Keuskupan Agung Jakarta: Kunjungan Prabowo Tak Terkait Kampanye

JakartaCapres Prabowo Subianto bertemu dengan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo. Keuskupan Agung Jakarta menegaskan kunjungan itu sebatas silaturahmi.

“Kunjungan Prabowo Subianto adalah kunjungan dalam rangka silaturahmi informal kepada Mgr Ignatius Suharyo,” kata Sekjen Keuskupan Agung Jakarta Rm V Adi Prasojo Pr, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/4/2019).

Kunjungan Prabowo itu dilakukan pada Selasa (16/4). Adi menegaskan Keuskupan Agung Jakarta selalu terbuka menerima semua tamu.

“Keuskupan Agung Jakarta selalu menyambut para tamu dengan keramahtamahan yang sepantasnya,” ujar dia.

Adi mengatakan pihaknya sudah berkonsultasi dengan sejumlah pihak terkait kunjungan Prabowo. Dia memastikan kunjungan tersebut tak terkait dengan kampanye Pilpres 2019.

“Memahami bahwa sudah mendekati hari Pemilihan Umum 2019, maka Keuskupan Agung Jakarta sudah melakukan konsultasi dengan pihak berwenang bahwa kunjungan informal ini tidak terkait dengan kampanye tertentu dan tidak menyalahi ketentuan dari Bawaslu dan kepolisian,” imbuhnya.

Dia juga menyatakan kunjungan tersebut merupakan silaturahmi informal. Karena itu, Adi memastikan Keuskupan Agung Jakarta tak pernah mempublikasikan foto kunjungan Prabowo itu.

“Kunjungan ini hanya kunjungan silaturahmi informal sehingga dokumentasi yang ada saat kunjungan hanyalah untuk arsip Keuskupan Agung Jakarta dan tidak pernah dipublikasikan,” jelas Adi.
(knv/aik)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga Klaim Capai 1.500 Titik Kunjungan: Ini Perjalanan Spiritual

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno mengklaim dirinya telah mencapai 1.500 titik kunjungan safari politik untuk Pemilu 2019. Dia mengatakan hal ini merupakan momen yang tak akan pernah dilupakannya.

“Akhirnya tercapai juga 1.500 titik. Ini hari istimewa. Apalagi titik ini tercapai di rumah makan Dada Tuna Bakar di Sorong Papua Barat. Makan malam di UMKM, yang menjadi fokus Prabowo-Sandi dalam menggerakkan ekonomi rakyat. Ini momen yang tidak akan pernah saya lupakan,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Rabu (27/3/2019).

Dia mengatakan selama berkampanye dirinya menganggap masyarakat ingin ada perubahan. Sandiaga pun menganggap perjalanan kampanyenya sebagai perjalanan spiritual dan silaturahmi dengan saudara-saudaranya.
“Masyarakat ingin adanya perubahan. Mereka ingin didengar, diperhatikan oleh pemimpinnya. Saya menganggap ini adalah perjalanan spritual, perjalanan silaturahmi dengan para saudara-saudara saya di seluruh pelosok negeri, sebuah pengalaman yang menggetarkan,” ucap Sandi.

Sebelumnya, Sandiaga menyatakan dirinya telah mencapai titik ke-1.000 saat mengakhiri kunjungan di Pondok Pesantren Darul Ibtida, Tangerang, Banten. Saat itu dia menyatakan titik tersebut merupakan lokasi ke-1.000 yang dikunjunginya untuk menyapa warga dan menangkap aspirasi.

“Alhamdulillah pada hari ini tanggal 6 Januari 2019 pukul 22.00 saya bisa menyelesaikan titik kunjungan yang ke-1.000 selama sosialisasi, menyapa warga, menangkap aspirasi, silaturahim dan melihat kondisi terkini bangsa kita,” kata Sandi di Ponpes Darul Ibtida, Pakuhaji, Banten, Minggu (6/1).

Sandiaga kemudian menggelar syukuran setelah mencapai 1.000 titik kunjungan di kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1). Saat itu, Sandiaga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukungnya.

“Hari ini hari yang bersejarah karena mulai 17 Agustus 2018 di mana saya mulai menyapa sampai 6 Januari 2019 sudah banyak bertemu dengan banyak elemen masyarakat, ini tidak akan mungkin tercapai tanpa bantuan dari tim yang mendukung saya,” kata Sandiaga saat itu.
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo: Kunjungan ke Merauke Lebih Terasa Pulang Kampung Ketimbang Kampanye

Merauke – Capres Prabowo Subianto menyimpan kesan tersendiri saat berkunjung ke Merauke, Papua, hari ini. Prabowo menyebut kunjungannya ke ujung Indonesia sebelah timur itu lebih terasa pulang kampung.

“Tanah Papua memang selalu penuh kehangatan. Kunjungan ke Merauke lebih terasa pulang kampung dari pada kampanye,” ujar Prabowo lewat akun Twitter @prabowo, Senin (25/3/2019).

Prabowo mengatakan, tidak akan pernah lupa akan Papua. Ia menyebut kedatangannya ke Merauke juga bertemu dengan sahabat lamanya.
“Hari ini saya kembali ke tanah Papua, ke Merauke dalam rangka menjalankan kewajiban sebagai anak bangsa untuk turut andil dalam pesta demokrasi demi Indonesia Adil dan Makmur. Berkampanye tak hanya bertemu dengan sahabat-sahabat baru tetapi bertemu kembali dengan sahabat-sahabat yang sudah lama sekali tidak berjumpa,” jelas Prabowo dalam akun Facebook.

Seperti diketahui, Prabowo tiba ke Merauke setelah kampanye di Manado dan Makassar. Prabowo mengucapkan terima kasih atas sambutan rakyat Papua.
“Terima kasih rakyat Papua atas sambutannya kepada saya dan rombongan saya. Kehangatan dan keikhlasan pelukan kalian tidak pernah saya lupa. Terima kasih!” katanya.
(dkp/idn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penumpang Gelap dalam Kunjungan Mentan di Garut

Liputan6.com, Garut Kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, di Garut, Jawa Barat, tercoreng penumpang gelap yang ikut berkampanye untuk daerah pemilihan Garut-Tasik. 

Saat itu, Rika Mustika, calon anggota legislatif dari partai Golkar yang diberi kesempatan menyampaikan perkenalan, justru berubah menjadi ajang kampanye dirinya. 

“Singkat saja, perkenalkan saya Rika Mustika dari Partai Golkar, nomor 3. Jangan lupa pilih saya ya ibu-ibu,  terima kasih pak menteri atas waktunya,” ujar Rika. 

Peristiwa itu langsung menuai kontroversi, dan membuat tuan rumah kalang kabut. “Jantung saya berdebar-debar, Panwaslu..bukan urusanku itu,” ujar Amran sesaat setelah caleg Golkar itu menyampaikan kampanye, kemarin.

Kejadian itu berlangsung di lapangan SOR Ciateul, Jalan Merdeka, Tarogong Kidul, saat Mentan Amran memberi sambutan di hadapan ratusan masyarakat Garut yang hadir, pada acara ‘Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019’, Kamis (21/3/2019) kemarin. 

Amran yang awalnya hanya memperkenalkan beberapa pejabat baru Kementan, tidak merasa curiga dengan kehadiran dua caleg DPR RI dari Golkar itu, terlebih salah satu diantaranya yakni Sandra Indriati, merupakan teman lama Bupati Garut, Rudy Gunawan. 

“Para bapak dirjen..berdiri pak, ini dirjen baru Dirjen Holtikultura, Kepala BBSDMP, Kepala Badan Karantina, ini juga baru dua bulan. Kami sengaja membawa mereka, memperkenalkan ke masyarakat Garut,” ujar Amran mengawali sambutannya. 

Setelah itu, Amran tidak curiga dan melanjutkan untuk mengenalkan dua wanita bernama Rika Mustika dan Sandra Indriati dari Partai Golkar, yang ikut dalam rombongan di atas podium tersebut.  

Diawali Sandra yang mengenalkan diri, “Damang ibu-ibu? Sampurasun (apakabar). Nepangkeun nami abdi Sandra,” ujarnya menyapa para ibu-ibu yang hadir sebagai peserta. 

Namun saat giliran Rika yang maju. Caleg DPR RI XI daerah pemilihan Garut-Tasik itu, terlihat lebih banyak berbicara di hadapan massa. “Gapoktan saya mana? ya…itu gapoktan saya, jangan lupa nanti minta lagi sama pak menteri, ” kata dia. 

Bahkan tanpa sungkan ia secara sadar mengenalkan diri, sambil berkampanye meminta dukungan masyarakat Garut, dalam pencoblosan pemilihan 17 April mendatang.

“Saya mau mencoba sosialisasi, singkat saja, perkenalkan saya Rika Mustika dari Partai Golkar, nomor 3. Jangan lupa pilih ya ibu-ibu, terima kasih pak menteri atas waktunya,” ujar dia yang disambut tepuk tangan peserta. 

Seperti diketahui Rika Mustika merupakan caleg DPR RI dari Golkar untuk Dapil Jabar XI, yang meliputi daerah pemilihan Garut, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Tasikmalaya. 

Pesan Homestay Lewat Aplikasi Ini, BRI Beri Diskon 50 Persen

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menggandeng aplikasi layanan pemesanan tempat menginap Indohomestay dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar)‎ dalam rangka rangka optimalisasi jasa layanan homestay dan pengembangan sektor pariwisata di Tanah Air.

EVP Retail Payment BRI, Arif Wicaksono mengatakan, ‎melalui kerja sama ini, BRI memberikan berbagai program promosi yang menarik bagi seluruh wisatawan yang ingin merasakan layanan homestay di Indonesia melalui aplikasi lndohomestay. 

Dia menuturkan, promo yang diberikan BRI yaitu bagi nasabah BRI atau pemegang kartu kredit, debit atau alat pembayaran BRI lainnya bisa mendapatkan diskon hingga 50 persen saat memesan homestay melalui Indohomestay.

“Di Indohomestay ini transaksinya kan secara online. Satu-satunya bank yang terima pembayaran di situ BRI, bisa debit, kredit, e-pay, BRI Virtual Account. Promo diskonnya 50 persen selama sebulan dengan bayar pakai apapun (alat pembayaran BRI) juga, tetapi berlaku untuk tunai,” ‎ujar dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Setelah sebulan, lanjut Arif, nasabah BRI tetap bisa mendapatkan diskon sebesar 15 persen untuk transaksi pemesanan homestay melalui aplikasi ini.

“Setelah sebulan, nanti secara reguler masih ada diskon untuk tiap transaksi diskon 15 persen sampai dengan 1 tahun. Tetapi kita sedang pikirkan diskon apa lagi yang menarik,” kata dia.

Sementara itu, CEO lndohomestay Grandy Prajayakti menyatakan, saat ini lndohomestay telah terkoneksi dengan lebih dari 1.000 homestay dan 3.000 kamar di seluruh pelosok lndonesia.

Melalui kerja sama ini, lanjut Grandy, dapat menarik minat wisatawan untuk menginap di homestay yang ada di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Sehingga juga akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut.

“Indonesia punya tempat-tempat yang eksotik di desa-desa ini ingin kami angkat. Ini untuk menarik wisatawan menjelajah seluruh wilayah Indonesia.‎ Homestay yang kami tawarkan harganya beragam, mulai dari Rp 70 ribu per malam hingga Rp 800 ribu. Makanya kami ingin wisatawan dapat merasakan itu,” tandas dia.

2 dari 2 halaman

Sasar Milenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali berinovasi. Untuk menyasar kaum milenial yang ingin serba praktis dan cepat, BRI luncurkan BRImo, aplikasi berbasis data dengan UI/UX untuk memudahkan nasabah dan non-nasabah melakukan transaksi.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, aplikasi ini merupakan pengembangan terbaru dari layanan transaksi yang telah ada. Tercatat ada lebih dari 13 juta pengguna BRI Mobile dengan jumlah transaksi mencapai 575 juta sepanjang 2018. Fiturnya juga modern dan praktis.

“BRImo menggabungkan fungsi mobile banking, internet banking dan uang elektronik dalam satu aplikasi. Fiturnya modern. Terutama untuk login, kadang kita suka lupa kode, nah BRImo sediakan fingerprint, supaya lebih mudah dan praktis,” ujar Handayani di Gedung BRI I, Rabu 27 Februari 2019.

Penggunaan aplikasi ini cukup mudah. Nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BRI, cukup unduh dan log in di aplikasi BRImo menggunakan user id dan password yang sudah diatur sebelumnya.

Tak hanya mempermudah, aplikasi BRImo memiliki beberapa keunggulan dibanding aplikasi mobile banking sebelumnya, diantaranya kemudahan pembukaan rekening Tabungan BRI Britama Muda, kemudahan login menggunakan finger print atau face id Recognition , penggunaan alias rekening higga akses info promo BRI.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tampil di Piala Presiden 2019, Pemain Asing Tidak Perlu Kitas

Jakarta – Pemain asing yang akan tampil di Piala Presiden 2019 tidak perlu memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Hal itu dipastikan oleh PSSI. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, klub hanya tinggal memastikan pemain asing itu memiliki Visa Kunjungan Usaha.

Managers Meeting Piala Presiden 2019  telah digelar pada Kamis (28/2/2019). Dalam kesempatan tersebut, PSSI memberikan sosialisasi tentang pelaksanaan turnamen pramusim yang akan dimulai Sabtu (2/3/2019).

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, juga mengungkapkan para pemain asing yang akan memperkuat klub peserta Piala Presiden 2019 tak memerlukan Kitas seperti di edisi sebelumnya. Maksimal empat pemain asing yang akan bermain di setiap klub hanya perlu untuk memastikan datang ke Indonesia dengan menggunakan Visa Kunjungan Usaha.

“Untuk proses imigrasi pemain asing, PSSI sudah berkoordinasi dengan BOPI pada pekan lalu dan kami sepakat dengan arahan BOPI, mengingat ini merupakan ajang uji coba bagi klub, kami akan menggunakan regulasi VISA, bukan Kitas,” ujar Ratu Tisha Destria di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

“Alasannya kalau Kitas artinya sang pemain sudah bekerja di sini, sementara untuk Piala Presiden 2019 ini belum pasti pemain itu akan digunakan oleh klub saat kompetisi nanti,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Kuota 3 + 1

Sementara untuk jumlah pemain asing yang boleh digunakan setiap klub, PSSI masih menerapkan kuota 3+1, perinciannya minimal satu pemain asing harus berasal dari Asia.

“Kalau ada dua atau tiga pemain asing dari Asia justru itu tidak ada masalah,” tegas Ratu Tisha.

Piala Presiden 2019 digelar mulai 2 Maret 2019 dan akan berakhir pada 12 April 2019. Babak penyisihan grup digelar di lima kota dan kabupaten, yaitu Bandung, Bekasi, Magelang, Sleman, dan Malang.

Sumber: Bola.com

Mulai Musim Panen, Harga Beras Turun

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan harga gabah dan beras. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 4,46 persen sedangkan harga beras medium di penggilingan turun 1,04 persen.

Selama Februari 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 5.114 per kg sedangkan untuk beras, harga rata-rata di tingkat penggilingan Rp 10.008 per kg, semua turun dibanding bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti berkata, penurunan ini terjadi karena biasanya petani mengalami puncak panen pada bulan Maret.

“Biasanya Januari itu belum panen. Februari sudah mulai, puncaknya di Maret dan April. Itu transisinya begitu. Makanya nanti bulan depan mungkin naik lagi,” ungkap Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (01/03/2019).

Penurunan harga gabah dan beras menjadi andil dalam penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional. Tercatat NTP turun sebesar 0,37 persen menjadi 102,94 dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini dipengaruhi oleh 2 dari 5 subsektor pertanian yang juga alami penurunan NTP, yaitu Subsektor Tanaman Pangan (0,80 persen) dan Subsektor Tanaman Hortikultura (1,47 persen).

2 dari 3 halaman

Indonesia Kembali Lakukan Penjajakan Ekspor Beras Ke Malaysia

Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog kembali jajaki peluang ekspor beras ke Malaysia. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP),Kementan, Agung Hendriadi bersama Judith J Dipodiputro, Direktur Komersil Perum BULOG dan KBRI Kuala Lumpur saat melakukan pertemuan dengan BERNAS, Kamis (21-2-2019) di Kuala Lumpur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini, Agung diterima oleh CEO BERNAS, Ismail Mohamed Yusoff dan Chairman BERNAS, Megat Joha yang didampingi pejabat tinggi BERNAS.


BERNAS merupakan satu-satunya institusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah Malaysia untuk menangani import beras ke Malaysia. Ismail Mohamed Yusoff menyatakan market share beras di Malaysia sebesar 60% dipenuhi dari produksi domestik dan 40% dari impor.

Melalui pertemuan ini, BERNAS menyetujui untuk melakukan kerjasama dengan Perum BULOG untuk impor beras dari Indonesia. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat BERNAS akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan identifikasi, observasi dan pembahasan lebih lanjut dengan BULOG terkait rencana eksport ke Malaysia. Mendengar respon dari BERNAS, Agung dan rombongan merasa senang dan optimis ekspor beras dari Indonesia ke Malaysia bisa dilakukan.

“Sehubungan adanya peluang kerjasama ekspor beras ke Malaysia, Perum Bulog diharapkan perlu lebih proaktif dalam melakukan round table meeting antara distributor ke dua belah pihak, sehingga ekspor bisa segera direalisasikan,” ujar Agung.

Sebelumnya dalam rapat kerja jajaran Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI (21/1/2019) dan BULOG, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan bahwa Bulog menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Target ini diprediksi akan berlangsung seusai panen raya pada pertengahan bulan April hingga akhir Mei 2019.

“Makanya kita targetkan bulan januari sampai april itu kita akan menyerap 1,8 juta ton beras dari petani. Kalau ditambah dengan sisa beras kita hasilnya bisa lebih dari 4 juta ton, kan kita masih punya sisa 2,1 juta,” kata Buwas saat menghadiri Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, beberapa waktu lalu (21/1).

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah berhasil meyakinkan negara Malaysia dan Brunai untuk memasok padi adan sebagai bahan kebutuhan mereka. Ekspor ke dua negara ini jumlahnya bahkan mencapai puluhan ton. Setiap kali panen, tak kurang dari 10 ton beras adan secara periodik selalu di expor ke Negara Malaysia dan Brunei.

Padi Adan merupakan salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasan Krayan Kalimantan Utara dan merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat yang bermukim di daratan tinggi Borneo, khususnya di Krayan yang masuk Kabupaten Nunukan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Prabowo Janji Sunat Anggaran Kunjungan Pejabat ke Luar Negeri Bila Menang Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berencana mengurangi anggaran perjalanan keluar negeri bagi para pejabat jika terpilih sebagai Presiden 2019. Menurutnya, anggaran perjalanan keluar negeri untuk pejabat sudah terlalu besar. 

“Kita harus kurangi pemborosan. Kalau saya dapat mandat dari rakyat, saya akan kurangi anggaran-anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri,” kata Prabowo di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Prabowo mengaku sudah mulai menerapkan aturan larangan kunjungan ke luar negeri di partainya, yakni Gerindra. Namun, aturan itu masih kerap dilanggar oleh kadernya.

“Saya bikin peraturan tapi yang namanya bangsa Indonesia kadang-kadang sulit juga,” ungkapnya.

Dia lalu bercerita mengnai dua anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, yang mendatanginya untuk meminta izin studi banding ke Hongkong. Anggota DPRD tersebut sebelumnya mengaku belum pernah bepergian ke luar negeri.

 

2 dari 2 halaman

Beri Dispensasi

Karena Prabowo merasa kasihan dengan dua anggota DPRD itu, akhirnya dia mengizinkan mereka pergi. Namun dengan syarat harus membawa hasil yang konkret. 

“Pemimpin Indonesia kadang-kadang terlalu kasian, sudah diberi kebijakan, tapi bagiamana kasian juga, jadi saya bilang begini, ini sudah keputusan dprd seluruhnya? Ya sudah. Saya jarang-jarang kasih dispensasi,” ucap dia. 

Meski begitu, mantan Danjen Kopassus itu bingung mengapa masih ada pejabat tinggi yang sudah sering ke luar negeri, tapi masih terus ingin berangkat ke luar negeri.

Karena itu dia berencana mengurangi anggaran kunjungan keluar negeri. “Yang heran saya yang anggota-anggota yang sangat sudah sering keluar negeri, masih minta keluar negeri,” tandas dia.


Reporter: Sania Mashabi


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?

Ketika Putra Mahkota Arab Saudi Tebar Pesona di Kawasan Asia

Jakarta – Arab Saudi tengah menggencarkan aksi tebar pesona.

Selama beberapa hari terakhir, khalayak dunia mendapat kabar bahwa kerajaan tersebut menunjuk duta besar perempuan pertama di negara sekutu utamanya, Amerika Serikat.

Adapun putra mahkota Mohammed bin Salman baru saja merampungkan kunjungan ke Cina, Pakistan, dan India guna merundingkan kesepakatan dagang dan investasi bernilai miliaran dolar AS.

Rangkaian kejadian ini hanya berselang lima bulan setelah negara-negara Barat dikejutkan oleh pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Badan intelijen AS, CIA, dan lembaga spionase Barat lainnya menyimpulkan bahwa sang putra mahkotayang kerap disebut dengan inisial MBSamat mungkin mendalangi pembunuhan tersebut, yang dibantah keras oleh sejumlah pejabat Saudi.

Akibat kasus itu, MBS yang tadinya mendapat sambutan hangat di berbagai tempat, dijauhi oleh negara-negara Barat di KTT G20 di Buenos Aires, Argentina.

Oleh media Barat, MBS dikritik habis-habisan, tidak hanya terkait kasus pembunuhan Khashoggi, tapi juga terkait pemenjaraan demonstran damai, termasuk perempuan, dan melancarkan perang di Yaman.

Dihadapkan pada situasi ini, apa yang MBS lakukan? Dia beralih ke arah timur, persis seperti yang dilakukan para pemimpin negara-negara Teluk pada 2011 setelah dihujani kritik dari Eropa mengenai praktik sewenang-wenang di negara mereka.

Di negara-negara Asia, kedatangan MBS disambut karpet merah.

Di Pakistan, negara bersenjata nuklir yang sedang kesulitan keuangan, MBS dihormati dengan tembakan salvo 21 kali, kawalan pesawat jet tempur, dan hadiah senjata api berlapis emas.

Kemudian di India, MBS diterima dengan hangat oleh Perdana Menteri Narendra Modi. Mereka lalu mendiskusikan rencana Saudi dalam berinvestasi besar-besaran, terutama pada sektor energi.

Dan di Cina, sang putra mahkota berbincang bersama Presiden Xi Jinping kemudian meneken kesepakatan penyulingan minyak senilai US$10 miliar (Rp139,9 triliun).

Kaum bangsawan Saudi tidak pergi sendirian. Jika Anda adalah putra mahkota dan penguasa de facto, Anda akan disertai rombongan 1.100 orang yang menumpang sejumlah pesawat, menginap di ratusan kamar hotel, serta membawa alat fitness pribadi.

Rombongan itu mencakup wartawan-wartawan dari media yang dikendalikan pemerintah sehingga mereka dapat melaporkan kepada rakyat bagaimana pemimpin mereka disambut oleh negara tujuan.

Posisi MBS di Arab Saudi sudah dianggap aman sebelum melakoni perjalanan mengingat tiada pesaing kuat yang mengincar takhta.

Pun dengan sambutan hangat yang diterima MBS di negara-negara Asia tambah menguatkan posisinya di mata rakyat Saudi sekaligus menyingkirkan anggapan bahwa sosoknya dikucilkan sejak pembunuhan Khashoggi.

Namun, Amerika Serikat sulit diyakinkan. Bukan kebetulan bahwa duta besar Saudi untuk Washington yang baru diangkat adalah perempuan.

Putri Reema binti Bandar Al Saud adalah pebisnis mandiri yang sukses. Dia juga dikenal gencar memperjuangkan peranan perempuan Saudi yang lebih luas dalam masyarakat di kerajaan itu.

Theresa May, putri Reema Bint Bandar al-SaudPutri Reema (kanan) bertemu dengan PM Inggris Theresa May di Riyadh pada 2017. (AFP/Getty)

Bagaimanapun, Putri Reema harus menghadapi Kongres AS yang kritis dan media yang melaporkan secara panjang lebar mengenai kekurangan Arab Saudi dalam hal hak asasi manusia.

Pendahulunya, Pangeran Khalid bin Salman Al Saud, buru-buru meninggalkan Washington setelah kasus Khashoggi. Dia dituduh ikut terlibat dalam pembunuhan sang wartawan, yang dia bantah. Belakangan dia tidak menempati jabatan Dubes Saudi untuk AS tanpa penjelasan rinci.

Lalu bagaimana posisi Eropa dalam situasi ini? Singkat kata, kebingungan.

Bagi Inggris, Arab Saudi adalah mitra dagang terbesar di Timur Tengah dan sekitar 50.000 pekerjaan di Inggris tergantung pada hubungan kedua negara.

Dengan kekayaan minyaknya yang melimpah, Arab Saudi adalah pasar besar bagi para eksportir. Apalagi, Saudi merupakan salah satu pembeli utama persenjataan Inggris, sesuatu yang dijanjikan pemimpin oposisi Jeremy Corbyn akan diakhiri.

Hubungan Inggris dan Prancis lebih sejuk, tapi kedua negara tidak ada yang menerapkan sanksi signifikan terhadap Riyadh.

Jerman, di sisi lain, menanggapi kasus pembunuhan Khashoggi dengan membekukan ekspor senjata ke Saudi. Tapi, aksi ini justru mengancam hubungan Inggris-Saudi lantaran beberapa onderdil pesawat tempur Typhoon pesanan Saudi diproduksi di Jerman.

Pesan Saudi ke negara-negara Barat tampaknya ada dua.

Dengan beralih ke negara-negara besar nan penting di Asia, Saudi seperti ingin mengatakan: “Kami punya teman-teman lain di sekeliling dunia dan mereka gembira berbisnis dengan kami”.

Kemudian dengan menunjuk duta besar perempuan ke Washington, Saudi tampak ingin mengatakan, “Kami tahu kami punya kekurangan yang harus diperbaiki, jadi kami dengan senang hati ingin mendengar apa yang Anda katakan.”

Yang perlu dicermati para pengritik Saudi, apakah semua langkah yang baru dilakukan MBS berpengaruh terhadap semua pembangkang politik yang ditekan di Saudi, suatu hal yang membuat negara-negara Barat malu dalam berbisnis dengan Riyadh.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>