Polisi Lacak Asal-usul Uang dari Penggeledahan Joko Driyono

Jakarta – Polri menelusuri sumber uang tunai yang ditemukan dari penggeledahan terkait Plt Ketum PSSI Joko Driyono. Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan bukti terkait pengaturan skor.

“Masih didalami. Sejumlah uang, iPad, laptop, buku tabungan, 9 HP, dokumen, dan lain-lain,” ujar Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo saat dimintai konfirmasi, Sabtu (16/2/2019).

Polri menyebut Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengaturan skor. Sebelum Joko Driyono, ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka perusakan bukti kasus pengaturan skor.

“Dapat diduga sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan 3 orang lakukan pencurian dan perusakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen dokumen, dan barbuk untuk mengungkap match fixing. Nah ini aktornya intelektualnya saudara Jokdri,” tegas Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Penelusuran otak di balik perusakan bukti kasus pengaturan skor berdasarkan keterangan tiga orang yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga tersangka perusakan bukti pengaturan skor yakni Musmuliadi, Dani dan Abdul Gofur, memasuki kantor Komdis PSSI yang beralamat di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Padahal kantor tersebut telah disegel petugas dengan garis polisi atau police line.

Polisi menjadwalkan pemeriksaan Joko Driyono sebagai tersangka pada Senin (18/2). Pemeriksaan dijadwalkan digelar pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya.
(fdn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Tak Hadiri Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu

JakartaPrabowo Subianto tidak menghadiri sidang tanwir PP Muhammadiyah. Prabowo dan Jokowi sama-sama diundang dalam sidang tanwir di Bengkulu.

“Beliau diundang. Tetapi berhalangan hadir,” ujar Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Menurutnya, ketidakhadiran Prabowo sudah disampaikan Ketum PAN Zulkifli Hasan pada Kamis (14/2). Sidang tanwir Muhammadiyah dijadwalkan ditutup besok pagi oleh Wapres Jusuf Kalla.

“(Informasi ketidakhadiran Prabowo) sudah disampaikan oleh Pak Zulkifli Hasan pada hari Kamis sebelum pembukaan,” sambung Abdul Mu’ti.

PP Muhammadiyah sebelumnya mengundang Jokowi dan Prabowo sebagai tokoh nasional bukan capres. Sidang Tanwir yang digelar mulai 15 Februari itu, membahas keorganisasian hingga keumatan.

Sedangkan Presiden Jokowi saat membuka sidang Tanwir Muhammadiyah berbicara soal kepemimpinan di pemerintahan. Jokowi juga kembali menyinggung soal tudingan-tudingan yang ditujukan kepada pemerintah.

(jbr/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Joko Driyono Tersangka, PSSI Gelar Rapat Darurat Senin

Liputan6.com, Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bakal menggelar rapat darurat untuk membicarakan kepemimpinan PSSI setelah pelaksana ketua umum Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami belum tahu apa yang harus dilakukan setelah penetapan Pak Joko sebagai tersangka. Itulah mengapa harus diadakan rapat darurat, kalau bisa Senin (18/2/2019). Minggu besok terlalu cepat, kalau Selasa kelamaan,” ujar anggota Komite Eksekutif (Exco) Yoyok Sukawi, dilansir Antara.

Menurut Yoyok, berdasarkan pasal 39 dan 40 Statuta PSSI, posisi ketua umum dapat digantikan wakil ketua umum, yang saat ini dijabat Iwan Budianto, jika berhalangan sementara atau permanen.

Akan tetapi, PSSI belum memutuskan apakah situasi Joko Driyono yang masih ditetapkan sebagai tersangka adalah kondisi berhalangan atau tidak.

“Berdasarkan statuta, ketua umum yang berhalangan digantikan oleh wakil ketua umum. Kemarin Pak Edy Rahmayadi berhalangan tetap karena mengundurkan diri, digantikan oleh Pak Joko. Sekarang Pak Joko statusnya tersangka. Nah, sudah berhalangan tetap belum, kan itu pertanyaannya. Kalau misalnya dia ditahan nantinya bagaimana,” tutur Yoyok.

Menurut dia, pertanyaan itu penting dijawab karena PSSI memiliki program-program yang harus berjalan dengan arahan seorang pemimpin.

Selain itu, Yoyok melanjutkan, rapat darurat exco juga akan mendiskusikan mengenai bantuan hukum apa yang akan diberikan PSSI untuk Joko Driyono.

2 dari 3 halaman

Melanggar Police Line

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafiabola Kombes Polisi Argo Yuwono membenarkan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka dan dicekal ke luar Indonesia, Jumat (15/2/2019).

Joko tersangka dengan dugaan pengrusakan barang bukti. Dia diduga memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi (police line) di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta. Kantor yang dipasang garis polisi di Rasuna Office Park adalah kantor PT Liga Indonesia. Penyegelan dilakukan oleh Satgas Antimafia Bola Polri pada Kamis (31/1/2019).

Status tersangka tersebut ditetapkan setelah tim gabungan dari Satgas Antimafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya dan Inafis Polda Metro Jaya menggeledah apartemen milik Joko Driyono di Taman Rasuna, Tower 9, Unit 18C dan gelar perkara pada Kamis (14/2/2019) malam.

3 dari 3 halaman

Penyitaan Barang

Dalam penggeledahan tersebut, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen berupa sebuah laptop merek Apple warna silver beserta charger; sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger serta dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Kemudian buku tabungan dan kartu kredit, uang tunai (tidak disebutkan nominalnya), empat buah bukti transfer (struk), tiga buah handphone warna hitam, enam buah handphone, satu bandel dokumen PSSI dan satu buku catatan warna hitam.

Selanjutnya satu buku note kecil warna hitam, dua buah flash disk, satu bandel surat, dua lembar cek kuitansi, satu bandel dokumen dan satu buah tablet merek Sony warna hitam.

Caleg Viral Mirip Artis Korea, Ini Potret Davin Kirana Putra Bos Lion Air

Liputan6.com, Jakarta Saat ini, di sepanjang jalan banyak ditemukan spanduk dan baliho caleg (calon anggota legislatif) yang terpampang sebagai media kampanye. Namun, ada salah satu baliho caleg yang rupanya menarik perhatian netizen.

Di beberapa titik di Jakarta, terdapat baliho berukuran besar menampilkan seorang caleg dari Partai Nasdem bernama Davin Kirana. Yang menarik dari baliho ini, sosok caleg yang dikampanyekan memiliki wajah oriental bak artis Korea.

Hal ini mengundang banyak perhatian netizen khususnya para pecinta Korea. Sebenarnya siapa sosok caleg yang disebut mirip artis Korea ini?

2 dari 8 halaman

Sosok Davin Kirana Caleg Partai Nasdem

Dikutip dari laman KPU, Davin Kirana terdaftar sebagai Calon Legislatif DPR RI Dapil DKI Jakarta II Partai Nasdem. Diketahui Davin Kirana saat ini masih berusia 22 tahun.

Davin Kirana juga merupakan anak dari Rusdi Kirana, pendiri maskapai penerbangan Lion Air. Rusdi Kirana sendiri juga sudah lama terjun ke dunia politik.

Pada 12 Januari 2014, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rusdi Kirana juga pernah dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Pencalonan David Kirana dinilai mengejutkan karena David Kirana memilih Partai Nasdem sebagai tunggangannya dalam berpolitik.

Davin Kirana sendiri terbilang aktif di media sosial Instagram dengan akun @davinkirana. Davin aktif mengunggah kegiatan dan konten-konten kampanye pencalonan dirinya.

Dalam kampanyenya, Davin Kirana menyatakan akan fokus pada kepedulian terhadap para TKI di luar negeri. Beberapa kali Davin Kirana terlihat mengunggah kebersamaanya bersama para WNI yang berada di Malaysia.

Berikut potret Davin Kirana yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (16/2/2019).

3 dari 8 halaman

Davin Kirana Bersama Ketum Partai Nasdem Surya Paloh

4 dari 8 halaman

Davin Kirana Merupakan Putra Rusdi Kirana, Bos Lion Air

5 dari 8 halaman

Davin Kirana Bertemu dengan TKI di Malaysia

6 dari 8 halaman

Davin Kirana Disebut Mirip dengan Artis Korea

7 dari 8 halaman

Gaya Santai Davin Kirana, Mirip Artis Korea kan?

8 dari 8 halaman

Davin Kirana Hadir di Acara Komunitas Guru

Jelang Debat Soal Pangan: Prabowo ‘Gerakan Emas’, Jokowi ‘Manusia Unggul’

Jakarta – Salah satu tema yang akan diangkat di Debat Capres kedua Pilpres 2019 adalah soal pangan. Lantas seperti apa program andalan yang dimiliki kedua capres ini?

Sejak Pilpres 2014 lalu, Prabowo Subianto memiliki program pemberian susu kepada anak-anak yang diberi nama ‘Revolusi Putih’. Di Pilpres 2019 ini, program tersebut berganti nama menjadi ‘Generasi Emas’ yang fokusnya melebar tidak hanya pemberian susu kepada anak.

“Gerakan Emas itu gerakan emak-emak dan anak minum susu. Jadi orientasinya pada penyediaan protein buat anak dan ibu miskin ya, karena ada tantangan serius buat masa depan Indonesia yaitu stunting growth itu,” ungkap Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzhar Simanjuntak, (17/10/2018).

Orientasi dari Gerakan Emas bukan hanya sekedar meminum susu, tapi kecukupan protein bagi anak. Program ini nantinya akan melibatkan masyarakat sehingga menjadi gerakan bersama. Gerakan Emas juga ditujukan terhadap sang ibu dan adanya keterlibatan masyarakat dalam penyediaan protein tersebut.
“Beliau ingin menjadi gerakan baik pada saat beliau menjadi presiden atau sebelum beliau menjadi presiden, beliau ingin dorong semua komponen masyarakat, untuk terlibat dalam menyiapkan kecukupan protein bagi keluarga-keluarga yang tidak,” tutur Dahnil.

Dari program ini, diharapkan muncul hubungan keluarga angkat. Bagi mereka yang mampu, akan bisa membantu masyarakat dari kalangan yang kesulitan. Gerakan Emas juga akan diperluas menjadi sebuah kebijakan utama dalam pemerintahan Prabowo-Sandi jika terpilih pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kalau dulu koperasi itu ada bapak angkat, nah sekarang bahkan nanti ada keluarga, relawan-relawan yang berasal dari orang-orang mampu, mampu secara intelektual, mampu secara keuangan itu juga bisa menjadi saudara yang memberikan edukasi. Jadi basis kita gerakan ini kan sudah dimulai oleh Pak Prabowo melalui partainya tapi akan diperluas menjadi suatu gerakan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat,” kata Dahnil.

“Menjadi salah satu kebijakan utama untuk mengatasi stunting growth, dan masalah sosial yang lainnya. Jadi tahapannya gitu. Awalnya revolusi putih berhenti pada susu, kemudian menjadi gerakan gotong royong, saling bersaudara, kemudian ketika Pak Prabowo jadi presiden akan jadi kebijakan,” sambung Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Program Prabowo-Sandiaga ini mendapat kritik dari kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Alasannya, penyediaan susu memerlukan impor dan belum tentu cocok bagi semua orang mengingat demografi warga Indonesia yang cukup beragam.

Terkait isu stunting, Jokowi disebut lebih mengutamakan local wisdom. Tak hanya susu, masyarakat akan diajak untuk mengkonsumsi makanan penuh protein yang sesuai dengan masing-masing daerah.

“Kalau kita mengedepankan local wisdom. Mereka yang tinggalnya dekat laut kita dorong untuk makan ikan, ada yang mungkin kacang-kacangan, potensi alam kita begitu besar. Kalau susu, selain mahal belum tentu cocok bagi semua orang,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin.

Jokowi-Ma’ruf menyorongkan program ‘Manusia Indonesia Unggul’. Dalam proses pembentukan generasi emas nanti, TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menilai tidak cukup hanya sekedar fokus pada asupan.

“Di tim Jokowi-Ma’ruf ini bahwa gerakan membangun manusia Indonesia yang unggul, unggul itu harus komprehensif. Tidak boleh hanya satu bagian saja mulai dari kita harus memperhatikan dan fokus bagaimana mengurangi stunting, gagal tumbuh, ini salah satu yang kita lakukan,” sebut Karding.

“Penting untuk mempercepat memberikan jaminan gizi sejak dalam kandungan. Pola asuh keluarga harus kita perbaiki, memperbaiki fasilitas air bersih, sanitasi, dan lingkungan yang mendukung tumbuh-kembang anak. Di samping itu, reformasi kesehatan kita perlu diperbaiki,” sambung politikus PKB itu.

Program Manusia Unggul ini tak hanya berfokus pada masalah asupan semata. Jokowi-Ma’ruf juga mementingkan program promotif dan preventif agar masyarakat di Indonesia mau hidup dalam lingkungan yang sehat. Fasilitas yang memadai dinilai menjadi salah satu unsur untuk membentuk manusia unggul.

“Percepatan pemerataan infrastruktur dasar, apa sanitasi, kemudian rumah tangga yang sehat, memiliki jamban, warga miskin juga harus dijamin. Aksesnya ke seluruh pelosok urusan kesehatan, seperti KIS. Pemerataan fasilitas dan pemerataan pelayanan kesehatan baik di daerah tertinggal terdepan, dan terluar. Kalau kita kasih makan, asupan saja, tapi sistem kesehatan nggak dipikirkan, ya nggak bisa,” tutur Karding.

Debat Pilpres 2019 kedua akan diselenggarakan pada hari Minggu, 17 Februari 2019. Debat ini mengusung tema lingkungan hidup, infrastruktur, energi, pangan, dan sumber daya alam. Hanya capres yang akan mengikuti debat kedua tersebut.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pihak OSO Yakin Polisi Segera Tuntaskan Laporan Terhadap KPU

Jakarta – Pengacara Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) Dodi Abdul Kadir meyakini Polda Metro Jaya segera menuntaskan laporan pihaknya terhadap pihak KPU. Menurutnya, ada kewajiban penyidik menyelesaikan suatu kasus dengan segera.

“Kalau dari pihak kami, kami yakin Polda akan lakukan sesuai ketentuan prinsip hukum bahwa pelaksanaan hukum harus cepat, sederhana dan segera. Nggak mungkin suatu persoalan diulur-ulur, kami yakin itu, karena ada kewajiban bagi penyidik untuk menyelesaikan proses hukum sesegera mungkin,” kata Dodi saat dihubungi, Sabtu (16/2/2019).

Hal tersebut disampaikan Dodi saat ditanya tentang kelanjutan pemeriksaan terhadap pihak KPU yang disebut Polisi bakal diagendakan seusai Pilpres 2019. Dia mengaku yakin polisi bakal bersikap adil dengan memperhatikan seluruh kepentingan.
“Saya yakin Polda Metro Jaya tentunya akan melakukan proses hukum yang berkeadilan. Tentunya dalam berkeadilan ini memperhatikan juga seluruh kepentingan, baik kepentingan KPU maupun juga kepentingan pelaksanaan Pemilu 2019. Karena pelaksanaan Pemilu 2019 ini memerlukan suatu kepastian hukum, agar hasilnya benar-benar bisa menjamin adanya pemerintahan yang sah ke depan yang tidak ada potensi untuk dipermasalahkan,” tuturnya.

Sebelumnya, pihak OSO melaporkan pihak KPU ke Polda Metro Jaya pada Rabu (16/1) dengan tanda bukti lapor bernomor TBL/334/1/2019/PMJ/Dit.Reskrimum. Pihak terlapor ialah Ketua KPU Arief Budiman beserta komisioner lainnya, yakni Hasyim Asy’ari, Ilham Saputra, dan Pramono Ubaid.

OSO melaporkan KPU dengan tuduhan tidak melaksanakan perintah UU/putusan PTUN dan Bawaslu dengan Pasal 421 KUHP juncto Pasal 216 ayat (1). Polisi pun telah memeriksa Arief Budiman dan Pramono Ubaid Thantowi pada 29 Januari 2019, namun belum ada kelanjutan pemeriksaan saksi lagi setelah itu.

