Kondisi Membaik, Bayi Aqila Sudah Keluar dari ICU

Liputan6.com, Jakarta – Usai jalani operasi pemisahan, bayi Aqila dan Azila asal Kendari, Sulawesi Tenggara akan fisioterafi sehingga dapat duduk dan berdiri tegak.

Selain itu, salah satu bayi, Aqilah telah dipindah dari ICU ke ruangan rawat inap RSUD Dr Soetomo usai kondisinya dinyatakan semakin baik.

“hari keenam pascapemisahan Aqilah sehat sudah tanpa infus dan minum penuh. Artinya Aqila dalam kondisi sehat dan diputuskan tim dipindah ke ruangan Bobo,” ujar Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUD Dr Soetomo, dr Agus Harianto di Surabaya, seperti melansir Antara, Selasa (20/8/2019).

Namun, bayi Aqila belum bisa tidur dengan posisi tengkurap karena luka operasi belum kering. Selain itu, selama ini bayi Aqila merasa paling nyaman saat miring karena sejak 17 bulan Aqila dan Azila dempet.

“Tapi nanti dengan dilakukan fisioterapi akan dilatih sehingga mereka bisa duduk, bisa berdiri tegak. Meski memang perlu waktu,” tutur dia.

Agus menuturkan, waktu yang dibutuhkan untuk fisioterapi adalah minimal tujuh hari setelah operasi. Hal itu karena harus menunggu jahitan operasinya mongering.

Sementara itu, kondisi saudara kembar Aqila, bayi Azila juga mengalami perkembangan signifikan. Namun, pemulihannya lebih lama dari pada Aqila karena operasi rekonstruksi cukup besar di tubuh Azila.

“Azila dalam keadaan baik, tidak muntah, tidak kembung dan membuka mata. Ini menunjukkan ada kemajuan. Semoga usaha kami, tim kembar siam RSUD Dr Soetomo membuahkan hasil,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Bayi Aqila dan Azila Jalani Masa Isolasi Selama Seminggu

Sebelumnya,Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya mengantisipasi terjadinya infeksi pasca-operasi pemisahan bayi kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Aqila dan Azila.

Selain itu, bayi Aqila dan Azila juga akan menjalani masa isolasi selama satu minggu setelah operasi pemisahan di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Rabu, 14 Agustus 2019.

“Satu minggu pertama akan diisolasi di ICU agar tidak terjadi infeksi pada bayi,” ujar Wakil Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD Dr Soetomo Surabaya, Poerwadi, di Surabaya, seperti dilansir dari Antara, Kamis, 15 Agustus 2019.

Poerwadi menuturkan, pihaknya mengantisipasi terjadi infeksi pasca-operasi pemisahan. Apalagi operasi pemisahan bayi kembar Aqila dan Azila berlangsung tiga jam lebih.

Luka yang luas serta kurangnya jaringan juga dapat menyebabkan infeksi. Akan tetapi, tim dokter telah mengantisipasi hal itu dengan langkah asepsi dan antisepsis.

Selain itu, pencegahan dilakukan dengan pemberian antibiotika profilaksis. “Infeksi bisa terjadi karena terfusi organ, yaitu aliran darah ke organ menurun karena gangguan pernafasan, gangguan aliran darah, kedinginan dan kebanyakan orang,” ujar dia.

Ia mengakui, tim dokter kesulitan saat memisahkan dinding dada yag cukup luas. Sementara untuk pemisahan liver hanya membutuhkan waktu 40 menit.

Poerwadi optimistis, pasca-operasi pemisahan, harapan hidup terhadap dua bayi itu sangat tinggi. Hal itu melihat kedua bayi yang masing-masing punya organ dalam.

“Harapan hidup tinggi. Masing-masing punya organ dalam. Diagnosis umur satu bulan survival dan bisa dipisahkan. Walaupun bayi hijau ada celah di biliknya,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *