Keputusan BI Bikin Rupiah Tembus 14.594 per Dolar AS

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual menuturkan, rupiah menguat terhadap dolar AS sejak perdagangan kemarin hingga jelang akhir pekan masih didorong keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI 7 day repo rate menjadi enam perseroan.

Meski kenaikan suku bunga acuan itu di luar prediksi, David menilai kebijakan BI tersebut untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga bank sentral AS. Ditambah sentimen tak terduga defisit neraca perdagangan per Oktober 2018 melebar USD 1,8 miliar.

“Ini pengaruh suku bunga. Penguatan (rupiah) sejak kemarin hingga hari ini. Keputusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan,” ujar David saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, dari sentimen eksternal juga belum ada yang terlalu dominan. “Namun harga minyak turun juga mendukung,” kata David.

Meski rupiah menguat, David menilai pergerakannya masih fluktuaktif hingga akhir 2018. Hal itu karena perlu mewaspadai kebijakan bank sentral AS atau the Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan Desember.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus menguat. Pagi ini, Rupiah menguat paling perkasa diantara mata uang negara lain di Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *