Serangan Israel Tewaskan Tentara Hamas di Gaza

Jakarta – Serangan militer Israel di Gaza, Palestina, menewaskan seorang pejuang saya militer Hamas. Empat orang lainnya juga menderita luka-luka akibat serangan tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (22/1/2019), serangan itu terjadi beberapa saat setelah aksi protes warga Palestina di Nablus.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan korban tewas bernama Mahmoud al-Nabahin (24). Sayap militer Hamas, Izzudin al-Qassam menyatakan Mahmoud merupakan anggotanya.

“Serangan udara itu menyebabkan empat warga Palestina lainnya cedera, salah satunya (cedera) serius,” kata pihak Kementerian Kesehatan Palestina.

Sebelum serangan di Gaza, tentara Israel juga menembak mati seorang warga Palestina di Nablus. Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut hasil penyelidikan menunjukkan warga tersebut tiba dengan mobil dan berusaha menikam seorang tentara yang menjaga pos pemeriksaan.

“Seorang tentara lainnya merespons dengan menembak ke tentara itu dan menetralisasinya,” demikian pernyataan militer Israel. Tidak ada tentara Israel yang luka-luka dalam serangan itu.
(abw/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Misteri Titah Jarum Maut yang Tewaskan Bocah Alfa di Aceh

Liputan6.com, Aceh – Dugaan malapraktik berujung kematian pasien di RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Oktober, tahun lalu masih menyimpan misteri. Terlebih soal siapa sebenarnya yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Kasus ini mencuat ketika keluarga pasien atas nama Alfa Reza (11) protes lantaran pasien meninggal dunia setelah disuntik petugas medis. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan usai dioperasi di Ruang Anak.

Menurut paman korban, Syahril, keponakannya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah mengalami luka akibat tertancap dahan kayu di punggung. Korban dilarikan ke IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018.

Korban dibawa pukul 14.00 WIB, dan ditangani dokter bedah pada pukul 17.00 WIB. Setelah dioperasi kondisi pasien membaik, namun, tak lama setelah disuntik saat berada di ruang anak pasien langsung meninggal.

“Saat itu anak kami disuntik sebanyak tiga kali. Nggak ada dicoba obat dulu, tapi langsung disuntik sebanyak 4 kali dalam rentang waktu sangat singkat,” ujar Syahril kepada media, saat itu.

Usai kejadian, Kasi Pelayanan Medis, Muhammad Asmirudin, berjanji, pihak rumah akan investigasi mengenai kasus ini. Di saat yang sama, kasus dugaan malapraktik tersebut mulai ditangani pihak kepolisian.

Pada Kamis, 17 Januari 2019, polisi resmi menahan dua tenaga honorer rumah sakit. Keduanya, EW (29) dan DA (24), perawat piket yang bertugas di malam kejadian.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, melalui Kasat Reskrim, Iptu M. Isral mengatakan, keduanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mereka ditahan selama 20 hari di sel Mapolres Aceh Barat.

Kedua perawat memiliki peran yang berbeda. Yang berperan menyuruh adalah EW. Sedangkan yang menyuntik adalah DA.

Namun, menurut Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Fela Anggraeni, fakta bahwa EW dan DA berperan sebagai yang menyuruh dan menyuntik, agak ganjil. mengingat posisi keduanya berstatus honorer.

“Siapa sebenarnya yang menyuruh menyuntik dan yang bertanggungjawab terhadap pasien pada malam kejadian. Petugas medis honorer tidak mungkin punya tanggungjawab penuh penanganan pasien,” kata Fela kepada Liputan6.com, Selasa 22 Januari 2019, sore.

Menurut Fela, yang bertanggungjawab penuh menangani pasien pada malam kejadian harusnya setingkat dokter, kepala ruang anak atau pihak manajemen rumah sakit. Bukan pegawai honorer yang sifatnya perbantuan, dan kini telah ditahan setelah menjadi tersangka kasus dugaan malapraktik.

2 dari 2 halaman

Usut Tuntas

Manajemen rumah sakit diminta bertanggung jawab secara hukum atas semua kerugian yang ditimbulkan karena kelalaian tenaga kesehatan di rumah sakit. Ini ditegaskan dalam Pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Kejadian ini terjadi merupakan bentuk kelalaian dari pihak rumah sakit yang bertanggungjawab dalam hal melakukan pengawasan terhadap pelayanan medis yang diberikan kepada pasien,” ketus Fela.

Selain itu, pihaknya mendesak polisi melakukan pengembangan penyidikan untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya pihak lain yang bertanggungjawab. Karena kasus Alfa Reza merupakan pidana murni atau delik biasa, bukan delik aduan.

“Sehingga, walaupun adanya perdamaian diantara kedua belah pihak, tidak dapat menghentikan proses hukum, penegakan hukum tetap harus dilanjutkan. Selain itu, kami juga meminta Pemerintah Aceh Barat mengevaluasi dan mengawasi rumah sakit agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa ini,” dia memungkasi.

Kedua perawat yang ditahan dalam kasus ini mendapat dukungan moril dari sejawat mereka. Puluhan tenaga medis menggelar unjuk rasa di halaman rumah sakit dan meminta EW dan DA dibebaskan, Senin, 21 Januari 2019, siang.

Mereka mengancam akan melakukan aksi mogok kerja, apabila dua rekan mereka masih ditahan polisi. Di hadapan peserta aksi, Kuasa hukum rumah sakit, Agus Herliza berjanji akan mendampingi kedua perawat dalam kasus ini.

“Teman-teman harus bersabar,” kata Agus.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Saksi Ungkap Pengeroyokan Sadis terhadap Haringga Sirla di Depan Hakim

Liputan6.com, Bandung – Sidang kasus pengeroyokan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, yang tewas di halaman parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 23 September 2018, kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (22/1/2019).

Ketujuh terdakwa yakni Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Goni Abdulrahman (20), Budiman (41), Aldiansyah (21), Joko Susilo (32), dan Cepi Gunawan (20). Ketujuh pelaku didakwa Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan dakwaan kedua Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Tujuh terdakwa hadir menggenakan pakaian hitam putih yang dibalut rompi merah tahanan Kejari Bandung. Keluarga dan rekan terdakwa turut hadir dalam persidangan.

Sejumlah barang bukti dihadirkan dalam persidangan. Mulai dari papan kayu satu meter dan kayu 50 centimeter. Selain itu juga ada helm hitam, jaket, dan aksesori lainnya yang digunakan saat pengeroyokan.

Sidang juga menghadirkan tujuh orang saksi. Rizal Sutisna, saksi yang berada di TKP menyebut korban Haringga sudah tak bernyawa.

“Dari tubuh korban, yang mengalami luka paling parah itu di bagian kepala dan bagian vital. Saya tidak tahu dia masih hidup atau tidak, tapi secara kasat mata bisa disimpulkan bahwa dia sudah meninggal,” kata Rizal.

“Waktu itu korban (Haringga) yang sudah tergeletak mengenakan celana jeans, di mana celana itu melorot. Kayu tersebut masuk di sana,” imbuh dia.

Rizal saat itu merupakan aparat yang berjaga di Gerbang Biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Waktu kejadian, ia mengaku situasi Gerbang Biru tidak kondusif. Banyak Bobotoh, suporter Persib Bandung, yang memaksa masuk ke dalam stadion.

Salah seorang saksi yang bertugas di Polrestabes Bandung, Cecep Suhendar mengatakan, saat di TKP dirinya melihat sejumlah benda dengan bercak darah.

“Saat di TKP korban sudah tidak ada. Sudah dilarikan ke RS Sartika Asih. Di TKP sendiri banyak darah, ada batu bata, papan kayu,” ujarnya di hadapan majelis hakim M. Basir.

Setelah dari TKP, Cecep menemui korban di rumah sakit. Jasad Haringga saat itu sudah berada di ruang jenazah. “Melihat banyak luka, tubuhnya berlumuran darah. Ada kayu sepanjang 50 centimeter tertancap di tubuh korban. Darahnya paling banyak di bagian kepala,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Respon Terdakwa

Hakim M. Basir kemudian menanyakan kesaksian ketujuh anggota polisi tersebut pada tujuh terdakwa yang duduk di belakang saksi. Terkait kondisi Haringga, tidak ada satu pun terdakwa yang menyatakan keberatan.

Keberatan hanya diungkapkan Budiman. Menurutnya, ia memukul Haringga dengan besi. “Saya memukul pakai tangan kosong, tidak dengan besi,” kata Budiman.

Dalam dakwaan disebutkan sebelum aksi pengeroyokan itu terjadi, beberapa oknum Bobotoh melakukan sweeping terhadap korban. Saat itulah ditemukan identitas yang menandakan korban merupakan pendukung Persija Jakarta.

“Kemudian ada salah seorang Bobotoh yang berteriak mengumumkan ‘di sini ada The Jak’ setelah itu banyak Bobotoh yang menghampiri korban dan membabi buta memukul, menendang, dan menginjak-injak. Baik tangan kosong atau maupun alat berupa balok atau batu,” kata jaksa penuntut umum Melur Kimaharandika dalam surat dakwaan.

Terdakwa yang saat itu berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mendengar ada keributan. Mereka lalu datang dan ikut melakukan pengeroyokan tersebut. Masing-masing dari mereka memukul hingga menendang ke beberapa bagian tubuh korban yang saat itu sudah babak belur.

“Bahwa para terdakwa mengetahui dan menyadari jika perbuatan yang mereka lakukan dengan memukul dan melempar korban berkali-kali baik dengan tangan kosong maupun dengan menggunakan alat dapat menyebabkan korban mengalami luka-luka bahkan meninggal dunia,” kata jaksa.

Akibat perbuatannya, korban Haringga mengalami luka sangat parah. Berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka di bagian kepala, patah tulang hidung dan leher, memar di bagian otak serta luka di bagian vital korban.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Dadang Sukmawijaya mengatakan keterangan saksi baru berupa petunjuk. Sehingga masih membutuhkan keterangan saksi lain sebelum pihaknya membuatkan nota pembelaan.

“Itu merupakan bagian dari petunjuk. Tanggal 31 nanti akan menghadirkan saksi lain. Nanti petunjuk semua kita pertimbangkan bagaimana pembelaan kami untuk membela terdakwa,” ujar Dadang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Kolaborasi dengan Rumah Zakat, Shopee Ikut Resmikan Hunian Sementara di Palu

Liputan6.com, Palu – Shopee yang merupakan e-commerce terkemuka di Asia Tenggara dan Taiwan, bermitra dengan lembaga kemanusiaan, Rumah Zakat, melanjutkan kontribusinya untuk mendukung upaya bantuan bencana di Palu-Donggala setelah gempa bumi dan tsunami pada Oktober lalu.

Shopee dan Rumah Zakat kembali berkolaborasi untuk membangun Hunian Sementara (Huntara) bagi para korban yang mengungsi akibat bencana. Menurut Data dan Informasi Bencana Tsunami dan Likuidasi di Sulawesi Tengah, masih ada lebih dari 50.000 keluarga yang menunggu giliran untuk ditempatkan di hunian sementara yang disiapkan oleh pemerintah dan lembaga kemanusiaan di kabupaten atau kota di sekitar Palu-Donggala.

Sejalan dengan ini, Shopee dan Rumah Zakat bekerja bersama untuk membangun Hunian Sementara (Huntara) tambahan di Kecamatan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Palu. Sampai Desember tahun lalu, total dua Huntara dan enam sekolah darurat sudah berhasil dibangun.

Tahun ini, Shopee dan Rumah Zakat memperbarui komitmen mereka untuk membangun empat Huntara tambahan untuk para korban di daerah tersebut. Ini ditandai dengan peresmian pembangunan Huntara oleh Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee, dan Didi Sabir sebagai Strategic Partnership Division Head Rumah Zakat, pada 22 Januari 2019.

“Shopee berkomitmen untuk mengambil bagian dalam membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Dalam hal ini kemitraan dengan Rumah Zakat, yang bertujuan untuk melanjutkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Palu dan Donggala,” tutur Rezky Yanuar pada Liputan6.com di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 22 Januari 2019.

“Dengan melakukan donasi di platform kami, mengunjungi sekolah, dan menyediakan sumber daya untuk mendukung pembangunan fasilitas darurat adalah cara kontribusi berkelanjutan Shopee kepada para korban bencana,” sambungnya.

Acara peresemian juga dihadiri jajaran pemerintah Palu yang diwakili Imran M Lataha selaku Asisten Dua Wali Kota Palu dan Daeng Malatu selaku pemilik tanah yang dijadikan Huntara. Ada 200 huntara yang dibangun di lahan dengan luas sekitar 1 hektare tersebut yang terwujud berkat sinergi dari sejumlah donatur termasuk Shopee.

2 dari 2 halaman

Shopee

“Kami berharap setelah diserahkannya bangunan huntara ini, semua pihak, khususnya masyarakat dapat bergotong royong untuk menjaga dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada secara tepat,” ucap Imran. Sementara pihak Rumah Zakat nantinya akan tetap menggandeng para donatur untuk dapat menambah 300 unit Huntara lagi sehingga total akan ada 500 unit huntara yang terbangun.

“Huntara yang baru kita resmikan ini sudah siap huni. Di tiap pintu sudah ada nama keluarga yang tinggal di sini. Setelah listrik tersambung, kemungkinan minggu depan sudah bisa ditinggali,” terang Didi Sabir.

Pada Oktober 2018, Shopee bermitra dengan Rumah Zakat dan tiga lembaga lainnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan Dompet Dhuafa, untuk mengumpulkan dana dan mendistribusikan berbagai paket donasi kepada para korban di Palu-Donggala.

Melalui kampanye #ShopeeBersamaPaluDonggala, pengguna diajak untuk membeli paket donasi bantuan di Shopee. Sekitar 90.000 pengguna di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam penggalangan donasi tersebut.  (Henry Hens)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mahasiswa Tewas Usai Loncat dari Asrama Kampus Universitas di Jakut

Liputan6.com, Jakarta – Seorang mahasiswa nekat mengakhiri hidup dengan cara melompat dari gedung asrama kampus sebuah universitas di Ancol, Pademangan, Kota Jakarta Utara.

Kapolsek Pademangan, Kompol Yuliati membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, korban mahasiswa berinisial R (20) ditemukan pertama kali oleh satpam kampus sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (22/1/2019).

Polisi menduga, mahasiswa itu tewas setelah melompat dari lantai 12 gedung asrama kampus tersebut. Hal itu berdasarkan pemeriksaan dari kamera pengawas yang terpasang di sekitar kampus.

“Dari hasil pengecekan CCTV dia naik ke lantai 12 seorang diri. Kemudian melompat dan jasad korban ditemukan di jalan area turunan parkir. Dia melompat kira-kira pada pukul 16.00 WIB,” kata Yuliati saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (22/1/2019) malam.

2 dari 3 halaman

Masih Periksa Sejumlah Saksi

Dia mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan motif korban melakukan bunuh diri. Sebab, penyidik masih memintai keterangan sejumlah saksi.

“Kenapa dia melompat masih mendalami. Sebab kejadiannya baru saja terjadi,” ujar Yuliati.

Saat ini, jasad korban dibawa ke RSCM. Pihak keluarga korban juga telah mengetahui kejadian tersebut.

“Kami sudah hubungi keluarga. Korban mahasiswa asal Makassar,” tutup dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jembatan Penghubung Desa di Gowa Ambruk

Liputan6.com, Gowa – Salah satu jembatan penghubung antar desa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ambruk terempas derasnya air sungai Je’ne Lata, Selasa (22/1/2019). Jembatan itu berada di Dusun Manyempa, Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.

“Jembatannya ambruk akibat derasnya air sungai di bawahnya,” kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga kepada Liputan6.com.

Kapolsek Manuju, Iptu Kasmawati mengatakan, ambruknya jembatan yang berpondasi beton tersebut diketahui terjadi pada pukul 11.00 Wita.

“Arus air sungai Je’ne Lata sangat deras sehingga membuat jembatan ambruk,” kata Kasmawati.

Meski demikian, pihaknya telah mengantisipasi agar masyarakat tak melintas di jembatan yang panjangnya diperkirakan 55 meter tersebut. Sehingga tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Menurut laporan dari warga setempat, arus deras yang terjadi di sungai Je’ne Lata merupakan kiriman dari wilayah Kecamatan Bongayya dan Biring Bulu, Kabupaten Gowa dan hal tersebut telah dipantau warga sejak Senin, 21 Januari 2019.

“Selain mungkin karena curah hujan yang tinggi, itu arus kiriman dari Bongaya dan Biringbulu,” ujar Kasmawati.

Warga setempat bersama personel Polsek Manuju saat ini berupaya berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa (Pemda Gowa) agar bisa mendatangkan bantuan secepatnya.

“Personel Polsek Manuju Kabupaten Gowa dan warga setempat masih memantau lokasi jembatan hingga saat ini,” Kasmawati menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Keluar dari Demokrat, Akankah Wagub NTB Ikuti Jejak TGB?

Liputan6.com, Jakarta – Pascamundur dari Demokrat, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah belum memutuskan akan bergabung ke partai politik yang mana. 

Namun, dari sinyal kuat yang ditunjukkan Rohmi, dia akan menyusul adik kandungnya Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, yaitu bergabung dalam Partai Golkar.

Dikabarkan, keputusan tersebut akan diambil Rohmi usai melihat perolehan hasil Pileg 2019. 

Sementara itu, Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, Misbah Mulyadi berharap, kakak kandung dari TGB ini bisa masuk partai berjuluk pohon beringin tersebut. Menurut Golkar dengan bergabungnya Rohmi akan menambah kekuatan partai, terutama pada Pemilu 2019. 

“Prinsipnya, kita terbuka bagi siapapun mau bergabung,” kata Misbah yang juga mantan Anggota DPRD NTB, kepada wartawan, Selasa (22/1/2019.

2 dari 3 halaman

Tepis Rumor

Dia pun menepis rumor bahwa jika nanti akhirnya Rohmi bergabung, bakal menjadi ancaman bagi pengurus dan kader Golkar lama. Lantaran disebut-sebut keberadaan Rohmi dengan gerbong politiknya bakal menggeser gerbong politik lama.

Terkait  kabar tersebut, Misbah meyakini Golkar akan tetap solid, khususnya di NTB. 


Reporter: Randy Ferdi Firdaus

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

JK: Kita Tidak Pertimbangkan Keberatan Australia soal Ba’asyir

JakartaWakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan pemerintah tidak akan menjadikan keberatan Australia sebagai pertimbangan untuk pembebasan bersyarat Abu Bakar Ba’asyir.

“Kita tidak mempertimbangkan keberatan atau tidak keberatannya negara lain. Sama dengan Australia juga berpendapat tidak menjadikan protes Indonesia soal Yerussalem itu bahwa harus sepenuhnya diikuti, kan tidak juga. Jadi sama juga permintaan kita soal Yerussalem agar tidak diakui, tapi dia tetap akui,” ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

JK menegaskan pembebasan Ba’asyir dilakukan semata-mata untuk kemanusiaan. Aspek keamanan juga bukan menjadi pertimbangan pemerintah untuk membebaskan Ba’asyir.

“Pak Baasyir itu kan sudah 8 tahun ya, tapi tidak ada apa-apa. Bukan soal (keamanan atau tidak), tapi tentu kemanusiaan supaya beliau pada saat di akhir-akhir ini hidup tenang lah” katanya.

JK meminta semua pihak untuk menunggu hasil kajian pemerintah soal rencana pembebasan Ba’asyir.

“Tunggu saja, bisa saja pulang kapan-kapan, bisa besok, bisa lusa, bisa kapan,” tuturnya.

Sementara Presiden Jokowi di Istana sudah menegaskan pembebasan bersyarat Ba’asyir. Karenanya, Ba’asyir harus memenuhi ketentuan yang diatur untuk pembebasan bersyarat tersebut.

Sebelumnya PM Australia Scott Morrison menghubungi pemerintah Indonesia terkait rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir. Rencana pembebasan menuai perhatian khusus dari Australia, yang sejumlah warganya menjadi korban ledakan bom Bali pada 2002, yang didalangi Ba’asyir.

“Posisi Australia dalam persoalan ini tidak berubah. Kami selalu menyampaikan keberatan paling mendalam,” ucap PM Morrison kepada wartawan di Melbourne, seperti dilansir Reutersdan abc.net.au, Senin (21/1).
(nvl/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bunuh Istri yang Baru 5 Hari Dinikahi, Pelaku: Saya Disebut Gila

Liputan6SCTV, Lampung Timur – Junaidi (32), pria di Lampung Timur, sontak naik pitam dan menghabisi nyawa istri yang baru lima hari dinikahinya. Dia disebut gila oleh sang istri.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (22/1/2019), polisi kini masih terus mencari bukti dan saksi untuk mengetahui motif pasti pelaku.

Cerita berawal saat pelaku mengaku kesal lantaran istri yang baru diboyong ke rumahnya usai pernikahan meminta pulang kembali ke rumah orangtuanya.

Pelaku lalu menolak karena masih capek dan merasa tidak enak badan. Namun, istrinya malah semakin marah dan minta segera diantar pulang. Keduanya lalu terlibat cek cek hingga berakhir dengan pembunuhan. 

Pelaku tega menghabisi istrinya di rumah oran tua korban dengan sebilah badik miliknya.

Pada 20 Januari kemarin, peristiwa ini sempat menghebohkan warga. Sang istri, Alika Setia Lestari (16) ditemukan tewas dengan luka senjata tajam. Kini jasad Alika Setia Lestari telah dimakamkan keluarga. (Galuh Garmabrata)

Perseteruan Memanas di Suriah, Iran Ancam Lenyapkan Israel dari Muka Bumi

Liputan6.com, Teheran – Kepala angkatan udara Iran mengatakan siap untuk melawan Israel “dan melenyapkannya dari Bumi”, menyusul serangan Tel Aviv pada berbagai target Negeri Persia di Suriah yang dilanda perang, awal pekan ini.

Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengutip laporan kelompok pemantau bahwa 11 orang telah tewas dalam serangan Israel, yang mengenai fasilitas penyimpanan amunisi di Bandara Internasional Damaskus, yang berdekatan dengan situs intelijen dan kamp pelatihan militer Iran.

Dikutip dari Independent.co.uk pada Selasa (22/1/2019), militer Rusia mengatakan empat tentara Suriah termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang korban atau kebangsaan mereka.

Tel Aviv mengatakan telah meluncurkan serangan dalam menanggapi roket Pasukan Quds Iran yang ditembakkan dari sebuah resor ski di Dataran Tinggi Golan –wilayah Suriah yang diduduki Israel– pada Minggu 20 Januari.

Pengumuman yang tidak biasa tampaknya menandai berakhirnya kebijakan diam Israel selama bertahun-tahun mengenai kegiatan di negara tetangga Suriah.

Menanggapi hal itu, Brigadir Iran Nasirzadeh merilis pernyataan berapi-api kepada Young Journalist Club –sebuah situs web milik televisi pemerintah– yang memicu kekhawatiran akan perang lebih lanjut antara kedua musuh bebuyutan itu.

“Orang-orang muda di angkatan udara sepenuhnya siap dan tidak sabar untuk menghadapi rezim Zionis, dan melenyapkannya dari Bumi,” katanya.

Iran Dituduh Lebih Dulu Menyerang

Di lain pihak, menurut juru bicara militer Israel, Letnan Jenderal Jonathan Conricus, pasukan Iran telah lebih dulu menyerang resor ski Hermon, di Dataran Tinggi Golan, pada hari Minggu sore. Serangan itu menggunakan rudal jarak menengah yang ditembakkan dari pinggiran Damaskus.

Conricus menyebut serangan itu sebagai aksi “yang direncanakan” untuk mencegah Israel melakukan serangan udara terhadap Iran, di mana Negeri Zionis itu turut mengklaim “bukti definitif” dari niat Teheran untuk mempengaruhi Suriah.

“Itu (resor skri Hermon) adalah aerea umum, dan ada warga sipil di sana. Kami melihat itu sebagai serangan Iran yang tidak dapat diterima, bukan sebagai dukungan pertahanan di Suriah,” kata Conricus.

“Selain itu, daerah yang diserang rudal adalah daerah yang telah mereka janjikan tidak akan ada campur tangan Iran di dalamnya. Kami tahu itu tidak dilakukan mendadak, itu adalah serangan yang sudah direncanakan,” tambahnya.

Sementara itu, Iran belum menanggapi klaim tuduhan di atas.


Simak video pilihan berikut: 


2 dari 2 halaman

Laporan Langsung yang Pertama

Militer Israel mengatakan serangan itu menghantam “pusat logistik utama Iran di Suriah” yang digunakan untuk mengangkut senjata ke sekutu mereka di Suriah, termasuk kepada kelompok militan Lebanon, Hizbullah.

Israel baru-baru ini mengakui melakukan ratusan serangan ke Suriah selama beberapa tahun terakhir, tetapi sebelumnya kerap menahan diri untuk tidak berkomentar karena takut memicu ketegangan lebih lanjut.

Pengumuman pada hari Senin menandai pertama kalinya Tel Aviv melaporkan serangan secara langsung, dan merilis informasi terperinci sejak Mei 2018 lalu, ketika Israel mengklaim telah menyerang hampir semua infrastruktur militer Iran di Suriah, menyusul serangan roket lain pada posisinya di Dataran Tinggi Golan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan beberapa pejabat tinggi di sekitarnya, telah berbicara lebih terbuka tentang serangan mereka terhadap Suriah dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa analis menduga sikap itu sebagai bagian dari upaya Netanyahu untuk memperkuat kepercayaan keamanannya menjelang pemilu, yang dia sebut akan segera digelar pada 9 April 2019.

Tetapi, Israel juga menghadapi risiko konfrontasi langsung dengan Suriah dan Iran, serta secara khusus dengan Rusia.

Koordinasi militer antara Tel Aviv dan Moskow di Suriah mengalami kemunduran setelah insiden pada September 2019, ketika pesawat Rusia jatuh oleh pertahanan udara Suriah selama serangan Israel.

Insiden itu membuat Kremlin marah dan mempersulit operasi Israel di Suriah, terutama ketika Moskow menempatkan sistem pertahanan udara canggih di sana sebagai tanggapan.