Pelatih Persib Sarankan Kompetisi Sepak Bola Indonesia Gunakan VAR

Liputan6.com, Bandung – Pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic, menyarankan penggunaan Video Assistance Referee (VAR) di kompetisi sepak bola Indonesia. Menurut Radovic, VAR akan membuat sepak bola Indonesia lebih baik.

Pelatih Persib asal Montenegro itu menilai VAR bakal sangat membantu kinerja perangkat pertandingan dalam mewujudkan laga yang adil di sepak bola Indonesia.

“Saya pikir di sini Indonesia bagus kalau pakai VAR, saya berharap bisa pakai VAR,” ujar Radovic, seperti dilansir situs Persib.

Dengan penggunaan VAR, keputusan kontroversial dapat diminimalisir. Sebab, Radovic menyatakan, wasit juga memiliki kelemahan dan keraguan yang dapat dituntaskan dengan VAR review.

“Bisa wasit kasih offside tapi VAR tidak offside. VAR bantu wasit, bantu pemain, bantu coach, bantu suporter karena itu clear,” jelas pelatih yang baru menukangi Persib sejak Desember 2018 itu.

Kemudian, Radovic juga berbicara mengenai kondisi fisik anak-anak asuhannya menjelang program pemusatan latihan di Batam, Kepulauan Riau, awal pekan depan.

Piala Presiden 2019: Persita Dapat Banyak Pelajaran Jelang Kompetisi

Liputan6.com, Jakarta Persita Tangerang kalah 1-3 dari Barito Putera pada matchday kedua Grup E Piala Presiden 2019 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (9/3/2019). Kekalahan ini membuat Persita ada di dasar grup dan harus tersingkir.

Hasil ini tak membuat Widodo C Putro larut dalam kekecewaan. Pelatih Persita Tangerang ini mengaku timnya mendapat banyak pelajaran dari laga kedua mereka di ajang Piala Presiden 2019.

Menurut Widodo, penampilan timnya pada pertandingan ini tak terlalu mengecewakan. Namun, pelatih berusia 48 tahun tersebut menilai, ada sejumlah catatan dari penampilan M. Roby dan kawan-kawan dalam pertandingan tersebut.

“Tim ini dipersiapkan untuk mengikuti Liga 2,” ucap Widodo, dalam konferensi pers usai pertandingan.

“Namun, kami tetap memiliki sejumlah catatan soal hal-hal yang masih harus diperbaiki lagi sebelum masuk ke kompetisi,” sambungnya.

Dengan kekalahan ini, peluang Persita lolos ke perempat final Piala Presiden 2019 otomatis tertutup. Sementara, bagi Barito, kemenangan ini menjaga asa mereka lolos dari fase grup.

Berita video highlights Piala Presiden 2019 antara Barito Putera menghadapi Persita Tangerang yang berakhir dengan skor 3-1.

Tampil di Piala Presiden 2019, Pemain Asing Tidak Perlu Kitas

Jakarta – Pemain asing yang akan tampil di Piala Presiden 2019 tidak perlu memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Hal itu dipastikan oleh PSSI. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, klub hanya tinggal memastikan pemain asing itu memiliki Visa Kunjungan Usaha.

Managers Meeting Piala Presiden 2019  telah digelar pada Kamis (28/2/2019). Dalam kesempatan tersebut, PSSI memberikan sosialisasi tentang pelaksanaan turnamen pramusim yang akan dimulai Sabtu (2/3/2019).

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, juga mengungkapkan para pemain asing yang akan memperkuat klub peserta Piala Presiden 2019 tak memerlukan Kitas seperti di edisi sebelumnya. Maksimal empat pemain asing yang akan bermain di setiap klub hanya perlu untuk memastikan datang ke Indonesia dengan menggunakan Visa Kunjungan Usaha.

“Untuk proses imigrasi pemain asing, PSSI sudah berkoordinasi dengan BOPI pada pekan lalu dan kami sepakat dengan arahan BOPI, mengingat ini merupakan ajang uji coba bagi klub, kami akan menggunakan regulasi VISA, bukan Kitas,” ujar Ratu Tisha Destria di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

“Alasannya kalau Kitas artinya sang pemain sudah bekerja di sini, sementara untuk Piala Presiden 2019 ini belum pasti pemain itu akan digunakan oleh klub saat kompetisi nanti,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Kuota 3 + 1

Sementara untuk jumlah pemain asing yang boleh digunakan setiap klub, PSSI masih menerapkan kuota 3+1, perinciannya minimal satu pemain asing harus berasal dari Asia.

“Kalau ada dua atau tiga pemain asing dari Asia justru itu tidak ada masalah,” tegas Ratu Tisha.

Piala Presiden 2019 digelar mulai 2 Maret 2019 dan akan berakhir pada 12 April 2019. Babak penyisihan grup digelar di lima kota dan kabupaten, yaitu Bandung, Bekasi, Magelang, Sleman, dan Malang.

Sumber: Bola.com

TKN Jokowi: Sidang Ratna Sarumpaet Perlihatkan Buruknya Leadership Prabowo

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin bersyukur sidang kasus hoax Ratna Sarumpaet akhirnya digelar. Menurut TKN Jokowi-Ma’ruf, kasus Ratna menunjukkan bahwa kubu Prabowo mampu menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

“Saya bersyukur sidang kasus Ratna Sarumpaet bisa digelar kemarin. Perkara Ratu hoax dari kubu hoax akhirnya disidangkan,” kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

“Cara kubu Pak Prabowo yang mempergunakan segala cara untuk memenangkan kompetisi politik dengan keji dan kejam. Mereka berambisi untuk mem-framing Pak Jokowi sebagai pemimpin diktator dan otoriter. Kasus Ratna mereka ‘santap’ degan lezatnya. Diungkap ke media bukan dilaporkan ke kepolisian,” sambungnya.


Pria yang akrab disapa Toni itu menilai, sidang kemarin memperlihatkan buruknya kepemimpinan (leadership) Prabowo yang mudah mempercayai hoax yang direkayasa oleh Ratna. Menurut dia, Prabowo tampil sebagai pemimpin yang emosional karena menelan informasi tanpa melakukan klarifikasi.

“Kasus Ratu Hoax ini juga memperlihatkan buruknya leadership Prabowo. Prabowo pemimpin yang tidak matang dan emosional sehingga tidak mampu memproses sebuah informasi dengan tepat sehingga keputusan yang diambil sangat buruk. Grasa-grusu, semua informasi ditelan bulat-bulat tanpa klarifikasi sama sekali,” tutur Toni.

“Lalu apa yang diharap rakyat dari kubu penyebar hoax dengan calon presiden yang leadership yang buruk?” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratna menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (28/2). Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut akibat penganiayaan.

Padahal kondisi bengkak pada wajah Ratna merupakan efek dari operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng. Jaksa mengungkap, Ratna memfoto dirinya saat menjalani perawatan medis, lalu menyebarkan foto ditambah keterangan soal terjadinya penganiayaan.
(azr/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

UEFA Jatuhi Skors 2 Laga pada Sergio Ramos

Madrid – Bek dan kapten Real Madrid Sergio Ramos diskors dua pertandingan oleh UEFA. Ramos dianggap sengaja mendapatkan kartu kuning dalam laga tandang melawan Ajax.

Kartu kuning diacungkan kepada pesepakbola Spanyol itu usai melanggar Kasper Dolberg saat Madrid mengalahkan Ajax 2-1 di leg I babak 16 besar Liga Champions. Dengan kartu kuning itu, Ramos akan absen di leg II karena akumulasi kartu.

Meski begitu, Ramos mengurangi risiko absen di laga-laga yang lebih penting di fase kompetisi berikutnya, mengingat seluruh akumulasi kartu dihapuskan di perempatfinal.


Seusai laga di Amsterdam Arena itu, Ramos mengakui bahwa dirinya sengaja agar dikartu kuning, tapi kemudian meralat komentarnya.

Meski demikian, UEFA akhirnya tetap mengadakan penyelidikan. Sampai pada prosesnya, Ramos diputus bersalah dan mendapatkan hukuman tambahan.

Dengan sanksi ini, pemain berusia 32 tahun itu juga akan absen di laga perempatfinal leg I seandainya Madrid lolos. Besar peluang El Real karena hanya akan butuh minimal hasil seri saat gantian menjamu Ajax di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3) dinihari WIB. Demikian dilaporkan BBC.

Ramos bukan sekali ini saja melakukan aksi tersebut. Sky Sports menyebutkan sebelumnya Ramos melakukannya di 2010, juga ketika melawan Ajax, di mana dia sengaja mendapatkan dua kartu kuning (kartu merah) saat Madrid sudah dipastikan lolos ke fase knockout.

UEFA tidak memberi skorsing tambahan kepada Ramos sehingga dia hanya absen di laga grup terakhir melawan Auxerre. Selain itu, Ramos juga didenda sebesar 20 ribu euro.
(rin/raw)

PSSI Revisi Keputusan Komdis di 2018

Liputan6.com, Jakarta Komite Eksekutif (Exco) PSSI merevisi sejumlah keputusan Komisi Disiplin (Komdis) yang diputuskan pada 2018 lalu. Langkah ini dilakukan sesuai dengan amanah kongres PSSI 20Januri 2019 di Bali yang lalu, tentang kewenangan yang diberikan kepada Exco untuk melalakukan review  terhadap keputusan Badan Yudisial itu.

Ada tiga buah keputusan Komdis yang direvisi dan sudah diputuskan lewat Surat Keputusan (SK).Satu SK fokus terhadap pelanggaran disiplin yang ditimbulkan oleh perilaku suporter yang mengakibatkan klub dijatuhi denda.

PSSI memutuskan untuk mengembalikan sebagian nilai denda kepada klub sebagai dukungan finansial dalam program edukasi suporter yang harus dilakukan di klub. Keputusan sekaligus program ini akan melibatkan semua klub peserta Kompetisi Liga-1 2018.

Selain itu Exco PSSI juga merevisi keputusan Komdis yang menjatuhkan sanksi kepada dua orang suporter Arema, Yully Sumpil dan Fanny. Kedua Aremania itu sebelumnya dilarang memasuki stadion.

Langkah yang sama juga dilakukan terhadap suporter Persib Bandung yang dilarang ke stadion menggunakan atribut. Menurut Exco PSSI, kedua hukuman ini tidak bisa terlaksana mengingat implentasi keputusan komdis, yang tidak dapat dijalankan karena kondisi terkini infrastruktur kompetisi.


2 dari 3 halaman

Alasan PSSI

Jenis keputusan komdis yang dinilai tidak bisa dijalankan adalah, larangan kepada (individu) untuk memasuki stadion dan larangan bagi penonton masuk/menonton pertandingan di dalam stadion tanpa menggunakan atribut, termasuk nyanyian, koreo dan semua hal yang terafiliasi dengan klub.

Dua hal ini, PSSI menilai, dalam implementasiya tidak hanya mengalami kendala tetapi justru berpotensi menimbulkan masalah baru, pelanggaran disiplin.

“Keputusan ini, diambil setelah dilakukan telaah panjang dan hati hati. Dengan tujuan yang terukur, yaitu perbaikan kualitas penyelenggaraan pertandingan, dibarengi upaya edukasi supporter oleh Klub,” ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha seperti keterangan resmi yang diterima media.

PSSI akan terus melanjutkan kajian, evalusi terhadap semua keputusan komdis lainnya. Termasuk yang berhubungan dengan Kompetisi Liga-2.

3 dari 3 halaman

Video

Langkah Cermat Mengelola Sampah Plastik Fleksibel

Liputan6.com, Jakarta – Sampah yang terus menggunung setiap harinya tak dapat dipungkiri menimbulkan beragam dampak seperti mengancam kehidupan makhluk hidup dan lingkungan. Melihat fenomena ini, pengelolaan sampah pun jadi satu cara cermat yang sudah sepatutnya dilaksanakan.

Berbicara mengelola sampah, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap 21 Februari serta program Unilever Sustainable Living Plan (USLP), Unilever hadir dengan wujud nyata dari komitmen mereka.

Adalah dengan meluncurkan penambahan delapan titik kumpul flexible plastics (FP) atau kemasan multilayer seperti kemasan sachet. Tujuan dari program di atas adalah bagaimana agar kemasan dapat digunakan ulang, daur ulang, atau kompos.

Ada pun ke delapan titik kumpul (dropping points) sampah berjenis FP atau kemasan multilayer di 8 kota di Indonesia meliputi Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, Sidoarjo, Balikpapan, Medan, dan Makassar.

Selama ini sampah FP dianggap bermasalah karena tak ada solusi pengolahannya hingga menjadi residu dan berakhir di TPA. Pendekatan ekonomi sirkuler dilakukan oleh Unilever untuk memanfaatkan materi tersebut sebagai bahan baku yang mempunyai nilai dan digunakan kembali.

“Ini upaya kami untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang pesat tetapi bersama-sama mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ungkap Sinta Kaniawati, Head of Sustainable Business dan Yayasan Unilever Indonesia di Bank Sampah Induk Gesit, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Titik Kumpul Sampah Flexible Plastic

Sinta menambahkan aksi nyata itu tampak dari terbentuknya Bank Sampah sekitar 2.800 yang tersebar di 19 kota di Indonesia, termasuk Bank Sampah Induk Gesit. Bank sampah ini dipilih karena jadi pusat pengelolaan sampah di Jakarta Selatan.

