Keraton Kartasura, Riwayatmu Kini

Solo – Rabu Pahing 17 Muharam 1670 (1745 M) menjadi hari yang bersejarah bagi Kerajaan Mataram Islam. Itulah hari berpindahnya kerajaan tersebut dari Kartasura ke Keraton Surakarta.

Saat itu, rombongan besar mengular, dua ratus prajurit berkuda dan prajurit lima batalion menjadi saksi atas perpindahan itu. Dipimpin raja mereka, Sri Susuhunan Paku Buwana II, beserta keluarga raja dan pejabat Kerajaan Mataram Kartasura.

Seluruh harta kerajaan diboyong. Sepasang pohon beringin yang masih muda, singgasana, bangsal pengrawit, gajah dan burung kesayangan Sri Baginda, arca-arca emas untuk upacara, pusaka Kyai Ppangarab-arab dan pusaka Kyai Butamancak, kitab-kitab pusaka, dan tak ketinggalan pula pusaka Nyai Setomi.

Bedol negara. Tidak hanya keluarga raja dan petinggi kerajaan, tetapi juga tukang patri emas, tukang besi, penjahit, tukang kayu, tukang batu, abdi dalam keraton, peniup terompet, abdi dalem dapur dengan segala perkakasnya, semuanya ikut boyong.

“Ini jalan yang dilalui mereka dua ratus lima puluh tahun yang lalu,” kata Sarosa Suyowiyoto, menunjuk Jalan Slamet Riyadi, Kartasura.

Jalan kabupaten itu membujur Barat ke Timur di sisi utara situs Keraton Kartasura, tidak jauh dari jalan Deandles (Jalan Raya Solo-Semarang). Jika ditarik lurus ke timur, jalan beraspal itu akan tembus sampai di Keraton Surakarta.

Enam puluh enam tahun sebelum peristiwa perpindahan tersebut, Keraton Kartasura secara resmi pertama kali didiami oleh Sunan Amangkurat II (1677-1702) meski pembangunannya belum selesai benar. Pada 11 September 1680, Raja Mataram yang semula bernama Pangeran Adipati Anom menempati Kartasura. Kartasura adalah keraton sekaligus ibu kota baru Kerajaan Mataram pengganti keraton yang lama di Plered, Yogyakarta.

Pemilihan lokasi keraton dan ibukota Kerajaan Mataram yang baru diserahkan kepada tokoh-tokoh kerajaan. Setelah melakukan survei, mereka berembuk dan akhirnya menetapkan tiga lokasi yang dianggap tepat untuk membangun keraton.

Lokasi yang diusulkan adalah Wanakerta, Logender, dan Tingkir. Ketiga lokasi ini semuanya layak dijadikan lokasi baru kerajaan. Logender, misalnya, daerahnya terbuka dan cukup air. Sedangkan Tingkir, selain cukup air wilayahnya juga sejuk. Kondisi yang sama juga ada di Wanakerta. Daerah itu bahkan dekat dengan bekas wilayah Pajang dan Mataram.

Tujuh bulan lamanya keraton dibangun dan mendekati selesai. Bentengnya yang luas dan tebal baru dibuat dari gundukan tanah berkeliling dan disangga dengan papan di luar dan di dalamnya, agar tidak runtuh. Semak berduri mengelilingi bagian depan benteng, dan parit berair mengelilingi seluruh kedhaton. Di luar tembok benteng baluwarti bagian selatan terdapat alun-alun.

Loji Kumpeni terletak agak jauh di bagian utara dari alun-alun utara. Semua bangunan hampir belum ada yang berdinding bata, masih berbilik bambu dan beratapkan rumbia. Keraton Kartasura baru kelihatan megah dan sempurna pada tahun 1682.

Saat Sunan Amangkurat II untuk pertama kali memasuki istananya yang baru, nama Wanekerta diganti menjadi Kartasura Hadiningrat. Dua puluh tiga tahun pemerintahannya penuh dengan pemberontakan demi pemberontakan.

“Semua barang peninggalan keraton Kartasura sekarang berada di Keraton Surakarta. Sebagian disimpan di Museum Radyapustaka (Solo),” ujar Sarosa.

Tebeng atau hiasan pintu Keraton Kartasura, misalnya, sekarang dipasang di bagian atas pintu depan Museum Radyapustaka. Di museum itu juga tersimpan lonceng perunggu besar, kursi meja, perlengkapan kuda, dan wayang kulit. Rongsokan mesin jam yang besar teronggok di salah satu ruang museum. Benda itu pernah diletakkan di alun-alun Keraton Kartasura.

Baca berita menarik lainnya di titiktemu.id.

2 dari 3 halaman

Riwayatmu Kini

Kini, menyaksikan bekas Keraton Kartasura (1680-1745) sungguh menyedihkan. Tembok batu-bata di luar keraton atau baluwarti telah hancur dan rata dengan tanah, hanya menyisakan beberapa bagian di beberapa tempat. Padahal, dulu ukuran tembok luar mencapai lebih 1 km x 1 km. Tinggi benteng itu lebih dari lima meter dengan ketebalan 2,5 meter.  Di atas tembok itulah pada zamannya prajurit keraton melakukan patroli dengan kuda.

Di dalam tembok baluwarti kini dipenuhi dengan perumahan permanen, ladang, dan makam. Selain alun-alun, tempat tinggal puteri keraton (keputren) dan petamanan keraton berubah menjadi permukiman padat. Sitihinggil, tempat yang ditinggikan di depan alun-alun, sebagian telah pula menjadi permukiman. Puing-puing bangunan kuno yang tersisa adalah gedung obat (mesiu), bangunan pos jaga tentara Belanda.

Tak ada kolam penuh air di Balekambang di sisi tenggara keraton. Sebagai gantinya adalah rumah-rumah dan lapangan sepakbola, dan gundukan tanah setinggi lebih dari 20 meter.

Masyarakat sekitar menyebutnya Gunungkunci. Di puncak “gunung” itu terdapat makam keramat. Pada masa kejayaan Keraton Kartasura, Gunung Kunci adalah Segoroyoso atau tempat rekreasi keluarga keraton yang dibangun pada masa Paku Buwana I (1704-1709).

Buku Babad Tanah Jawi menggambarkan kompleks ini sangat kokoh. Bentengnya saja dibuat dua lapis, yakni Baluwarti di bagian terluar dan Sri Manganti pada bagian dalam. Di sekeliling Benteng Baluwarti terdapat parit lebar berair dan tanaman semak berduri sebagai alat pertahanan.

Namun, kini benteng Baluwarti sudah hancur, hanya sekitar 100 meter yang masih berdiri, selebihnya telah menjelma jadi permukiman warga. Di dalam benteng Sri Manganti terdapat bangunan utama keraton, masjid agung, gedong obat tempat menyimpan mesiu, dan sejumlah bangunan pendukung lain.

Keraton Kartasura memang tinggal puing. Tidak ada lagi yang tersisa kecuali nama-nama toponim. Di dalam tembok Baluwarti misalnya, terdapat tempat-tempat dengan nama Keputren, Sitinggil, alun-alun, Kandangmacan, Sayuran, Bale Kambang, Sanggrahan, Gedung Obat, Pasar, Pelembatok, Sri Penganti, Manggisan, Krapyak, dan Bakalan.

Sementara, bangunan utama keraton atau tempat kediaman raja seluruhnya menjadi area makam kerabat Keraton Surakarta dan penduduk setempat. Salah satunya adalah Kanjeng Raden Ayu Adipati Sedahmirah, pujangga cantik kesayangan Paku Buwana X.

3 dari 3 halaman

Sumbangan Sukarela

Menurut juru kunci, makam-makam penduduk setempat juga banyak yang berasal dari kalangan keraton. Dulu mereka ditugaskan oleh pihak keraton untuk mengurusi keraton Kartasura yang telah ditinggalkan.

Menurut kepercayaan Jawa, bila keraton pusat kejayaan dan kebesaran sebuah kerajaan telah dirusak oleh tangan- tangan kotor, tempat itu sudah tidak boleh didirikan pusat pemerintahan lagi. Dan bekas keraton Kartasura pun kini dijadikan makam.

“Sejak Paku Buwono X wafat, tidak ada lagi yang memperhatikan tempat ini,” kata Haris, abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta yang dipercaya menjadi juru kunci benteng. Haris mengaku telah berupaya sekuat mungkin untuk merawatnya. Namun, karena keterbatasan dana, ia tidak bisa berbuat banyak.

“Selama ini biaya perawatan hanya mengandalkan sumbangan dari pengunjung dan peziarah. Ada juga bantuan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, Rp 200 ribu setiap bulan,” kata Haris.

Pemasukan tersebut, menurut Haris, hanya cukup untuk membiayai perawatan ringan. Terlebih sejak 2005 pihak Keraton Surakarta tidak lagi mengizinkan ada aktivitas ziarah malam Jumat ke tempat ini. Praktis, pemasukan yang didapatkan menurun tajam.

“Pendopo yang dibangun Paku Buwono X itu, kondisinya sudah sangat parah. Namun, apa boleh buat, tidak ada dana untuk memperbaikinya,” kata Haris sembari menunjuk sebuah bangunan pendopo kecil di tengah benteng.

Kondisi bangunan yang berjarak sekitar 15 meter dari rumah tinggal Haris itu memang sudah parah. Lantainya yang terbuat dari semen dan batu bata sudah pecah di sana-sini. Kerangka kayu penyangga atapnya sudah mulai miring, sebagian Sudah dimakan rayap.

Untuk membiayai semua pekerjaan perawatan mereka hanya mengandalkan dari sumbangan sukarela para pengunjung. Kalau pun tidak cukup, terpaksa Haris harus merogoh kocek sendiri. Untuk jerih payah yang dilakukannya itu, pihak Keraton Solo memang memberikan gaji kepada Haris, meski sangat minim.

“Gaji saya dari keraton hanya Rp 100 ribu per bulan, kemudian bantuan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah Rp 200 ribu setiapbulan,” ujar Haris.

Kondisi di bekas keraton itu kini sepi, kalau pun ada pengunjung biasanya tidak lama. Ada juga beberapa wisatawan asing yang datang, sementara untuk domestik biasanya berasal dari pelajar.

“Para pelajar biasanya datang bulan April dan Mei, untuk mengetahui sejarah petilasan ini,” ujarnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Syal-syal Sepakbola Peninggalan Ronaldikin

BandungRonaldikin punya kecintaan dengan dunia sepakbola. Dia mengoleksi puluhan syal klub sepakbola lokal dan luar negeri.

Ronaldikin, yang memiliki nama asli Sodikin, punya paras mirip mantan pesepakbola Brasil dan Barcelona, Ronaldinho. Kini, sosok tersebut sudah meninggal dunia dalam usia 49 tahun.

Ronaldokin bukan cuma punya wajah yang mirip dengan Ronaldinho. Dia juga sangat menyukai sepakbola, terlebih kerap berada langsung di tribune stadion untuk menyaksikan pertandingan.


Selama menyaksikan pertandingan sepakbola, Ronaldikin kerap berinteraksi dengan berbagai kelompok suporter. Itu dia tunjukkan dengan koleksi syal-syal klub sepakbola, yang didapat dari sesama suporter.

Puluhan syal klub sepakbola itu disimpan dalam sebuah kantong plastik berukuran besar.

“Syalnya banyak, didapatkan pas nonton pertandingan sepakbola,” kata Husnu Bayanudin adik Sodikin saat ditemui di rumah duka yang berada di Kampung Langonsari, Desa Langonsari, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Bandung, Selasa (22/1/2019).

Syal tersebut beragam, ada syal Persib Badung klub yang dicintai Sodikin. Persija, Aerma, Persebaya dan syal klub Indonesia lainnya. Ada juga syal AC Milan, Inter Milan, AS Roma, dan Juventus. Ada juga syal Timnas Indonesia, Italy dan Brazil.

“Dari klub Indonesia sampai dunia juga ada, ” ujar Husnu.

Syal tersebut lebih banyak lagi, yang lainnya disimpan di tempat tinggal Ronaldikin yang ada di Jakarta. Bahkan menurut Husnu, syal tersebut jumlahnya terus dihitung sang kakak.

“Jumlahnya dihitung, diminta satu juga enggak boleh karena syal tersebut didapatnya hasil capek dan kenang-kenangan,” tambahnya.

Selain syal, Ronaldikin juga memiliki banyak jersey klub sepakbola. Jersey tersebut disimpannya di Jakarta.

(ran/ran)


Guardiola Nantikan Kontribusi Benjamin Mendy untuk Manchester City

Manchester – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, merindukan kehadiran Benjamin Mendy di timnya. Bukan hanya itu, Guardiola juga mengharapkan kontribusi besar dari Mendy. 

Sejak didatangkan dari AS Monaco pada 24 Juli 2017, pemain timnas Prancis itu lebih banyak berkutat dengan cedera. Teranyar, dia harus absen selama 79 hari akibat dihantam cedera lutut.

Badai cedera yang kerap mendera membuat bek 24 tahun tersebut baru tampil dalam 19 laga bersama Man City di seluruh ajang. Untuk menggantikan peran Mendy di sisi kiri pertahanan, Pep Guardiola memainkan Fabian Delph atau Oleksandr Zinchenko secara bergantian.

Meski belum banyak berkontribusi buat Manchester City, Benjamin Mendy mampu tampil cukup baik ketika tampil. Hal itu terlihat dari enam assist yang ditorehkan Mendy bersama The Citizens.

“Hasil yang kami raih dalam dua tahun terakhir akan mengatakan dia tidak terlalu banyak berkontribusi. Namun, saya katakan saya sangat merindukannya,” ucap Guardiola.

“Saya merasa dia bisa memberi kami ekstra sesuatu, jadi semoga pada bagian terakhir musim ini, dan pada masa depan, klub bisa menggunakan jasanya,” lanjut manajer asal Spanyol tersebut.

Kini, kondisi Benjamin Mendy sudah pulih 100 persen. Dia pun berpeluang tampil saat Manchester City menghadapi Burton Albion, pada laga leg kedua semifinal Piala Liga Inggris, di Pirelli Stadium, Sabtu (23/1/2019).

Sumber: Sky Sports

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

Misteri Titah Jarum Maut yang Tewaskan Bocah Alfa di Aceh

Liputan6.com, Aceh – Dugaan malapraktik berujung kematian pasien di RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Oktober, tahun lalu masih menyimpan misteri. Terlebih soal siapa sebenarnya yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Kasus ini mencuat ketika keluarga pasien atas nama Alfa Reza (11) protes lantaran pasien meninggal dunia setelah disuntik petugas medis. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan usai dioperasi di Ruang Anak.

Menurut paman korban, Syahril, keponakannya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah mengalami luka akibat tertancap dahan kayu di punggung. Korban dilarikan ke IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018.

Korban dibawa pukul 14.00 WIB, dan ditangani dokter bedah pada pukul 17.00 WIB. Setelah dioperasi kondisi pasien membaik, namun, tak lama setelah disuntik saat berada di ruang anak pasien langsung meninggal.

“Saat itu anak kami disuntik sebanyak tiga kali. Nggak ada dicoba obat dulu, tapi langsung disuntik sebanyak 4 kali dalam rentang waktu sangat singkat,” ujar Syahril kepada media, saat itu.

Usai kejadian, Kasi Pelayanan Medis, Muhammad Asmirudin, berjanji, pihak rumah akan investigasi mengenai kasus ini. Di saat yang sama, kasus dugaan malapraktik tersebut mulai ditangani pihak kepolisian.

Pada Kamis, 17 Januari 2019, polisi resmi menahan dua tenaga honorer rumah sakit. Keduanya, EW (29) dan DA (24), perawat piket yang bertugas di malam kejadian.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, melalui Kasat Reskrim, Iptu M. Isral mengatakan, keduanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mereka ditahan selama 20 hari di sel Mapolres Aceh Barat.

Kedua perawat memiliki peran yang berbeda. Yang berperan menyuruh adalah EW. Sedangkan yang menyuntik adalah DA.

Namun, menurut Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Fela Anggraeni, fakta bahwa EW dan DA berperan sebagai yang menyuruh dan menyuntik, agak ganjil. mengingat posisi keduanya berstatus honorer.

“Siapa sebenarnya yang menyuruh menyuntik dan yang bertanggungjawab terhadap pasien pada malam kejadian. Petugas medis honorer tidak mungkin punya tanggungjawab penuh penanganan pasien,” kata Fela kepada Liputan6.com, Selasa 22 Januari 2019, sore.

Menurut Fela, yang bertanggungjawab penuh menangani pasien pada malam kejadian harusnya setingkat dokter, kepala ruang anak atau pihak manajemen rumah sakit. Bukan pegawai honorer yang sifatnya perbantuan, dan kini telah ditahan setelah menjadi tersangka kasus dugaan malapraktik.

2 dari 2 halaman

Usut Tuntas

Manajemen rumah sakit diminta bertanggung jawab secara hukum atas semua kerugian yang ditimbulkan karena kelalaian tenaga kesehatan di rumah sakit. Ini ditegaskan dalam Pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Kejadian ini terjadi merupakan bentuk kelalaian dari pihak rumah sakit yang bertanggungjawab dalam hal melakukan pengawasan terhadap pelayanan medis yang diberikan kepada pasien,” ketus Fela.

Selain itu, pihaknya mendesak polisi melakukan pengembangan penyidikan untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya pihak lain yang bertanggungjawab. Karena kasus Alfa Reza merupakan pidana murni atau delik biasa, bukan delik aduan.

“Sehingga, walaupun adanya perdamaian diantara kedua belah pihak, tidak dapat menghentikan proses hukum, penegakan hukum tetap harus dilanjutkan. Selain itu, kami juga meminta Pemerintah Aceh Barat mengevaluasi dan mengawasi rumah sakit agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa ini,” dia memungkasi.

Kedua perawat yang ditahan dalam kasus ini mendapat dukungan moril dari sejawat mereka. Puluhan tenaga medis menggelar unjuk rasa di halaman rumah sakit dan meminta EW dan DA dibebaskan, Senin, 21 Januari 2019, siang.

Mereka mengancam akan melakukan aksi mogok kerja, apabila dua rekan mereka masih ditahan polisi. Di hadapan peserta aksi, Kuasa hukum rumah sakit, Agus Herliza berjanji akan mendampingi kedua perawat dalam kasus ini.

“Teman-teman harus bersabar,” kata Agus.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Protes BBM di Zimbabwe, Warga Antre Berjam-jam di SPBU

HarareWarga Zimbabwe
Warga Zimbabwe mengantre untuk membeli gas dan BBM, tetapi belum tentu dapat. (Reuters)

Antrean panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ibu kotaZimbabwe,Harare, masih terjadi menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) lebih dari dua kali lipat awal bulan ini.

Mereka terpaksa mengantre berjam-jam, bahkan ada yang harus bermalam, untuk membeli BBM, namun persediaan belum tentu ada.

Itulah pandangan mata yang disaksikan oleh Kepala Kanselerai KBRI dan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI di Harare, Hutomo Bayu Listyaghi.

“Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengantre tiga sampai empat jam. Pada waktu puncaknya kemarin di beberapa titik, antreannya bisa mencapai 10 kilometer. Tapi kebanyakan perlu tiga sampai empat jam untuk mengantre,” paparnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir, Selasa (22/02).

Meskipun telah mengantre selama berjama-jam, warga belum tentu bisa mendapatkan bahan bakar minyak.

“Beberapa mobil sampai ada yang menginap satu hari, dua hari untuk menunggu truk bensin atau diesel datang ke pom bensin. Kalau sudah datang, antrean bisa jalan, tapi kalau stok sudah habis lagi maka mereka akan menginap,” tambah Hutomo Bayu Listyaghi.

HargaBBM termahal di dunia

Kondisi ini terjadi setelah pemerintah Zimbabwe menaikkan harga bahan minyak lebih dari dua kali lipat pada awal bulan ini sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kelangkaan BBM di negara yang terletak di Afrika bagian selatan.

Kelangkaan terjadi, menurut Presiden Emmerson Mnangagwa, karena peningkatan konsumsi dan karena perdagangan gelap yang “marak”.

Protes di HarareReuters Protes yang diwarnai kerusuhan pecah setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar di tengah kesulitan ekonomi warga.

Dengan kenaikan tersebut, harga BBM di Zimbabwe kini yang termahal di dunia, di atas Hong Kong, berdasarkan peringkat yang dikeluarkan oleh GlobalPetrolPrices.com, US$ 3.31 atau setara dengan Rp47.000 per liter.

Kenaikan harga BBM ini sangat memukul rakyat Zimbabwe yang telah terhimpit oleh krisis ekonomi selama bertahun-tahun terakhir. Kenaikan BBM ini sontak mendongkrak harga barang-barang keperluan sehari-hari, dan tentu saja ongkos transportasi.

“Kebanyakan masyarakat yang bekerja di ibu kota Harare ini tinggal di daerah-daerah luar kota. Mereka mengandalkan angkutan umum yang disebut kombi di sini.

“Dampaknya harga kombi naik 100%, yang semula satu bond note, sekarang jadi dua bond note. Tentunya itu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat,” Kepala Kanselerai KBRI dan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI di Harare, Hutomo Bayu Listyaghi.

Yang dimaksud bond note adalah surat hutang pengganti mata uang yang diterbitkan pihak berwenang Zimbabwe setelah nilai mata uang negara terus merosot ke titik yang tidak berharga di pasar keuangan. Satu bank note dipatok setara dengan US$1.

Sekolah tutup

Dengan digunakannya surat hutang sejak 2009-2010 sebagai pengganti mata uang maka rakyat Zimbabwe sekarang tidak perlu membawa uang kertas sampai bertas-tas untuk membeli barang-barang kebutuhan.

Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM pekan lalu menyulut aksi protes yang diwarnai kekerasan di Harare dan beberapa kota lain, seperti kota terbesar kedua, Bulawayo.

NasabahReuters Nasabah juga harus mengantre untuk menarik uang dari bank.

Presiden Emmerson Mnangagwa mempersingkat lawatannya ke Eropa dan tiba kembali di Harare pada Senin malam (21/01). Semula ia dijadwalkan menghadiri pertemuan ekonomi di Davos untuk menarik investasi ke Zimbabwe.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan setidaknya 12 orang terbunuh dalam aksi unjuk rasa selama satu minggu. Aparat keamanan dituduh bertindak sewenang-wenang ketika berusaha menghentikan gelombang unjuk rasa. Presiden Emmerson Mnangagwa berjanji segala penyimpangan akan diusut.

Gelombang protes yang dipicu oleh kenaikan harga BMM, kata Adi, seorang warga Indonesia yang tinggal di Bulawayo, sempat mengganggu aktivitas warga di kota terbesar kedua Zimbabwe itu.

Dikatakan oleh Adi, putranya baru masuk sekolah lagi Senin kemarin, setelah sekolah tutup.

“Minggu lalu shut down tapi anak saya mencoba masuk sekolah Kamis. Ternyata yang datang hanya sekitar 25%, kebanyakan bule karena membawa mobil atau diantar mobil, yang biasa pakai angkot tidak hadir karena tidak ada angkot. Akhirnya sekolah memutuskan agar Jumat esoknya diliburkan saja,” jelasnya.

Selain sekolah, bank dan kantor-kantor juga memilih tutup. Mulai Senin kemarin (21/01) kondisi mulai pulih, walaupun aparat keamanan masih berjaga-jaga.

“Kita masih melihat polisi, tentara masih berjaga di beberapa titik seperti di pom bensin, swalayan atau di depan gedung-gedung pemerintah. Tapi kami melihat kehadiran tentara maupun polisi sepertinya justru memberikan rasa aman,” papar Kepala Kanselerai KBRI dan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI di Harare, Hutomo Bayu Listyaghi.


(zak/zak) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Punya Rp 5 Juta Tapi Belum Punya Hunian? Ini Solusinya

Punya Rp 5 Juta Tapi Belum Punya Hunian? Ini Solusinya

Jakarta

Memilih hunian yang strategis dan memiliki fasilitas lengkap kini menjadi tantangan. Apalagi harga hunian makin melambung tinggi dan pilihannya sedikit. Sehingga terpaksa harus memilih sewa hunian.

Namun, sudah bijakkah keputusan menyewa hunian di tengah kota? Property Investment Advisor Synthesis Development, Andreas Pangaribuan, mengatakan keputusan menyewa hunian di tengah kota belum bisa dibilang bijak. Pasalnya, coba bandingkan dahulu harga sewa hunian di pusat kota dengan harga cicilan untuk memiliki hunian apartemen misalnya.

Salah satu hunian yang bisa jadi acuan bandingan adalah apartemen Bassura City di Jakarta Timur karya Synthesis Development. Apartemen dengan konsep superblok ini lokasinya strategis di Jl. Basuki Rahmat Jakarta, sebagai jalan yang dilalui ketika ingin menuju Central Business District (CBD) Kuningan, Sudirman, dan Thamrin karena sejalur dengan ruas Jalan Casablanca.

Punya Rp 5 Juta Tapi Belum Punya Hunian? Ini Solusinya

Unit apartemen, memang tidak selapang rumah tapak, tetapi fasilitas apartemen mendukung kualitas hidup penghuninya. Mulai dari tersedianya fasilitas kolam renang, lapangan basket dan futsal, fitness centre, minimarket, sauna, children playground, sistem keamanan 24 jam, access card, fasilitas kesehatan, hingga terintegrasi dengan Mall@Bassura yang menghadirkan banyak tenant dan restoran ternama.

Punya Rp 5 Juta Tapi Belum Punya Hunian? Ini Solusinya

““Banyak orang yang lebih memilih sewa apartemen di tengah kota. Kalau sewa, kurang lebih angkanya di Rp 5 jutaan per bulan. Sementara Bassura City yang kondisinya sudah jadi, bisa dimiliki dan langsung dihuni dengan bayar Rp 5 juta. Bassura City mampu menjadi solusi akan kebutuhan hunian yang mendukung hidup tetap berkualitas,” ujar Andreas saat dihubungi detikcom.

“Bassura City kini makin melengkapi fasilitasnya dengan kehadiran taman jogging dan area olahraga outdoor. Tempat ini diharapkan menjadi sarana untuk warga apartemen depat bersosialisasi dan membangun komunitas positif di kawasan hunian. Bassura City juga menghadirkan puskesmas dengan fasilitas sangat baik sebagai penunjang sarana kesehatan,” jelas Andreas.

Bassura City bisa dijangkau dari Stasiun Tebet, Stasiun Cawang, dan Stasiun Jatinegara serta dekat dengan pintu Tol Jatinegara dan Tol Pedati. Bassura City juga dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma dan Tol Becakayu.

““Untuk mengakomodir keingingan publik memiliki hunian sendiri dan merasakan hidup berkualitas, Bassura City mengadakan program Bayar Rp. 5 Juta Bisa Langsung Huni,” imbuh Andreas.

“Promo yang hanya berlaku untuk 15 unit dengan 2 kamar tidur dari Bassura City ini mampu menjadi solusi bijak untuk resolusi tahun 2019. Bisa memiliki hunian sendiri dan lepas dari beban di mana uang menguap begitu saja karena harus bayar biaya sewa hunian setiap bulan,” tambah Andreas.

Informasi lengkap terkait program ini bisa didapat dengan berkunjung Marketing Office Bassura City di Jl.Basuki Rahmat No.1A, Jakarta Timur 13410. Selain itu, Anda bisa langsung menghubungi nomor telepon 021 859 10000 / WA 087775571988. Silakan kunjungi juga www.bassuracity.id atau Facebook dan Instagram@BassuraCity.

[Gambas:Youtube]

(adv/adv)

PDIP Bantah Anggota Bawaslu Tegal yang Diperiksa DKPP Kadernya

Jakarta – DKPP memeriksa anggota Bawaslu Tegal Harpendi Dwi Pratiwi atas berstatus kader partai dari PDIP. Dikonfirmasi, PDIP menegaskan Harpendi bukanlah kadernya.

“Secara peraturan perundangan, anggota Bawaslu bukan anggota partai,” kata Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (22/1/2019).

“Jadi hampir pasti bahwa anggota Bawaslu Kota Tegal bukan anggota partai mana pun. Itu saja statement saya,” imbuhnya.


Harpendi diperiksa Bawaslu atas aduan dari Dewi Ulfiyah. Dewi menyertakan bukti berupa foto dari beberapa akun facebook yang menunjukkan Harpendi menggunakan seragam partai PDI Perjuangan (PDIP).

Sidang terhadap Harpendi dilakukan sejak 29 Desember 2018 di Kantor KPU Jawa Tengah. Anggota majelis sidang dalam perkara nomor 303/DKPP-PKE-VII/2018 tersebut adalah Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Jawa Tengah yaitu Nur Hidayat Sardini (dari unsur masyarakat), Diana Ariyanti (unsur KPU) dan Sri Wahyu Ananingsih (unsur Bawaslu).

Sri Wahyu Ananingsih atau yang akrab disapa Ana mengatakan sidang sudah dilakukan dan kini masih menunggu hasil dari DKPP Pusat. Masing-masing unsur yang mengikuti sidang juga sudah menyerahkan resume.

“Masing-masing kami sudah menyerahkan resume, dari hasil itu akan adakan rapat pleno untuk memutuskan. KIta tunggu info DKPP untuk putusan,” kata Ana saat ditemui di kantor Bawaslu Jateng, Papandayan Semarang, Selasa (21/1/2019).

Sementara itu dari fakta persidangan diketahui foto yang beredar itu diambil sebelum yang bersangkutan terdaftar sebagai anggota Bawaslu. Selain itu juga tidak ditemukan adanya surat keputusan yang menyebutkan sebelumnya teradu merupakan anggota, pengurus, ataupun tim pemenangan partai.

“Dalam persayaratan (menjadi anggota Bawaslu), dikatakan tidak boleh menjadi anggota partai dan itu dibuktikan dengan SK. Secara normal atau normatif tidak tercantum dalam SK baik sebagai pengurus atau tim pemenangan partai tertentu,” jelas Ana.
(rna/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Tarik Ulur Pembebasan Ba’asyir

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) seolah menarik ulur pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. Menurut Jokowi, Ba’asyir bakal diberikan pembebasan bersyarat jika mematuhi aturan.

Jokowi awalnya menyatakan sudah memberi izin terhadap pembebasan terpidana kasus terorisme tersebut. Salah satu pertimbangan Jokowi yakni alasan kemanusiaan mengingat usia dan kondisi kesehatan Ba’asyir.

“Faktor kemanusiaan. Artinya, beliau sudah sepuh. Ya faktor kemanusiaan. Termasuk kondisi kesehatan,” kata Jokowi di Pondok Pesantren Darul Arqam, Jl Ciledug, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019).


Dia menyatakan keputusan itu diambil berdasarkan pertimbangan yang panjang mulai dari sisi keamanan hingga kesehatan Ba’asyir. Jokowi juga menegaskan pertimbangan itu dilakukan dengan mendengar masukan berbagai pihak, termasuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, dan pakar hukum Yusril Ihza Mahendra.

“Ini pertimbangan yang panjang, pertimbangan sisi keamanan dengan Kapolri, pakar, dan terakhir dengan Pak Yusril,” katanya.

Pembahasan mengenai pembebasan Abu Bakar Ba’asyir tersebut sudah dilakukan sejak awal 2018. Meski demikian, Jokowi menegaskan pembebasan Abu Bakar Ba’asyir akan dilakukan pihak kepolisian. Namun, Jokowi memang belum menyebut apa mekanisme yang bakal digunakan agar Ba’asyir bebas saat itu.

Meski belum disebut oleh Jokowi, mekanisme pembebasan Ba’asyir sempat diutarakan oleh Yusril Ihza Mahendra yang menjadi pengacara capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. Yusril menyatakan Ba’asyir dinyatakan bebas lewat kebijakan presiden dengan syarat yang ditiadakan.

“Statusnya bebas tanpa syarat,” kata Yusril di kantor The Law Office of Mahendradatta, Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2019).

Dia mengatakan tim kuasa hukum Abu Bakar Ba’asyir sebelumnya sudah mengajukan pembebasan bersyarat untuk Ba’asyir. Namun Ba’asyir menolak memenuhi syarat tersebut termasuk menandatangani pernyataan setia pada Pancasila dan mengakui kesalahannya.

Namun, Yusril menyarankan Jokowi untuk meringankan syarat pembebasan Ba’asyir. Jokowi pun disebut Yusril mengikuti masukannya tersebut. Menurutnya, aturan soal pembebasan bersyarat diatur dalam peraturan menteri. Oleh sebab itu, presiden bisa saja mengesampingkan aturan itu.

“Kenapa presiden turun tangan, karena pembebasan bersyarat itu diatur menteri kalau tidak diteken itu tidak bisa pulang. Sekarang presiden ambil alih, presiden punya kebijakan dibebaskan, dia mengensampingkan aturan menteri,” tuturnya.

Kini, Jokowi kembali bicara soal pembebasan Ba’asyir. Dia seolah menarik semua kemudahan yang sempat bakal diberikan kepada Ba’asyir.

“Ada mekanisme hukum yang harus kita lalui. Ini namanya pembebasan bersyarat. Bukan pembebasan murni, pembebasan bersyarat. Nah syaratnya harus dipenuhi,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

“Begini, kan sudah saya sampaikan bahwa karena kemanusiaan dan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir sudah sepuh, kesehatannya juga sering terganggu. Bayangkan kalau kita sebagai anak melihat orang tua kita sakit-sakitan seperti itu. Itulah yang saya sampaikan secara kemanusiaan,” imbuhnya.

Namun, aturan pembebasan bersyarat, menurut Jokowi, harus ditempuh. Jokowi tak mau menabrak sistem hukum. Adapun aturan yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 yang di dalamnya disebutkan terpidana kasus terorisme yang mendapatkan bebas bersyarat salah satunya harus menyatakan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kalau masa ini ada sistem hukum, ada mekanisme hukum yang harus kita tempuh, saya justru nabrak kan nggak bisa. Apalagi ini situasi yang basic. Setia pada NKRI, setiap pada Pancasila,” ujarnya.

Usai Jokowi mengeluarkan pernyataan itu, Yusril pun mengembalikan persoalan pembebasan Ba’asyir kepada pemerintah. Dia menyatakan hanya memberi masukan sesuai dengan yang diminta oleh Jokowi.

“Yang penting bagi saya adalah, tugas yang diberikan Presiden sudah saya laksanakan. Bahwa kemudian ada perkembangan dan kebijakan baru dari pemerintah, maka saya kembalikan segala sesuatunya kepada pemerintah,” kata Yusril kepada detikcom.
(haf/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mengenal Sosok Asli Pemeran Paman Dolit yang Baru Meninggal

Liputan6.com, Jakarta – Pemeran Paman Dolit, Mochammad Syafi Saleh menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu, 20 Januari 2019. Ia ditemukan meninggal di kamar kosnya dengan penyebab yang belum diketahui.

Paman Dolit dikenal oleh anak-anak pada 1990-an sebagai pendongeng. Penampilannya saat mendongeng terlihat nyentrik tapi membawa kesan lucu. Ia tampil dengan mengenakan topeng andalannya, yakni sepasang kacamata yang disertai dengan hidung besar dan kumis yang lebat.

Tak hanya itu, penampilan andalannya yang menjadi ciri khasnya juga dilengkapi dengan syal dan topi. Sarung tangan bergaya robot pun selalu terpasang di tangan kirinya.

Namun, bagaimana sebetulnya sosok asli Paman Dolit?

Berdasarkan pantauan Liputan6.com dari Facebook Soni Adib Sanjaya, teman seangkatannya, Mochammad Syafi Saleh akrab dipanggil dengan panggilan Mas Memed. Memed merupakan alumni SMA Negeri 22 Surabaya angkatan 1977. Soni merupakan teman seangkatan Memed.

Sebelum menjadi komedian, Memed pernah menjalankan komik anak bersama Wahyu Kokkang, yang kini telah menjalani karirnya sebagai komikus ‘Clekit’ di Jawa Pos. Saat itu, penampilan Memed berbeda dari saat ia memerankan Paman Dolit. Memed tampil dengan rambut gondrongnya, penampilan dan gaya aslinya pun terkesan santai.

Sekitar 1999, Memed dan Wahyu menggarap komik anak yang terbit setiap hari Minggu di Radar Surabaya selama setahun. Komik tersebut berisi gabungan antara gambar kartun dan foto-foto kegiatan Paman Dolit bersama anak-anak.

Foto tersebut merupakan hasil jepretan Toto Santiko Budi, teman mereka. Begitulah yang diceritakan Wahyu dalam unggahan Facebook-nya.

“Ide awalnya digodok bareng-bareng antara Saya, Memed, Toto dan Pimred Radar Surabaya saat itu, Luthfi Subagio,” tulis Wahyu. Mereka menggarap tema yang cukup sederhana, seperti mengenal satwa, melihat pesawat dan lain-lain.

Pemotretannya dilakukan langsung di lokasi bersama Paman Dolit dan anak-anak. Hasil foto tersebut kemudian dipilih dan digarap hingga proses desain komik selesai.

Tak hanya itu, Wahyu juga menggambarkan Memed sebagai sosok yang lucu. Mereka juga sering membicarakan banyak hal, termasuk proses terapi yang dijalani oleh Memed yang menderita diabetes saat itu. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan berikut ini:

Fakta-Fakta Terbaru Kasus Prostitusi Online Artis dan Model

Liputan6.com, Jakarta – Polda Jawa Timur (Jatim) terus mengusut kasus prostitusi online. Hingga saat ini, aparat kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah empat muncikari ES, T, F, dan W, serta satu artis FTV VA.

Polisi pun terus bergerak karena masih ada dua orang muncikari lagi yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron kasus prostitusi online puluhan artis dan ratusan model tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menegaskan, dua muncikari mempunyai peran penting. Masing-masing punya data artis dan model yang diduga terlibat prostitusi online.

“Dua muncikari ini mempunyai peran yang sangat penting untuk mendistribusikan oknum artis dan model,” ujar Luki.

Berikut fakta-fakta terkini kasus prostitusi online artis dan model yang dihimpun Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Kejar Muncikari yang Buron

Polda Jatim akan mengejar dua muncikari yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus prostitusi online artis dan model. Tindakan ini sebagai kelanjutan dari ditangkapnya empat muncikari.

“Muncikari W sudah tertangkap kemarin. Dari empat muncikari, semua sudah ditetapkan tersangka. Saat ini, penyidik tengah fokus mencari keberadaan dua DPO mucikari lagi,” tutur Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Selain memburu dua muncikari DPO, Kapolda menegaskan akan memeriksa semua artis maupun model yang diduga terlibat dalam jaringan muncikari prostitusi online artis dan model.

“Saya langsung instruksikan kepada penyidik kalau bisa lima artis maupun model tiap minggu diperiksa, supaya kasus ini cepat selesai,” ujar Luki.

3 dari 6 halaman

2. Satu Muncikari Tak Ditahan

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menuturkan, salah satu muncikari prostitusi online artis dan model, berinisial F. Menurutnya, muncikari F masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim sejak dua hari setelah ditangkap karena sedang hamil.

“Saat ini dirawat di RS Bhayangkara karena hamil besar dan punya anak satu setengah tahun,” tutur Luki di Mapolda Jatim, Senin 21 Januari 2019.

Menurut dia, pengacara F juga telah mengajukan ke penyidik agar pemeriksaan terhadap kliennya terkait prostitusi online artis dan model ditunda sementara waktu.

“Pengacaranya sudah mengajukan itu, tapi tetap kami akan proses sesuai aturan penyidikan masih berjalan dan akan kami tangguhkan,” kata Luki.

Diduga, F mengalami syok usai ditangkap Senin 14 Januari 2019 malam di Jakarta oleh Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Dari pemeriksaan sementara, F merupakan jaringan muncikari prostitusi online artis dan model yang berkaitan dengan dua tersangka muncikari sebelumnya yaitu ES dan TN.

4 dari 6 halaman

3. Panggil Artis dan Model

Selain itu, Luki juga mengatakan, dari hasil penyidikan data digital forensik Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sejumlah nama artis dan model yang diduga kuat terlibat kasus prostitusi online sudah mulai mengerucut.

“Kami akan memanggil oknum artis dan model dan akan diperiksa untuk membantu penyidikan terhadap tersangka empat mucikari prostitusi artis,” tutur Luki.

Menurut Luki, setiap satu pekan akan memeriksa artis dan model secara bergantian sebagai saksi kasus prostitusi online.

“Kemarin sudah enam yang panggil,” kata Luki.

Luki menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengantongi nama sederet selebritas yang akan diperiksa mengenai kasus prostitusi online ini.

“Oknum artis dan model yang diduga terlibat kasus prostitusi online yaitu artis inisial BJ, M, AM, UY, PP, TA, SN, WA, RP, N, EFD, AF, G, N, O, V, NZ, T, AKS, B dan seterusnya banyak sekali,” ucap Luki.

Luki menegaskan, pihaknya juga sudah menangkap empat muncikari artis sekaligus menetapkannya sebagai tersangka. “Empat muncikari itu kini sudah ditahan,” ujar dia.

5 dari 6 halaman

4. Panggil Selebgram

Selebgram berinisial AC alias SI memenuhi panggilan Polda Jatim untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus prostitusi online kemarin. 

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, pemeriksaan AC diperlukan untuk membantu penyidikan peran muncikari di jaringan prostitusi online.

“Pemeriksaan saksi ini untuk memperkuat kontruksi hukum yang digunakan guna kepentingan mengungkap jaringan prostitusi online yang melibatkan publik figur,” tutur Yusep di Mapolda Jatim, Senin 21 Januari 2019.

Yusep memastikan akan ada lagi sederet artis yang diperiksa sabagai saksi kasus prostitusi online yang melibatkan VA sebagai tersangka. “Nanti perkembangan update prostitusi artis pasti kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Yusep.

Selebgram AC datang sendiri tanpa ditemani kerabat maupu kuasa hukumnya ke Mapolda Jatim, sekitar pukul 14.00 WIB. Dia enggan menjelaskan terkait pemeriksaan sebagai saksi mengenai kasus prostitusi online yang melibatkan artis. “Terima kasih ya permisi saya mau lewat,” ucap AC.

Saat disinggung mengenai perkenalannya dengan 4 mucikari yang sudah ditahan Polda Jatim, AC membantahnya. “Saya tidak kenal kok,” ujar AC.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: