Kemnaker Dorong Perusahaan Terapkan Norma Hukum Ketenagakerjaan

Liputan6.com, Bandung Pemerintah terus mendorong peningkatan tingkat kepatuhan perusahaan dalam menerapkan norma hukum ketenagakerjaan di lingkungan kerjanya. Salah satu upaya yang telah dan akan terus dilakukan adalah penguatan dan sinkronisasi kerja pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) optimistis jumlah perusahaan yang akan menerapkan norma ketenagakerjaan semakin banyak.

“Kalau 2019 kita tetap targetkan sekitar 21 ribu perusahaan menerapkan norma-norma ketenagakerjaan. Jadi kita optimis target 2019 tercapai,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Binwasnaker dan K3) Kementerian Ketenagakerjaan, Budi Hartawan, saat membuka Rapat Sinkronisasi Program dan Kegiatan Pusat Dengan Daerah TA 2019 Ditjen Binwasnaker & K3 di Bandung, Selasa (12/3/2019).

Menurutnya, selama ini salah satu kendala dalam menyinergikan kebijakan ketenagakerjaan pusat dan daerah, khususnya pada aspek pengawasan, adalah kewenangan sesuai otonomi daerah. Namun, belakangan kinerja antara pemerintah pusat dan daerah semakin sinkron, sehingga mampu mendorong peningkatan capaian kinerja.

“Hampir seluruh provinsi sekarang punya UPTD atau korwil. Sekarang sudah mulai bisa terjadi hubungan yang lebih cepat antara teman-teman di wilayah,” ucap Budi.

Hal tersebut setidaknya terlihat dari dua indikator capaian. Pertama, tingkat kepatuhan perusahaan dalam menerapkan norma ketenagakerjaan. Norma ketenagakerjaan itu mencakup norma pelatihan, penempatan, kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga hubungan kerja.

Jumlah perusahaan yang menerapkan norma ketenagakerjaan terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, tercatat 15.020 perusahaan telah menerapkan norma ketenagakerjaan. Jumlah ini meningkat menjadi 17.065 perusahaan pada 2016. Kemudian meningkat menjadi 20.171 perusahaan pada 2017, lalu pada 2018 ada 24.012 perusahaan. Total capaiannya telah mencapai 79,94 persen.

Namun, terdapat kendala dalam pengawasan terhadap kepatuhan tersebut. Salah satunya, anggaran dan jumlah SDM pengawas yang terbatas.

“Kalau kita kalikan dengan jumlah pengawas 1.574, angka itu enggak dapet. Jumlah perusahaan yang harus diperiksa 26,7 juta. Jauh sekali rasionya,” kata Budi.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang memiliki perhatian terhadap pengawasan ketenagakerjaan. Kedepan, ia berharap pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran daerahnya untuk meningkatkan kinerja pengawasan di daerahnya masing-masing.

“Tentu ini semua tidak bisa kita capai jika tidak ada kerja sama yang baik antara pengawas pusat dan daerah,” ujar Budi.

Untuk meningkatkan kinerja pengawasan ketenagakerjaan di masa depan, ia menyatakan bahwa Kemnaker tengah menyiapkan sistem digital pengawasan. Sistem ini mencakup dari penentuan rencana kerja pengawas hingga pembuatan surat perintah tugas dan nota pemeriksaan. Sistem ini ditargetkan akan diluncurkan tahun ini.

“Sehingga kita bisa memonitor pelanggaran-pelannggaran apa yang sedang terjadi saat ini dengan cepat. Dan dapat ditindaklanjuti dengan cepat juga,” ucap Budi.

Pencapaian yang kedua adalah kebijakan penarikan pekerja anak yang telah berhasil menarik setidaknya 86 ribu pekerja anak dari jenis pekerjaan terburuk hingga 2018.

(*)

Menpora Bersama BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Bantuan untuk Almarhum Atlet Bisbol Ramon Setiyono

Liputan6.com, Pemalang Indonesia kehilangan atlet bisbol terbaik. Almarhum Ramon meninggal dunia pada 19 Februari 2019 di Semarang, Jawa Tengah di usia 31 tahun. 

Menpora Imam Nahrawi menyampaikan pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan hak dari almarhum Ramon Setiyono yang menjadi peserta jaminan BPJS Ketenagakerjaan. 


Menpora berharap semua atlet semestinya dapat mendaftarkan diri menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya resiko para atlet ini khususnya harus betul-betul dilayani dan disiapkan jika terjadi sesuatu sewaktu-waktu. 


“Semua atlet Asian Games dicover BPJS semua tak terkecuali Ramon yang akan mendapat bantuan santunan dan manfaat dari BPJS karena Ramon selain atlet juga guru olahraga di Kota Semarang,” kata Menpora saat mengunjungi rumah duka Ramon di Desa Banglarangan, Ampelgading, Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (6/3) siang.


“Ini adalah tindaklanjut dari kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dan KOI yang didukung pemerintah bahwa seluruh atlet Asian Games termasuk atlet pelatnas, pelatda dan yang dilindungi daerah wajib dilindungi dicover dan mendapat jaminan kesejahteraan dan jaminan sosial serta jaminan kesehatan,” urai Menpora.


Dirpel BPJS Ketenagakerjaan Krisna Syarif mengatakan ini adalah bentuk negara melindungi atlet dan melindungi non-ASN.


“Jaminan sosial merupakan hak individu dan hak asasi semua warga negara diatas 18 tahun termasuk kepada alm Ramon Setiyono,” katanya.


“Terima kasih kepada Menpora yang melibatkan seluruh atletnya untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan juga Pemda Jateng dan daerah setempat untuk mendapatkan jaminan ini bagi tenaga honorer dan lainnya yang non ASN untuk mendapatnya,” tuturnya.


“Hak almarhum ini rinciannya yakni santunan kematian Rp 45 juta dan bantuan manfaat Rp 75 juta sehingga total Rp 120 juta saya harap kedepan kita semua dapat mendaftarkan diri di BPJS Ketenagakerjaan,” harap Krisna.


Ketua Umum PB Perbasasi Andika Manoarfa ditempat yang sama menyampaikan baseball nasional kehilangan seorang atlet yang merupakan atlet terbaik Indonesia saat ini.


“Alm. Ramon adalah pitcher terbaik Indonesia saat ini yang sampai saat ini masih tergabung dengan di timnas yang disiapkan membela Indonesia di East Asia Cup dan SEA Games 2019,” kata Andika.


“Saya ingin tahu tim yang ditinggal almarhum di Semarang statusnya ada dimana, apa yang bisa kita bantu atas nama almarhum semoga menjadi kenangan dan motivasi juniornya untuk menjadi atlet terbaik Indonesia mencontoh seniornya,” tutupnya.

Gara-gara Nomor KTP Direktur Chen Tertukar

Chen pun akhirnya dipaksa sore hari itu juga harus datang ke Kantor Disnakertrans. Dia akhirnya datang membawa dokumen-dokumen ketenagakerjaan ditemani seorang warga negara China bernama A Wei. A Wei sudah lama di Indonesia dan menetap di Surabaya, Jawa Timur. Ia juga memiliki peternakan ayam petelur di Cianjur dengan bendera perusahaan PT Saudara Makmur.

Rupanya, setelah dicek, IMTA yang dimiliki Chen berlaku di perusahaan A Wei. Di PT Saudara Makmur itu pula, Chen punya jabatan sebagai direktur keuangan. “Iya benar, Pak, dia direktur keuangan saya,” kata A Wei seperti ditirukan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardi Hikmat, saat pertemuan di kantor Disnakertrans, itu.

Yang mengejutkan juga, saat Chen menyerahkan akta perusahaan peternakan di Cibokor, Chen bukanlah tenaga kerja, melainkan pemilik peternakan. Jabatannya direktur utama  PT Indah Tunggal Alami, yang membuka peternakan itu sejak 2017. Di bawah Chen, ada beberapa direktur yang semuanya warga negara China. Chen pemilik saham mayoritas di perusahaan tersebut.

“Ternyata dia itu direktur utama sekaligus pemegang saham. Dia sih pegang IMTA, tapi bukan di posisi perusahaan yang sedang kita lakukan pembinaan. Jadi dia itu menunjukkan IMTA, tapi IMTA di perusahaan lain (PT Saudara Makmur). Sama, peternakan juga, tapi beda perusahaan,” ujar Ricky.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ricky, dokumen berupa IMTA itu tidak ada masalah karena semua dokumen sesuai dengan yang dipersyaratkan. IMTA milik Chen juga masih berlaku. Hanya sempat terjadi miskomunikasi saja lantaran Chen tidak lancar Bahasa Indonesia sehingga dilakukan klarifikasi. “Makanya kita bingung kok yang ramai malah urusan e-KTP. Dan banyak yang mempertanyakan soal e-KTP Chen ke kami,” jelas Ricky.

Warganet memang ramai mengecek NIK e-KTP milik Chen di sistem Komisi Pemilihan Umum. Nah, ternyata NIK tersebut muncul atas nama Bahar, warga Kelurahan Sayang, Cianjur. Bahar, 47 tahun, yang kesehariannya berdagang bakso keliling, pun bingung namanya muncul di aplikasi KPU dengan NIK milik WNA. “Saya tinggal di sini sejak 1996, tidak ada masalah soal NIK. Baru kali ini saja ada perbedaan. Baru tahu setelah dikabari ketua RT pagi tadi,” begitu kata Bahar, Selasa, 26 Februari 2019.

Bahar bilang selama ini tak ada kendala dalam partisipasi pencoblosan pemilu. Namun, untuk tahun ini, dia sedikit heran karena mendadak NIK-nya berubah di DPT. “Katanya jadi nama China, ya, saya nggak tahu apa-apa. Sebelumnya, nyoblos Pilgub (Jawa Barat) juga nggak ada masalah. Baru kali ini saja tiba-tiba ramai, katanya NIK-nya dipakai orang asing,” ujar Bahar.

Bantah Tudingan Minim Program, Ini Strategi Ekonomi Jokowi-Ma’ruf

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menjelaskan bahwa akan ada enam program aksi besar yang akan dilakukan capres petahana Joko Widodo apabila terpilih kembali menjadi presiden.

Hal ini merespon keluhan para pengusaha yang menyampaikan bahwa kampanye tahun ini hanya terlihat saling tuding dan kurang memperlihatkan program yang dibawakan kedua pasangan calon (paslon).

Sebelumnya, taipan Sofjan Wanandi mengeluhkan iklim politik Indonesia di tengah gelaran Pemilu 2019. Dia menilai para paslon hanya saling tuding dan minim menjelaskan apa program yang ingin diperkenalkan ke publik.

“Saya kemarin bertemu dengan banyak pengusaha, itu semua mempersoalkan kok kita kampanye kali ini tidak bicara program banyak ya? Cuma saling menghujat satu sama lain, ini gimana kita, ini mana yang harus kita pegang, nah ini yang menimbulkan was-was terhadap para pengusaha maka wait and see itu terjadi,” ungkap Sofjan pada saat menghadiri CNBC Economic Outlook 2019, Kamis (28/2/2019).
Berikut ini daftar program-program aksi besar yang disampaikan oleh Juru bicara TKN, TB Ace Hasan Syadzily kepada detikFinance, Jumat (1/3/2019).

1. Memantapkan Penyelenggaraan Sistem Ekonomi Nasional yang Berlandaskan Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa perlu diwujudkan dalam sistem ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah sistematis untuk memantapkan penyelenggaraan sistem ekonomi yang berlandaskan Pancasila.
– Menyelesaikan penyusunan peraturan dan perundangan
tentang Sistem Perekonomian Nasional yang berlandaskan
ideologi Pancasila.
– Mewujudkan pelaksanaan Sistem Perekonomian Nasional
yang berlandaskan ideologi Pancasila.
– Pengembangan Ekonomi Kerakyatan yang berkelanjutan.

2. Meningkatkan Nilai Tambah dari Pemanfaatan Infrastruktur.
Percepatan pembangun infrastruktur dalam empat tahun terakhir telah memberikan manfaat pada kelancaran konektivitas dan penurunan biaya logistik. Tahapan berikutnya adalah meningkatkan pemanfaatan infrastruktur pada penciptaan nilai tambah ekonomi melalui langkah-langkah:
– Mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru dengan mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif yang melibatkan Swasta, BUMN, maupun BUMD.
– Mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri.
– Meningkatkan pemanfaatan infrastruktur bagi pengembangan UMKM.
– Memperluas akses perumahan/tempat tinggal/hunian dan bedah rumah bagi 5 juta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), buruh, ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri.
– Mengembangkan infrastruktur perkotaan: perumahan/ tempat tinggal/hunian, transportasi massal, sentra-sentra ekonomi yang terintegrasi, serta memastikan ketersediaan infrastruktur air bersih, tenaga listrik, dan pengolahan limbah/sampah.
– Mempercepat pembangunan infrastruktur digital untuk pengembangan ekonomi digital.
– Mengembangkan sistem angkutan umum terintegrasi antar- permukiman, desa, kota, dan provinsi, dengan kerja sama antara pemerintah dan badan-badan usaha.

3. Melanjutkan revitalisasi industri dan infrastruktur Pendukungnya untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0.
Agar perekonomian Indonesia memiliki daya saing, maka revitalisasi industri merupakan keniscayaan. Untuk itu, ada beberapa langkah yang akan dilakukan:
– Menguatkan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dari berbasis komoditas menjadi lokomotif pembangunan ekonomi.
– Mempercepat pengembangan industri prioritas nasional, terutama di industri manufaktur, industri pangan, industri energi, serta industri kelautan/maritim, untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memperkokoh struktur ekonomi menuju kemandirian.
– Menciptakan keterkaitan industri, baik ke depan maupun ke belakang melalui sinergi seluruh pelaku ekonomi nasional.
– Meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) untuk memperkuat industri nasional serta membuka lapangan kerja yang lebih luas di dalam negeri.
– Mengembangkan sentra-sentra inovasi serta peningkatan anggaran riset untuk mendorong inovasi teknologi serta revitalisasi science-technopark untuk keperluan masyarakat serta pengembangan teknologi yang diperlukan di era revolusi industri 4.0.
– Revitalisasi industri pengolahan pascapanen sub-sektor pangan, hortikultura, hingga perkebunan.
– Meneruskan program peningkatan produksi dan pemanfaatan energi fosil secara efisien serta meningkatkan nilai tambah untuk kemajuan perekonomian nasional.
– Meneruskan dan mengokohkan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mencapai target yang terukur pada tahun 2025, termasuk memberikan akses kepada rakyat untuk mengembangkan dan mengelola sumber- sumber energi terbarukan.
– Meneruskan revitalisasi dan pembangunan sarana dan prasarana logistik domestik dan internasional, seperti pelabuhan dan gudang dengan fasilitas pengolahan pascapanen, agar biaya logistik dapat bersaing dengan memanfaatkan kemajuan digital.
– Mengembangkan industri kelautan/kemaritiman, serta mendorong investasi infrastruktur pendukungnya.

4. Mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru.
Selain ekonomi berbasis sumber daya alam, kita juga memiliki beberapa potensi ekonomi baru yang perlu dikembangkan secara merata. Potensi ekonomi baru itu berbasis kekayaan alam dan juga modal sosial budaya yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas. Langkah- langkah yang bisa dilakukan:
– Mempercepat pengembangan sektor pariwisata yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan masyarakat sekitarnya. Fokus pada melanjutkan pembangunan 10 destinasi wisata baru (“Bali Baru”).
– Mempercepat pengembangan ekonomi dan industri kreatif dengan terobosan strategi kebijakan dan insentif melalui Badan Ekonomi Kreatif.
– Mengembangkan industri jasa keuangan berbasis syariah.
– Memfasilitasi berkembangnya ekonomi digital, termasuk transportasi online, dengan menciptakan peluang bisnis, kepastian hukum pada pelaku usaha dan perlindungan pada konsumen, serta meningkatkan daya saing demi kepentingan nasional.

5. Mempertajam reformasi struktural dan fiskal.
Reformasi struktural dan reformasi fiskal adalah kunci peningkatan daya saing perekonomian nasional. Arahnya adalah untuk meningkatkan efisiensi, kemudahan berusaha, dan menciptakan level of playing field yang berkeadilan. Langkah yang akan dilakukan:
– Melanjutkan reformasi struktural dan kemudahan berusaha secara terpadu dan berbasis teknologi informasi.
– Melanjutkan reformasi kebijakan fiskal untuk menghadirkan APBN yang sehat, adil, dan mandiri, serta mendukung peningkatan kesejahteraan, penurunan tingkat kesenjangan, dan peningkatan produktivitas rakyat.
– Melanjutkan reformasi perpajakan yang berkelanjutan untuk mewujudkan keadilan dan kemandirian ekonomi nasional, dengan target terukur, serta memperhatikan iklim usaha dan peningkatan daya saing.
– Optimalisasi PNBP dengan sistem yang terintegrasi serta tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
– Memperkuat sinergi tiga pilar (kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil) guna memperbaiki ketersediaan sumber pembiayaan, menurunkan tingkat bunga, sekaligus mendorong produksi nasional.
– Meningkatkan penyimpanan devisa hasil ekspor di dalam negeri sehingga bisa dimanfaatkan untuk ekonomi nasional.

6. Mengembangkan reformasi ketenagakerjaan.
Sektor ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa. Untuk itu, upaya perlindungan dan penguatan dilakukan dengan:
– Membangun sistem perburuhan dan pengupahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan buruh sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
– Meningkatkan keterampilan pencari kerja dan buruh dengan pelatihan vokasi dan sertifikasi dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan kalangan pendidikan.
– Memperluas akses buruh untuk mendapatkan dana beasiswa pendidikan dan peningkatan keterampilan.
– Meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja di sektor informal.
– Mempercepat pembenahan sistem, pelayanan dan kualitas buruh migran, akses pembiayaan KUR, serta meningkatkan perlindungan bagi buruh migran secara terintegrasi. (dna/dna)

Menaker Yakin Program Desmigratif Bisa Tekan Pengiriman TKI Ilegal

Liputan6.com, Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menyatakan, Program Desa Migrasi Produktif (Desmigratif) yang dicanangkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bisa menekan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang kerap dilakukan calo.

Lewat program ini, calon TKI bisa mendapat informasi lengkap seputar pasar kerja dan tata cara bekerja di luar negeri.

“Bahkan kalau mau misalnya berangkatnya lewat PT, mau nanya PT yang sudah dicabut mana saja, kadangkala orang enggak tahu kan. Itu kalau di layanan migrasi bisa diakses informasi itu,” jelas dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Namun dia mengakui jika upaya tersebut masih butuh usaha yang lebih keras. “Karena ini memang lebih jangka panjang dalam rangka membantu pengelolaan remitansi para TKI,” jelas dia.

Kendati demikian, Hanif menilai, pelaksanaan Program Desmigratif sejauh ini telah berjalan dengan baik, sehingga bisa menangani oknum calo di lapangan.

Alhamdulillah selama ini sudah ada relatif berjalan baik. Dalam program desmigratif itu kan warga desa jadi punya tempat untuk crosscheck Informasi. Karena di situ disiapkan ada informasi pasar kerja, juga kalau mekanisme bekerja ke luar negeri itu seperti apa, syarat-syaratnya bagaimana, dan seterusnya,” tuturnya.

Selain itu, ia melanjutkan, program ini juga mampu menopangi keberlanjutan hidup keluarga TKI yang ditinggal di kampung halamannya.

“Misal yang tinggal pasangannya. Kalau istrinya pergi berarti yang lakinya di rumah, itu kita kasih pelatihan kewirausahaan, kita kasih bantuan sarana dan prasarana usaha sampai mereka menciptakan usaha produktif,” paparnya.

“Kemudian untuk community parenting, anak-anaknya kita urus, kita ada rumah edukatif. Sejumlah BUMN men-support kita, dan anak-anak bisa menghabiskan waktu untuk kepentingan yang positif,” dia menambahkan.

2 dari 2 halaman

Kemnaker Ingin Pemda Ikut Danai Program Desa Migran Kreatif

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen mengoptimalkan program Desa Migran Produktif alias Desmigratif agar lebih maksimal. Program ini dinilai dapat membangkitkan pembangunan ekonomi di desa.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, Kemnakar menargetkan 150 desa masuk program desmigratif pada 2019 ini.

“Masih jalan, Desmigratif untuk tahun ini sekitar 150 desa yang kita jalankan dengan program desmigratif itu di 10 provinsi, sekitar 60 kabupaten,” kata dia di Kemnaker, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Hanif mengakui bahwa meskipun terjadi kenaikan jumlah desa sasaran program dibandingkan tahun sebelumnya, namun itu tidak tinggi. Pada 2018, program ini menyasar 130 desa.

“Naik. Cuma kenaikannya tidak melonjak begitu, karena anggaran kita untuk itu relatif terbatas,” ungkap Hanif.

Karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk turut ambil bagian dalam pendanaan program ini.

“Kita bikin role model-nya, jadi ada modeling dari Kementerian untuk pelayanan dan perlindungan TKI dari desa. Kemudian nanti kita berharap pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota juga bisa mereplikasi itu di desa-desa yang kebetulan belum,” jelas dia.

“Karena kalau kami kan desanya tiap tahun paling satu kabupaten atau satu provinsi kita kasih dua desa sebagai model. Kalau provinsinya bisa lebih kenceng, kabupatennya lebih kencang, saya kira akan makin banyak desa-desa yang terjangkau oleh program desa desmigratif,” Dia menandaskan.


Reporter: Wifridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

Gelar Fashion Show, Menaker Hanif Ingin Populerkan Kain Sarung

Liputan6.com, Jakarta Suasana kantor Kementerian Ketenagakerjaan pada Jum’at (1/3/2091) pagi, tak seperti biasanya. Perayaan Hari Sarung Nasional yang bertema ” Sarung is My New Denim” berlangsung dengan meriah.

Menaker M Hanif Dhakiri, pejabat eselon I, II dan III Kemnaker secara bergiliran berlenggak-lenggok di halaman kantor Kemnaker dengan mengenakan kain sarung/kain khas Nusantara di atas karpet merah yang digelar

Disaksikan ratusan pegawai Kemnaker yang juga mengenakan kain sarung dan berdiri di sisi karpet merah, Hanif Dhakiri, Sekjen Khairul Anwar, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Dirjen Pengawasan K3 Sugeng Priyanto, Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono secara bergiliran bagaikan peragawan/peragawati bergaya berjalan di atas catwalk.

Dalam sambutannya, Menteri Hanif mengatakan pihaknya ingin mempopulerkan kain sarung sebagai salah satu busana nasional Indonesia. Semakin populer dan dikenalnya sarung serta diminatinya sarung oleh generasi milenial, maka akan menimbulkan dampak ekonomi dan lapangan kerja akan luar biasa.

“Hari ini kita sarungan bersama dalam acara bertema Sarung is My New Denim. Selama ini Denim identik dengan jeans. Hari ini kita berbagai macam ragam dari jenis kain. Indonesia kaya betul dengan berbagai macam kain sarung, berbagai macem jenis dan bentuk. Ini jadi potensi ekonomi dan budaya,” ujarnya.

Hanif menambahkan sejarah sarung sangat panjang. Tapi sekilas, sarung sejak dulu digunakan oleh kaum nasionalis dan santri. Tapi lambat-laun, hanya kaum santri saja yang mengenakan sarung dan tiba-tiba sarung dianggap kampungan atau Ndeso.

“Sarungan bukan ndeso atau kampungan. Sarungan itu keren. Kita harus keluarkan sarung dari citra negatif dan dianggap hanya mewakili kelompok tertentu. Sarungan ini untuk semua orang karena sarungan bagian dari budaya nasional,” ujarnya.

Menaker Hanif juga mengajak pegawai Kemnaker untuk mengenakan sarung setiap hari Jum’at. “Monggo di Kemnaker, tiap hari Jum’at pakai sarung, itu tak masalah. Saya tidak akan mewajibkan untuk bersarung tapi kalau hari Jum’at pakai sarung, kita kasih jempol,” kata Hanif seraya memperagakan jari jempolnya ke hadapan pegawai Kemnaker dan disambut applaus.

Hanif menjelaskan sarung bisa digunakan untuk berbagai macam jenis aktivitas. Misalnya untuk ibadah sholat dan aktivitas lain.

“Tapi intinya, kita ingin sarung ini kembali populer menjadi budaya nasional dan membantu penciptaan lapangan kerja di bidang produksi sarung. Mari kita harus bangga dengan jatidiri Indonesia,” katanya.


(*)

Ma’ruf Amin Persiapkan Diri untuk Debat Cawapres saat Safari Politik di Jabar

Liputan6.com, Jakarta – Di tengah kesibukan safari politik, cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin curi-curi waktu untuk melakukan persiapan menghadapi debat ketiga. Ma’ruf tengah melakukan safari lima hari nonstop di Jawa Barat sampai Jumat (1/3/2019).

“Ya sambil jalan, sambil sibuk, sambil persiapkan,” katanya di Ciamis, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).

Debat ketiga bakal menampilkan pertarungan antar cawapres. Ma’ruf bakal berhadapan dengan Sandiaga Uno pada 17 Maret mendatang dengan tema kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Ma’ruf mengaku tidak bakal jauh-jauh membawakan konten debat seputar keberhasilan pemerintahan petahana Joko Widodo. Beberapa yang bakal dia fokuskan dalam ketenagakerjaan antara lain, seperti pelatihan sumber daya manusia, sampai perlindungan terhadap pekerja baik di dalam negeri atau luar negeri.

“Menurut saya landasnnya sudah pemerintah sekarang sudah on the track. Pendidikan memperoleh perhatian kesehatan, tenaga kerja baik pelatihannya maupun perlindungan maupun juga mencari lapangan kerja,” kata Mustasyar PBNU itu.

Adapun ditanya siapa yang menjadi penasihat utamanya, Ma’ruf Amin enggan menjawab. Dia hanya bilang banyak ahli sesuai bidang yang membantunya.

“Ya ada lah dari macem-macem sesuai dengan bidangnya. Jangan dibocorin,” ucapnya. 

2 dari 3 halaman

Doakan Zulkifli Hasan

Ma’ruf pun tak lupa mendoakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

Ma’ruf menganggap Ketua MPR itu sebagai temannya. “Doain dong. Kan temen saya. Mudah-mudahan cepet sembuh. Dia kan temen saya,” ujarnya.

Kendati Zulkifli berbeda posisi politik dan mendukung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Ma’ruf menuturkan mendoakan itu tidak pilih-pilih.

Mustasyar PBNU itu sempat bercanda, barangkali Zulkifli bisa berubah pikiran dan mendukung pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin

“Semua orang yang milih dan yang enggak milih ya didoain. Mudah-mudahan diberi kesehatan, dikembalikan kesehatannya, siapa tau dia mau mendukung saya,” ucapnya sambil tersenyum.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Apa Masukan Rahasia Anies untuk Sandiaga?

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meminta masukan debat ketiga. Sayangnya, keduanya merahasiakan apa masukan soal sistem pendidikan yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan itu digelar Rabu (27/2) kemarin. Adalah Sandiaga yang membocorkan pertemuannya dengan Anies itu. Sandiaga mengaku meminta banyak masukan dari pakar pendidikan, yakni Anies, Sri Edi Swasono dan Meutia Hatta.

Seperti diketahui, tema debat ketiga adalah pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya. Sandiaga merasa, Anies berkompeten untuk memberi gagasan soal pendidikan sebelum unjuk gigi di panggung debat.

“Pak Anies menyampaikan pokok-pokok pikirannya karena waktu kita di DKI sama-sama berjuang, beliau juga (mantan) menteri pendidikan, hal yang paling utama yang ingin kita perbaiki adalah sistem pendidikan dan sektor pendidikan yang ada di DKI. Ini yang sudah mulai pelan-pelan diperbaiki di DKI, alhamdulillah mulai dari pendidikan anak usia dini sampai ke mahasiswa, kita punya terobosan di DKI,” kata Sandiaga di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Sandiaga mengakui sistem pendidikan yang pernah digagas di Ibu Kota tak bisa disamakan dengan pola pendidikan dalam skala nasional. Untuk itu, dia perlu masukan kebijakan program pendidikan yang bisa mencakupi seluruh wilayah Indonesia.

“Tapi di DKI tidak bisa disamakan dengan daerah yang lain karena DKI relatif kecil tempatnya masyarakat lebih terdidik dan terekspose, ya namanya juga ibu kota. Tapi bagaimana program-program di DKI ini bisa digunakan sebagai batu pijakan kita untuk mendesain secara nasional yang lebih baik lagi,” lanjut Sandiaga.

Saat dikonfirmasi mengenai pertemuan itu, Anies enggan memberi bocoran secara garis besar masukan apa saja yang sudah diberikan ke Sandiaga. Anies hanya mengatakan, sarannya untuk Sandiaga terkait kebijakan pendidikan.

“Mengobrol saja, ya pendidikanlah, dia mau debat, dia tanya soal kebijakan-kebijakan pendidikan, apa yang perlu menjadi perhatian,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Anies tak merinci saran apa yang disampaikan untuk mematangkan penampilan Sandiaga di panggung debat berhadapan dengan rivanya Ma’ruf Amin. Menurutnya, isi perbincangan dengan Sandiaga yang minta saran soal debat tak perlu dibocorkan.

“Masa diomongin di sini, bagaimana itu,” kata Anies.

Lantas, apa sih masukan rahasia Anies untuk Sandiaga?
(idn/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Persiapan Debat Pilpres Ketiga, BPN: Sandiaga Akan Sampaikan Data Valid

Liputan6.com, Jakarta – Pasangan calon wakil presiden akan menjalani debat pilpres ketiga pada Minggu 17 Maret 2019. Tema yang akan diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Pipin Sopian mengaku, Sandiaga tak akan bersifat menyerang kepada Ma’ruf pada saat debat pilpres ketiga nanti.

“Bang Sandiaga insyaAllah siap dengan santun tanpa harus menyerang seperti Pak Jokowi, beliau akan menyampaikan data-data yang valid,” kata Pipin di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (25/2).

Saat ditanyakan tema apa yang akan lebih difokuskan oleh Sandiaga pada saat debat pilpres ketiga nanti. Ia mengaku tak ada yang difokuskan secara khusus oleh Sandiaga.

“Fokusnya adalah bagaimana semua program kesejhateraan itu berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Lalu, saat disinggung apakah Sandiaga akan menjawab dengan ayat-ayat seperti apa yang dilakukan Ma’ruf pada debat Pilpres pertama. Sandiaga pun akan siap melakukan hal tersebut jika diperlukan.

“Bang Sandiaga juga siap, kenapa tidak. Tapi kita enggak taulah nanti kita lihat ada kejutan-kejutan,” pungkasnya.


2 dari 2 halaman

Persiapan Maruf Amin

Calon Wakil Presiden nomer urut 01 Ma’ruf Amin mengaku sudah mantap untuk melakukan debat ketiga pada 17 Maret 2019. Ma’ruf pun sudah beberapa kali melakukan latihan terkait tema debat seputar kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

“Ya kita sudah siap saja. Ya sudah beberapa kali (latihan) saya lupa itung,” kata Ma’ruf Amin di Istora Senayan, Jakarta, Minggu 24 Februari 2019.

Dia mengatakan semua isu sudah dipelajari. Dan seluruh pernyataan pun kata dia sudah diantisipasi.

“Semua isu yang kita monitor. Kita antisipasi semua. Kan kita enggak akan tau yang mana yang akan muncul. Karena itu sekuat isu, apa yang kira-kira berkembang di kalangan masyarakat. Isu yang didapatkan cawapres 02 itu semua kita antisipasi,” kata Ma’ruf Amin.

Ditempat yang sama Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengatakan, format debat pun tidak berubah. Dia menilai Ma’ruf Amin sudah berpengalaman.

“Dia figur ulama besar. Dia juga tokoh ekonomi syariah. Kita menjaga saja beliau untuk tidak terkaget-kaget karena kan kalau debat jawabannya 1-2-3 menit. Itu saja yang kita jaga. Supaya massage-messagenya bisa konkret dan insyaAllah cawapres kita figur yang sangat baik, ulama besar, track record jelas, insyaAllah jauh dari konflik pribadi,” kata Erick.


Reporter: Nur Habibie


Saksikan video pilihan berikut ini:

Persiapan Ma’ruf Amin Hadapi Debat Ketiga

Liputan6.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden nomer urut 01 Ma’ruf Amin mengaku sudah mantap untuk melakukan debat ketiga pada 17 Maret 2019. Ma’ruf pun sudah beberapa kali melakukan latihan terkait tema debat seputar kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

“Ya kita sudah siap saja. Ya sudah beberapa kali (latihan) saya lupa itung,” kata Ma’ruf Amin di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/2).

Dia mengatakan semua isu sudah dipelajari. Dan seluruh pernyataan pun kata dia sudah diantisipasi.

“Semua isu yang kita monitor. Kita antisipasi semua. Kan kita enggak akan tau yang mana yang akan muncul. Karena itu sekuat isu, apa yang kira-kira berkembang di kalangan masyarakat. Isu yang didapatkan cawapres 02 itu semua kita antisipasi,” kata Ma’ruf Amin.

Ditempat yang sama Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengatakan, format debat pun tidak berubah. Dia menilai Ma’ruf Amin sudah berpengalaman.

“Dia figur ulama besar. Dia juga tokoh ekonomi syariah. Kita menjaga saja beliau untuk tidak terkaget-kaget karena kan kalau debat jawabannya 1-2-3 menit. Itu saja yang kita jaga. Supaya massage-messagenya bisa konkret dan insyaAllah cawapres kita figur yang sangat baik, ulama besar, track record jelas, insyaAllah jauh dari konflik pribadi,” kata Erick.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: