Saling Sahut Jokowi vs Prabowo soal Infrastruktur

Jakarta – Kedua calon presiden mendapatkan pertanyaan terkait infrastruktur di Indonesia.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut jika pembangunan infrastruktur yang dilakukan Joko Widodo kurang efisien. Banyak proyek yang dikerjakan dengan grasa grusu.

Prabowo juga menyampaikan banyak proyek yang merugi, efisien.

“Ini mengakibatkan sulit membayar. Jangan infrastruktur hanya jadi monumen contohnya LRT Palembang,” kata dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Menanggapi hal tersebut, capres nomor urut 01 Joko Widodo menyebut Prabowo yang menyebut kerja infrastruktur yang tidak feasible adalah hal yang tidak benar.

“Kalau tadi pak Prabowo sampaikan tanpa feasibilty study salah besar, karena ini sudah direncanakan sejak lama. Semuanya ada,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan terkait LRT Palembang dan MRT Jakarta dibutuhkan waktu untuk memindahkan budaya naik mobil atau kendaraan pribadi ke transportasi massa.

“Yang saya pelajari di negara butuh bertahun-tahun. Tidak mudah, ini baru 4 tahun 6 bulan. Mengenai Kertajati, begitu rampung airport Bandung akan dipindahkan ke Kertajati,” imbuh dia.

(ara/eds)

Polisi Sterilisasi Lokasi Ledakan Keras di Parkit Senayan

Liputan6.com, Jakarta Lokasi yang diduga asal ledakan saat ini disterilisasi oleh puluhan petugas kepolisian. Belum diketahui penyebab ledakan tersebut.

Pantauan merdeka.com, Minggu (17/2/2019), lokasi ledakan yang berada di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), dilarang didekati oleh masyarakat umum.

Petugas kepolisian membuat barikade agar lokasi tetap steril. Bau terbakar masih tercium meski ledakan terjadi sekitar pukul 20.15 WIB.

Polisi juga memasang garis polisi guna menyelidiki penyebab ledakan.

Belum diketahui penyebab ledakan tersebut. Petugas kepolisian masih menjaga ketat lokasi kejadian.

Seorang saksi, Raja Ginting, mengatakan ledakan terdengar sangat keras.

“Ada asap hitam, kami sempat lari semua,” kata Raja Ginting di lokasi kejadian, Minggu malam.

Sementara itu, usai ledakan terdengar, beberapa aparat kepolisian mencari asal muasal ledakan.

Terlihat kendaraan Brimob untuk menjinakan bom bergerak ke lokasi yang diduga menjadi asal ledakan.

Reporter: Ronald

Tahun Depan, Teknologi Pengereman AEB Bakal Jadi Fitur Standar Mobil

Liputan6.com, Jakarta 40 negara yang dipimpin oleh Jepang dan Uni Emirat Arab belum lama ini mengajukan permohonan penerapan Advanced Emergency Braking system (AEB). Teknologi ini akan digukakan pada mobil-mobil baru dan kendaraan komersial ringan. Kiranya teknologi ini akan diterapkan pada tahun depan.

Dilansir Carscoops, tujuan dari aturan penggunaan AEB tak lain untuk meningkatkan keselamatan berkendara di jalan raya. Ada 3 negara yang akan menggunakan aturan yang telah mereka buat sendiri di dalam negerinya. Ketiga negara tersebut yaitu Amerika Serikat, Cina dan India.

Tercatat pada 2016, dari 9.500 angka kematian yang terjadi di Uni Eropa, 38 persen di antaranya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Lima puluh persen mayoritas korban tewas dari kecelakaan di jalan raya menimpa sang pengemudi. Sedangkan, untuk pejalan kaki sebesar 40 persen.

Menurut sebuah studi dari Euro NCAP dan Australasian NCAP menyatakan bahwa dengan penggunaan sistem AEB berdampak terhadap penurunan angka kecelakaan hingga 38 persen. Komisi Eropa juga memprediksi bahwa dengan kehadiran sistem ini dapat menyelamatkan lebih dari 1.000 nyawa setiap tahunnya di Uni Eropa.

2 dari 3 halaman

Aturan di Amerika Serikat

Sementara itu, Amerika Serikat telah memberlakukan persyaratan yang ketat dan selaras secara  internasional untuk menggunakan sistem AEB pada kecepatan rendah yaitu di kisaran 60 km/jam.

Aturan di Amerika Serikat tersebut berlaku untuk mobil yang saat ini sedang dalam masa produksi atau masih berbentuk prototipe agar ke depannya tidak perlu lagi memasang fitur tersebut.

Untuk sementara, rancangan peraturan tersebut sudah mendapat lampu hijau dan disetujui oleh Partai Kerja untuk kendaraan otomatis/otonomi dan terhubung (GRVA) di Forum Dunia UNECE. Diharapkan, aturan ini segera disetujui agar para produsen mobil dapat segera mengadopsi AEB pada kendaraan terbarunya.

Untuk Amerika Serikat, mereka telah memiliki perjanjian dengan 20 produsen mobil  yang menyatakan bahwa setiap kendaraan baru harus memiliki sistem AEB pada September 2022. Diketahui ada 4 merek mobil yaitu Tesla, Mercedes-Benz, Toyota dan Volvo yang sudah menjadikan aturan ini sebagai suatu fitur standar dari mobil mereka.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Kendaraan Lapis Baja hingga Mobil Pemadam Bersiaga di Lokasi Debat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Pengamanan Hotel Sultan, Jakarta diperketat, menjelang debat calon presiden (debat capres) yang diselenggarakan pada Minggu (17/2/2019), pukul 20.00 WIB.

Pantauan Liputan6.com, di lokasi debat capres, di Hotel Sultan, pengamanan dilakukan pihak kepolisian dari berbagai kesatuan, di antaranya Brimob dan Sabara.

Untuk memperkuat pengamanan, ratusan petugas berseragam dan tanpa seragam disiagakan. Selain itu juga disiagakan kendaraan lapis baja dan menyiagakan anjing pelacak untuk mendeteksi adanya bom.

Selain pihak keamanan, juga disiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran, serta fasilitas pendukung kehanda‎lan pasokan listrik. 

PLN Distribusi Jakarta Raya telah menyiapkan satu unit Power Bank berkapasitas 1.000 kilo Volt Amper (kVA), dan satu unit Power Bank 630 kVA untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik.

Sebagai cadangan pasokan PLN juga disiapkan tiga unit UPS masing-masing 500 kVA untuk menjamin keandalan pasokan listrik. Selain itu, langkah mitigasi risiko lain juga disiapkan, termasuk dengan memasok listrik dari 2 sumber yang berbeda dengan dilengkapi Automatic Change Over (ACO).

Apabila sumber utama terganggu, dapat secara otomatis berpindah ke sumber pasokan listrik lainnya.

Untuk diketahui, debat capres‎ akan dilaksanakan pukul 20.00, adapun yang akan dibahas dalam debat tersebut adalah pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam (sda) dan lingkungan hidup.

2 dari 2 halaman

Pengusaha: Debat Capres Bukan Ajang Saling Serang tapi Adu Terobosan

Sebelumnya, kedua kandidat calon presiden (capres) akan saling beradu program terkait masalah energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup pada malam ini.

Dalam debat nanti, para pengusaha berharap agar kedua capres akan mengemukakan visi dan misi jangka pendeknya dan jangka panjangnya secara konkret. Bukan hanya sekedar saling serang dan beradu argumen.

“Tentu kami dari pengusaha lebih melihat ke depannya seperti apa. Dari sisi energi, apa yang akan difokuskan oleh pemerintah dan bagaimana korelasinya dengan peluang investasi di bidang sumber daya alam yang ada,” ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.

Kemudian dari sisi kebijakan pangan, lanjut Shinta, pengusaha ingin melihat adanya terobosan yang dilakukan sehingga Indonesia tidak hanya menjadi negara pengimpor komoditas pangan, melainkan menjadi negara pengekspor.

“Minimal mampu memenuhi kebutuhan pokok sendiri dan memadukannya dengan potensi investasi jangka pendek dan jangka panjang,” ungkap dia.

Kebijakan di bidang lingkungan hidup, kata Shinta, juga tidak kalah penting. Sebab, keberlanjutan bangsa dan negara sangat didukung oleh daya dukung lingkungan.

“Nah, konsepnya gimana? bagaimana menciptakan keseimbangan antara investasi dan lingkungan dan bagaimana memperbaiki yang telah rusak. Negara akan berperan seperti apa? Bagaimana apresiasi pemerintah kepada perusahaan atau orang yang telah membantu dan mendukung pembangunan  yang berkelanjutan,” jelas dia.

Sementara untuk infrastruktur, dalam debat tidak tidak perlu membahas apa yang telah terjadi. Shinta berharap, kedua kandidat tidak berdebat soal perlu tidaknya membangun jalan tol.

“Ke depan bagaimana? apa fokus infrastruktur untuk mendukung seluruh kehidupan bangsa, energi, pangan, SDA, lingkungan dan lainnya. Jangan sampai infrastruktur menguntungkan salah satu sisi saja, baik untuk investasi tapi tidak baik dari sisi lingkungan. Itu tidak boleh. begitu pula sebaliknya. Ini yang ingin kita dengar,” tandas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Dua Orang Kaya Indonesia Pesan BMW S1000RR yang Harganya Hampir Rp1 Miliar

Liputan6.com, Jakarta – PT Maxindo Moto Nusantara sebagai agen pemegang merek (APM) BMW Motorrad di Indonesia berencana menghadirkan model baru dari BMW S1000RR. Rencananya, moge asal Jerman ini bakal didatangkan April 2019.

“Model baru yang sudah pasti satu model, BMW S1000RR yang sudah ditampilakan di EICMA. Peluncuran saat IIMS 2019, April mendatang,” jelas Joe Frans, CEO PT Maxindo Moto Nusantara, di sela-sela peluncuran BMW C 400 X di BMW Motorrad Flagship Store, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Lanjutnya, untuk harganya memang masih belum bisa diinformasikan. Namun yang pasti, bakal lebih mahal dibanding model yang saat ini sudah dijual di Indonesia. “Untuk harga yang sekarang Rp 734 juta off the road. Kalau yang baru nanti, bakal lebih mahal karena ada opsi M Package juga,” tambahnya.

Meskipun bakal dibanderol hampir Rp1 miliar, namun model ini ternyata sudah diburu pecinta moge di Tanah Air. terbukti, meskipun belum resmi diluncurkan di Indonesia, namun sudah ada konsumen yang melakukan pesanan.

“Sudah dua yang pesan, karena kebanyakan mereka ingin dapat yang pertama dan spek yang paling tinggi. Sudah dari tahun lalu, karena kan sudah dikenalkan di EICMA 2018,” pungkasnya.

2 dari 3 halaman

selanjutnya

Untuk diketahui, BMW S1000RR ini dipersenjatai dengan mesin empat silinder dengan cairan pendingin yang berkapasitas 999 cc. Mesin tersebut diklaim mampu memuntahkan tenaga hingga 209 Tk pada 13.500 rpm dan torsi 113 Nm pada 11.000 rpm.

Dengan tenaga sebesar itu, motor ini mampu melesat 0 ke 100 km/jam hanya dalam waktu kurang dari 3 detik. Motor ini memiliki kecepatan maksimum hingga 299 km/jam.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Permintaan Terakhir Mubarok Sebelum Tewas Kena Ledakan Granat di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Suasana duka masih menyelimuti tempat tinggal Muhammad Ibnu Mubarok di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bocah berusia 10 tahun ini meninggal dunia akibat terkena ledakan granat pada Kamis 14 Februari 2019 siang. Ledakan granat juga merenggut nyawa temannya, Muhammad Doni (14). Dia meninggal dunia beberapa jam kemudian setelah sempat di rawat di RSUD Leuwiliang.

Sementara temannya yang lain Khoirul Islami (10) menderita luka di bagian kaki.

Di mata ayahnya Muhammad Abdul Majid (42), Ibnu Mubarok dikenal sebagai sosok anak yang baik, patuh terhadap orangtua, dan pola pikirnya seperti orang dewasa.

“Kalau saya sedang kerja, tanpa disuruh dia nyamperin terus bantuin. Perilakunya beda sama kakak-kakaknya. Di sekolahnya juga gitu, rajin,” terang Abdul, Minggu (17/2/2019).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar ini juga rajin membaca Alquran dan salat lima waktu. Terlebih, semenjak dia menjadi seorang muazin di masjid yang dibangun ayahnya sebulan lalu, ia selalu datang ke masjid lebih awal.

“Dia baru sebulan jadi muazin. Setelah saya suruh jadi muazin, salatnya makin bersemangat. Datang ke masjid paling awal,” terang Abdul.

Abdul mengaku tidak memiliki firasat buruk. Namun ada satu permintaan anaknya yang tidak akan pernah ia lupakan. Seminggu sebelum insiden ledakan, anak bungsunya meminta berhenti bersekolah dan ingin belajar ilmu agama Islam di pondok pesantren.

“Enggak tahu alasannya kenapa tiba-tiba ingin berhenti sekolah dan memilih pesantren,” ucap Abdul dengan nada sedih dan berlinang air mata.

Pada saat itu Abdul keberatan dan meminta anaknya tetap bersekolah hingga lulus SD. Namun ia berjanji kepada Mubarok akan membangun pondok pesantren dekat rumahnya setelah anaknya lulus.

“Saya sempat bilang ke dia, beresin sekolah sampai SD, nanti bapak bikin pesantren. Kamu sama temen-temen bisa mondok disitu, jadi enggak perlu jauh-jauh pesantrennya,” kata dia.

Abdul memang berniat untuk membangun sebuah pondok pesantren. Bahkan lahan dan materialnya sudah dia persiapkan sejak beberapa tahum silam.

“Saya sudah persiapkan sedikit-sedikit materialnya buat pesantren, untuk anak-anak belajar ilmu agama lebih dalam,” terang Abdul.

2 dari 2 halaman

Martabak Terakhir

Kenangan yang tidak pernah dia lupakan adalah ketika anak keempat dari empat bersaudara ini membawakan martabak untuk sang ayah yang sedang berada di masjid.

“Sehari sebelum kejadian, malam jam 10-an dia datang. Pak, ini ade bawa kue. Masya Allah, itu malam terakhir saya dikasih kue. Saya engga nyangka,” ucap Abdul.

Beberapa jam sebelum ajal menjemput pun, Mubarok merengek minta diantarkan ke sekolah oleh kakaknya. “Memang suka dianterin, tapi kemarin itu ngerengeknya beda,” kata dia.

Namun, Abdul tak menyadari tanda-tanda itu adalah firasat bahwa Mubarok akan meninggal. Usai pulang sekolah, Mubarok tewas mengenaskan kena ledakan granat di samping rumahnya.

Granat berbentuk lonjong itu dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai ketiga orang tersebut.

“Saat meledak kaca jendela dan bangunan rumah ikut bergetar, saya juga sampai kaget,” kata dia.

Saat keluar rumah, ia mendapati Mubarok dan dua temannya sudah terkapar bersimbah darah. Ketiganya kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Waktu di rumah napas anak saya sudah tersendat-sendat. Kalau dua temannya masih bisa mengerang kesakitan,” terang Abdul.

Mubarok dinyatakan sudah meninggal dunia. Doni dalam keadaan kritis hingga akhirnya meninggal dunia Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Semenjak kejadian itu, Abdul terlihat murung. Dia kerap menyendiri di belakang masjid. Tak hanya itu, Siti Nurhasanah (41), ibu Mubarok pun selalu menitikkan air mata kerap kali ditemui kerabat dan tetangganya.

Siti mengaku saat kejadian dirinya tengah mengajar di sekolah madrasah. Namun ia sudah beberapa kali membuang granat tersebut meskipun awalnya benda tersebut dikira onderdil kendaraan.

“Pertama saya umpetin di dapur. Kedua saya buang ke tempat sampah. Saya engga tahu kalau itu bom, tapi pas dipegang berat juga,” kata dia.

Menurut Siti, bahan peledak itu ditemukan anaknya saat lari pagi di lapangan tembak, tempat anggota TNI/Polri latihan menembak pada 3 Februari 2019.

“Sama dia dibawa pulang. Disimpan di lemari pakaian, kadang dibawa-bawa ngaji. Mungkin dia enggak tahu kalau itu bom,” kata dia.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Bagaimana Memperpanjang Umur Aki Mobil Bensin dan Diesel?

Liputan6.com, Jakarta Aki pada kendaraan menjadi komponen penting. Tanpa tenaga listrik yang tersimpan di aki, mobil tidak bisa dihidupkan kecuali didorong. Akan sangat sulit bila mobil bertransmisi otomatis. Makanya, aki sangat penting keberadaannya.

Selain penyimpan listrik, aki juga berfungsi kestabilan tegangan pada kendaraan. Hampir semua komponen berhubungan dengan aki.

Dengan fungsi yang lumayan kompleks dan pemakaian normal, aki biasanya akan berumur sekitar dua tahun untuk kendaraan bermesin bensin. Lalu jika mobil bermesin diesel, apakah bedanya?

Kepala bengkel Auto2000 Bekasi Barat, Sapta Agung Nugraha, menjelaskan, pada dasarnya pemakaian dan umur aki baik untuk mesin bensin maupun diesel, relatif sama.

Tapi jika melewati rentang waktu itu, ada baiknya aki harus sering diperhatikan. Supaya tahu jika ada gejala daya aki mulai berkurang atau tidak.

“Biasanya ketika menyalakan mesin di awal terasa berat, itu salah satu tanda bahwa masa aki tidak akan lama lagi,” ujar Sapta, seperti dikutip dari laman Auto2000.

2 dari 3 halaman

Tips Merawat Aki

Selain itu, untuk menjaga umur atau usia pakai aki agar lebih awet, bisa juga dengan mempertahankan atau tidak menambah beban aki. Sebaiknya tetap berada di tegangan 12V.

“Selain itu juga biasakan memastikan semua lampu kendaraan dalam keadaan mati sebelum meninggalkan mobil ketika parkir. Itu salah satu yang bisa menjaga keawetan aki,” tutur Sapta.

Jika jenis akinya adalah basah, maka jangan sampai cairan yang ada di dalamnya berkurang. Usahakan harus selalu penuh sampai dengan batas amksimal.

“Kalau air akinya kurang juga lama-lama bisa menyebabkan aki menjadi lemah. Jadi jika sering melakukan servis berkala, kondisi aki juga akan terjaga jika selalu diawasi oleh teknisi yang andal,” tandasnya.

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Kakorlantas Tepis ‘Tol Jokowi Pembunuh Bayaran’: Sudah Layak Uji

JakartaKakorlantas Irjen Refdi Andri bicara tudingan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, tentang jalan tol ‘pembunuh bayaran’. Refdi menyebut jalur tol yang ada saat ini tentunya sudah melalui proses kelayakan.

“Yang namanya pembangunan itu kan, mana kala sudah selesai dia kan lakukan uji. Itu namanya uji layak fungsi jalan. Baru perencanaan saja sudah dilakukan evaluasi, menjelang dioperasionalkan juga dilakukan evaluasi, dilakukan pengkajian,” sebut Refdi kepada detikcom, Minggu (17/2/2019).

Dian Fatwa sebelumnya menyamakan jalan tol yang dibangun semasa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai pembunuh bayaran karena, menurutnya, banyak menyebabkan kecelakaan. Namun Refdi menyebut faktor penyebab kecelakaan tidak hanya pada infrastruktur.
“Kalau faktor-faktor kecelakaan itu kan banyak, ada faktor manusianya, ada faktor cuaca juga, ada faktor kendaraan juga, faktor jalur juga, dan pada umumnya juga tidak sendiri-sendiri,” ujar Refdi.

Tol ‘pembunuh bayaran’ itu disebut Dian lantaran bentuknya sebagai rigid pavement atau jalanan yang kaku dan–menurutnya–tidak memenuhi standar sebagai jalan tol karena tidak ditambah aspal. Dia mencontohkan jalur tol itu seperti di Trans Jawa. Namun anggapan itu ditepis Refdi.

“Cukup bagus saya kira. Sarana-prasarana memadai, kemudian lajurnya juga cukup bagus, kemarin kita juga lakukan survei sebelum Natal, sebelum Tahun Baru kita lakukan survei,” ucap Refdi.

Tudingan tol ‘pembunuh bayaran’ itu awalnya disampaikan Dian dalam suatu acara diskusi pada Sabtu, 16 Februari 2019. Dia menyindir pembangunan tol di masa pemerintahan Jokowi yang mengabaikan keselamatan manusia karena, menurutnya, bangunan tol itu tidak memenuhi standar sehingga menyebabkan kecelakaan.

“(Sebanyak) 90 persen (penyebab kecelakaan di tol) karena apa? Karena bannya meletus, karena aspalnya banyak diamplas, karena pembangunan aspalnya tidak sampai 5 centimeter,” ucap Dian.

“Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran, masuk jalan tol bayar tapi mati,” imbuh Dian.

(dhn/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

‘Tol Jokowi’ Bikin Ban Cepat Panas dan Bisa Meletus, Benarkah?

JakartaJuru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, menyebut tol yang dibangun oleh Jokowi membuat ban cepat panas dan cepat meletus. Dian Fatwa beralasan, jika ban kendaraan bergesekan dengan jalan tol yang bentuknya rigid pavement, ban akan cepat panas hingga meletus.

Menurutnya, dengan rigid pavement sangat membahayakan bagi kendaraan khususnya bus dan truk yang memiliki ban tipis. Benarkah demikian?

Menurut Zulpata Zainal, Manager On Vehicle Test (OVT) PT Gajah Tunggal (produsen ban GT Radial), pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. Kata Zulpata, kalau ban dalam kondisi standar dan tidak kekurangan angin, jalanan apa pun tetap aman-aman saja.

“Pertama kalau bannya standar, maksudnya keausan nggak tipis banget, kan ada namanya TWI atau tread wear indicator kalau itu diikuti misalnya untuk passanger car sisanya ban 1,6 milimeter misalnya, pokoknya masih di atas TWI, itu dianggap standar. Yang kedua, tekanan angin sesuai yang disarankan oleh pabrikan mobil. Yang ketiga beban sesuai kapasitas kendaraan yang direkomendasikan oleh pabrik mobil. Terakhir ban itu diperuntukkan memang untuk kendaraannya itu. Kalau itu semua sudah dipenuhi, itu kemungkinannya kecil untuk pecah ban kalau dipakai normal,” jelas Zulpata kepada detikOto melalui sambungan telepon, Minggu (17/2/2019).

Artinya, Zulpata menjelaskan, kalau empat faktor tersebut terpenuhi dalam keadaan normal, ban dipakai di jalan apa pun tetap aman. Terlebih, pabrikan ban sudah memperhitungkan segala hal sebelum menjual produknya secara massal, termasuk pengujian ketahanan ban di berbagai kondisi jalan.

“Dengan syarat nggak ada paku, nggak ada batu yang menancap, pokoknya normal semua, kendaraan juga remnya nggak macet segala macam, pokoknya normal itu aman,” tambah Zulpata.

Untuk itu, setiap pengendara diwajibkan selalu mengecek kondisi ban kendaraannya. Maklum, ban merupakan perangkat satu-satunya yang menempel langsung ke jalan. Ban juga menentukan keselamatan saat berkendara. Jika ban tidak sesuai, risikonya bisa kecelakaan.

“Yang bahaya itu yang kurang angin ban. Jalan tol itu kan nggak semuanya rata, ada bumpy. Kalau angin ban kurang, dinding ban akan naik turun ikutin jalan yang nggak rata itu, lama-lama benang di dinding ban putus. Tapi kalau angin cukup, atau dilebihkan 5 psi itu kan posisi (dinding ban)-nya tegak, itu nggak banyak defleksi bannya,” kata Zulpata.

“Makanya untuk itu, sebelum masuk tol (atau sebelum berkendara) kita sarankan cek dulu kondisi mobil, kondisi bannya, kalau udah beres mau jalan apa juga nggak ada masalah,” tambahnya.

“Yang terakhir setiap jalan tol pasti punya batas kecepatan. Misalnya batas kecepatan maksimal di 100 km/jam, itu memang sudah dihitung oleh pemerintah. Selain untuk mencegah ban lelah, kontrol kita lebih mudah,” sebutnya. (rgr/ddn)

Keuntungan Menggiurkan dari Usaha Penyewaan Motor Listrik Migo

Liputan6SCTV, Jakarta – Maraknya penyewaan motor listrik atau Migo yang belum dilengkapi dengan payung hukum menimbulkan polemik di masyakarat. Penyewaan motor listrik itu sudah menjamur di berbagai daerah di Jakarta seperti Warakas dan Matraman.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (17/2/2019), motor listrik dianggap sebagai terobosan teknologi kendaraan yang ramah lingkungan. Dengan kondisi baterai penuh, motor listrik tersebut bisa melaju sejuah 40 kilometer dengan kecepatan maksimum 40 km per jam.

Untuk mengendarainya, cukup dengan mengakses aplikasi penyewaan dari smartphone, penyewa dapat membawa satu unit motor listrik, dengan tarif Rp 3 ribu per 30 menit yang bisa dibawa berjalan-jalan kemana pun. Bahkan seringkali penyewa menggunakan motor listrik ke jalan raya.

Tanpa SIM dan kendaraan ber-STNK, mengemudi di jalan raya tentu saja termasuk perbuatan melanggar hukum. Berdasarkan aturan yang berlaku, mengemudi di jalan raya harus dilengkapi dengan surta izin mengemudi (SIM) dan kendaraan pun wajib terdaftar, atau memiliki STNK.

Namun demikian, selain menyenangkan bagi para penyewa, motor listrik tersebut merupakan usaha yang menggiurkan. Hanya cukup menyediakan rumah sebagai pangkalan motor listrik, sang pemilik sudah bisa mendapatkan keuntungan Rp 700 ribu per bulan. (Galuh Garmabrata)