Atlet Tinju Australia Besuk Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru

Liputan6.com, Wellington – Seorang mantan atlet tinju profesional Australia, Anthony Mundine (43), membesuk para korban yang terluka akibat insiden penembakan dua masjid di Selandia Baru.

Pria lima anak itu mengatakan “merasa terhormat” karena dapat berada di Kota Christchurch untuk memberikan dukungan kepada para korban serangan teror.

“Saya merasa terhormat dapat mengunjungi saudara laki-laki dan perempuan yang selamat dari kekejaman mengerikan di Christchurch,” tulis Mundine di akun Facebooknya, sebagaimana dikutip dari media lokal Selandia Baru Stuff, Jumat (22/3/2019).

Olahragawan muslim itu juga memberikan doa kepada para korban, berharap senantiasa diberikan kekuatan menghadapi cobaan.

“Semoga Allah memberikan mereka kekuatan untuk melewati cobaan mengerikan ini dan menyembuhkan rasa sakit,” katanya.

Tak lupa, mantan atlet rugby Negeri Kanguru itu juga mengajak pengikutnya di media sosial untuk turut mendoakan para korban serangan.

“Mereka semua adalah manusia yang luar biasa dan sangat berani. Mohon bantu doakan mereka,”pungkasnya.

Selain Mundine, atlet tinju lain juga hadir di Kota Christchurch. Sonny Bill Williams, petinju sekaligus atlet rugy Selandia Baru tiba pada Kamis, 21 Maret 2019 malam waktu setempat. Ia mengonfirmasi akan melaksanakan salat jumat di salah satu masjid di kota itu, kemungkinan yang menjadi target teror pada pekan lalu.

Sebagaimana diketahui, dua masjid di Christchurch diserang oleh ekstremis sayap kanan pada Jumat lalu. 50 orang tewas akibat tembakan, dengan puluhan lainnya luka-luka.

Pada Kamis, otoritas Selandia Baru telah mengumumkan bahwa masjid Al Noor dan Linwood, tempat kejadian perkara, telah dibersihkan dan direnovasi. Keduanya dapat digunakan kembali untuk salat jumat pada hari ini, 22 Maret 2019. Ribuan jemaah diprediksi akan hadir di Masjid Al Noor.

Dikutip dari laman The Guardian, Gamal Fouda, imam masjid Al Noor, mengatakan akan ada 3.000 hingga 4.000 orang yang akan memadati Hagley Park — yang lokasinya bersebrangan dengan masjid Al Noor.

Perdana Menteri Jacinda Ardern juga dijadwalkan akan menyimak kumandang azan salat Jumat pada pukul 13.30 waktu setempat.

Sebagian besar stasiun televisi dan radio juga berencana menyiarkan secara langsung acara tersebut.

Simak pula video pilihan berikut:

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengumumkan akan menyiarkan azan secara langsung di stasiun TV dan Radio. Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada korban teror Christchurch.

Solidaritas Korban Teror, Wanita New Zealand Ramai-ramai Berkerudung

Wellington – Kaum wanita New Zealand ramai-ramai mengenakan kerudung sebagai aksi solidaritas dan pernyataan sikap damai untuk umat muslim menyusul teror dua masjid di Christchurch. Aksi solidaritas ini digelar melalui kampanye di media sosial dengan tagar #HeadScarfforHarmony.

Seperti dilansir AFP, Jumat (22/3/2019), Rafaela Stoakes (32) yang merupakan ibu dua anak menyatakan bahwa memakai kerudung di kepala memberikan pemahaman soal seperti apa rasanya menjadi menonjol dan menjadi bagian dari kelompok minoritas.

Aksi solidaritas memakai kerudung yang dilakukan kaum wanita di New Zealand ini dilakukan bersamaan dengan momen renungan nasional yang digelar di Hagley Park, sebuah lapangan di depan Masjid Al Noor, salah satu lokasi teror. Azan dan momen mengheningkan cipta disiarkan langsung oleh televisi nasional New Zealand.

Pada Jumat (22/3) pagi waktu setempat, Stoakes memakai kerudung warna merah-putih untuk menutupi seluruh kepalanya, kecuali beberapa helai rambutnya. Dia menyilangkan kerudung dengan rapi di bawah dagunya, kemudian memasukkan bagian ujung ke dalam jaketnya.
Stoakes hanyalah satu dari sekian banyak wanita di New Zealand yang mempraktikkan kampanye solidaritas #HeadScarfforHarmony, sebagai wujud perlawanan terhadap kebencian yang ditebarkan pelaku teror di dua masjid yang menewaskan 50 orang.

Kerudung juga dikenakan oleh para polisi wanita dan relawan non-muslim yang bertugas mengarahkan para hadirin dalam acara renungan nasional di Hagley Park. Hal ini dilakukan sebagai wujud penghormatan untuk komunitas muslim. Renungan nasional yang dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern diawali dengan panggilan azan yang menggema di seluruh wilayah New Zealand. Panggilan azan itu disiarkan secara langsung oleh televisi dan radio setempat.

Momen mengheningkan cipta selama dua menit dan salat Jumat berjamaah juga digelar di Hagley Park. Sebagai wujud simbolis untuk melindungi umat muslim yang sedang menjalankan salat, warga non-muslim yang turun hadir membentuk barisan di belakang jemaah saat salat Jumat berlangsung.

Kembali ke aksi solidaritas mengenakan kerudung, banyak wanita New Zealand yang baru pertama kali memakainya. “Luar biasa betapa berbedanya perasaan saya saat saya pergi keluar pagi ini. Ada banyak pandangan bingung dan sedikit pandangan agresif,” tutur Stoakes.

“Saya merasa bangga bisa memberikan penghormatan untuk teman-teman muslim saya, tapi saya juga merasa rapuh dan sendirian karena saya menjadi satu-satunya orang yang mengenakannya (kerudung). Pasti dibutuhkan banyak keberanian untuk memakainya setiap hari,” ucapnya.

Kaum wanita di New Zealand membanjiri media sosial seperti Twitter dan Facebook dengan foto-foto mereka memakai kerudung sebagai aksi solidaritas. Kate Mills Workman (19) yang seorang mahasiswi dari Wellington, memposting selfie dirinya sedang memakai kerudung warna hijau di Twitter.

“Jika saya bisa, saya akan mendatangi masjid dan berdiri di luar untuk menunjukkan dukungan saya untuk whanau saya, tapi saya ada jadwal kuliah dan saya sungguh tidak bisa bolos,” ucapnya kepada AFP, menggunakan bahasa Maori untuk ‘keluarga besar’.

“Jelas, ini semua dipicu oleh tragedi mengerikan di Christchurch, tapi juga menjadi cara untuk menunjukkan bahwa setiap bentuk usikan atau kefanatikan yang didasarkan simbol agama tidak dibenarkan,” imbuh Workman.

“Sebagai warga New Zealand, kita harus membuat pijakan yang sangat kuat,” ujarnya.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jumlah Korban Tewas Kapal Feri Tenggelam di Irak Jadi 71 Orang

Mosul – Korban kecelakaan Kapal Feri di Sungai Tigris, Mosul, Irak bertambah. Sebanyak 71 orang tewas.

Seperti dilansir AFP, Kamis (21/3/2019), kapal Feri yang tenggelam diduga kelebihan muatan. Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan merayakan hari pertama musim semi.

“Kapal itu tenggelam karena terlalu banyak penumpang, lebih dari seratus penumpang,” kata seorang pejabat keamanan lain di Mosul kepada AFP.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak, Mayor Jenderal Saad Maan mengatakan, 71 orang tewas termasuk 19 anak-anak. Sementara 55 orang berhasil diselamatkan.

Kapal itu penuh dengan pria, wanita dan anak-anak menyeberangi Tigris untuk pergi ke area piknik yang populer. Pihak berwenang telah memperingatkan orang-orang untuk berhati-hati setelah beberapa hari hujan lebat menyebabkan air dilepaskan melalui bendungan Mosul. Sehingga volume air sungai naik.
(idn/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketika Selebriti Hollywood Berdonasi untuk Korban Penembakan di Selandia Baru

Jakarta Peristiwa penembakan di Selandia Baru juga turut membuat sejumlah selebriti Hollywood menunjukan rasa simpatinya dan kepeduliannya untuk korban. Mereka pun mengumpulkan donasi. Aksi tersebut diprakarsai oleh produser Guy Oseary.

Guy Oseary mulai mengumpulkan donasi melalui GoFundMe dengan target mendapatkan USD 100 ribu. Donasi tersebut rencananya diberikan kepada korban selamat dan keluarga korban meninggal penembakan di Selandia Baru.

Dibuka beberapa jam sejak peristiwa berdarah tersebut, ketika berita ini diturunkan sudah mencapai jumlah uang USD 137.805 atau sekitar Rp 1,9 miliar. Dari donasi yang terkumpul ternyata banyak dari selebriti Hollywood yang ikut menyumbang.

Di antaranya adalah Ashton Kutcher, Ben Stiller, Ava DuVernay, dan Judd Apatow yang masing-masing menyumbang sebesar USD 1.000. Kemudian, Chris Rock sebesar USD 5 ribu. Serta, penyanyi Madonna yang mendonasikan sebesar USD 10 ribu.

Dilansir dari Aceshowbiz, Rabu (20/3), tak hanya selebriti dan penyanyi yang menyumbang. Desainer seperti Rachel Zoe dan Lorraine Schwartz juga turut berdonasi untuk korban penembakan.

Lakukan 4 Hal Ini agar Tak Jadi Korban Skimming ATM

Liputan6.com, Jakarta Kasus duplikasi kartu (skimming) pada sejumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) miliki perbankan nasional kembali mencuat. Tentunya ini sangat meresahkan dan menimbulkan traumatik bagi orang-orang yang hendak bertransaksi melalui mesin ATM.

Bagaimana tidak? sudah ada ribuan nasabah yang menjadi korban dari kejahatan skimming ATM ini. Oleh karena itu, nasabah dianjurkan untuk dapat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi di mesin ATM.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Apakah ada cara untuk dapat mencegah tindak kejahatan ini agar tidak menimpa kita? Tenang, karena ternyata ada cara yang bisa Anda lakukan. Mau tahu apa saja?

Berikut tipsnya yang dikutip dari laman [Laruno.com](http://laruno.com/ “”):

1. Berhati-hatilah menentukan lokasi untuk menggunakan mesin ATM

Hindarilah bertransaksi menggunakan ATM di pusat perbelanjaan, toko-toko, restoran terutama bandara. Tempat-tempat ini begitu rentan terhadap kasus pencurian. Intinya, hindarilah untuk menggunakan mesin-mesin ATM yang berada di luar bank yang tidak ada penjagaannya.

RS Bhayangkara Papua Sediakan Ruang Tunggu bagi Keluarga Korban Banjir Sentani

Jakarta – Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Papua menyediakan ruang tunggu untuk keluarga korban banjir bandang di Jayapura, Papua. RS Bhayangkara ingin memberikan rasa nyaman kepada keluarga yang menunggu hasil identifikasi tim DVI.

“Kami sudah siapkan sejak hari pertama, tapi rata-rata keluarga lebih suka menunggu di depan ruang jenazah RS Bhayangkara,” kata Kabid Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Papua Kombes Pol dr Ramon A, seperti dikutip dari Antara, Kamis (21/3/2019).

Ruang tunggu itu berada di depan kantor Bid Dokes Polda Papua. Tersedia pula tenda dengan 50an kursi tunggu.


“Tentunya juga kami siapkan air hangat, teh dan kopi bagi keluarga korban,” kata Ramon.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal meminta kepada keluarga korban untuk sabar menunggu hasil identifikasi. Jika ada sesuatu untuk mengenali korban, bisa melaporkan kepada pihak rumah sakit.

“Akan lebih cepat terbantu, jika ada warga yang merasa kehilangan keluarga bisa melaporkan kepada kami dengan ciri-ciri korban, sehingga bisa mempercepat proses identifikasi,” katanya.

Untuk diketahui, tiga distrik di Pemkab Jayapura, yakni Sentani, Waibu, dan Sentani Barat, diterjang banjir bandang pada Sabtu (16/3). Akibatnya, 104 orang meninggal dunia, 93 jiwa dilaporkan hilang, 75 orang mengalami luka ringan, dan 84 orang mengalami luka berat. Sementara itu, jumlah korban terdampak di tiga distrik sebanyak 11.725 keluarga.
(aik/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi New Zealand Rilis 5 Nama Korban Tewas Dalam Serangan di Christchurch

Christchurch

Kepolisian Selandia Baru secara resmi merilis nama lima korban yang ditembak mati di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru sebagai bagian dari dugaan serangan teror nasionalis berkulit putih.

Poin inti NZ rilis jasadkorbanPoin inti:

  • Korban termuda dari serangan itu baru berusia tiga tahun
  • Haji Daoud Nabi, 71, adalah korban tertua dan yang pertama kali diidentifikasi
  • Beberapa dari mereka yang terbunuh bergegas menyelamatkan orang lain selama penembakan

Serangan yang terjadi pada hari Jumat (15/3/2019), yang diyakini dilakukan oleh pria Australia berusia 28 tahun, Brenton Tarrant, adalah pembunuhan massal di masa damai terburuk di Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang.

Rilis ini menandai pengungkapan resmi pertama nama-nama korban oleh kepolisian Selandia Baru, yang telah bekerja mengidentifikasi mayat-mayat itu sebagai bagian dari penyelidikan mereka.

Keluarga dari para korban sebelumnya telah mendapat pemberitahuan tidak resmi tentang jasad mereka pasca serangan terjadi.

Namun, nama-nama yang secara resmi dirilis oleh polisi hari ini bukan satu-satunya nama yang telah muncul secara publik sejauh ini.

Dua nama lain terungkap secara tidak resmi hari ini – nama Khalid Mustafa, 44, dan putranya Hamza, 15 – selama pemakaman pertama para korban.

Selanjutnya 50 orang juga dilaporkan terluka dalam serangan itu, 12 di antaranya masih dalam kondisi kritis.

Inilah yang kita ketahui sejauh ini tentang lima korban pertama yang disebutkan oleh polisi.

Mucaad Ibrahim, 3 tahun Mucaad IbrahimMucadIbrahim berusia 3 tahun berada di Masjid AlNoor bersama saudara laki-laki dan ayah mereka ketika pria bersenjata masuk dan melepaskan tembakan.

AP: Abdi Ibrahim

ia ditembak mati di masjid Al Noor.

Bocah laki-laki ini menghadiri shalat Jumat bersama ayah dan kakaknya, Abdi.

Ketika serangan itu dimulai, Abdi lari menyelamatkan diri sementara ayahnya berpura-pura mati. Tapi Mucaad hilang dalam kekacauan.

Media The New Zealand Herald melaporkan bahwa keluarganya berusaha keras mencari sang balita ini di rumah sakit Christchurch dan kemudian mengunggah foto Mucaad, sedang tersenyum bersama saudaranya Abdi dengan tulisan: “Sesungguhnya kami milik Tuhan dan kepada-Nya kami akan kembali. Kami akan selalu merindukanmu saudara ku yang terkasih”.

Junaid Ismail, 36 tahun Junaid Ismail dari Christchurch Ayah dari 3 anakJunaidIsmail, tewas terbunuh di masjid AlNoor.

Supplied

Junaid Ismail meninggal di masjid Al Noor, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh polisi.

Seorang teman yang mengunggah kabar tentang kematian Ismail di Facebook mengatakan dia telah menikah dan memiliki tiga anak kecil, dan bahwa keluarga memiliki usaha sebuah toko di sudut jalan di pinggiran Christchurch, Hornby.

Saudara kembarnya Zahid Ismail mengatakan kepada The New Zealand Herald pada hari Selasa (19/3/2019) bahwa keluarganya telah memohon kepada Pemerintah untuk merilis jasad Junaid.

Keluarga dari korban yang terbunuh dalam serangan itu menjadi frustrasi dengan penyerahan jasad para korban tewas yang lambat.

“Saya ingin Junaid dibawa kembali ke keluarga saya karena hanya itu yang dapat saya pengaruhi sekarang,” kata Zahid Ismail kepada surat kabar itu.

Polisi Selandia Baru mengatakan mereka memahami kekhawatiran keluarga, tetapi adalah prioritas mereka untuk “memastikan tidak ada kesalahan yang dilakukan”.

KamelMohdKamalKamelDarwish, 38 tahun

Darwish, seorang warga negara Yordania, juga tewas di masjid Al Noor.

Dia menikah dan memiliki tiga anak berusia antara dua dan tujuh tahun yang masih tinggal di Yordania, menurut Radio Selandia Baru.

Dia dilaporkan bermigrasi ke Selandia Baru sekitar enam bulan lalu.

Saudaranya, Zuhair Darwish, mengatakan kepada penyiar bahwa Darwish telah mengajukan visa sehingga ketiga anaknya dapat bergabung dengannya.

“Sangat sulit untuk tinggal di Yordania dan aku bilang padanya, ke sini, itu tempat terbaik untuk membesarkan anakmu,” katanya.

“Semua orang tidak bisa mempercayainya … aku tidak bisa mempercayainya.”

HatiMohemmedDaoud Nabi, 71 tahun

Hati Mohemmed Daoud Nabi terbunuh di masjid Al Noor.

Dia diidentifikasi dalam pidato dari Perdana Menteri Jacinda Ardern sebagai orang yang membuka pintu masjid untuk penembak.

“[Bapak Nabi] mengucapkan kata-kata ‘Halo saudara, selamat datang’. Kata-kata terakhirnya,” kata Ardern.

“Tentu saja, dia tidak tahu kebencian yang ada di balik pintu, tetapi sambutannya memberi tahu kita begitu banyak – bahwa dia adalah anggota dari keyakinan yang menyambut semua anggotanya, yang menunjukkan keterbukaan, dan perhatian.”

Putranya, Yama Nabi, mengatakan ayahnya datang ke Selandia Baru dari Afghanistan pada tahun 1977.

Yama dan Omar Nabi meyakini ayah mereka tewas di dalam serangan di masjid al noorYama dan Omar Nabi meyakini ayah mereka tewas di dalam serangan di masjid alnoor

ABC News: Mazoe Ford

Putra lainnya, Omar Nabi, berkata bahwa dia ingin membawa ayahnya kembali Afghanistan untuk dimakamkan.

“Ayah saya akan dimakamkan. Saya ingin membawanya kembali ke Afghanistan, ini adalah tanah kelahirannya,” kata Nabi.

Dia mengatakan dia tidak akan pernah menyangka hal seperti ini bisa terjadi di Christchurch.

“Tidak sama sekali, ini orang Selandia Baru, sangat multikultural. Tidak banyak kata yang bisa saya katakan tentang apa yang terjadi di sini karena begitu tenang dan santai,” katanya.

Mohsen Mohammed Al Harbi, 63 tahun Mohsen Mohammed Al Harbi Putera Al Harbi mengatakan ayahnya telah tinggal di Selandia Baru selama 25 tahun.

Supplied

Mohsen Mohammed Al Harbi terbunuh di masjid Al Noor dan diidentifikasi sebagai warga negara Selandia Baru dalam siaran pers polisi.

Laporan media sebelumnya telah mengidentifikasi dia sebagai warga negara Saudi.

Al Harbi difoto sedang dilarikan ke rumah sakit setelah penembakan.

Putranya, Feras Al Harbi, mengatakan kepada surat kabar Arab News bahwa Al Harbi meninggal delapan jam kemudian.

Feras Al Harbi mengatakan ayahnya telah tinggal di Selandia Baru selama 25 tahun, dan adalah seorang imam paruh waktu yang sesekali memberikan khotbah Jumat di salah satu masjid yang menjadi target dalam serangan Christchurch.

Mantan majikannya di Showerwell Home Products, menulis di Facebook bahwa Al Harbi memiliki karakter asli warga Kiwi yang baik hati dan perhatian “.

Istri Harbi, Manal, menderita serangan jantung setelah mencoba menemukan suaminya selama serangan itu, dan berada di rumah sakit dalam kondisi kritis, menurut laporan Arab News.

Jenazahnya telah dibawa ke Arab Saudi untuk dimakamkan di kota Madinah, tulis surat kabar itu.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

<!–

–>
(mae/mae)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Sentani Papua Mencapai 104 Orang

Liputan6.com, Papua – Upaya normalisasi ruas jalan utama Sentani, Jayapura, Papua, tepatnya dari depan markas Yonif 751 hingga kompleks TNI Angkatan Udara Silas Papare terus dilakukan.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (20/3/2019), air banjir masih terus mengalir di sepanjang jalan dan meninggalkan endapan lumpur. Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Bandara Sentani menuju ke Kota Jayapura.

Lantaran lumpur yang mengendap, jalan hanya bisa dilalui satu lajur. Kerja alat berat belum begitu berarti.

Hingga berita ini diturunkan, kompleks perumahan TNI AU Silas Papare masih belum tersentuh alat-alat berat. Sisa hantaman banjir bandang masih seperti hari pertama. Perumahan TNI AU itu masih dipenuhi pasir dan gelondongan kayu. Belum ada tanda-tanda rumah prajurit TNI tersebut kembali dihuni.

Sementara itu, proses evakuasi terhadap korban banjir bandang terus dilakukan baik siang maupun malam. Tim SAR gabungan TNI dan Polri serta relawan terus menyisir kawasan yang belum tersentuh. Seperti di perumahan Gajah Mada.

Dilaporkan saat ini ada sekitar 400 rumah di kompleks ini yang masih digenangi air dan pasir. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, korban banjir bandang dan longsor sudah mencapai 104 orang. 38 sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan pada keluarga.

Korban tewas akibat banjir bandang di Sentani ini diperkirakan terus bertambah, mengingat ada 206 laporan kehilangan. Proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Korban Serangan Teror di Masjid New Zealand Mulai Dimakamkan

Christchurch – Pemakaman pertama para korban penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang, sedang berlangsung.

Para relawan ikut terlibat membantu proses pemakaman dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

Dalam tradisi Islam menyerukan agar jenazah sesegera mungkin dimakamkan, tetapi proses pemakaman korban tembakan tertunda karena proses identifikasi.

Warga Australia, Brenton Tarrant, 28 tahun, yang menyebut dirinya penganut ideologi supremasi kulit putih, didakwa sebagai pelaku pembunuhan.

Pejabat kota Christchurch mengeluarkan panduan ketat kepada media massa menjelang proses pemakaman dan meminta agar keluarga korban dibiarkan sendirian.

“Jenazah akan dibawa ke lokasi, dibawa ke tenda pribadi yang telah dijadikan sebagai area keluarga,” kata juru bicara dewan kota.

“Setelah disalatkan dalam waktu yang pendek, keluarga dan kawan-kawannya akan membawa jenazah ke liang, tempat jenazah akan diletakkan,” tambahnya.

Apa perkembangan terbaru?

Kepolisian Selandia Baru pada Rabu menyebutkan identitas enam korban penembakan di masjid Al Noor.

Pimpinan kepolisian setempat, Komisaris Mike Bush mengatakan 21 mayat telah selesai diidentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga. Pemeriksaan post-mortem terhadap 50 jenazah sudah selesai, kata polisi.

Tetapi beberapa keluarga menyatakan frustrasi dengan proses identifikasi yang beberapa kali tertunda. Mohamed Safi, 23 tahun, yang ayahnya Matiullah Safi meninggal akibat serangan di Masjid Al Noor, mengeluhkan kurangnya informasi.

Dia mengatakan kepada kantor berita AFP: “Mereka hanya mengatakan bahwa mereka sedang melakukan prosedur mereka … Mengapa saya tidak tahu apa yang dilakukan mereka dalam mengidentifikasi jenazah?”

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, polisi mengatakan: “[Kami] sangat menyadari frustrasi oleh keluarga dengan lamanya waktu yang diperlukan untuk proses identifikasi setelah serangan teror Jumat.

“Kami melakukan semua yang kami bisa lakukan, dan secepat mungkin kami akan menyerahkan jenazah korban kepada orang-orang yang mencintainya.”

Layanan imigrasi Selandia Baru mengatakan terus dan akan memproses visa bagi keluarga para korban yang ingin datang dari luar negeri untuk menghadiri pemakaman.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wagub Usul Jenazah Korban Banjir Sentani Papua Segera Dimakamkan

Jayapura – Wagub Papua, Klemen Tinal mengusulkan segera melakukan pemakaman massal jenazah korban banjir bandang di Sentani, Jayapura yang tidak teridentifikasi. Usulan itu juga sudah disetujui para tokoh agama.

“Kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk ditahan lagi, dan terkait ini masyarakat sudah setuju, tokoh agama juga sudah siap,” kata Klemen, saat meninjau lokasi Banjir di Sentani,Jayapura, Papua, yang dilansir Antara, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, lokasi yang akan dijadikan kuburan massal sudah ditunjuk bupati Jayapura. Lokasi itu juga sudah disetujui ondofolo (kepala suku) setempat.

“Lokasi pasti nanti biar Bupati Jayapura yang menjelaskan, namun kami menyampaikan terima kasih kepada ondofolo yang sudah menyediakan tempat pemakaman massal ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan jika dibandingkan dengan kejadian banjir pada 2007, bencana kali ini menyebabkan banyak korban jiwa sehingga diminta agar tidak ada lagi aktifitas di kawasan Cagar Alam Cycloop.

“Jadi tidak boleh ada aktifitas apapun dengan alasan apapun di wilayah cagar alam Cycloop, pemerintah akan tegas terkait hal tersebut,” tambahnya.

BNPB mencatat 89 orang meninggal dunia akibat banjir di Sentani, Jayapura, Papua. Selain itu, 150 orang mengalami luka-luka. Dari 89 orang itu, Posko Induk Tanggap Darurat mencatat 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura. Sedangkan 7 korban tewas akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura.
(rvk/fai)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>