Luhut Sindir Prabowo Soal Harga Telur, BPN: Nggak Ada yang Mustahil

Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyindir soal sosok yang mau menurunkan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyindir balik Luhut.

“Makanya nggak bisa asal kerja. Nggak bisa tuh, cuma kerja, kerja, kerja saja. Kita tuh harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas. Kalau cuma asal kerja ya, nggak terarah,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

Semboyan ‘kerja, kerja, kerja’ merupakan ciri khas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Andre, Jokowi bekerja tanpa kreativitas.
“Kerja harus mikir dikit. Kalau nggak mikir ya, nggak ada kreativitas,” ujarnya.

Andre mengatakan penurunan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari tak mustahil. Ia menyebut Sandiaga pernah berhasil menjaga stabilitas harga telur di DKI Jakarta saat menjabat sebagai wakil gubernur.

“Nggak ada yang mustahil. Semuanya bisa dilakukan asal pemerintah mau kerja keras. Dulu Sandi sudah pernah melakukan hal itu di DKI Jakarta. Ingat nggak, ketika di beberapa tempat harga telur di atas Rp 30 ribu, tapi Jakarta bisa tetap Rp 19 ribu per kilo. Waktu itu Sandi melakukan terobosan jemput bola. Bahwa rantai distribusi itu dari produsen telur itu dibikin distribusi sederhana, transparan, dan berkeadilan sehingga harga terjaga,” ucap Andre.

“Nah, itu akan kita adopsi supaya bisa berjalan di seluruh Indonesia. Di Jakarta kami buktinya mampu. Makanya, ini lho jangan asal kerja,” imbuh dia.

Sebelumnya, Luhut menyinggung tokoh yang berjanji akan turunkan harga beras hingga telur dalam waktu 100 hari. Dia menilai justru yang terpenting adalah titik keseimbangan.

Luhut mengatakan, jika harga bahan pangan dipaksa untuk diturunkan, maka nasib petani dan peternak justru akan tertekan. “Orang bilang mau nurunin beras, beras diturunin beras, gula diturunin, telur murah, lah petaninya? Kalau berasnya terlalu murah ya costnya ada,” ujar Luhut di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta.

Janji itu disampaikan capres nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Dia berjanji akan menurunkan harga telur di program 100 hari kerja jika terpilih jadi Presiden 2019-2024.

Hal itu diutarakannya di hadapan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API).

“Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insyaallah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan,” tegas Prabowo di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jumat (8/2).
(tsa/elz)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diet OCD adalah Boleh Makan Sesuka Hati, Ini Tata Caranya yang Benar

Liputan6.com, Jakarta Memiliki bentuk badan yang ideal menjadi hal yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Tidak hanya kaum wanita yang ingin memiliki bentuk tubuh ideal, kaum Adam pun juga sama. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang ideal adalah dengan melakukan diet.

Diet enggak melulu soal ngurusin badan atau ngurangin makan. Pengertian diet sendiri adalah sebuah metode yang mengatur asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, guna mencapai atau menjaga berat badan yang terkontrol.

Perlu diketahui, pengertian diet bagi setiap orang berbeda-beda, karena setiap orang memiliki tujuan masing-masing dalam melakukan diet.

Pada beberapa kasus, ada orang yang menjalani diet demi menjaga kesehatan tubuhnya, akan tetapi ada juga orang yang menjalankan diet karena menderita penyakit tertentu, dan ada juga mereka yang melakukan diet karena memang berat badannya sudah berlebihan.

2 dari 4 halaman

Diet OCD

Program diet banyak macamnya dan setiap orang belum tentu akan sama hasilnya dalam menerapkan program diet yang sama. Oleh karena itu, alangkah baiknya sebelum Anda melakukan diet, konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli gizi.

Nah, pada tahun 2013 lalu, muncul diet baru yang muncul di Indonesia. Diet yang dipopulerkan oleh artis asal Indonesia bernama diet OCD. Merupakan akronim dari Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD) yang dikenalkan dan dipopulerkan oleh mentalist ternama Indonesia, Deddy Corbuzier.

Sempat menuai kontra, namun nyatanya banyak yang turut mengikuti diet OCD dan memberikan testimoni yang positif terkait mengikuti program OCD ini.

Banyaknya testimoni atau keberhasilan yang diraih oleh para penganut diet OCD ini, serta bukti nyata dari seorang artis, membuat diet OCD ini menjadi terkenal. Deddy menuturkan bahwa diet OCD adalah sama saja dengan melaksanakan puasa. Perbedaannya adalah kalau puasa untuk menambah pahala, namun kalau diet OCD adalah untuk menurunkan berat badan.

Uniknya diet OCD adalah kebalikan dari diet pada umumnya. Kalau diet pada umumnya dikenal sebagai cara menurunkan berat badan dengan mengurangi jatah dan porsi makan, maka diet OCD adalah kebalikannya. Pada waktu tertentu, Anda diperbolehkan untuk makan sesuka hati, namun tetap dalam batas normal alias tidak gila makan.

Di dalam e-book yang menjelaskan tentang diet OCD adalah sebutan khas yang dipakai untuk melabeli penerapan diet OCD, yakni Jendela Makan. Merupakan istilah yang merujuk pada pengaturan waktu kapan Anda diperbolehkan makan, dalam jangka waktu tertentu.

Nah, daripada Anda bingung membayangkan seperti apa menjalankan diet OCD ini, Liputan6.com, Kamis (24/1/2019) akan menjelaskannya secara lengkap yang dirangkum dari beberapa sumber.

3 dari 4 halaman

Cara Menjalankan Diet OCD

1. Jendela Makan Pertama

Pada jendela makan yang pertama ini, Anda memiliki waktu makan selama 8 jam, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa selama 16 jam. Contohnya seperti ini:

  • Anda mulai makan pukul 10 pagi, maka Anda tetap bisa memakan apapun selama 8 jam ke depan, lebih tepatnya hingga pukul 6 sore.
  • 16 jam selanjutnya, Anda diharuskan untuk berpuasa. Tapi tenang, Anda hanya perlu puasa makan. Anda masih bisa minum, namun hanya meminum air mineral saja, bukan minuman yang lain.

Tapi perlu diingat juga bahwa Anda bisa makan semau Anda namun masih dalam wajar, bukan gila makan.Jendela makan pertama ini dapat diterapkan sebagai cara diet OCD untuk pemula. Lakukan hingga tubuh beradaptasi baru kemudian naik pada tingkatan selanjutnya.

2. Jendela Makan Kedua

Jendela makan kedua ini tentu saja memiliki waktu yang berbeda. Pada tingkatan kedua diet OCD, Anda memiliki waktu bebas makan 6 jam dan 18 jam sisanya berpuasa.

  • Misal Anda mulai makan pukul 11 siang, maka waktu makan berakhir pada pukul 5 sore dan sisanya berpuasa.
  • Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan jendela makan pertama dan merasa berat melakukan jendela makan kedua, Anda bisa mengombinasikannya.

Contoh, dalam seminggu Anda melakukan jendela makan pertama selama 6 hari, 1 hari sisanya melakukan jendela makan kedua. Terus lakukan peningkatan agar tubuh Anda dapat terbiasa dengan jendela makan kedua.

3. Jendela Makan Ketiga

Semakin meningkat, tentu waktu Anda untuk makan semakin terbatas. Level tiga dari diet OCD adalah hanya memperbolehkan Anda makan selama 4 jam saja dan 20 jam sisanya Anda harus berpuasa.

  • Misalkan Anda mulai makan pukul 11 siang, maka Anda hanya bisa makan hingga pukul 3 sore dilanjutkan dengan 20 jam berpuasa.
  • Anda masih belum kuat untuk mempraktekkannya? Anda bisa mengombinasikan dengan 2 tingkatan jendela makan sebelumnya. Anda bisa melakukannya bertingkat, misalnya: Senin hingga Kamis menerapkan jendela makan pertama, Jumat dan Sabtu menerapkan jendela makan kedua, pada hari Minggu menerapkan jendela makan ketiga.
  • Atau Anda bisa mengombinasikannya secara bergantian. Hari ini jendela makan pertama, besok jendela makan kedua, lusa jendela makan ketiga.
  • Jangan lupa untuk meningkatkan intensitas jendela makan ketiga agar tubuh Anda dapat terbiasa.

4. Jendela Makan Keempat

Jendela makan terakhir sekilas terdengar mengerikan, karena Anda harus berpuasa selama 24 jam. Berpuasa selama 24 jam, bukan berarti Anda tidak makan sama sekali. Namun hanya makan sekali dalam sehari, dan waktunya Anda yang menentukan. Misalnya, Anda makan pukul 11 siang, maka Anda bisa makan lagi pukul 11 siang keesokan harinya.

Terdengar ekstrem, tapi ingat, di jendela terakhir ini Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan 3 tingkatan jendela makan lainnya.

4 dari 4 halaman

Tips Diet OCD

1. Menghindari Sarapan

Deddy berpendapat bahwa sarapan hanya menambah insulin yang membuat Anda mengantuk. Mulailah makan 3-4 jam setelah Anda terbangun dari tidur.

2. Tidak Makan Berlebihan

Bagi Anda yang pemula, jangan langsung memulai dengan level susah. Lakukan dulu secara bertahap. Mulai dari jendela pertama, hingga jendela akhir.

Mulai dengan melakukan jendela makan pertama selama 1 minggu, kemudian pada minggu berikutnya jika tubuh telah terbiasa atau beradaptasi tingkatkan pada jendela makan kedua. Jika berhasil, pada minggu ketiga mulai terapkan jendela makan ketiga. Nah, pada minggu ke empat bukan berarti Anda harus menerapkan jendela makan keempat setiap hari. Selingi jendela makan ketiga dengan jendela makan keempat.

3. Berolahraga Rutin

Tetap jaga diet OCD Anda dengan olahraga rutin. Lakukan saja olahraga yang ringan-ringan saja seperti jogging, sit-up, dan push-up.

Itu tadi penjelasan tentang diet OCD dengan langkah-langkah menjalankannya. Yang terpenting dari diet OCD adalah komitmen. Walaupun terkesan mudah, tapi tanpa komitmen yang tinggi, akan percuma. Oleh karena itu, demi kesuksesan diet OCD Anda, lakukan dengan komitmen dan dengan cara yang benar.

Mengenal Varian Autech yang Hilang dari Nissan Serena dan Livina

Liputan6.com, Jakarta – PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah meluncurkan  MPV andalan mereka, yaitu all-new Livina dan all-new Serena di Indonesia beberapa waktu lalu.

Keduanya kini tampil lebih modern dan gagah berkat konsep V-Motion khas Nissan. Hanya saja, all-new Livina dan all-new Serena kini tak memiliki varian Autech seperti generasi sebelumnya.

Sayangnya, pihak NMI masih belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai varian Autech pada all-new Livina dan all-new Serena. Ada kemungkinan bahwa varian ini akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, tak menutup kemungkinan bahwa varian Autech disuntik mati. Hal ini terpaksa dilakukan untuk menjaga harga kedua MPV tersebut supaya tak jauh berbeda dengan rivalnya.

Sebenarnya, bukanlah hal sulit bagi NMI untuk menghadirkan all-new Nissan Serena Autech di Indonesia. Pasalnya, varian tersebut telah beredar untuk pasar Jepang. Bahkan, di negara asalnya, big MPV ini juga memiliki varian Nismo, mesin hybrid, dan listrik.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Di Jepang, all-new Nissan Serena Autech bahkan hadir dalam 4 tipe, yaitu Autech Standard, Autech V Package, Autech Safety Package, dan Autech Sports Package. Keempatnya dijual dengan harga yang bervariasi, tergantung pada ubahannya.

Sekadar informasi, Autech adalah anak perusahaan Nissan yang berfokus pada modifikasi eksterior mobil-mobil perusahaan asal Jepang tersebut. Di Indonesia, mereka membuat produk Nissan tampil lebih sporty dan mewah.

Tak hanya itu, Autech juga kerap memodifikasi mobil supaya lebih ramah digunakan oleh penyandang disabilitas dengan nama Life Care Vehicle. Salah satu karyanya yang terkenal di Indonesia adalah taksi Nissan Serena C26.

Sumber: Otosia.com 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Teriakan ‘Tambuah Ciek, Da’ di Restoran Padang, Apa Artinya?

Liputan6.com, Jakarta –Tambuah Ciek, Da!” Kalimat ini pasti sudah tidak asing lagi terdengar jika berada di rumah makan yang menyajikan menu masakan Minangkabau atau biasa disebut orang kebanyakan Restoran Padang.

Kalimat tersebut diucapkan jika seseorang ingin menambah nasi. Maklum, kalau lauk biasanya sudah tersaji lengkap di meja makan. Secara harfiah, “tambuah” berarti tambah, “ciek” yang berarti satu, “Da” ditujukan untuk memanggil uda atau sapaan abang dalam bahasa Minangkabau. Jadi artinya, “Tambah nasinya, Bang!”

Namun, rupanya ada penggeseran makna dalam penggunaan kata “ciek” dalam bahasa Minangkabau. Kata tersebut tidak lagi berarti satu, melainkan menekankan perlakuan.

“Pada kalimat ‘tambuah ciek‘ misalnya, bahwa tidak ada yang lebih penting saat itu selain menambah nasi. Walau dia mau menambah yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Pasti dia akan bilang ‘tambuah ciek‘,” ujar Guru Besar Pendidikan Bahasa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Zuriyati kepada Liputan6.com, Kamis, 21 Februari 2019.

Pengampu mata kuliah Kajian Budaya dan Sastra Lisan ini juga memberikan contoh lain penggunaan kata “ciek” yang menandakan penekanan perlakuan, seperti pada kalimat “Lalok ciek luh” (Saya tidur dulu) atau “Pai den ciek” (Saya ikut juga).

“Dalam contoh kedua bahwa satu-satunya yang akan dikerjakan saat itu adalah lalok (tidur). Dalam ungkapan ketiga, tidak ada yang lebih penting selain pai (ikut),” dia menambahkan.

2 dari 2 halaman

Ungkapan Idiomatik

Adapun dalam bahasa Minang berikut ini, kata “ciek” tetap bermakna satu. Seperti, “Indak ciek juo nan jaleh dek ang“. Artinya, “tak satu pun yang bisa kau jelaskan”. Atau “Indak ciek juo sineton nan rancak” yang artinya (tak satu pun sinetron yang bagus).

Tidak hanya kata “ciek” yang mengalami pergeseran makna, tetapi ada sejumlah kata yang memiliki makna berbeda dari arti harfiahnya, seperti kata “gadang” yang berarti besar. Kata ini bisa memiliki makna lain bila terdapat dalam ungkapan idiomatik, seperti “gadang ota” yang berarti pembohong atau “gadang sarawa” yang bermakna tak bisa berbuat apa-apa.

“Jadi pada padanan kata tersebut kata ‘gadang‘ bukan berarti besar”, Koordinator Bidang Seni dan Budaya Minang Badan Koordinasi Masyarakat Kabupaten Agam ini menandaskan.


Simak video pilihan berikut ini:

Tuan dan Puan dari Melayu O atau Melayu E?

Liputan6.com, Pekanbaru – Bahasa menjadi pembeda meski masyarakat berada dalam wadah sama bernama negara. Bahasa menjadi ciri kebudayaan dan identitas bagi penuturnya sebagai petunjuk dari daerah mana dia berasal.

Di Indonesia, tentu sudah tidak asing lagi dengan Melayu dan kebudayaannya. Melayu kemudian kian lekat dengan sebagian besar masyarakat yang tinggal di Sumatera, misalnya Riau, dan beberapa provinsi tetangga seperti Jambi, Sumatera Selatan, hingga Bangka Belitung.

Bagi masyarakat Melayu Riau, bahasa ini tentu saja menjadi bahasa ibu atau pertama kali diperoleh, dipelajari dari orangtua, lalu dituturkan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Namun perlu diketahui, pengucapan dalam Melayu itu beragam tergantung dari kabupaten mana penuturnya berasal.

Di Riau sendiri, penuturan bahasa Melayu juga beragam dilihat dari pengucapan atau dialek huruf vokal berakhiran A menjadi O dan E dengan pengucapan ringan. Makanya, ketika seseorang mengaku Melayu, akan ditanya apakah Melayu O atau E.

Sebagai contoh pengucapan “kata”, ada yang menuturkan menjadi “kate” atau “kato”, kata “ke mana” biasanya diucapkan jadi “ke mane” atau “ke mano”.

Kemudian ada juga menggugurkan pemakaian huruf R lalu diganti dengan O, baik yang ada di tengah ataupun akhir kata. Misalnya telur menjadi “telo”, tidur menjadi “tido”, pergi menjadi “pegi”, berjalan menjadi “bejalan”.

Secara umum, perbedaan dialek O dan E karena geografis wilayah. Biasanya, dialek O sangat identik dengan masyarakat Melayu daratan sementara E bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.

Daerah pesisir sebut saja Bengkalis, Meranti, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir, sebagian Pelalawan. Kemudian daratan misalnya Kampar, Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, sebagian Pelalawan.

Terkadang, ada juga masyarakat Melayu pesisir yang dialeknya lebih banyak kepada O. Biasanya terjadi karena akulturasi budaya dengan wilayah daratan.

2 dari 2 halaman

Saling Menjaga Bahasa Ibu

Menurut Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Al Azhar, perbedaan dialek itu sampai sekarang masih terjaga. Setiap daerah masih menjaga bahasa ibu sebagai cara berkomunikasi yang pertama kali diperoleh.

“Hanya saja ketika diajak berbahasa Indonesia, masyarakat langsung mengerti. Bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa Melayu baku, tapi tetap saja berbeda dengan bahasa ibu (Melayu asli),” sebut Al Azhar di Pekanbaru, Rabu, 20 Februari 2019.

Al Azhar menjelaskan, perbedaan itu tidak menjadi penghalang komunikasi ketika dua ‘penganut’ dialek itu bertemu. Satu dengan lainnya akan saling menghargai dengan menjaga bahasa ibu masing-masing.

“Ketika orang Indragiri berbicara, orang Siak paham, begitu pula sebaliknya tanpa berbahasa Indonesia. Misalnya ketika di LAM ini rapat, kan datuknya dari berbagai daerah, terkadang pakai bahasa masing-masing,” jelasnya.

Kata pria 58 tahun ini, terpeliharanya bahasa ibu karena masyarakat Melayu menjunjung tinggi kekerabatan dan rasa berkaum. Tak jarang ada yang melebur jika tahu lawan bicaranya memakai dialek lain.

“Misalnya orang Siak ngomong, terkadang orang Bengkalis mengikuti karena perbedaannya tipis sekali. Dan rasa kekerabatan inilah yang membuat bahasa ibu tetap bertahan,” ucap Al Azhar.

Lebih jauh, Al Azhar menerangkan, di Indonesia terdata 700 bahasa daerah. Sebagian bahasa daerah sudah tidak digunakan lagi karena kecenderungan masyarakatnya memilih memakai bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia penting karena sebagai pemersatu, tapi bahasa ibu tak boleh dilupakan karena itu yang menjadi ciri khas Indonesia,” sebut Al Azhar.


Simak video pilihan berikut ini:

Cuk, Misuh-Misuh Dapat Cuan

Liputan6.com, Surabaya – Cak Cuk Kata Kata Kota Kita, begitu moto dari outlet Cak Cuk yang diprakarsai oleh Dwita Rusmika selaku pemilik outlet Cak Cuk Surabaya, yang berdiri sejak 10 November 2005.

Pria yang karib disapa Dwita ini menceritakan bahwa awal terbentuknya Cak Cuk ini didasari oleh hobinya yang suka jalan-jalan dan melihat kebiasaan orang Indonesia kalau berpergian, dan pulangnya selalu membawa oleh-oleh.

“Jadi pada tahun 2005 itu masih belum ada oleh-oleh alternatif berupa kaus, adanya cuma kuliner makanan saja. Jadi saya mempunyai ide untuk membuat sesuatu yang baru buat orang yang datang ke Surabaya, bisa membawa oleh-oleh alternatif berupa kaus dan merchandise,” tuturnya saat berbincang santai dengan Liputan6.com di salah satu outlet Cak Cuk di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu, 20 Februari 2019.

Dia melanjutkan ceritanya bahwa pemilihan kata Cak Cuk ini didasari oleh kekhasan bahasa orang Surabaya, sehingga ketika orang melihat kaus Cak Cuk bisa langsung mengerti kalau oleh-oleh itu dari Surabaya.

“Cak Cuk atau Jancuk itu kalau istilah Suroboyoan itu sego jangan (nasi sayur) sudah biasa sehari-hari, kalau ngomong tidak ada Cuk itu serasa kurang, mirip sayur tanpa garam. Jadi kalimat Cak Cuk itu saya capture dan saya curahkan atau tuangkan ke desain kaus sebagai bentuk oleh-oleh yang khas Suroboyoan,” kata Dwita.

Dia mengatakan, dari sesuatu yang khas Suroboyoan itu, saat masuk ke proses produksi kaus, Dwita ingin desain kausnya bisa selaras dengan ikon Surabaya, seperti misalnya yang pertama adalah Surabaya Kota Pahlawan, yang dijabarkan di dalam desain kaus itu berupa gambar Bung Karno, gambar Bung Tomo Bukan Che Guevara, dan gambar Tugu Pahlawan City of Heroes.

“Yang kedua, Surabaya kota makanan, jadi desain kausnya bergambar makanan atau tempat-tempat makan di Surabaya,” ucapnya.

Dan yang ketiga adalah Surabaya kota Meso atau Misuh (memaki), misalnya seperti Misuhvolution (Dari bayi sampai tua sudah bisa meso, au – auk – antuk – ancuk – jancuk – mbokne ancuk). Jadi desain kaosnya bertuliskan kalimat meso-meso khas Suroboyoan, seperti Jancuk, Matamu Picek (Matamu Buta), Mak mu Kiper (Ibu mu penjaga gawang) dan lain sebagainya.

“Jadi kita ada real-nya, kita ada panduannya seperti itu, dan macam- macam desainnya disimpulkan sendiri-sendiri,” ujar Dwita.

2 dari 2 halaman

Perjalanan Bisnis

Dwita menyampaikan bahwa bisnis kaus yang digelutinya ini sudah berjalan 14 tahun. Dwita mengisahkan, dulu waktu awal memulai bisnisnya, dia masih belum punya toko. “Dulu jualannya di pameran-pameran gitu, dan jualan di dalam mobil seperti toko berjalan dan Alhamdulillah sekarang sudah punya toko,” tuturnya.

Dwita mengaku konsistensinya menjual kaus Cak Cuk ini walaupun di dalamnya juga ada cerita suka-duka, naik-turunnya bisnis kaus Cak Cuk. Beberapa bulan setelah berdirinya kaus Cak Cuk ini, bermunculan juga 10 kompetitor yang menjual produk yang hampir sama khas Suroboyoan.

“Namun mungkin karena kita yang lebih dulu dan yang paling awal membuat produk kaus khas Suroboyoan seperti ini, maka sekarang hanya tinggal dua kompetitor saja yang masih bertahan,” katanya.

Dwita menjelaskan, produksi kaus Cak Cuk ini dibuat oleh industri rumahan. Awalnya, dia hanya beli kaus dan menyablonkan ke orang lain. Namun, setelah dua atau tiga tahun Cak Cuk berdiri, dia berpikir jika masih menggunakan sistem yang sama maka tidak bisa menekan ongkos produksi kaus.

“Akhirnya saya beli mesin jahit, beli macam-macam peralatan sablon dan saya mempekerjakan karyawan untuk bagian menjahit dan bagian menyablon. Sehingga kita sekarang sudah punya konveksi sendiri dan punya workshop sendiri,” ucapnya.

Dwita menuturkan, outlet Cak Cuk saat ini sudah ada tujuh, tetapi hanya lima outlet milik sendiri, sedangkan dua outlet lainnya, di Bandara Juanda dan pusat oleh-oleh Pasar Genteng Surabaya, merupakan hasil kerja sama.

“Lima outlet Cak Cuk di Surabaya berada di Jalan Meyjen Sungkono, Jalan Golf seputar Gunung Sari, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kedung Cowek dan Jalan Darmawangsa,” katanya.

Selain menjual merchandise dan kaus yang harganya berkisar Rp 79 ribu serta jaket Rp 160 ribu, Cak Cuk juga mengembangkan bisnisnya dengan membuka sebuah cafe Cak Cuk yang lokasinya bersebelahan dengan outlet Cak Cuk di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

“Harapannya, dengan adanya alternatif oleh-oleh berupa kaus Cak Cuk ini akan semakin diterima oleh warga, terutama oleh warga Surabaya. Dan juga bisa diterima oleh seluruh warga Indonesia, karena yang beli bukan hanya orang Surabaya, melainkan orang dari seluruh Indonesia yang datang ke Surabaya,” Dwita menandaskan.

Bahasa Cirebon dari Sanskerta Kontemporer hingga Slang

Liputan6.com, Cirebon – Bahasa Cirebon menjadi salah satu identitas masyarakat yang ada di Pantura Jawa Barat. Bahasa yang merupakan afiliasi Jawa dan Sunda itu sudah mengakar dan dikenal khas.

Sekilas jika didengar, bahasa Cirebon mirip dengan Brebes, Tegal, maupun Purwokerto. Budayawan Cirebon Nurdin M Noer mengatakan modernisasi membuat masyarakat Cirebon seakan malu menggunakan bahasa daerah.

“Padahal, bahasa Cirebon punya sejarah panjang,” kata Nurdin, Rabu, 20 Februari 2019.

Dia mengatakan, pada tahun 1962 hingga tahun 1970, bahasa Cirebon muncul menjadi ciri khas sehari-hari masyarakat. Masyarakat menggunakan bahasa Jawa Cirebon itu dengan dibalik tapi tak memiliki aturan.

Saat itu, pada tahun 1962, terjadi pemberontakan DI TII yang salah satu anggotanya adalah masyarakat Cirebon. Untuk membedakannya, masyarakat Cirebon membuat bahasa sendiri dengan nama bahasa Slang.

“Seperti masyarakat Malang yang saat ini dikenal dengan membolak-balikkan kata. Penggunaan bahasa Cirebon saat itu untuk membedakan masyarakat Cirebon dengan anggota DI TII,” kata Nurdin.

Kata Kuham misalnya, yang mengambil dari bahasa Sunda berarti Kumaha (bagaimana), selain itu Ris atau dari kata Sira (kamu), yas dari kata saya, Daus atau dari kata Adus (mandi) hingga Pung dari kata Polisi.

Dia menjelaskan, masyarakat Cirebon menggunakan bahasa slang sehingga tersamar dan tidak dianggap sebagai anggota DI TII.

“Setelah itu hilang tak ada yang bisa lagi menggunakan bahasa itu dan sekarang hanya Jawa Cirebon saja yang berasal dari afiliasi Sunda Jawa dan serapan asing,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Sanskerta Kontemporer

Dalam kesehariannya, bahasa Cirebon dianggap penting di masyarakat luas. Sebab, bahasa Cirebon memiliki sejarah panjang.

“Urutannya begini, Bahasa Indonesia itu wajib, bahasa Cirebon penting, dan bahasa asing itu perlu,” kata Nurdin.

Dia mengatakan, dari hasil penelitian, sekitar 80 persen bahasa Cirebon merupakan serapan bahasa Sanskerta. Para ahli bahasa menyebutkan bahasa Cirebon sebagai sanskerta kontemporer.

“Contoh ingsun, sira, cemera, kirik yang bahasa Jawa-nya asu (anjing) dan kini menjadi bahasa sehari-hari orang Cirebon. Kemudian kita yang merujuk ke arti saya kalau dalam Indonesia kata kita itu merujuk ke lebih dari satu orang,” jelas Nurdin.

Dia menjelaskan, sebelumnya, bahasa Cirebon tidak dipengaruhi oleh bahasa Jawa pada masa Amangkurat ke-2. Bahkan, saat itu, bahasa sanskerta digunakan untuk percakapan sehari-hari masyarakat Cirebon.

Dia mengakui, kondisi bahasa Cirebon saat ini sudah sangat memprihatinkan. Gengsi menjadi salah satu alasan utama masyarakat Cirebon malu menggunakan bahasa daerahnya sendiri.

“Setelah ditelusuri ternyata bibitnya bahasa Cirebon memang dari sanskerta. Dulu waktu saya masih Sekolah Rakyat sampai kelas 3, bahasa pengantarnya Jawa Cirebon. Bahkan, dulu di Cirebon sempat ada sekolah Jawa dan Sunda namanya,” ungkap dia.

Selain dari serapan sanskerta, bahasa Cirebon juga merupakan serapan dari Arab, Tiongkok, dan India.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Viral Video Bude Sumiyati Jadi Bintang Iklan, Kocak Abis

Liputan6.com, Jakarta Nama Bude Sumiyati tentu sudah akrab di telingamu, khususnya para pengguna jejaring sosial. Banyolan khas yang diunggah lewat video dan foto khasnya tentu menjadi perhatian banyak pasang mata. Walaupun terkadang sering dibuat gagal paham setelah baca captionnya di  laman media sosial, tulisan Bude Sumiyati selalu sukses membuat kita tertawa ngakak. 

Beberapa waktu yang lalu saat perayaan Hari Valentine, Bude Sumiyati viral karena diketahui telah  memiliki sosok special di hatinya, yakni Bpk. Sdr. Yth. Aji Mumpung, S.ip.

Kini nama Bude Sumiyati kembali menjadi perbincangan hangat di twiter. Bukan karena kisah cuntanya dengan Pak Aji ataupun cuitannya yang sukses membuat tertawa. Namun karena Bude Sumiyati menjadi bintang iklan.

Kamu pasti enggak percaya kan? Ini bukan lagi bercanda lho, Netflix Korea pada Rabu (20/2/2019) kemarin mengunggah cuitan yang menampilkan Bude Sumiyati tengah menjadi iklan produknya. Tentunya dengan khas tingkah lucu Bude.

Dalam video tersebut Bude menggunakan masker zombie dan kuku zombie. Ada-ada saja nih Bude. 

2 dari 3 halaman

Video Viral 

Video yang berdurasi 1 menit itu sejak tulisan ini dirilis  sudah ditonton sebanyak 193 ribu kali. Selain itu juga mendapat 6 ribu lebih retweet dan hampir 4 ribu like dari akun Netflix Korea.

Penasaran kan gimana penampilan Bude jadi bintang iklan? Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai akun twitter, Kamis (21/2/2019)

3 dari 3 halaman

Respon Netizen

Tingkah laku Bude yang disiarkan sampai ke Korea ini, megundang respon dari netizen. Banyak netizen yang merasa turut bahagia atas unggahan video tersebut.

Ungkapan bangga juga diucapkan oleh selebtwit berambut gondrong @andihiyat, ia menuliskan

“Bangga aku sama @BudeSumiyati”

Tak lupa Bude pun juga membalas ucapan bangga tersebut, “Terima kasih, bang Andi”  dilengkapi dengan emot hati di belakangnya, tulis Bude dalam laman twitter @BudeSumiyati

Akun Twitter @ridu juga menuliskan kebahagiaanya karena Bude semakin eksis tidak hanya di Indonesia saja namun hingga luar negri.

Ia menuliskan “ya ampun bude go internesyenel. makin ngefans..”

Dengan banyolan khasnya,  Bude menjawab “Sebentar lagi dipersunting Donald Trump”

Waduh memang nih Bude ada-ada saja tingkahnya, selamat ya buat Bude Sumiyati!

Setelah Toyota Supra, Lexus Akan Mengadopsi Mesin BMW

Liputan6.com, Jakarta Kerja sama Toyota dengan BMW nampaknya tak berakhir di Toyota Supra. Bahkan brand premium Lexus akan menggunakan mesin BMW untuk Lexus IS.

Dilansir Autoevolution, hal ini sepertinya menjadi langkah Lexus untuk menjaga pasar di Amerika. Sebab, pasar Amerika seperti kurang puas dengan adanya ES. Maka Lexus menghadirkan lagi sedan kompak sport.

Mesin BMW 3L turbo akan menjadi satu dari empat pilihan mesin IS. Mesin lainnya adalah 2.0L turbo, 2.4L turbo, dan 2.5L hybrid.

Lexus memang terkenal untuk urusan mengganti mesin dengan kapasitas yang lebih kecil, seperti 2.0L 6-inline. Dengan mesin kecil begitu, Lexus juga dikabarkan akan menghadirkan IS dengan bobot yang lebih ringan.

Tapi kabar lainnya menyebut bahwa jarak sumbu IS akan lebih panjang 40 milimeter. Hal ini seperti menjadi angin segar, sebab kabin bisa saja lebih lega.

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Toyota Supra Terbaru Pakai Mesin BMW, Ini Sebabnya

 Toyota Supra terbaru akan menggunakan mesin 3.0 liter 6 silinder segaris. Jantung mekanis itu bukan buatan Toyota saja, melainkan hasil kolaborasi dengan pabrikan mobil mewah lain, BMW.

Ya, tujuh tahun lalu, Toyota dan BMW menandatangani kesepakatan untuk pengembangan mobil sport bersama. Hasilnya, sebuah mesin inline enam silinder, yang sama digunakan pada BMW Z4 M40i dan M340i terbaru. Mungkin hal ini bakal mengecewakan sebagian penggemar Supra, yang sangat sensitif terhadap penggunaan komponen non-orisinal.



Namun, penggunaan mesin BMW bukan tanpa alasan. Menurut Tetsuya Tada selaku chief engineer Toyota Supra seperti dilansir dari motor1.com (20/13), hal ini justru dipicu permintaan konsumen. Mereka menginginkan mesin inline 6 silinder.

Soalnya keempat generasi sebelumnya juga mengusung tipe mesin ini, seolah menjadi ciri khas Supra yang tak boleh dihilangkan. Toyota pun ingin mewujudkannya, tetapi langkah memproduksi sendiri mesinnya, ternyata kurang menguntungkan dari segi bisnis. Mengingat Supra bukanlah produk yang ditujukan sebagai volume maker. Makanya, pemakaian mesin hasil kerja sama dengan BMW menjadi keputusan yang paling masuk akal.

Tak hanya mesin, sistem transmisi otomatis 8-percepatan juga berasal dari BMW. Walau begitu, jantung pacu ini tetap di-tuning tim Toyota, guna menyesuaikan dengan desain mobil. Lantas berapa keluaran tenaganya? Toyota sendiri pernah mengonfirmasi, Supra terbaru punya daya lebih dari 300 Tk. Tetapi angka pastinya masih enggan dibeberkan. Bila melihat mesin 3.0 liter pada Z4 M40i yang meluncur duluan tahun ini, keluaran tenaganya sudah 382 Tk dan memiliki torsi 500 Nm. Bisa jadi tenaga Supra nanti melebihi angka itu.


Yang menarik, di samping mesin 6-silinder, diduga Toyota juga menghadirkan Supra dalam versi lebih murah. Spesifikasi mesinnya lebih kecil, 2.0 liter 4 silinder segaris dengan keluaran tenaga sebesar 262 Tk. Meski berbagai mesin dan beberapa komponen dengan Z4 M40i, kedua pabrikan meyakinkan masing-masing mobil memiliki karakter berbeda, khususnya dari segi penampilan.

Penampilan perdana Toyota Supra generasi kelima, memang tak lama lagi. Mobil sport Toyota itu, dipastikan memanfaatkan pameran Detroit Auto Show awal Januari. Memasuki detik-detik peluncuran, Toyota seolah ingin menggoda para penggemarnya. Belum lama ini, pabrikan mobil asal Jepang itu, merilis video lewat akun youtube resminya. Melalui video itu, Toyota memperdengarkan suara mesin terbaru Supra. Terlihat dalam video, Supra dipacu kencang sambil bermanuver. Namun, wujud dikaburkan sehingga tak terlihat bagaimana detail eksteriornya. 

Sumber: Oto.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Ada Rumor Pencekalan di Jatim, Sandiaga: Hadapi Dengan Senyuman

Situbondo – Dalam kunjungan politiknya ke wilayah Tapal Kuda, Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno diwarnai isu pencekalan. Konon, ada beberapa lokasi di Bondowoso dan Banyuwangi yang akan menolak kedatangan cawapres dari Prabowo Subianto itu.

Meski membenarkan, namun tak menyurutkan langkah Sandiaga untuk melanjutkan lawatannya ke dua kabupaten tersebut.

“Ada laporan (pencekalan, red) beberapa lokasi di Bondowoso dan Banyuwangi. Tapi jangan dibesar-besarkan. Ini bagian dari dinamika. Lawan petahana memang harus siap mental. Mesti kuat, jangan cengeng. Hadapi dengan senyuman,” kata Sandiaga Uno di Pasir Putih Situbondo, Rabu (20/2/2019).


Menurut mantan Wagub DKI Jakarta itu, laporan tentang rumor pencekalan bukan pertama kali ini saja. Sebagai oposisi dan bukan pemerintah upaya demikian pasti ada. Mungkin saja pencekalan itu tidak terkontrol, namun dilakukan secara sporadis oleh pihak-pihak di daerah. Sehingga sempat menjadi kesulitan di spot-spot yang akan dikunjunginya.

“Tapi alhamdulilah, di Pasir Putih ini sangat menarik, santai dan bisa menikmati keindahan spot-spot pariwisata di sini,” paparnya.

Menurut Sandiaga, kampanye itu tidak hanya berkampanye secara politik saja. Tetapi juga ikut mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki, termasuk potensi wisata. “Itu bagian dari kampanye jaman now,” tandasnya.

Karena itu, jika pihaknya dilarang berkunjung ke tempat-tempat, baik milik swasta maupun pemerintah, maka pihaknya akan datang ke tempat-tempat umum. Baik ke lokasi wisata kuliner, wisata bahari, maupun tempat umum lainnya.

“Masak gak boleh makan rawon khas Situbondo atau ikan kerapu. Jangan mengeluh, melawan pemerintah biasalah. Jangan cengeng, harus tegar menghadapi, hadapi dengan senyuman,” tutur Sandiaga sambil tersenyum.
(fat/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>