Manajer Manchester City Mengaku Tidak Adil kepada Riyad Mahrez

Liputan6.com, Manchester – Manajer Manchester City, Pep Guardiola meminta maaf karena jarang memainkan Riyad Mahrez. Ia mengatakan, Mahrez jarang bermain karena ia tidak bertindak adil.

“Saya adalah alasan dia jarang bermain. Dia sama sekali tidak bersalah,” kata Guardiola seperti dilansir Sports Mole.

Mahrez didatangkan Manchester City dari Leicester City di awal musim ini dengan harga 60 juta poundsterling atau Rp 1,09 triliun. Gelandang asal Aljazair ini mendapat kontrak lima tahun.

Bermain di Manchester City, Mahrez harus bersaing dengan nama-nama seperti Raheem Sterling, dan Bernardo Silva. Sayangnya, Guardiola lebih memilih dua nama itu sebagai pemain utama di lini tengah.

“Kami punya pemain luar biasa seperti Bernardo dan Sterling yang berada dalam penampilan terbaik, yang mana itu adalah alasan satu satunya (Mahrez cadangan,red). Tidak ada alasan lain seperti saya kecewa atau apapun,” kata Guardiola.

2 dari 3 halaman

Berlatih Keras

Guardiola menambahkan, bukan hanya Mahrez yang harus menyingkir dari skuat utama The Citizens. Ada Leroy Sane yang tempatnya juga mulai digantikan oleh pemain lain seperti Kevin de Bruyne atau Ilkay Gundogan.

Mantan pelatih Barcelona ini pun mengakui sedih tidak bisa memberi Mahrez menit bermain. “Saya sedih karena dia berlatih luar biasa dan bertalenta, tetapi saat ini kami punya lima striker. Pada pertandingan terakhir, Sane tidak bermain,” kata Guardiola.

3 dari 3 halaman

Janji Beri Kesempatan

Lebih lanjut, Guardiola juga berjanji akan segera memberi Mahrez kesempatan bermain. Syaratnya, ia terus berlatih keras dan tidak mengeluh.

“Saya tidak ragu akan kualitasnya. Hanya terus saja berlatih, tidak banyak mengeluh dll. Waktunya akan datang. Saya yakin dia akan bermain bagus,” kata Guardiola mengakhiri.

Barcelona vs Real Valladolid: Rotasi Demi Liga Champions

Liputan6.com, Jakarta Barcelona bakal merotasi pemainnya saat menghadapi Real Valladolid di Camp Nou, Senin (18/2/2019). Ini untuk menjaga-jaga kondisi pemain sebelum laga Liga Champions menghadapi Olympique Lyon pada leg pertama 16 besar Liga Champions.

Tak hanya itu, laga leg kedua semifinal Copa del Rey juga ada di pikiran pelatih Barcelona, Ernesto Valverde. Barcelona masih dihantui bayang-bayang kegagalan di Liga Champions musim lalu.

Dimana mereka harus takluk dengan cara menyakitkan dari AS Roma. Meski unggul 4-1 di Camp Nou, AS Roma kalahkan Barcelona 3-0 di Olimpico sehingga mereka unggul gol tandang 4-4.

Valverde ingin memastikan bintangnya tampil penuh saat Lyon. Namun tanpa mengecilkan pentingnya laga Real Valladolid di lanjutan Liga Spanyol nanti.

Dua bintang Lionel Messi dan Luis Suarez bakal jadi target rotasi. Namun seperti dilansir as, hanya Messi yang kemungkinan dicadangkan.

2 dari 2 halaman

Pulih Total

Tim medis Barcelona juga mengindikasikan Messi bakal pulih total kalau diistirahatkan lawan Valladolid. Dia akan pulih dari masalah jaringan otot dan pencernaan yang membuatnya sulit tampil 100 persen.

Suarez mungkin tampil jadi starter tapi tidak akan main 90 menit. Posisinya akan digantikan Kevin Prince Boateng.

Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Gerard Pique dan Clement Lenglet juga akan diistirahatkan. Barcelona benar-benar fokus ke laga melawan Lyon.

Australia Mengaku Gagal Menyejahterakan Masyarakat Suku Aborigin

Liputan6.com, Canberra – Pemerintah Australia mengaku ‘gagal’ dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk asli negaranya, Suku Aborigin dan Torres Strait Islander. Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Scott Morrison di muka parlemen pada Kamis, 14 Februari 2019.

Morrison menyatakan, hanya dua dari tujuh target yang terpenuhi, yakni dalam bidang pendidikan dasar. Adapun bidang ekonomi dan kesehatan, seperti meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan harapan hidup, masih jauh dari yang diharapkan, dikutip dari Channel News Asia pada Kamis (14/2/2019).

Padahal, usaha untuk mengemansipasi penduduk asli itu telah dilakukan sejak 11 tahun lalu, setelah Perdana Menteri Kevin Rudd secara resmi meminta maaf kepada mereka atas ketidakadilan yang menimpa.

Kebijakan pembangunan untuk Suku Aborigin bertujuan untuk meningkatkan kekayaan, kesehatan, dan kesejahteraan penduduk asli Australia.

“Saya ingin anak-anak Aborigin dan Torres Strait Islander memiliki kesempatan yang sama dengan anak lain yang tumbuh di Australia,” kata Morrison kepada parlemen.

Namun setelahnya, ia menyayangkan karena usaha yang sudah dilakukan sejak lama, belum membawa perubahan yang signifikan bagi kondisi mereka.

“Tetapi itu tidak benar-benar (tercipta bagi) anak Aborigin dan Torres Strait Islander di Australia hari ini. Dan saya tidak tahu kapan akan terjadi. Ini adalah kebenaran yang harus kita hadapi sekarang,” lanjut Morrison.

Simak pula video berikut:

2 dari 2 halaman

Pendidikan Adalah Kunci

Perdana Menteri Morrison juga mengatakan pendidikan merupakan kunci bagi kehidupan penduduk asli yang lebih baik.

“Pendidikan adalah kunci ketrampilan. Kunci untuk pekerjaan dan membangun perusahaan –yang akan memberikan masa depan untuk mereka,” katanya.

Morrison berjanji akan membebaskan pinjaman pendidikan bagi guru yang mengabdi selama empat tahun di daerah terpencil.

Saat ini, masyarakat Suku Aborigin dan Torres Strait Islander hanya 3 persen dari total populasi Australia. Keduanya merupakan komunitas yang paling tidak beruntung jika dibandingkan dengan mayoritas warga negara Australia.

Dalam bidang ekonomi, tingkat pengangguran sangat tinggi, disebabkan oleh tingkat pendidikan yang masih rendah.

Meskipun pemerintah telah memikirkan pendidikan sebagai jalan keluar, nyatanya penduduk asli masih punya permasalahan lain.

Dalam bidang sosial misalnya, angka bunuh diri sangat tinggi, lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan komunitas lain di Negeri Kanguru, menurut Biro Statistik Australia.

Banyak Perang Saudara di All England 2019, Susy Susanti: Ini Risiko

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Susy Susanti menerima hasil undian All England 2019 yang kurang menguntungkan bagi nomor ganda campuran. Dia menganggapnya sebagai risoko bagi pemain nonunggulan.

“Itulah risiko jika pemain-pemain kami berada di bawah peringkat delapan besar dunia. Mereka bisa saling berhadapan pada laga awal All England,” kata Susy, dilansir Antara.

Susy mengatakan risiko itu menjadi tantangan bagi PBSI untuk menyusun program dan strategi mengikuti turnamen. Dengan begitu, atlet Indonesia bisa naik peringkat delapan besar dan berpeluang lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

“Kami dan para pelatih akan menyiapkan program dan strategi bagaimana pemain dapat mengumpulkan poin kualifikasi Olimpiade, termasuk memantau keikutsertaan lawan dalam turnamen,” kata peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

PBSI pun memilih mengambil sisi positif dari hasil undian All England. Setidaknya, Indonesia pasti meloloskan pasangan ke putaran berikutnya.

2 dari 3 halaman

Sistem Undian

Meski menerima, Susy juga mempertanyakan sistem undian All England. Pasalnya, beberapa kali ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon harus berhadapan dengan wakil Indonesia lain di putaran awal. Hal serupa juga dirasakan pemain Tiongkok dan Jepang.

“Mereka bilang itu sudah sistem komputer. Tapi, kami merasa seakan tidak diundi karena pemain-pemain kami sering mengalami itu dan harus berhadapan dengan sesamanya,” ungkap Susy.

3 dari 3 halaman

Undian Ganda Campuran

Undian All England 2019 memasangkan empat ganda campuran Indonesia pada putaran pertama. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, yang menjadi pasangan unggulan delapan dalam turnamen 6-10 Maret, itu harus berhadapan dengan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Perang saudara kemudian berpeluang kembali terjadi di babak berikutnya jika Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari memenangkan pertandingan.

Sementara Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow saling sikyt melawan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Floyd Mayweather Akan Cetak Rekor Bayaran Jika Bertarung di UFC

Liputan6.com, Jakarta – Presiden UFC Dana White dikabarkan tertarik untuk merekrut Floyd Mayweather. Bakan, ia sudah berbicara dengan mantan juara dunia tinju kelas welter tersebut tentang jumlah bayaran yang diterima dalam kontrak tiga atau empat pertarungan.

Floyd Mayweather menyambut positif keinginan White. Ia mengaku tergoda untuk menunjukkan kemampuan bertinju dalam pertarungan seni bela diri di atas octagon UFC.

“Saya bisa mencapai kesepakatan dengan UFC sekarang tentang empat pertarungan seharga satu miliar dolar (sekitar Rp 14 triliun) jika mereka menerimanya,” kata Mayweather kepada Kevin Hart dalam Cold As Balls seperti dikutip dari Marca.

“Saya jujur, hidup saya luar biasa dan saya berinvestasi dengan cara yang cerdas sehingga tidak untuk uang.”

“Saya punya cukup uang untuk hidup dengan baik selama sisa hidup saya dan saya dapat membeli apa yang saya inginkan selama saya masih tinggal,” ucap Mayweather.

White mengakui sudah lama mendekati Floyd Mayweather agar mau bertarung di UFC. Pembicaraan itu sudah dlakukan sejak Desember 2017.

2 dari 4 halaman

Lebih Besar dari McGregor dan Khabib

Jika Dana White dan Mayweaher mencapai kesepakatan, maka bayaran yang diterima petinju asal Amerika Serikat itu menjadi rekor baru di UFC. Jumlah tersebut lebih besar dari yang terima jagoan UFC, Conor McGregor.

Saat dikalahkan Khabib Nurmagomedov pada Oktober 2018, McGregor dikabarkan mendapat bayaran US$ 3 juta atau sekitar Rp 45,8 miliar. Sedangkan Khabib yang tampil sebagai pemenang menerima lebih kecil, yakni US$ 2 juta atau sekitar Rp 30,4 miliar.

Jumlah itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bayaran yang bakal diterima Mayweather. Dengan bayaran Rp 14 triliun untuk empat pertarungan, ini artinya, ia akan menerima Rp 4,7 triliun untuk sekali bertarung di octagon UFC.

3 dari 4 halaman

Lawan Kickboxer

Pada 31 Desember 2018, Floyd Mayweather menjalani duel melawan jago kickboxer asal Jepang, Tenshin Nasukawa. Sempat telat hadir di ring selama tiga jam, Mayweather hanya butuh kurang dari 3 menit untuk memukul KO Nasukawa.

Sebelum pertarungan benar-benar dihentikan, Nasukawa sudah tersungkur tiga kali disikat Mayweather. Bahkan, saat akan bertanding, ia juga sempat mengejek Nasukawa dalam ring sehingga sang lawan terlihat menangis usai dinyatakan kalah KO.

Dari pertarungan itu, Mayweather meraup US$ 9 juta dolar atau sekitar Rp 130,2 miliar.

4 dari 4 halaman

Tumbangkan Jagoan UFC

Sebelumnya, Mayweather telah meladeni jagoan UFC Conor McGregor dalam pertarungan tinju di T-Mobile Arena, Las Vegas, Nevada, 27 Agustus 2017. Petarungan itu dimenangkan Mayweather TKO di ronde kesepuluh.

Tak hanya di atas ring tinju, Mayweather bagai siap meladari permintaan tarung ulang McGregor di atas octagon UFC. Untuk mewujudkannya, ia kabarnya telah mengajukan permohonan lisensi MMA.

“Semuanya butuh waktu. Akhirnya, saya akan mengajukan permohonan lisensi dan semoga kita (Mayweather dan McGregor) bisa bertarung,” kata Mayweather kepada TMZ Sports pada Maret 2018.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Formasi: Menanti Drama Fase Gugur Liga Champions 2018/19

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 16 tim terbaik Eropa akan tampil pada fase gugur Liga Champions 2018/19. Hasil di leg pertama bakal menentukan langkah masing-masing tim menuju babak berikutnya. 

Babak 16 besar Liga Champions musim ini bakal dimulai, Rabu, 13 Februari 2019 dinihari WIB. Di hari pertama, Manchester United bakal menjamu Paris Saint Germain (PSG) di Old Trafford. Sementara AS Roma bakal bertemu wakil Portugal, FC Porto di Stadio Olimpico.  

Ini jadi ujian perdana MU bersama Solskjaer di ajang Liga Champions. Kecerdikan pelatih asal Norwegia itu kembali diuji setelah sukses menorehkan 10 kemenangan dari 11 laga. 

Seperti diketahui, performa MU mencuri perhatian sejak ditinggal Jose Mourinho akhir tahun lalu. Kehadiran Solskjaer yang ditunjuk sebagai manajer sementara mengubah Setan Merah menjadi tim yang belum terkalahkan. Bahkan kemenangan demi kemenangan yang ditorehkan membawa MU ke posisi empat klasemen sementara Liga Inggris musim ini. 

MU mulai melewati rival-rival terkuat seperti Chelsea yang kini terpaut 1 poin. The Blues harus rela tergusur setelah tim besutan Maurizzio Sarri itu dihancurkan Manchester City 0-6. MU melambung setelah sehari sebelumnya berhasil mengalahkan Fulham dengan skor 3-0. 

Performa gemilang MU bersama Solskjaer kini mendapat ujian di level yang lebih tinggi. Mental bertanding para pemain bakal kembali diuji saat menjamu PSG di Old Trafford. Hanya saja, Solskjaer harus memutar otak mengingat laga berat lain juga menanti Setan Merah. 

Rotasi pemain pun jadi pilihan terbaik Solskjaer. Sejumlah pemain disimpan saat MU bertemu Fulham. Marcus Rashford yang kembali bersinar disimpan dalam duel ini. Begitu juga dengan bek tangguh, Victor Lindelof. Mereka diharapkan bisa pulih saat bertemu PSG. 

“Ada beberapa ketidaknyaman, Marcus Rashford mengalami keram saat melawan Leicester City. Kami tidak ingin mengambil risiko,” kata Solskjaer. 

“Di belakang, Victor Lindelof memang cedera. Tapi tidak terlalu mengkhawatirkan. Keduanya seharusnya baik-baik saja untuk hari Selasa,” ujar mantan pemain MU tersebut. 






2 dari 4 halaman

Tanpa Neymar

Meski demikian, tuan rumah setidaknya bisa bernafas lega. Pasalnya, tim lawan datang dalam kondisi compang-camping. Les Parisien harus kehilangan striker andalannya Neymar. Pemain asal Brasil itu dipastikan absen melawan MU karena mengalami cedera cukup parah. 

Neymar menderita cedera metatarsal saat PSG bertanding melawan Strasbourg pada ajang Coupe de France beberapa waktu lalu. Kondisi mantan pemain Santos itu bertambah buruk karena cedera tersebut berada di tempat yang membuatnya absen 4 bulan musim lalu. 

Kehilangan Neymar tentu saja jadi pukulan telak bagi PSG. Sebab, pemain yang diboyong dari Barcelona itu merupakan salah satu mesin gol Les Parisien. Musim ini saja, Neymar sudah mengemas 20 gol dalam 23 penampilan bersama PSG di semua kompetisi. 

“Sekarang, ini waktu yang sulit bagi kami karena Ney (Neymar) cedera. Bagi kami, Ney adalah pemain yang sangat penting, karena dia telah melakukan hal-hal luar biasa untuk tim selama tiga bulan terakhir,” kata kiper PSG, Gianluigi Buffon seperti dilansir Four Four Two.

Beban pelatih PSG, Thomas Tuche, semakin bertambah setelah penyerang lain, Edinson Cavani juga dipastikan absen saat bertemu MU. Pemain asal Uruguay itu mengalami cedera panggul saat PSG mengalahkan Girondins de Bordeaux, Sabtu lalu. Diagnosa dokter usai pertandingan juga menunjukkan hasil yang kurang baik. Mantan pemain Napoli tersebut ternyata  mengalami otot paha kanan yang memaksanya absen hingga bulan depan.

Selain Neymar dan Cavani, PSG juga terancam tanpa bek andalannya, Thomas Meunier. Posisi pemain asal Belgia tersebut mengalami gegar otak ringan usai bertabrakan dengan rekannya, François Kamano saat latihan kemarin. Posisinya lalu digantikan Colin Dagba. 

Menurut Solskjaer, absennya pemain-pemain hebat bakal mengurangi bobot duel MU vs PSG. “Saat Anda bertemu tim hebat, Anda ingin bertarung melawan para pemain. Publik ingin melihat pemain-pemain terbaik. Sangat mengecewakan bagi Old Trafford,” katanya.

Tanpa pemain bintang, pertandingan menurut Solskjaer bakal terasa hambar. Sebab kehadiran pemain-pemain hebat juga memberikan semangat tambahan bagi pemain. 

 “Saya sudah beberapa kali bermain saat kami bertemu Real Madrid dan Ronaldo dan Figo dan semua yang pernah ke Old Trafford.  Ini memberikan semangat tambahan,” katanya. 



3 dari 4 halaman

Kiprah Pemain Debutan

Sementara itu, babak 16 besar Liga Champions 2018/19 bakal jadi panggung bagi sejumlah pemain baru. Sebab seluruh kontestan tidak melewatkan kesempatan untuk memasukkan 3 nama baru sesuai aturan UEFA untuk memperbesar peluang meraih gelar juara.  

Satu nama yang mencuri perhatian adalah Arlvaro Morata yang akan memperkuat Atletico Madrid. Pemain asal Spanyol tersebut baru saja diboyong dari Chelsea dan langsung didaftarkan untuk tampil pada babak 16 besar. (Ikuti berita lengkapnya di sini). 

Liverpool juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memasukkan nama Alex Oxlade Chamberlain setelah sempat absen selama setengah musim akibat cedera. Sedangkan Barcelona memasukkan nama Kevin Prince Boateng yang baru dipinjam dari Sassuolo.



4 dari 4 halaman

Jadwal Leg 1

13 Februari 2019

Manchester United vs PSG

AS Roma vs FC Porto


14 Februari 2019

Tottenham Hotspur vs Borussia Dortmund

Ajax Amsterdam vs Real Madrid


20 Februari 2019

Olympique Lyonnais vs Barcelona

Liverpool vs Bayern Munchen


21 Ferbruari 2019

Schalke 04 vs Manchester City

Atletico Madrid vs Juventus


Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Manajer City Ungkap Alasan Parkir David Silva

Liputan6.com, Manchester – Pep Guardiola membeberkan alasan tak memainkan David Silva saat melawan Chelsea, Minggu (10/2/2019). Manajer Manchester City itu mengaku butuh tenaga Silva di laga selanjutnya.

Dalam laga ini, Pep lebih memilih memainkan Bernardo Silva, Ilkay Gundogan, Fernandinho dan Kevin De Bruyne di lini tengah. Silva baru tampil sejak menit ke-75 menggantikan Fernandinho.

City sendiri sukses mengakhiri laga ini dengan kemenangan telak 6-0. Sergio Aguero lagi-lagi menjadi bintang kemenangan City dengan mencetak hattrick. Raheem Sterling juga tampil brilian dengan menciptakan dua gol, sedangkan satu gol lainnya disumbang Gundogan.

“Saya membutuhkannya [Silva], saya merindukannya ketika ia tidak bermain tapi saya mengambil keputusan dan mencoba untuk jujur,” ujar Guardiola seperti dikutip Four Four Two.

“Terkadang belakangan saya tak memainkan Kevin, Sergio, itu adalah yang saya percayai, saya melihat lawan, sulit. Mencadangkan Gundogan adalah hal sulit, dengan ritme yang mereka miliki, Gundogan dan Kevin [lebih cocok] di situasi tersebut,” ujarnya menambahkan.

2 dari 2 halaman

Rotasi

Silva sendiri tampil sebagai pemain kunci dalam dua laga sebelumnya, masing-masing melawan Arsenal dan Everton. Guardiola menyebut keputusannya murni karena rotasi pemain.

“Saya membutuhkan Silva karena dia pemain terbaik di dunia untuk mencari celah di ruang yang sempit, mustahil untuk menemukannya. Namun hari ini saya merasa laga akan menuntuk fisik. Keputusan yang bagus,” kata Guardiola.

“Dia bermain dalam dua laga terakhir dan dia menjadi pemain kunci. Terutama di babak kedua di Goodison Park [versus Everton], kami masih akan menjalani banyak pertandingan dan kami akan mencoba untuk melibatkan semua pemain.”

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2019

JakartaGrammy Awards 2019 akhirnya digelar. Berikut adalah daftar update pemenang dari ajang penghargaan musik paling bergengsi sejagat itu.

Tahun ini, Grammy Awards 2019 di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat. Ada 44 piala yang diperebutkan.

Camila Cabello membuka Grammy Awards 2019 dengan ‘Havana’ yang begitu epic. Ia berkolaborasi dengan Young Thug dan Ricky Martin. Nuansa Latin begitu terasa di awal ajang tersebut.

Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2019 (Update)Ricky Martin, Camila Cabello dan J Balvin. Foto: Kevin Winter/Getty Images for The Recording Academy

Jada Pinkett SmithSelanjutnya, ada juga speech dari Lady Gaga, Michelle Obama dan Jennifer Lopez. Mereka berbicara bagaimana peran musik di hidupnya.
Di tengah acara, Cardi B hadir yang membuat suasana semakin panas. Penonton Grammy Awards 2019 pun bersorak menikmati penampilannya.

Cardi B di Grammy Awards 2019.Cardi B di Grammy Awards 2019. Foto: Kevin Winter/Getty Images for The Recording Academy

Grammy Awards 2019 juga belum lengkap tanpa penampilan dari Lady Gaga. Membawakan ‘Shallow’, ia manggung bukan bersama Bradley Cooper, tapi ditemani Mark Ronson.

Grammy Awards 2019 juga tidak luput dari kritikan. Ajang tersebut dinilai Drake terlalu berat sebelah dalam memberikan penilaian.

Sang rapper mengungkapkan hal itu dalam pidato kemenangannya. Ia berhasil meraih piala Grammy untuk Best Rap Song.

Sedangkan Childish Gambino, yang juga sama-sama mengkritik Grammy Awards 2019, berhasil meraih empat piala, yaitu Best Rap/Sung Performance, Best Music Video, Song of the Year dan Record of the Year.

Dua Lipa meraih dua piala tahun ini, satu untuk Best Dance Recording dan Best New Artist.

Menyamai raihan Childish Gambino, Kacey Musgraves juga mendapatkan empat piala Grammy Awards 2019. Ia berhak atas Album of the Year, Best Country Solo Performance, Best Country Song dan Best Country Album.

Berikut adalah daftar lengkap pemenang Grammy Awards 2019.

Record of the Year
‘I Like It’ – Cardi B, Bad Bunny & J Balvin
‘The Joke’ – Brandi Carlile
‘This is America’ – Childish Gambino (Pemenang)
‘God’s Plan’ – Drake
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper
‘All The Stars’ – Kendrick Lamar & SZA
‘Rockstar’ – Post Malone Featuring 21 Savage
‘The Middle’ – Zedd, Maren Morris & Grey

Album of the Year
‘Invasion Of Privacy’ – Cardi B
‘By The Way, I Forgive You’ – Brandi Carlile
‘Scorpion’ – Drake
‘H.E.R.’ – H.E.R.
‘Beerbongs & Bentleys’ – Post Malone
‘Dirty Computer’ – Janelle Monáe
‘Golden Hour’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘Black Panther: The Album, Music From And Inspired By’ – Various Artists

Song of the Year
‘All The Stars’ – Kendrick Lamar & SZA
‘Boo’d Up’ – Ella Mai
‘God’s Plan’ – Drake
‘In My Blood’ – Shawn Mendes
‘The Joke’ – Brandi Carlile
‘The Middle’ – Zedd, Maren Morris & Grey
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper
‘This Is America’ – Childish Gambino (Pemenang)

Best New Artist
Chloe x Halle
Luke Combs
Greta Van Fleet
H.E.R.
Dua Lipa (Pemenang)
Margo Price
Bebe Rexha
Jorja Smith

Best Pop Solo Performance
‘Colors’ – Beck
‘Havana (Live)’ – Camila Cabello
‘God Is A Woman’ – Ariana Grande
‘Joanne (Where Do You Think You’re Goin’?)’ – Lady Gaga (Pemenang)
‘Better Now’ – Post Malone

Pop Duo/Group Performance
‘Fall in Line’ – Christina Aguilera (feat. Demi Lovato)
‘Don’t Go Breaking My Heart’ – Backstreet Boys
”S Wonderful’ – Tony Bennett & Diana Krall
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper (Pemenang)
‘Girls Like You’ – Maroon 5 feat. Cardi B
‘Say Something’ – Justin Timberlake feat. Chris Stapleton
‘The Middle’ – Zedd, Maren Morris, Grey

Best Traditional Pop Vocal Album
‘Love Is Here To Stay’ – Tony Bennett & Diana Krall
‘My Way’ – Willie Nelson (Pemenang)
‘Nat ‘King’ Cole & Me’ – Gregory Porter
‘Standards (Deluxe)’ – Seal
‘The Music…The Mem’ries…The Magic!’ – Barbra Streisand

Best Pop Vocal Album
‘Camila’ – Camila Cabello
‘Meaning Of Life’ – Kelly Clarkson
‘Sweetener’ – Ariana Grande (Pemenang)
‘Shawn Mendes’ – Shawn Mendes
‘Beautiful Trauma’ – P!nk
‘Reputation’ – Taylor Swift

Best Dance Recording
‘Northern Soul’ – Above & Beyond Featuring Richard Bedford
‘Ultimatum’ – Disclosure (Featuring Fatoumata Diawara)
‘Losing It’ – Fisher
‘Electricity’ – Silk City & Dua Lipa Featuring Diplo & Mark Ronson (Pemenang)
‘Ghost Voices’ – Virtual Self

Best Dance/Electronic Album
‘Singularity’ – Jon Hopkins
‘Woman Worldwide’ – Justice (Pemenang)
‘Treehouse’ – Sofi Tukker
‘Oil of Every Pearl’s Un-Insides’ -Sophie
‘Lune Rouge’ – Tokimonsta

Best Rock Performance
‘Four Out of Five’ – Arctic Monkeys
‘When Bad Does Good’ – Chris Cornell (Pemenang)
‘Made An America’ – The Fever 333
‘Highway Tune’ – Greta Van Fleet
‘Uncomfortable’ – Halestorm

Best Metal Performance
‘Condemned to the Gallows’ – Between the Buried and Me
‘Honeycomb’ – Deafheaven
‘Electric Messiah’ – High on Fire (Pemenang)
‘Betrayer’ – Trivium
‘On My Teeth’ – Underoath

Best Rock Song
‘Black Smoke Rising’ – Greta Van Fleet
‘Jumpsuit’ – Twenty One Pilots
‘MANTRA’ – Bring Me The Horizon
‘Masseduction’ – St. Vincent (Pemenang)
‘Rats’ – Ghost

Best Rock Album
‘Rainier Fog’ – Alice in Chains
‘Mania’ – Fall Out Boy
‘Prequelle’ – Ghost
‘From the Fires’ – Greta Van Fleet (Pemenang)
‘Pacific Daydream’ – Weezer

Best Alternative Music Album
‘Tranquility Base Hotel + Casino’ – Arctic Monkeys
‘Colors’ – Beck (Pemenang)
‘Utopia’ – Björk
‘American Utopia’ – David Byrne
‘Masseduction’ – St. Vincent

Best R&B Performance
‘Long as I Live’ – Toni Braxton
‘Summer’ – The Carters
‘YOY’ – Lalah Hathaway
‘Best Part’ – H.E.R. feat. Daniel Caesar (Pemenang)
‘First Began’ – PJ Morton

Best Traditional R&B Performance
‘Bet Ain’t Worth the Hand – Leon Bridges (Pemenang)
‘Don’t Fall Apart on Me Tonight’ – Bettye LaVette
‘Honest’ – Major.
‘How Deep is Your Love’ – PJ Morton feat Yebba
‘Made for Love’ – Charlie Wilson feat. Lalah Hathaway

Best R&B Song
‘Boo’d Up’ – Ella Mai (Pemenang)
‘Come Through and Chill’ – Migeul feat. J. Cole & Salaam Remi
‘Feels Like Summer’ – Childish Gambino
‘Focus’ – H.E.R.
‘Long as I Live’ – Toni Braxton

Best Urban Contemporary Album
‘Everything Is Love’ – The Carters (Pemenang)
‘The Kids Are Alright’ – Chloe x Halle
‘Chris Dave And The Drumhedz’ – Chris Dave And The Drumhedz
‘War & Leisure’ – Miguel
‘Ventriloquism’ – Meshell Ndegeocello

Best R&B Album
‘Sex & Cigarettes’ – Toni Braxton
‘Good Thing’ – Leon Bridges
‘Honestly’ – Lalah Hathaway
‘H.E.R.’ – H.E.R. (Pemenang)
‘Gumbo Unplugged’ – PJ Morton

Best Rap Performance
‘Be Careful’ – Cardi B
‘Nice for What’ – Drake
‘King’s Dead’ – Kendrick Lamar, Jay Rock, Future, James Blake (Pemenang)
‘Bubblin’ – Anderson .Paak
‘Sicko Mode’ – Travis Scott

Best Rap/Sung Performance
‘Like I Do’ – Christina Aguilera feat. Goldlink
‘Pretty Little Fears’ – 6lack feat. J. Cole
‘This Is America’ – Childish Gambino (Pemenang)
‘All the Stars’ – Kendrick Lamar & SZA
‘Rockstar’ – Post Malone feat. 21 Savage

Best Rap Song
‘God’s Plan’ – Drake (Pemenang)
‘King’s Dead’ – Kendrick Lamar, Jay Rock, Future, James Blake
‘Lucky You’ – Eminem
‘Sicko Mode’ – Travis Scott
‘Win’ – Jay Rock

Best Rap Album
‘Invasion Of Privacy’ – Cardi B (Pemenang)
‘Swimming’ – Mac Miller
‘Victory Lap’ – Nipsey Hussle
‘Daytona’ – Pusha T
‘Astroworld’ – Travis Scott

Best Country Solo Performance
‘Wouldn’t It Be Great?’ – Loretta Lynn
‘Mona Lisas and Mad Hatters’ – Maren Morris
‘Butterflies’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘Millionaire’ – Chris Stapleton
‘Parallel Line’ – Keith Urban

Best Country Duo/Group Performance
‘Shoot Me Straight’ – Brothers Osborne
‘Tequila’ – Dan + Shay (Pemenang)
‘When Someone Stops Loving You’ – Little Big Town
‘Dear Hate’ – Maren Morris feat. Vince Gill
‘Meant to Be’ – Bebe Rexha & Florida Georgia Line

Best Country Song
‘Break Up in the End’ – Cole Swindell
‘Dear Hate’ – Maren Morris feat. Vince Gill
‘Space Cowboy’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘Tequila’ – Dan + Shay
‘When Someone Stops Loving You’ – Little Big Town

Best Country Album
‘Unapologetically’ – Kelsea Ballerini Port Saint Joe – Brothers Osborne
‘Girl Going Nowhere’ – Ashley McBryde
‘Golden Hour’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘From A Room: Volume 2’ – Chris Stapleton

Best Jazz Vocal Album
‘My Mood Is You’ – Freddy Cole
‘The Questions’ – Kurt Elling
‘The Subject Tonight Is Love’ – Kate McGarry With Keith Ganz & Gary Versace
‘If You Really Want’ – Raul Midón With The Metropole Orkest Conducted By Vince Mendoza
‘The Window’ – Cécile McLorin Salvant (Pemenang)

Best Improvised Jazz Solo
‘Some of That Sunshine’ – Regina Carter, soloist
‘Don’t Fence Me In’ – John Daversa, soloist (Pemenang)
‘We See’ – Fred Hersch, soloists
‘De-Dah’ – Brad Mehldau, soloist
‘Cadenas’ – Miguel Zenón, soloist

Best Large Jazz Ensemble Album
‘All About That Basie’ – The Count Basie Orchestra Directed By Scotty Barnhart
‘American Dreamers: Voices of Hope, Music of Freedom’ – John Daversa Big Band Featuring DACA Artists (Pemenang)
‘Presence ‘- Orrin Evans and the Captain Black Big Band
‘All Can Work’ – John Hollenbeck Large Ensemble
‘Barefoot Dances and Other Visions’ – Jim McNeely and The Frankfurt Radio Big Band

Best Jazz Instrumental Album
‘Diamond Cut’ – Tia Fuller
‘Live in Europe’ – Fred Hersch Trio
‘Seymour Reads the Constitution!’ – Brad Mehldau Trio
‘Still Dreaming’ – Joshua Redman, Ron Miles, Scott Colley and Brian Blade
‘Emanon’ – The Wayne Shorter Quartet (Pemenang)

Best Gospel Album
‘One Nation Under God’ – Jekalyn Carr
‘Hiding Place’ – Tori Kelly (Pemenang)
‘Make Room’ – Jonathan McReynolds
‘The Other Side’ – The Walls Group
‘A Great Work’ – Brian Courtney Wilson

Best Contemporary Christian Music Album
‘Look Up Child’ – Lauren Daigle (Pemenang)
‘Hallelujah Here Below’ – Elevation Worship
‘Living With a Fire’ – Jesus Culture
‘Surrounded’ – Michael W. Smith
‘Survivor: Live From Harding Prison’ – Zach Williams

Best Latin Pop Album
‘Prometo’ – Pablo Alboran
‘Sincera’ – Claudia Brant (Pemenang)
‘Musas (Un Homenaje Al Folclore Latinoamericano En Manos De Los Macorinos), Vol. 2’ – Natalia Lafourcade
‘2:00 AM’ – Raquel Sofía
‘Vives’ – Carlos Vives

Best Latin Jazz Album
‘Heart of Brazil’ – Eddie Daniels
‘Back to the Sunset’ – Dafnis Prieto Big Band (Pemenang)
‘West Side Story Reimagined’ – Bobby Sanabria Multiverse Big Band
‘Cinque’ – Elio Villafranca
‘Yo Soy La Tradición’ – Miguel Zenón Featuring Spektral Quartet

Best Americana Album
‘By The Way, I Forgive You’ – Brandi Carlile (Pemenang)
‘Things Have Changed’ – Bettye LaVette
‘The Tree Of Forgiveness’ – John Prine
‘The Lonely, The Lonesome & The Gone’ – Lee Ann Womack
‘One Drop Of Truth’ – The Wood Brothers

Best Folk Album
‘Whistle Down the Wind’ – Joan Baez
‘Black Cowboys’ – Don Flemons
‘Rifles & Rosary Beads’ – Mary Gauthier
‘Weed Garden’ – Iron & Wine
‘All Ashore’ – Punch Brothers (Pemenang)

Best Reggae Album
‘As the World Turns’ – Black Uhuru
‘Reggae Forever’ – Etana
‘Rebellion Rises’ – Ziggy Marley
‘A Matter of Time’ – Protoje
’44/876′ – Sting & Shaggy (Pemenang)

Spoken Word
Accessory to War – Courtney B. Vance
Calypso – David Sedaris
Creative Quest – Questlove
Faith – A Journey For All – Jimmy Carter (Pemenang)
The Last Black Unicorn – Tiffany Haddish

Best Musical Theater Album
The Band’s Visit (Pemenang)
Carousel
Jseus Christ Superstar Live in Concert
My Fair Lady
Once on this Island

Best Comedy Album
‘Annihilation’ – Patton Oswalt
‘Equanimity & The Bird Revelation’ – Dave Chappelle (Pemenang)
‘Noble Ape’ – Jim Gaffigan
‘Standup For Drummers’ – Fred Armisen
‘Tamborine’ – Chris Rock

Best Compilation Soundtrack For Visual Media
‘Call Me By Your Name’
‘Deadpool 2’
‘The Greatest Showman’ (Pemenang)
‘Lady Bird’
‘Stranger Things’

Best Score Soundtrack For Visual Media
‘Black Panther’ – Ludwig Göransson (Pemenang)
‘Blade Runner 2049’ – Benjamin Wallfisch & Hans Zimmer
‘Coco’ – Michael Giacchino
‘The Shape of Water’ – Alexandre Desplat
‘Star Wars: The Last Jedi’ – John Williams

Best Song Written For Visual Media
‘All The Stars’ – Kendrick Lamar & SZA – Black Panther
‘Mystery Of Love’ -Sufjan Stevens, – Call Me By Your Name
‘Remember Me’ – Miguel feat. Natalia Lafourcade, – Coco
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper, – A Star Is Born (Pemenang)
‘This Is Me’ – Keala Settle & The Greatest Showman Ensemble, – The Greatest Showman

Producer of the Year, Classical
Blanton Alspaugh (Pemenang)
David Frost
Elizabeth Ostrow
Judith Sherman
Dirk Sobotka

Producer Of The Year, Non-Classical
Boi-1da
Larry Klein
Linda Perry
Kanye West
Pharrell Williams (Pemenang)

Best Music Video
‘Apes-‘ – The Carters
‘This Is America’ – Childish Gambino (Pemenang)
‘I’m Not Racist’ – Joyner Lucas
‘Pynk’ – Janelle Monáe
‘Mumbo Jumbo’ – Tierra Whack

Best Music Film
Life in 12 Bars
Whitney
Quincy (Pemenang)
Itzhak
The King

Best Contemporary Instrumental Album
‘The Emancipation Procrastination’, Christian Scott aTunde Adjuah
‘Steve Gadd Band’, Steve Gadd Band (Pemenang)
‘Modern Lore’, Julian Lage
‘Laid Black’, Marcus Miller
‘Protocol 4’, Simon Phillips

Best Contemporary Classical Composition
‘Bates: The (R)evolution of Steve Jobs’ – Mason Bates, composer; Mark Campbell, librettist (Michael Christie, Garrett Sorenson, Wei Wu, Sasha Cooke, Edwards Parks, Jessica E. Jones and Santa Fe Opera Orchestra)
‘Du Yun: Air Glow’ – Du Yun, composer (International Contemporary Ensemble)
‘Heggie: Great Scott’ -Jake Heggie, composer; Terrence McNally, librettist (Patrick Summers, Manuel Palazzo, Mark Hancock, Michael Mayes, Rodell Rosel, Kevin Burdette, Anthony Roth Costanzo, Nathan Gunn, Frederica von Stade, Ailyn Pérez, Joyce DiDonato, Dallas Opera Chorus and Orchestra)
‘Kernis: Violin Concerto’ – Aaron Jay Kernis, composer (James Ehnes, Ludovic Morlot and Seattle Symphony) (Pemenang)
‘Mazzoli: Vespers for Violin’ – Missy Mazzoli, composer (Olivia De Prato)

Best Classical Compendium:
Fuchs: Piano Concerto ‘Spiritualist’; Poems of Life; Glacier; Rush – JoAnn Falletta, conductor; Tim Handley, producer (Pemenang)
Gold – The King’s Singers; Nigel Short, producer
The John Adams Edition – Simon Rattle, conductor; Christoph Franke, producer
John Williams at the Movies – Jerry Junkin, conductor; Donald J. McKinney, producer
Vaughan Williams: Piano Concerto; Oboe Concerto; Serenade to Music; Flos Campi – Peter Oundjian, conductor; Blanton Alspaugh, producer

Best Classical Solo Vocal Album
‘ARC’ – Anthony Roth Costanzo; Jonathan Cohen, conductor (Les Violons Du Roy)
‘The Handel Album’ – Philippe Jaroussky; Artaserse, ensemble
‘Mirages’ – Sabine Devieilhe; François-Xavier Roth, conductor (Alexandre Tharaud; Marianne ‘Crebassa and Jodie Devos; Les Siècles)
‘Schubert: Winterreise’ – Randall Scarlata; Gilbert Kalish, accompanist
‘Songs of Orpheus’ – Monteverdi, Caccini, D’India and Landi – Karim Sulayman; Jeannette Sorrell, conductor; Apollo’s Fire, ensembles (Pemenang)

Best New Age Album
‘Hiraeth’ – Lisa Gerrard and David Kuckhemann
‘Beloved’ – Snatam Kaur
‘Opium Moon’ – Opium Moon (Pemenang)
‘Molecules of Motion’ – Steve Roach
‘Moku Maluhia’ – Peaceful Island – Jim Kimo West

Best Chamber Music/Small Ensemble Performance
‘Anderson, Laurie: Landfall’ – Laurie Anderson and Kronos Quartet (Pemenang)
‘Beethoven, Shostakovich and Bach’ – The Danish String Quartet
‘Blueprinting’ – Aizuri Quartet
‘Stravinsky: The Rite of Spring Concerto for Two Pianos’ – Leif Ove Andsnes and Marc-André Hamelin
‘Visions and Variations’ – A Far Cry

Best Choral Performance
‘Chesnokov: Teach Me Thy Statutes’ – Vladimir Gorbik, conductor (Mikhail Davydov and Vladimir Krasov; PaTRAM Institute Male Choir)
‘Kastalsky: Memory Eternal’ – Steven Fox, conductor (The Clarion Choir)
‘McLoskey: Zealot Canticles’ – Donald Nally, conductor (Doris Hall-Gulati, Rebecca Harris, Arlen Hlusko, Lorenzo Raval and Mandy Wolman; The Crossing) (Pemenang)
‘Rachmaninov: The Bells’ – Mariss Jansons, conductor; Peter Dijkstra, chorus master (Oleg Dolgov, Alexey Markov and Tatiana Pavlovskaya; Symphonieorchester Des Bayerischen Rundfunks; Chor Des Bayerischen Rundfunks)
‘Seven Words From the Cross’ – Matthew Guard, conductor (Skylark)

Best Opera Recording
Adams: Doctor Atomic – John Adams, conductor; Aubrey Allicock, Julia Bullock, Gerald Finley and Brindley Sherratt; Friedemann Engelbrecht, producer (BBC Symphony Orchestra; BBC Singers)
Bates: The (R)evolution of Steve Jobs – Michael Christie, conductor; Sasha Cooke, Jessica E. Jones, Edwards Parks, Garrett Sorenson and Wei Wu; Elizabeth Ostrow, producer (The Santa Fe Opera Orchestra) (Pemenang)
Lully: Alceste – Christophe Rousset, conductor; Edwin Crossley-Mercer, Emiliano Gonzalez Toro and Judith Van Wanroij; Maximilien Ciup, producer (Les Talens Lyriques; Choeur De Chambre De Namur)
Strauss, R.: Der Rosenkavalier – Sebastian Weigle, conductor; Renée Fleming, Elīna Garanča, Günther Groissböck and Erin Morley; David Frost, producer (Metropolitan Opera Orchestra; Metropolitan Opera Chorus)
Verdi: Rigoletto – Constantine Orbelian, conductor; Francesco Demuro, Dmitri Hvorostovsky and Nadine Sierra; Vilius Keras and Aleksandra Keriene, producers (Kaunas City Symphony Orchestra; Men Of the Kaunas State Choir)

Best Orchestral Performance
‘Beethoven: Symphony No. 3; Strauss: Horn Concerto No. 1’ – Manfred Honeck, conductor (Pittsburgh Symphony Orchestra)
‘Nielsen: Symphony No. 3 and Symphony No. 4’ – Thomas Dausgaard, conductor (Seattle Symphony)
‘Ruggles, Stucky and Harbison: Orchestral Works’ – David Alan Miller, conductor (National Orchestral Institute Philharmonic)
‘Schumann: Symphonies Nos. 1-4’ – Michael Tilson Thomas, conductor (San Francisco Symphony)
‘Shostakovich: Symphonies Nos. 4 and 11’ – Andris Nelsons, conductor (Boston Symphony Orchestra) (Pemenang) Best Engineered Album, Classical
Bates: The (R)evolution of Steve Jobs – Mark Donahue and Dirk Sobotka, engineers; Mark Donahue, mastering engineer (Michael Christie, Garrett Sorenson, Wei Wu, Sasha Cooke, Edwards Parks, Jessica E. Jones and Santa Fe Opera Orchestra)
Beethoven: Symphony No. 3; Strauss: Horn Concerto No. 1 – Mark Donahue, engineer; Mark Donahue, mastering engineer (Manfred Honeck and Pittsburgh Symphony Orchestra)
John Williams at the Movies – Keith O. Johnson and Sean Royce Martin, engineers; Keith O. Johnson, mastering engineer (Jerry Junkin and Dallas Winds)
Liquid Melancholy – Clarinet Music of James M. Stephenson – Bill Maylone and Mary Mazurek, engineers; Bill Maylone, mastering engineer (John Bruce Yeh)
Shostakovich: Symphonies Nos. 4 and 11 – Shawn Murphy and Nick Squire, engineers; Tim Martyn, mastering engineer (Andris Nelsons and Boston Symphony Orchestra) (Pemenang)
Visions and Variations – Tom Caulfield, engineer; Jesse Lewis, mastering engineer (A Far Cry)

Best Engineered Album, Non-Classical
All the Things That I Did and All The Things That I Didn’t Do – Ryan Freeland and Kenneth Pattengale, engineers; Kim Rosen, mastering engineer (The Milk Carton Kids)
Colors – Julian Burg, Serban Ghenea, David “Elevator” Greenbaum, John Hanes, Beck Hansen, Greg Kurstin, Florian Lagatta, Cole M.G.N., Alex Pasco, Jesse Shatkin, Darrell Thorp and Cassidy Turbin, engineers; Chris Bellman, Tom Coyne, Emily Lazar and Randy Merrill, mastering engineers (Beck) (Pemenang)
Earthtones – Robbie Lackritz, engineer; Philip Shaw Bova, mastering engineer (Bahamas)
Head Over Heels – Nathaniel Alford, Jason Evigan, Chris Galland, Tom Gardner, Patrick “P-Thugg” Gemayel, Serban Ghenea, John Hanes, Tony Hoffer, Derek Keota, Ian Kirkpatrick, David Macklovitch, Amber Mark, Manny Marroquin, Vaughn Oliver, Chris “TEK” O’Ryan, Morgan Taylor Reid and Gian Stone, engineers; Chris Gehringer and Michelle Mancini, mastering engineers (Chromeo)
Voicenotes – Manny Marroquin and Charlie Puth, engineers; Dave Kutch, mastering engineer (Charlie Puth)

(dar/nu2) <!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45

–>

AgueroHattrick, Manchester City Menang 6-0 atas Chelsea

Manchester – Manchester City menang telak 6-0 atas Chelsea pada pekan ke-26 Premier League di Stadion Etihad, Minggu atau Senin (11/2/2019) dini hari WIB. Di laga ini, bomber andalan The Citizens mencetak hattrick.

Manchester City sudah unggul 1-0 saat laga baru berjalan empat menit. Bola liar yang berada di kotak penalti Chelsea disambar Raheem Sterling dengan tendangan keras yang membobol gawang Kepa Arrizabalaga.

Sembilan menit berselang, tuan rumah unggul 2-0 atas Chelsea. Tendangan Sergio Aguero dari luar kotak penalti tidak bisa diantisipasi Kepa.

Chelsea yang sulit keluar dari tekanan harus menerima kenyataan gawang mereka kembali kebobolan pada menit ke-19. Aguero mencetak gol keduanya di laga ini setelah memanfaatkan kesalahan backpass Ross Barkley.

Pada menit ke-25, Manchester City memperbesar keunggulan menjadi 4-0. Tembakan Ilkay Gundogan dari luar kotak penalti bersarang ke pojok kanan gawang Kepa.

Tertinggal 0-4, The Blues bereaksi dengan bermain lebih ofensif. Beberapa upaya pun dilakukan untuk mengancam gawang Manchester City, namun tidak ada gol yang berhasil membobol Ederson.

2 dari 3 halaman

Babak Kedua

Di awal babak kedua, Aguero mencetak gol ketiganya ke gawang Chelsea. Striker asal Argentina berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti setelah Raheem Sterling dilanggar Cesar Azpilicueta di dalam kotak penalti. Skor pun berubah menjadi 5-0.

Pada menit ke-64, Chelsea menebar ancaman melalui Eden Hazard. Namun, tendangan kaki kirinya dari dalam kotak penalti masih belum menemui sasaran.

Sepuluh menit jelang laga usai, Manchester City semakin membuat Chelsea menderita. Sterling mencetak gol keduanya di laga ini setelah menerima umpan dari Oleksandr Zinchenko.

Kemenangan ini membuat Manchester City kembali ke puncak klasemen menggeser Liverpool yang sehari sebelumnya berada di posisi tersebut. Sementara bagi Chelsea kekalahan telak ini membuat tim asuhan Maurizio Sarri gagal menggeser Manchester United dari zona Liga Champions.

3 dari 3 halaman

Susunan pemain

Susunan pemain

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson; 2-Kyle Walker, 5-John Stones, 14-Aymeric Laporte, 35-Oleksandr Zinchenko; 17-Kevin De Bruyne (26-Riyad Mahrez 68′), 25-Fernandinho (21-David Silva 75′), 8-Ilkay Gündogan; 20-Bernardo Silva, 10-Sergio Agüero (33-Gabriel Jesus 65′), 7-Raheem Sterling

Manajer: Pep Guardiola

Chelsea (4-3-3): 1-Kepa Arrizabalaga; 28-César Azpilicueta, 2-Antonio Rüdiger, 30-David Luiz, 3-Marcos Alonso (33-Emerson Palmieri 73′); 7-N’Golo Kanté, 5-Jorginho, 8-Ross Barkley (17-Mateo Kovacic 52′); 11-Pedro (12-Ruben Loftus-Cheek 65′), 9-Gonzalo Higuaín, 10-Eden Hazard

Manajer: Maurizio Sarri

Aguero Hattrick, Manchester City Menang 6-0 atas Chelsea

Manchester – Manchester City menang telak 6-0 atas Chelsea pada pekan ke-26 Premier League di Stadion Etihad, Minggu atau Senin (11/2/2019) dini hari WIB. Di laga ini, bomber andalan The Citizens mencetak hattrick.

Manchester City sudah unggul 1-0 saat laga baru berjalan empat menit. Bola liar yang berada di kotak penalti Chelsea disambar Raheem Sterling dengan tendangan keras yang membobol gawang Kepa Arrizabalaga.

Sembilan menit berselang, tuan rumah unggul 2-0 atas Chelsea. Tendangan Sergio Aguero dari luar kotak penalti tidak bisa diantisipasi Kepa.

Chelsea yang sulit keluar dari tekanan harus menerima kenyataan gawang mereka kembali kebobolan pada menit ke-19. Aguero mencetak gol keduanya di laga ini setelah memanfaatkan kesalahan backpass Ross Barkley.

Pada menit ke-25, Manchester City memperbesar keunggulan menjadi 4-0. Tembakan Ilkay Gundogan dari luar kotak penalti bersarang ke pojok kanan gawang Kepa.

Tertinggal 0-4, The Blues bereaksi dengan bermain lebih ofensif. Beberapa upaya pun dilakukan untuk mengancam gawang Manchester City, namun tidak ada gol yang berhasil membobol Ederson.

2 dari 3 halaman

Babak Kedua

Di awal babak kedua, Aguero mencetak gol ketiganya ke gawang Chelsea. Striker asal Argentina berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti setelah Raheem Sterling dilanggar Cesar Azpilicueta di dalam kotak penalti. Skor pun berubah menjadi 5-0.

Pada menit ke-64, Chelsea menebar ancaman melalui Eden Hazard. Namun, tendangan kaki kirinya dari dalam kotak penalti masih belum menemui sasaran.

Sepuluh menit jelang laga usai, Manchester City semakin membuat Chelsea menderita. Sterling mencetak gol keduanya di laga ini setelah menerima umpan dari Oleksandr Zinchenko.

Kemenangan ini membuat Manchester City kembali ke puncak klasemen menggeser Liverpool yang sehari sebelumnya berada di posisi tersebut. Sementara bagi Chelsea kekalahan telak ini membuat tim asuhan Maurizio Sarri gagal menggeser Manchester United dari zona Liga Champions.

3 dari 3 halaman

Susunan pemain

Susunan pemain

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson; 2-Kyle Walker, 5-John Stones, 14-Aymeric Laporte, 35-Oleksandr Zinchenko; 17-Kevin De Bruyne (26-Riyad Mahrez 68′), 25-Fernandinho (21-David Silva 75′), 8-Ilkay Gündogan; 20-Bernardo Silva, 10-Sergio Agüero (33-Gabriel Jesus 65′), 7-Raheem Sterling

Manajer: Pep Guardiola

Chelsea (4-3-3): 1-Kepa Arrizabalaga; 28-César Azpilicueta, 2-Antonio Rüdiger, 30-David Luiz, 3-Marcos Alonso (33-Emerson Palmieri 73′); 7-N’Golo Kanté, 5-Jorginho, 8-Ross Barkley (17-Mateo Kovacic 52′); 11-Pedro (12-Ruben Loftus-Cheek 65′), 9-Gonzalo Higuaín, 10-Eden Hazard

Manajer: Maurizio Sarri