Kisah WNI di Tapal Batas yang Memilih Jadi Warga Negara Malaysia, Mengapa?

Liputan6.com, Jakarta – Bukan hal yang mudah untuk menetap di daerah perbatasan Indonesia. Akses jalan yang minim, fasilitas terbatas, dan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah harus dialami oleh warga tapal batas.

Dusun Gun Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat adalah satu dari sekian desa yang berada di daerah perbatasan.

Dusun ini lokasinya berhadapan langsung dengan Malaysia. Bahkan, jarak antara Dusun Gun Tembawang dengan Kampung Speed, Malaysia hanya 6 kilometer saja.

Masyarakat asli Dusun Gun Tembawang pun lebih memilih untuk berganti kewarganegaraan Malaysia. Tak heran memang, kehidupan negeri jiran dinilai lebih menjanjikan.

“Sebenarnya di Gun Tembawang ini kami merasa rakyat Indonesia, tapi karena Pemda tak mengerti kami anak Indonesia, maka kami tak punya jalan, sekolah. Kalau orang bilang Indonesia sudah merdeka, kami ndak pernah rasa merdeka. Maka jangan heran, orang Gun ini banyak yang pindah ke Malaysia,” ujar Kepala Dusun Gun Tembawang Marselus Gaut saat ditemui di Dusun Gun Tembawang, Sanggau, Selasa 30 Oktober 2018.

Benar saja yang dikatakan Marselus. Saat Liputan6.com mengunjungi Gun Tembawang, terlihat dusun tersebut memiliki akses jalan yang sangat minim sekali, begitu juga fasilitas lainnya amat terbatas.

Untuk menuju ke Kecamatan Entikong, butuh waktu tiga hingga empat jam menggunakan jalan darat yang terjal dan menyeberangi sungai.

Perjalanan menuju ke kota pun sangat sulit dan bergantung kepada cuaca. Apabila cuaca hujan, waktu tempuhnya bisa mencapai dua kali lipat. Tak hanya itu, masyarakat Gun Tembawang yang ingin ke Kecamatan Entikong harus menyiapkan kocek Rp 500 ribu.

“Ongkosnya tergantung kalau carter ndak bawa barang Rp 500 ribu (pulang-pergi). Kalau bawa barang lain ceritanya, ditimbang 1 ringgit (Malaysia) 1 kilo,” terang Marselus.

Selain akses jalan yang tidak memadai, sedikitnya lapangan pekerjaan juga menjadi alasan warga Gun Tembawang di daerah perbatasan memilih untuk berganti kewarganegaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *