Kontroversi Amien Sebut Pilpres Armageddon

JakartaAmien Rais menyebut hari pencoblosan Pilpres 2019 sebagai armageddon dan perang baratayuda. Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu menjadi kontroversi.

Amien bicara soal Armageddon ini saat memberikan wejangan kepada sejumlah peserta Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke XVII di Yogyakarta. Amien yang merupakan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu bicara soal Pilpres yang bakal ada baratayuda atau armageddon.

Pertemuan itu digelar Rabu (28/11/2018), tepat di malam sebelum pemilihan ketua umum Pemuda Muhammadiyah. Pertemuan digelar di lantai 8 Cavinton Hotel Yogyakarta dihadiri oleh Amien Rais, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan salah satu caketum Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani.

“Ini permainan memang tinggal empat setengah bulan lagi. 17 April itu adalah pertaruhan yang terakhir apakah unsur-unsur PKI akan menang ataukah sebaliknya,” kata Amien Rais dalam video pertemuan yang menyebar di kalangan Muhammadiyah, Jumat (30/11/2018).

Bicara soal Pilpres yang sudah dekat, Amien mendorong Pemuda Muhammadiyah yang hadir untuk konsolidasi. “Ini pertarungan Baratayudha, Armageddon, sudah kurang dari empat setengah bulan. Jadi kita harus betul-betul konsolidasi,” ujar Amien memberikan arahannya.

Armageddon diketahui bermakna bencana besar atau biasa juga disebut sebagai akhir zaman. Bahkan ada juga yang memaknainya sebagai kiamat. Sementara itu Baratayuda dalam pewayangan merupakan perang saudara antara keluarga kurawa dan keluarga pandawa.

PAN mengungkap maksud dari pernyataan tokoh seniornya. Wasekjen PAN Faldo Maldini menyebut Amien mengeluarkan statemen seperti karena prihatin terhadap kondisi negara saat ini. Ia menilai, istilah Armegeddon untuk Pilpres 2019 sebagai sebuah pertanda penentuan nasib bangsa.

“Saya percaya statemennya adalah sesuatu yang mungkin memang kondisi bangsa ini lagi genting gitu. Dengan permasalahan yang kita rasakan, ya ini penentuan nasib bangsa Indonesia ke depan,” ungkap Faldo kepada wartawan di sela acara Diskusi ‘Prospek Politik Kaum Muda’ di Litera Cafe, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (30/11).

Sementara itu Golkar menyoroti narasi Amien yang kembali menimbulkan polemik. Menurut Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, seharusnya Amien tidak mengibaratkan Pilpres 2019 sebagai sebuah peperangan.

“Jangan ditarik-tarik ajang demokrasi ini seperti perang. Rileks saja. Justru kalau Pak Amien Rais selalu menyampaikan narasi peperangan dalam pilpres, membuat demokrasi kita nanti menakutkan,” kata Ace.

Ace mengatakan pilpres tak bertujuan membuat kerusakan. Ia mengimbau agar tak ada lagi narasi yang menimbulkan ketakutan bagi masyarakat.

“Proses itu bukan perang Baratayuda, bukan Armageddon, bukan ajang untuk saling menjatuhkan. Tapi adu program, gagasan, dan ide yang terbaik untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. Pilpres dan pileg itu pesta demokrasi. Sambutlah dengan kegembiraan. Bukan mengembuskan ketakutan,” ujar Ace.

Sementara itu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak berbicara banyak soal pernyataan Amien. Meski tak mengamini sepenuhnya, jubir Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengatakan 17 April 2019 adalah hari krusial dalam menentukan nasib bangsa.

“Yang jelas bagi kami Partai Gerindra dan seluruh masyarakat yang menginginkan perubahan, 17 April adalah hari yang sangat krusial bahwa perubahan nasib bangsa tergantung di tanggal itu,” kata Andre.

“Tentu kami tidak bisa mengomentari lebih jauh soal pernyataan Pak Amien di acara internal tersebut,” tambahnya.

Pernyataan Amien membuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin bersedih. Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding, pilpres seharusnya dilihat sebagai sebuah pesta demokrasi yang menggembirakan.

“Sedih saya, sekarang banyak tokoh, seperti Pak Amien, melihat pilpres itu sebagai perang, sebagai bencana yang akan menghancurkan bumi. Kalau dari kita melihat ini adalah kiamat, perang saudara, maka itu yang akan terjadi nanti karena sebagai pemimpin sudah memilih pandangan seperti itu,” papar Karding.

PKS ikut mengomentari pernyataan Amien. Meski berada dalam satu kubu, PKS menegaskan komitmennya memenangkan Prabowo-Sandiaga dengan cara bermartabat.

PKS berkomitmen untuk menang berkah dan bermartabat dengan menawarkan program kerja Prabowo-Sandi yang berpihak pada rakyat dengan membuka lapangan pekerjaan dan menurunkan harga-harga supaya beban masyarakat turun,” kata Ketua Departemen Politik PKS Pipin Sopian.

Menurut Pipin, Pilpres 2019 bukan sesuatu yang horor jika semua pihak berkompetisi secara fair. Ia pun mengingatkan agar masyarakat memilih paslon secara sungguh-sungguh.
(elz/van)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *