Najwa Shihab Calon Moderator Debat, Sandi: Mereka Jurnalis Independen

Karawang – Nama jurnalis Najwa Shihab dan Tommy Tjokro menjadi calon moderator untuk debat kedua Pilpres 2019 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Cawapres Sandiaga Uno menilai Nana, sapaan akrab Najwa, merupakan jurnalis independen.

“Nana sama Tommy kenal dengan baik. Mereka jurnalis yang independen,” kata Sandiaga di Desa Gintung Kerta, Klari, Karawang, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019).

Meski demikian, Sandiaga mengatakan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN)-lah yang bisa melihat rekam jejak keduanya sebagai moderator debat. Pihaknya akan mengikuti keputusan final KPU.
“Tapi mungkin tim BPN yang lebih kompeten melihat rekam jejaknya. Saya ikut saja keputusan KPU seperti apa,” kata Sandi.

Ketua KPU Arief Budiman membenarkan Najwa Shihab dan Tommy Tjokro jadi alternatif moderator di debat capres-cawapres putaran kedua. Nama keduanya diusulkan oleh televisi penyelenggara.

Terkait jumlah moderator, Arief mengatakan masih membahas bersama jajarannya. Namun, secara pribadi, Arief mengusulkan hanya ada satu moderator dalam debat kedua agar waktu debat lebih efisien.

“Ya bisa satu, bisa dua ya. Tapi saya pribadi, kemarin kan berpasangan, maka moderator dua. Moderator dua kan mengambil waktu agak lama, kalau saya sendiri mengusulkan bisa satu, jadi lebih cepat gitu, silakan… silakan tanya-jawab,” kata Arief di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (21/1).

Munculnya nama Najwa menuai penolakan dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Timses pasangan nomor urut 02 itu menilai Najwa tidak netral dan meminta KPU mencari figur presenter lainnya.

“Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014,” sebut juru bicara BPN, Andre Rosiade.

Debat kedua akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019. Tema yang diangkat adalah energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan kehutanan, serta infrastruktur. Debat akan berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta.
(idn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Timses Prabowo Masih Pertimbangkan Najwa Shihab Jadi Moderator Debat

Liputan6.com, Jakarta – Wakil ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menjelaskan, pihaknya belum memutuskan akan menerima atau menolak jurnalis senior Najwa Shihab sebagai moderator di Debat Pilpres 2019 yang kedua. Dia mengatakan, BPN belum punya sikap resmi soal pilihan moderator.

“Pemberitaan mengenai ada seorang teman yang menyampaikan bahwa BPN 02 menolak Najwa Shihab, saya ingin menyampaikan sebagai Wakil Ketua BPN saya menegaskan sampai hari ini kami belum menyikapi terhadap calon moderator,” kata Priyo di Prabowo-Sandi Media Center Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019).

Dia menambahkan, KPU belum menyampaikan resmi kepada masing-masing timses paslon siapa kandidat moderator pada debat kedua. Namun, lanjut dia, nama yang beredar antara lain Najwa Shihab, Tommy Tjokro, Latif Siregar dan Retno Pinasti.

“Nama-nama itu rencananya berdasarkan kesepakatan dengan Ketua KPU dalam rapat kemarin yang saya juga hadir, akan dibahas pada Kamis atau Jumat pekan ini. BPN belum menyampaikan sikap untuk menolak kepada seseorang, apalagi sekelas Najwa Shihab,” tutur Priyo.

Sekjen Partai Berkarya ini menyebut, Najwa Shihab merupakan presenter ternama dengan karir yang moncer. Pihaknya pun menghormati reputasi Najwa.

“Jadi ini yang harus saya sampaikan. Mungkin saja Pak Andre atau beberapa teman menyampaikan itu sebagai usulan pandangan yang bersifat personal, dan kami mempersilakan untuk itu, tetapi resminya nanti akan kami sampaikan,” ucap Priyo.

2 dari 3 halaman

Bakal Dibahas Kembali

Dia melanjutkan, keputusan moderator akan kembali dibahas oleh tim 01 dan 02 serta KPU pada pekan ini. BPN ingin moderator debat capres yang hebat dan tidak terafiliasi kekuatan politik.

“Dan kami masih meykini empat nama dan nama nama lainnya yang nanti akan muncul tetep kita apresiasi sebagai calon-calon moderator yang hebat,” kata Priyo.


Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pro Kontra Pencalonan Najwa Shihab Jadi Moderator Debat

JakartaNajwa Shihab menjadi salah satu nama calon moderator yang muncul untuk memandu debat kedua Pilpres 2019. Meski belum resmi diputuskan KPU, munculnya nama Najwa Shihab menuai pro dan kontra.

Soal Najwa Shihab menjadi salah satu alternatif moderator di debat pada 17 Februari nanti dibenarkan oleh Arief Budiman. Selain Najwa, nama Tommy Tjokro juga menjadi salah satu kandidat moderator debat kedua pilpres.

“Ya diusulkan oleh TV (Tommy Tjokro dan Najwa Shihab),” ujar Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Terkait jumlah moderator, Arief mengatakan masih membahas bersama jajarannya. Namun, secara pribadi, Arief mengusulkan hanya ada satu moderator dalam debat kedua.

“Ya bisa satu, bisa dua ya. Tapi saya pribadi, kemarin kan berpasangan, maka moderator dua. Moderator dua kan mengambil waktu agak lama, kalau saya sendiri mengusulkan bisa satu, jadi lebih cepat gitu, silakan… silakan tanya-jawab,” kata Arief.

Munculnya nama Najwa menuai penolakan dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Timses pasangan nomor urut 02 itu menilai Najwa tidak netral dan meminta KPU mencari figur presenter lainnya.

“Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014,” sebut juru bicara BPN, Andre Rosiade.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin pun memberikan pembelaan untuk Najwa. Menurut juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, Najwa merupakan presenter yang teruji kapasitasnya dalam memandu debat-debat politik di media televisi.

“Kami percaya dengan Mbak Nana bahwa beliau akan profesional dalam memandu debat. Lihat saja dalam acara-acara talkshow di televisi, Mata Najwa, sangat proporsional dalam memberikan kesempatan kepada kedua kubu,” kata Ace.

Mendapat penolakan dari BPN Prabowo-Sandiaga, Najwa Shihab akhirnya buka suara. Ia menegaskan dirinya menjunjung independensi sebagai jurnalis. Ia kemudian mengingatkan soal penampilannya dalam program debat cagub Pilgub DKI 2017, yang diadakan talkshow-nya dulu, Mata Najwa.

“Sebagai host memang kritis pada semua tokoh, tetapi selalu menjaga independensi. Kalau teman-teman semua masih ingat, saat Pilgub DKI, yang dikatakan juga bahwa saya tidak netral, kedua paslon di putaran ke-2 selalu datang kalau kami undang,” tegas Najwa.

Menurutnya, cagub DKI di putaran kedua, Anies Baswedan dan Basuki T Purnama (Ahok), juga bersedia melakukan debat yang berbeda dengan yang diadakan KPU. Format debat yang dimaksud Najwa adalah dialog interaktif dan dinamis.

“Mereka berdua merasakan bahwa sepanjang debat kita menjunjung tinggi objektivitas. Silakan cek ulang saja soal ini,” ucapnya.

Pro Kontra Pencalonan Najwa Shihab Jadi Moderator DebatFoto: Ira Koesno jadi salah satu moderator dalam debat perdana. (Rengga Sancaya/detikcom).

Najwa juga mengingatkan soal tokoh-tokoh di kubu Prabowo-Sandiaga yang juga bersedia datang ke acaranya. Seperti ketika Anies dan Sandiaga saat terpilih sebagai Gubernur-Wagub DKI.

“Saat Mas Anies dan Mas Sandi sudah terpilih, keduanya tampil pertama di acara saya. Setelah itu pun, beberapa kali keduanya kerap hadir di Mata Najwa. Begitu pula dengan Pak Djarot (eks Gubernur DKI) ketika baru berhenti jadi gubernur, bersedia diundang datang ke Catatan Najwa,” sebut Najwa.

“Kepada semua pihak, saya akan terus menjunjung tinggi independensi,” lanjutnya.

Anies ikut angkat bicara soal profesionalitas Najwa. Menurut dia, Najwa tetap menunjukkan netralitasnya saat memandu acara.

“Kalau dari sisi format, yang dikerjakan di Mata Najwa itu format yang paling baik. Secara interaktif, paling interaktif, ya. Setiap kali ada jawaban, ada kesempatan untuk mengelaborasi bisa ditanya lagi, bisa dipertanyakan lebih jauh,” kata Anies.

“Kalau independensi, kalau pengalaman kemarin di pilkada sih netral-netral aja. Ya memang Mata Najwa itu memang selalu tajam kalau tanya. Artinya siapapun yang jadi tamu di situ merasakan (netral). Tapi itu kalau ketika talkshow,” sambungnya.

Belakangan, BPN Prabowo-Sandiaga meluruskan isu mengenai penolakan kepada Najwa. Menurut Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso pihaknya belum memutuskan apakah akan menerima atau menolak Najwa sebagai moderator debat pilpres.

“Harus sedikit perlu diluruskan bahwa BPN Prabowo-Sandi belum dalam posisi menolak siapa pun moderator, termasuk Najwa Shihab karena Najwa memang termasuk salah satu host TV yang sangat moncer dan sampai hari ini, KPU belum secara resmi mengajukan nama-nama,” ungkap Priyo.

Sementara itu Ma’ruf Amin menyatakan persetujuannya apabila debat kedua dipandu oleh Najwa.

“Kalau kita sih setuju saja (Najwa Shihab). Kan yang penting itu, ya artinya lurus, tidak berpihak, netral, jadi siapa saja bukan masalah buat kami,” sebut Ma’ruf.

KPU lalu menegaskan, nama Najwa belum resmi diputuskan menjadi moderator debat. Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, nama Najwa muncul baru sebagai usulan dari tv penyelenggara debat kedua nanti.

“Yang menominasikan Mbak Nana (Najwa Shihab) bukan KPU, tapi TV penyelenggara,” jelas Wahyu.

Selain Najwa, ada nama Tommy Tjokro, yang juga ditolak Prabowo-Sandiaga. Stasiun TV penyelenggara debat kedua memang sudah ditentukan KPU, yaitu RCTI, GTV, MNC TV, dan iNews TV. Setelah mendapat usulan itu, Wahyu mengaku menawarkannya kepada kedua kubu.

Wahyu pun menyebut KPU masih memiliki daftar calon moderator lain. Nama-nama itu disebut Wahyu berasal dari berbagai media.

“Tapi kita udah punya daftar soal calon-calon moderator, yang semuanya kelima debat dari insan media,” tuturnya.
(elz/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PDIP Bantah Anggota Bawaslu Tegal yang Diperiksa DKPP Kadernya

Jakarta – DKPP memeriksa anggota Bawaslu Tegal Harpendi Dwi Pratiwi atas berstatus kader partai dari PDIP. Dikonfirmasi, PDIP menegaskan Harpendi bukanlah kadernya.

“Secara peraturan perundangan, anggota Bawaslu bukan anggota partai,” kata Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (22/1/2019).

“Jadi hampir pasti bahwa anggota Bawaslu Kota Tegal bukan anggota partai mana pun. Itu saja statement saya,” imbuhnya.


Harpendi diperiksa Bawaslu atas aduan dari Dewi Ulfiyah. Dewi menyertakan bukti berupa foto dari beberapa akun facebook yang menunjukkan Harpendi menggunakan seragam partai PDI Perjuangan (PDIP).

Sidang terhadap Harpendi dilakukan sejak 29 Desember 2018 di Kantor KPU Jawa Tengah. Anggota majelis sidang dalam perkara nomor 303/DKPP-PKE-VII/2018 tersebut adalah Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Jawa Tengah yaitu Nur Hidayat Sardini (dari unsur masyarakat), Diana Ariyanti (unsur KPU) dan Sri Wahyu Ananingsih (unsur Bawaslu).

Sri Wahyu Ananingsih atau yang akrab disapa Ana mengatakan sidang sudah dilakukan dan kini masih menunggu hasil dari DKPP Pusat. Masing-masing unsur yang mengikuti sidang juga sudah menyerahkan resume.

“Masing-masing kami sudah menyerahkan resume, dari hasil itu akan adakan rapat pleno untuk memutuskan. KIta tunggu info DKPP untuk putusan,” kata Ana saat ditemui di kantor Bawaslu Jateng, Papandayan Semarang, Selasa (21/1/2019).

Sementara itu dari fakta persidangan diketahui foto yang beredar itu diambil sebelum yang bersangkutan terdaftar sebagai anggota Bawaslu. Selain itu juga tidak ditemukan adanya surat keputusan yang menyebutkan sebelumnya teradu merupakan anggota, pengurus, ataupun tim pemenangan partai.

“Dalam persayaratan (menjadi anggota Bawaslu), dikatakan tidak boleh menjadi anggota partai dan itu dibuktikan dengan SK. Secara normal atau normatif tidak tercantum dalam SK baik sebagai pengurus atau tim pemenangan partai tertentu,” jelas Ana.
(rna/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga Bakal Berperan Jadi Jokowi Saat Prabowo Latihan Debat Kedua

Bekasi – Cawapres Sandiaga Uno menyatakan bakal mendampingi capres Prabowo Subianto berlatih debat pilpres kedua. Sandiaga mengatakan bakal berperan sebagai capres Joko Widodo (Jokowi) saat latihan itu.

“Mungkin saya bisa untuk memerankan jadi Pak Jokowi-nya nanti, karena kita mungkin perlu simulasi yang lebih dalam dan kalau lihat siapa yang paling cocok perankan Pak Jokowi mungkin saya yang paling cocok. Pertanyaan tajam ala Pak Jokowi tapi dengan kata-kata tenang mungkin akan saya latih Pak Prabowo,” kata Sandiaga di Desa Pidangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019).

Dia menyatakan latihan debat bakal dilakukan 2 atau 3 hari sebelum debat kedua yang hanya mempertemukan para capres. Tema debat kedua nantinya ialah ‘Energi, Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Infrastruktur’.
“Rencananya kita akan simulasi 2-3 hari sebelum acara dan walaupun saya nggak turun karena ini untuk capres saja,” ujarnya.

Sandiaga juga bicara soal rencana KPU menambah durasi pemaparan saat debat. Dia menyatakan menyerahkan keputusan itu kepada KPU.

“Saya serahkan keputusannya kepada KPU. Tapi kemarin saya rasa sudah cukup panjang, tapi yang perlu dihadirkan memang pendalaman dari masing-masing topik itu. Kalau ditambah waktu juga akan sangat membantu,” tuturnya.

Menurut Sandi, durasi debat juga harus dipertimbangkan dari sisi stamina para kandidat. Namun, dia kembali menyerahkan keputusan pada KPU.

“Tapi kemarin aja sudah 2,5 jam lebih. Ini yang perlu dilihat setelah 2,5 jam yang perlu diperhatikan staminanya jadi saya serahkan ke tim KPU. Yang penting debat berikut lebih baik dari debat pertama insyaallah bisa memperdalam topik utama yang dibutuhkan masyarakat,” pungkas Sandiaga.
(idn/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Masyarakat Maluku Utara Diharapkan Cerdas Gunakan Hak Pilih

Liputan6.com, Ternate – Masyarakat di Maluku Utara (Malut) diharapkan cerdas menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 nanti. Baik itu ketika memilih calon legislatif (caleg), calon presiden dan calon wakil presiden.

“Cerdas menggunakan hak pilih maksudnya memilih atas pertimbangan hati nurani bukan karena pemberian uang atau kepentingan etnis dan kelompok tertentu,” kata akademisi dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Syahril Ibnu di Ternate, Selasa (22/1/2019) yang dilansir dari Antara.  

Selain itu, mengetahui secara utuh kualitas yang dipilih, sehingga diharapkan yang bersangkutan setelah terpilih nanti, misalnya anggota legislatif dapat melaksanakan tugas dengan baik. Khususnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Menurut dia, pengalaman dalam pelaksanaan Pemilu selama ini, terutama pileg dan pilkada, masyarakat dalam menggunakan hak pilih masih banyak dipengaruhi pertimbangan politik uang dan kepentingan etnis atau kelompok tertentu. 

Perilaku seperti itu, lanjut Syahril, tidak terlepas dari cara sebagian oknum caleg dan tim sukses calon kepala daerah yang berupaya mendapatkan dukungan masyarakat dengan pemberian uang atau pendekatan etnis.

2 dari 3 halaman

KPU dan Bawaslu Lebih Konsisten

Sementara itu, untuk KPU dan Bawaslu di Malut sebagai penyelenggaran pemilu juga diharapkan untuk lebih konsisten dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena menurut Syahril, dalam pelaksanaan pemilu selama ini masih ada oknum KPU dan Bawaslu yang belum melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara baik. 

“Terjadinya pemungutan suara ulang baik dalam pelaksanakan pileg maupun pilkada seperti pada Pilkada Malut 2018 menjadi bukti bahwa penyelenggara pemilu belum melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku dan itu diharapkan pada Pemilu 2019 tidak terjadi lagi,” katanya. 

Syahril menambahkan, jika penyelenggara pemilu masih melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dikhawatirkan akan menggerus kepercayaan masyarakat. Dan pada gilirannya akan mendorong tingginya angka golput. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ma’ruf Amin Setuju Najwa Shihab Jadi Moderator Debat Capres

Trenggalek – Cawapres Ma’ruf Amin mengaku setuju jika Najwa Shihab menjadi moderator debat pilpres kedua. Dia mengaku tak masalah dengan sosok yang disebut KPU jadi calon moderator debat itu.

“Kalau kita sih setuju saja (Najwa Shihab),” ucap Ma’ruf Amin usai acara istigasah kubro di Stadion Minak Sompal, Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (22/1/2019).

Ma’ruf sendiri mengaku pihaknya tak pernah mempermasalahkan siapa yang bakal menjadi moderator debat. Dia mengatakan yang penting moderator itu sosok netral.
“Kan yang penting itu, ya artinya lurus, tidak berpihak, netral, jadi siapa saja bukan masalah buat kami,” kata dia.

KPU sebelumnya menyebut kandidat moderator debat pilpres kedua pada 17 Februari 2019 ialah Najwa dan Tommy Tjokro. Namun, BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno protes.

BPN tak sepakat jika Najwa menjadi moderator. Alasannya, Najwa terindikasi tak netral saat Pilpres 2014.

“Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014,” ucap juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, Selasa (22/1/2019).

KPU sendiri masih mempertimbangkan siapa yang dipilih sebagai moderator debat kedua. Ketua KPU Arief Budiman mengusulkan untuk debat kedua hanya satu saja moderatornya.

“Ya bisa satu, bisa dua ya. Tapi saya pribadi, kemarin kan berpasangan, maka moderator dua. Moderator dua kan mengambil waktu agak lama, kalau saya sendiri mengusulkan bisa satu, jadi lebih cepat gitu, silakan… silakan tanya-jawab,” kata Arief.

Simak Juga ‘Kunci Jadi Perempuan Sukses Menurut Najwa Shihab’:

[Gambas:Video 20detik]


Ma'ruf Amin Setuju Najwa Shihab Jadi Moderator Debat Capres

(fai/haf) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ditolak BPN, Najwa Singgung Debat Anies-Ahok di Talkshownya

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak setuju bila Najwa Shihab yang menjadi moderator kedua Pilpres 2019. Diragukan independensinya, Najwa Shihab angkat bicara.

“Saya sebetulnya tidak dalam posisi menjawab apa pun karena ini bukan hajatan saya,” ujar Najwa kepada detikcom, Selasa (22/1/2019).

Nama Najwa sebagai moderator debat kedua Pilpres memang belum final. KPU mengungkap Najwa dan Tommy Tjokro baru menjadi kandidat moderator.


Najwa pun menegaskan dirinya tegak menjunjung independensi sebagai jurnalis. Ia kemudian mengingatkan soal penampilannya di program debat cagub Pilgub DKI 2017 yang diadakan talkshownya dulu, Mata Najwa.

“Sebagai host memang kritis pada semua tokoh tetapi selalu menjaga independensi,” tegas Najwa.

“Kalau teman-teman semua masih ingat, saat pilgub DKI, yang dikatakan juga bahwa saya tidak netral, kedua paslon di putaran ke-2 selalu datang kalau kami undang,” imbuhnya.

Ditolak BPN, Najwa Singgung Debat Anies-Ahok di TalkshownyaFoto: Screenshot postingan Anies Baswedan soal Najwa Shihab. (Dok Instagram).

Menurutnya, cagub DKI di putaran kedua, Anies Baswedan dan Basuki T Purnama (Ahok) juga bersedia melakukan debat yang berbeda dengan yang diadakan KPU. Format debat yang dimaksud Najwa adalah dialog interaktif dan dinamis.

“Mereka berdua merasakan bahwa sepanjang debat kita menjunjung tinggi obyektivitas. Silakan cek ulang saja soal ini,” ucapnya.

Najwa juga mengingatkan soal tokoh-tokoh di kubu Prabowo-Sandiaga yang juga bersedia datang di acaranya. Seperti ketika Anies dan Sandiaga saat terpilih sebagai gubernur-wagub DKI.

“Saat Mas Anies dan Mas Sandi sudah terpilih, keduanya tampil pertama di acara saya. Setelah itu pun, beberapa kali keduanya kerap hadir di Mata Najwa. Begitu pula dengan Pak Djarot (eks Gubernur DKI) ketika baru berhenti jadi Gubernur, bersedia diundang datang ke Catatan Najwa,” sebut Najwa.

Sekali lagi, ia menegaskan profesionalitasnya di dunia jurnalistik.

“Kepada semua pihak, saya akan terus menjunjung tinggi independensi,” sebut Najwa.

Seperti diketahui, KPU mengungkap nama Najwa dan Tommy Tjokro sebagai calon moderator yang akan memandu jalannya debat kedua Pilpres pada 17 Februari mendatang. Belum juga diputuskan, nama Najwa sudah ditolak oleh pihak Prabowo-Sandiaga karena dianggap tidak netral.

“Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar, seperti Najwa, terindikasi tidak netral di 2014,” ucap juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade.
(elz/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jawab BPN Prabowo: Jangan Ragukan Profesionalitas Najwa Shihab!

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak bila Najwa Shihab dipilih KPU memandu debat kedua Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin membela Najwa, yang akrab dipanggil Nana.

“Seharusnya kubu sebelah jangan dulu meragukan soal profesionalitas Mbak Nana sebagai presenter yang selama ini teruji kapasitasnya dalam memandu debat-debat politik di media televisi,” ungkap Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (22/1/2019).

TKN meyakini Najwa Shihab mampu independen sebagai presenter. Ace juga memuji Najwa, yang tampil tegas kepada setiap narasumber, termasuk kedua kubu paslon capres-cawapres, dalam program acaranya selama ini.


“Kami percaya dengan Mbak Nana bahwa beliau akan profesional dalam memandu debat,” tegas politikus Golkar itu.

“Lihat saja dalam acara-acara talkshow di televisi, Mata Najwa, sangat proporsional dalam memberikan kesempatan kepada kedua kubu,” imbuh Ace.

TKN Jawab BPN Prabowo: Jangan Ragukan Profesionalitas Najwa Shihab!Ace Hasan Syadzily (Zunita Putri/detikcom)

Seperti diketahui, KPU menyebut dua nama presenter sebagai kandidat moderator debat pilpres kedua yang akan digelar pada 17 Februari 2019. Selain Najwa, nama Tommy Tjokro masuk nominasi untuk memandu jalannya debat.

BPN Prabowo-Sandiaga menolak nama Najwa. Alasannya, Najwa dinilai berpihak kepada salah satu pasangan calon.

“Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar, seperti Najwa, terindikasi tidak netral di 2014,” ucap juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade.

KPU masih mempertimbangkan dan akan membahas siapa yang nantinya dipilih sebagai moderator debat kedua. Ketua KPU Arief Budiman mengusulkan, untuk debat kedua, hanya satu moderator.

“Ya bisa satu, bisa dua ya. Tapi saya pribadi, kemarin kan berpasangan, maka moderator dua. Moderator dua kan mengambil waktu agak lama, kalau saya sendiri mengusulkan bisa satu, jadi lebih cepat gitu, silakan… silakan tanya-jawab,” kata Arief.

Simak Juga ‘Kunci Jadi Perempuan Sukses Menurut Najwa Shihab’:

[Gambas:Video 20detik]


TKN Jawab BPN Prabowo: Jangan Ragukan Profesionalitas Najwa Shihab!

(elz/tor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>