Korban Luka Ledakan di Malaysia Jadi 41 Orang

Kuching – Korban luka akibat ledakan di salah satu mal di Kuching, Malaysia bertambah menjadi 41 orang. Para korban dirawat di rumah sakit umum Sarawak.

Dilansir dari media lokal, New Straits Times, Rabu (5/12/2018), ledakan itu terjadi di sebuah restoran Korea di City One Mega Mall. Akibat ledakan itu, langit-langit restoran runtuh dan menyebabkan 3 orang tewas.

“Kami menerima panggilan darurat pada pukul 3.37 sore dan segera mengirim lebih dari 30 personel, termasuk unit Hazmat (bahan berbahaya) dan EMRS (Emergency Medical Response Service) ke lokasi kejadian. Dari tiga orang yang tewas, dua orang adalah warga lokal dan yang lainnya berasal dari Penang,” ujar Direktur Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Negara, Khirudin Drahman.

Khirudin mengatakan penyelidikan awal mengungkapkan bahwa tabung gas yang meledak digunakan untuk pengelasan yang bekerja di restoran.

“Kami memahami bahwa renovasi restoran akan berakhir hari ini dan akan dibuka besok. Para pekerja restoran dan kontraktor sibuk membuat persiapan akhir pada saat itu. Beberapa dari mereka yang terluka adalah pengunjung tempat perbelanjaan yang kebetulan lewat ketika ledakan terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Kepala Kepolisian Resor Ng Ah Lek mengatakan tidak ada unsur kriminal yang terlibat dalam insiden tersebut. Kasus tersebut dikategorikan sebagai kecelakaan kerja.

“Berdasarkan penyelidikan awal oleh Departemen Kebakaran dan Penyelamatan, telah terjadi kebocoran gas dan ini dinyalakan oleh percikan api dari pekerjaan pengelasan yang terjadi di restoran, menyebabkan tangki bensin meledak. Kasus ini telah diklasifikasikan sebagai kecelakaan di tempat kerja,” katanya di tempat kejadian.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan tak ada WNI yang menjadi korban ledakan di Kuching, Malaysia. Hal itu diketahui setelah Kemlu melakukan koordinasi dengan otoritas setempat.

“Setelah koordinasi dengan otoritas setempat, sejauh ini tidak terdapat informasi adanya korban WNI,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, lewat keterangan tertulis, Rabu (5/12).
(haf/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *