Kenali Penyakit Miom, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang mengidap penyakit miom atau tidak. Beberapa caranya seperti menjalani USG, melalui tes laboratorium dan tes pencitraan.

Untuk cara mengobati penyakit miom ini sebagai berikut:

1. Dengan obat-obatan

Kamu bisa menggunakan beberapa obat seperti obat pereda nyeri saat mengalami rasa nyeri menstruasi, menggunakan pil KB untuk mengontrol pendarahan dan anemia akibat adanya mion. Untuk menggunakan pil KB ada baiknya kamu konsultasikan pada dokter karena beberapa pil KB tidak memiliki efek bagi penyakit miom.

Menggunakan obat GnRH agonis yang merupakan obat untuk menghalangi produksi estrogen dan progesterone. Obat SERM adalah obat yang bisa digunakan karena obat ini memengaruhi kadar estrogen dalam tubuh.

Asam traneksamat adalah obat yang meringankan menstruasi yang berat seperti pendarahannya. IUD merupakan adalah alat kontrasespsi yang bisa digunakan juga untuk mengecilkan ukuran miom.

2. Operasi dan non-operasi

Operasi dilakukan jika penyakit miom sudah parah. Ada dua operasi untuk pengangkatan miom yaitu histerektomi dengan pengangkatan seluruh rahim dan miomektomi dengan pengangkatan miom yang letaknya di dalam.

Untuk cara non-operasi, yaitu dengan cara mengirim gelombang ultrasound untuk menghilangkan penyakit miom tanpa merusak jaringan atau sayatan seperti operasi. Gelombang ultrasound ini adalah MR guided Focused Ultrasound (MRgFUS).

3. Pengobatan di rumah

Cara mengobati penyakit miom yang bisa dilakukan di rumah yaitu seperti mempertahankan berat badan yang sehat dengan menjalani pola makan dan gaya hidup yang sehat. Jika memiliki berat badan berlebih, lakukan diet sehat dan tepat.

Rajin untuk periksa kesehatan secara teratur setiap tahun, serta rajin meminum obat yang telah diberikan yang sesuai dengan resep dokter.

Demikian penjelasan tentang penyakit miom beserta gejalanya, penyebab dan cara mengobati penyakit miom melalui medis atau di rumah. Penyakit miom kerap kali tak menunjukkan gejala yang spesifik, maka dari itu jangan anggap sepele gejala yang telah tertera di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *