Opera Sabun Mauro Icardi

Liputan6.com, Milan – “Di belakang setiap pria hebat, pasti ada wanita hebat,” mungkin inilah peribahasa yang ada di benak Wanda Nara. Namun, banyak fans Inter Milan mungkin tak setuju dengan hal tersebut. Bagi mereka, Wanda adalah racun dalam karier suaminya, Mauro Icardi.

Semua berawal dari masalah kontrak baru. Mauro Icardi masih terikat kontrak di Inter sampai 2021, tapi terus dikejar tim-tim besar. La Beneamata merasa harus bergerak cepat untuk memagari Icardi.

Negosiasi pun dilakukan, namun berlangsung alot. Selama negosiasi, komentar Wanda sering berubah-ubah.

Dia pernah berkata Mauro Icardi sudah pasti menandatangani kontrak baru, lalu mengubah komentar itu sepekan kemudian. Dia juga mengatakan situasi Icardi masih tidak jelas.

(AFP/Miguel Medina)

Komentar-komentar Wanda inilah yang jadi awal permasalahan. Pihak klub tidak terima, tetapi Wanda ngotot. Terjadilah perang kecil di antara keduanya dan yang jadi korban adalah Icardi.

Inter mencopot ban kapten pemain asal Argentina itu dan memberikannya kepada kiper Samir Handanović. Hal ini sangat memalukan bagi Icardi.

AFP/Miguel Medina)

“Ada perang kecil antara manajemen dengan Wanda Nara, yang sering muncul di media dalam beberapa pekan terakhir. Icardi telah membuktikan diri sebagai kapten luar biasa di lapangan, tapi dalam situasi seperti ini dia selalu memihak istrinya,” kata Jatin Dietl, Area Manager Transfermarkt.

“Itulah yang menyebabkan permasalahan dalam tim,” imbuh dia.

2 dari 2 halaman

Marotta Marah Besar

Beppe Marotta (GABRIEL BOUYS / AFP)

Hal yang sama juga dibocorkan oleh Mario Sconcerti, jurnalis kawakan yang sudah lama bekerja di sekitar Inter. Dia menyebut masalah ini dimulai dari sikap Wanda, yang membuat Direktur Inter, Giuseppe Marotta marah besar.

“Situasi Icardi di Inter semakin tidak bisa dikendalikan. Telah terjadi perpecahan dalam beberapa pekan terakhir, dan Wanda terus memancing masalah, situasi ini nyaris berada di titik jenuh,” kata Sconcerti.

“Marotta terpaksa turun tangan dan harus melakukannya dengan cara yang jelas dan resmi. Wanda telah memecah belah Inter,” imbuh dia.

“Saya sudah melihat situasi yang serupa, ketika para pemain tetap memihak istrinya dengan setia. Tapi kisah Icardi telah berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa Anda terima. Dia telah menyerang fondasi klub,” ucapnya.

Gara-gara masalah ini, Inter mulai mempertimbangkan opsi melepas Icardi. Adalah Juventus yang mulai melakukan negosiasi tahap awal dengan La Beneamata.

Mungkinkah Icardi pindah ke Juventus yang notabene rival abadi Inter? Kita tunggu saja.

(AFP Photo/Josep Lago)

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Nadeo Argawinata Masih Mungkin Balik ke Timnas Indonesia U-22

Jakarta – Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata termasuk salah satu pemain yang tidak masuk skuat Timnas Indonesia U-22 untuk Piala AFF U-22 2019. Namun, Nadeo masih punya peluang memperkuat tim di kualifikasi Piala AFC U-23 2020 pada 22-26 Maret 2019.

Setelah melewati tiga laga uji coba jelang berangkat ke Piala AFF U-22 2019, pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, memutuskan 23 nama yang dibawanya ke Kamboja. Indra Sjafri membawa tiga penjaga gawang, yaitu Awan Setho, Satria Tama, dan Muhammad Riyandi.

Nadeo Argawinata dipastikan tercoret dari Tim Garuda Muda di Piala AFF U-22 2019. Namun, penjaga gawang yang memiliki jam terbang cukup tinggi bersama Borneo FC pada Liga 1 2018 itu masih punya kesempatan kembali ke Tim Garuda Muda dalam waktu cepat.

“Seperti yang sudah sering saya katakan. 40 pemain yang sudah didaftarkan kemarin itu bisa saja kembali dipanggil untuk kualifikasi Piala AFC. Ada yang mungkin dipanggil, ada yang mungkin tidak dipanggil,” ujar pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri.

Hal tersebut dibenarkan pelatih kiper Timnas Indonesia U-22, Hendro Kartiko. Menurut legenda Timnas Indonesia itu, Nadeo masih berpeluang kembali bergabung setelah Piala AFF U-22 2019.

“Ya Nadeo masih punya kesempatan. Saya juga berharap di kesempatan nanti setelah Piala AFF, Nadeo bisa dipanggil lagi dan dia datang dengan sudah memperlihatkan peningkatan,” ujar Hendro Kartiko.

Seusai Piala AFF U-22 2019 yang digelar mulai 17 hingga 26 Februari 2019, Timnas Indonesia U-22 akan kembali berkumpul untuk melakukan pemusatan latihan jelang Kualifikasi Piala AFC U-23 2020. Timnas Indonesia U-22 akan mengikuti turnamen kualifikasi tersebut yang digelar di Vietnam pada 22 hingga 26 Maret 2019.

Sumber Bola.com

Courtois Ingin Hazard Pindah ke Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta Penjaga gawang andalan Real Madrid, Thibaut Courtois ingin main bareng lagi dengan bintang Chelsea, Eden Hazard di Santiago Bernabeu pada musim depan.

Sejak musim lalu Hazard gencar dikaitkan dengan Real Madrid. Pemain internasional Belgia itu sempat ingin hengkang pada musim panas lalu, akan tetapi manajer Maurizio Sarri bisa merayunya untuk bertahan. 

Namun sepertinya rayuan Sarri sudah tidak mempan lagi. Hazard berkali-kali memberikan indikasi dirinya bakal hengkang dari Stamford Bridge dan ingin bergabung dengan Madrid.

Courtois sendiri lebih dulu pergi dari Chelsea menuju Madrid pada musim panas lalu. Kiper 26 tahun itu pun ingin kembali bermain dengan Hazard yang juga rekannya di tim nasional Belgia.

“Tentu akan menyenangkan jika Hazard gabung [Real Madrid], tapi saya tak bisa berkata banyak mengenai hal tersebut,” ujar Courtois kepada VTM Nieuws.

“Itu sesuatu yang harus dia putuskan dan Madrid harus memutuskan jika mereka menginginkan dia, karena saya tak tahu hal itu juga. Namun Eden adalah pemain top dan juga sahabat saya, jadi jika dia datang ke sini akan menyenangkan, tapi dia harus membuat keputusan,” lanjutnya.

Sumber Bola.net

Rapid Wina vs Inter Milan: Handanovic Semringah Jadi Kapten

Liputan6.com, Milan – Samir Handanovic baru saja ditahbiskan sebagai kapten baru Inter Milan. Dengan jabatan barunya, kiper berusia 34 tahun ini membantu Inter Milan menang tipis 1-0 atas tuan rumah Rapid Wien dalam lanjutan Liga Europa, Jumat (15/2/2019) dinihari WIB.

“Setiap pemain bangga menjadi kapten dari klub besar, tetapi kita sedang membicarakan Inter Milan, bukan personal,” kata Handanovic seperti dilansir Football Italia.

Seperti diketahui, Inter Milan baru saja mencopot jabatan kapten dari Mauro Icardi. Tidak jelas apa alasan di balik keputusan tersebut.

Namun publik menduga, ini ada kaitannya dengan Icardi yang belum juga memperpanjang kontrak. Di saat yang sama, striker asal Argentina ini terus dikaitkan dengan sejumlah klub besar lain seperti Real Madrid.

Inter Milan pun mengambil sikap dengan mencopot ban kapten dari lengan Icardi. Nerrazuri -julukan Inter Milan- akhirnya memilih Handanovic sebagai kapten baru.

2 dari 3 halaman

Hasil Bagus

Terkait pertandingan, Handanovic menilai hasil 1-0 yang dicetak lewat penalti Lautaro Martinez sudah bagus. Pasalnya, Rapid Wien juga memiliki kesempatan untuk membobol gawang Inter Milan.

Namun Inter beruntung memiliki Handanovic yang berhasil mematahkan beberapa peluang. “Untuk itulah saya di sini. Jelas, saya tak ingin membuat banyak penyelamatan, tetapi jika saya di butuhkan saya selalu ada,” kata Handanovic.

“Saya kira, menang 1-0 sudah merupakan hasil bagus, karena pertahanan dimulai dari penyerangan. Jadi setiap pemain berusaha. Sangat penting untuk tidak kebobolan lagi,” ujar Handanovic mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Kemenangan Kedua

Di sisi lain, kemenangan atas Rapid Wien merupakan yang kedua bagi Inter Milan dalam lima laga terakhir. Ya, performa pasukan Luciano Spalletti belakangan kurang bagus.

Inter Milan sempat kalah tiga kali beruntun sebelum menang 1-0 atas Parma pada pekan lalu. Tiga kekalahan itu terjadi masing-masing atas Torino (0-1), Lazio (adu penalti), Bologna (0-1).

Rapid Wina vs Inter Milan: Lautaro Martinez Ingin Jadi Mesin Gol Nerrazuri

Liputan6.com, Milan – Lautaro Martinez menjadi bintang dalam laga Rapid Wien vs Inter Milan di babak 32 besar Liga Europa, Jumat (15/2/2019) dini hari WIB. Gol penalti Martinez membuat Inter Milan menang 1-0.

Ini merupakan gol keempat Martinez sejak bergabung dengan Inter dari Racing Club pada awal musim ini. Ia pun ingin terus menjadi mesin gol bagi Nerrazuri -julukan Inter Milan.

“Striker selalu butuh mencetak gol. Saya ingin terus seperti ini, yang mana itu butuh kerja keras dan totalitas,” ujar Martinez seperti dilansir situs resmi klub.

Inter Milan bertandang ke markas Rapid Wien dengan masalah internal. Ya, mereka baru saja mencopot ban kapten dari Mauro Icardi dan menyerahkannya ke Samir Handanovic.

Kiper asal Slovenia itu pun memulai debutnya sebagai kapten Inter pada laga dini hari tadi. Icardi sendiri sebetulnya ada di dalam tim, namun rumor yang beredar menyebut ia menolak bermain.

Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti akhirnya mengandalkan Martinez sebagai ujung tombak. Keputusan ini tidak sia-sia lantaran aksi Martinez membuahkan penalti bagi Inter di menit 38.

2 dari 3 halaman

Lebih Tenang

Martinez menilai kemenangan ini membuat atmosfer di ruang ganti Inter kondusif. Menurutnya, semua anggota tim menjadi fokus untuk menghadapi laga selanjutnya.

“Kami berhasil mendapat hasil positif dan sekarang kami bisa berlatih dengan tenang untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya,” kata Martinez.

3 dari 3 halaman

Kemenangan Kedua

Di sisi lain, kemenangan atas Rapid Wien merupakan yang kedua bagi Inter Milan dalam lima laga terakhir. Ya, performa pasukan Luciano Spalletti belakangan kurang bagus.

Inter Milan sempat kalah tiga kali beruntun sebelum menang 1-0 atas Parma pada pekan lalu. Tiga kekalahan itu terjadi masing-masing atas Torino (0-1), Lazio (adu penalti), Bologna (0-1).

BATE vs Arsenal: Cech Singgung Kualitas Lapangan

Liputan6.com, London – Arsenal secara mengejutkan kalah 0-1 dari tuan rumah BATE Borisov di babak 32 besar Liga Europa, Jumat (15/2/2019) dinihari WIB. Usai pertandingan, kiper Arsenal, Petr Cech menyinggung soal kualitas lapangan stadion Borisov Arena.

Menurut Cech, meski buruk, kualitas lapangan sejatinya tidak berpengaruh signifikan terhadap penampilan Arsenal.

“Dengan lapangan yang lebih baik, kami mungkin bisa memaksimalkan kesempatan karena Anda punya arena yang lebih baik untuk pemain. Tetapi ini berlaku untuk kedua tim,” kata Cech seperti dilansir situs resmi Arsenal.

Arsenal sebetulnya lebih dijagokan menang kendati berstatus sebagai tim tamu. Maklum, tim asuhan Unai Emery lebih unggul dalam soal materi pemain.

Sayangnya, Cech dan kawan-kawan gagal mengonversi keunggulan kualitas itu menjadi gol. Satu gol Stanislaw Drahun di menit 45 gagal dibalas hingga pertandingan usai.

Arsenal malah harus kehilangan Alexandre Lacazette, lima menit sebelum laga usai karena diusir wasit. “Tidak peduli berapa banyak kesempatan yang kami buat untuk menang, kami ternyata tidak bisa menciptakan gol,” ujar Cech.

2 dari 3 halaman

Tetap Yakin

Meski kalah, Cech tetap yakin Arsenal bisa membalikkan keadaan pada leg kedua di Emirates Stadium. Hanya saja, ia mengakui kekalahan ini menyulitkan posisi Arsenal karena harus menang di leg kedua.

“Kami mendapatkan hasil yang tidak kami inginkan. Kami ingin mencetak gol dan ingin menang, kami ingin menempatkan diri kami di posisi yang baik untuk leg kedua. Tetapi kami membuat diri kami kesulitan,” ujar Cech.

“Kami harus memastikan kami memenangi leg kedua di kandang dan saya yakin kami bisa melakukannya,” kata Cech mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Lima Pertandingan Arsenal Berikutnya

Jumat (22/2/2019) Arsenal vs BATE

Minggu (24/2/2019) Arsenal vs Southampton

Kamis (28/2/2019) Arsenal vs Bournemouth

Sabtu (2/3/2019) Tottenham Hotspur vs Arsenal

Minggu (10/3/2019) Arsenal vs Manchester United

Tertinggal 0-2, Schmeichel: MU Bisa Balikkan Keadaan

Liputan6.com, Manchester – Kiper legendaris Peter Schmeichel menilai peluang Manchester United (MU) menyingkirkan Paris-Saint Germain (PSG) pada babak 16 besar Liga Champions tetap terbuka.

MU dalam posisi terjepit setelah tumbang 0-2 di kandang sendiri, Selasa (12/2/2019). Akibatnya, mereka mesti menang dengan selisih tiga gol saat menyambangi markas PSG pada 6 Maret mendatang.

Perjuangan The Red Devils bertambah berat dengan sanksi disiplin Paul Pogba, plus cedera yang menimpa Jesse Lingard dan Anthony Martial.

Menyikapi kondisi tesebut, banyak menilai pertandingan di Parc des Princes hanya sebatas formalitas. MU diminta mengalihkan konsentrasi ke Liga Inggris dan Piala FA.

MU kalah kelas dari PSG. Mereka tidak mungkin menyelamatkan diri,” kata Gary Neville.

2 dari 3 halaman

Bisa Belajar

Namun, Schmeichel memiliki pandangan berbeda dengan mantan rekannya. Sebagai bagian tim yang kerap membalikkan keadaan, dia heran melihat Neville bersikap pesimis.

“Masih ada tiga pekan bagi MU untuk mempersiapkan diri. Banyak yang mungkin terjadi pada leg kedua. MU pasti juga belajar banyak dari duel pertama,” tegas Schmeichel.

“Menyambut laga nanti, MU bisa berlatih, mengembangkan diri, dan menyusun rencana agar berjaya,” sambungnya.

3 dari 3 halaman

Janji Solskjaer

Manajer interim MU Ole Gunnar Solskjaer juga tidak mau menyerah. Dia menegaskan skuatnya bakal tetap berjuang.

“Pemain memiliki determinasi. Kami akan tetap mencoba, terutama jika mampu unggul satu gol di babak pertama partai nanti,” ungkap Solskjaer.

Setelah Ban Kaptennya Dicopot, Icardi Tak Dibawa Inter ke Liga Europa

MilanMauro Icardi baru saja kehilangan ban kaptennya di Inter Milan. Belum sampai di situ, penyerang Argentina tersebut juga tak dibawa Nerazzurri ke Liga Europa.

Inter baru saja mencopot ban kapten Icardi, yang dijabat sejak musim 2015/2016. Kini kiper Samir Handanovic yang menjadi pemimpin Radja Nainggolan dkk di lapangan.

Setelah ban kaptennya dicopot, Icardi juga ditinggal Inter jelang berlaga di leg pertama babak 32 besar Liga Europa. Striker berusia 25 tahun itu tidak masuk skuat untuk menghadapi Rapid Vienna, Jumat (15/2/2019) dini hari WIB.

Dalam daftar 19 pemain yang dirilis Inter, tidak ada nama Icardi untuk menghadapi Rapid Vienna. Di posisi depan, skuat Biru Hitam hanya membawa Lautaro Martinez dan Matteo Politano.

Sebaliknya, Inter justru membawa banyak pemain muda. Ada Thomas Schiro, Maj Roric, dan Ryan Patrick Nolan yang dibawa dari tim Inter Primavera.

Sebelumnya, performa Icardi sudah menjadi sorotan. Ia belum mencetak gol di tujuh pertandingan terakhir, yang disebut karena terganggu dengan masalah kontraknya.

(yna/cas)

Kiper Real Madrid Senang Liga Champions Pakai VAR

Liputan6.com, Jakarta Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois menilai VAR sangat penting dalam sepak bola modern ini. Courtois menyukai VAR karena dia percaya teknologi itu bisa membuat sepak bola jadi lebih adil. Dia sudah merasakannya di Piala Dunia 2018.

Liga Champions dan Liga Europa juga sudah mulai menggunakan VAR di fase gugur musim ini. Artinya, ketika Real Madrid melawat ke markas Ajax Amsterdam dalam leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (13/2) dini hari WIB nanti, pertandingan akan dibantu oleh VAR. 

Courtois mengaku optimistis dengan penerapan VAR di LIga Champions. Meski VAR masih beberapa kali disalahpahami, dia percaya seiring waktu berjalan VAR akan jadi elemen penting pertandingan.

Satu hal yang paling dia sukai adalah VAR bisa membuat pertandingan berjalan lebih adil.

Menurut Courtois, pengalaman penggunaan VAR di Piala Dunia 2018/19 lalu telah menjawab semua keraguan. VAR ternyata bisa bekerja dengan baik, sepak bola berjalan lebih adil. Semua tim yang terlibat juga menyuukai VAR.

“Saya menyukai VAR. Pengalaman di Piala Dunia sangatlah bagus dan semua negara sudah mengatakan hal yang sama. Di Piala Dunia, semuanya berjalan dengan sangat baik,” tegas Courtois di laman resmi Real Madrid.

“Terkadang terdapat kurangnya pengetahuan soal peraturannya, VAR boleh mengintervensi ketika ada kesalahan yang jelas, tapi orang-orang tidak selalu menyadari itu. VAR harus digunakan untuk membantu permainan.”

2 dari 2 halaman

Hal Bagus

Lebih lanjut, Courtois tahu terkadang VAR bisa merugikan tim mereka sendiri. Namun, baginya yang terpenting adalah menciptakan sepak bola yang adil. VAR telah menyeimbangkan sepak bola.

“Terkadang itu merugikan anda ketika offside yang diberikan padahal itu bukan offside, dan terkadang anda yang diuntungkan, lalu pada kesempatan lain sebaliknya akan terjadi.”

“VAR adalah hal bagus ketika membahas soal membuat pertandingan jadi lebih adil,” tutup Courtois.

Sumber Bola.net

Hasil Liga Champions: PSG Tumbangkan MU 2-0 di Old Trafford

Jakarta – Paris Saint-Germain pulang dengan kemenangan dari lawatan ke Manchester United pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Les Parisiens menang 2-0.

Bertandang ke Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dinihari WIB, PSG sempat bertarung ketat dengan MU di babak pertama. Kedua tim bermain agresif dan sama-sama menerapkan high-pressing.

Tapi tuan rumah mengendur selepas restart. Keluarnya Jesse Lingard dan Anthony Martial yang diyakini mengalami cedera, digantikan Alexis Sanchez dan Juan Mata, membuat intensitas MU relatif menurun.

PSG lantas memanfaatkan momentum untuk menggebrak di awal babak kedua tersebut. Hasilnya Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe mendapatkan gol pada menit ke-53 dan 60.

PSG tampil efektif dengan lima tembakan mengarah ke gawang dari 12 percobaan. Sementara MU punya 10 tembakan, dengan hanya satu yang on target.

Kemenangan 2-0 di Old Trafford ini jadi sebuah keuntungan besar untuk PSG, karena leg kedua digelar di kandang mereka.

Jalannya Pertandingan

Selepas kick-off, kedua tim langsung menerapkan pendekatan agresif. Baik MU maupun PSG sama-sama menekan jauh ke pertahanan lawan.

PSG jadi yang pertama mendapatkan peluang. Angel Di Maria mendapatkan bola di depan kotak penalti dan tak ditempel dengan baik oleh pemain MU. Dia melepaskan sepakan, namun masih tipis ke kanan gawang.

MU tak tinggal diam dan mulai menempatkan PSG dalam tekanan. Tapi ancaman baru tercipta di menit ke-16, ketika Paul Pogba merangsek di sisi kanan dan melewati Presnel Kimpembe untuk melepaskan umpan silang.

Hanya saja umpannya terlalu dekat dengan Gianluigi Buffon ketimbang ke Jesse Lingard.

Dua menit berselang, umpan silang menggoda dari Ashley Young mengarah ke Lingard di tengah. Tapi Kimpembe melakukan sundulan krusial untuk mengubah arah bola.

PSG membuang peluang bagus untuk membuka keunggulan di menit ke-28. Kylian Mbappe menerima umpan terobosan dari Julian Draxler dan tinggal menghadapi kiper, tapi sepakannya melebar tipis.

Kesempatan lain untuk PSG di menit ke-37, kali ini Di Maria yang mendapatkan umpan terobosan. Winger Argentina itu mencoba melewati David de Gea, tapi pada akhirnya tendangan kaki kanannya terlalu lemah sehingga mudah diamankan.

Belakangan wasit meniup peluit tanda offside.

PSG mendapatkan kesempatan dari bola mati tak jauh dari kotak penalti MU pada menit ke-44. Dani Alves mencoba mengarahkan tembakan langsung, tapi masih tipis di atas gawang MU. Babak pertama berakhir tak lama berselang.

PSG menebar ancaman di menit ke-53, saat umpan silang Dani Alves ditanduk Mbappe. Bola ditepis De Gea dan berujung sepak pojok.

Dari sepak pojok ini PSG memetik keunggulan. Umpan lambung Di Maria dari kanan mengarah ke tiang jauh dan Kimpembe lolos dari penjagaan. Dia mencocor bola dan menaklukkan De Gea.

PSG melanjutkan tekanannya di menit ke-56. Kali ini Alves menyambar bola sapuan De Gea dengan sepakan keras dari depan kotak penalti. Pogba di posisi tepat untuk memblok bola.

MU kembali kebobolan di menit ke-60. Dari serangan balik, Di Maria melesati di sisi kiri lalu melepaskan umpan yang melewati Young dan Eric Bailly, lalu berakhir di kaki Mbappe. Sontekan Mbappe membawa PSG memimpin 2-0.

Nyaris gol ketiga untuk PSG di menit ke-63! Mbappe dalam posisi bebas dan hanya menghadapi De Gea dari serangan balik. Penyerang muda Prancis itu mencoba mencungkil bola, tapi bisa dihentikan De Gea.

Semenit kemudian, MU terancam lagi. Kali ini Juan Bernat mendapatkan ruang di kiri dan melepaskan tembakan keras. De Gea menghalaunya.

Sebuah upaya balasan dari MU di menit ke-70 gagal. Tembakan Ander Herrera diblok oleh Marco Verratti. PSG mulai mengurangi pressing.

MU lebih banyak menguasai bola, tapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Percobaan Rashford di menit ke-86 lagi-lagi terhalang.

Saat berupaya mengejar gol, MU malah kehilangan pemain. Pogba mendapatkan kartu kuning kedua usai melanggar Alves pada menit ke-89. Sampai laga selesai tak ada lagi gol tercipta.

Susunan pemain:

MU: David de Gea; Ashley Young, Eric Bailly, Victor Lindelof, Luke Shaw; Ander Herrera, Nemanja Matic, Paul Pogba; Marcus Rashford (Romelu Lukaku 86′), Jesse Lingard (Alexis Sanchez 45′), Anthony Martial (Juan Mata 46′)

PSG: Gianluigi Buffon; Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Marco Verratti (Leandro Paredes 75′), Marquinhos, Julian Draxler; Dani Alves, Kylian Mbappe, Angel di Maria (Dagba 81′)
(raw/yna)