Polisi kemudian menyatakan pemeriksaan pihak KPU diagendakan usai Pilpres 2019. “Setelah Pilpres selesai,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/2).
(haf/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Periksa Plt Ketum PSSI Joko Driyono Senin Pekan Depan

Jakarta – Polisi menjadwalkan pemeriksaan Plt Ketum PSSI Joko Driyono pada Senin (18/2) pekan depan. Joko Driyono dipanggil sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor.

“Dalam rangka pemeriksaan yang bersangkutan, selanjutnya pada hari Jumat kemarin dari Satgas Anti-Mafia Bola melayangkan surat panggilan pada saudara J untuk dimintai keterangan dengan status sebagai tersangka hari Senin besok,” ujar Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kasus dugaan pengaturan skor di sejumlah pertandingan seperti Liga 3 dan Liga 2.

“Seluruhnya sudah ada 14 tersangka,” sebut Dedi.

Polisi menetapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka berdasarkan sejumlah alat bukti. Pertama, Satgas Anti-Mafia Bola mendapat keterangan dari tiga tersangka berinisial NM, M dan AG. Ketiga orang ini mengaku merusak barang bukti berdasarkan perintah dari orang lain.

“Berangkat dari pemeriksaan tiga tersangka tersebut, kemudian dari Satgas Anti-mafia menemukan ada tersangka baru lagi, karena 3 ini adalah sebagai pelaku. Tentu 3 pelaku itu memiliki aktor intelektual itul ah yang dalam proses pemeriksaan satgas menemukan saudara J, atau Jokdri (dan) ditetapkan sebagai tersangka dari hasil gelar perkara,” papar Dedi.

Satgas Anti Mafia Bola kemdian menggeledah unit apartemen yang dihuni Joko Driyono Apartemen Taman Rasuna Tower 9 lantai 18 di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/2) malam.

“Ada 75 item barbuk (barang bukti) yang berhasil di sita oleh satgas, dari 75 item itu dilakukan audit tambah menguatkan bukti-bukti pendukung dalam rangka menetapkan J sebagai tersangka,” ujar Dedi.

Selain itu, Satgas Antimafia Bola juga mengirimkan surat permintaan cegah untuk Plt Ketum PSSI Joko Driyono dalam masa 20 hari.
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Joko Driyono Tersangka, Ini 11 Barang Sitaan Satgas Antimafia Bola dari Apartemennya

Jakarta Satgas Antimafia Bola menggeledah apartemen milik Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono di Tower 9 Apartemen Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/2018) malam. Penggeledahan tersebut terkait pengusutan kasus skandal pengaturan skor sepak bola Indonesia yang ditangani polisi.

“Betul, penggeledahan di apartemen saudara Joko Driyono dilakukan tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB sampai selesai,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (16/2/2018).

Penggeledahan tersebut dilakukan atas dasar laporan polisi nomor: LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018, penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel, dan penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.

Penggeledahan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan dari Satgas Antimafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya. “Penggeledahan disaksikan langsung oleh saudara Joko Driyono dan sekuriti apartemen,” tuturnya.

Dalam penggeledahan itu, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen berupa sebuah buah laptop merek Apple warna silver beserta charger; sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger; dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Berikut ini barang-barang pribadi di kediaman Joko Driyono yang disita Satgas Antimafia Bola:

2 dari 2 halaman

Barang Sitaan

  • 4 buah bukti transfer (struk)
  • 3 buah handphone warna hitam
  • 6 buah handphone
  • 1 bandel dokumen PSSI
  • 1 buku catatan warna hitam
  • 1 buku note kecil warna hitam
  • 2 buah flash disk
  • 1 bandel surat
  • 2 lembar cek kwitansi
  • 1 bandel dokumen
  • 1 buah tablet merek Sony warna hitam.

Sumber: Merdeka

Pamer Foto Penggeledahan di Medsos, Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Sindir Joko Driyono

Jakarta Satgas Antimafia Bola menggeledah apartemen milik Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono. Di Tower 9 Apartemen Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/2018) malam pihak kepolisian menyita sejumlah barang pribadi milik Joko Driyono yang dicurigai ada kaitannya kasus skandal pengaturan skor sepak bola Indonesia yang ditangani polisi.

Pernyataan tegas berbau satir dilontarkan Krishna Murti, Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola di akun pribadi Instagram-nya pada Kamis (15/2/2019).

“Anda mau bilang cuma anda yg bisa urus bola? Buktinya Indonesia enggak pernah juara. Anda mau bilang bahwa Anda selalu benar dan tidak mau turun? Jangan coba2 lawan Kekuatan rakyat Indonesia. Dan percayalah kami akan selalu bersama rakyat Indonesia. Dan percayalah bahwa kami hanya ingin sepak bola Indonesia kembali hebat. Kamu mau mafia-mafiaan? Kami tidak akan pernah gentar pada apapun. Bravo rekan-rekan satgas,”  ujar Krishna Murti.

Pernyataan Krishna Murti ditulis di foto yang memajang aksi satgas saat menggeledah apartemen Joko Driyono. Dalam foto tersebut tampak sang Plt Ketum PSSI dengan menggunakan kaos berwarna hitam.




Di sisi lain, Satgas Antimafia Bola masih terus mengembangkan penyidikan kasus pengaturan skor di Liga 2. Polisi menyebut kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut terbuka.

“Iya, sangat terbuka kemungkinan (tersangka baru) itu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

Dari penggeledahan terakhir (di apartemen Joko Driyono), penyidik menyita sejumlah barang milik Joko Driyono yang diyakini berkaitan dengan kasus pengaturan skor. Namun, saat ditanya kemungkinan Joko Driyono menjadi tersangka, Dedi mengatakan penyidik harus menguatkan alat bukti dahulu.

2 dari 2 halaman

Kuatkan Alat Bukti

“Mekanisme untuk menetapkan tersangka tentunya Satgas menerapkan standar kehati-hatian juga untuk menghargai asas praduga tak bersalah. Artinya, dalam hal ini penyidik betul-betul menguatkan alat bukti, clear. Dalam mekanisme gelar nanti diumumkan tersangka,” ujarnya.

Hingga tulisan ini diturunkan berkembang rumor kalau Joko Driyono telah resmi ditetapkan sebagai tersangka, namun kebenaran kabar itu belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak Satgas Antimafia Bola.

PSSI: Lewati Garis Batas Polisi, Penyebab Joko Driyono Jadi Tersangka

Jakarta Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa, menegaskan status tersangka yang ditetapkan oleh kepolisian kepada Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, bukanlah untuk dugaan pengaturan skor.

Gusti Randa menegaskan Joko Driyono diduga menjadi tersangka dalam kasus menerobos garis polisi di Rasuna Office Park saat satgas antimafia bola hendak memeriksa kantor lama PT Liga Indonesia.

Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (15/2/2019) malam. Penetapan Plt Ketum PSSI sebagai tersangka itu dilakukan setelah satgas antimafia bola melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti di kediaman dan kantor Joko Driyono di Apartemen Rasuna sejak Kamis (14/2/2019) malam.

Namun, anggota Exco PSSI, Gusti Randa, membantah kabar yang beredar bahwa Joko Driyono menjadi tersangka karena terkait dalam kasus pengaturan skor yang tengah diselidiki oleh satgas antimafia bola.

Anggota Exco PSSI yang juga pengacara tersebut menegaskan dugaan Joko Driyono menjadi tersangka karena terlibat dalam kasus Rasuna Office Park.

“Jadi bukan terkait pengaturan skor. Dugaan yang disangkakan yaitu memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu,” ujar Gusti Randa yang juga merupakan Ketua Komite Hukum PSSI itu.

2 dari 2 halaman

3 Tersangka Lain

Untuk kasus Rasuna Office Park, polisi memang telah menetapkan tiga tersangka sebelum Joko Driyono, yaitu Musmuliadi, Muhammad Mardani Mogot, dan Abdul Gofur. Dari ketiga tersangka tersebut, polisi menyita sejumlah barang, termasuk sejumlah dokumen yang telah dirusak

“Jadi sekali lagi ini bukan terkait pengaturan skor. Tetapi lebih kepada pelanggaran pasal-pasal tersebut,” tambah Gusti Randa soal penetapan tersangka kepada Joko Driyono.