Ketum PBNU: Jangan Lakukan Gerakan Inkonstitusional Sikapi Hasil Pemilu

Liputan6.com, Surabaya – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengimbau masyarakat Indonesia, utamanya warga Nahdlatul Ulama untuk tidak melakukan gerakan bertentangan dengan konstitusi dalam menyikapi hasil Pemilu 2019.

Menurutnya, proses demokrasi di Indonesia juga turut mendapat pantauan dari dunia internasional. Dia meminta semua pihak menjaga nama baik bangsa Indonesia, yang dikenal bermartabat dan berakhlakul karimah.

“Saudara-saudara sebangsa, setanah air, wabil khusus warga Nahdatul Ulama tidak boleh melakukan gerakan-gerakan yang inkonstitusional, menggangu stabilitas keamanan, dan ketenangan. Apalagi kita sebagaiu bangsa yang bermartabat, berbudaya, bangsa berakhlakul karimah,” tutur Ketua Umum PBNU Said Aqil di Surabaya, Jumat (19/4/2019).

Said Aqil mengimbau semua pihak bisa menerima dengan besar hati, apa pun hasil yang diperoleh berdasarkan pesta demokrasi yang berlangsung. Said Aqil juga berharap, semua pihak bisa lebih dewasa menyikapi hasil Pemilu 2019 ini.

“Kami mohon semuanya agar terima dengan besar hati, menerima dengan dewasa, apa pun hasilnya nanti dari pemilihan yang baru saja kita laksanakan,” kata Ketua Umum PBNU ini.

3 Poin Pertemuan Jokowi dengan Ketum Parpol di Restoran Plataran Menteng

Dia pun membenarkan bahwa salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah soal quick count yang telah rampung 100 persen.

“Kemarin saya belum bisa berkomentar karena angkanya masih kecil, sekarang quick count semuanya sudah 100 persen, jadi kita tanggapi,” ujar Jokowi.

Jokowi menyatakan, hasil quick count 12 lembaga survei memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dengan angka 54,05 persen dan Prabowo-Sandi 45,05 persen.

“Tapi kita tetap menunggu penghitungan resmi dari KPU. Kita harapkan bisa secepatnya selesai,” ujarnya.

Jokowi menyatakan, quick count adalah penghitungan ilmiah. Berdasar pengaaman pemilu sebelumnya, akurasinya hampir 99 persen dengan real count.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Bima Arya Sudah Jelaskan Alasan Dukung Jokowi ke Ketum PAN

Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto, mengaku sudah menemui Ketum PAN Zulkifli Hasan. Lantas apa sikap PAN soal Bima yang kini mendukung Jokowi-Ma’ruf?

“Saya sampaikan bahwa pendirian saya seperti apa. Ketum mendengarkan semua penjelasan saya dan menyampaikan masih fokus kepada penghitungan saksi. Jadi mungkin nanti setelah pilpres,” jelas Ma’ruf Amin, yang dikutip dari Antara, Kamis (18/4/2019).

Bima menjelaskan, pertemuan itu dilakukan 2 hari sebelum pelaksanaan Pilpres 2019. Bima mengaku dipanggil oleh Zulkifli dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno untuk klarifikasi.

Bima menjelaskan, motif utamanya melawan arus koalisi partai yaitu untuk mempertahankan reformasi. Karena menurutnya, PAN lahir dari rahim reformasi.

“Saya akan memperjuangkan partai ke arah yang benar. Menurut saya partai ini sudah bergeser dari platform yang merupakan partai tengah, sebagai partai tengah yang menghargai keberagaman, pluralisme. Saya tidak akan keluar dari partai,” tegas Bima.

Saat disinggung soal sanksi pemecatan, Bima mengatakan, hal itu sudah diatur dalam mekanisme partai. Bima juga tegas menolak hengkang dari partainya karena telah terang-terangan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kalau saya dipecat akan saya perjuangkan. Di partai kan ada mahkamah partai, saya akan perjuangkan di situ. Saya ikut dirikan PAN, jadi saya tidak akan meninggalkan PAN. Saya akan tetap berjuang di PAN,” ujarnya.
(rvk/ear)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Menang di TPS Ketum PAN Zulkifli Hasan

Jakarta – Jokowi-Ma’ruf Amin menang di TPS 167, Cipinang Indah I, Jakarta Timur. TPS tersebut merupakan tempat Ketum PAN Zulkifli Hasan menggunakan hak pilihnya.

Pantauan detikcom, pemungutan suara di TPS tersebut ditutup pukul 13.45 WIB, Rabu (17/4/2019). Penghitungan langsung dilakukan dan selesai pukul 14.15 WIB.

Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf unggul dengan perolehan 125 suara. Sementara Prabowo-Sandiaga mendapatkan 75 suara.

DPT di TPS 167 mencapai 206 orang. Rinciannya, jumlah suara yang masuk 203, suara sah 200, dan suara tidak sah 3.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan berharap Prabowo-Sandi mendapatkan kepercayaan dari rakyat untuk dapat memimpin bangsa Indonesia.
“Harapanya mendapatkan kepercayaan dari rakyat. Semuanya kan berjuangnya begitu, tinggal kita tawakal berdoa kepada Allah dan berdoa yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Zulkifli.
(idh/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Nama Ketum PDIP Megawati di Urutan Pertama di TPS Tempatnya Nyoblos

Jakarta – Nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi yang pertama dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di mana dirinya akan mencoblos. TPS itu berada di Kebagusan, Jakarta Selatan.

Dari pantauan, Rabu (17/4/2019), lokasi TPS 62 itu berada di RT 010 RW 004 Kebagusan. Tampak warga telah mengantre di pintu masuk, sementara petugas TPS mempersiapkan surat suara serta kelengkapan TPS.

Tampak di DPT yang terpasang di TPS nama Megawati berada di urutan pertama. Nama Ketum PDIP itu tertulis Hj Megawati Taufiq. Saat dicek ulang, petugas TPPS membenarkan nama itu merupakan Megawati Soekarnoputri.

Nama Ketum PDIP Megawati di Urutan Pertama di TPS Tempatnya NyoblosNama Megawati di urutan nomor satu di DPT (Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)

“Iya (nama Megawati Taufiq adalah Ketum PDIP),” sebut petugas TPPS.

Selain Megawati, nama Puan Maharani yang juga putri dari Megawati akan menggunakan hak pilihnya di TPS ini. Total DPT di TPS itu sebanyak 286 orang.

Ada 7 caleg DPR RI dari PDIP yang bersaing di dapil DKI Jakarta II, di antaranya Eriko Sotarduga dan Masinton Pasaribu. Selain itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua DPP PPP Lena Maryana Mukti, Ketua DPP PSI Tsamara Amany, caleg PAN Dian Fatwa dan Eggi Sudjana juga bersaing di dapil yang sama.
(azr/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketum PSI Tepis Hoax Ajak Warga Makan Babi Usai Pemilu

Jakarta – Ketum PSI Grace Natalie menepis isu liar mengajak warga makan babi setelah Pemilu 2019. Grace menyebut pernyataannya itu dipelintir.

Pernyataan Grace terkait ajakan memilih itu terekam dalam video yang beredar di media sosial. Grace mengatakan dirinya mengajak warga makan bakmi, bukan babi.

“Luar biasa serangan hoax ke PSI. Sudah beberapa hari ini datang bertubi-tubi. Mulai suara PSI akan ditransfer ke partai lain, PSI terkait Tutut, PSI batal ikut pemilu, dan kini bakmi pun dipelesetkan jadi babi,” kata Grace kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Grace menjelaskan video tersebut dimaksudkan untuk memotivasi warga agar datang ke TPS karena masih ada kekhawatiran dari warga Pluit, Jakarta Utara, mengenai kondisi keamanan saat pemilu. Menurut dia, ajakan makan bakmi itu karena di kawasan Muara Karang, Pluit, banyak kuliner bakmi.

“Sekali lagi saya tegaskan, yang saya katakan bakmi, bukan babi,” ujar Grace.
(knv/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketum PAN: Menurut Tim Riset-Survei, Kemenangan Prabowo-Sandi Terang Benderang

Jakarta – Massa memadati Kampanye Akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion GBK, Jakarta. Melihat antusiasme massa itu, Ketum PAN Zulkifli Hasan optimistis Prabowo-Sandiaga akan meraih kemenangan di Pilpres 2019.

“Saya kira terang benderang ya,” ujar Zulkifli, usai kampanye Akbar di GBK, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Apalagi, kata Zulkifli, perolehan suara Prabowo-Sandiaga saat ini sudah sangat bagus. Hal itu berdasarkan riset dan hasil survei internal yang dilakukan pihaknya.

“Menurut tim bagian riset, survei dan seterusnya. Kalau kita lihat kemenangan itu terang dan jelas,” katanya.

Di sisi lain, Ketua MPR itu mengaku selalu bangga dengan kampanye yang digelar paslon yang diusungnya itu. Sebab, massa yang datang murni dari keinginan rakyat untuk berpartisipasi dalam kampanye Prabowo-Sandiaga.

“Dan yang membanggakan itu kampanye yang saya ikuti dengan Pak Prabowo dan Sandiaga Salahuddin Uno yang membanggakan mengharukan ini bukan mobilisasi, tapi ini partisipasi dari berbagai kalangan datang, dari berbagai daerah datang,” tutur Zulkifli.

“Sewa mobil sendiri, semua sendiri. Ini yang sangat membanggakan. Mencerminkan aspirasi yang tulus, yang ikhlas dari rakyat Indonesia agar ada dalam era demokrasi ini terjadi perubahan yang langsung, umum, bebas, jujur adil, dan damai,” pungkasnya.
(mae/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketum ISNU Bicara Dukungan ke Jokowi-Ma’ruf di Mukernas

Jakarta – Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa menghadiri Mukernas ISNU di Jakarta. Dalam pidato sambutannya, dia bicara dukungan untuk Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Ali dalam sambutannya bicara soal pentingnya agenda Mukernas ini. Dia mengatakan anggota ISNU harus bisa mengikuti perkembangan, terlebih memberi kontribusi bagi kemajuan negara dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi.

“ISNU peranannya sangat berat. ISNU mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menghadirkan para intelektual dan profesional di lingkungan NU untuk menjawab itu semua,” ujarnya di lokasi Mukernas di Hotel Arya Duta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2019).

Ali dalam pidatonya juga memuji Presiden Jokowi dan Kabinet Kerja yang menurutnya berhasil memajukan perekonomian Indonesia. Ke depan, dia berharap ISNU bisa melahirkan pengusaha-pengusaha baru untuk ikut ambil bagian berperan memajukan perekonomian bangsa.

Mukernas ISNUMukernas ISNU Foto: Zakia Liland/detikcom

“Karena itu saya ingatkan teman-teman ISNU di semua tingkatan, dalam role ekonomi, tidak ada istilah kita itu setengah hati. Tidak ada istilahnya malu-malu. Memang NU ini bisa lepas dari politik? Nggak bisa. Karena politik itu bagian dari marwah kita,” ujarnya.

“Nah, pertanyaannya, siapa yang paling bisa membawa negeri ini sesuai dengan ideologi Pancasila? Siapa yang paling bisa mensenyawa kepada akidah ahli sunnah wal jamaah? Menurut saya, sudah bisa kita katakan, saya pribadi mengatakan bahwa saya mengajak kepada seluruh wilayah se-Indonesia, Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” sambungnya.

Dalam wawancara, Ali mengatakan Mukernas ini akan mengambil keputusan-keputusan strategis untuk membicarakan organisasi dan merespons situasi nasional.

“ISNU menjadi bagian dari komunitas intelektual dan profesional yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga yang tadi itu. NKRI, UUD, Pancasila, kebhinekaan ini. dan kita komitmen itu yang bisa membawa posisi negara tetap itu maka kami memohon kepada Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf untuk memimpin negeri ini ke depannya,” ujarnya.

Ali menilai sitasi di tahun politik ini sangat strategis dan bisa jadi krusial. Karena itu ISNU menurutnya harus mengambil peran untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Dia mengkhawatirkan adanya gerakan-gerakan kekerasan dan yang tidak sejalan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika.

“Jadi, ISNU mengajak kaitannya dengan 17 April ayo kita pilih mana yang paling bisa menjaga NKRI, Pancasila dan UUD 45,” ucapnya. Menurutnya dalam Mukernas ini ISNU akan menjatuhkan pilihan pada calon capres-cawapres di Pilpres 2019. Pilihannya sendiri mengarah ke Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tentu secara organisatoris ISNU seperti NU ya tidak berpolitik. Tapi dalam high politic, dalam politik kenegaraan maka mana yang bisa menjaga Pancasila, NKRI, UUD 1945 itulah arah kita menjatuhkan pilihan,” ucapnya.
(hri/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Exco PSSI Tuding Gusti Randa Berambisi Jabat Posisi Ketum

Jakarta Klaim hoaks Gusti Randa terhadap rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada 28 Maret 2019 berbuntut panjang. Pelaksana Tugas Harian Organisasi PSSI itu menyebut pertemuan pada Kamis lalu tersebut tidak nyata kebenarannya.

Tuduhan Gusti Randa membuat anggota Exco lainnya, Refrizal, geram. Refrizal mengatakan, pada pertemuan tersebut, Gusti Randa turut hadir. Sebab, Gusti Randa berstatus Exco PSSI.

Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan. Satu di antaranya adalah pangkat Iwan Budianto yang naik menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) PSSI menggantikan Joko Driyono yang ditahan oleh Satgas Anti Mafiabola.

“Tanya sama dia (Gusti Randa) kenapa dia membantah. Kalau hoaks tanya dong sama Exco yang lain, ada Pak Dirk Soplanit, Pak Juni A. Rahman, Pak Very Mulyadi, dan Bu Papat Yunisal. Datang mereka itu,” ujar Refrizal ketika dihubungi Bola.com.

Disadur dari laman PSSI, Gusti Randa mendapatkan amanat dari Joko Driyono setelah dirinya ditahan oleh Satgas Antimafia Bola. Pria yang juga menduduki sebagai Komisaris interim PT Liga Indonesia Baru (LIB) itu didapuk sebagai ‘Pelaksana Tugas Harian Organisasi PSSI’ merujuk dari surat tugas nomor 1015/UDN/568/III-2019, tanggal 19 Maret 2019.¬†

Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Selasa (19/3/2019), memutuskan menunjuk Gusti Randa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI menggantikan Joko Driyono.

Ketum PAN: Insyaallah 17 April Sore Prabowo Jadi Presiden

Bandung – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ikut mengampanyekan capres Prabowo Subianto di Bandung, Jawa Barat. Zulkifli meminta warga Jawa Barat kerja keras menangkan pasangan capres cawapres nomor urut 02.

“Mau Pak Prabowo jadi presiden? Betul mau? Saudara saudara Kita ini akan menjadikan Pak Prabowo Presiden Republik Indonesia, presiden yang penduduk Islamnya terbesar di Indonesia. Kalau 17 April ingin pak prabowo jadi presiden maka kita harus kerja keras,” kata Zulkifli di lapangan Sidolig, Bandung, Jawa Barat, dalam keterangan tertulis dari Tim BPN Prabowo-Sandi, Kamis (28/3/2019).

Zulkifli mengingatkan warga jabar untuk memaksimalkan sisa masa kampanye untuk menangkan Prabowo-Sandiaga. Jika kerja keras itu dilakukan, dia mengatakan, Prabowo menang Pilpres pada 17 April sore.

“Sekarang waktu kita tinggal beberapa hari lagi, kita harus kerja lebih keras, kerja lebih baik dan kerja lebih bagus lagi, insyaallah 17 April sore Prabowo terpilih menjadi presiden Republik Indonesia,” terang Zulkifli.

Zulkifli menuturkan, jika Prabowo-Sandiaga terpilih anak muda akan mendapat kemudahan mendapat pekerjaan. Emak-emak juga akan senang.

“Saya mau tanya di sini cari kerja susah nggak? Susah. Mau cari kerja mudah maka pilih Pak Prabowo. Emak-emak sekarang susah nggak? Maka pilih Prabowo-Sandi biar emak-emak senang. Kalau ingin negara lebih baik jawabannya Prabowo-Sandi. Kalau ingin hidup lebih baik jawabannya Prabowo-Sandi, kalau ingin mendapatkan kerja lebih baik jawabannya Prabowo-Sandi,” ungkapnya.

Karena itu, dia meminta kepada seluruh warga Jabar untuk bisa menjaga kekompakan dalam memenangkan capres cawapres 02. Apalagi menurutnya, Jabar penentu kemenangan karena memiliki jumlah penduduk yang sangat besar di Indonesia.

“Sekali lagi saya menginginkan bahwa Jawa Barat ini adalah menjadi kunci kemenangan Prabowo-Sandi. Dan insyaallah Pak Prabowo menjadi Presiden RI. Karena itu marilah kita bekerja sebaik-baiknya sekompak-kompaknya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua dan kita semua diberikan kekompakan untuk Pak Prabowo menjadi presiden,” tandasnya.
(idn/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>