Beda Debat Capres I dan II Sejauh Ini

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mematangkan format dan mekanisme debat capres kedua. Sejauh ini ada beberapa perbedaan antara debat pertama dengan debat kedua yang akan berlangsung pada 17 Februari 2019 mendatang.

Perbedaan pertama, KPU mengubah cara penentuan panelis dalam debat. Pada debat kedua nanti panelis debat akan ditentukan langsung oleh KPU.

“Dalam soal menentukan panelis itu kami tentukan sendiri,” ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakata Pusat, Senin (21/1/2019).

Wahyu mengatakan panelis dapat diganti bila dianggap tidak memenuhi syarat. Salah satunya yaitu, bila panelis dianggap tidak netral meski memiliki bidang yang sesuai dengan tema debat.

“Kecuali panelis itu tidak memenuhi syarat, kan panelis itu ada syaratnya. Dia pakar di bidangnya, dia punya integritas dan dia harus netral,” ujar Wahyu.

“Jadi bisa jadi ada pakar di bidangnya, kok bisa enggak masuk ? Ya kalau dia tidak netral ya dia enggak penuhi syarat,” sambungnya.

Perbedaan kedua, kisi-kisi pada debat debat kedua nanti tidak akan diberikan kepada pasangan calon. Kisi-kisi yang tidak diberikan kepada para capres dinilai akan membuat debat menjadi lebih greget lagi.

“Salah satu evaluasi, kita rekomendasikan untuk debat berikutnya, abstraksi soal yang dibuat panelis tidak diberitahukan kepada paslon,” ujar Wahyu saat dihubungi, Sabtu (19/1).

Soal tak ada kisi-kisi itu, KPU mengaku memutuskannya setelah mendapat masukan dari banyak pihak. KPU juga punya alasan tersendiri memutuskan tak akan memberikan kisi-kisi kepada pasangan calon.

“Agar debat kedua lebih substansial, edukatif, menarik, sekaligus mengeksplorasi performa kandidat,” ucap Wahyu.

Perbedaan ketiga, penonton yang duduk di belakang capres pada debat kedua ditiadakan. Sebelumnya, pada debat perdana lalu terdapat sejumlah penonton yang duduk di belakang pasangan calon. Hal ini diputuskan setelah KPU melakukan rapat evaluasi terkait pelaksanaan debat perdana.

“Tadi disepakati audiens yang berada di belakang kandidat itu sudah tidak ada layoutnya, sudah dibikin seperti itu,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Kantornya, Senin (21/1).
(nvl/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Perjuangan Gadis Pekanbaru demi Ketiga Adiknya

Liputan6.com, Pekanbaru – Tiga tahun lalu, Nadia Safitri harus mengubur impian melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Gadis Pekanbaru itu harus menghidupi tiga adik kecilnya dengan berbagai cara. Dia pernah menjadi kuli pembuatan batu dan kini membantu menjual gorengan dengan imbalan yang jauh dari kata cukup.

Sabtu siang, 19 Januari 2018 itu, seperti biasa Nadia menjalankan aktivitas hariannya di persimpangan Jalan Singgalang, Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru. Sebagai koki gorengan, remaja 16 tahun ini mulai memasukkan adonan pisang ke dalam kuali berminyak panas.

Dalam rentan beberapa menit, Nadia cekatan membalikkan pisang agar tak gosong. Lalu dia mengangkatnya ke sebuah wadah untuk ditiriskan, kemudian disusun rapi agar pembeli tertarik membeli dagangan milik Dedi, bosnya.

“Upahnya terkadang Rp 20 ribu, bisa juga Rp 30 ribu, tergantung berapa banyak gorengan terjual,” tutur Nadia memulai pembicaraan.

Nadia menjelaskan, aktivitas ini sudah dijalaninya dua pekan terakhir, mulai dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Puluhan kilometer harus ditempuhnya berjalan kaki dari rumahnya di Jalan Badak Ujung.

Pergi saat terik, tak jarang Nadia pulang di bawah guyuran hujan deras. Perasaan takut sudah pasti membayangi karena harus melintasi jalanan sepi. Beruntung terkadang ada pengendara sepeda motor yang memberinya tumpangan.

“Kadang ada bus ya naik kalau ada uang dikit, kalau enggak ya jalan kaki,” ucap Nadia yang sudah enam tahun ditinggal pergi ibunya merantau meninggalkan Pekanbaru.

Upahnya membantu Dedi menjual pisang, tahu, tempe, dan ubi, membuat Nadia tetap bersyukur. Mengeluh baginya hanya menjadi batu sandungan untuk menghidupi tiga adiknya, Diana, Kevin dan Marcel.

Menjelang malam, pembeli gorengan datang silih berganti. Nadia selalu mengumbar senyum kepada pelanggan setianya. Dagangannya pun ludes hingga membuat kepulangannya ke rumah lebih cepat.

“Upah ini bisa membantu dua adik tetap sekolah, karena Diana (adik pertama Nadia) juga bekerja,” kata Nadia.

Nadia menceritakan, ayahnya bernama Munriadi pergi dari rumah saat dirinya masih dalam kandungan. Kehidupan tetap berlanjut karena ibunya menikah lagi hingga lahirlah Diana.

2 dari 2 halaman

Hanya Ingin Ibunya Kembali

Hidup Nadia berubah drastis sejak usianya menginjak 10 tahun. Ibu dan ayah tirinya pergi dari rumah dengan alasan merantau tak pernah pulang lagi tanpa berkabar.

Dia pun mulai memperjuangkan kehidupan tiga adiknya sekuat tenaga. Nadia masih sempat menamatkan pendidikan SD hingga duduk di kelas 1 SMP. Hanya saja keadaan tidak memungkinkan lagi hingga Nadia memutuskan berhenti sekolah.

“Saat berhenti SMP, saya bekerja sebagai kuli di tempat pembuatan batu bata. Upahnya Rp 50 ribu per pekan, lalu ada tawaran membantu jualan gorengan ini,” jelas Nadia.

Kini, pekerjaan Nadia membuat batu bata diestafetkan ke Diana. Adiknya ini juga terpaksa berhenti sekolah untuk membantu menyambung hidup serta membantu kakak serta dua adiknya.

“Alhamdulillah penghasilan cukup untuk makan, buat jajan dan biaya sekolah Kevin (6) serta Marcel (10),” sebut Nadia.

Nadia menyebutkan, Kevin saat ini kelas 1 SD dan Marcel kelas 4 SD. Biaya sekolah dua adiknya cukup ringan karena berstatus sekolah negeri.

Selama ini, Nadia tinggal di rumah papan kecil peninggalan ayahnya. Kondisi jalannya berbukit naik turun. Belum lagi sepanjang jalan jelek itu, sangat minim penerangan, serta jauh dari pusat kota.

Kondisi rumahnya masih sangat jauh dari kata layak dan sehat. Tidak ada listrik, tidak ada tempat untuk mandi, mencuci, atau buang air.

Untuk keperluan mandi dan mencuci, Nadia hanya mengandalkan air yang menggenangi kubangan, atau sumur dangkal persis di samping rumahnya. Sedangkan untuk buang air, ada sebuah lubang yang ke ditutup karung.

Tak jarang jika turun hujan, rumahnya dipenuhi lumpur, lantaran air tanah yang berada di dataran lebih tinggi, mengalir dan masuk ke rumah Nadia.

Untuk saat ini, Nadia berharap ibunya pulang. Dia mendapat kabar ibunya menikah lagi di Madura, Jawa Timur, sementara ayah kandungnya di Padang, Sumatera Barat.

“Mamak (ibu) pulang, itu saja. Kami rindu karena tak pernah dihubungi,” ucap Nadia.


Simak video pilihan berikut ini:

Donnarumma: AC Milan Ingin Finis di Zona Liga Champions

Genoa – Kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma, menegaskan timnya bertekad mengamankan posisi empat besar klasemen akhir Serie A, sekaligus satu tiket berlaga di Liga Champions musim depan.

Performa I Rossoneri masih belum konsisten pada musim ini. Mereka sempat berada di papan tengah, sebelum akhirnya kembali menempati peringkat keempat klasemen Serie A.

AC Milan berhasil menembus posisi empat besar berkat dua kemenangan beruntun. Setelah sukses mengalahkan SPAL dengan skor 2-1, Milan juga mampu mendulang tiga poin ketika bersua Genoa.

Bermain di Stadio Comunale Luigi Ferraris, Senin (21/1/2019), Il Diavolo Rosso menang 2-0 atas Genoa. Sepasang gol AC Milan disarangkan Fabio Borini pada menit ke-72 dan Suso menit ke-83.

Mendulang enam angka dari dua laga membuat skuat Merah-Hitam telah mengoleksi 34 poin dari 20 laga. Mereka tertinggal enam poin dari Inter Milan yang berada di atasnya, atau peringkat ketiga klasemen Serie A.

“Kekalahan di Supercoppa Italia (dari Juventus) menyakitkan, tetapi tujuan kami adalah posisi keempat dan kami berada di sana. Sekarang mari fokus pada pertandingan berikutnya, yang ini sudah kami amankan,” kata Donnarumma.

“Bukan awal yang baik, tetapi kami menderita bersama-sama dan itu adalah hal yang paling penting. Kami berjuang keras dan kualitas kami akhirnya muncul untuk memenangkan pertandingan yang sangat sulit,” paparnya.

Selanjutnya, AC Milan akan menghadapi Napoli pada pertandingan pekan ke-21 Serie A, di San Siro pada 26 Januari 2019.

Sumber: Football Italia

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Berkebaya, Nafa Urbach Sempatkan Mandi di Mata Air Ndas Gending

Liputan6.com, Jakarta – Penampilan Nafa Urbach selalu menjadi sorotan. Dalam akun Instagram pribadinya, ia mengunggah sejumlah foto pribadinya saat sedang berada di Magelang, Jawa Tengah.

Dari sejumlah foto, yang banyak menarik perhatian adalah foto saat Nafa berada di pematang sawah mengenakan kebaya. Ia terlihat sangat menikmati dengan keindahan dan kedamaian desa.

“Iseng iseng foto nang sawah bersama team ses .Jepretan dari @ scholastikasastranegara,” komentar Nafa Urbach, baru-baru ini.

Selain berjalan, Nafa juga terlihat duduk di tengah pematang sawah. Boleh jadi, ini momen yang sangat jarang dilakukan Nafa layaknya seorang gadis desa. Rambutnya yang panjang disibakkan ke bahu kanannya.

“Jepretan mbakyuu @scholastikasastranegara #sawah #jawatengah #magelang,” tulis Nafa.

2 dari 2 halaman

Mandi di Kali Ndas Gending

Usai berjalan berkeliling di sawah, Nafa Urbach menyempatkan diri menikmati beningnya air Ndas Gending. Mata air Ndas Gending sering disebut dengan Kali Gending Ganjuran.

Lokasinya di desa Ganjuran Sukorejo. Masyarakat setempat memanfaatkan kali Gending ini untuk air minum, mencuci, dan aktivitas harian lainnya.

“Di magelang , kita bisa banyak menikmati tuk atau mata air yg bgtu bersih dan bening , ini salah satunya yang sering sekali saya datangi klo saya lagi pulang seperti skrng ini, ini namanya mata air NDAS GENDING dekat sekali dengan rumah saya . Siapa yg sdh pernah kesini ???” tanya Nafa Urbach.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tahukah Anda, Berpegangan Tangan dengan Orang Terkasih Bisa Menyembuhkan Luka Hati?

Liputan6.com, Jakarta – Sentuhan penuh kasih dan genggaman tangan yang Anda berikan pada seseorang, tidak hanya menunjukkan betapa pentingnya sosok ini bagi Anda, tetapi juga dapat menghibur Anda selama masa-masa sulit, sakit, atau jika Anda merasa menderita.

Tahukah Anda bahwa ada ilmu pengetahuan yang mendasari alasan tersebut?

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, memegang tangan orang yang dicintai merupakan cara efektif untuk meredakan kepedihan di hati. Ini adalah salah satu penelitian pertama yang meriset sinkronisitas interpersonal antara rasa nelangsa dan sentuhan manusia.

“… sentuhan kulit ke kulit penting untuk mengurangi rasa sakit. Selain itu, sentuhan tersebut mengaktifkan mode ‘penghargaan’ di otak orang yang disentuh, sehingga orang tersebut merasa berharga. Inilah saat di mana orang itu merasa berkurang kepedihannya …” kata studi tersebut, seperti dikutip dari situs justbelieverecoverypa.com pada Senin (21/9/2019).

Untuk membuktikan penelitian ini, Pavel Goldstein, seorang psikologi di CU-Boulder merekrut 22 pasangan sehat berusia antara 23-32 tahun, yang menjalani sejumlah tes. Situasi uji coba ini dikondisikan seperti di ruang bersalin.

Secara alami, para pria diberi peran sebagai pengamat, sedangkan wanita akan sedikit mengalami rasa sakit ringan di lengan bawah selama dua menit.

Instrumen tersebut digunakan untuk mengukur detak jantung dan pernapasan. Seluruh pasangan ditempatkan dalam tiga situasi berbeda.

Pertama, ada pasangan yang ditempatkan di kamar yang terpisah. Kedua, ada pasangan yang dilokasikan secara bersama, tetapi tidak saling menyentuh. Ketiga, ada pasangan yang berada di dalam satu ruangan dan berpegangan tangan.

Saat pasangan-pasangan itu duduk bersama, pernapasan dan detak jantung mereka disinkronkan. Tetapi ketika sang wanitanya mengalami rasa sakit dan si pria tidak bisa menyentuhnya, sinkronisasi itu berakhir.

Namun, ketika si pria memegang tangan sang wanita, pernapasan dan detak jantung mereka kembali sinkron dan rasa sakit dia berkurang.

Penelitian sebelumnya,yang dilakukan oleh Goldstein, pun mengungkapkan bahwa semakin empati pria kepada wanitanya, maka semakin banyak rasa sakit yang berkurang, serta kian banyak detak jantung dan napas yang mampu disinkronkan.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Nonton Film Bareng Pasangan, Solusi Redakan Masalah hingga Cegah Perceraian

Sementara itu, sebuah penelitian menyatakan bahwa menonton film ternyata bisa menjadi solusi bagi masalah sebuah hubungan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consulting and Clinical Psychology meminta 174 pasangan pengantin baru berpartisipasi dalam tiga lokakarya, yang memperkuat keterampilan komunikasi mereka.

Dilansir dari Prevention pada Selasa, 18 Desember 2018, yang pertama terfokus pada penerimaan dan rasa kasih, yang kedua terfokus pada mendengarkan, dan yang ketiga adalah menonton film komedi romantis. Sementara, kelompok keempat sisanya tidak mengikuti ketiganya.

Dalam studi itu, kelompok ketiga tidak mengikuti sesi mingguan dengan seorang terapis. Namun, mereka diminta untuk menonton beberapa film di malam hari. Di antara judul film tersebut adalah: “Two for the Road”, “Gone With the Wind”, “Love Story“, dan “Yours Mine & Ours”.

Para peneliti kemudian melihat pasangan itu selama tiga tahun. Mereka juga diperiksa setiap enam bulan.

Hasil penelitian menemukan, 24 persen pasangan yang tidak mengikuti lokakarya akhirnya berpisah atau bercerai setelah tiga tahun. Sementara, hanya 11 persen dari pasangan yang mengikuti sesi tersebut. Selain itu, menonton film ternyata sama bermanfaatnya dengan sesi terapi pasangan.

“Menonton film dapat membantu mencegah perceraian dengan memberikan waktu pada pasangan untuk fokus pada hubungan dan saling memeriksa satu sama lain, membantu mewujudkan tipe pasangan yang mereka inginkan,” kata penulis studi utama profesor psikologi klinis di University of Rochester New York, Ronald Rogge.

Namun, Rogge tidak mengesampingkan bahwa ada pasangan yang rajin menonton film namun tetap bercerai.

Rogge menambahkan, film yang ideal bagi pasangan bukan tentang lelaki yang mengejar-ngejar cinta perempuan. Namun, tontonan yang memperlihatkan bagaimana pasangan yang sudah bersama berjuang dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Debat Kedua Pilpres 2019 Tanpa Kisi-Kisi, Jadi Lebih Seru?

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mempersiapkan debat kedua Pilpres 2019 yang digelar pada 17 Februari 2019. Debat yang hanya akan diikuti calon presiden itu bertema energi dan pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur

KPU pun menyatakan, format dan mekanisme debat kedua dan seterusnya akan diubah. Hal ini setelah debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019 menuai sorotan, terutama karena adanya pemberian kisi-kisi pertanyaan.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, seluruh komisioner KPU telah melakukan rapat pleno untuk mengevaluasi secara menyeluruh jalannya debat pertama. Hasilnya, pihaknya berkomitmen memperbaiki format dan mekanisme debat menjadi lebih baik.

“Debat kedua, format dan mekanisme akan kita rancang sedemikian rupa agar memungkinkan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan performa, kapasitas terkait penyampaian gagasan-gagasan besar yang tercantum dalam visi, misi, program untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan,” kata Wahyu ditemui di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Minggu 20 Januari 2019.

Salah satu format yang akan diubah dalam debat adalah meniadakan kisi-kisi soal dari panelis kepada pasangan calon. Selain itu durasi penyampaian visi misi dan program pasangan calon akan diperpanjang.

“Termasuk durasi akan kita perbarui karena debat pertama penyampaian visi misi dan program dari kandidat hanya tiga menit. Ini dirasa kurang sehingga mungkin akan kita tambah waktunya,” sebut Wahyu.

Format yang akan diubah selanjutnya ialah teknis panggung. Debat dinilai terlalu gaduh sehingga mempertimbangkan mengurangi jumlah pendukung yang diizinkan masuk ke arena debat.

Lalu bagaimana reaksi kubu Jokowi dan Prabowo mengenai perubahan mekanisme debat?

PDIP yang mengusung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin tak mempermasalahkan peniadaan kisi-kisi.

“Tema debat itu sendiri kan pada dasarnya sebagai sebuah pengerucutan kisi-kisi itu,” ucap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Meski demikian, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini, tak menampik tetap ada persiapan debat nanti. Persiapan itu akan dilakukan dengan sebaik mungkin.

“Dalam rangka persiapan itu, kami menegaskan tema debat itu sudah menjadi bagian dari kisi-kisi itu sendiri. Sehingga kalau temanya terorisme, jangan bicara pangan, ketika tema HAM jangan bicara air,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima menuturkan, apa pun yang diputuskan KPU, pihaknya akan tetap menyiarkan program paslon nomor urut 01 itu.

Dia menuturkan, yang paling penting adalah durasi waktu yang lebih panjang dalam menjawab.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyambut baik langkah KPU yang mengubah format debat kedua tanpa ada kisi-kisi. Tim Prabowo berharap debat kedua akan lebih baik dan berkualitas untuk rakyat.

“Mengenai rencana KPU tidak akan memberikan kisi-kisi kami pun siap mengikutinya. Apalagi demi tujuan agar debat menjadi lebih berkualitas,” kata juru bicara BPN Andre Rosiade saat dikonfirmasi, Minggu 20 Januari 2019.

Ia menyatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga juga siap menghadapi debat kedua tanpa kisi-kisi pertanyaan. Politisi Partai Gerindra itu menyebut pihaknya turut mendukung apabila KPU melarang kandidat capres-cawapres membawa sontekan atau tablet saat debat berlangsung.

“Agar rakyat mendapatkan jawaban dari kepala kandidat, bukan dari teks atau sontekan. Sehingga rakyat benar-benar bisa menilai kualitas masing-masing kandidat,” jelas Andre.


2 dari 4 halaman

Debat Jadi Lebih Seru?

Komisioner KPU Ilham Saputra mengakui debat pilpres 2019 edisi pertama tak sesuai ekspektasi. Bahkan, bisa dibilang tak seru karena peserta debat sudah lebih dahulu diberikan kisi-kisi pertanyaan.

“Ya sekali-kali kita menerima masukan dari masyarakat, bahwa memang mungkin karena diberikan kisi-kisi debat ini menjadi yang masyarakat sebut kurang seru,” ujar Ilham di Gedung Percetakan Gramedia Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Meski begitu, KPU mengatakan pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin agar jalannya debat berlangsung dengan baik. KPU berjanji akan mengikuti saran dari masyarakat untuk debat lanjutan Pilpres 2019.

“Sekali lagi kita enggak menutup mata dan kuping terkait masukan-masukan dari masyarakat terkait dengan peningkatan debat,” kata dia.

Terkait dengan durasi debat lanjutan, menurut Ilham akan dibicarakan kembali dengan pihak televisi yang menyiarkan program debat Pilpres 2019. “Kita bicarakan lagi,” kata dia.

Namun demikian, komisioner KPU Wahyu Setiawan mengklaim, debat perdana pilpres Kamis lalu lebih hidup dibanding pada Pilpres 2014 lalu. ‎Menurutnya, dalam debat kemarin sudah ada dialektika antarpaslon capres-cawapres.

“Dalam beberapa pencapaian, kita merasa dibandingkan dengan debat 2014 ‎yang lalu, ini lebih hidup. Ini diakui oleh banyak pihak. Karena debatnya itu di ronde awal sudah debat,” kata Wahyu di Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu 20 Januari 2019.

Kendati demikian, Wahyu mengakui masih banyak kekurangan pada debat perdana Pilpres 2019. Itu diakuinya setelah KPU melakukan evaluasi serta adanya kritik pasca-debat perdana digelar.

“Kami menyadari bahwa debat pertama belum sepenuhnya, artinya sudah ada yang terpenuhi tapi tidak sepenuhnya harapan publik itu terpenuhi,” ucapnya dikutip dari JawaPos.com.

Wahyu mengatakan, pihaknya terbuka jika ada kritikan-kritikan pada proses debat perdana. ‎Sejauh ini, pihaknya telah menerima berbagai masukan untuk nantinya dijadikan acuan pada debat kedua.

“Kami KPU akan melakukan evaluasi dan ini sudah kami lakukan setiap debat. Jadi debat pertama kita evaluasi untuk ebat kedua, debat kedua pun kita evaluasi untuk debat ketiga. ‎Demikian seterusnya,” jelasnya.

3 dari 4 halaman

Siapa Moderator dan Panelis?

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga terkait moderator yang akan ditunjuk pada debat capres-cawapres kedua, 17 Febuari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.

“Untuk moderator berdasarkan UU konsep yang sudah dimiliki KPU dikoordinasikan paslon TKN dan BPN,” kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

“KPU sudah punya opsi, dan kita tawarkan. Moderatornya ini, ini. Kemudian dari masing-masing timses misalnya bilang, oh jangan itu tidak netral. Kan moderator debat capres itu harus netral. Ya kita diskusikan, tapi ya opsi moderator itu kan sudah kami siapkan nama-nama nominasinya. Semua insan media,” sambungnya.

Wahyu menegaskan, pemilihan moderator pada saat debat kedua pilpres 2019 bukan hak dari KPU. Namun, merupakan keputusan dari masing-masing paslon.

“Ya moderator ternama. Misalnya Alvito Deanova, mba Nana Najwa Shihab. Ada banyak. Sekali lagi kalau untuk moderator kami tidak bisa putuskan secara sepihak. Sebab, menurut UU harus dikoordinasikan. Tapi untuk panelis, itu kewenangan mutlak KPU,” tegasnya.

Sedangkan panelis debat capres-cawapres, yang menentukan adalah KPU. Namun demikian, panelis debat tidak sembarang pilih.

“Panelis itu ada syaratnya. Dia pakar di bidangnya, dia punya integritas dan dia harus netral. Jadi bisa jadi ada pakar di bidangnya, kok bisa enggak masuk ? Ya kalau dia tidak netral ya dia enggak penuhi syarat. Lah netral tidak netral kan bukan negatif ya artinya. Sebab, itu kan bagian dari hak politik seseorang. Yang tidak netral tidak penuhi syarat sebagai panelis,” pungkas Wahyu.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, nama Najwa Shihab dan Tommy Tjokro dipilih atau diusulkan oleh beberapa media televisi sebagai moderator debat. Namun, ia tak menyebutkan stasiun televisi mana yang mengusulkannya.

“(Nana dan Tommy jadi moderator) itu diusulkan oleh tv. Kalau KPU nanti saja dirapat selanjutnya dan itu bisa satu (moderator) dan dua (moderator),” kata Arief di KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Ia menegaskan, jumlah moderator pada debat Pilpres 2019 yang kedua nanti bisa kemungkinan hanya satu saja yaitu antara Najwa atau Tommy. Alasannya, karena pada debat kedua Pilpres 2019 hanya diikuti capres.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Top 3 Berita Hari Ini: Setangkai Mawar Merah dan Senyum Istri Ustaz Maulana Sebelum Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang wafatnya istri dai kondang ustaz Maulana, Nuraliyah Ibnu Hajar, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 20 Januari 2019 sore. Melalui akun Instagram pribadinya, lelaki bernama lengkap Muhammad Nur Maulana itu mengunggah foto bersama istri tercintanya sebelum mengembuskan napas terakhirnya.

Dalam foto yang diunggah dalam akun Instgram pribadi ustaz Maulana, sang istri terlihat tersenyum mengenakan hijab biru. Kedua tangannya terlihat sedang memegang setangkai mawar merah.

Selain berita duka tersebut, zodiak masih menjadi perhatian pembaca. Kali ini zodiak yang ditengarai mempunyai kebiasaan meminjam uang, seperti Aries, Sagitarius, Aquarius, dan Pisces.

Sifat terlalu baik pada orang lain ini juga ada pada diri para Pisces. Mereka bahkan memiliki kebiasaan meminjam uang tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga orang lain yang berhasil merebut simpati zodiak ini.

Selain itu, jajanan pasar khas Betawi juga menarik perhatian pembaca. Jakarta tak hanya kaya dengan lokasi wisata sejarah, tapi juga memiliki banyak jajanan khas yang menarik untuk dicicipi, seperti dongkal.

Jajanan tradisional ini terbuat dari tepung beras yang dimasukkan ke dalam wadah berbentuk kerucut kemudian dicampur dengan gula aren. Setelah itu, dikukus hingga matang. Kue yang biasa disajikan di atas daun pisang.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

Setangkai Mawar Merah dan Senyum Istri Ustaz Maulana Sebelum Meninggal Dunia

Duka sedang menyelimuti ustaz Muhammad Nur Maulana atau ustaz Maulana, istri tercintanya, Nuraliyah Ibnu Hajar, meninggal dunia di RS Bhayangkara, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 20 Januari 2019.

Kabar duka disampaikan ustaz Maulana @m_nur_maulana. Ia juga kemudian mengunggah sebuah foto yang lain saat mengunjungi istrinya yang sedang terbaring sakit.

Selanjutnya…

4 Zodiak yang Kemungkinan Punya Kebiasaan Meminjam Uang

Sementara sebagian orang bisa sangat disiplin mengatur pengeluaran dengan mempertimbangkan nominal yang masuk, sisanya malah memiliki kesulitan mengatur keuangan. Dari sekian banyak faktor, hal ini ternyata bisa dilihat lewat kacamata zodiak.

Berkaca pada kepribadian menurut astrologi, ternyata ada beberapa zodiak yang buruk dalam mengatur uang. Walau demikian, tak semua memiliki kecenderungan meminjam uang pada teman. Dilansir dari fashionjournal.com.au, Sabtu, 19 Januari 2019, hanya zodiak-zodiak inilah yang punya kebiasaan meminjam uang pada orang lain.

Selanjutnya…

6 Jajanan Pasar Khas Betawi yang Menggoyang Lidah

Jakarta tak hanya memiliki lokasi wisata sejarah, tapi juga mempunyai banyak jajanan pasar khas Betawi. Jajanan tersebut dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional di Jakarta.

Ditemani secangkir teh atau kopi hidangan tersebut bisa memberikan pengalaman kuliner berbeda. Seperti dilansir dari buku Kuliner & Spa Jakarta, beberapa di antaranya dongkal, kembang goyang, putu mayang, cente manis, ongol-ongol, hingga dodol Betawi.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kelemahan Grand Livina dan Kelebihannya, Wajib Disimak bagi Pengguna Baru

Liputan6.com, Jakarta Kebutuhan akan mobilitas masyarakat saat ini cukup tinggi. Tak heran banyak masyarakat yang berbondong-bondong mencari alat transportasi pribadi. Salah satunya adalah mobil. Alasannya, kendaraan roda empat itu mampu menampung lebih banyak orang, jadi cocok digunakan sebagai alat transportasi keluarga.

Salah satu mobil yang diminati sebagian keluarga di Indonesia adalah Nissan Grand Livina. Mobil dengan muka multi purpose vechile (MVP) atau multi fungsi yang dapat digunakan sebagai pengangkut penumpang sekaligus kendaraan pembawa barang ini merupakan andalan dari PT Nissan Motor Indonesia (NMI).

2 dari 6 halaman

Mobil Pilihan Keluarga Indonesia

Banyak yang mengakui kalau mobil ini cukup nyaman dan irit jika dibanding MPV sekelasnya, hal ini membuat Grand Livina sampai saat ini masih mampu bersaing dengan kompetitornya

Mobil keluarga ini pertama kali meluncur pada tahun 2006, dan telah mendapatkan tempat tersendiri bagi keluarga. Buat kamu yang mencari mobil dengan harga terjangkau namun memiliki bagus, Grand Livina bisa menjadi pilihannya.

Namun meskipun mobil ini telah bertahan cukup lama di Indonesia, mobil keluarga satu ini memiliki kekurangan. Jika kamu berminat untuk membeli mobil satu ini, kamu perlu tahu kelemahan Grand Livina dan Kelebihannya, agar tak salah untuk memilihnya.

Dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (21/1/2019) berikut ini kelemahan Grand Livina dan kelebihannya sebagai mobil keluarga.

3 dari 6 halaman

Kelemahan Grand Livina

1. Ground Clearance Rendah

Kelemahan Grand Livina yang pertama ialah ground clearance yang masih rendah. Hal inilah yang kurang menguntungkan menggunakan mobil keluarga satu ini. Mobil ini terbilang rendah dan kurang baik dipakai untuk jalanan yang terlau banyak lubang ataupun polisi tidur dengan tinggi yang bervariasi. Apalagi saat muatan yang ada pada mobil ini terlalu berat atau membawa banyak barang, maka ground clearance akan semakin rendah. Mobil dengan MPV ini memiliki ukuran hanya 175 mm, tentu saja ini terlalu rendah untuk mobil dengan muka MPV.

2. Peredam Kabin Masih kurang

Kelemahan Grand Livina lainnya ialah peredam kabin yang dirasa masih kurang. Hal ini mengakibatkan suara-suara yang berasal dari arah luar dapat terdengar. Tentu saja hal ini dapat mengganggu kenyamanan pengguna.

3. Bangku pada baris ke tiga cukup sempit

Selanjutnya kelemahan Grand Livina terletak pada bangku baris ketiga yang cukup sempit. Namun demikian hal ini dirasa cukup relatif. Baris ketiga ini juga bisa diakali sebagai perluasan bagasi Grand Livina.

4 dari 6 halaman

Fitur Pengaman Kurang

4. Tidak dilengkapi kunci immobilizer

Mobil Grand Livina ini tidak dilengkapi dengan kunci immobilizer. Sehingga jika tanpa kunci aslinya, mobil ini dapat dengan mudah dibawa kabur oleh pencuri. Karena fitur ini dirasa cukup penting dalam sebuah mobil, maka hal ini termasuk dalam kelemahan Grand Livina.

5. Kapasitas mesin kurang besar

Kelemahan Grand Livina yang lain ialah kapasitas mesih yang kurang besar. Meskipun kapasitas yang disediakan pada mesin mobil Grand Livina 1.5 L, akan tetapi mobil dengan body lebih besar tentunya membutuhkan tenaga yang lebih. Namun kapasitas 1.5 L tersebut memang telah standar bagi ukuran mobil dengan bentuk MPV di Indonesia.

6. Tidak ada varian Diesel

Selain itu kelemahan Grand Livina lainnya ialah tidak adanya variasi mesin diesel yang di sediakan seperti mobil lainnya. Sehingga bahan bakar yang harus digunakan tidak bisa memakai ssesuka pengendara.

5 dari 6 halaman

Kelebihan Grand Livina

Namun diluar kelemahan Grand Livina, tentunya terdapat kelebihan yang dapat menguntungkan penggunanya. Berikut ini kelebihan Grand Livina:

1. Lapisan body tebal

Kelebihan dari Grand Livina bisa dilihat dari struktur desain dan dimensi yang terdapat pada mobil tersebut. Memiliki bobot mencapai 1250kg dengan bahan material yang tebal membuat body Grand Livina ini terlihat lebih kokoh. Hal ini merupakan salah satu kelebihan dari Grand Livina yang menjadi daya Tarik.

2. Eksterior yang modern dengan Interior yang Elegan

Desain eksterior dari Grand Livina ini terlihat modern namun tetap menampilkan sisi sporty. Pada bagian headlamp juga dipasang dengan desain terbaru, hingga menghasilkan cahaya yang cukup terang. Selain pada headlamp yang dipasang dengan desain baru, bagian belakang lampu juga tak kalah apik. Desain yang terdapat pada bagian belakang lampu juga terlihat modern dengan tambahan high mount lamp yang diletakkan pada belakang atas.

Selain eksterior yang menawan, kelebihan dari Grand Livina ini terletak pada interior yang elegan. Kabin pada Grand Livina ini disajikan dengan konsep mewah nan elegan. Kabin ini tentunya akan memberi kenyamanan bagi pengendaranya.

6 dari 6 halaman

Irit Bahan Bakar

3. Kelengkapan fitur

Selain interior yang elegan, Grand Livina juga dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung yang canggih. Seperti Display Wide 6 inch touch screen, USB/ iPhone/Ipod connectivity. Ditambah dengan fitur dual SRS airbag pada bagian depan penumpang dan pengemudi. Selain itu dalam Grand Livina juga telah terpasang sensor parkir dan kamera belakang, sehingga penggemudi akan lebih mudah untuk memarkirkan kendaraan.

4. Kualitas Handling

Kelebihan lainnya ialah pada kualitas handling yang dimiliki oleh Grand LIvina. Grand Livina memiliki kualitas handling yang nyaman dan mudah untuk dikendalikan. Selain kualitas handling bang baik, suspense yang berkualitas terutama pada kualitas banting yang cukup empuk menambah nilai lebih pada mobil keluarga satu ini.

5. Bahan Bakar Irit

Bagian terpenting yang manjadi incaran para pencari mobil ialah tingkat keiritan bahan bakar. Grand Livina memiliki tingkat keiritan bahan bakar yang cukup bagus dengan performa yang baik. Mobil keluarga ini mampu menempuh jarak 9 hingga 12 km dalam kota dengan menggunakan BBM 1 liter.

Meskipun Grand Livina memiliki kelemahan dan kelebihannya, akan tetapi mobil ini tetap menjadi salah satu pilihan terbaik bagi sesorang yang mencari mobil dengan muka MPV.


Reporter: Novita Ayuningtyas

Sinopsis Sinetron SCTV Orang Ketiga Episode Senin 21 Januari 2019: Yuni Amnesia?

Liputan6.com, Jakarta Episode Orang Ketiga malam ini menyajikan babak baru dalam kehidupan rumah tangga Rangga dan Afifah. Diceritakan mereka sedang berduaan di rumah sakit. Rangga suapi Afiah makan. Rangga sambil dengarkan rekaman dua detak jantung. Rangga masih nggak percaya Allah masih begitu baik pada mereka.

Afifah peluk Rangga dan minta maaf, dia kemarin nggak nurut sama suaminya itu. Rangga padahal sudah larang dia berangkat. Afifah janji akan jadi istri yang lebih mendengarkan kata kata suaminya. Rangga bilang nggak apa-apa. Afifah lakukan itu justru karena Afifah punya hati yang sangat baik dan tulus dan ingin membantu orang orang.

Masih di episode Orang Ketiga, Putra sedang jaga Yuni. Dan, Yuni tampak gerakkan  tangan dan kepalanya dalam keadaan nggak sadar. Detak jantung Yuni jadi nggak karuan. Putra kaget dan panik. Panggil dokter. Dokter dan perawat masuk dan minta Putra keluar dulu. Putra di luar cemas banget. Yuni akhirnya sadar. Dokter dan perawat lega banget.

Apa selanjutnya di Orang Ketiga?

2 dari 2 halaman

Kondisi Yuni

Aris dan Rossy masih di kantor. Saat Putra telepon Aris. Putra bilang Yuni udah sadar. Apa Aris bisa ke rumah sakit? Aris kaget dan bingung. Putra bilang dia akan jelaskan di sana. Aris dan Rossy akhirnya bergegas ke sana. Putra masih nunggu dengan cemas di koridor ruang tunggu.

Aris dan rossy datang. Putra jelasin kondisi Yuni. Jreng! Aris dan Rossy kaget. Putra minta Aris masuk. Karena dokter bilang penting untuk menghadirkan orang dari masa lalu Yuni untuk tahu di mana ingatan Yuni berhenti. Deg! Aris serba salah.