Ketika Gerindra Balas ‘Sandiaga-kan’ Kader PKS

Alasannya, kata Syarif, agar Wagub DKI nantinya berdiri di atas semua golongan. “Nah, bisa juga nanti calon itu harus merepresentasikan dari PKS dan Gerindra. Dalam tataran ideal, di harus berdiri di atas semua partai. Kan bisa saja dia kader PKS terus dia melepaskan kekaderannya,” cetusnya.

Anggota Fraksi Gerindra di DPRD DKI Jakarta, Iman Satria, menambahkan, dengan mundur dari PKS, maka kandidat PKS itu bisa lebih fokus mengurus Jakarta. “Harus fair juga dong. Ini kan kita kasih domainnya ke PKS, tapi dia harus mundur jadi kader PKS, biar dia fokus ngurusin Jakarta,” imbuh Iman kepada detikX, 7 November.

Menurut Shakir, fit and proper test merupakan manuver Gerindra yang kembali bikin resah kader PKS. Namun ia bisa memakluminya karena nanti kader PKS itu juga diusulkan Gerindra ke DPRD DKI. Ia sendiri optimistis dua calon Wagub DKI dari PKS yang hendak digodok dalam fit and proper test itu lolos. “Saya jamin dua nama itu insyaallah bagus dan lancarlah,” katanya.

Sedangkan mengenai permintaan agar kader PKS yang jadi wagub harus meninggalkan partai, PKS menanggapinya dengan dingin. Yang jelas, setiap kader PKS yang menduduki jabatan publik harus melepaskan jabatan di partai. Namun, untuk melepas keanggotaan partai, dipandang terlalu berlebihan. “Kalau sampai melepaskan keanggotaan partai, saya rasa nggak perlu juga. Tapi itu dinamika nanti, nggak usah dibahas sekarang. Nggak penting,” ucap Agung Yulianto kepada detikX, Rabu, 7 November.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *