanyikan oleh Armada untuk soundtrack film Si Doel The Movie.

Termasuk juga lagu “Takis” dalam film A Man Called Ahok yang dibawakan oleh NTRL.  Dari kelima nominee, “Luruh”, lagu yang dinyanyikan Isyana Sraswati dan Rara Sekar menyabet kategori Original Soundtrack Terbaik IBOMA 2019 sesuai piliha dewan juri.

Namun sayangnya Isyana dan adiknya itu tidak hadir untuk menerima penghargaan tersebut dan diwakilkan oleh produser film Milly & Mamet.

“Isyana enggak bisa hadir, jadi saya wakilkan,” ujar Reza Servia di atas panggung IBOMA 2019

John Mayer Buka Konser di Jakarta Lewat Lagu Belief

Di sela aksi panggungnya, John Mayer menyampaikan perasaannya bisa menggelar konser di Indonesia.  

“Saya sangat senang bisa bertemu kalian. Saya telah membaca banyak e-mail dari kalian. Dan akhirnya, kita bisa berada di sini,” kata John Mayer dari atas panggung. 

Moving On And Getting Over, Guess I Just Feel Like, dan Something Like Olivia pun langsung menyambung aksi John Mayer. Suasana venue konser pun semakin semarak saat John Mayer beberapa kali memamerkan aksi solo gitarnya.