Keren, 3 Negara Ini Turut Berkontribusi dalam Menangkal Perubahan Iklim

Norwegia menempati posisi teratas sebagai negara yang paling banyak membuat inisiatif soal lingkungan, termasuk adopsi mobil listrik dan janji pemerintah untuk bergabung bersama “climate neutral” pada tahun 2030.

Climate neutral adalah inisiatif yang diluncurkan oleh PBB pada tahun 2015 untuk mendorong dan mendukung semua lapisan masyarakat agar mengambil tindakan tegas terhadap pemanasan global, sehingga mencapai dunia yang netral iklim pada pertengahan abad, seperti yang diabadikan dalam Perjanjian Paris yang diadopsi pada tahun yang sama.

Uniknya, hubungan penduduk setempat dengan alam disebut telah melampaui batas. Penduduk Norwegia menganut konsep friluftsliv, yang artinya ‘kehidupan terbuka’, dengan berpedoman pada pentingnya menghabiskan waktu di luar rumah agar tetap sehat dan bahagia.

“Ini adalah bagian yang sangat mengakar dalam budaya kita, dan sesuatu yang hampir seperti agama bagi banyak orang,” kata warga lokal, Axel Bentsen, yang juga merupakan CEO ‘Urban Sharing’ –perusahaan penyedia layanan sharing sepeda ‘Oslo City Bike’.

“Kami menghabiskan waktu di luar rumah dalam segala cuaca, dan bayi kami bahkan tidur siang di luar ruangan. Ibu kota kami, Oslo, menarik karena kami benar-benar bisa naik angkutan umum ke hutan,” lanjutnya.

Oslo dinobatkan sebagai “2019 European Green Capital” oleh Komisi Eropa untuk memulihkan air murni di sana, mengurangi polusi udara dengan mengganti kendaraan bermotor dengan sepeda dan transportasi publik, serta melakukan pendekatan inovatif terhadap penganggaran iklim (menjadikan emisi karbon dioksida sebagai metrik yang dapat dilacak, seperti halnya pendanaan keuangan).

Oslo juga berupaya keras menjadi kota yang bebas dari kendaraan bermotor di pusatnya. “Selama setahun terakhir, sangat menyenangkan melihat kota ini menghilangkan ruang parkir, menggantinya dengan membangun lebih banyak area pejalan kaki dan jalur pesepeda,” ungkap Bentsen.

Meskipun 99 persen energi domestik Norwegia dipasok secara berkelanjutan melalui tenaga air dari garis pantai, fjord (semacam teluk yang berasal dari lelehan gletser) dan air terjun yang ada di sana, namun negara Skandinavia ini masih merupakan ekstraktor dan pengekspor minyak mentah utama –masalah politik klasik.

Konon, dengan pundi-pundi yang dihasilkan dari minyak tersebut, otoritas bisa membangun infrastruktur yang lebih ramah lingkungan dalam jumlah besar pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *