KH Abbas, Komandan Perang Surabaya dari Cirebon

 Jendral Mallaby bukan hanya sosok yang ahli dalam berperang. Jendral Malabby diketahui memiliki ilmu hitam yang sangat tinggi.

“Bahkan, sebelum peristiwa 10 November Jendral Malabby menunjukkan kesaktiannya di depan umum. Ditembak menggunakan senjata hebat saat itu, namun tidak apa-apa,” kata Rovahan seraya menyampaikan cerita dari Kiai Jaelani.

Mendapatkan informasi tersebut, akhirnya Kiai Hasyim Asyari menyerahkan masalah tersebut kepada Kiai Abbas. Menurutnya, Kiai Hasyim memiliki pertimbangan lain menunjuk Kiai Abbas sebagai pemimpin perang di Surabaya.

“Kata Kiai Hasyim, kalau urusan yang begini, biar Kiai Abbas yang nangani,” sambung dia.

Dia mengungkapkan, sebelum berperang melawan Jendral Malabby, Kiai Abbas memberikan amalan kepada para santri yang ikut berperang. Amalan tersebut diucapkan langsung oleh Kiai Abbas.

Dia menyebutkan, Kiai Abbas membacakan amalan sebanyak tiga kali kepada para santri sebelum berperang. Namun, amalan tersebut harus langsung dihafal oleh para santri.

Dari sejumlah santri yang diberi amalan oleh Kiai Abbas, hanya sekitar 80 santri yang lulus.

Santri yang lulus amalan Kiai Abbas pun ikut berperang. Bahkan, dalam peperangan mereka, salah satu santri  menembak mati Jendral Malabby sebelum perang 10 November terjadi.

“Kalau santri mana kurang tahu tapi yang jelas santri yang menembak Jendral Malabby mendapat amalan dari Kiai Abbas,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *