Sekjen PPP: Kubu Humphrey Ingin Islah, Silakan Datang ke DPP

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mempersilakan PPP kubu Muktamar Jakarta yang dipimpin Humphrey Djemat jika menginginkan Islah.

“Ya tolong sampaikan kepada teman-teman di kubu Humphrey yang saya kira jumlahnya nggak bayak lagi. Kalau mau islah, datanglah ke sini (Kantor DPP PPP). Saya ada di sini, datanglah, anytime lah, janjian,” kata Arsul di Kantor DPP PPP, Jl. Diponogoro, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019).

Arsul juga mengatakan bahwa Plt Ketua Umum PPP Suharso telah bertemu Djan Farid yang merupakan Ketua Umum PPP kubu Muktamar sebelumnya. Pada pertemuan itu, mereka membahas terkait islah.

“Itu sudah disampaikan juga, sudahlah kita bersama-sama, bersatu lagi,” ujar Arsul.

Dia juga menerangkan bahwa istri Humphrey, Triyana Dewi Seroja juga telah bergabung dengan PPP untuk mendukung paslon 01, Jokowi-Ma’ruf. Kendati saat ini, Humphrey mendukung pasangan capres-cawapres 02, Prabowo-Sandi.

“Tapi Bu Triana itu anggota TKD (Tim Kampanye Daerah) DKI di bawah pimpinan Pak Prasetyo. Beliau ketua badan bantuan hukum dulu di DPP Djan Faridz,” terangnya.

Arsul pun meminta kepada PPP kubu Humphrey supaya tidak mengumbar ke publik soal rencana islah mereka. Dirinya meminta agar kubu Humphrey datang terlebih dahulu ke DPP PPP baru setelah itu hasilnya diumumkan ke masyarakat.

“Jadi enggak usah kita pengen islah pakai press conference. Jadi mendingan datang dulu, kemudian press conference sambil makan-makan sama awak media gitu,” ujarnya dengan diiringi gelak tawa.

Dikukuhkan Plt Ketum PPP, Suharso Monoarfa Bakal Rangkul Kubu Djan Faridz

Liputan6.com, Jakarta – Suharso Monoarfa telah dikukuhkan sebagai Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pengukuhan digelar dalam musyawarah kerja nasional (Mukernas) di Hotel Seruni, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3/2019) malam.

Suharso berjanji merangkul seluruh kader dan sayap partai termasuk menyatukan kembali kubu Djan Faridz. Langkah ini dilakukan agar PPP lolos dari ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

“Saya sudah berbincang-bincang dengan Pak Djan Faridz dan mengatakan bahwa kita kali ini harus bersama-sama membangkitkan PPP,” ujar Suharso usai membuka Mukernas.

Namun, dia membantah jika hingga saat ini PPP terpecah menjadi dua kubu. Menurut dia, perpecahan antara kubu Djan Faridz dengan kubu Romahurmuziy hanya berlangsung hingga 2016, sejak kubu Romahurmuziy menang kasasi MA.

“Banyak pihak yang mengatakan bahwa partai ini masih dua kubu. Menurut saya sudah tidak ada sejak muktamar 2016. Jadi secara legal formal PPP hanya satu,” kata Suharso.

Hanya saja, lanjut Suharso, pada saat itu masing-masing kubu masih saling emosi. Akan tetapi seiring berjalannya waktu bersama-sama akan kembali membangkitkan PPP.

“Apa yang dikatakan Pak Djan Faridz sangat mengharukan buat saya,” ujar Suharso.

TKN Jokowi: Rocky Gerung Tenaga Kontrak Sirkus Keliling Kubu 02!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengkritik akademisi Rocky Gerung. Menurut TKN, Rocky Gerung enggan mengakui posisi sebagai partisan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan berbagai sikapnya selama ini.

“Rocky Gerung tidak pernah mau mengakui dirinya sebagai partisan 02. Justru saat ini Rocky Gerung seperti aktor dadakan yang dibawa-bawa ke mana-mana seperti sirkus keliling. Karena sudah kehabisan nafas jualan politik identitas, sekarang kubu 02 mengontrak Rocky Gerung dan Said Didu untuk bicara keliling dalam forum yang dikemas seolah-olah seminar dengan tema akal sehat,” kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, Minggu (10/3/2019).

Ace memandang acara-acara yang dihadiri Rocky Gerung bukan forum akademik, namun kampanye diam-diam. Ace mengaku tidak heran jika Rocky tidak pernah menghadiri acara kubu 01.
“Siapa pun pasti tahu bahwa yang digelar bukanlah seminar akademik, tapi forum politik kampanye terselubung kubu 02 dengan sinden utama Rocky Gerung. Jadi tidak ada gunanya Rocky Gerung berkelit dengan menyebut paslon 01 tidak pernah adakan seminar apalagi kekurangan ide. Justru sebaliknya paslon 02 udah kehabisan akal sehingga akal-akalan memakai tenaga kontrak Rocky Gerung,” sebut dia.

Anggota DPR itu mengkritik Rocky yang kerap bermain kata-kata namun jika diamati–menurutnya–terlihat bahwa sang filsuf mendukung Prabowo-Sandi. Soal akal sehat yang kerap digembor-gemborkan Rocky, Ace menyebut hal itu sebagai akal tidak sehat.

“Sangat disayangkan Rocky Gerung yang mengaku-aku sebagai filsuf justru menjadi tenaga kontrak sirkus keliling kubu 02, mengolah-olah logika, bermain kata-kata tetapi ujung-ujungnya menjustifikasi dukungannya kepada pasangan 02,” kata Ace.

“Apa yang disampaikannya juga tidak ada yang baru sama sekali. Akal sehat yang diusungnya justru makin tidak sehat karena sudah dilumuri syahwat politik dan juga target bayaran tenaga kontrak. Ide-ide yang disampaikan juga hanya pembenaran atau akal-akalan untuk memenuhi pesanan pemberi kontrak,” sebut Ketua DPP Partai Golkar itu.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hasto Sindir Kubu Prabowo-Sandi yang Nyinyir soal Jokowi Naik KRL

Liputan6.com, Meulaboh – Kubu Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding calon presiden nomor urut 01, Jokowi sedang melakukan pencitraan ketika naik kereta rel listrik (KRL) bersama masyarakat umum dari Tanjung Barat, Jakarta ke Bogor, Rabu 6 Maret 2019. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Andre Rosiade dan Dian Fatwa.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai, pihak yang melontarkan tuduhan itu sebenarnya gagal memahami Jokowi. Sebab, sejak Jokowi menjabat sebagai wali kota di Solo, dia memang sudah suka bertemu dengan rakyat.

“Sejak menjadi wali kota, sejak menjadi gubernur, dan presiden, Pak Jokowi sudah sering bertemu rakyat,” ucap Hasto di Meulaboh, Aceh, Kamis (7/3/2019).

Hasto menyatakan, tuduhan pencitraan dari kubu Prabowo itu dikarenakan mereka tidak mampu melakukan hal yang sama. Apalagi, berkomunikasi dengan rakyat seperti cara yang dipakai Jokowi memang tidak mudah. 

Menurut Hasto, cara Jokowi itu membutuhkan suasana batin yang baik.

“Mereka yang jarang bertemu rakyat artinya sikap batinnya tak siap. Dan untuk itu mereka hanya bisa menuduh pencitraan. Padahal itu adalah kepemimpinan Pak Jokowi,” ujar Hasto.

2 dari 3 halaman

Jokowi Naik KRL

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pulang ke Istana Kepresidenan Bogor dengan naik kereta listrik (KRL) commuter line, Rabu (6/3/2019). Jokowi bahkan rela berdesak-desakan dengan para pekerja yang hendak pulang. 

Jokowi tetap mendapat pengawalan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Hal ini dibenarkan oleh Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak yang ikut mendampingi Jokowi. 

Usai membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di GOR Bulungan Jakarta Selatan, Maruli mengatakan Jokowi tiba-tiba ingin pulang ke Istana Bogor menggunakan commuter line. Dia pun naik dari Stasiun Tanjung Barat pukul 17.45 WIB.

“Baru kegiatan sekitar situ (GOR Bulungan), bapak mau pulang naik kereta,” kata Maruli saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Kubu Prabowo-Sandi Akan Andalkan Swing Voters untuk Naikkan Elektabilitas

Liputan6.com, Jakarta – Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nurhayati, mengaku masih terus berusaha mengejar ketertinggalan elektabilitas.

Hal ini dikatakannya saat menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Danny JA yang menyatakan Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandi.

“Jadi saya kira kalau survei itu merupakan salah satu alat untuk kita memetakan ke depan, apa yang harus kita lakukan kita menghargai semua survei cuma karena alatnya, tetapi kita masih optimistis insyaallah Prabowo-Sandi akan menang,” kata Nurhayati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Menurut dia, salah satu cara untuk menambah elektabilitas adalah menarik perhatian pemilih mengambang atau yang biasa disebut swing voters.

“Jadi mungkin memang kita harus bekerja lebih keras lagi tapi masih ada swing voters dan semua itu masih optimistis kita insyaallah menang di 2019,” ujar Nurhayati.

BPN juga memiliki strategi dan jurus jitu untuk menaikan elektabilitas Prabowo-Sandi. Antara lain memperkuat pemenangan di daerah serta terus melakukan evaluasi.

“Kita harus bekerja lebih keras lagi dan tentunya juga kami punya strategi-strategi di mana kemenangan itu jadi motivator buat kami karena kami yakin pasangan kami Prabowo-Sandi ini punya visi dan misi yang jelas untuk 2019-2024 Bagaimana membuat Indonesia lebih mandiri lebih berdaulat, dan tentunya masyarakat jauh lebih sejahtera,” kata Nurhayati.

2 dari 3 halaman

Masih Punya Waktu

Politikus Partai Demokrat itu yakin, kubu Prabowo-Sandi masih memiliki waktu untuk bisa menang di Pilpres 2019. Sebab, kata Nurhayati, mereka memiliki jurus jitu untuk bisa menang.

“Insyaallah yang di mana yang penting terpenting dalam memenangkan ini how to win the people heart and mind, bagaimana memenangkan masyarakat menarik simpati atau menarik hati dari rakyat,” ucap Nurhayati.

“Yang penting bisa meyakinkan bahwa Prabowo-Sandi adalah yang terbaik untuk memimpin Indonesia 2019-2024 itu yang terpenting,” lanjut dia.

Sebelumnya, pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin masih unggul atas pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Hal ini terlihat dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, per bulan Februari 2019. Jarak Jokowi dengan Prabowo berkisar 27,8 persen.

Pasangan calon inkumben Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan elektabilitas sebesar 58,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga memiliki suara 30,9 persen.

“Jokowi-Amin tetap unggul, dengan selisih tetap sekitar 20 persen,” ujar peneliti LSI Ardian Sopa di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa 5 Maret 2019.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tim Jokowi Sebut Hoaks ke Petahana untuk Tutupi Kelemahan Kubu Lawan

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, hoaks yang dibuat untuk menyerang pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, hanya untuk menutupi kelemahan lawan. 

“Sehingga isu Pak Jokowi dan Ma’ruf menjaga jarak dengan Islam, justru karena mereka lemah di situ. Isu LGBT justru kita lihat, fakta-fakta yang kuat di mana? Sehingga dalam konteks ini mari kita luruskan jangan menebar isu, padahal mereka sendiri yang menjadi bagian dari persoalan-persoalan tersebut, kemudian dilimpahkan pada Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” ucap Hasto di kediaman Ma’ruf Amin, Jalan Situbondo, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Ekonomi, Lukmanul Hakim, mendapat penugasan khusus dari calon wakil presiden Ma’ruf Amin untuk meluruskan hoaks dan fitnah yang menyerang petahana.

Adapun tugas itu akan menjelaskan kepada publik terkait serangan – serangan yang bersifat pribadi. Rencananya dalam waktu dekat, Lukmanul yang kini bagian tim kampanye nasional, akan bersama rombongan ikut safari kebangsaan untuk berkunjung ke Provinsi Aceh, esok hari.

“Terutama kita akan meluruskan atau menyampaikan beberapa fitnah atau hoaks yang terutama mengarah kepada Pak Jokowi secara pribadi, ataupun kepada Pak Kyai Ma’ruf secara langsung juga secara pribadi. Dan kita akan coba sampaikan apa fakta yang sesungguhnya,” kata Lukmanul.

2 dari 3 halaman

Pecah Belah

Dalam kesempatan itu, dia juga membawa misi yang kerap didengungkan oleh Ma’ruf. Ma’ruf selalu berpesan di berbagai kesempatan bahwa berdirinya Indonesia adalah hasil sebuah kesepakatan bersama.

Berbeda pilihan politik belakangan ini telah menyebabkan masyarakat terpengaruh oleh hoaks dan fitnah yang ujung dapat memecah belah masyarakat.

“Bahkan fitnah- fitnah yang sudah sangat ekstrem sampai mengatakan bahwa pemilihan ini dimenangkan oleh calon nomor 01, maka agama Islam akan lenyap begitu kan, kemudian bahwa LGBT juga akan disahkan, atau semua yang bertentangan dengan agama itu akan menjadi sesuatu yang legal. Itu harus kita luruskan,” pungkas Lukmanul.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ma’ruf Amin Heran Kubu Prabowo Curigai Ada Kecurangan Pemilu

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin heran dengan sikap kubu Prabowo-Sandiaga yang berulang kali mencurigai pemilu bakal berkhir dengan kecurangan. Ma’ruf melihat dari sikap curiga berlebihan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dituding berat kepada salah satu pasangan calon.

Bahkan Politisi senior PAN Amien Rais bersama Forum Umat Islam (FUI), mantan ketua MPR itu melakukan aksi sampai meminta audiensi dengan KPU. Bahkan, Amien sempat mengancam capres 02 bakal mengundurkan diri jika terjadi kecurangan.

“Ya itu yang menjadi pertanyaan, kenapa,” kata Ma’ruf saat menjawab pertanyaan wartawan di Karawang, Jawa Barat, Sabtu, (2/3/2019).

Mustasyar PBNU itu meminta tuduhan Amien disampaikan berdasarkan fakta. Ma’ruf Amin menyayangkan adanya upaya penggiringan opini seolah KPU tidak berimbang.

Menurutnya, KPU selalu musyawarah dengan kedua belah pihak pasangan calon presiden dalam mengambil keputusan.

“Karena semua aturan kan dibahas bersama, kemudian disepakati. Jadi kalau ada yang misalnya menyimpang bisa digugat. Ada mekanismenya,” jelasnya.

2 dari 3 halaman

Jalankan Tugas dengan Baik

Kata Ma’ruf, lembaga penyelenggara pemilu, KPU maupun Bawaslu sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Jadi menurut saya biarkan KPU melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia adalah lembaga yang ditunjuk secara resmi, konstitutusional karena itu jangan apa membuat hal-hal tuduhan yang tidak berdasar,” ucap Ketum MUI itu.


Reporter: Ahda Bayhaqi

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Habiburokhman Sakit Hati Puisi Neno Disebut Biadab

Jakarta – Juru Bicara Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman, mengatakan pernyataan mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif yang menyebut puisi Neno Warisman biadab sangat melukai hati. Pernyataan itu dinilainya berlebihan.

“Pernyataan Buya Syafii Maarif yang menyatakan puisi Neno Warisman biadab sangat melukai hati. Sejauh ini kami menempatkan Buya Syafii sebagai ulama dan cendekiawan berhati mulia, namun pernyataan beliau kali ini menurut saya sangat berlebihan dan cenderung tidak adil,” kata Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat (1/3/2019).

“Kalau puisi Mbak Neno dianggap biadab karena mengarah ke politisasi agama, bagaimana dengan mereka yang juga diduga mempolitisasi agama di kubu politik sebaliknya? Apakah biadab juga? Atau hanya yang bertentangan dengan 01 yang biadab?” imbuhnya.

Menurut Habiburokhman, kata biadab dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berkonotasi ekstrem dan dicontohkan dengan pemerkosaan anak di bawah umur. Habiburokhman sakit hati jika puisi Neno disamakan dengan pemerkosaan anak.

“Kata biadab mungkin berasal dari bahasa Persia yang berarti sekadar tidak bertata krama. Tetapi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata tersebut sangat ekstrem karena bisa berarti tidak beradab dan kejam dengan contoh pemerkosaan anak di bawah umur. Sakit sekali hati kami kalau puisi Mbak Neno disamakan dengan pemerkosaan anak di bawah umur. Terlebih jika yang menyampaikannya adalah sosok yang selama ini sangat kami hormati dan kagumi,” ungkapnya.

Politikus Gerindra ini meyatakan yang pantas dikatakan biadab adalah para koruptor dan pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan untuk menindas lawan politik.

“Menurut saya, yang layak dikatakan biadab adalah para koruptor pencuri uang rakyat, atau jika ada pihak yang menggunakan pengaruh kekuasaan untuk menindas dan memenjarakan lawan politik,” ucap Habiburokhman.

Sebelumnya, Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, bicara soal doa yang dibacakan Neno Warisman di Munajat 212. Buya Syafii menyebut apa yang disampaikan Neno biadab dan Neno tak mengerti agama.

“Itu puisi, itukan sudah saya (jelaskan). Saya kemarin di Jakarta bicara ini puisi biadab. Biadab itu bahasa Persia, Bi itu artinya tidak, adab itu tata krama,” jelasnya.

Buya Syafii mengatakan, doa yang dipanjatkan Neno Warisman dengan membawa nama tuhan ke ranah Pemilu tak tepat. Apa yang dilakukan Neno, bagi Buya Syafii adalah perbuatan biadab.

“Ini dia membuat (membawa nama) Tuhan dalam Pemilu, itukan biadab, dan dia nggak ngerti agama. Neno itu nggak paham agama,” tegasnya.
(azr/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jejak Tudingan Mobil Camry yang Bikin Mahfud Polisikan Kakek Kampret

Jakarta – Mahfud Md mempolisikan akun twitter Kakak Kampret @KakekKampret_ soal tuduhan mobil Camry. Mantan Ketua MK menilai cuitan Kakek Kampret sudah bentuk fitnah, bukan kritik lagi.

Kasus bermula saat @KakekKampret_ membuat cuitan dengan dimention ke @Mohmahfudmd, pada 27 Februari 2019, yaitu:

Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda Plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi kerawang ex cabub PDIP. Jika bener atas dasar apa pemberian itu kakek sekedar bertanya (ditambah dua emoticon tertawa-red)

Cuitan itu tidak digubris. Lalu @KakekKampret_ kembali mencuit:

Saudara mahfud @mohmahfudmd kenapa anda ga jawab pertanyaan kakek ini. Apa bener Toyota Camry B 1 MMD dari pengusan besi karawang, mantan ex cabub karawang dari PDIP..? saudar mahpud jawab lah (ditambah dua emotical tertawa-red)

Mahfud Md tidak terima dituduh hal demikian dan melaporkan ke Polres Klaten.

“Laporan terkait hoaks yang menyangkut saya. Dan ini bagi saya yang begini-begini ini tidak bisa dibiarin. Kalau diskusi publik tidak masalah tapi kalau menyangkut harkat pribadi harus diselesaikan lewat polisi,” kata Mahfud Md di Polres Klaten, Jumat (1/3/2019).

Usai melapor, Mahfud Md menjelaskan asal-usul mobilnya.

“Saya beli mobil itu tahun 2013, tiga hari sebelum saya pensiun dari MK, karena mobil saya akan ditarik oleh negara. Saya tarik uang saya untuk membeli mobil cash. Kenapa dikaitkan dengan pilbup yang terjadi tahun 2015, tidak ada hubungannya,” ujar dia.

Lalu Mahfud kembali bercuit di Twitter menjawab banyak pertanyaan warganet.

Sudah lapor, giliran Kakek untuk menyelesaikan sendiri. Saya akan ikuti terus

Tidak berapa lama, akun @raffie aqmal mengomentari sikap Mahfud Md, yaitu:

Zaman SBY paling aman bagi rakyat Indonesia. Zaman sekarang cuma bertanya saja d laporin dan yang laporinnya pendukung petahana langsung diproses. Jikalah yang laporin kubu oposisi walaupun itu penghinaan dan penyebar hoax, pastilah MANGKRAK..! Di sini saya belajar bahwa rezim ini… (ejaan sudah disesuaikan-red).

Mendapati komentar di atas, Mahfud Md mencoba menjelaskan yaitu pelaporannya tidak terkait pemilu.

Bung Raffie, ini tak ada kaitannya dengan Pemilu. Ini soal tudingan secara insinuatif bahwa saya pernah menerima setoran mobil dari seseorang. Saya tak tahu dan tak ingin tahu, dia itu pendukung siapa. Cuitannya sampai dua kali dengan sangat insinuatif (ejaan sudah disesuaikan-red).

Wakil Ketua MPR Zaenal Maarif pernah digelandang ke pengadilan karena pengaduan Pak SBY. Eggy Sujana juga dihukum setelah diadukan. Masak, dibilang tak ada (Zaman SBY tidak ada pelaporan-red). Hukum tetaplah hukum. Setiap hari saya dikritik oleh banyak akun tapi tak pernah saya laporkan karena hanya beda pendapat. Kalau memfitnah, beda.

Akun Ahmad Rohiman @kangimanow memention dengan simpati:

Saya turut sedih pak atas fitnah itu…

Mahfud lalu menjawab:

Mas Rohimin, tiap hr sy dpt banyak kritik terbuka ka ka. Tp sy tak pernah mengadu. Yg Kakek Kampret ini beda, dia memfitnah dan nyebar hoax. Tak bisalah dia mengelak dgn alasan hanya “bertanya”. Bertanya, kok lewat fitnah terbuka? Kalau betul bertanya, kan bisa lewat DM Twitter.

(asp/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi: Sidang Ratna Sarumpaet Perlihatkan Buruknya Leadership Prabowo

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin bersyukur sidang kasus hoax Ratna Sarumpaet akhirnya digelar. Menurut TKN Jokowi-Ma’ruf, kasus Ratna menunjukkan bahwa kubu Prabowo mampu menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

“Saya bersyukur sidang kasus Ratna Sarumpaet bisa digelar kemarin. Perkara Ratu hoax dari kubu hoax akhirnya disidangkan,” kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

“Cara kubu Pak Prabowo yang mempergunakan segala cara untuk memenangkan kompetisi politik dengan keji dan kejam. Mereka berambisi untuk mem-framing Pak Jokowi sebagai pemimpin diktator dan otoriter. Kasus Ratna mereka ‘santap’ degan lezatnya. Diungkap ke media bukan dilaporkan ke kepolisian,” sambungnya.


Pria yang akrab disapa Toni itu menilai, sidang kemarin memperlihatkan buruknya kepemimpinan (leadership) Prabowo yang mudah mempercayai hoax yang direkayasa oleh Ratna. Menurut dia, Prabowo tampil sebagai pemimpin yang emosional karena menelan informasi tanpa melakukan klarifikasi.

“Kasus Ratu Hoax ini juga memperlihatkan buruknya leadership Prabowo. Prabowo pemimpin yang tidak matang dan emosional sehingga tidak mampu memproses sebuah informasi dengan tepat sehingga keputusan yang diambil sangat buruk. Grasa-grusu, semua informasi ditelan bulat-bulat tanpa klarifikasi sama sekali,” tutur Toni.

“Lalu apa yang diharap rakyat dari kubu penyebar hoax dengan calon presiden yang leadership yang buruk?” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratna menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (28/2). Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut akibat penganiayaan.

Padahal kondisi bengkak pada wajah Ratna merupakan efek dari operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng. Jaksa mengungkap, Ratna memfoto dirinya saat menjalani perawatan medis, lalu menyebarkan foto ditambah keterangan soal terjadinya penganiayaan.
(azr/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>