Wiranto Redam Keresahan Pengusaha: Pilpres 2019 Aman

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah memastikan penyelenggaraan Pemilihan Presiden 2019 akan berlangsung aman. Ketegasan ini disampaikan mengingat banyaknya pengusaha yang menyampaikan keresahannya kepada pemerintah.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Wiranto mengatakan, banyak informasi yang beredar baik melalui media masa atau media sosial yang membuat para pengusaha resah.

“Saya sering ditanya teman-teman pengusaha, apa betul Pemilu April aman? Saya tanyakam kenapa? Katanya ada berita bahwa ada isu Pemilu nanti tidak aman. Akan ada satu kerusuhan yang membuat tidak aman. Ini isu. Saya katakan tidak. Pemilu aman,” ucap Wiranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Dia menceritakan, bahkan ada sejumlah pengusaha yang sudah merencanakan keluar dari Indonesia saat penyelenggaraam pemilu nantinya dan memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya.

Wiranto mengaku terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, KPU dan Banwaslu untuk memastikan penyelenggaraan pemilu nantinya tidak ada konflik sama sekali. Karena, pemilu ini, baginya, menyangkut harkat dan martabat Indonesia.

Dari sisi kemanan, pemerintah sudah bekerjasama dengan Polri untuk membuat indeks potensi gangguan penyelenggaraan pemilu. Hasil indeks ini dikeluarkan setidaknya enam bulan sebelum penyelengaraan pemilu 17 April 2019.

“Jadi dari indeks itu kita bisa tau berbagai potensinya dan kita langsung netralisir. Sehingga perhitungan kami dari aparat kemanan maka pemilu 2019 akan berlangsung aman,” tegas Wiranto.

“Maka dari itu jangan percaya hoax, tetap tinggal di Indoensia dan menjadi pemilih yang baik. Kalau mau bepergian setelah pemilu saja,” tutup Wiranto.

(Liputan6.com/Ilyas Praditya)

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Strategi Darat dan Udara di Balik Pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Cakra 19, Andi Widjajanto mengungkap kekuatan utama pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Sinergi gerak Tim Kampanye Nasional dan partai politik menjadi unsur utama.

“Gerak Pemenangan Jokowi-KMA dijalankan terpadu oleh tiga unsur utama, Koalisi Partai Politik, Tim Kampanye Nasional, serta relawan politik dan gerakan komunitas. Setiap unsur bergerak dengan karakternya masing-masing, bersinergi di bawah koordinasi Erick Thohir,” ujar Andi Widjadjanto dalam keterangan persnya, Senin (25/2/2019).

Mantan Sekretaris Kabinet itu menyebut Ketua TKN Erick Thohir berperan penting memadukan tiga unsur tersebut. Sampai menggerakkan unsur tim di luar TKN Jokowi-Ma’ruf Amin seperti Bravo-5 dan Cakra 19.

Relawan Cakra 19 dibentuk pada Agustus 2018. Tim ini berisi purnawirawan TNI yang baru satu-dua tahun pensiun. Tak hanya berisi bekas tentara, Cakra 19 juga beranggotakan warga sipil dan dipimpin Andi Widjajanto.

Anggota tim ini di antaranya; Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, politikus Golkar, Eko Wiratmoko; bekas Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Andogo Wiradi; serta bekas Kepala Pusat Penerangan lentara Nasional Indonesia, Iskandar Sitompul.

“Erick Thohir telah berhasil menjalankan peran sebagai CEO TKN. Bersama Sekertaris TKN Hasto Kristiyanto, Erick berhasil menciptakan aliansi strategis antara TKN dan Partai,” kata Andi.

Dia juga mengatakan, direktur di TKN Jokowi-Ma’ruf Amin mengonsolidasikan kekuatan bersama relawan di bawah. Salah satunya peran tim udara kombinasi Direktur Konten Fiki Satari, Direktur Komunikasi Politik Usman Kansong, dan Jubir Arya Sinulingga.

“Untuk strategi udara segitiga Arya-Fiki-Usman rutin memberikan arahan-arahan strategis hingga taktikal untuk melakukan operasi medsos di empat platform utama (Twitter, Facebook, IG, dan YouTube). Masing-masing platform memiliki keunikan sehingga harus didekati dengan strategi media yang berbeda juga,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, koordinasi lintas tim yang rutin dilakukan tiap Selasa dan Kamis juga dijalankan terutama untuk menguatkan eksposure 01 di momentum utama seperti Debat, Deklarasi Dukungan Alumni, Deklarasi 1000 Jenderal, dan terutama jika Jokowi dan KMA melakukan gerakan kinetik di daerah.

2 dari 3 halaman

Strategi Gerakan Darat

Andi menjelaskan bagaimana strategi gerakan di darat melalui konsolidasi mulai dari pemakaian peta sasaran yang sama hingga tipe operasi darat yang digelar.

“Gerak darat ini rutin dilakukan oleh Erick dan Moeldoko. Operasi darat digelar dengan merujuk ke peta sasaran yang membagi dapil-dapil yang ada menjadi 8 kluster yang kemudian diterjemahkan menjadi rangkaian strategi mulai dari galang simpul daerah, gelar kegiatan kampanye, gelar micro-targeting, hingga gelar canvassing-door to door. Gerak darat ini juga mengandalkan keterpaduan antara TKN-TKD, Caleg Parpol, dan tim door-to-door dari para relawan, termasuk Bravo-5 dan Cakra 19,” beber dia.

Salah satu simpul utama yang muncul kuat di 2019 adalah gelombang alumni. Menurut Andi, gelombang yang tidak muncul di 2014 ini merupakan gerakan organik yang bersifat bottom up, dan mutlak mengarah ke Jokowi.

“Gerakan Alumni ini memberikan dampak pengaruh yang yang luas karena merupakan kesadaran moral dan etis dari kaum terpelajar dan menengah untuk mengekpresikan kewarasan berpolitik demi masa depan bangsa dan negara. Gerakan Alumni yang diawali dengan deklarasi dukungan bagi Jokowi sekarang sudah menjadi gerakan kelas menengah untuk mengamankan suara 01,” ungkap Andi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

PDIP: Saatnya Door to Door Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf

Liputan6.com, Jakarta – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin mengatakan, baik Kota Bandung maupun Kota Cimahi ditargetkan meraup suara minimal 60 persen untuk memenangkan Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Saat ini, perolehan suara untuk Jokowi-Ma’ruf di Kota Bandung dan Kota Cimahi sudah mencapai 51 persen.

“Walaupun bisa saja terjadi hal yang berbeda, tapi survei akan dijadikan pemicu agar lebih giat lagi. Suara untuk Pilpres di Kota Bandung saat ini menang diangka 51 persen, jadi Prabowo sudah mendapat 49 persen. Kami belum puas, target di Kota Bandung kami minta 60 persen,” ujar TB Hasanuddin saat Konsolidasi Pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 di Grha Emerald, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019).

Sementara di Kota Cimahi, TB Hasanuddin mengungkapkan perolehan suara hingga kini sebesar 51 persen. Sama dengan target di Kota Bandung, Kota Cimahi juga menargetkan perolehan suara 60 persen untuk Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan, seluruh kader dalam struktur kepengurusan partai harus mulai bekerja sesuai strategi.

“Seluruh petugas partai agar bersama menyapa secara langsung door to door, dari rumah ke rumah memenangkan PDIP dan Jokowi-Ma’ruf,” tegasnya.

Dalam kapasitas sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto juga mengingatkan agar PDIP bekerja sama dengan partai anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Menurutnya, untuk menghasilkan pemerintahan yang kuat, 70 persen suara di parlemen harus dikantongi.

“Kami harap kerja sama dengan Golkar, PPP, Nasdem, PKB, dan partai lain dapat dilakukan dengan baik. Kita ingin bentuk pemerintah yang kuat yang didukung minimum kekuatan 70 persen di parlemen,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Elektabilitas PDIP

Selain itu, TB Hasanuddin juga menyampaikan elektabilitas PDIP pada Pileg 2019. Menurutnya, PDIP harus terus bekerja keras untuk meraup suara.

“Pileg di Kota Bandung Alhamdulillah di angka 17 persen, tapi belum maksimal. Minimal 28 persen tercapai. Sementara Pileg di Cimahi masih tertinggal dari Gerindra,” tuturnya.

“Kita harus menang Pileg dan Pilpres, itu harga mati bagi kita semua,” lanjut TB Hasanuddin.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

PDIP: Kami Didukung Mayoritas Umat Muslim

Liputan6.com, Bandung – Hasil lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (IndEX) Research mengatakan, elektabilitas PDI Perjuangan menurun sampai pada angka 22,9 persen, di mana survei sebelumnya pada November 2018 sempat berada pada angka 25,7 persen. Salah satu faktor penurunan PDIP dikatakan terjadi karena bergabungnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku tidak khawatir dengan fenomena ini. Menurut dia, umat muslim yang mendukung PDIP masih banyak.

“Itu framing karena PDIP elektabilitasnya tertinggi dan kami mendapatkan dukungan mayoritas dari umat muslim,” tukas Hasto di Kelurahan Pelindung Hewan, Cimahi, Bandung, Sabtu (23/2/2019).

Hasto mengatakan, PDIP hingga kini masih terus mendapatkan dukungan dari wong cilik dan para habib. Selain itu, PDIP juga merupakan rumah kebangsaan dari Indonesia Raya.

Bahkan, dalam waktu dekat nanti juga akan ada deklarasi dari beberapa kiai yang mendukung PDIP dan Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Karena dalam waktu dekat nanti juga akan deklarasi beberapa kiai yang akan masuk ke PDIP. Jadi ada TNI/Polri, ada akademisi, tokoh agama, semua mencerminkan PDIP sebagai rumah Indonesia Raya,” tandas Hasto.

2 dari 3 halaman

Suara Pemilih Muslim

Sebelumnya, survei terbaru LSI Denny JA menyatakan, PDIP unggul sebesar 18,4 persen di kantung suara pemilih muslim pada Pemilu Legislatif 2019 dibandingkan dengan partai politik lainnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan hal ini juga karena adanya faktor kerja mengkampanyekan Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurut dia, selama ini PDIP banyak diserang hoaks dan stigma telah menjaga jarak dengan muslim. Namun, hasil survei membuktikan pemilih muslim justru banyak memilih PDIP.

“Rakyat memahami dan dari survei LSI terbukti bahwa dukungan mayoritas umat Islam kepada partai politik diberikan kepada PDIP,” ucap Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Hasto mengakui, dukungan terhadap PDIP juga menjadi semakin kuat, sebab calon presiden nomor urut 01, Jokowi telah menggandeng seorang ulama sebagai cawapresnya, yaitu Ma’ruf Amin. Menurut dia, Ma’ruf hadir sebagai sosok pengayom dari seluruh komponen bangsa.

“Ini mencerminkan keindonesiaan kita. Apalagi ulama yang bersama Pak Jokowi, yakni Pak Kiai Haji Ma’ruf Amin adalah ulama yang menempati posisi tertinggi sebagai Ketua MUI (Majelis Ulam Indonesia),” tuturnya.


3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

PDIP Sebut Amien Rais Praktik KKN, PAN: Anak ‘Sana’ Lebih dari Nyaleg

Jakarta – PDIP menyebut politikus senior PAN Amien Rais melakukan praktik KKN dengan membukakan jalan bagi anak-anaknya maju sebagai caleg DPR RI. PAN menyindir balik PDIP.

“Serangan semacam ini kami anggap semua yang kami suarakan semakin di dengar publik. Ini risiko berada di jalur yang konsisten. Saya kalau mau nyebut nama, di ‘kelompok sana’ anaknya siapa yang ini dan itu banyak juga, lebih dari nyaleg. Tetapi kan bukan itu substansinya,” kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019).

Faldo kemudian menjelaskan perkara lahan Amien di Yogyakarta yang sebelumnya dipersoalkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto menyebut Amien mati kutu karena ketahuan menguasai lahan, padahal sering berteriak ‘tanah dikuasai segelintir elite’.
Ia menjelaskan lahan milik Amien didapatkan secara legal. Menurut Faldo, Amien justru mengetahui betul soal mafia tanah di dalam negeri.

“Lahan itu didapatkan secara legal. Bukan berarti kritiknya tidak relevan soal penguasaan lahan oleh elite. Justru, Pak Prabowo dan Pak Amien kritik karena paham betul permainannya, mereka pernah ada di situ melihat realitanya. Mafianya banyak sekali. Kalau Pak Prabowo tidak pernah saingan sama pemain-pemain asing buat dapat lahan itu, mungkin beliau tidak paham permainan-permainannya. Ini kan antikritik namanya, segala cara dilakukan untuk menutupi apa yang terjadi,” jelas Faldo.

Faldo berharap perdebatan terkait isu pilpres diisi konten substantif. Dia mencontohkan soal pemberian izin lahan bagi warga demi mencapai kemakmuran. Menurut Faldo, saat ini pemerintah terkesan membungkam kritik dan kebenaran yang disampaikan oposisi.

“Soal lahan harus lah dipikirkan bagaimana pemberian izinnya yang memberikan kemakmuran lebih kepada warga. Mana yang lebih menguntungkan warga dalam jangka panjang, negara memberikan kepemilikan kepada warga, apalagi presiden suruh itu diagunkan ke bank, dibandingkan kasih hak pakai tanah negara, lalu digenjot produksinya, kayak di Vietnam, atau ke pengusaha nasional dengan prasyarat tertentu yang bisa serap ribuan tenaga kerja. Harusnya, ini yang jadi isunya, bukan berarti Pak Prabowo punya lahan, lalu apa yang dikatakan petahana semuanya jadi benar,” tuturnya.

“Keadilan sosial itu bukan hanya aspek distribusi sumber daya negara, namun juga kepastian hukum terhadapnya. PAN commit menjalankan itu. Kita tunggu saja isu recehan lainnya buat membungkam kritik dan kebenaran yang disampaikan,” imbuh Faldo.

Amien Rais sebelumnya menganggap pernyataan Hasto soal tanahnya di Yogyakarta ibarat nyanyian nyamuk. PDIP pun membela Hasto.

Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, menjelaskan Hasto menyindir sikap Amien Rais yang munafik. Tak hanya perkara lahan yang disebutkan Hasto, Eva menyebut Amien melakukan praktik KKN karena anak-anaknya maju sebagai caleg.

“Pak Hasto menyindir sikap munafik para orang kaya, termasuk sikap munafik Pak Amien Rais yang anti-KKN tetapi justru praktik KKN. Karena semua anaknya semua nyaleg di DPR. Ironis dan paradoks,” ujar Eva.
(tsa/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PDIP: Hasto Sindir Sikap Munafik Amien yang Anti-KKN Tapi Praktik KKN

Jakarta – Politikus senior PAN Amien Rais menyebut pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyeret-nyeret soal lahan di Yogyakarta ibarat nyanyian nyamuk. PDIP membela Hasto.

“Nyanyinya soal realitas, kok,” kata Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019).

Eva menjelaskan Hasto menyindir sikap Amien rais yang munafik. Tak hanya perkara lahan yang disebutkan Hasto, Eva menyebut Amien melakukan praktik KKN karena anak-anaknya maju sebagai caleg.
“Pak Hasto menyindir sikap munafik para orang kaya, termasuk sikap munafik Pak Amien Rais yang anti-KKN tetapi justru praktik KKN. Karena semua anaknya semua nyaleg di DPR. Ironis dan paradoks,” ujarnya.
Ribut-ribut soal lahan ini awalnya diungkit capres Jokowi di debat capres kedua pada Minggu (17/2). Jokowi menyebut Prabowo punya lahan yang jika ditotal sekitar 340 ribu hektare di Aceh dan Kalimantan.

Terkait pernyataan Jokowi, Hasto memberikan penjelasan. Menurutnya, pemimpin yang baik memahami hakikat tanah untuk rakyat. Dia kemudian menyeret nama Amien dengan lahan-lahannya di Yogyakarta. Hasto menyatakan sosok seperti Prabowo dan Amien mati kutu dan jargon ‘kampanye tanah dikuasai segelintir elite’ jadi tak laku.

“Sosok seperti Prabowo dengan tanahnya yang begitu luas dan demikian halnya dengan Amien Rais dengan lahan-lahannya di Yogyakarta langsung mati kutu dan jargon kampanye tanah dikuasai elite pun menjadi tidak laku, dipatahkan oleh politik pertanahan kerakyatan Jokowi,” tutur Hasto, Rabu (20/2).

Amien tak menanggapi serius. Ia menyebut tudingan Hasto sebatas nyanyian nyamuk.

“Cuma apa… cuma apa… cuma nyanyian nyamuk,” ujar Amien, Sabtu (22/2).
(tsa/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ridwan Kamil: 4 Juta Warga yang Tidak Pilih Jokowi, Sekarang Balik Kanan

Liputan6.com, Jakarta – Dewan Pengarah Teritorial Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengatakan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu terus mengalami kenaikan.

Menurut pria yang biasa disapa Kang Emil ini, walau Jokowi kalah di Pilpres 2014 lalu, namun dia yakin, di Pilpres tahun ini, Jokowi mampu meraih suara besar di Jabar. 

Dia mengatakan, sejauh ini hasil survei mengindikasikan peraihan suara sudah hampir seimbang antara kedua paslon di Jawa Barat. Ridwan menyatakan, bahkan untuk beberapa survei sudah melebihi.

“Ini mengindikasikan berarti ada 4 jutaan warga yang dulu tidak memilih (Jokowi) sudah balik kanan. Meyakini kepada 01. Tentu keyakinannya harus kita buktikan secara faktual nanti di hari pencoblosan,” ujar Ridwan Kamis usai bertemu Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto di Bandung, Jumat, 22 Februari 2019.

Emil menilai, Jokowi-Ma’ruf Amin adalah kombinasi sosok yang pekerja keras dan bisa mengayomi, serta menjaga nilai-nilai keumatan.

“Inilah kondisi paling pas. Yang satu ngegas, yang satu ngerem. Ini pas, sudah jodohnya. Kami doakan nanti di hari pencobolosan bisa sangat maksimal dan bisa saya monitor,” ucap Gubernur Jawa Barat itu. 

 

2 dari 2 halaman

Didukung Tokoh Jabar

Sementara itu, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menambahkan, seluruh partai politik yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bersama relawan juga akan terus bekerja keras.

Apalagi, di Jawa Barat, ada dukungan dari tokoh seperti Ridwan Kamil, Agum Gumelar, Solichin GP, Deddy Mizwar, Tb Hasanuddin, dan Dedi Mulyadi.

“Seluruh tokoh itu sudah bergabung menyatukan diri dalam kepemimpinan Pak Jokowi dan Kyai Haji Ma’ruf Amin. Ini merupakan hal yang sangat positif dan sebagaimana disampaikan oleh Pak Ridwan Kamil tadi,” tandas Hasto.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Bertemu Budayawan Jabar, Sekjen PDIP Cerita Upaya Pemerintah Bersihkan Citarum

Liputan6.com, Bandung – Rombongan Safari Kebangsaan VIII yang dipimpin Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bertemu budayawan Jawa Barat di kediaman aktor Indonesia, Budi Dalton di Kota Bandung. Turut hadir juga sejumlah budayawan dan seniman seperti Edi Brokoli.

Budi mengatakan, banyak sekali program yang disinergikan dengan para budayawan di Jawa Barat, khususnya yang ada di pinggiran yang jarang tersentuh.

“Saya tidak mewakili, tetapi saya sebagian kecil pelaku budaya, berterima kasih pada PDI Perjuangan, yang telah meluangkan waktunya mendengarkan keluhan budayawan Jabar,” ungkap Budi di lokasi, Jum’at (22/2/2019).

Menurut Budi, target dari berbagai macam programnya adalah kaum milenial dan wilayah yang belum tersentuh.

“Sebetulnya di kalangan milenial sekarang melakukan sesuatu dengan cara masing-masing. Jadi perlu dirangkul dan diarahkan,” tutur dia.

Di saat bersamaan, Hasto turut menyatakan Jabar kaya dengan tradisi kebudayaan. Namun, jika modernitas berdiri tanpa keseluruhan jati diri, maka kebudayaan akan kehilangan akarnya.

“Untuk itu, berbagai strategi kebudayaan harus dijalankan bersama-sama karena sangat sesuai dengan kepribadian kita apalagi di Jawa Barat,” ujar Hasto.

Hasto berharap, dari pertemuan ini para tokoh kebudayaan dapat memperindah politik pada kesejatiannya. Yaitu, dengan kebudayaan tariannya, kuliner dan seluruh nilai luhur bangsa.

“Sekali lagi, kami bertemu dengan para tokoh kebudayaan ini untuk mendorong hijrah politik menjadi wajah yang membangun keadaan politik yang santun, yang toleran, yang mencintai seluruh isi alam raya,” tukas Hasto.

2 dari 2 halaman

Bersihkan Citarum

Hasto juga mengajak para seniman dan budayawan menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian lingkungan di Jabar.

Menurutnya, salah satu langkah konkret pelestarian lingkungan adalah menjaga sumber mata air di Sungai Citarum.

Hasto mengatakan, pemerintahan Jokowi telah berupaya keras agar bisa membersihkan Sungai Citarum dari sampah plastik. Selain itu, pelestarian terhadap kesenian, adat istiadat hingga makanan juga perlu dilakukan.

“Inilah yang membuat politik benar-benar membumi. JokowiKiai Ma’ruf, turun ke rakyat dan menyentuh hal-hal yang fundamental. Tidak lagi bicara fitnah, tebar hoaks sana-sini tetapi benar-benar yang dibutuhkan rakyat,” tandas Hasto.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Hasto: Jokowi Tak Hobi Berkuda, Hobinya Blusukan ke Rakyat

Jakarta – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, safari politik ke Kota Bandung. Dalam lawatannya, dia menyempatkan bertemu dengan sejumlah budayawan Kota Bandung untuk membahas berbagai masalah.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman salah satu seniman, Budi Dalton, di Jalan Rengkong, Kota Bandung, Jumat (22/2/2/2019). Dalam pertemuan tersebut terlihat hadir Eddy Brokoli, Man ‘Jasad’ dan sejumlah pelaku seni dan budaya lainnya.

Hasto menyampaikan harapannya agar para budayawan Kota Bandung ini bisa memberi dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf. Sebab dia yakin pasangan nomor urut 01 tersebut dapat membawa perubahan bagi Indonesia.
“Kami harap dukungannya ke komunitas agar dukung pemimpin baik hati. Tidak ada rekam jejak masa lalu yang menyakiti rakyat,” ucap Hasto.

Dia menegaskan, Jokowi-Ma’ruf memiliki komitmen kuat untuk mempertahankan kebudayaan Indonesia. “Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf mengangkat seluruh kebudayaan dan jati diri bangsa,” katanya.

“Maka Pak Jokowi tidak akan berubah menjadi orang yang keinggris-ingrisan yang hobinya berkuda. Jokowi hobinya naik motor, bersepeda, blusukan dengan rakyat. Memperbaiki Sungai Ciliwung, Citarum sebagai jalan peradaban Indonesia,” tutur Hasto menambahkan.

Budi Dalton menyambut baik kedatangan Hasto di kediamannya. Dia menyampaikan beberapa gagasan program khusus di bidang kebudayaan agar bisa menjadi perhatian oleh pasangan capres-cawapres yang saat ini sedang berkontestasi.

“Kita bicara program, bukan bicara kampanye kaitan dengan politik. Kami menyampaikan segala kekurangan di lini budaya, mudah-mudahan teraktualisasi,” ujar Budi.

Salah satu masukan yang dia sampaikan agar menjadi pertimbangan ialah menyangkut pentingnya nilai budaya menjadi pegangan dalam bernegara. Mulai dari masalah ekonomi, pendidikan dan sosial tidak boleh luput dari nilai budaya Tanah Air.

“Bangsa ini harus (mengedepankan) budaya. Budaya ekonomi, budaya hukum, budaya kreatif. Semua dasarnya harus budaya dulu,” ucapnya.

Dia juga menitipkan harapan agar ada kementerian khusus yang mengurusi kebudayaan. “Saya minta dipisahkan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kebudayaan,” kata Budi.
(bbn/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Suara PDIP Unggul di Pemilih Muslim, Hasto Sebut Karena Faktor Ma’ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta – Survei terbaru LSI Denny JA menyatakan, PDI Perjuangan unggul sebesar 18,4 persen di kantung suara pemilih muslim pada Pemilu Legislatif 2019 dibandingkan dengan partai politik lainnya. Sekretaris Jendral PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, hal ini juga karena adanya faktor kerja mengampanyekan Paslon 01, Jokowi- Ma’ruf Amin.

Menurutnya, selama ini PDIP banyak diserang hoaks dan stigma telah menjaga jarak dengan muslim. Namun, hasil survei membuktikan pemilih muslim justru banyak memilih PDIP.

“Rakyat memahami, dan dari survei LSI terbukti bahwa dukungan mayoritas umat Islam kepada partai politik diberikan kepada PDIP,” tukas Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Jumat (22/2).

Hasto mengakui, dukungan terhadap PDIP juga menjadi semakin kuat sebab calon presiden nomor urut 01, Jokowi telah menggandeng seorang ulama sebagai cawapresnya, yaitu Ma’ruf Amin. Menurutnya, Ma’ruf hadir sebagai sosok pengayom dari seluruh komponen bangsa.

“Ini mencerminkan ke-Indonesiaan kita. Apalagi ulama yang bersama Pak Jokowi, yakni Pak Kyai Haji Ma’ruf Amin adalah ulama yang menempati posisi tertinggi sebagai ketua MUI (Majelis Ulam Indonesia),” tuturnya.

Selain itu, dalam berbagai kesempatan, termasuk saat Safari Kebangsaan, PDIP juga sering menemui para habib, pesantren, dan lainnya. Hasto menilai, hal inilah yang juga akhirnya membuat mereka mengerti akan tugas-tugas PDIP dan mau memilih partai tersebut.

Ia menambahkan, PDIPakan terus bergerak menggalang dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Karena dengan banyaknya dukungan ke Pak Jokowi, dukungan ke partai juga akan bertambah,” tandasnya.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: