Kubu Prabowo Dorong Jokowi Tuntaskan Pemulihan Korban Gempa Lombok

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuntaskan pemulihan korban gempa Lombok, NTB. Koordinator Juru Bicara (Jubir) BPN Dahnil Anzar Simanjuntak meminta Jokowi tidak memberikan harapan palsu kepada masyarakat Lombok.

“Kami mendorong Pak Jokowi untuk menuntaskan itu. Jadi kalau tidak ada duitnya atau enggak mampu, ya disampaikan saja. Supaya masyarakat tidak di PHP (pemberi harapan palsu)-in. Kira-kira begitu,” kata Dahnil di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Dahnil mengaku kasihan dengan nasib para korban bencana gempa. Dia juga mengaku paham pemulihan Lombok pascagempa tak mudah.

“Kan kasihan. Jadi kita mendukung Pak Jokowi menuntaskan itu dan kami paham kalau ada kesulitan. Sebab itu, sampaikan saja secara jujur ke mereka (korban gempa) supaya mereka tidak merasa di PHP-in kemudian. Itu yang tidak sehat,” ujar Dahnil.

Untuk diketahui, Jokowi kembali berunjung ke Lombok pada Kamis (18/10). Di sana ia sempat menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 5.144 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Jokowi.

Jokowi juga sebelumnya memutuskan syarat pencairan dana bagi korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) dipangkas. Jokowi meminta instruksinya dijalankan di lapangan.

“Dari rapat terbatas kemarin mengenai gempa di NTB, kita juga sudah memutuskan untuk prosedur pengambilan uang yang sudah diberikan agar disederhanakan dan kemarin sudah diputuskan dari 17 prosedur yang ada kemarin sudah diputuskan menjadi 1 saja yang harus diikuti agar di lapangan benar-benar dilaksanakan,” kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna evaluasi penanganan bencana alam di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).

Namun Jokowi belum merinci ketujuhbelas syarat yang dimaksud. Dengan pemangkasan syarat ini, Jokowi berharap prosedur pencairan dana tidak berbelit.

“Jangan sampai kalau uang ada tapi nggak bisa dicairkan ya buat apa. Dengan satu prosedur dengan akuntabilitas yang bisa dipertanggungjawabkan saya tidak mau agar masyarakat merasa rumit, berbelit-belit dan harus segera dipangkas disederhanakan tapi sekali lagi tanpa harus mengabaikan prinsip akuntabilitas keuangan,” tuturnya.

“Saya akan lihat nanti hari Kamis ini kecepatan pencairan anggaran yang sudah diberikan ke warga itu seperti apa,” imbuh Jokowi.
(aud/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *