Timses: Jokowi Andalkan Jatim untuk Menang di Pilpres 2019

Jember – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Irjen Pol (Purn) Mahfud Arifin menargetkan kemenangan Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin 70 persen di Jember. Target tersebut sama dengan target kemenangan Jawa Timur.

Dengan prosentase kemenangan tersebut, Mahfud berharap para tim kampanye di daerah untuk proaktif. Dan khusus Jember, dapat meraih kemenangan yang sama seperti Pilpres tahun 2014.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud saat menghadiri Deklarasi dan Raker Barisan Relawan Penggerak Desa (BRIGADE) 01 di Gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Jalan Nusa Indah, Kecamatan Patrang, Sabtu (16/2/2019).

“Saat saya menemui Presiden beberapa waktu lalu, beliau berpesan agar Jawa Timur harus dipertebal. Karena kekuatan itu ada di Jatim,” ujar Mahfud saat dikonfirmasi wartawan usai deklarasi.

Segala titik kelemahan segera diisi oleh para relawan. Dari kampung ke kampung, desa ke desa. Sampai level paling bawah untuk terus diberi pemahaman.

“Karena untuk target sendiri, apalagi dari Jember ini cukup kuat, untuk mendukung Jember. Tinggal mempertebal (perolehan suara) apalagi dulu pada tahun 2014 (Pilpres), kita menang. Aura kemenangan terasa kuat kok,” ujar Mantan Kapolda Jatim ini.

Apalagi didukung partai, bupati dan pimpinan DPRD, lanjutnya, yang semuanya koalisi untuk memenangkan Jokowi-Amin.

“Pak Jokowi Jelas hasilnya, didukung partai yang jelas, tinggal perkuat lah. Untuk kampanye pun, boleh kok tiap Sabtu dan Minggu, bupati dan pimpinan DPRDnya,” tandasnya.

Lebih jauh terkait upaya untuk mempertebal target perolehan suara di wilayah Jawa Timur. “Yakni wilayah Mataraman, Jember beberapa titik, Bondowoso, dan Madura juga sudah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BRIGADE 01 Jember Ayub Junaidi menyampaikan, pihaknya sudah komitmen dan siap untuk mendukung Jokowi-Amin menang dalam Pilpres 17 April mendatang.

“Upaya kami, di tiap TPS ada relawan. Totalnya ada 7.666 orang dan siap untuk kemenangan Jokowi,” tandasnya.

Machfud meminta doa dan dukungan agar Jember dan Indonesia semakin maju ke depan di bawah kepemimpinan Jokowi-Maruf. Hal itu dilakukan aat bertemu dengan para ulama di Ponpes Raudlatul Ulum.

“Pilpres ini bukan cuma soal Pak Jokowi, bukan soal Kiai Maruf. Tapi upaya kita menghadang kelompok tertentu yang sedang membajak demokrasi untuk mengingkari NKRI dan Pancasila. Kita harus lawan. Caranya bagaimana? Coblos Jokowi,” ujarnya.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dituding Berpihak ke Prabowo, Indomatrik: Tak Ada Bukti, Kami Independen

Jakarta – Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid, mengomentari soal pernyataan lembaganya yang tak masuk ke dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Yazid mengatakan asosiasi lembaga survei tak hanya Persepi.

“Kan disebut tak gabung Persepi. Kan ada 3-4 perkumpulan atau asosiasi lembaga survei. Kan kita mau gabung ke mana saja boleh?” kata Yazid saat dihubungi, Sabtu (16/2/2019).

Lalu Yazid mengungkit soal survei-survei di masa Pilgub DKI pada 2017 lalu. Dia mengatakan saat itu Indomatrik mengeluarkan hasil survei yang hasilnya dinyatakan Pilgub DKI akan berlangsung dua putaran dan Anies Baswedan akan menang.
Dia mengatakan hasil survei Indomatrik ini berbeda dengan survei kebanyakan. Dia bertanya balik soal kredibilitas lembaga-lembaga survei tersebut.
“Ada 7-9 lembaga survei yang menjadi konsultannya Ahok terdiri dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator, Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Vox Populi, dan lainnya yang mengatakan 6 bulan sebelum pilkada sampai H-1 sebelum pencoblosan mengatakan Ahok menang. Dan LSI Denny JA mengatakan Agus menang. Dan tidak terbukti. Apakah ini abal-abal? Apakah ini bisa dipercaya oleh masyarakat?” kata dia.

Yazid berasumsi 7-9 lembaga tersebut kini memihak ke Jokowi. Yazid juga menduga Hamdi Muluk tidak independen.

“Dan 7-9 lembaga survei pro-Ahok, sekarang disinyalir ke Jokowi. Hamdi Muluk yang jadi dewan etik juga disinyalir ke 01. Saya juga pertanyakan Prof Hamdi Muluk, kok dari Ahoker, itu keberpihakan? Apakah itu benar sebagai dewan etik?” ucap dia.

Yazid juga menanggapi soal pernyataan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf yang menduga lembaganya berpihak pada pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Dia mengatakan siap menjelaskan metodologi survei.

“Tidak ada bukti (berpihak ke Prabowo-Sandiaga). Saya benar-benar independen. Saya beri pembelajaran kepada masyarakat ini fenomena 5 tahunan. Saya mempunyai rasa bertanggung jawab. Rasa panggilan saya tentang ilmu metodologi survei. Dan masalah duit, itu duit kami sendiri. Kami siap, kami jelaskan semua metodologi,” ujar Yazid.

Sebelumnya diberitakan, Persepi menyatakan lembaga survei Indomatrik tak berada di bawah naungannya. Persepi juga menyoroti sosok Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid.

“Tidak, tidak terdaftar. Itu yang punyanya si Yazid yang dikeluarkan dari Persepi tahun 2014,” kata anggota Dewan Etik Persepi, Hamdi Muluk, ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (16/2/2019).

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, meragukan hasil survei Indomatrik yang menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto semakin mendekati capres petahana. Karding mengaku baru mengetahui ada lembaga survei bernama Indomatrik.

Begitu juga Sekjen NasDem, Johnny G Plate, yang menertawai hasil survei Indomatrik karena berbeda dengan lembaga survei lainnya. Johnny menganggap hasil survei itu hanya untuk menyenangkan kubu Prabowo-Sandiaga.

Simak Juga ‘Survei Indomatrik: Elektabilitas Prabowo Mulai Kejar Jokowi’:

[Gambas:Video 20detik]

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(jbr/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Di Bojonegoro, Sandiaga Terima Keluhan Anak Milenial soal Lapangan Kerja

Liputan6.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melakukan kegiatan politiknya bertemu kaum milenial di Bojonegoro, Jawa Tengah. Dalam kegiatan itu, Sandi mendapat keluhan tentang tenaga kerja asing yang lebih mudah mendapat pekerjaan ketimbang warga setempat.

“Kami ini sekarang sulit mendapatkan kerja, tapi kok tenaga kerja asing bisa dengan enaknya bekerja di sini?” kata Ades Hadiono kepada Sandiaga, Jumat 15 Februari 2019.

Ades juga mengingatkan Sandi untuk meningkatkan penyerapan lapangan pekerjaan bagi para milenial.

Menanggapi hal itu, Sandi berjanji jika terpilih menjadi orang nomor dua di republik ini akan menciptakan dan menyediakan lapangan kerja.

Menurutnya, program OK OCE merupakan salah satu cara untuk menurunkan pengangguran di DKI sebanyak 20 ribu orang. Program itu telah menciptakan 66.550 UMKM baru.

Sandiaga menegaskan akan membawa OK OCE ke level nasional, karena mampu menghadirkan lapangan pekerjaan baru dan mencetak para pengusaha.

“Melalui OK OCE berhasil menurunkan pengangguran, menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja,” ujar Sandiaga.


Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Melihat Masa Muda Ani Yudhoyono, Ditemani Caktor hingga Menolak Asmara

Liputan6.com, Jakarta – Ani Yudhoyono yang lahir dari keluarga Sarwo Edhie Wibowo sudah terbiasa hidup dengan latar belakang TNI. Sebelum menikah dengan SBY, Ani juga pernah tinggal di Komplek RPKAD.

Kuatnya pengaruh gaya hidup sederhana dari kedua orangtua membuatnya tidak ada keinginan menjadi seperti anak gaul Jakarta. Dirinya hanya mendekam saja sebagai anak-anak RPKAD Cijantung yang bergaul hanya di sekitar kompleks. Fase masa mudanya sangat mempengaruhi pembentukan mental Ani keepan.

“Maka sesulit apa pun, berjuanglah untuk terus berada di bidang putih. Jika kita berdiri di atas titik yang benar, kita bisa membawa cahaya kepada semua warna. Yang putih tetap terang. Yang hitam terpanggil menuju terang. Dan yang abu-abu menjadi mantap memilih jati diri yang baik, yang memutihkan dirinya. Inilah kalimat Papi mengenai kepemimpinan yang kelak sangat berguna membentuk mentalku.”

Demikian kata Ani Yudhoyono dikutip dari buku Kepak Sayap Putri Prajurit, Karya Alberthiene Endah, Jumat (15/2/2019).

Peristiwa G30S PKI merupakan pembelajaran pertama bagi dirinya. Dalam situasi saat itu, Ani dan anak-anak kompleks RPKAD menjadi lebih dewasa. Sebab semua menyadari keluarga RPKAD sedang berada dalam situasi yang berbahaya karena isu yang beredar.

Sang ayah yang diberi tugas untuk menumpas PKI, kerap bepergian. Sekali pergi bisa berbulan-bulan demi mencari sisa-sisa pengikut PKI.

Hal itu sering membuat Ani Yudhoyono bertanya pada dirinya sendiri, “Apa ibu tidak gelisah ditinggal suami yang entah bagaimana nasibnya.” Tetapi ia tahu bahwa ibunya adalah sosok yang tangguh dan seorang istri tentara sejati.

Saat G30S PKI sudah mereda dan menuju era Orde baru, sang ayah membawa kabar mengejutkan. “Papi akan pindah ke Medan,” kata Ani. Saat itu situasinya ia akan melakukan ujian SMP.

Akhirnya dibuatlah keputusan agar sang ayah dan ibu berangkat terlebih dulu. Kemudian disusul anak-anak setelah urusan sekolah mereka beres.

2 dari 3 halaman

Tidur Ditemani Caktor

Tinggal di Medan berbeda dengan situasi saat di Cijantung. Rumah mereka terletak di pinggir jalan. Saat itu sedang populer kendaraan bernama caktor, alias becak motor. Kendaraan ini beroperasi tanpa kenal waktu dan mengeluarkan suara yang memekakkan telinga. Hal itu yang menyebabkan mereka sulit tidur di malam hari.

Seiring berjalannya waktu sang Ayah dipindah ke Irian Jaya menjadi Pangdam XVII Cendrawasih. Keluarga harus pindah kembali. Tapi situasi Irian Jaya saat itu masih belum memungkinkan. Terutama untuk pendidikan, khususnya bagi Wiwiek yang harus berkuliah. Akhirnya empat anak terbesar kembali tinggal di Cijantung.

Setelah kembalinya Ani dan saudara ke Cijantung, dirinya kembali melanjutkan sekolah di SMA Slamet Riyadi, Cijantung sebelum mendapatkan kembali sekolah negeri. Tahun 1968 Ani dan saudarinya mendaftar di SMA 24. Inilah masa SMA seorang Ani Yudhoyono.

Sekolah di SMA 24 berbeda dengan sekolah di Medan yang murid-muridnya sangat patuh. “Pada hari pertama aku masuk, ada pelajaran menggambar. Gurunya sering terkantuk-kantuk. Pada saat itulah aku menyaksikan ragam perilaku yang mencengangkan. Murid cowok asyik mengepulkan asap rokok dan yang cewek dengan santai menarik sesuatu dari kolong meja, mangkuk bakso! Astaga!” kata Ani Yudhoyono.

Mulai dari situ, Ani memahami karakter kawannya. Hari-hari awal bersekolah memang butuh adaptasi. Kemudian Ani semakin dekat dengan sejumlah siswa.

Teman-teman di SMAnya merasa kaget, “Anak jenderal kok sekolah di sini?”. Tapi Ani menjelaskan bahwa keluarganya memang hidup sederhana saja.

Masa SMA Ani sama seperti anak SMA pada umumnya. Diisi dengan belajar, olahraga, main, makan di kantin, bahkan diwarnai dengan perkelahian dan candaan masa remaja.

3 dari 3 halaman

Menolak Asmara

Walau rajin belajar, Ani tidak menutup diri dari pergaulan. Pergi ke pusat perbelanjaan, berenang, atau hanya berkumpul di rumah bersama kawan sering dilakukan.

Asmara remaja bukan hal yang asing bagi anak SMA. Laki-laki yang naksir Ani juga ada. Tapi Ani memang tidak berani menanggapi. Sebab Ani hanya tinggal bersama Saudarinya, tanpa orangtua. Ibunya sudah mewanti-wanti agar semua anak bisa menjaga sikap sebagai remaja putri.

Tanpa nasihat dari Ibu sebenarnya Ani juga enggan berpacaran. Selain itu, para pria di kompleks Cijantung juga menjaga perempuan di kompleksnya. Seakan tak rela jika wanita dikompleks tersebut dipacari oleh lelaki luar.

Itulah masa muda Ani sebelum akhirnya bertemu sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono.

Selepas SMA, Ani mengambil kuliah kedokteran. Hingga saat dirinya memasuki tahun ketiga kuliah, Ani bertemu SBY saat masih menjadi taruna. Hingga akhirnya saat SBY diwisuda menjadi AKABRI terbaik, orangtuanya bertemu Ayah dan ibu untuk melamar Ani. Kini usia pernikahan mereka telah menginjak 42 tahun.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Joko Driyono Tersangka, Anggota DPR Minta Polri Usut Mafia Judi Bola

Jakarta – Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri), ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti yang terkait pengaturan skor sepakbola atau match fixing. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, mendorong Polri untuk turut mengusut mafia judi bola yang melatarbelakangi munculnya praktik match fixing.

“Sesudah mengusut pelaku-pelaku pengaturan skor bola ini, Polri harus segera mengusut mafia-mafia judi, yang selama ini ada di belakang mereka,” kata Martin dalam keterangannya, Jumat (15/2/2019).

Martin berpendapat jika kejahatan match fixing tidak diberantas sampai ke akar, maka tak menutup kemungkinan akan terulang di waktu yang akan datang. “Kalau hanya pelaku-pelaku pengaturan skor saja, tanpa ikut menangkap gembong-gembong mafia judi sepakbola, maka pengaturan skor akan tetap berulang dalam pertandinganpertandingan bola kita,” ujar Martin.
Martin menggambarkan kebobrokan kondisi sepakbola di Tanah Air dibanding negara-negara lain, yang menurutnya lebih minim potensi sumber daya manusia (SDM)-nya.
“Kroasia negara kecil, berpenduduk empat juta orang dan luas wilayahnya tidak sebesar Banten, bisa menjadi finalis juara sepakbola dunia tahun lalu. Negara-negara Amerika Latin yang pemain-pemain bolanya tidak berbeda jauh tingginya dengan pemain sepakbola kita seperti Maradonna, Messie dan lain-lain bisa berulangkali menjadi juara dunia,” tutur dia.

“Padahal iklim di Amerika Latin sama-sama tropis, tidak berbeda panas suhunya dengan Indonesia. Kok Indonesia yang memiliki penduduk 270 juta orang, memiliki lebih 26.000 lapangan sepakbola dan menjadikan sepakbola sebagai olahraga paling populer di Indonesia, tidak mampu mengukir prestasi ditingkat Asia Tenggara sekalipun,” sambung dia.

Terlepas dari dorongan agar mafia judi bola diberantas, Martin mengapresiasi ketegasan Polri dalam memberantas mafia bola. Dia mengungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pantas mendapatkan penghargaan atas komitmennya.

“Kita di DPR mengapresiasi gebrakan Satgas Antimafia Bola, yang telah menetapkan Plt Ketum PSSI sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Ini sudah perjuangan yang lama di DPR, untuk mendorong agar Polri serius mengusut mafia judi yang berada di belakang praktik pengaturan
skor ini. Secara khusus kepada Kapolri Tito, patut diberikan penghargaan,” ungkap Martin.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola mengumumkan status Jokdri yang telah ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka pada Jumat malam. Satgas juga telah mengajukan permohonan cekal Jokdri kepada pihak Imigrasi.
(aud/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dipolisikan, Guntur Romli Makin Curigai Subkhan Main Sandiwara

Jakarta – Politikus PSI Guntur Romli tidak masalah dipolisikan petani bawang di Brebes, Subkhan, ke Bareskrim Polri. Malahan, dia semakin curiga bila Subkhan terlibat ‘Sandiwara Uno’.

“Dengan datang ke Jakarta dan melaporkan ke Bareskrim, Subkhan makin dicurigai main sandiwara,” ucap Guntur saat dimintai tanggapan terkait laporan Subkhan, Jumat (15/2/2019).

Guntur heran lantaran Subkhan melaporkannya ke Bareskrim. Padahal, menurutnya Subkhan bisa melaporkannya ke kantor polisi di daerahnya.

“Kok sampai datang ke Jakarta dan bawa pengacara segala? Katanya dia tidak punya uang dan terjerat utang Rp 15 juta sampai menggadaikan rumah bapaknya,” kata Guntur.

“Kalau sampai datang ke Jakarta, benarkah dia tidak punya uang atau adakah pihak yang membiayai kedatangan Subkhan ke Jakarta? Saya curiga ada pihak-pihak yang menggunakan Subhan untuk mengalihkan isu Sandiwara Uno. Subkhan melaporkan adalah hak dia, namun dengan kedatangan Subkhan langsung ke Jakarta ke Bareskrim semakin menguatkan dia terlibat Sandiwara Uno,” imbuhnya.

Sebelumnya Subkhan bersama pengacaranya, Muhammad Fayyadh, mempolisikan Guntur dengan tudingan pencemaran nama baik dalam UU ITE. Guntur dilaporkan dengan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU ITE.

“Yang dipermasalahkan itu mengandung pencemaran nama baik klien saya, Pak Subkhan ini. Dituduh bahwa Pak Subkhan ini mengaku-ngaku sebagai petani. Padahal beliau sebagai petani beneran,” sebut Fayyadh sebelumnya.

(dhn/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tutup Pidato, Prabowo: Lebih Baik Hancur Daripada Dijajah Kembali!

Semarang – Calon presiden Prabowo Subianto menutup pidato kebangsaannya dengan mengutip kalimat pahlawan nasional Sutomo alias Bung Tomo. Tidak lupa, Prabowo turut memekikan takbir.

“Saya, saya terinspirasi oleh Bung Tomo. Bung Tomo dalam waktu menghadapi ancaman dari asing, mereka ingin menggempur kota Surabaya, beliau jawab ‘lebih baik hancur daripada dijajah kembali’. Sebagai Muslim, izinkanlah untuk mengumandangkan takbir: Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, merdeka, merdeka, merdeka, terima kasih, selamat berjuang,” ujar Prabowo dalam pidato kebangsaan di Grand Ballroom Hotel PO Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/2/2019).

Di penutup pidato, Prabowo bersumpah untuk berbakti pada bangsa. Ia juga mengingatkan elite untuk tidak sombong.
“Ojo dumeh, ojo adigang adigung adiguno, ojo ngoyo, ngoyo. Tapi juga ojo wedi, tidak boleh takut. Siapa yang berani dialah yang menang saudara-saudara sekalian. Dan yakinlah, yakinlah bahwa hanya satu kepastian di dunia ini suatu saat kita akan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, betul. Kok begitu saya ngomong diam semua? Ya memang, pasti dipanggil kita, dan belum tentu yang tua duluan,” ujarnya.
“Karena kita sudah mengerti itu dan kita paham bahwa kita dipanggil, tidak bisa bawa banyak harta, ya kan? Jadi, hei para koruptor, itu mobil-mobilmu nggak bisa dibawa nanti,” imbuh Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo berbicara soal kondisi bangsa. Mantan Danjen Kopassus ini berjanji mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada.

“Demikian yang ingin saya sampaikan, para pakar rela berjuang dengan keahlian masing-masing, kita akan mencari solusi-solusi dari masalah-masalah kesulitan-kesulitan bangsa kita. Insyaallah kita akan mencapai, kita yakin Indonesia menang,” kata Prabowo.

Dia mengaku optimistis membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Namun ada syaratnya. Apa itu?

“Syaratnya adalah kita harus mencari putra-putra dan putri-putri terbaik bangsa Indonesia. Terbaik artinya terbaik otaknya, terbaik hati dan akhlaknya,” ujar Prabowo.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(dkp/hri)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anak Juliana Moechtar Menganggap Ifan Seventeen Superman

Liputan6.com, Jakarta – Ifan Seventeen, satu-satunya personel band Seventeen yang selamat dari terjangan tsunami Anyer pada akhir Desember 2018 lalu. Tiga rekan lainnya, Andi, Bani, Dylan Sahara, dan  suami Juliana Moechtar, Herman, harus pergi untuk selama-lamanya setelah digulung ombak setinggi empat meter.

Selamatnya Ifan Seventeen dianggap putra bungsu mendiang Herman dan Juliana Moechtar sebagai seorang superhero. 

“Hisyam mengidolakan kak Ifan. Dia bilang, ‘Mama kak Ifan kan superman ya. Kok Om Ifan doang yang nggak kena air’,” tutur Juliana Moechtar, ‎di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Oleh karenanya, setiap melihan Ifan Seventeen, anak bungsu Juliana Moechtar begitu antusias. Setiap bertemu, Hisyam selalu mengajak berbincang Ifan Seventeen.

2 dari 3 halaman

Antusias

“Jadi itu yang buat dia pikir kalau Ifan itu pahlawan. Kalau melihat Ifan selalu antusias,” kata Juliana Moechtar.

3 dari 3 halaman

Idolakan Sang Ayah

Berbeda dengan anak sulungnya yang justru mengidolakan mendiang sang ayah, Herman Kumbang. Bahkan putra pertama Juliana Moechtar ini ingin mengikuti jejak Herman menjadi gitaris.

‎”Anak pertama deket sama papanya, jadi dia mengidolakan papanya dan mau jadi gitaris,” lanjut Juliana Moechtar.

Jarang yang Tahu, Ini Cara Posting Story dan Foto di Instagram Lewat PC

Liputan6.com, Jakarta Instagram merupakan salah satu platform media sosial yang sangat populer digunakan saat ini. Ya, hal itu karena Instagram menjadi platform yang bisa berkomunikasi sekaligus berbagi foto maupun video.

Seiring perkembangan, Instagram juga turut memperbarui fitur mereka. Mulai dari Story hingga IGTV kini sangat disukai para pengguna.

Sejauh ini, jika kamu ingin mengunggah foto ke Instagram maupun fitur Story, hanya bisa dilakukan dengan menggunakan ponsel. Namun sayang, untuk bisa mengunggah foto maupun video di Instagram lewat PC masih banyak yang tidak tahu.

Tapi tenang, kamu yang sehari-hari berada di hadapan PC juga bisa tetap berbagi foto maupun video lewat PC kok. Berikut cara posting Story dan foto di Instagram lewat PC yang Liputan6.com lansir dari Forbes, Jumat (15/2/2019).

2 dari 5 halaman

Log In Instagram Lewat PC

Untuk memulainya, kamu perlu melakukan log in Instagram melalui website di PC, instagram.com. Setelah itu lakukan log in seperti biasa.

Sudah menyelesaikan log in, maka kamu akan berlanjut ketampilan feed Instagram. Kemudian kamu tekan kombinasi tombol pada keyboard ‘Ctrl+Shift+I’ untuk menampilkan menu ‘Developer Tools’.

Atau mudahnya, kamu bisa mencobanya juga dengan pengaturan dari Chrome dengan klik ikon ‘titik tiga’ kemudian pilih ‘More Tools’ dan ‘Developer Tools’.

Setelah itu, kamu akan disuguhi dengan tampilan ‘Developer Tools’ yang muncul pada bagian kanan Chrome.

Nah, di sini kamu jangan hiraukan pilihan apapun. Kamu hanya perlu langsung memilih ikon dengan gambar ‘ponsel dan tablet’ yang terletak pada bagian kiri atas (kolom tadi). Ikon tersebut akan mengubah tampilan situs dari desktop menjadi versi Mobile.

3 dari 5 halaman

Tampilan Instagram Jadi seperti di Ponsel

Setelah kamu klik gambar ‘ponsel dan tablet’ tadi, maka tampilan situs Instagram akan berubah. Untuk menyesuaikan tampilan pada bagian atas situs, kamu pilih tab ‘Responsive’.

Di sini kamu bisa memilih layar sesuai dengan model ponsel. Pada tab ‘Responsive’ tadi, akan disuguhkan pilihan model ponselnya, mulai dari Samsung Galaxy S5 hingga iPad Pro.

Kalau sudah memilih ukuran layar, kamu perlu me-refresh di halaman situs tersebut. Kamu bisa melakukan Refresh dengan menekan tombol ‘F5’ pada keyboard atau klik ikon ‘tanda panah putar’ di sebelah kiri URL address bar.

Tak lama kemudian, kamu akan disuguhi dengan tampilan Instagram baru versi ponsel yang telah kamu pilih sebelumnya.

4 dari 5 halaman

Posting Story dan Foto di Instagram

Nah, lanjut pada tujuan awal. Untuk posting Story dan foto, kamu bisa melakukan ‘upload’ dengan mengklik tanda ‘+’ pada ‘Your Story’ atau pada menu bar yang terletak di bagian bawah situs tersebut, mirip dengan aplikasi Instagram versi ponsel.

Kalau sudah klik tanda ‘+’, maka pengguna akan disodori sebuah kotak dialog. Kotak ini akan membantu kamu untuk memilih foto yang bakal kamu posting ke Instagram, tentunya melalui PC kamu.

5 dari 5 halaman

Bisa Bereksperimen seperti di Versi Ponsel

Tak berbeda dengan posting Story di ponsel, lewat PC kamu juga bisa menambahkan teks atau stiker. Sementara untuk posting foto, kamu juga bisa menggunakan filter edit foto yang disediakan Instagram seperti di ponsel.

Namun perlu diingat, tak sempurna seperti posting lewat ponsel. Instagram versi web hanya akan mengenali file gambar dengan ekstensi JPG/JPEG saja. Untuk gambar dengan ekstensi GIF/PNG serta video tidak bisa diunggah ke Instagram lewat PC.

Dengan melakukan posting menggunakan PC ini, kamu tidak perlu repot-repot untuk memindahkan file foto yang terdapat di PC. Saat kamu ingin posting foto di Instagram, kamu sudah bisa langsung mengunggahnya langsung lewat PC.

Jupiter Nyabu Lagi, Mantan Pacar Curiga dari Omongan Melantur

JakartaJupiter Fortissimo telah ditangkap pihak kepolisian mengenai kasus narkoba yang sudah ke dua kali menimpa dirinya.

Terkait kasus penangkapan Jupiter, Widuri Agesty memiliki cerita mengenai sikap mantan pacarnya tersebut.

“Jadi ceritanya aku pas lagi meeting tur sama tim DJ aku, ada yang nyeletuk ‘eh Jupiter ketangkep lagi ya?’. Aku ngiranya mungkin tim aku salah baca artikel, bacanya artikel yang dulu. Katanya, ‘nggak kok ini baru aja ketangkep’. Terus aku lihat, oh ternyata beneran ya,” ujar Widuri Agesty saat ditemui di Gedung Trans TV, Jumat (15/2/2019).

Setelah putus dengan Jupiter pada 2016 silam, Widuri Agesty masih berkomunikasi baik dengan Jupiter. Sebelum adanya penangkapan Jupiter, Widuri ternyata sempat memiliki kecurigaan saat melihat sikap Jupiter pada akun sosial medianya.

“Nggak sih. Aku sempat curiga, dia suka live di socmed. Cara ngomongnya ngelantur banget. Ini orang kenapa ya,” lanjut Widuri.

Widuri juga mengaku saat ini belum sempat menjenguk mantan kekasihnya itu setelah penangkapan kasus narkoba yang ke dua kalinya.

“Kalau sekarang belum. Masih pindah-pindah, kemarin baru rillis jadi belum dijenguk,” tutup Widuri.

(kmb/doc)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7