Mercedes-Benz Parkir di Atas Mobil Toyota, Kok Bisa?

Liputan6.com, New Jersey – Kesulitan mencari tempat parkir ternyata tak hanya dialami pengemudi mobil di Indonesia, namun juga beberapa negara lain dengan populasi kendaraan cukup besar.

Karena hal tersebut beberapa kejadian unik sering kali terjadi saat pengemudi hendak memarkirkan kendaraannya, salah satunya terjadi di New Jersey, Amerika Serikat.

Seperti dilansir Carscoops, Senin (23/4/2018), seorang pengemudi Mercedes-Benz yang tidak disebutkan namanya terlihat memarkirkan kendaraannya di atas mobil lain yang telah terparkir lebih dahulu.

Menurut juru bicara Departemen Kepolisian Maywood, pengemudi Mercedes-Benz secara tidak sengaja mengira pedal gas sebagai pedal rem, sehingga mobil yang hendak diparkirkan harus melewati semak pembatas dan terparkir di atap Toyota Corolla.

Meski mengalami kerusakan cukup parah di beberapa bagian bodi mobil, pengemudi diketahui tidak mengalami luka karena insiden tersebut.

Kok PBB Gratis Dihapuskan, Pak Anies?

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevisi pembebasan pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp 1 miliar. Dalam aturan yang baru, pembebasan pajak berlaku sampai 31 Desember 2019.

Revisi mengenai pembebasan PBB ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 38 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Pergub Nomor 259 Tahun 2015 tentang Pembebasan atas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan atas Rumah, Rumah Susun Sederhana Sewa dan Rumah Susun Sederhana Milik dengan Nilai Jual Objek Pajak sampai dengan Rp 1.000.000.000,00 (Satu Miliar Rupiah).

Seperti dikutip detikFinance, Selasa (23/4/2019), kebijakan itu dikeluarkan dengan sejumlah pertimbangan. Pertama (a), adanya perubahan objek pajak bangunan yang tidak sesuai dengan kriteria pembebasan berdasarkan hasil pendataan Peraturan Gubernur Nomor 259 Tahun 2015 sebagai diubah Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2018.


Kedua (b), dengan pertimbangan pertama maka perlunya perubahan kedua terhadap Pergub 259 Tahun 2015.

“Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Gubernur Nomor 259 Tahun 2015 tentang Pembebasan Atas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Atas Rumah, Rumah Susun Sederhana Sewa dan Rumah Susun Sederhana Milik Dengan Nilai Jual Objek Pajak Sampai Dengan Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah),” bunyi Pergub 38 Tahun 2019.

Dalam aturan yang baru, terdapat sejumlah poin yang ditambah. Salah satunya mengenai jangka waktu pembebasan PBB.

Ketentuan tersebut disisipkan antara Pasal 4 dan 5 yakni Pasal 4A yang menyatakan pembebasan ini berlaku sampai 31 Desember 2019.

“Pembebasan PBB-P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2019,” bunyi pasal 4A.

Lebih lanjut, Pergub ini ditetapkan pada tanggal 9 April 2019 dan ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kemudian, diundangkan 15 April 2019 dan diteken Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah. (zlf/zlf)

Soal Pertemuan Luhut-Prabowo, BPN: Kok Semangat Banget? Habis Lebaran Saja

Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah menelepon capres Prabowo Subianto dan bicara soal pemintaan Joko Widodo (Jokowi). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga merasa ada yang aneh.

“Kenapa Pak Luhut semangat banget? Kan agak aneh. Kita lagi berproses pemilu, lagi penghitungan suara, relawan dan pendukung kami lagi konsentrasi di kecamatan menjaga proses penghitungan ini. Kok tiba-tiba Pak Luhut ngotot banget sih? Memang ada apa?” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade di media center BPN, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Luhut menelepon Prabowo untuk menindaklanjuti permintaan Jokowi. Andre mempertanyakan keinginan Jokowi yang ingin bertemu Prabowo.
“Pertanyaan saya emang ada apa sih? Pak Jokowi dan Pak Prabowo baik-baik saja, masyarakat juga baik-baik saja, nggak ada hal yang genting kan,” ujar Andre.

BPN sebetulnya setuju dengan pertemuan Prabowo-Luhut. Namun, menurut Andre, pertemuan mereka itu lebih tepat digelar setelah Hari Raya Idul Fitri 2019.

“Nanti, nanti, habis seluruh proses selesai, habis lebaran aja ketemuannya. Habis lebaran ketemu sudah paling pas,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Luhut mengaku sudah menelepon Prabowo. Luhut menyebut Prabowo sepakat bertemu hari Minggu (21/4) namun akhirnya ditunda.

“Ya memang saya sudah telepon sama Pak Prabowo, bicara per telepon, ya kami kan teman. Bicara baik-baik ketawa-ketawa, ya kita janjian mau ketemu. Hari Minggu kemarin, tapi kemudian ada masalah teknis beliau agak sakit flu, kita reschedule,” ujar Luhut Pandjaitan di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (22/4).
(zak/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pemilu Sudah Berlalu Kok Masih Ribut Melulu, Memangnya Nggak Capek?

Jakarta – Pemilu 2019 sudah berlalu, akan tetapi pesta demokrasi yang harusnya menjadi momen seru karena hak suara yang dimiliki masing-masing orang ternyata masih juga diisi oleh para netizen. Duh kesel nggak sih, pilpresnya saja sudah kelar tapi masih ribut-ribut?!

Kepada detikHealth, sejumlah orang memberikan pengakuan kalau mereka sudah mulai malas nih dengan drama ‘cebong’ atau ‘kampret’ yang ada di media sosial. Salah satunya Adidtya Bagus (30) seorang karyawan hotel yang sudah lama jadi pengagum Joko Widodo.

“Aku mengamati beliau dari sejak walikota Solo, menurutku sosok beliau itu kayak antitesis dari pejabat publik di tahun itu. Beliau untuk pertama kalinya membuat gebrakan kalo pejabat bisa merakyat. Pemilu walkot yang kedua beliau gak kampanye sama sekali dan dapat 80% suara menurut aku sosok beliau spesial bgt,” curhat Adidtya melalui pesan singkat.

Adapun ribut-ribut soal quick count, Adidtya menyebutkan kalau itu merupakan metodologi yang sahih sehingga ia percaya hasil quick count akan tidak berbeda jauh dengan real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Adapun soal hasil resmi KPU Saya yakin gak akan jauh beda tapiiiii mari sama-sama kita hormati hasil resminya,” lanjut Adidtya.

Untuk teman-teman yang masih saja meributkan perkara pemilu, Adidtya sih sudah jauh-jauh hari menghindari itu. Ia mengaku hanya ingin realistis. Ia menambahkan, Indonesia bisa sukses bukan karena generasi muda yang pintar tapi generasi muda yang beradab dan berakhlak.

“Saran aku yah, kita hidup realistis saja, politik adalah alat yg dilakukan untuk membuat pemerintahan solid dan pemerintah bisa bekerja dengan baik, adapun bagi kita, rakyat biasa, politik akan kurang begitu terasa manfaatnya, menurut aku, hidup realistis aja, gak usah ribut-ribut. Mari sama sama nikmati hasil pembangunan Jokowi dan juga merawat apa yang sudah dibangun,” tutup Adidtya.

Selain itu ada juga Suherni Sulaeman, pegiat musik dan film yang jadi pendukung Prabowo Subianto. Ia menyukai sosok Prabowo baru-baru ini karena ia berangkat dari militer. Ia menyukai kepribadian Prabowo yang tegas, gagah, dan terlihat energik. Meski begitu, ia bukanlah orang yang terlalu fanatik.

“Dulu aku sebenarnya adalah orang yang cenderung bungkam bahkan golput soal politik. Tapi rasa-rasanya sekarang harus menentukan sikap, paling tidak pilih yang mendingan. Kondisi politik sekarang memang agak nggak kondusif ya, berbeda dengan 5 tahun lalu. Sekarang ujaran negatif entah makian atau kebencian dari tiap kubu sudah sulit diredam,” ujar Suherni.

“Saya sendiri yang mendukung salah satu paslon, sebenarnya bukan enek (dengan keributan di medsos –red) tapi gemes. Soalnya saya tipe orang yang suka kepikiran ya, ujung-ujungnya jadi stres sendiri, tapi karena yang negatif ini menimbulkan hal yang negatif pula, berusahalah untuk tidak terlalu banyak termakan issue, artinya bisa kendalikan diri sendiri,” pungkasnya.

(ask/up)

Ulang Tahun ke-89, PSSI Kok Malah Makin Ruwet?

JakartaFederasi Sepakbola Indonesia (PSSI) merayakan hari lahirnya yang ke-89. Semakin berumur, PSSI malah semakin ruwet?

PSSI didirikan oleh Soeratin Sosrosoegondo pada 19 April 1930 atau 15 tahun sebelum Indonesia merdeka. PSSI ada sebagai alat menentang penjajahan Belanda untuk menggenjot nasionalisme anak muda, berdasarkan butir-butir Sumpah Pemuda yang disepakati pada 28 Oktober 1928.

PSSI semakin dikenal oleh masyarakat. Bond-bond anggota PSSI seperti Persib Bandung, Persis Solo, VIJ Jakarta, PSIM Yogyakarta dan lainnya, semakin menyatu dengan masyarakat.

NIVU selaku federasi sepakbola Hindia-Belanda semakin ketakutan setelah PSSI berhasil melebarkan sayapnya ke beberapa daerah di dalam maupun luar pulau Jawa. PSSI, yang tadinya beranggotakan 7 bond berkembang menjadi 13 bond dalam perjalanan emapt tahun.

“Kalau di sepakbola kita bisa mengalahkan Belanda, kelak di lapangan politik pun kita bisa mengalahkan Belanda,” kata Ir. Soeratin.

Singkat cerita, setelah tahun 1950 dengan diakuinya Indonesia oleh PBB, maka FIFA, tahun 1952 mengakui PSSI sebagai induk organisasi sepakbola di Indonesia yang sah.

Waktu terus berjalan, sepakbola Indonesia tak bisa bicara banyak di level internasional. Pencapaian terbaik sepakbola Indonesia cuma medali emas SEA Games pada 1987 dan 1991.

Selepas itu prestasi terus menjauh, namun kontroversi tak pernah lepas dari PSSI. Beberapa hal memalukan terjadi saat Ketua Umum PSSI Nurdin Hali memimpin dari balik jeruji karena kasus gula import ilegal.

Masalah lainnya terjadi saat terjadi dualisme kepengurusan antara PSSI dan KPSI pada 2012. Roda kompetisi juga terpecah antara IPL dan ISL.

Masalah-masalah lain terus mengantre masuk, yakni saat kepengurusan La Nyalla Mattaliti, PSSI dibekukan FIFA. La Nyalla kemudian digusur dari posisi ketua umum pada 2016, setelah dia menjadi tersangka kasus pencucian uang dalam pengelolaan dana hibah yang diterima Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur tahun 2011 sampai 2014.

Kursi kepengurusan pun jatuh ke tangan Edy Rahmayadi, yang terpilih berdasarkan hasil kongres. Isu match fixing merebak di era ini. Anggota Exco Johar Lin Eng dan Hidayat, Anggota Komdis Dwi Irianto, sampai personel di perwasitan ditangkap tim Satgas Anti Mafia Bola.

Edy akhirnya meletakkan jabatan pada Januari 2019 setelah merasa dikhianati oleh orang-orang di sekitar PSSI, yang pada saat itu Edy juga merangkap sebagai Gubernur Sumatra Barat.

Ulang Tahun ke-89, PSSI Kok Malah Makin RuwetFoto: Agung Pambudhy

Joko Driyono otomatis mengambil alih posisi Edy sebagai pelaksana tugas. Hal ini juga tak bertahan lama setelah Joko ditahan Satgas akibat kasus perusakan dan penghilangan barang bukti terkait match fixing.

Tugas sebagai ketum jatuh ke tangan Iwan Budianto, meski ada juga yang menyebut Gusti Randa sebagai penerus berdasarkan surat rekomendasi yang ditandatangani Joko.

Masalah tidak kunjung berhenti setelah Joko masuk penjara. PSSI dijerat utang dengan nominal mencapai miliaran rupiah. Itu masih ditambah dengan angka yang ditunggak oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Utang-utang PSSI muncul ke ruang publik setelah finalis Liga 3, Persik Kediri dan PSCS Cilacap, menuntut hak mereka. Final itu dilaksanakan pada 30 Desember 2018. Juga, batalnya pengiriman Timnas U-15 putri ke Piala AFF 2019 karena tak ada uang.

Kemudian muncul kabar PSSI berutang kepada NineSport senilai Rp 2,1 miliar. Uang itu untuk membiayai Timnas U-19 menuju Piala AFF 2014 di Vietnam.

“Sampai saat ini belum dibayarkan utangnya.Tercatatnya, 150 ribu USD sih. Sudah mencoba menagih tapi belum ada kepastian,” CEO Ninesport, Arif Wicaksono.

Belakangan, Anggota Exco PSSI, Gusti, menyebut PSSI juga memiliki utang dari Hamba Allah senilai Rp 4,5 miliar.

“Talangan itu bahasa kerennya, bahasa resminya kami berutang gitu. Jumlah utangnya sekitar itu (Rp 4,5 miliar),” kata Gusti kepada pewarta.

Di usia yang sudah 89 tahun ini, PSSI kok malah makin ruwet?

(ran/mrp)


Lukaku: Barcelona Juga Celah Kok

BarcelonaManchester United akan menghadapi Barcelona di leg II perempatfinal Liga Champions. Los Cules dinilai masih mempunyai celah kendati bermain kandang.

Barca vs Man United akan dipentaskan di Camp Nou, Rabu (17/4/2019) dinihari WIB. MU ketinggalan agregrat 0-1 menatap laga itu.

Saat bermain kandang, MU tak bisa menciptakan peluang berbahaya. Sepanjang 90 menit, The Red Devils tak bisa mencatatkan shot on target saat berduel di Old Trafford..

Striker MU, Romelu Lukaku, tetap optimistis bahwa Barcelona tetap bisa ditembus kendati bermain di hadapan para pendukungnya.

“Barcelona bukan PSG, mereka lebih berpengalaman. Kami harus percaya diri dan menyambangi Camp Nou dengan gairah dan menciptakan lebih banyak peluang,” kata Lukaku di situs UEFA.

“Barca ada di level berbeda. Barcelona, Real Madrid, Juventus, dan Bayern Munich bagi saya merupakan empat klub terbaik Eropa. Kami ingin sekali lagi menjadi tim Inggris yang menjadi bagian status itu.”

“Kami harus membuat kesalahan sesedikit mungkin, tapi juga memperagakan permainan yang bagus karena terkadang Barcelona meninggalkan celah untuk bermain,” dia menambahkan.

(cas/nds)

Wasekjen Demokrat: Sebenarnya Prabowo Debat dengan Siapa, Kok Serang SBY?

Liputan6.com, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik menyayangkan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto saat debat capres, Sabtu, (13/4/2019). Rachland menilai saat debat Prabowo menyinggung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?,” tulis Rachland dalam akun twitternya yang diunggah saat debat berlangsung.

Saat debat, Prabowo memang menyinggung soal kinerja Presiden sebelum Jokowi. Prabowo menyampaikan, deindustrialisasi bangsa Indonesia perlu dilakukan segera demi menutupi kesalahan para pemimpin sebelum masa pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi.

“Belajar baik dan berani merencanakan pembangunan deindustrialisasi, ciptakan lapangan kerja, lindungi petani dan nelayan kita. Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak (Jokowi), kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya,” tutur Prabowo dalam debat pilpres 2019 di hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Prabowo menyatakan, dia tidak menyalahkan Jokowi dalam upayanya melakukan perbaikan demi kesejahteraan rakyat. Hanya saja, Jokowi harus berkaca bahwa ada cara yang salah saat menjalankan program pilihannya.

“Jadi kembali lagi saya terus terang saja tidak menyalahkan Pak Jokowi. Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berlangsung belasan, puluhan tahun, tapi harus berani mengoreksi diri. Kita salah jalan,” jelas dia.

Pengakuan Tetangga Eksekutor Mayat Dalam Koper: Gemulai Kok Bisa Mateni

Blitar – Kedatangan polisi ke rumah tersangka AS, membuat banyak tetangganya kaget. Mereka tidak mengira, jika AS yang pembawaannya gemulai seperti wanita seorang pembunuh sadis. AS eksekutor mayat dalam koper.

Di Desa Mangunan, tepatnya RT 2 Rw 1, sosok AS dikenal sebagian warga sebagai pria pendiam. Dia juga jarang bergaul dan lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumahnya jika siang hari.

Kedatangan tim penyidik Polda Jatim ke rumahnya, Jumat (12/4/2019) dini hari, sontak menjadi pusat perhatian warga sekitar. Apalagi, di lokasi sekitar persawahan itu hanya ada 8 rumah penduduk.

“Saya ya kaget. Nyapo rame-rame iki (Kenapa ramai-ramai ini). Terus ada yang bilang, Mas AS mateni uwong (Membunuh orang). Saya lebih kaget lagi. Mosok banci iso mateni (Masa banci bisa membunuh),” tutur tetangga AS, Nawaru kepada detikcom di lokasi, Sabtu (13/4/2019).

Menurut Nawaru, pembawaan AS memang gemulai. Ini tampak dari cara berjalannya yang kelihatan seperti seorang wanita. Malah Nawaru mengaku, pernah melihat AS berdandan seperti seorang wanita.

“Dulu sekali pernah dandan wanita. Tapi sekarang-sekarang ini tidak pernah lagi,” imbuhnya.

Senada dengan Nawaru, Moh Nur Kholig adalah tetangga yang rumahnya paling dekat dengan rumah tersangka AS. Kholiq hampir tiap pagi jagongan dengan ibu AS, usai jamaah salat subuh di musala kampung itu.

“Tiap pagi saya jagongan sama ibunya. Kalau sama AS, nyaris tidak pernah. Jarang bergaul anak itu. Makanya kaget juga kok tiba-tiba banyak polisi, katanya AS membunuh temannya. Lha kok bisa gitu lho,” kata Kholig pada detikcom di depan rumah AS.

Selain kaget AS terlibat pembunuhan korban mayat dalam koper, tak banyak informasi lain yang diketahui para tetangganya. Mereka hanya beberapa kali melihat, teman-teman AS datang ke rumah itu sekitar 4-5 orang. Mereka semua lelaki. Namun saat malam mulai tiba, ada beberapa warga yang melihat penampakan wanita di antara mereka.

“Pernah ada rencana menggerebek. Tapi kami pikir lagi iya kalau beneran ada wanitanya. Kalau laki-laki semua piye jal,” pungkas Kholiq mengakhiri pertanyaan detikcom.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Luhut: Jokowi-Prabowo Baik-Baik Saja, Kok Kita Ribut?

Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap suasana persahabatan pada debat capres Jokowi dan capres Prabowo Subianto juga menyebar ke masyarakat. Luhut berpesan agar masyarakat tetap menjaga persaudaraan.

“Mereka baik-baik saja, kok kita ribut sih, pemimpin calon dua itu baik-baik saja,” ujar Luhut usai debat capres di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).

Luhut juga berbicara soal bahayanya hoax yang menyebar. Luhut berharap masyarakat tak mudah percaya dengan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Dan itu kita imbau di mana saya ceramah mau pilih nomor 01 atau 02, itu hak demokrasi kita. Tapi jangan berangkat memilih itu dari informasi hoax dan fitnah,” sambungnya.

Suasana hangat ditunjukkan capres Joko Widodo (Jokowi) dan capres Prabowo Subianto setelah menutup sesi debat capres. Jokowi dan Prabowo tertawa, memberi salam dengan cipika-cipiki.

“Jadi kita pun tidak ada akan putus persaudaraan kita. Kita berjuang untuk rakyat sama-sama, biarlah rakyat yang menentukan, yang terbaik untuk bangsa kita,” ujar Prabowo menutup sesi keenam debat capres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Sebelumnya, capres Jokowi dalam pernyataan penutup debat juga menegaskan persaudaraan yang tetap terjaga.

“Tali persahabatan saya dengan Pak Ma’ruf Amin dengan Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno juga yakinlah, insyaallah tidak akan pernah putus, tali persahabatan, tali silahturami di antara kita,” ujar Jokowi.
(fdn/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Harga Avtur Turun, Kok Tiket Pesawat Masih Mahal?

Liputan6.com, Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan telah meminta agar harga tiket pesawat segera turun. Sebelumnya, harga tiket pesawat sempat disebut naik karena mahalnya harga avtur, tetapi avtur sudah turun.

Meski demikian, harga tiket pesawat masih tinggi dan wisata daerah pun lesu. Terkait avtur, Sekjen Asosiasi Travel Agent Indonesia Pauline Suharno menjelaskan avtur hanyalah satu komponen pembiayaan maskapai. Ia menyebut pastinya ada biaya-biaya lain selain avtur.

“Ya kita kan enggak pernah tahu dalam-dalamnya seperti apa. Mereka punya cost untuk bayar sewa pesawat, kan cost itu enggak hanya avtur saja,” jelas Pauline kepada Liputan6.com.

“Ada juga cost untuk bayar landing fee, cost pegawai, kemudian cost-cost lainnya, itu kan banyak komponen cost, enggak cuman avtur saja yang memengaruh,” ia menambahkan.

Selain itu ada pula isu bisnis terkait demand. Pauline menyebut harga tiket pesawat yang masih tinggi sejak musim liburan akhir tahun lalu tidak terlepas dari datangnya musim kampanye 2019.

Pauline menjelaskan, maskapai percaya diri bahwa tiket pesawat tetap akan dicari walau harganya mahal, terutama karena pada musim kampanye ini banyak penerbangan ke berbagai daerah.

“Maskapai sekarang merasa bahwa demand-nya ada, karena mereka begini semenjak bulan November lalu, mereka cukup pede, mereka bilang Desember kan ramai katanya, lalu bulan Januari sampai Maret nanti ada kampanye. Banyak yang kampanye, jadi pergerakan domestik pasti banyak menurut mereka,” ucap Pauline.

Sementara, Menteri Luhut meminta agar para maskapai tidak ambil untung terlalu besar pada harga tiket pesawat dan memerhatikan suasana pasar. Ia pun tidak memberi ultimatum melainkan menyerahkan ke pihak maskapai.

“Kita hanya melihat bagaimana suasana market, harga fuel sudah diturunkan. Kita enggak target, tergantung mereka saja,” kata Luhut.