Stres Saat Penghitungan Suara, Ketua KPPS di Kota Malang Tusuk Perut Sendiri

Liputan6.com, Malang – SB, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur mencoba bunuh diri dengan menusukkan golok ke perutnya. Beruntung nyawa korban bisa diselamatkan dan kini dirawat di rumah sakit.

Korban mengalami luka tusuk pada perut kanan dan kiri. Diduga, motif percobaan bunuh diri itu karena korban yang juga Ketua KPPS di TPS 7 Lesanpuro stres lantaran ada selisih suara penghitungan surat suara DPD dan DPRD Kota Malang.

“Dugaan motif percobaan bunuh diri itu setelah kami selidiki di TKP,” kata Kapolsek Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi melalui pesan tertulis di Malang, Sabtu 20 April 2019.

Keterangan dari istri korban, sejak empat hari terakhir ini suaminya tampak gelisah dan kurang tidur. Kelelahan ditambah ada selisih saat perhitungan surat suara menyebabkan korban tampak semakin tertekan.

Percobaan bunuh diri itu terjadi pada Sabtu pukul 09.00 di dalam kamar. Korban mengambil golok panjang di atas lemari, menusukkan ke perutnya sebanyak dua kali.

Beruntung peristiwa itu cepat diketahui keluarganya, dibantu tetangga dibawa ke rumah sakit.

Korban yang juga staf pegawai negeri di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang itu sebenarnya bukan kali pertama menjadi KPPS. Ia juga pernah dipercaya mengemban tugas itu saat pilkada 2018 silam.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Filosofi Warna Merah Manggis yang Melekat dalam Nuansa Kota Palembang

Liputan6.com, Palembang – Kota Palembang sangat identik dengan warna merah, mulai dari busana adat, rumah-rumah tradisional, kain songket sampai Jembatan Ampera penuh nuansa merah.

Banyak masyarakat berpendapat warna merah tersebut bermakna semangat, harmoni, keberanian dan tidak sedikit yang menghubungkannya dengan kebudayaan China.

Pengamat Sejarah dari UIN Raden Fatah, Kemas Ari Panji mengatakan, warna merah (abang) yang mengidentikkan nuansa Kota Palembang berasal dari warna merah Buah Manggis, merupakan filosofi yang berkembang pada masa Kesultanan Palembang Darussalam.

“Buah Manggis melambangkan kejujuran, karena jumlah kelopak yang ada pada bagian bawahnya sama dengan jumlah daging buah di dalamnya, sehingga ajaran akhlak pada masa kesultanan sangat ditekankan,” ujar Kemas Ari Panji dilansir Antara.

Menurutnya walaupun Manggis kulitnya gelap atau agak kehitaman, namun buah manggis yang sudah masak isi buahnya berwarna putih dan sangat manis.

Artinya, jika rumah ‘wong Pelembang’ bercat merah manggis di dinding luar, maka penghuninya adalah orang-orang baik, suci dan manis-manis, baik perawakan maupun tutur katanya.

“Warna merah Manggis akan sangat indah jika dipadu dengan warna kuning emas yang melambangkan keanggunan, kemakmuran dan kemegahan,” jelasnya.

Selain itu warna hijau pada kelopak dan daun manggis melambangkan kedamaian dan sekaligus mengidentikkan Islam sebagai kepercayaan (agama) masa Kesultanan Palembang.

Kemas menambahkan bahwa tidak ada hubungan antara merah Manggis Palembang dengan warna merah kebudayaan China, karena merah Palembang tumbuh dari akar kebudayaan sendiri.

Sementara Budayawan Palembang Vebri Al-lintani mengatakan identitas nuansa merah sudah cukup kuat di Kota Palembang jika melihat lanskap bangunan kota yang banyak menggunakan warna merah, termasuk rel LRT di atas Sungai Musi.

“Identitas yang kuat ini harus dipertahankan karena filosofi makna tidak sembarangan, di dalamnya ada sejarah kuat mengenai sosial kultur Palembang yang harus diwariskan ke anak cucu,” demikian Vebri.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Dua penjaga kebersihan di Palembang, Sumatera Selatan tak sengaja menemukan seorang mayat bayi baru lahir di tumpukan sampah.

KPU Belum Terima Rekomendasi PSU untuk 2 TPS di Kota Malang

Liputan6.com, Malang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 9 Bunulrejo dan TPS 14 Penanggungan, Kota Malang, Jawa Timur. Sebab, ada temuan pelanggaran pemilih yang tidak sesuai perundangan.

Rekomendasi pemungutan suara ulang di TPS 9 Kelurahan Bunulrejo lantaran ditemukan ada 6 pemilih pengguna formulir A5 atau pindah pilih, diberi 3 – 5 jenis surat suara oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Seharusnya mereka hanya mendapat surat suara untuk pemilihan presiden dan DPD,” kata Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa di Malang, Sabtu (20/4/2019).

Sedangkan di TPS 14 Kelurahan Penanggungan ditemukan ada 8 pemilih yang bukan warga Kota Malang mencoblos menggunakan KTP elektronik. Padahal mereka tak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan tak masuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

“Hanya warga berdomisili di wilayah TPS itu boleh pakai KTP. Kalau warga luar ya harus pakai formulir A5, sedangkan mereka tak mengurus itu,” ujar Alim.

Bawaslu sudah mempelajari kedua jenis pelanggaran pemilih tersebut. Telah berkonsultasi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Serta berdiskusi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang terutama untuk TPS 9 Bunulrejo.

“Ini tinggal rapat pleno untuk mengesahkan rekomendasi itu. Arahnya ya ada pemungutan suara ulang,” tutur Alim.

Malam ini juga surat rekomendasi segera dikirim ke KPU. Pemungutan suara ulang bisa dilaksanakan pada 10 hari setelah surat rekomendasi diterima KPU. Hal itu sesuai Peraturan KPU nomor 3 tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilu.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

PSI Akui Kalah Nasional, Pede di Ibu Kota

Jakarta – Hasil quick count lembaga survei menunjukkan hitungan perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak menembus ambang batas parlemen/DPR. Tapi PSI legawa menegaskan tetap melanjutkan kerja partai.

“Menurut quick count, PSI mendapat 2%. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan,” ujar Grace Natalie dalam keterangan tertulis berjudul ‘Setelah Kami Kalah,” Rabu (17/4/2019).

Grace menegaskan, upaya perjuangan sudah dilakukan pada Pileg dan Pilpres. Dia mengatakan para pengurus, caleg dan kader sudah bekerja keras meyakinkan masyarakat.

“Tidak ada penyesalan. Sama sekali tidak ada penyesalan atas setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh selama membangun partai ini. Kami, anak-anak muda PSI telah terlibat dalam sebuah perjuangan yang bagi kami sangat luar biasa,” tutur Grace.

Meskipun kalah, Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar mengklaim bahwa mereka masuk empat besar di DKI Jakarta versi quick count sejumlah lembaga survei.

“Berdasarkan hasil rilis quick count, PSI akan menjadi partai keempat terbesar di Jakarta. Tentunya kami masih menunggu rekapitulasi resmi KPUD. Saya sudah instruksikan semua pengurus, caleg, dan relawan untuk kawal terus penghitungan suara dari TPS, kecamatan, hingga nanti di tingkat provinsi,” kata Victor kepada wartawan, Kamis (18/4/2019).

Quick count CSIS-Cyrus Network sendiri mencatat perolehan suara PSI di Jakarta di angka 7,98%, di belakang PDIP (23,05%), PKS (16,4%), dan Partai Gerindra (14,87%). Sementara itu, sampai data Kamis dini hari, quick count Indo Barometer mencatat perolehan suara PSI di angka 8,11%, setelah PDIP (25,07%), PKS (17,49%), dan Gerindra (15,26%).

PSI disebut Victor telah berupaya keras menjaring caleg terbaik, melibatkan partisipasi masyarakat, bahkan menjalankan penggalangan dana terbuka untuk membantu orang baik masuk politik dan berkampanye. Keberhasilan PSI di Jakarta, menurutnya, tidak lepas dari kerja keras para caleg DPR dan DPRD selama masa kampanye untuk meyakinkan masyarakat dan menawarkan solusi terhadap permasalahan di Jakarta.
(fai/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kugembok Cintaku di Kota Cologne

Cologne – Liburan ke Kota Cologne di Jerman, ada destinasi gembok cinta yang begitu legendaris. Sudah ribuan pasangan dari berbagai negara menambatkan cintanya di sini.

Destinasi gembok cinta memang selalu menarik untuk dikunjungi. Sudah ada banyak destinasi gembok cinta di dunia. Contohnya seperti di Seoul, Korsel atau di Salzburg, Austria. Termasuk salah satunya yang detikcom kunjungi ada di Kota Cologne, Jerman.

detikcom bersama dengan rombongan Fam Trip Singapore Airlines berkunjung ke destinasi gembok cinta Kota Cologne ini pada akhir Maret lalu. Gembok cinta ini terpasang di sepanjang Jembatan Hohenzollern yang membelah Sungai Rhine, sungai paling terkenal di Jerman.

Senja mulai merayap saat rombongan kami sampai di jembatan ‘cinta’ ini. Namun, orang yang lalu lalang di jembatan ini seperti tak henti-hentinya datang, bagai derasnya aliran Sungai Rhine yang ada di bawahnya.

Jembatan Hohenzollern alias Hohenzollenbrucke (Wahyu Setyo/detikcom)Jembatan Hohenzollern alias Hohenzollenbrucke (Wahyu Setyo/detikcom)

Jembatan Hohenzollern memang menghubungkan kawasan Innenstadt (downtown) dengan kawasan Deutz (inner town) Kota Cologne yang padat penduduk. Tidak heran kalau jembatan ini ramai orang. Belum lagi para turis yang sengaja datang ke sini untuk menggembok cinta mereka.

Tapi aslinya Jembatan Hohenzollern dibangun tak hanya untuk pejalan kaki saja, melainkan untuk kereta api. Ya, jembatan ini menghubungkan antara Stasiun Koeln Hauptbahnhof dengan Stasiun Koeln Messe/Deutz. Jalur kereta ini cukup sibuk dengan 1.200 perjalanan kereta setiap harinya.

Jadilah sore itu kami berjalan beriringan melewati jembatan berbarengan dengan kereta api yang lewat. Tapi jangan bayangkan jalan berdempetan dengan kereta seperti di Indonesia ya. Area pedestrian Jembatan Hohenzollern ini luas dan nyaman untuk para pejalan kaki.

Area pejalan kaki yang nyaman (Wahyu Setyo/detikcom)Area pejalan kaki yang nyaman (Wahyu Setyo/detikcom)

Nah di sepanjang pagar pembatas area pejalan kaki inilah, turis-turis biasa memasang gembok cinta mereka. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak gembok cinta yang dipasang di Hohenzollernbrücke ini.

Ada yang menyebut angka 40 ribu, ada yang menyebut 50 ribu. Tapi saya sendiri meyakini jumlahnya lebih dari itu. Mengingat, dari ujung ke ujung jembatan, hampir semuanya dipenuhi oleh gembok cinta milik traveler.

BACA JUGA: Selamat Datang di Dusseldorf, Ibu Kota Operasi Plastik di Jerman

Di setiap gembok yang terpasang di jembatan ini, tertuliskan nama pasangan yang saling mengikat janji, beserta tanggal kapan janji itu diikat. Ada yang hanya ditulis dengan spidol, tapi ada juga yang niat dengan mengarsir gembok tersebut.

Gembok cinta bertuliskan nama pasangan (Wahyu Setyo/detikcom)Gembok cinta bertuliskan nama pasangan (Wahyu Setyo/detikcom)

Setelah gembok cinta terpasang, biasanya para pasangan ini akan membuang kuncinya ke Sungai Rhine yang mengalir deras di bawah jembatan. Dengan membuang kunci itu, mereka berharap cinta mereka akan abadi pula seperti gembok yang terpasang di jembatan ini.

Tidak ada yang tahu pasti siapa yang pertama kali memulai dan mempopulerkan tradisi gembok-menggembok cinta ini. Tapi gembok-gembok cinta ini mulai bermunculan di Hohenzollernbrücke pada tahun 2008.

Sejak saat itu, turis seperti tak henti-henti datang ke jembatan untuk ikut menggembok cinta mereka di atas Sungai Rhine. Mereka ingin agar Sungai Rhine dan Jembatan Hohenzollern menjadi saksi bisu atas abadinya cinta mereka.

Salah satu pasangan yang mengikat janji di jembatan ini (Wahyu Setyo/detikcom)Salah satu pasangan yang mengikat janji di jembatan ini (Wahyu Setyo/detikcom)

Langit sore yang keunguan saat itu jadi saksi, bagaimana senja tenggelam dengan indahnya di Jembatan Hohezollern yang dibangun tahun 1907 ini. 3 Lengkungan jembatan kereta ini berpadu sempurna dengan penampakan megah Katedral Cologne yang terlihat dari kejauhan.

Melihat pemandangan cantik nan romantis seperti ini, tentu saja membuat siapa saja pasangan yang datang akan makin berbunga-bunga. Tak salah jika banyak yang menambatkan cintanya di Kota Cologne. (wsw/aff)


Aksi Gundul Wali Kota Solo Sambut Keunggulan Jokowi-Amin

Liputan6.com, Solo – Ketua DPC PDIP Solo yang juga Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo melakukan aksi cukur gundul sebagai bentuk syukur unggulnya pasangan capres Jokowi-Ma’ruf Amin dalam penghitungan cepat pilpres.

Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu melakukan aksi cukur gundul tidak sendiri, Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Solo, Her Suprabu dan kader PDIP Solo juga beramai-ramai cukur gundul. Aksi gundul itu dilakukan di kantor DPC PDIP Solo, Brengosan, Laweyan, Solo, Rabu malam, 17 April 2019.

Menurut Rudy, aksi cukur gundul itu sebagai nazar dan wujud syukur karena pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dalam quick count atau perhitungan cepat pilpres. “Kita syukuri hasil ini dengan aksi gundul. Potong gundul ini juga untuk buang sial,” jelasnya.

Rudy mengungkapkan jumlah peserta aksi gundul ini tidak dibatasi, siapa pun yang akan ikut mencukur rambut hingga gundul diperslahkan. Bahkan, ia mengatakan jika tukang cukur merasa kewalahan dengan permintaan yang ingin cukur gundul, aksi bisa dilanjutkan pada esok harinya.

“Berapa orang yang akan gundul, kami persilahkan dan semampunya tukang cukur,” ujar Rudy yang pernah menjadi wakil Jokowi saat menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Menurut dia, berdasarkan hasil penghitungan internal bahwa perolehan suara pasangan capres nomor urut 01 di Solo cukup tinggi. Dari target yang dipatok 80 persen, ternyata perolehan suara Jokowi-Ma’ruf di Solo melebihi target.

“Targetnya 80 persen tapi rata-rata di Solo itu mencapai 82 persen. Tapi itu belum semua ya. Yang luar biasa itu kehadiran pemilih ke TPS yang mencapai 90 persen,” sebutnya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Berdasarkan hasil quick count SMRC, ada 9 dari 16 partai politik yang lolos ambang batas empat persen alias lolos ke Senayan.

Ramai-Ramai Gugat KPU Kota Jayapura

Bawaslu Papua melakukan investigasi keterlambatan distribusi logistik yang terjadi di dua Distrik Abepura dan Jayapura Selatan. Padahal, Bawaslu setempat telah mengingatkan kepada KPU Kota Jayapura terkait persiapan distribusi pemilu jauh hari sebelumnya.

Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Manoach, menyebut dua-tiga hari ke depan sudah tercium indikasi keterlambatan pengiriman logistik di Kota Jayapura.

“Bagaimana mau selesai pengiriman logistik, jika tempat penyortiran dan pelipatan suara sempit? Berkali-kali sudah ingatkan bahwa dari lokasi penyortiran dan perlipatan suara saja sudah tak memungkinkan? Kenapa tak mencari lokasi yang lebih luas? Agar segalanya berjalan dengan cepat,” ujarnya.

Ronald menyebut, harusnya Kota Jayapura yang menjadi barometer demokrasi di Papua dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya. Apalagi Kota Jayapura tak ada hambatan geografis dan keamanannnya pun terjamin.

“Kok bisa begini? Sejak semalam hingga Subuh, kami keliling Kota dan Kabupaten Jayapura. Saya lihat sudah tak beres, karena sudah jam 07.00 WIT pagi tadi, logistik belum didistribusikan. Ini sudah tak jelas,” jelasnya.

Bawaslu Papua menyebutkan ada indikasai kelalaian dari KPU Kota Jayapura dan manajemen persiapan pemilu sudah tak baik.

“Jika hasil investigasi itu ditemukan adanya pidana administasi atau pidana etik, kami akan proses, supaya ini menjadi pembelajaran  bagi semua penyelenggara, sebab hal ini sudah berdampak pada pemilihan nasional,” katanya.

Aku, Kamu, dan Jakarta, Kumpulan Cerita Penghuni Ibu Kota di Dinding Rumah Sagaleh

Di Rumah Sagaleh, konsep ‘feels like home’ diusung. Orang yang datang dikondisikan untuk bisa ngobrol dengan kerabat yang datang. Maka itu, restoran tak menyediakan wifi, musik, hingga ruang merokok.

“Musik itu mendistraksi. Orang kalau mau ngomong kan biasanya minta suara musik dikecilkan. Nah, kalau mau merokok, bisa di luar,” kata Dipa.

Tak hanya menyediakan ruang dengan tata letak yang nyaman dan Instagramable, Anda juga bisa menikmati makanan dan minuman yang disiapkan. Racikan Kopi Sagaleh dengan menu favorit kopi susu bisa dipesan di sini.

Ada pula kopi hitam yang mencampurkan delapan jenis biji kopi Nusantara. Tapi bila ingin single shot, Anda memiliki tiga pilihan biji kopi, yakni Gunung Halu, Mandailing, dan Krakatau.

“Tapi, rumah enggak lengkap kalau enggak ada makanan beratnya. Akhirnya kita tentukan enam menu untuk makanan utama. Sedikit tapi biar tamu enggak bingung milih,” katanya.

Di sinilah benang merah menu Rumah Sagaleh dengan Rumah Makan Sepakat. Koki menciptakan dua menu yang menghubungkan kedua rumah makan itu, yakni nasi goreng rendang dan nasi lidah cabe ijo.

“Rendangnya dari Rumah Makan Sepakat, cabe ijonya juga. Tapi, kedua menu ini enggak ada di Rumah Makan Sepakat,” kata Dipa.

704 TPS di Kota Jayapura Tunda Pencoblosan, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jayapura – Sedikitnya 704 TPS di Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua, terpakasa harus menunda pencoblosan karena keterlambatan menerima logistik pemilu. 

“Kalau di Abepura itu ada 369 TPS dan di Jayapura Selatan ada 338 TPS. Hanya saja di Jayapura Selatan sudah ada tiga TPS di dua kampung yang mencoblos, sehingga tinggal 335 TPS. Jadi total 704 TPS yang belum atau ditunda,” kata komisioner Bawaslu Kota Jayapura, Hardin Halidin, seperti dilansir Antara Rabu, 17 April 2019.

Hardin menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima alasan-alasan keterlambatan pengiriman logistik Pemilu tersebut dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura. 

“Tadi, kami langsung ke KPU Kota Jayapura untuk melihat dan mencari tahu apa saja hambatan yang membuat terlambat penyaluran logistik pemilu,” kata Hardin yang membidangi pencegahan di Bawaslu Kota Jayapura. 

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Jayapura Rinto Pakpahan yang membidangi penindakan mengaku masih menunggu berita acara dari KPU Kota Jayapura terkait alasan penundaan penyaluran logistik pemilu di Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan sehingga terpaksa harus menunda pencoblosan.

“Masih menunggu berita acara dari KPU Kota Jayapura. Memang tadi kami dari sana melihat masalah apa yang membuat terlambatnya penyaluran logistik,” katanya.

Berdasarkan berita acara dari KPU Kota Jayapura, Rinto sampaikan barulah Bawaslu Kota Jayapura bisa merapatkan dan membuat rekomendasinya seperti apa.

“Tentunya kami baru bisa membuat rekomendasi setelah ada surat resmi atau berita acara terkait keterlambatan yang terjadi,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga yang datang untuk menyalurkan hak politiknya ke sejumlah TPS di Distrik di Abepura dan Jayapura Selatan batal melakukan pencoblosan karena logistik pemilu hingga pukul 12.00 WIT tidak kunjung datang.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Prabowo menanggapi hasil pemilu lewat pidato di Rumah Kertanegara. Ia menyinggung banyaknya kecurangan saat pemilu yang membuat pendukungnya susah mencoblos. Namun ia tetap optimis menang berkaca pada survey Exit Poll.

Hujan Lebat, 3 TPS di Kota Jambi Terendam Banjir

JakartaTiga TPS di kawasan Perumahan Kembar Lestari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi terendam banjir. TPS yang berada di RT 56 itu terendam banjir setinggi 50 cm. Banjir itu juga merendam sebanyak ratusan rumah warga disana.

Banjir ini terjadi akibat hujan deras pada malam tadi sekitar pukul 23.00 hingga pukul 02.00WIB. Akibat banjir ini sejumlah warga kebingungan untuk melakukan pemilihan suara pada pemilu kali ini.

Bahkan akibat banjir tersebut, pihak PPS tidak dapat melakukan pendistribusian surat suara dan kotak suara ke tiga TPS yang terendam banjir tersebut. Batalnya pendistribusian kotak suara dan surat suara itu akibat akses jalan tidak dapat ditempuh dengan kondisi banjir yang cukup tinggi.

“Jadi sekitar pukul 03.00 pagi anggota PPS nya mau melakukan pendistribusian kotak suara dan surat suara namun kondisi akses jalan tidak dapat ditempuh karena banjir yang cukup tinggi. Maka dari itu mereka terpaksa membatalkan sesaat dikhawatirkan jika dipaksa dapat membahayakan,” kata Ketua TPS 112, Defrizon kepada detikcom.

Pantauan dilokasi tenda di tiga TPS itu saat ini dalam keadaan rusak dan belum dapat diperbaiki. Hingga saat ini kotak suara dan surat suara juga belum didistribusikan karena kondisi banjir masih cukup tinggi di kawasan tersebut.

“TPS yang terendam banjir ini ada 3 yaitu TPS 111, 112 dan 113. Sekarang kita masih menunggu banjir ini reda, dan masih menunggu kotak suara dan surat suara untuk pencoblosan nanti,” ujarnya.

Sementara terpisah, Komisioner KPU Kota Jambi, Aditya Diar membenarkan bahwa kota suara dan surat suara belum dilakukan pendistribusian akibat banjir.

“Surat suara dan kotak suara masih berada di kantor kelurahan, belum dilakukan pendistribusian karena kondisi kawasan itu terendam banjir. Kita masih menunggu banjir ini reda, jika nanti kondisi memungkinkan maka surat suara dan kotak suara akan didistribusikan ketiga TPS tersebut,” kata Adit saat dikonfirmasi detikcom.

Hingga pukul 07.10 banjir masih merendam kawasan Perumahan Kembar Lestari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Pemilihan umum juga belum dilakukan karena kondisi banjir. Tiga TPS yang terendam banjir juga masih belum diperbaiki.
(fjp/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>