“Bank sampah menyediakan fasilitas pengumpulan bagi vendor sampah terkumpul dan bisa didaur ulang. Komitmen lanjutan Bank Sampah Induk Gesit bisa menjadi sarana mengumpulkan titik kumpul dari kemasan plastik fleksibel seperti produk sachet atau pouch isi ulang,” tambahnya.

Terkait soal pengelolaan sampah, Sinta menekankan dapat dimulai dari langkah kecil. Lalu, langkah selanjutnya adalah dengan memilah sampah dan memberikannya pada Bank Sampah.

“Mulai dengan langkah kecil, bagaimana setiap rumah tangga dilingkup RT dan RW memilah sampahnya dan dapat diberikan ke Bank Sampah Induk Gesit. Apa yang kita lakukan bisa ditingkatkan meski partisipasi masih belum sesuai yang diinginkan,” ungkap Sinta.

Memanfaatkan kembali sampah dapat diolah untuk menjadi kemasan baru. Perusahaan ini juga telah menunjukkan keseriusannya dalam pengelolaan sampah dengan membangun pabrik di Jawa Timur.

“Membangun pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur khusus untuk mengolah kemasan plastik menjadi pallet plastik lagi yang dapat digunakan kembali Unilever dan industri lain,” jelas Sinta.

Lucas Hernandez Sempurna Untuk Munchen

Liputan6.com, Madrid – Benjamin Pavard mendukung Lucas Hernandez untuk merapat ke Bayern Munchen. Di mata Pavard, Hernandez memiliki apa yang dibutuhkan untuk sukses di Allianz Arena.

Munchen resmi mendapatkan Pavard pada Januari lalu. Bek 22 tahun itu dibeli dengan biaya 35 juta euro. Namun, Pavard baru akan membela Munchen musim depan. Raksasa Jerman itu meminjamkan Pavard ke VfB Stuttgart hingga akhir musim ini.

Usai mendapatkan Pavard, Munchen masih mencari satu bek lagi. Nama yang jadi incaran mereka adalah Lucas Hernandez. Pemain 23 tahun itu masih terikat kontrak dengan Atletico Madrid sampai 2024. Klausul rilisnya juga mencapai 80 juta euro.

Pavard kenal betul siapa Lucas Hernandez. Keduanya menjadi bek sayap utama Prancis saat menjadi juara Piala Dunia 2018.


2 dari 3 halaman

Komentar Pavard

Bek Prancis, Benjamin Pavard (SAEED KHAN/AFP)

“Kami adalah teman yang sangat baik dan aku pikir akan luar biasa jika Lucas juga datang ke Munchen,” kata Pavard kepada SportBild.

“Dia membuktikan bahwa dia adalah pemain hebat. Pertama bersama untuk Prancis, kemudian jika memungkinkan untuk Munchen. Itu akan membuatku bangga. Tapi, ini adalah masalah antara Munchen dan Lucas,” Pavard menambahkan.

3 dari 3 halaman

Statistik Lucas Hernandez

Lucas Hernandez sendiri sudah membela Atletico dalam 22 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Ia juga menyumbangkan satu gol.

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

PSSI Pastikan Liga 1 2019 Dimulai Pekan Pertama Mei

Jakarta – Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengumumkan kepastian penyelenggaraan Liga 1 2019. Berdasar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru (RUPS Luar Biasa PT LIB), Kamis (28/2/2019), kompetisi dimulai antara 1 hingga 8 Mei mendatang. 

Dalam RUPS Luar Biasa PT LIB disepakati dua anggota Exco PSSI, Gusti Randa dan Dirk Soplanit, menjadi komisaris dan direktur utama interim PT LIB. Penunjukan kedua anggota Exco PSSI itu adalah untuk memastikan PT LIB tetap berjalan sesuai jalur sehingga bisa menggelar Liga 1 2019.

“PSSI memastikan kick-off Liga 1 2019 adalah pada 1-8 Mei. Keputusan tidak berubah seperti ketika kongres. Untuk mendukung hal itu, Exco PSSI memutuskan mengutus Gusti Randa dan Dirk Soplanit masuk dalam jajaran direksi PT LIB,” ujar Ratu Tisha Destria.

“PSSI menugaskan kedua anggota Exco ini untuk menjalankan amanah kongres bahwa PSSI memastikan tetap konsisten menggelar Liga 1 2019 pada Mei,” lanjutnya.

Menggelar kick-off Liga 1 2019 pada 1 Mei rasanya sulit dilakukan mengingat bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Kepolisian biasanya tak memberikan rekomendasi pertandingan karena banyaknya aktivitas massa saat itu. Namun, Ratu Tisha Destria memastikan pergeseran kick-off tidak akan lebih dari 8 Mei.

“Ada jenjang waktu antara 1 hingga 8 Mei. Dengan padatnya agenda seperti SEA Games, kemudian Piala AFF, Piala AFC, dan Kualifikasi Piala Dunia serta Piala Asia, kick-off Liga 1 harus digelar sesuai jadwal saat itu,” tegas Sekjen PSSI itu.


Sumber: Bola.com

Menteri Rini Kumpulkan 154 BUMN, untuk Apa?

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar rapat koordinasi (rakor) BUMN di Jakarta Convention Centre (JCC). Rapat koordinasi ini dihadiri 154 BUMN.

Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan, tujuan rakor BUMN untuk mengevaluasi performa BUMN selama 4 tahun. Seluruh BUMN juga membahas sinergi yang perlu dilakukan ke depan.

“Kompetisi lebih berat, sinergi harus lebih ditingkatkan. Holding juga harus jalan, supaya efisiensi keuangan dan operasional bisa berjalan baik,” ujar dia di JCC, Kamis (28/2/2019).

Dia menjelaskan, para BUMN harus dapat mendukung pembangunan dalam negeri melalui infrastruktur. Itu salah satunya seperti perwujudan holding BUMN yang kini dibentuk Kementerian BUMN.

“Saya juga menekankan, kenapa sih, kita melakukan ini? BUMN harus bisa mendorong pembangunan infrastruktur di jalan dan bandara atau pelabuhan dan telekomunikasi dan listrik yang sampai 99 persen, karena kita menyiapkan yang lebih baik. Ini bisa tercapai kalau semua infrastruktur tersiapkan. Tidak akan jalan kalau listrik enggak siap, jalan enggak siap,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembentukan holding BUMN di berbagai sektor harus lebih efektif dari sisi operasional maupun keuangan.

“Ada perbaikan stasiun kereta api, pertambahan bandara, penambahan landing strip sehingga seperti bandara 2015 150 juta penumpang sekarang 232 juta. Jadi kenaikannya besar, pelabuhanya juga bagus. Dulu dwelling time 8 hari, sekarang 3 hari. Masih harus diperbaiki, tapi saya tekankan untuk terus kerja dan lebih baik lagi,” tandas dia.

2 dari 2 halaman

Menteri Rini: Gaji Karyawan BUMN Telat, Saya Ganti Direksinya

Menteri BUMN Rini Soemarno mengumpulkan seluruh Direksi dan Komisaris BUMN di Jakarta Convention Centre (JCC) dalam agenda Rapat Koordinasi BUMN 2019 pada Kamis (28/2/2019).

Dalam acara ini, ada beberapa pesan yang disampaikan Rini kepada para pimpinan BUMN. Satu hal yang Rini tegaskan soal kesejahteraan karyawan BUMN.

“Saya hanya tekankan sebagai pemimpin bukan hanya untuk bagaimana mencetak keuntungan tapi juga harus punya empati. Tidak hanya masyarakat luar tapi paling utama karyawan di dalam,” tegas Rini di JCC, Kamis pekan ini.

Bahkan Rini mengancam kepada para direksi BUMN untuk jangan pernah ada karyawan BUMN yang gajinya terlambat.

“Saya tidak mau dengar ada laporan pegawai BUMN yang gajinya bayarnya mundur. Awas, kalau sampai ada itu, Direksinya langsung saya ganti,” tegas Rini.

Dalam rakor ini, Rini juga mengungkapkan beberapa prestasi yang dicapai oleh BUMN. Salah satunya prestasi PT Pertamina (Persero) yang berhasil menjalankan program BBM Satu Harga.

Program ini dinilai sukses mengingat sejumlah penduduk di daerah terpencil kini bisa mendapatkan harga BBM yang sama dengan harga BBM di Pulau Jawa.

“Ini adalah komitmen BUMN bahwa tidak semata-mata hanya mencari keuntungan, tapi kita juga punya tanggung jawab dalam mensejahterakan masyarakat juga,” Rini mengatakan.