Ketika Lebah Ogah Keluar Sarang Bikin Peternak di Gunung Wilis Merengut

Liputan6.com, Kediri – Memasuki musim penghujan, sejumlah peternak lebah di lereng kaki Gunung Wilis Kabupaten Kediri Jawa Timur, mengaku kesulitan untuk memproduksi madu.

Saat musim penghujan, lebah kesulitan mencari sari inti bunga yang selama ini menjadi makanan pokoknya. Selain itu, lebah lebih memilih untuk berdiam diri ketimbang keluar dari sarang karena terkendala hujan.

“Produksinya berkurang, bahkan tidak berproduksi. Saat ini waktunya perawatan memperbanyak koloni. Biasanya untuk perawatan kotak, sisiran, terus nanti memperbanyak anakan. Nanti musimnya madu anggotanya banyak, sehingga panennya bisa banyak,” tutur Sunarwan (48), peternak lebah asal Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Jawa Timur, Minggu (2/12/2018).

Sunarwan mengaku, kondisi seperti ini juga dialami puluhan peternak lebah lainnya yang ada di wilayah Desa Joho Kecamatan Semen.

“Disini ada sekitar 22 peternak lebah,” katanya.

Beberapa jenis bunga yang biasa dikonsumsi lebah diantaranya bunga rambutan, bunga karet, bunga sono, bunga randu, serta bunga kaliandara. “Karena musim hujan banyak pohon yang tidak berbunga, hektarnya tidak ada,” ucapnya.

Panen raya madu biasanya terjadi bersamaan saat musim bunga mulai berkembang, antara bulan ke 5 sampai bulan ke 9. Meski belum memasuki masa produksi (Panen) namun Sunarwan tidak terlalu risau, terkait hal itu.

Menurutnya ketersediaan madu hasil panen beberapa waktu lalu masih mencukupi untuk dijual ke pasaran hingga memasuki masa panen kembali.

“Kita usahakan untuk, stok diperkirakan sampai musim panen kembali. Per tahun kalau peternak sini, mungkin 2 sampai 3 ton madu,” ujarnya.

Seiring berkembangnya lokasi objek wisata Sumber Podong, banyak wisatawan yang membeli madu dari peternak. Yang menjadi produk unggulan adalah madu Kaliandra. Rasanya yang manis segar, tidak eneg, dan sedikit kecut, membuat madu Kaliandra menjadi madu favorit.

“Satu-satunya madu yang sulit untuk dipalsukan karena mempunyai ciri tersendiri. Ukuran 1 botol sirup, saya jual Rp 100 ribu,” kata pria yang beternak lebah sejak tahun 1997 ini.

Selain dikenal penghasil madu, Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri juga terkenal dengan lokasi objek wisata panorama pebukitan serta nuansa alam pedesaan. Udaranya yang sejuk dan banyak ditumbuhi pepohonan karena lokasinya masuk dalam wilayah Perhutani.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Jutaan lebah penyengat yang muncul dari kedua sarang raksasa tersebut dikhawatirkan menyerang warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *