KPK Perpanjang Masa Penahanan Advokat Lucas

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan advokat Lucas (LCS). Mantan pengacara Eddy Sindoro (ESI) itu merupakan tersangka dugaan merintangi proses hukum suap penanganan perkara di PN Jakarta Pusat.

“Terhitung sejak 21 Oktober 2018, dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan terhadap tersangka LCS dalam kasus dugaan perbuatan merintangi penanganan perkara ESI,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (20/10/2018).

Dia mengatakan, pada Jumat 19 Oktober 2018, Lucas sempat mengeluh sakit, sehingga tak bisa diperiksa penyidik KPK di lembaga antirasuah. Tim dokter akhirnya memeriksa kesehatan Lucas dan mengembalikan ke rumah tahanan.

“Kemarin, selain secara formil dilakukan perpanjangan penahanan 40 hari tersebut, karena tersangka mengeluh sakit, maka dilakukan pemeriksaan oleh dokter KPK. Menurut dokter, hasilnya fit to be questioned. Namun pemeriksaan tetap tidak bisa dilanjutkan,” kata Febri.

KPK menetapkan Lucas sebagai tersangka kasus dugaan merintangi proses hukum terkait kasus suap penanganan perkara yang menjerat mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro di PN Jakarta Pusat. Lucas merupakan pengacara Eddy.

Lucas diduga melakukan perbuatan menghindarkan Eddy Sindoro saat akan ditangkap otoritas Malaysia dan dideportasi. Lucas juga berperan untuk tidak memasukkan Eddy Sindoro ke wilayah juridiksi Indonesia.

Eddy Sindoro sendiri merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengamanan sejumlah perkara di PN Jakpus. Sejak 2016 menjadi tersangka, Eddy Sindoro belum ditahan KPK. Lembaga antirasuah mengimbau agar Eddy Sindoro menyerahkan diri.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Dianggap menghalangi penyidikan tersangka petinggi Lippo Grup Eddy Sindoro KPK menahan Pengacara Lucas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *