Menristekdikti Targetkan 7.000 Jurnal Terakreditasi dalam 2 Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta para dosen, guru besar, dan peneliti untuk meningkatkan jumlah serta kualitas riset yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

Ia menyebutkan, saat ini Indonesia baru memiliki 2.270 jurnal yang terakreditasi nasional, sementara diperlukan lebih dari 8.000 jurnal yang terakreditasi untuk memenuhi kebutuhan jurnal ilmiah nasional.

Untuk itu, Menristekdikti menerbitkan Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah yang mengamanahkan lembaga akreditasi jurnal ilmiah bergabung di bawah Kemenristekdikti.

Nasir menjelaskan, dengan terbitnya Permenristekdikti ini, ia menargetkan tersedia 7.000 jurnal terakreditasi nasional dengan enam peringkat dalam waktu dua tahun, serta terwujudnya reformasi birokrasi penetapan akreditasi dari dua kali setahun menjadi enam kali.

Selain itu peningkatan peringkat akreditasi juga dapat diajukan setelah sekurang-kurangnya satu nomor terbitan baru.

“Semua jurnal ilmiah yang terakreditasi oleh LIPI dan masih berlaku masa akreditasinya secara otomatis diakui oleh Kemenristekdikti sampai masa berlaku akreditasinya habis,” ujar Nasir dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Sabtu (23/2/2019).

Nasir menuturkan, Kemenristekdikti juga menerbitkan sertifikat baru bagi jurnal ilmiah yang telah diakreditasi oleh LIPI. Pengajuan akreditasi jurnal ilmiah menurut peraturan baru telah dimulai pada 1 Juni 2018.

Masa pendaftaran akreditasi jurnal ilmiah dibuka sepanjang tahun, demikian pula proses penilaian akreditasinya. Hasil akreditasi pun ditetapkan setiap dua bulan, dan masa akreditasi berlaku 5 tahun terhitung sejak nomor terbitan yang diajukan dan bernilai baik.

Kemudian, bagi jurnal ilmiah yang masih terbit dalam wujud cetak dan terkendala dalam penerbitan secara elektronik, Kemenristekdikti bekerja sama dengan LIPI untuk menyiapkan Rumah E-journal Indonesia yang merupakan cloud aplikasi jurnal elektronik.

Fasilitas ini diberikan secara gratis sehingga pengelola jurnal tidak perlu memiliki sendiri server, aplikasi pengelolaan jurnal, dan tim ahli teknologi informasi. Untuk kendala referensi yang berkualitas secara nasional, Kemenristekdikti juga menyiapkan Garuda (Garba Rujukan Digital) yang mengintegrasikan jurnal elektronik, serta melanggankan database jurnal internasional.

2 dari 3 halaman

Kategori Peringkat

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati menyampaikan, 2.270 jurnal yang terakreditasi terbagi dalam enam kategori peringkat. Yaitu, dari Sinta 1 sampai dengan Sinta 6.

Peringkat 1, nilai 85 sampai 100; Peringkat 2, nilai minimal 70; Peringkat 3, nilai minimal 60; Peringkat 4, nilai minimal 50; Peringkat 5, nilai minimal 40; dan Peringkat 6, nilai minimal 30.

Pemeringkatan tersebut dimaksudkan untuk memberi pilihan bagi lembaga atau unit kerja pembina karier jabatan fungsional guna memilih peringkat akreditasi jurnal ilmiah yang sesuai untuk syarat pengajuan kenaikan jenjang jabatan fungsional.

Dengan terbitnya Permenristekdikti tersebut, semua lembaga pembina jabatan fungsional dan pimpinan perguruan tinggi diharapkan dapat menyesuaikan kembali semua ketentuan yang terkait dengan kategori jurnal ilmiah terakreditasi sebagai syarat publikasi ilmiah bagi dosen dan mahasiswa.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Seleksi Kompetensi PPPK Tahap I Mulai Digelar

Liputan6.com, Jakarta – Seleksi kompetensi bagi para pelamar PNS dari jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I digelar mulai 23 Februari. Seleksi kompetensi akan digelar hingga 24 Februari 2019.

Seleksi ini terdiri dari dua bagian, yaitu tes kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara berbasis komputer. Peserta wajib lolos seleksi administrasi dulu agar dapat ikut tes. Hingga saat ini, tercatat ada 73.393 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Untuk tes CAT, peserta harus menyelesaikan 100 soal dalam waktu 100 menit, di antaranya 40 soal Kompetensi Teknis, 40 soal Kompetensi Manajerial dan 20 soal Sosio Kultural. Sementara untuk wawancara berbasis komputer, peserta harus menyelesaikan 10 soal dalam waktu 20 menit.

Metode penilaian untuk masing-masing subtes juga agak berbeda dari penilaian tes CPNS tahun lalu.

Untuk kompetensi teknik, jawaban yang benar akan mendapat nilai 3 dan yang salah atau kosong akan mendapat nilai 0. Untuk kompetensi manajerial, jawaban yang benar akan mendapat nilai 1 dan yang salah atau kosong akan mendapat nilai 0.

Pada kompetensi sosio kultural, jawaban yang benar akan mendapat nilai 2 dan yang salah atau kosong akan mendapat nilai 0. Sedangkan untuk wawancara, jawaban yang benar bisa bernilai 3, 2 atau 1 tergantung pilihan dan yang salah atau kosong akan mendapat nilai 0.

Rekrutmen PPPK Tahap 1 diadakan khusus untuk Tenaga Harian Lepas (THL) Penyuluh, Dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Baru serta eks Tenaga Honorer Kategori II untuk jabatan Guru (termasuk Guru Kemenag), Tenaga Kesehatan, Penyuluh Pertanian dari yang ada dalam database BKN tahun 2013, dan memenuhi persyaratan Peraturan Perundang-Undangan.

2 dari 2 halaman

Kementerian Agama Tunda Seleksi PPPK Eks Tenaga Honorer K2

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) mendadak menunda tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi para dosen dan guru. Ini termasuk para tenaga eks honorer K2 serta dosen

Penundaan ini dilakukan tepat H-1 pelaksanaan tes kompetensi PPPK.  Pihak Kemenag menyebut, seleksi akan ditunda hingga tahap II yang rencananya berlangsung pada Mei hingga Juni 2019.

“Seleksi PPPK tahap I kita tunda hingga pengadaan tahap II,” ujar Kepala Biro Kepegawaian Setjen Kemenag Ahmadi seperti dikutip dari situs kemenag.go.id. 

Ahmadi berkata, penundaan seleksi PPPK tahap I ini disebabkan masih ada kebutuhan koordinasi antara satuan kerja dengan Kemenag pusat dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Sebab, tenaga honorer eks K2 Guru dan Dosen Kementerian Agama tersebar di seluruh provinsi.

Oleh sebab itu, Kemenag minta para pelamar agar terus memantau situs resmi https://ssp3k.bkn.go.id atau www.kemenag.go.id. “Kita akan koordinasikan terlebih dahulu antar pihak. Untuk yang sudah daftar, silahkan memantau perkembangannya di website Kementerian Agama atau BKN,” jelas Ahmadi. 

Sebelumnya, BKN mengabarkan seluruh pelamar PPPK Kemenag tidak bisa ikut tahap selanjutnya, yakni tes kompetensi. Ini disebabkan Kemenag masih belum melakukan validasi hingga H-1.  


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ridwan Kamil: 4 Juta Warga yang Tidak Pilih Jokowi, Sekarang Balik Kanan

Liputan6.com, Jakarta – Dewan Pengarah Teritorial Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengatakan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu terus mengalami kenaikan.

Menurut pria yang biasa disapa Kang Emil ini, walau Jokowi kalah di Pilpres 2014 lalu, namun dia yakin, di Pilpres tahun ini, Jokowi mampu meraih suara besar di Jabar. 

Dia mengatakan, sejauh ini hasil survei mengindikasikan peraihan suara sudah hampir seimbang antara kedua paslon di Jawa Barat. Ridwan menyatakan, bahkan untuk beberapa survei sudah melebihi.

“Ini mengindikasikan berarti ada 4 jutaan warga yang dulu tidak memilih (Jokowi) sudah balik kanan. Meyakini kepada 01. Tentu keyakinannya harus kita buktikan secara faktual nanti di hari pencoblosan,” ujar Ridwan Kamis usai bertemu Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto di Bandung, Jumat, 22 Februari 2019.

Emil menilai, Jokowi-Ma’ruf Amin adalah kombinasi sosok yang pekerja keras dan bisa mengayomi, serta menjaga nilai-nilai keumatan.

“Inilah kondisi paling pas. Yang satu ngegas, yang satu ngerem. Ini pas, sudah jodohnya. Kami doakan nanti di hari pencobolosan bisa sangat maksimal dan bisa saya monitor,” ucap Gubernur Jawa Barat itu. 

 

2 dari 2 halaman

Didukung Tokoh Jabar

Sementara itu, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menambahkan, seluruh partai politik yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bersama relawan juga akan terus bekerja keras.

Apalagi, di Jawa Barat, ada dukungan dari tokoh seperti Ridwan Kamil, Agum Gumelar, Solichin GP, Deddy Mizwar, Tb Hasanuddin, dan Dedi Mulyadi.

“Seluruh tokoh itu sudah bergabung menyatukan diri dalam kepemimpinan Pak Jokowi dan Kyai Haji Ma’ruf Amin. Ini merupakan hal yang sangat positif dan sebagaimana disampaikan oleh Pak Ridwan Kamil tadi,” tandas Hasto.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Harga Minyak Sentuh Posisi Tertinggi pada 2019

Liputan6.com, New York – Harga minyak menyentuh posisi tertinggi sejak pertengahan November dan mencetak kenaikan minggu dalam dua pekan ini.

Harga minyak menguat dipicu harapan pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China sehingga capai kesepakatan.

Namun, harga minyak menguat dibatasi oleh AS cetak rekor persediaan minyak. Harga minyak berjangka Brent sentuh posisi USD 67,73 per barel, dan merupakan level tertinggi pada 2019.

Harga minyak acuan global ini turun lima sen ke posisi USD 67,12 per barel. Selama sepekan, harga minyak mendaki 1,2 persen.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 30 sen ke posisi USD 57,26 per barel usai sentuh posisi USD 57,81 pada awal sesi perdagangan. Harga minyak WTI sentuh kenaikan tiga persen dalam sepekan, dan merupakan level tertinggi sejak 2019.

Para perunding utama AS dan China bertemu pada Jumat pekan ini untuk akhiri pembicaraan perdagangan dalam satu minggu ini. Pembicaraan tersebut membuat kedua pihak berjuang untuk capai kesepakatan pada batas waktu 1 Maret. Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China, Liu He pada Jumat nanti.

“Harga minyak, serta pasar saham telah meningkat dengan antisipasi bahwa China dan AS akan setujui kesepakatan perdagangan. Selain itu, kami melihat pengetatan pasokan minyak di seluruh dunia yang dihasilkan dari pengurangan produksi OPEC dan non-OPEC,” ujar Andy Lipow, Presiden Direktur Lipow Oil Associates, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (23/2/2019).

Kedua tolok ukur harga minyak meningkat pada 2019 seiring Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia mulai memangkas produksi untuk mencegah melimpahnya pasokan.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Lonjakan produksi minyak mentah AS, sebagian mengimbangi pemotongan produksi OPEC. Produksi minyak mentah AS pada pekan lalu naik ke rekor 12 juta barel per hari.

Ini seiring persediaan dibangun dalam lima minggu berturut-turut ke level tertinggi sejak Oktober 2017 dan ekspor mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

“Kami melihat total produksi minyak mentah AS mencapai 13 juta barel per hari pada akhir tahun, dengan 2019 rata-rata 12,5 juta barel per hari,” tulis analis Citi dalam sebuah catatan usai laporan EIA.

Namun, perusahaan energi AS memangkas empat rig minyak mentah yang beroperasi pada pekan ini setelah tiga minggu menambah rig.

Sementara itu, persediaan minyak mentah di Texas Barat turun ke level terendah dalam empat bulan usai pipa tambahan mulai mengangkut minyak mentah dari ladang serpih terbesar AS ke pantai teluk. Sebagian besar untuk ekspor.

Dengan melonjaknya pasokan AS, Goldman Sachs mengatakan, pihaknya memperkirakan pasokan nonOPEC akan tumbuh 1,9 juta barel per hari pada 2019. Ini lebih dari mengimbangi pemotongan OPEC.

Hal itu berarti banyak bergantung pada permintaan, yang menurut Goldman diperkirakan tumbuh 1,4 juta barel per hari pada 2019. Goldman memperkirakan rata-rata harga Brent USD 60-USD 65 per barel pada 2019 dan 2020.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sulit ‘Kumpulin Nyawa’ di Pagi Hari? 10 Aktivitas Ini Bisa Membantu

Jakarta – Siapa yang masih sulit bangun di pagi hari atau malah memakan banyak waktu untuk ‘kumpulin nyawa’? Berlama-lama di tempat tidur setelah bangun bisa membuatmu kelelahan dan ngantuk seharian, lho.

Sebenarnya tak sulit untuk merasa segar di pagi hari dan terhindar dari rasa ngantuk. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut 10 cara untuk membuatmu nggak berlama-lama ‘kumpulin nyawa’ di kasur:

1. Jangan tekan tombol snooze!

Kita terbiasa untuk menekan tombol ‘snooze’ saat alarm kita berbunyi di pagi hari dan melanjutkan tidur sejenak. Para ahli meyakini hal ini bisa mengganggu kemampuanmu untuk beraktivitas seharian.

Dikutip dari Health Line, kamu bisa mencoba trik 90-menit tidur dengan menyetel dua alarm. Satu alarm untuk 90 menit sebelum kamu ingin bangun, dan alarm satu lagi untuk waktu di saat kamu benar-benar ingin ‘melek’.

Teorinya adalah pada tidur selama 90 menit yang kamu lakukan sebelum alarm yang kedua akan menjadi satu siklus tidur penuh, sehingga membuatmu dapat terbantun setelah keadaan REM dan bukannya saat keadaan itu.

2. Minum segelas air putih

Hal paling simpel untuk dilakukan namun sering diabaikan. Minum segelas atau dua gelas air putih di pagi hari dapat membantu untuk mendorong metabolisme, membuang racun dan menghidrasi tubuh.

Selain itu, minum air putih juga bisa mencegahmu mengalami kelelahan karena dehidrasi. Kelelahan bisa memicu rasa kantuk, perubahan pada kemampuan kognitif, dan mengganggu mood-mu seharian.

3. Regangkan badan

Meregangkan tubuh bisa membangunkan otot-otot tubuh kita, melancarkan peredaran darah dan mengirimkan sinyak untuk tubuh segera bangun dan bersiap untuk menghadapi hari.

Kamu bisa melakukan latihan peregangan atau yoga, atau bahkan sekedar ‘ngulet’. Akan lebih baik jika merutinkannya setiap pagi.

4. Berjemur

Di masa kini, orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan di bawah sinar lampu. Luangkan waktu untuk berjalan-jalan di luar saat pagi hari dan biarkan sinar matahari terserap ke dalam kulit, menghangatkan tubuh dan untuk memicu produksi vitamin D di tubuh.

5. Basuh atau cuci muka

Masih mengantuk di pagi hari? Segera mandi bisa menjadi jawaban yang tepat. Namun kadang suasana dingin di pagi hari membuat kita enggan untuk mandi, bisa kamu ganti dengan mencuci atau sekadar membasuh muka dengan air dingin, agar menghantarkan sinyal perubahan temperatur pada tubuh.

Jika kamu bahkan tak mampu bangun dari tempat tidur, kamu bisa menaruh botol semprotan di dekat kasur yang bisa kamu jangkau dan semprotkan ke wajah saat kamu bangun tidur.

6. Sarapan

Sarapan sangat penting dan seharusnya tidak boleh dilewatkan. Dengan memakan makanan yang sehat, rasa kantuk dan mager alias malas gerak di pagi hari bisa berganti menjadi rasa segar dan lebih enerjik seharian.

Namun perlu diperhatikan, apa yang kamu makan di pagi hari dapat berdampak pada apa yang kamu rasakan selama berjam-jam. Cobalah memakan protein tanpa lemak, gandum, kacang dan buah dengan kandungan sedikit gula.

7. Hindari gula hingga makan siang

Sarapan dengan makanan bergula seperti minuman kopi dengan pemanis, kue dan sereal bisa menyebabkan kenaikan gula darah yang justru membuatmu merasa lelah nantinya.

Jika kamu ingin memakan sesuatu di pagi hari, perhatikan bagian label nutrisinya. Kamu bisa menggantinya dengan menyimpan apel, wortel dan buah jeruk sebagai alternatif sarapan.

8. Kurangi kopi

Kopi mungkin sudah menjadi ‘sarapan’ bagi sebagian besar orang. Walau memang kopi memiliki banyak manfaat kesehatan, meminumnya terlalu banyak di pagi hari bisa saja membuatmu lelah di siang hari.

Tak masalah jika kamu ingin meminumnya di pagi hari, namun sangat disarankan untuk meminumnya dengan jumlah kecil, misal menggunakan cangkir yang lebih kecil.

9. Mulailah percakapan yang positif

Hindarilah gosip, pertengkaran dan percakapan yang negatif saat kamu memulai harimu. Dengan memulai percakapan yang positif bisa mengubah harimu, lho!

10. Praktikkan sleep hygiene

Sudah jelas, pagi hari yang berkualitas juga dipengaruhi oleh tidur malam yang berkualitas pula. Sleep hygiene atau kebiasaan ‘bersih’ saat tidur bisa kamu praktikkan, yakni sebagai berikut:

– jauh-jauh dari laptop, telepon genggam, dan televisi satu jam sebelum tidur
– tidur di jam yang sama setiap malam dan bangun di jam yang sama setiap pagi, untuk menjaga ritme sirkadian, yakni jam biologis tubuh
– buat tempat tidurmu senyaman mungkin

(frp/up)

Kemenag Tunda Seleksi PPPK Eks Tenaga Honorer K2

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mendadak menunda tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi para dosen dan guru. Ini termasuk para tenaga eks honorer K2 serta dosen

Penundaan ini dilakukan tepat H-1 pelaksanaan tes kompetensi PPPK.  Pihak Kemenag menyebut, seleksi akan ditunda hingga tahap II yang rencananya berlangsung pada Mei hingga Juni mendatang. 

“Seleksi PPPK tahap I kita tunda hingga pengadaan tahap II,” ujar Kepala Biro Kepegawaian Setjen Kemenag Ahmadi seperti dikutip dari situs kemenag.go.id. 

Ahmadi berkata, penundaan seleksi PPPK tahap I ini disebabkan masih ada kebutuhan koordinasi antara satuan kerja dengan Kemenag pusat dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Sebab, tenaga honorer eks K2 Guru dan Dosen Kementerian Agama tersebar di seluruh provinsi.

Oleh sebab itu, Kemenag minta para pelamar agar terus memantau situs resmi https://ssp3k.bkn.go.id atau www.kemenag.go.id. “Kita akan koordinasikan terlebih dahulu antar pihak. Untuk yang sudah daftar, silahkan memantau perkembangannya di website Kementerian Agama atau BKN,” jelas Ahmadi. 

Sebelumnya, BKN mengabarkan seluruh pelamar PPPK Kemenag tidak bisa ikut tahap selanjutnya, yakni tes kompetensi. Ini disebabkan Kemenag masih belum melakukan validasi hingga H-1.  

2 dari 2 halaman

BKN Sebut Tak Ada Verifikasi

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyampaikan kabar mengejutkan. Seluruh guru tenaga honorer eks K2 Kementerian Agama tidak mengikuti seleksi kompetensi PPPK besok.

“Dengan berat hati mimin (admin) sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada peserta #P3K2019 Tahap I guru TH eks K2 Kemenag yang diverifikasi. Dengan demikian, mereka tidak akan ikut Seleksi Kompetensi pada 23-24 Februari 2019,” tulis akun BKN dalam akun Twitter resminya. 

Ketika Liputan6.com konfirmasi, pihak BKN membenarkan itu. Tak ada satu pun peserta yang diverifikasi padahal seleksi kompetensi PPPK sudah tinggal menghitung jam.

“Informasi yang saya terima, sesuai dashboard yang saya punya, itu sudah ada 9.642 orang yang mensubmit khusus Kemenag. Tetapi belum ada satu pun yang diverifikasi,” ujar Kepala Biro Humas BKN M. Ridwan ketika berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (22/2/2019) di Jakarta.

Ridwan menyebut, besok seleksi PPPK sudah dimulai. Maka dari itu, BKN perlu mengumumkan hal ini agar peserta tidak berangkat lebih dahulu ke lokasi tes.

“Mohon digarisbawahi BKN tidak menyalahkan siapa-siapa,” Ridwan menambahkan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rusunawa Paspampres 10 Lantai Dibangun di Kawasan Tanah Abang

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan membangun Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Jalan Tanah Abang II, Jakarta.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pembangunan Rusunawa ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hunian anggota Paspamres dan keluarga, serta meningkatkan semangat tugas prajurit.

“Kami berharap dengan pembangunan Rusun Tingkat Tinggi ini bisa meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para anggota Paspampres TNI yang bertugas,” ujar dia dalam sebuah keterangan tertulis, Jumat (22/2/2019).

Khalawi menjelaskan, pembangunan Rusun Sewa bagi TNI dan Polri dilakukan karena banyak anggota TNI dan Polri yang belum memiliki hunian yang layak. Ketersediaan hunian turut mendukung TNI dan Polri dalam melaksanakan tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kurun waktu 2015-2018, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 114 tower dengan total 4.267 unit Rusun TNI yang tersebar di 24 Provinsi. Selain itu, pada kurun yang sama Kementerian PUPR juga telah membangun rumah khusus TNI sebanyak 4.267 unit di 34 Provinsi.

“Jika para anggota Paspampres TNI dan ASN di lingkungan TNI tinggal di Rusunawa, tentunya ke depan mereka bisa menabung. Saat ini sebagian anggota TNI tinggal di rumah dinas, namun untuk mendapatkan lahan pembangunan perumahan tapak di Ibukota tentunya sangat mahal, jadi kami dorong agar pembangunan Rusun untuk anggota TNI dengan hunian vertikal seperti Rusun ini,” tutur Khalawi.

Adapun Rusunawa Paspampres yang dibangun terdiri dari satu tower setinggi 10 lantai sebanyak 93 unit dengan empat tipe berbeda, yakni tipe A seluas 130 meter persegi sebanyak 2 unit, tipe B seluas 90 meter persegi sebanyak 9 unit, tipe C seluas 70 meter persegi sebanyak 44 unit, dan tipe D seluas 45 meter persegi sebanyak 38 unit.

2 dari 3 halaman

Kontraktor Brantas Abipraya

Rusunawa ini akan dibangun oleh kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dengan pendanaan APBN 2018-2019 senilai Rp 136 miliar.

Setiap unit pada tower tersebut akan dilengkapi meubelair seperti meja tamu dan sofa, meja dan kursi makan, lemari pakaian, serta tempat tidur di tiap kamar. Rusun juga akan dilengkapi fasilitas satu basement, dan satu helipad di bagian atap.

Khalawi menyebutkan, ada hal spesial yang diperuntukkan di Rusunawa Paspampres tersebut, yakni sebagai rusun pertama yang dibangun dengan tipe yang beragam.

“Jika Rusun Kejaksaan sebelumnya dibangun dua tower dengan dua tipe yang berbeda dengan tipe paling tinggi 82 meter persegi, maka Rusun Tingkat Tinggi Paspampres ini terdiri dari empat tipe mulai tipe 45 sampai tipe 130 meter persegi,” terangnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pemberdayaan Nelayan Kamoro dan Pesisir Mimika buat Genjot Industri Perikanan Papua

Liputan6.com, Jakarta Indonesia dinilai memiliki potensi sumber daya laut dan perairan yang besar, terutama perikanan seperti di Papua. Pemanfaatan hasil laut patut didorong, karena ini menjadi salah satu sumber pangan kaya protein yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Ini dikatakan Manajer Community Economic Development PT Freeport Indonesia, Yohanes Bewahan. Perusahaan tambang ini memberdayakan nelayan suku Kamoro dan nelayan dari suku lain di pesisir kabupaten Mimika, dalam memanfaatkan hasil laut.

Ini tertuang dalam program community development Freeport Indonesia, yang dalam pelaksanaannya berkolaborasi dengan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) yang bernaung di bawah Keuskupan Mimika dan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika.

“Potensi perikanan di pesisir Kabupaten Mimika cukup tinggi, namun belum termanfaatkan secara penuh akibat kendala akses transportasi dan pasar, sarana produksi, dan rendahnya kapasitas tangkap. Inilah salah satu alasan kami dalam melalukan program pendampingan terhadap para nelayan yang ada di pesisir pantai Kabupaten Mimika,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (22/2/2019).

Dia menuturkan jika kolaborasi dalam pemberdayaan nelayan dan penguatan industri perikanan di Kabupaten Mimika secara terstruktur dimulai pada 2005. Sejumlah program yang dilaksanakan mencakup perikanan tangkap serta perikanan budidaya.

Menurut Yohanes, setelah beberapa tahun melakukan pendampingan dan kolaborasi dengan beberapa mitra, hasil tangkapan serta hasil budidaya para nelayan telah meningkat. Hal itu merujuk pada hasil rata-rata tangkapan puluhan nelayan yang berasal dari suku Kamoro ini ada di kisaran 1-4 ton ikan per bulan.

Namun dia berharap dukungan untuk pengembangan sektor perikanan ini harus dilakukan secara menyeluruh.

Salah satu nelayan yang mengikuti program pembinaan Daniel Bipuaro menceritakan bahwa pendampingan yang dilakukan sangat bermanfaat. Selain kemampuan dalam mencari ikan, para nelayan mendapatkan pengetahuan lain mengenai cara mengolah ikan hasil tangkapan agar nilainya meningkat.

“Kami tidak hanya dibantu untuk menangkap lebih banyak ikan, tapi kami juga diajari untuk mengolah hasil tangkapan agar bisa dijual di pasar dan harganya tinggi. Selain itu kami juga dilatih untuk mengelola keuangan keluarga agar kami tidak kesulitan,” tutur Daniel yang juga merupakan kepala kampung Ohotya di Mimika.

2 dari 2 halaman

Sektor Perikanan Turut Kena Imbas Kenaikan Tarif Kargo Udara

Kenaikan tarif kargo udara turut berdampak pada sektor perikanan. Pasalnya, distribusi untuk mengangkut hasil perikanan, khususnya di wilayah sentra perikanan cukup banyak mengandalkan jalur udara.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP‎, Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, ‎jasa logistik, khususnya melalui udara, sejatinya bertujuan untuk mengatasi kendala jarak, merajut kesatuan wilayah dan meningkatkan nilai tambah suatu produk. Logistik juga memainkan peran yang penting dalam bisnis perikanan.

Menurut dia, saat ini penggunaan jasa logistik untuk produk perikanan dari beberapa titik produksi melalui transportasi udara mencapai lebih kurang 50 persen dari total ikan yang didistribusikan.

“Transportasi udara dinilai sangat efektif dalam kerangka logistik karena mempersingkat waktu dan jarak,” ujar dia di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Namun berdasarkan data dan informasi dari pihak penyedia angkutan udara, lanjut Effendi, diketahui jika tingkat kenaikan biaya transportasi udara 2019 dibandingkan dengan 2018 rata-rata mencapai 183 persen.

Terdapat beberapa indikator yang menyebabkan maskapai penerbangan menaikkan tarif biaya cargo. Mulai dari kenaikan biaya avtur sebesar 40 persen dan pelemahan kurs rupiah hingga 14 persen.

“Kenaikan biaya ini berdampak pada kegiatan pelaku usaha perikanan sampai pada tahap penghentian usaha atau ekspor hasil perikanan karena harga jual dengan produk perikanan tidak kompetitif dengan biaya logistik yang lebih dari 20 persen,” kata dia.‎


Aturan Dipercepat, BPN: Terima THR-nya, Tetap Ganti Presidennya

Jakarta – Pemerintah memutuskan agar pengumuman soal THR dan Gaji ke-13 dilakukan sebelum Pilpres 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berbicara soal ganti presiden.

“Terima THR-nya, tetap ganti presidennya. Sepertinya segala upaya dilakukan untuk menarik simpati publik, kali ini dilakukan dengan pencairan THR dilakukan bulan Mei 2019,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Handi Risza kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

“Kita tahu ini akan menyasar PNS di seluruh Indonesia. Sehingga pemerintah berupaya untuk memberikan kesan yang baik kepada aparaturnya sebelum pelaksanaan pemilu,” imbuhnya.
BPN Prabowo-Sandi menyebut Presiden Jokowi berupaya menarik simpati publik. Namun, Handi yakin para PNS tak mudah diimingi-imingi uang. Menurut Handi, persoalan tentang gaji PNS sudah lama menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah.

“Kami yakin para PNS kita adalah orang-orang cerdas yang tidak mudah diiming-imingi dengan sesuatu. Anda bayangkan gaji PNS cukup lama tidak mengalami kenaikan, sementara mereka menanggung beban ekonomi yang berat, daya beli melemah, harga-harga meningkat. Jadi apa yang mereka rasakan dalam empat tahun terkahir ini tidak akan mudah membuat mereka percaya dengan pemerintahan saat ini,” ujar politikus PKS itu.

Ia pun menilai THR itu merupakan hak PNS. Handi membiarkan masyarakat yang menilai apakah hal ini ditunggangi demi kepentingan pencitraan atau tidak.

“Bagi kami, THR itu adalah hak PNS, tidak ada kaitannya dengan kebaikan menteri atau presiden. Jika memanfaatkannya untuk kepentingan pencitraan, biar masyarakat yang menilai,” tutur Handi.

Penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian THR 2019 dan Gaji ke-13 untuk PNS atau ASN ditargetkan rampung sebelum pemilihan presiden (pilpres) 2019. Dengan begitu, THR akan cair Mei 2019.

Pemerintah, dalam surat keterangan tersebut berupaya agar PP tersebut bisa ditetapkan sebelum Pilpres yang berlangsung pada 17 April 2019. THR bagi ASN pun akan cair usai Pilpres yakni pada bulan Mei–satu bulan sebelum Idul Fitri yang jatuh pada Juni 2019.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin meminta agar pihak rival tak selalu mengaitkan segala sesuatunya dengan politik. Kubu pasangan nomor urut 01 itu menegaskan komitmen Jokowi bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pembayaran THR sesuatu yang sudah terjadwal tiap tahun, ada atau tidak ada pilpres. Jika dibayar lebih cepat tentu saja lebih baik, ASN dan PNS dapat mempersiapkan hari raya lebih awal,” kata Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima kepada wartawan, Jumat (22/2).

“Harusnya ini disambut gembira karena pemerintah mampu untuk memberikan THR dan Gaji ke-13 untuk ASN. Ini membuktikan pemerintahan Pak Jokowi mampu menjaga keuangan negara dengan baik, realistis dan kredibel,” sambung politikus PDIP itu.

Saksikan juga video ‘Zulhas soal THR dan Gaji ke-13 PNS: Uangnya dari Mana?’:

[Gambas:Video 20detik]

(tsa/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jelang Akhir Pekan, Harga Cabai dan Bawang Putih Naik

Liputan6.com, Jakarta Pada akhir pekan di minggu ketiga Februari ini, harga bahan pokok bergerak bervariasi di Pasar Pulo Gadung, Jakarta. Kenaikan harga terjadi pada cabai yang lebih mahal hingga Rp 5.000 per kg.

Suhadi (36), pedagang bahan pokok di Pasar Pulo Gadung, mengatakan kenaikan harga berlaku untuk semua jenis cabai. Cabai rawit merah naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kg, cabai keriting naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg dan cabai rawit hijau naik dari Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kg.

Kenaikan juga berlaku pada komoditas bawang putih. Minggu lalu, bawang putih cutting dihargai Rp 35 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp 40 ribu per kg.

Suhadi menyatakan, kenaikan harga ini disebabkan semakin berkurangnya petani cabai. “Kalau untuk cabai, katanya orang sana sih karena petaninya pada cari pekerjaan lain, gitu. Makanya jadi mahal,” jelas dia di Pasar Pulo Gadung, Jumat (22/2/209).

Ayam potong pun mengalami kenaikan harga, yang tadinya sempat turun jadi Rp 38 ribu, kini naik menjadi Rp 46 ribu per kg. Sementara daging sapi masih stabil di angka Rp 135 ribu per kg.

2 dari 2 halaman

Pantauan di Awal Pekan

Memasuki pertengahan Februari 2019, sejumlah harga bahan pokok di pasar mengalami pergerakan yang cukup variatif. Ada yang mengalami kenaikan, turun dan ada juga yang tetap.

Hasil pantauan Liputan6.com di Pasar Mampang, Jakarta Selatan, untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga setidaknya ada lima jenis. Kenaikan paling tinggi untuk jenis cabai rawit merah.

“Rawit merah ini sekarang Rp 40 ribu per kilonya, kalau dibandingkan beberapa hari lali sudah naik Rp 10 ribu,” kata Winarti (38), salah satu pedagang saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (18/2/2019).

Kenaikan juga terjadi untuk jenis cabai merah besar yang kini dijual dengan harga Rp 36 ribu per kg, atau naik Rp 4.000 per kg. Dan cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan Rp 4.000 per kg menjadi Rp 24 ribu per kg.

Tidak hanya itu, bahan pangan yang mengalami kenaikan adalah bawang putih yang kini dijual dengan harga Rp 28 ribu per kg. Padahal sebelumnya dijual dengan harga Rp 24 ribu per kg. Sedangkan kenaikan juga terjadi untuk jenis tomat yang hanya naik Rp 1.000 per kg menjadi Rp 15 ribu per kg.