Kelompok Islamis Somalia Klaim Otak Serangan Bersenjata di Kenya

Nairobi – Hotel dan kompleks perkantoran di ibu kota Kenya, Nairobi, diserbu sejumlah pria bersenjata. Serangan itu diklaim oleh kelompok Islam Somalia di Al-Shabaab.

Dilansir Reuters, Rabu (16/1/2019), setidaknya satu tewas dan delapan terluka dalam serangan itu, kata pihak rumah sakit. Polisi memperingatkan, ‘serangan teror’ tersebut mungkin masih akan berlangsung dengan penyerang masih berada di dalam kompleks Riverside Drive 14 kelas atas.

“Pintu utama hotel hancur dan di sana ada lengan manusia di jalanan yang terputus dari bahu,” kata Serge Medic, pemilik perusahaan keamanan Swiss, yang berlari ke tempat kejadian untuk membantu warga sipil ketika dia mendengar serangan tersebut dari sopir taksi.


Medic, yang bersenjata, lantas memasuki gedung dengan seorang polisi dan dua tentara. Namun mereka diserang dan mundur. Ada granat yang tidak meledak tergeletak di lobi.

“Seorang pria mengatakan dia melihat dua pria bersenjata dengan syal di kepala mereka dan peluru,” kata Medic kepada Reuters.

Kenya sering menjadi sasaran oleh Al-Shabaab, yang membunuh lusinan orang di pusat perbelanjaan pada 2013 dan hampir 150 mahasiswa di sebuah universitas pada 2015.

“Kami berada di balik serangan di Nairobi. Operasi sedang berlangsung,” kata Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer kelompok itu.
(gbr/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KSP: Jokowi Konsen Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Liputan6.com, Jakarta Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani membantah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal menangani kasus pelanggaran HAM masa lalu. Dia memastikan, semua kasus dalam penanganan.

“Nggak ada pembiaran, itu jelas. Kasus Paniai ditangani. Ini kan kita menunggu dari Komnas HAM juga bahwa hasil penyelidikan dan lain-lain itu kan dari Komnas HAM setelah selesai nanti ke Kejaksaan Agung,” ujar Jaleswari di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2019).

Pengusutan kasus pelanggaran HAM masa lalu, kata dia, terbentuk mekanisme dan hal teknis lain. Presiden tidak bisa mengintervensi proses investigasi yang tengah dilakukan oleh lembaga dan institusi pemerintah yang sedang bekerja.

Apalagi, kata dia, kasus tersebut cukup kompleks dan memerlukan kerja sama yang baik antar lembaga.

“Presiden memerintahkan itu, tapi presiden juga memberikan keleluasaan kementerian, lembaga, institusi untuk melakukan tugas yang diarahkan presiden. Kita harus menunggu, karena kan alat bukti dan fakta-fakta yang harus dikonstruksikan kembali kan itu butuh waktu,” tuturnya.

2 dari 2 halaman

KSP Monitor

Dia memastikan, Jokowi konsen menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu melalui jajaran di bawahnya. Bukti keseriusan itu juga diwujudkan dengan mengundang keluarga korban untuk berdialog langsung mengenai pelanggaran HAM yang terjadi.

“Tapi kerumitan-kerumitan dalam proses hukum itu lah yang kadang kala kita terhambat. Tapi presiden clear bahwa ini sedang diselesaikan. Proses sedang berjalan. KSP bagian yang terlibat dalam monitoring dan evaluasi,” ucap Jaleswari menandaskan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tak Terima ‘Jogja Istimewa’ Dipakai Kampanye Capres, Kill The DJ Lapor Polisi

Liputan6.com, Yogyakarta – Mohammad Marjuki alias Kill The DJ didampingi kuasa hukumnya melaporkan akun Instagram dan Twitter atas nama CakKhum ke Polda DIY, Selasa (15/1/2019). Akun itu kedapatan mengunggah video lagu Jogja Istimewa yang diubah liriknya menjadi lirik berisi dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor dua, Prabowo dan Sandiaga Uno.

Lirik lagu Jogja Istimewa seharusnya berbunyi Jogja, Jogja tetap istimewa, istimewa negerinya istimewa orangnya, Jogja, Jogja tetap istimewa, Jogja istimewa untuk Indonesia. Namun dalam video yang diunggah oleh akun dengan watermark CakKhum diubah menjadi Jogja Jogja Jogja istimewa, Prabowo Sandi pilihan kita, Jogja Jogja Jogja istimewa, adil dan makmur tujuan kita. Di baris akhir lirik yang diubah tertulis (Emak-emak Jogja).

“Saya tidak terima lagu itu dipakai untuk kampanye, baik paslon Jokowi Amin atau Prabowo Sandi,” ujar Marjuki.

Ia mengungkapkan kasus seperti ini pernah dihadapinya juga. Ketika itu ia melayangkan somasi ke Dinas Kesenian dan Kebudayaan DIY karena menggunakan lagunya tanpa izin.

Marjuki merasa perlu melakukan hal ini karena sebagai seniman harus menjaga Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Apabila ada pihak yang akan menggunakan lagu itu, maka harus izin terlebih dulu kepadanya sebagai pencipta lagu.

Bagi Marjuki, lagu Jogja Istimewa memiliki nilai historis yang luar biasa karena membayar hutang rasanya kepada Yogyakarta.

“Saya tidak ingin mengingkari spirit lagu itu untuk kampanye,” ucapnya. Hal itu juga berlaku pada pemilu 2014, sekalipun ia mendukung Jokowi tetapi tidak menggunakan lagu itu untuk kampanye. Bahkan, ia juga tidak mengizinkan lagu Jogja Istimewa digunakan untuk kepentingan komersial.

Sebelum melaporkan kejadian penggunaan lagunya tanpa izin ke polisi, Marjuki sudah menunggu permintaan maaf resmi dari si pengunggah. Namun, tidak digubris.

“Karena tidak ada, maka laporannya dari sosial media,” tuturnya.

Pada awalnya, nama akun yang terpampang yang dilaporkan, tetapi tetap akan ditelusuri siapa yang dengan sengaja mengganti lirik dan memviralkannya.

Kuasa Hukum Marjuki, Hilarius Ngajimero, mengatakan laporan kepada polisi akan ditingkatkan statusnya.

“Untuk mencari yang bersangkutan kami yakin penyidik sudah memiliki cara yang profesional, tetapi kami tetap membantu penyidik untuk mencari,” kata Hilarius.

Dalam laporannya, ia melampirkan bukti hak cipta lagu Jogja Istimewa serta bukti video dari akun yang mengubah lirik lagu itu. Pasal yang disangkakan adalah UU ITE dengan ancaman sembilan sampai 12 tahun penjara dan UU Hak Cipta dengan ancaman hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

2 dari 3 halaman

Sejarah Lagu Jogja Istimewa

Lagu Jogja Istimewa diciptakan oleh Marjuki pada 2010. Lagu ini viral nyaris bersamaan dengan erupsi Merapi 2010.

Menurut Marjuki, lagu yang dinyanyikan bersama dengan Hip Hop Foundation Ini tidak berkaitan dengan polemik keistimewaan kala itu.

“Lagu ini saya ciptakan setelah membaca sejarah Yogyakarta serta melihat nilai dan semangat Yogyakarta,” ujar Marjuki.

Ia terinspirasi buku Tahta untuk Rakyat dan kalimat Soekarno dalam menciptakan lagu Jogja Istimewa. Terutama, ketika ibukota RI pernah dipindahkan ke Yogyakarta.

Proses menulis lagu Jogja Istimewa juga tidak memakan waktu lama, hanya satu hari.

Melalui laporan ke polisi, Marjuki juga ingin memberikan pembelajaran, di tengah kontestasi politik saat ini banyak orang saling fitnah dan menghina. Ia tidak ingin mewariskan situasi ini kepada generasi selanjutnya.

“Pakai lagu tanpa izin tidak ada etikanya, ini juga tidak ada kaitannya dengan pilihan politik saya,” kata Marjuki.

Sekalipun sampai sekarang ia tetap mendukung Jokowi, namun ia juga akan melaporkan ke polisi apabila lagu ini digunakan oleh tim sukses Jokowi.

3 dari 3 halaman

Kill The DJ Pendukung Jokowi?

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengomentari penggunaan lagu Jogja Istimewa milik Marzuki Mohammad atau yang akrab disapa Kill The DJ. Ace mengklaim Kill The DJ pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Padahal dia pendukung Pak Jokowi loh, yang di Kill the DJ itu kan dia mendukung Pak Jokowi tetapi kita juga engga mau jiplak,” kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1).

Politikus Partai Golkar ini mengatakan seharusnya semua pihak bisa menghargai karya cipta milik orang lain. Salah satu caranya dengan tidak menjiplak lagu tersebut.

“Menurut saya setiap orang seharusnya menghargai karya cipta orang apalagi karya cipta itu sudah populer ya harusnya jangan dijiplak deh gitu kan,” ungkapnya.

Diketahui, sekumpulan ibu-ibu bernyanyi lagu Jogja Istimewa karya Marzuki Mohammad atau akrab disapa Kill The DJ. Namun, mereka menggubah liriknya menjadi dukungan untuk pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi.

Ulah menggubah lirik lagu tersebut membuat Kill The DJ meradang. Lagu ini dia populerkan bersama grup rapper Javahiphop.

Gubahan lirik Jojga Istimewa diunggah akun Twitter @CakKHUM pada 10 Januari lalu. Pengunggah memberikan keterangan pada video berdurasi 39 detik itu dengan kalimat “Emak-emak Jogja Kompaknya Mantul”

Pengunggah kemudian menambahkan sejumlah hastag. Seperti #2019TidakPilihPetugasPartai, #2019GantiPresiden, #2019PrabowoPresidenRI.

Tampak dalam video itu sejumlah ibu-ibu bersama-sama bernyanyi.

Jogja Jogja..Jogja Istimewa

Prabowo-Sandi Pilihan Kita

Jogja Jogja..Jogja Istimewa

Adil dan Makmur Tujuan Kita

(Emak-emak Jogja)

Tak sepakat karya ciptanya dipakai dan diubah tanpa pemberitahuan, Marzuki langsung meluapkan kekesalan di akun Twitter miliknya.

“Maling laguuuu b***** !!! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres !!!”

Tulisan itu dia unggah 14 Januari 2019 kemarin. Sampai hari ini telah di retweets sebanyak 11.085 kali dan disukai 5,695.

 Reporter: Sania Mashabi

Saksikan video piliihan di bawah ini:

Wakil Ketua TKN Jokowi Tantang Kubu Prabowo Beberkan Rekam Jejak Selama Ini

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, Johnny G Plate meminta pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk membuka rekam jejaknya. Hal itu penting agar masyakarat mengetahui rekam jejak pasangan calon dari masing-masing kubu.

“Sedangkan pesaing Pak Prabowo dan Pak Sandiaga masyarakat menilai dan kami harapkan untuk membuka seluruh rekam jejaknya sehingga masyarakat mempunyai informasi yang berimbang,” kata Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Dia mengatakan, Jokowi memiliki rekam jejak yang cukup baik. Mulai dari tak ada rekam jejak korupsi hingga soal penanganan terorisme. Jokowi, lanjut dia, juga tidak pernah terkait masalah HAM.

“Tidak terkait masalah terorisme dalam rekam jejaknya. Karenanya kita percaya tokoh sebersih ini yang dibutuhkan oleh Indonesia,” ujar Johnny tantang Prabowo.

2 dari 3 halaman

Kinerja Baik

Menurut dia, Jokowi juga memiliki kinerja yang cukup baik dalam pemberantasan terorisme. Itu terlihat dari stabilitas politik Indonesia yang baik.

“Program lanjutan Pak Jokowi yang sampai saat ini dirasakan masyarakat, di mana stabilitas politik kita baik tindakan terorisme tanpa kompromi baik terorisme dalam negeri maupun terorisme global terorisme antar negara,” ucap Johnny.


Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Neraca Perdagangan Indonesia Sepanjang 2018 Defisit USD 8,57 Miliar

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit sebesar USD 1,10 miliar pada Desember 2018. Dengan demikian sepanjang 2018 Indonesia defisit sebesar USD 8,57 miliar.

“Neraca perdagangan pada bulan Desember 2018 defisit 1,10 miliar, ini lebih kecil dari November USD 2,05 miliar. Masih defisit tapi mengecil,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Defisit neraca perdagangan pada Desember 2018 disumbang oleh impor sebesar USD USD 15,28 miliar. Angka ini turun sekitar 9,60 persen jika dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya.

“Impor Desember 2018 sebesar USD 15,28 miliar, kalau dibandingkan dengan nilai impor November 2018 itu turun sebesar 9,60 persen. Ini disebabkan impor migas turun tajam 31,45 persen sementara impor nonmigas turun 5,14 persen,” jelasnya.

Selain impor, defisit neraca perdagangan juga dipengaruhi oleh nilai ekspor Indonesia pada Desember 2018. Di mana ekspor bulan Desember mengalami penurunan cukup besar sebesar 4,89 persen menjadi USD 14,18 miliar jika dibandingkan dengan November 2018.

“Ekspor pada Desember 2018, sebesar 14,18 miliar turun 4,89 persen dibandingkan November 2018,” pungkas Suhariyanto.

2 dari 3 halaman

Prediksi

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo menyebut bahwa neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018 masih akan mengalami defisit. 

“Neraca perdagangan kita tunggu saja, Kalau masih defisit, defisit. Tapi yang penting trennya yang menurun ya,” kata Dody saat ditemui di Kompleks Masjid BI, Jakarta, pada Jumat 11 Januari 2019.

Dody mengatakan, sepanjang 2018 tekanan dari sisi impor masih cukup tinggi. Sehingga tidak menutup kemungkinan neraca perdagangan Indonesia 2018 akan kembali mengalami defisit.

“(Kita lihat) penyebabnya apakah kenaikan yang tajam dari ekspor atau kenaikan yang tajam dari impor tentunya tren kita lihat dan kita melihat juga impor barang modal yang terkait investasi mendorong impor tinggi, tapi trennya ke arah penurunan,” katanya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Alat Pendeteksi Bencana Akan Dijaga Anggota TNI

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyetujui usulan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo agar alat pendeteksi bencana alam dijaga oleh TNI.

Jokowi telah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengeluarkan surat perintah untuk menjaga dan mengamankan alat pendeteksi bencana.

“Saya laporkan ke Bapak Presiden, kalau boleh alat deteksi ini dianggap ‎sebagai obyek vital nasional yang harus diamankan oleh unsur TNI. Presiden sudah menugaskan Panglima TNI agar mengeluarkan surat perintah bahwa alat ini dijaga oleh unsur TNI,” ujar Doni di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Menurut dia, penjagaan ini untuk mencegah alat pendeteksi bencana mengalami kerusakan dan hilang baik karena faktor alam maupun ulah manusia. Doni mengaku pihaknya akan memperjuangkan anggaran untuk pemeliharaan alat pendeteksi bencana.

“Selama ini alat sudah dipasang, dikelola oleh BMKG bersama BPPT. Habis itu tidak ada kontrol, tidak ada yang bertanggung jawab. Menjaga ini kan butuh biaya‎,” katanya.

Doni mengatakan berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) alat pendeteksi bencana alam di sejumlah titik mengalani kerusakan serta hilang. Untuk itu, dia berjanji segera memperbaiki alat pendeteksi yang rusak serta melakukan pengadaan terhadap alat yang hilang.

“Tadi pagi kita sudah rapat, saya katakan kalau boleh kurang dari tiga bulan mulai dari perencanaan sampai pengadaan alat dan tergelar. Kita kan tidak tahu bisa saja terjadi bencana detik ini, jam ini minggu ini bulan depan dan sebagainya,” jelas Doni.

2 dari 3 halaman

Evaluasi

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta jajarannya mengevaluasi sistem peringatan dini bencana yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menurut dia, sistem peringatan dini juga harus dipastikan dalam kondisi yang baik sehingga masyarakat dapat meminimalisir apabila bencana datang.

“Yang berkaitan dengan sistem peringatan dini, ini agar dievaluasi, dicek di lapangan dan pengujian dan pengorganisasi sistem peringatan dini betul-betul semua pada posisi yang baik. Ini agar rakyat bisa tahu, sehingga korban yang ada bisa minimalkan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas dengan topik ‘Peningkatan Kesiagaan Menghadapi Bencana’ di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Jokowi mengingatkan agar kesiapan manajemen kebencanaan serta koordinasi dan sinergi seluruh lembaga pemerintahan dari pusat hingga daerah diperkuat.Sehingga, kata dia, semua pihak bisa merespons bencana dengan cepat.

“Dan melakukan simulasi penanganan bencana secara berkala dan berkesinambungan, secara rutin,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Presiden Jokowi Setujui Alat Pendeteksi Bencana Dijaga TNI

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyetujui usulan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo agar alat pendeteksi bencana alam dijaga oleh TNI.

Jokowi telah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengeluarkan surat perintah untuk menjaga dan mengamankan alat pendeteksi bencana.

“Saya laporkan ke Bapak Presiden, kalau boleh alat deteksi ini dianggap ‎sebagai obyek vital nasional yang harus diamankan oleh unsur TNI. Presiden sudah menugaskan Panglima TNI agar mengeluarkan surat perintah bahwa alat ini dijaga oleh unsur TNI,” ujar Doni di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Menurut dia, penjagaan ini untuk mencegah alat pendeteksi mengalami kerusakan dan hilang baik karena faktor alam maupun ulah manusia. Doni mengaku pihaknya akan memperjuangkan anggaran untuk pemeliharaan alat pendeteksi bencana.

“Selama ini alat sudah dipasang, dikelola oleh BMKG bersama BPPT. Habis itu tidak ada kontrol, tidak ada yang bertanggung jawab. Menjaga ini kan butuh biaya‎,” katanya.

Doni mengatakan berdasarka laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) alat pendeteksi bencana alam di sejumlah titik mengalani kerusakan serta hilang. Untuk itu, dia berjanji segera memperbaiki alat pendeteksi yang rusak serta melakukan pengadaan terhadap alat yang hilang.

“Tadi pagi kita sudah rapat, saya katakan kalau boleh kurang dari tiga bulan mulai dari perencanaan sampai pengadaan alat dan tergelar. Kita kan tidak tahu bisa saja terjadi bencana detik ini, jam ini minggu ini bulan depan dan sebagainya,” jelas Doni.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta jajarannya mengevaluasi sistem peringatan dini bencana yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

2 dari 2 halaman

Dipastikan dalam Kondisi Baik

Menurut dia, sistem peringatan dini juga harus dipastikan dalam kondisi yang baik sehingga masyarakat dapat meminimalisir apabila bencana datang.

“Yang berkaitan dengan sistem peringatan dini, ini agar dievaluasi, dicek di lapangan dan pengujian dan pengorganisasi sistem peringatan dini betul-betul semua pada posisi yang baik. Ini agar rakyat bisa tahu, sehingga korban yang ada bisa minimalkan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas dengan topik ‘Peningkatan Kesiagaan Menghadapi Bencana’ di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Jokowi mengingatkan agar kesiapan manajemen kebencanaan serta koordinasi dan sinergi seluruh lembaga pemerintahan dari pusat hingga daerah diperkuat.Sehingga, kata dia, semua pihak bisa merespons bencana dengan cepat.

“Dan melakukan simulasi penanganan bencana secara berkala dan berkesinambungan, secara rutin,” ujarnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

‎Kepala BNPB Usul Alat Deteksi Tsunami Dijaga Layaknya Objek Vital Nasional

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar alat pendeteksi tsunami mendapatkan pengamanan layaknya objek vital. Hal ini untuk mencegah alat pendeteksi tersebut rusak dan hilang.

“Sebagian alat deteksi tsunami‎ memang hilang. Ada juga yang alatnya masih ada tapi tidak berfungsi. Tadi saya laporkan ke Bapak Presiden bahwa kalau boleh alat-alat deteksi ini dianggap sebagai ‘objek vital nasional’. Dan harus diamankan oleh unsur TNI,” ujar Doni di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Doni menjelaskan, apabila alat pendeteksi tsunami tidak berfungsi akan sangat berbahaya lantaran masyarakat di pesisir pantai tidak mendapat informasi tsunami. Alhasil, akan menimbulkan korban banyak.

“Artinya kalau terjadi sesuatu tsunami korbannya sangat banyak. Korban bisa saja melampaui korban tsunami yang sebelumnya,” katanya.

‎Doni menuturkan Presiden Jokowi memberikan arahan kepada untuk segera melakukan pemasangan tanda-tanda peringatan di seluruh kawasan rawan bencana. Ada dua wilayah yang rawan terhadap bencana.

“‎Untuk lokasi pemasangan tanda peringatan, itu sesuai dengan pendapat para pakar mulai dari selat Sunda, kawasan timur hingga selatan Pulau Jawa dan kawasan barat Sumatera,” jelas Doni.

2 dari 3 halaman

Evaluasi Peringatan Dini Bencana

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta jajarannya mengevaluasi sistem peringatan dini bencana yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menurut dia, sistem peringatan dini juga harus dipastikan dalam kondisi yang baik sehingga masyarakat dapat meminimalisir apabila bencana datang.

“Yang berkaitan dengan sistem peringatan dini, ini agar dievaluasi, dicek di lapangan dan pengujian dan pengorganisasi sistem peringatan dini betul-betul semua pada posisi yang baik. Ini agar rakyat bisa tahu, sehingga korban yang ada bisa minimalkan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas dengan topik ‘Peningkatan Kesiagaan Menghadapi Bencana’ di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Jokowi mengingatkan agar kesiapan manajemen kebencanaan serta koordinasi dan sinergi seluruh lembaga pemerintahan dari pusat hingga daerah diperkuat. Sehingga, kata dia, semua pihak bisa merespons bencana dengan cepat.

“Dan melakukan simulasi penanganan bencana secara berkala dan berkesinambungan, secara rutin,” ujar Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kepada Habibie, Jokowi Sampaikan Kondisi Politik Indonesia Jelang Pemilu

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan videoconference dengan Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Melalui videoconference itu, Jokowi menanyakan kabar Habibie yang tengah menjalani pengobatan di Jerman.

“Kami ingin mendapatkan kabar mengenai kesehatan beliau yang kita lihat semuanya tadi beliau kesehatannya prima dan kita doakan bersama beliau tetap diberikan kesehatan yang baik oleh Allah SWT,” ujar Jokowi usai videoconfrence di Presidential Lounge Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Kepada Habibie, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan bahwa kondisi politik dan ekonomi di Indonesia baik dan kondusif menjelang Pilpres dan Pileg 2019.

“Saya tadi juga mengabarkan mengenai keadaan di Idonesia mengenai ekonomi, yang berjalan baik, politik juga berjalan baik. Proses menuju ke pemilihan legislatif dan pemilihan presiden juga dalam keadaan yang baik itu yang kami kabarkan,” jelas Jokowi.

Jokowi mengaku juga menanyakan pendapat Habibie tentang rencana pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara besar-besaran. Pengembangan SDM ini akan dilakukan dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Menurut Jokowi, dalam tanggapannya tadi Habibie menekankan pada bidang pendidikan. Jokowi mengatakan bahwa Habibie menginginkan agar pemerintah fokus pada pengembangan vokasi serta memperbanyak pelatihan.

“Pendidikan dan pembudayaan. Jadi pembudayaan beliau menyampaikan itu. Jadi budaya produktivitas, kedisiplinan kemudian kerja keras, itu yang beliau sampaikan,” kata Jokowi.

2 dari 3 halaman

Kesehatan Habibie

Sementara itu, Habibie menyampaikan bahwa kesehatan dirinya semakin membaik setelah pengobatan. Habibie menceritakan bahwa dirinya akan menjalani operasi untuk kesehatannya.

“Waalaikumsalam. Baik, makin sehat. Setelah diperbaiki, bukan hanya ginjal tetapi juga mata, nanti bulan depan mata kiri-kanan dioperasi tapi enggak berat karena ganti lensa aja,” jawab Habibie.

Jokowi pun mendoakan Habibie diberikan kesehatan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memastikan bahwa pemerintah akan membantu penyediaan fasilitas jika diperlukan dalam menjalani perawatan kesehatan.

“Kalau ada hal-hal yang diperlukan kami sudah perintahkan ke Mensesneg untuk layanan kesehatan yang diperlukan Bapak, kami siap untuk melayani,” jelas Jokowi.

“Ya terima kasih, syukur Alhamdulillah sampai sekarang saya dicover asuransi,” timpal Habibie.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jokowi Harap Penemuan CVR Lion Air Perjelas Sebab Pesawat Jatuh

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi penemuan Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP oleh Tim Penyelam (Kopaska & Dislambair) Koarmada I. CVR itu ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya Lion Air rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang di perairan Karawang, Jawa Barat.

“Ya kita sangat menghargai penemuan CVR yang ditemukan oleh Kopaska,” ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/1/2019).

Jokowi berharap penemuan CVR dapat memperjelas penyebab kecelakaan Lion Air JT-610 tersebut.

“Sehingga ini nanti akan lebih memperjelas kecelakaaan pesawat yang kemarin ini terjadi disebabkan oleh apa. Kita bisa membuka, bisa terang benderang nanti kalau ini sudah ditemukan,” kata Jokowi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal, mengatakan, tim penyelam (Kopaska & Dislambair) Koarmada I berhasil mendapatkan Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610 yang jatuh 29 Oktober 2018 lalu.

“Alhamdullilah indikasi awal CVR berhasil ditemukan,” kata Zaenal saat dihubungi Liputan6.com, Senin (14/1/2019).

CVR ini ditemukan tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP pada pukul 08.40 WIB, 14 Januari 2019. Pencarian berlangsung selama seminggu, dari 8 Januari 2019.

2 dari 2 halaman

18 Penyelam

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Laksda TNI Harjo Susmoro mengatakan, pihaknya melibatkan 18 penyelam dari Dislambair Koarmada dan tiga orang dari Kopaska.

Alat yang digunakan pun untuk mencari bagian black box ini pun terbilang canggih. Seperti Multibeam Echosounder (MBES), Sub Bottom Profiling (SBP), Magnetometer, Side Scan Sonar, ADCP serta peralatan HIPAP yang disinyalir mendeteksi sinyal dari black box Lion JT 610.

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat. Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant).

Pesawat Lion Air dilaporkan hilang kontak 13 menit setelah take off dari Bandara Soekarno Hatta pada 06.20 WIB. Pesawat telah dipastikan terjatuh di Tanjung Karawang. Seluruh penumpang dipastikan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.


Saksikan video pilihan di bawah ini: