Kronologi OTT Bupati Talaud yang Diduga Terima Suap Tas Mewah

JakartaBupati Talud Sri Wahyumi Maria Manalip ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap berkaitan revitalisasi pasar di wilayahnya. Selain Sri Wahyumi, KPK juga menetapkan dua tersangka lain yakni tim sukses Sri Wahyumi, Benhur Lalenoh, dan seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo.

“KPK menetapkan tiga orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Dalam perkara ini, KPK menyita sejumlah barang mewah mulai dari tas, jam tangan, hingga perhiasan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip. Barang-barang itu diduga sebagai pemberian suap untuk Sri dari pengusaha.

“Barang bukti yang diamankan bernilai sekitar Rp 513.855.000,” ujar Basaria.

Berikut kronologi penangkapan Bupati Talaud Sri Wahyumi:

Minggu 28 April 2019

Bernard Hanafi Kalalo bersama anaknya diketahui membeli barang-barang mewah berupa 2 tas, 1 jam tangan dan seperangkat berlian dengan total senilai Rp 463.855.000 di pusat perbelanjaan di Jakarta.

Senin 29 April 2019

Jam baru dapat diambil sebab dibutuhkan pengukuran yang pas ukuran tangan Bupati Sri Wahyumi. Selain itu, komunikasi terjadi di antara sejumlah pihak bahwa barang akan diantar ke Bupati Sri Wahyumi yang direncanakan akan diberikan saat ulang tahun.

22.00 WIB

Sebelum barang-barang dibawa ke Talaud, tim KPK mengamankan Benhur Lalenoh, Bernard Hanafi Kalalo dan sopir Benhur di sebuah hotel di Jakarta. Tim juga mengamanakn sejumlah barang yang diduga merupakan fee proyek.

04.00 WIB

Tim mengamankan anak Bernard di salah satu apartemen di Jakarta.

Selasa 30 April 2019

8.55 Wita

Tim mengamankan Ariston Sasoeng sebagai ketua pokja dan mengamankan uang Rp 50 juta.

11.35 Wita

Tim mengamankan Bupati Sri Wahyumi di kantornya. Selanjutnya, Ariston dan Sri Wahyumi diterbangkan ke Jakarta.

18.30 WIB

Sri Wahyumi tiba di Jakarta dan langsung dibawa ke kantor KPK.

Setelah melalui pemeriksaan, KPK resmi menetapkan Sri Wahyumi dan Benhur Lalenoh, dan Bernard Hanafi Kalalo sebagai tersangka. Sri dan Benhur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Bernard dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(knv/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *