Umuh Muchtar Berang Kepemimpinan Wasit Persib vs Tira Persikabo

Liputan6.com, Bandung – Kekalahan Persib Bandung 1-2 dari Tira-Persikabo membuat manajer Umuh Muchtar meradang. Sang manajer menyindir sikap wasit yang memimpin laga sore tadi.

Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (2/3/2019), Persib harus menerima kekalahan pertamanya di turnamen pramusim yang disiarkan Indosiar ini.

Seusai pertandingan, Umuh bicara kepada awak media. Ia menilai kepemimpinan wasit Dwi Purba menunjukkan ketidakadilan pada Persib sehingga menderita kekalahan.

“Permainan tadi sebenarnya imbang tapi lebih bagus kita sebetulnya. Bukan karena kalah lalu protes, semua orang lihat ini makin parah wasit. Mungkin yang lama-lama ini punya dendam sama Persib. Cuma Persib yang teriak, dan di sini saya cerita,” kata Umuh.

Ia mengaku sudah menyimpan rekaman pertandingan dan siap melaporkannya kepada Komite Disiplin PSSI untuk menindaklanjuti.

“Handball liat berapa kali? dan ketika seharusnya kita dapat penalti kita malah tidak dapat penalti,” ucapnya mengacu pada penilaian kepemimpinan wasit Dwi Purba.

2 dari 3 halaman

Salahkan Wasit

Umuh mengaku heran dengan wasit Dwi Purba. Dia menilainya pengadil secara terang-terangan berbuat curang di turnamen yang digagas Presiden Joko Widodo tersebut.

“Jadi wasit ini harus lebih hormat. Ini Piala Presiden, ini piala terhormat. Anak-anak sudah bermain bagus, sesuai instruksi pelatih. Kalau mereka main jelek baru saya salahkan pemain dan pelatih, marah sama mereka. Tapi ini mutlak kesalahan wasit,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Rekomendasi Persib

Umuh pun akan segera membuat laporan kepada PSSI untuk tidak lagi menggunakan wasit Dwi Purba ke depannya.

“Kalau tidak percaya nanti saya ada bukti. Kalau wasit ini dipakai terus, PSSI tak akan ada kemajuan. Kenapa wasit-wasit ini saja yang masih dipakai? Pakai dong yang muda,” kata Umuh.

TKN Jokowi: Sidang Ratna Sarumpaet Perlihatkan Buruknya Leadership Prabowo

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin bersyukur sidang kasus hoax Ratna Sarumpaet akhirnya digelar. Menurut TKN Jokowi-Ma’ruf, kasus Ratna menunjukkan bahwa kubu Prabowo mampu menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

“Saya bersyukur sidang kasus Ratna Sarumpaet bisa digelar kemarin. Perkara Ratu hoax dari kubu hoax akhirnya disidangkan,” kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

“Cara kubu Pak Prabowo yang mempergunakan segala cara untuk memenangkan kompetisi politik dengan keji dan kejam. Mereka berambisi untuk mem-framing Pak Jokowi sebagai pemimpin diktator dan otoriter. Kasus Ratna mereka ‘santap’ degan lezatnya. Diungkap ke media bukan dilaporkan ke kepolisian,” sambungnya.


Pria yang akrab disapa Toni itu menilai, sidang kemarin memperlihatkan buruknya kepemimpinan (leadership) Prabowo yang mudah mempercayai hoax yang direkayasa oleh Ratna. Menurut dia, Prabowo tampil sebagai pemimpin yang emosional karena menelan informasi tanpa melakukan klarifikasi.

“Kasus Ratu Hoax ini juga memperlihatkan buruknya leadership Prabowo. Prabowo pemimpin yang tidak matang dan emosional sehingga tidak mampu memproses sebuah informasi dengan tepat sehingga keputusan yang diambil sangat buruk. Grasa-grusu, semua informasi ditelan bulat-bulat tanpa klarifikasi sama sekali,” tutur Toni.

“Lalu apa yang diharap rakyat dari kubu penyebar hoax dengan calon presiden yang leadership yang buruk?” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratna menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (28/2). Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut akibat penganiayaan.

Padahal kondisi bengkak pada wajah Ratna merupakan efek dari operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng. Jaksa mengungkap, Ratna memfoto dirinya saat menjalani perawatan medis, lalu menyebarkan foto ditambah keterangan soal terjadinya penganiayaan.
(azr/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dapat Mosi Tidak Percaya, Kepala LIPI: Tunggu Tim Penyelaras

Jakarta – Profesor riset dan peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melayangkan mosi tidak percaya terhadap Ketua LIPI Laksana Tri Handoko. Handoko menilai tak semestinya ada gerakan tersebut.

“Dalam konteks di atas, gerakan dan manuver dari sebagian kecil peneliti senior dan pensiunan peneliti LIPI tidak sepatutnya dilakukan,” ucap Handoko lewat pesan singkat, Kamis (28/2/2019).

Dia menegaskan LIPI merupakan lembaga akademis yang menjunjung tinggi kebebasan akademis berdasarkan etika ilmiah. Namun di sisi lain, LIPI juga lembaga eksekutif pemerintahan yang mengacu pada regulasi dan etika ASN bagi civitas di dalamnya.


Menurut Handoko, sebaiknya seluruh pihak menunggu hasil kerja Tim Penyelaras yang sudah dibentuk KemenPAN-RB dan Kemenristekdikti. Dia mengatakan bila ada bagian dari eksekusi yang perlu diperbaiki semestinya segera dicari solusinya.

Salah satu alasan dilayangkannya mosi tidak percaya yakni Handoko dinilai mengingkari kesepakatan untuk menghentikan sementara reorganisasi di LIPI. Handoko mengatakan reorganisasi sebagai produk hukum yang telah melalui proses panjang sehingga tak bisa dianulir dengan mudahnya.

Handoko juga mengatakan reorganisasi dilakukan untuk perbaikan di tubuh LIPI. Dia tidak sepakat bila reorganisasi membuat kinerja LIPI menurun.

“Reorganisasi ditujukan untuk meningkatkan tata kelola, produktifitas dan kinerja LIPI di bidang litbang. Selain untuk menyesuaikan tata kelola sesuai dengan regulasi terkini. Dengan proses reorganisasi yang baru berjalan beberapa minggu bagaimana mungkin membuat layanan dan reputasi LIPI merosot,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, profesor riset dan peneliti utama LIPI melayangkan mosi tidak percaya terhadap Handoko. Mereka menilai Handoko mengingkari kesepakatan tentang pengkajian ulang kebijakan reorganisasi.

“Kepala LIPI ternyata tidak menepati janji untuk menghentikan reorganisasi dan redistribusi sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil oleh kedua belah pihak dan imbauan tersebut,” kata perwakilan profesor dan peneliti LIPI, Hermawan Sulistyo, di gedung Widya Graha lantai 7, LIPI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Hermawan mengatakan ada sembilan alasan lain yang melatarbelakangi munculnya mosi tidak percaya tersebut. Profesor dan peneliti menilai saat ini sistem dan tata kelola internal LIPI telah rusak, pelayanan publik LIPI juga merosot, dan reputasi LIPI sebagai pemegang otoritas keilmuan hancur.

Atas berbagai alasan tersebut, para profesor dan peneliti LIPI menyatakan tak percaya pada kepemimpinan Handoko. Karena itu, mereka mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Handoko.

Diberitakan sebelumnya, Handoko memang menandatangani kesepakatan bersama profesor dan peneliti tentang pengkajian ulang kebijakan reorganisasi LIPI. Dalam kesepakatan itu, terdapat 5 poin tuntutan para profesor dan peneliti utama LIPI.

Handoko bersedia menandatangani dengan catatan poin 1 dan poin 5 dalam kesepakatan itu dikaji lebih dulu. Berikut ini 5 tuntutan para peneliti yang ditandatangani Handoko pada 8 Februari 2019 ini:

1. Menghentikan sementara (moratorium) kebijakan reorganisasi LIPI
2. Membentuk Tim Evaluasi Reorganisasi LIPI yang beranggotakan perwakilan dari masing-masing kedeputian
3. Mengkaji ulang kebijakan reorganisasi LIPI dengan melibatkan seluruh civitas LIPI secara inklusif, partisipatif, dan humanis
4. Merumuskan visi, rencana strategis, dan peta jalan (road map) LIPI dengan tahapan yang terukur dan jelas
5. Selama proses pengkajian ulang berlangsung, maka tata kelola LIPI dikembalikan pada struktur sesuai dengan Perka LIPI No 1/2014.

Seusai pertemuan, Handoko menjelaskan alasannya yang sempat tidak mau menandatangani 5 tuntutan dari peneliti LIPI tersebut karena poin 1 dan 5 berbenturan dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2018.

“Jadi memang kalau reorganisasi itu sebenarnya bukan hanya saya prosesnya. Jadi yang jelas proses itu melibatkan banyak pihak khususnya KemenPAN-RB. Kedua, memang kita ada proses pemindahan pusat yang standardisasi nasional. Itu kalau kita pakai kan itu gugur padahal sesuai perpres itu harus sudah dipindah, jadi tak mungkin, kasihan juga yang sudah ke sana, itu amanah Perpres Nomor 4 Tahun 2018,” paparnya.
(jbr/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

OMD Dinobatkan Sebagai Global Media Agency of The Year

Liputan6.com, Singapura – OMD Worldwide, yang merupakan bagian dari Omnicom Media Group Agency, dinobatkan sebagai Global Media Agency of the Year oleh Adweek, publikasi perdagangan iklan mingguan asal Amerika.

Dalam memilih OMD, Adweek menilai dari segi kinerja perusahaan yang mengesankan setelah tahun 2017. Adweek menganggap bahwa OMD mampu mempertahankan lebih dari US$ 2,6 miliar bisnisnya selama 2018.

“Merupakan sebuah kehormatan besar karena telah dinobatkan sebagai Global Media Agency of the Year oleh Adweek. Kami tidak hanya memenangkan lebih dari 300 titinada di semua geografi pada tahun lalu, tetapi pada saat yang sama, kami juga menggandakan tingkat retensi kami dan meningkatkan peringkat klien kami empat kali berturut-turut sepanjang 2018,” kata Florian Adamski, CEO Global OMD melalui pernyataan tertulisnya yang Liputan6.com terima Kamis (28/2/2019).

“Kami juga konsisten untuk tetap menjadi agensi paling bergengsi di Cannes Lions Festival of Creativity. Ketika Anda melihat semua ini, hasilnya sangat mencengangkan. Namun semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja keras, kemauan, dan kemampuan beradaptasi dari orang-orang kami, atau kepercayaan yang diberikan kepada kami oleh klien dan mitra kami. Saya sangat bangga dengan apa yang telah kami capai dan berharap untuk membangun fondasi ini lebih kuat pada tahun 2019 dan seterusnya,” lanjutnya.

Menurut Adweek, turnaround (proses penyelesaian atau waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas) dimulai dari adanya perubahan kepemimpinan, dengan penunjukan Florian Adamski menjadi Global CEO pada akhir 2017 dan secara lateral, ketika dia membangun tim eksekutif dan regionalnya, dengan perpaduan bakat yang dimilikinya ketika memimpin Omnicom dan karyawan dari industri yang lebih luas.

Keputusan yang lebih baik menggabungkan brand promise dan posisi kompetitif. Untuk memastikan hal itu tak hanya sekadar slogan, banyak inisiatif dilakukan untuk menginformasikan setiap aspek bisnis dan memberdayakan kemampuan OMD.

Selain itu, peran dari platform teknologi baru (Omni) dan proses perencanaan media (OMD Design) berpengaruh dalam turnaround. Omni adalah platform pemasaran presisi yang dibuat oleh Omnicom. Kemudian, secara paralel, OMD menata kembali proses perencanaan mereka melalui OMD Design.

Kemitraan teknologi terbaik di kelasnya, yang dipandu oleh proses unik, bertujuan memberdayakan OMD untuk menciptakan pengalaman yang lebih bernilai dan berharga, agar memberikan hasil bisnis yang lebih baik.

Adweek menyimpulkan bahwa, setelah bertahun-tahun mendominasi pasar global, meskipun tahun 2017 adalah tahun tersulit, OMD –yang kliennya mencakup McDonald’s, PepsiCo, Apple dan Renault Nissan Alliance– kini kembali berada di puncak permainannya.

Di Asia Pasifik, kembalinya peran OMD antara lain penunjukan yang sukses dari bisnis-bisnis terkenal seperti Suncorp dan Belong di Australia; The Warehouse Group di Selandia Baru; Singtel di Singapura; Wipro dan Levi’s di India; serta WH Group, Papadai, Toutiao dan Amway di Tiongkok.

Hal ini juga dibuktikan dengan perluasan hubungan jaringan dengan Beiersdorf di seluruh Asia Tenggara dan keberhasilan retensi bisnis McDonald di China dan Taiwan pada tahun 2018.

Stephen Li, CEO OMD APAC, menambahkan, “Kami sangat senang bisa kembali menduduki puncak setelah melalui tahun yang luar biasa –dan penting– bagi jaringan kami. Sepanjang tahun 2018, kami telah mengambil langkah besar untuk memastikan bahwa kami terus memberikan proposisi nilai kami untuk menjadi mitra bisnis sejati bagi klien kami, mendorong kinerja bisnis nyata bagi perusahaan mereka.”

“Penghargaan terbaru ini adalah validasi dari semua upaya dan perkembangan kami. Kami menantikan untuk melanjutkan momentum kemenangan luar biasa ini dengan klien kami hingga 2019 dan seterusnya,” pungkasnya.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Sahroni DPR: Pembangunan Infrastruktur Pakai Dana BPJS Hoax

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni menegaskan bahwa rumor penggunaan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah informasi sesat alias hoax.

Masyarakat diminta cerdas mengonsumsi informasi yang bertujuan memecah belah bangsa, terlebih menjelang Pemilu Serentak 2019.

Pernyataan itu disampaikan politisi muda Partai Nasdem pada saat temu warga di masa reses DPR yang berlangsung di Jalan Kalibaru Timur Rt 04 Rw 02, Cilincing, Jakarta Utara, merespons pertanyaan warga seputar penggunaan dana BPJS untuk pembangunan infrastruktur, Rabu (27/2/2019).

“Saya pastikan itu hoax,” ucap Sahroni.

Mantan Anggota Komisi XI ini menuturkan, pemerintah telah membangun jalan baru sepanjang 2.650 kilometer (km), jalan tol 1.000 km, serta pemeliharaan jalan sepanjang 46.770 km.

Tak hanya infrastruktur jalan, pembangunan jalur kereta api juga digarap sepanjang 3.258 km di pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera, hingga Kalimantan.

Di sektor udara, pemerintah, kata Sahroni, juga membangun 15 bandara baru dan pengadaan 20 pesawat perintis. Demikian halnya di sektor laut membangun 24 pelabuhan baru, pengadaan 26 kapal barang perintis, serta pengadaan kapal ternak dan 500 unit kapal rakyat.

“Ini semua tujuannya untuk pemerataan pembangunan. Seluruh rakyat merasakan pembangunan, tidak lagi hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa,” kata Sahroni.

2 dari 2 halaman

Sumber Pendapatan

Ditambahkannya, untuk merealisasi pembangunan infrastruktur tersebut pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menggelontorkan dana sebesar Rp 4.700 triliun. Lantas darimana dana sebesar itu diperoleh?

Sahroni merinci sumber pembiayaan diperoleh dari APBN, pengampunan pajak (tax amnesty), kerja sama dengan investor asing dan utang luar negeri.

“Kontribusi dari APBN sebanyak 41,3% atau sebesar Rp 1.941 triliun. Kemudian BUMN sebesar 22% atau 1.034 triliun, dan kontribusi swasta sebesar 36,7% atau senilai Rp 1.725 triliun. Jadi nggak ada dana BPJS yang dipakai untuk pembangunan infrstruktur,” jelasnya.

Sahroni lebih jauh mengingatkan masyarakat untuk cerdas dan bijak mencerna informasi dari sosial media yang kerap dipertanyakan validitas datanya.

“Seringkali informasi di medsos itu bertujuan memecah belah kita untuk kepentingan politik sesaat. Mari bapak dan ibu kita bijak mencerna informasi,” imbuh Sahroni.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Demokrat Bali Dukung AHY Jadi Suksesor SBY

Denpasar – Ketua DPD Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta mengakui ada aspirasi untuk mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi nakhoda partai berlambang mercy itu. Mudarta menyebut kepemimpinan AHY sebagai Ketua Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) memang patut diacungi jempol.

“Memang ada aspirasi, Demokrat kalau pergantian ketum, itu kan forumnya kongres, kongres itu kan tahunnya 2020 jadi masing-masing ada forumnya. Momentum sangat tepat mas AHY ketua Kogasma beliau memberikan support karena sangat digandrungi oleh anak-anak muda kan,” ujar Mudarta via telepon, Rabu (27/2/2019).

Mudarta mengatakan aspirasi untuk mengusung AHY menggantikan ayahnya. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai nakhoda Demokrat akan dibawa saat Kongres Demokrat berlangsung. Saat ini dia menyebut Demokrat Bali tengah fokus untuk memenangkan para caleg yang diusung.

“Ada aspirasi seperti itu, tapi fokusnya kita ke pemenangan itu. Aspirasi kita catat, tapi momentumnya nanti 2020 pada saat forum kongres,” ujarnya.

Selama ini meski SBY tengah sibuk menemani istrinya Ani Yudhoyono menjalani pengobatan di Singapura, Mudarta mengaku koordinasi pemenangan Pileg dan Pilpres tetap berjalan lancar. Menurutnya struktur partai Demokrat juga sudah lengkap dan bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

“Mas AHY sekarang sudah dikukuhkan sebagai Ketua Kogasma Partai Demokrat, semacam komando operasional pemenangan partai demokrat, istilahnya panglima komando di lapangan. Kalau Ketum kan pak SBY, walaupun beliau ada di Singapura memberikan support istrinya Bu Ani tapi beliau terus support komando, karena struktur partai kita sudah lengkap di lapangan,” urainya.

“Masing-masing ketua DPD, DPC tiap kabupaten/kota juga sudah ada panglimanya. Ya sekarang komando bisa via telepon, WhatsApp, kan zaman sudah canggih, selain itu caleg sudah bekerja di Dapil masing-masing. Caleg kan punya tim kampanye, relawan, mereka sudah bekerja sesuai tugas masing-masing. Demokrat kondisinya sudah bagus, aman terkendali,” sambungnya.

Mudarta juga memastikan kesibukan keluarga SBY merawat Ani di Singapura tak menjadi hambatan. Koordinasi tetap berjalan lancar.

“Mas AHY lah komandan operasional di lapangan sudah bagus. Sudah bagus beliau kontak setiap DPD, DPC. Komunikasi kita dengan Pak SBY, AHY Mas Ibas selaku ketua bapilu sudah bagus komunikasinya, sudah bagus,” ucap Mudarta.

Isu Partai Demokrat (PD) berganti nakhoda santer terdengar via jejaring WhatsApp atau WA. Disebutkan alasan pergantian pimpinan PD itu lantaran SBY tengah sibuk mengurus istrinya Ani Yudhoyono, yang tengah perawatan untuk melawan kanker darah.

Wasekjen PD Andi Arief menyebut memang ada keinginan dari para kader dan pimpinan PD di daerah agar SBY fokus mengurus Ani Yudhoyoni. Ada suara yang berharap AHY berperan lebih banyak lagi.

“Memang sekarang ada keinginan DPD dan kader agar SBY konsentrasi mengurus Ibu Ani, lalu AHY memimpin kemenangan Pileg. Jadi cuma kosnentrasi menang Pileg. Ketum tetap SBY sampai kongres 2020,” tutur Andi.

(ams/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

OJK Sebut Indonesia Pasar yang Menjanjikan Bagi Unicorn

Liputan6.com, Jakarta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menuturkan perkembangan teknologi yang terjadi saat ini tak dapat terbendung lagi. Itu salah satunya seiring menjamurnya pertumbuhan Unicorn di dalam negeri.

Indonesia bahkan dipandang sebagai pangsa pasar yang menjanjikan ketika berbicara ekonomi digital atau platform bisnis yang disebut e-commerce.

“Indonesia adalah potensi besar untuk lakukan ini karena kan penduduk kita banyak dan 40 persen lebih masyarakat kita belum punya rekening dan belum cukup pembinaan literasinya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Dia mengaku, tidak akan melarang keberadaan Unicorn di dalam negeri untuk terus bertumbuh. Lantaran, banyak membawa manfaat bagi masyarakat.

“Kami dari OJK tak akan larang itu karena masyarakat banyak dapat manfaat dengan hadirnya produk-produk teknologi terutama finansial sektor,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, yang perlu diperhatikan ialah menjaga dan memonitor keberadaan Unicorn ini di dalam negeri.

“Kemudian bagaimana kita bisa memonitor dengan jelas dan kita berikan koridor bagaimana mereka operasinya itu kuat,” tandas dia.

2 dari 2 halaman

Menkominfo Tegaskan Unicorn Tak Mungkin Dikuasai Asing

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menegaskan Unicorn di Indonesia tidak akan bisa dikuasai asing. Saat ini terdapat 4 Unicorn di Indonesia yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

Dia kembali memastikan jika meski mendapat suntikan dana dari asing, Unicorn tidak akan berganti kepemilikan. Sebab model bisnisnya berbeda dengan perusahaan konvensional.

Jika di perusahaan biasa, pemimpin bisa berganti menjadi pemilik modal terbesar. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Unicorn. Kepemimpinan tetap berada di tangan founder.

Start up enggak gitu. Founder itu gak boleh keluar malah, meski suatu saat listed. Venture capitalnya? ya mereka cuma uang aja,” ujar dia di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Dia mencontohkan, PT Djarum yang menyuntikkan dana di beberapa start up di Indonesia. Namun pimpinan Djarum tidak bisa menjadi direktur di perusahaan start up tersebut.

Unicorn Indonesia misalnya, Djarum investornya, Astra ke Gojek misalnya, paling mentok jadi komoisaris aja. CEO, Founder dan lain-lain itu ya dari perusahaan. Mereka believes jadi investor. Zaky (Bukalapak), Fery (Traveloka), William (Tokopedia), Nadiem (Gojek) ya gak boleh keluar,” tegas dia.


Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

Gerakan Peningkatan Pangan Lokal Kementan Dinilai Positif Bagi Daerah

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai telah cukup serius bekerja guna meningkatkan produktivitas pangan berbasis potensi lokal atau kedaerahan.

Keseriusan dan fokus Kementan, khususnya di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, diharapkan dapat terus ditingkatkan lagi.

“Program gerakan peningkatan pangan lokal yang dikerjakan Kementan semoga terus dilakukan. Sebab dampaknya juga positif kepada daerah,” ujar Wakil Ketua Komite II DPD RI Charles Simaremare, Senin (25/2/2019).

Menurut Charles, berdasarkan informasi yang diterimanya, beberapa petani di daerah telah dikawal Kementan supaya dapat memproduksi pangan berbasis lokal yang berkualitas.

“Jadi nanti ke depannya supaya nggak ada lagi ketergantungan terhadap komoditas di luar daerahnya, apa lagi sampai dari impor,” ucap Charles.

Charles mengatakan, Indonesia memamg perlu memikirkan kembali upaya memenuhi kebutuhan pangan di daerah berbasis sumber daya pertanian lokalnya.

“Nah Kementan kini sepertinya sudah kembali menekan hal tadi. Supaya masyarakat daerah bertumpu kepada produk pangan lokalnya, bukan bergantung ke yang lain,” kata Charles.

Charles mengimbau, gerakan peningkatan produktivitas pangan lokal yang selama ini telah cukup bagus dilakukan Kementan, patut juga bersinergi dengan pemerintah daerah. Sehingga mulai dari tingkat pengembangan produksinya, jaminan harga serta distribusi pangan lokal dapat menyasar yang tepat sebab adanya keterlibatan ‘tuan rumah’.

2 dari 2 halaman

Lebih Komersial

Belum lama ini, pemerintah dianggap tak memiliki keseriusan terhadap potensi pangan lokal guna mendukung terealisasinya kedaulatan sumber daya pertanian nasional.

Bentuk kritikan tersebut disebabkan masih minimalnya alokasi anggaran dari pemerintah untuk melestarikan maupun meningkatkan produktivitas potensi pangan lokal.

Pemerintah dipandang lebih memperhatikan komoditas hasil pertanian lainnya dibandingkan pangan berbasis lokal.

Sementara, Kementan juga menyatakan selalu mendorong tercapainya peningkatan produksi pangan lokal sebab menjadi salah satu penentu kedaulatan pertanian.

Bahkan, Kementan juga telah mencanangkan pangan lokal agar lebih komersial ke depannya serta pengolahan berbasis teknologi sehingga mampu menyesuaikan kebutuhan zaman.


Saksikan video pilihan berikut ini:

5 Bintang MU dengan Gaji Tertinggi Per Pekannya

Jakarta – Sudah bukan rahasia lagi, Manchester United (MU) cukup royal menggaji bintang-bintangnya. Dengan kemampuan finansial yang terjamin, Setan Merah memang bak surga bagi pemain-pemain dengan kontribusi bagus.

MU adalah klub yang dibangun atas dasar cinta dan dukungan para penggemar. Dari era Sir Matt Busby ke Class of 92 dan bahkan sampai akhir kepemimpinan Sir Alex Ferguson, pemain menghargai klub lebih diri diri mereka sendiri.

Setan Merah adalah sebuah merek dan nilai pasarnya tidak bisa dibayangkan. Selama beberapa tahun belakangan ini, kekuatan finansial United naik tetapi prestasi di lapangan menurun.

Meski penampilan mereka mengecewakan akhir-akhir ini, kekuatan finansial klub sangat membantu klub memikat pemain kelas dunia di Old Trafford. Bahkan para pemain yang berada di klub selama lima hingga enam tahun menuntut kenaikan gaji besar-besaran untuk memperpanjang kontrak mereka.

Berikut ini lima pemain MU yang mendapat gaji tertinggi, dengan 1 pound setara Rp18 ribu, seperti dilansir Sportskeeda.

2 dari 6 halaman

Fred (Rp3,15 miliar per Pekan)

Sebelumnya, Fred bermain bareng Shakhtar Donetsk di Ukraina sebelum pindah ke Manchester United pada musim ini. Pensiunnya Micheal Carrick dan minimnya kreativitas di lini tengah membuat Jose Mourinho memboyong Fred ke Old Trafford.

Fred membawa energi dan beberapa rasa Samba ke skuat. Dia adalah gelandang yang tidak takut untuk melakukan tekel. Pemain asal Brasil itu bisa juga bisa memberikan perlindungan kepada para pemain belakang.

Namun, sejak bergabung dengan Setan Merah, situasi tidak berjalan seperti yang diharapkannya. Fred kesulitan mendapatkan kesempatan bermain reguler di bawah manajer asal Portugal. Fred tentu berharap bisa mendapat kesempatan yang lebih baik di bawah manajer baru.

3 dari 6 halaman

Romelu Lukaku (Rp3,6 miliar per Pekan)

Romelu Lukaku memulai kariernya di Premier League dengan Chelsea tetapi gagal tampil mengesankan untuk The Blues. Dia sempat dipinjamkan ke West Brom sebelum dijual ke Everton. Sejak saat itu, Lukaku berhasil mencetak banyak gol untuk The Toffees dan menghabiskan empat tahun di Goodison Park.

Setelah Zlatan Ibrahimovic cedera, Manchester United membutuhkan seorang striker baru. Meski Chelsea juga berminat memulangkan sang pemain, Mourinho berhasil membawanya ke Old Trafford dengan biaya transfer sebesar 75 juta pounds.

Lukaku sekarang sedang memasuki musim keduanya bersama United dan sedang menjalani periode yang sulit dalam kariernya. Meski musim debutnya cukup mengesankan, ia gagal mencapai standar tersebut pada musim ini. Lukaku terlihat sangat kelelahan. Dia adalah satu-satunya striker murni yang dimiliki United saat ini sehingga itu menambah tekanan kepada pemain Belgia tersebut.

4 dari 6 halaman

David De Gea (Rp3,6 miliar per Pekan)

David De Gea adalah satu di antara pemain yang direkrut ketika Sir Alex Ferguson masih menjadi manajer Manchester United. Penampilan impresif pemain asal Spanyol itu dengan Atletico Madrid membuatnya menjadi pengganti yang ideal buat Edwin Van Der Sar yang pensiun.

De Gea terlihat kesulitan pada awal kariernya dengan Setan Merah setelah membuat sejumlah kesalahan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik di klub. Dia juga termasuk salah satu kiper top dunia saat ini.

De Gea sudah memenangkan hampir segalanya dengan Setan Merah kecuali Liga Champions. Ia juga satu-satunya penerima penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year dalam tiga kesempatan berturut-turut.

5 dari 6 halaman

Paul Pogba (Rp5,22 miliar per Pekan)

Paul Pogba muncul dari akademi Manchester United di bawah Sir Alex Ferguson. Namun, minimnya kesempatan bermain membuat pemain Prancis itu meninggalkan United dan bergabung Juventus di Italia. Pogba membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia selama empat tahun di Turin dengan memenangkan Seria A dan mencapai final Liga Champions.

Pada saat itu, United sedang kesulitan dengan minimnya kreativitas di lini tengah. Kedatangan Jose Mourinho memastikan masuknya pemain kelas dunia di klub dimulai dengan Paul Pogba. Pogba akhirnya kembali ke Old Trafford dengan status pemain termahal dunia.

Meski harganya sangat mahal, Pogba tidak bisa menunjukkan performa yang konsisten dan terlibat perseteruan dengan manajernya. Dia dicadangkan oleh Jose Mourinho dalam beberapa pertandingan terakhir. Manchester United membayar mahal Pogba tapi mereka belum mendapatkan hasilnya.

6 dari 6 halaman

Alexis Sanchez (Rp7,2 miliar per Pekan)

Alexis Sanchez pernah bermain untuk Barcelona dan Arsenal sebelum bergabung dengan Manchester United di bursa transfer Januari musim lalu. Sanchez merupakan pemain terbaik Arsenal. Namun, ia punya keinginan yang kuat untuk memenangkan trofi.

Pada usia 29 tahun, Sanchez memutuskan untuk meninggalkan Emirates guna mencari trofi dan diperebutkan dua klub Manchester. Akhirnya, United berhasil mendapatkan pemain asal Chile itu dengan ditukar Henrikh Mkhitaryan.

Namun, penampilannya belum bisa memenuhi ekspektasi penggemar dan dikabarkan sudah tidak betah di United. Sanchez masih belum menampilkan permainan terbaiknya di Old Trafford meski mendapatkan gaji yang sangat besar di klub.

Sumber: Bola.net

Ribuan Demonstran di Gaza Serukan Presiden Palestina Mundur

Gaza City – Ribuan demonstran di Jalur Gaza menyerukan agar Presiden Palestina Mahmud Abbas mengundurkan diri dari jabatannya. Seruan ini dilontarkan setelah Abbas berupaya menekan Hamas, yang menguasai Gaza, dengan penghematan finansial.

“Pergi!” teriak para demonstran di Gaza seperti dilansir AFP, Senin (25/2/2019).

Kebanyakan demonstran merupakan pendukung Hamas dan Mohammed Dahlan, rival Abbas (83) yang didepak dari Partai Fatah yang dipimpin Abbas. Diketahui bahwa Dahlan saat ini hidup dalam pengasingan.

Dalam aksinya, para demonstran menyerukan agar Otoritas Palestina membayarkan gaji secara penuh untuk pegawai sektor publik di wilayah Gaza yang dikuasai Hamas. Diketahui bahwa Abbas telah mengurangi gaji para pegawai publik di Gaza dalam beberapa bulan terakhir.
Para demonstran menuntut agar suplai listrik ke Gaza ditingkatkan, mengingat selama ini warga setempat hanya mendapatkan suplai listrik dengan interval delapan jam.

Unjuk rasa ini juga menentang blokade Israel selama lebih dari satu dekade terakhir atas Jalur Gaza.

Israel sebelumnya menyatakan bahwa blokade diperlukan untuk mencegah Hamas mendapatkan persenjataan atau material yang bisa digunakan oleh mereka. Diketahui bahwa Israel dan Hamas telah terlibat tiga kali perang sejak tahun 2008.

Tahun 2007, Hamas mengambil kendali atas Gaza dalam konflik dengan Fatah. Berbagai upaya rekonsiliasi dilakukan untuk mengembalikan kekuasaan Otoritas Palestina di Gaza, namun gagal. Fatah sendiri berbasis di wilayah Tepi Barat.

Secara terpisah, sekitar 2.500 orang berunjuk rasa di Tepi Barat pada Minggu (24/2) waktu setempat. Aksi mereka bertujuan untuk mendukung Abbas.

Saat aksi protes ini digelar, Abbas sendiri diketahui sedang berada di Sharm El Sheikh, Mesir untuk menghadiri pertemuan puncak Uni Eropa dan Liga Arab. Selama berada di Mesir, Abbas bertemu dengan Presiden Abdel Fattah Al-Sisi.

Kepemimpinan Abbas atas Palestina seharusnya berakhir tahun 2009 lalu, namun karena tidak pernah digelar pemilu maka dia tetap menjabat hingga kini.
(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>