Aksi Rasial Fans Nodai Kemenangan Lazio atas AC Milan

Milan – Lazio meraih kemenangan di kandang AC Milan dalam semifinal Coppa Italia. Namun kemenangan ini diwarnai aksi rasis suporter tim tamu.

Seperti dilansir Goal International, fans Lazio, yang kini bertengger di peringkat kedelapan Serie A, juga mendendangkan nyanyian rasial yang ditujukan kepada pemain AC Milan, Tiemoue Bakayoko, jelang pertandingan.

Beruntung, fans AC Milan tak terpancing. Suporter tim tuan rumah malah menyikapi tindakan rasialis tersebut dengan menyanyikan lagu dukungan untuk Bakayoko. 

Aksi rasialis bukan hanya terjadi di stadion. Sekelompok ultras Lazio membentangkan spanduk bertuliskan “Honor to Benito Mussolini” dan melakukan penghormatan fasis di dekat Piazzale Loreto, alias alun-alun AC. Di tempat tersebut diktator fasis itu dieksekusi pada 1945.

Lazio tak tinggal diam dan mengutuk perilaku pendukungnya. Dalam situs resminya, klub mengatakan tindakan sejumlah fan itu sama sekali tak mencerminkan nilai-nilai olahraga. Lazio juga menyatakan menjauhkan diri dari aktivitas semacam itu, serta telah memegang prinsip mereka selama 119 tahun.

“Lazio jelas menjauhkan diri dari perilaku dan demonstrasi yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai olahraga yang dipertahankan dan dipromosikan oleh klub selama 119 tahun,” kata pernyataan itu. 

Pada pertandingan tersebut, Lazio menang 1-0 atas Milan, sehingga berhak melenggang ke final Coppa Italia. Sebaliknya, AC Milan belum bisa keluar dari keterpurukan setelah gagal menang dalam tiga kali beruntun.

Highlights Serie A, AC Milan Dikalahkan Inter Milan 2-3

Pilpres Penuh Klaim Kemenangan Bikin Tim Hore Gangguan Kejiwaan

Jakarta – Ketegangan politik di ruang maya belum sepenuhnya reda. Saling klaim kemenangan usai pencoblosan Pemilu 2019 rupanya memicu eskalasi politik yang semakin tajam di media sosial. Kondisi kejiwaan masyarakat terdampak negatif.

Salah satu contoh yang mengemuka adalah pendukung salah satu paslon di Bali yang didiagnosis mengalami gangguan jiwa. Pendukung capres tersebut merasa cemas sebab menganggap calon yang didukungnya menang, namun klaim kemenangan juga datang dari kubu lawan.

“Banyak kecemasan, merasa sudah menang kok musuhnya bilang menang juga. Kesel, istrinya dimarah-marahin. Istrinya konsultasi, saya bilang ajak suaminya. Korban pemilu deh saking fanatiknya sama calon yang menang,” kata dr I Gusti Rai Putra Wiraguna Sp KJ saat ditemui di Rumah Berdaya, Sesetan, Denpasar, Bali, Rabu (24/4/2019).

dr I Gusti Rai Putra Wiraguna Sp KJdr I Gusti Rai Putra Wiraguna Sp KJ Foto: Dita/detikcom

Salah satu founder Rumah Berdaya itu mengaku menerima lima pasien usai Pemilu 2019. Saat berkonsultasi, para pasien itu rata-rata membahas soal perang status di media sosial terkait Pilpres.

“(Pasien) saya kan di RSUD itu dua orang, di praktik saya pribadi 3 orang. Itu yang baru, belum lagi teman-teman yang gangguan, belum pulih gara-gara kampanye, berita di tv muncul lagi. Kalau yang begitu dari sebelum kampanye saya suruh puasa medsos, nanti milih-milih aja pak nggak usah ngikutin beritanya,” tutur Rai.

“Jadi konsultasi itu cuma nunjukkin statusnya ‘ada orang balesnya gini dok, saya nggak terima, saya ajak ketemu’. Itu kan gangguan. Yang dilawan juga belum tentu ada orangnya,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil asesmen, menurut Rai, para pasien itu sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan ringan sebelum pencoblosan. Kondisi kejiwaannya semakin terganggu saat pengumuman hasil quick count.

“Setelah saya tanya sebelum pencoblosan, tapi memuncaknya antara hasil nggak sesuai harapan atau sesuai ekspektasi cuma yang lainnya bereaksi sebaliknya, jadi sebaliknya. Kalau dibilang bukan relawan atau timses tapi tim hore-hore pilpres, di Bali banyak kebetulan tim 01. Di Bali bigest ya katanya 93 persen,” paparnya.

“Tapi sebenarnya ini kan bukan soal menang kalah, yang ngerasa menang juga terganggu kan. Ngerasa menang terganggu juga dengan respons-respons itu. Digital selesai kan, masih nunggu lagi (hasil) katanya di berita di sana curang hal-hal yang gitu. Lima itu kebetulan ya,” jelas Rai.

Rai menuturkan pasien di Pemilu 2019 ini lebih banyak dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Namun dia menganggap sebagai hal yang wajar karena orang makin peduli dengan kesehatan jiwanya.

“2014 nggak sebanyak sekarang. Kalau pendukung seingat saya dua yang saya tangani dan memang rasanya nggak kayak sekarang. Entah karena orang lebih aware harus konsultasi atau situasi lebih panas aja dengan berbagai macam,” paparnya.

TKN Analisis Klaim Kemenangan Prabowo 62 Persen, Ini Hasilnya

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menganalisis data klaim kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 62 persen. Menurut TKN, data yang dimasukkan kubu Prabowo hanya sebagian dari hasil perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Terakhir soal temuan kami, di Direktorat Saksi ini sempat diteror berita kemenangan Prabowo 62 persen. Datanya kami kupas, kami analisis, ternyata kami menemukan seperti ini,” ujar wakil Direktur Direktorat Saksi TKN Lukman Edi di Gran Melia Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (21/4/2019).

TKN Analisis Klaim Kemenangan Prabowo 62 Persen, Ini HasilnyaFoto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

Lukman mengatakan, TKN menemukan mekanisme perhitungan suara di Lampung dan DKI Jakarta dari kubu Prabowo. Menurutnya, data yang diambil kubu Prabowo hanya dari beberapa perhitungan suara di TPS.
“Ada 2 contoh Lampung dan Jakarta. Di provinsi Lampung, entry data kami sudah 50 persen. Bahwa angka kami 57,6 persen di Lampung, Prabowo Sandi 42,33. Sama dengan Quick Count Charta, LSI Denny JA dan SMRC di Lampung. Charta 57,93 SMRC 57,75 LSI Denny JA 58,1,” kata Lukman.

Dia mengatakan TKN mengupas klaim kemenangan Prabowo yang pada angka 59,09 persen. Setelah dianalisis TKN, kubu 02 hanya memasukan data dari 30 TPS di Lampung.

“Kami kupas yang klaim 62 persen, di sana ternyata kami dibuat 40,91 persen menang 02, 59,09 persen. Ternyata setelah kami lihat bohong, dia hanya memasukkan 30 TPS aja di Lampung,” lanjutnya.

TKN Analisis Klaim Kemenangan Prabowo 62 Persen, Ini HasilnyaFoto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

Begitu pula yang teejadi di DKI Jakarta, tutur Lukman. Total 40 persen rekapitulasi suara yang masuk, perolehan suara Jokowi-Ma’ruf Amin tidak jauh berbeda dengan real count KPU dan Quick Count mayoritas lembaga survei. Dari hasil tersebut Jokowi-Ma’ruf menang di DKI Jakarta.

“DKI Jakarta juga seperti itu, kami sudah hampir 40 persen entry data, data kami hampir sama dengan temuan di real count KPU dan Quick Count 3 lembaga survei. TKN 55,4, real count KPU 54,2, sementara di dua lembaga survei lain 51,74 dan 51,9. Kami menang di Jakarta,” kata dia.

“Sementara pihak sebelah nyatakan menang di jakarta, setelah kami lihat hanya 300 TPS dimasukkan. Sekali lagi ini kebohongan kedua,” kata Lukman.

Lukman mengatakan TKN akan terus menganalisis klaim kemenangan paslon 02 sehingga akan membuka data yang sebenarnya. Ia menambahkan apabila data yang masuk sudah mencapai 40 persen, sehingga presentase suara tidak akan berubah secara signifikan.

“Kami akan setiap hari keluarkan kebohongan-kebohongan, kebohongan ketiga dan keempat. Ketika kami sudah entry data lebih dari 40 persen, karena angka naik turun sudah stabil perolehan presentasi kita,” tutupnya.
(tor/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ada Klaim Kemenangan Pilpres, Pengusaha: Ganggu Iklim Usaha!

Jakarta – Sikap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang tiga kali mengklaim kemenangan pada pilpres kali ini dianggap bisa mengganggu iklim usaha tanah air. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia mengatakan, dunia usaha saat ini membutuhkan kondisi yang kondusif.

“Jadi gini, pertama hendaknya calon presiden punya jiwa kenegarawanan, ada proses tahapan penghitungan suara,” kata Bahlil saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Hasil hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei memang memberikan hasil kemenangan pada capres dan cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, namun hal itu hanya sebagai referensi awal.


Menurut Bahlil, para pengusaha pun akan tetap menunggu hasil yang resmi dikeluarkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Oleh karena itu klaim kemenangan yang dilakukan Prabowo Subianto justru mengganggu iklim investasi dan dunia usaha.

“Kalau Jokowi mengatakan menang versi quick count, Pak Prabowo menang dalam versi apa sampai 3 kali, ini ganggu iklim usaha,” jelas dia.

Usai Pemilu Pilpres pada 17 April 2019, harusnya kedua pasangan capres dan cawapres tetap menjaga kondisi perekonomian dan iklim investasi tetap aman.

“Kalau seperti yang dilakukan Pak Prabowo, jujur saja saya menjadi bingung, ini kan pasti akan menghambat, orang melihat ada kegaduhan politik apa lagi, ekonomi ada efeknya. Sekalipun belum tahu sebesar apa,” tegas Bahlil.

“Jadi menurut saya saran saya ikuti aturan saja lah, jangan membuat gerakan tambahan dulu,” sambungnya. (hek/hns)

Erick Thohir Minta Semua Buka Mata dan Hati soal Kemenangan Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir meminta pihak yang belum menerima hasil hitung cepat untuk membuka mata dan hati. Sebab menurutnya 12 lembaga survei terpercaya sudah memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

“Nah yang aneh itukan ketika pada saat ini sekarang quick count dipertanyakan sebelumnya diakui dan ini menurut saya kita harus terbuka mata dan hati kita,” ujar Erick Thohir saat konferensi pers di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat 19 April 2019.

Erick menyinggung Pilkada DKI Jakarta. Anies-Sandi, jagoan Prabowo Subianto, menang. Erick menyebut hitung cepat saat itu diakui dan langsung dirayakan.

“Kalau kita belajar dari kemarin pemilihan gubernur DKI contohnya ketika waktu itu quick count juga diakui sebagai salah satu dasar dan selebrasi langsung dilakukan,” kata dia.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf akhirnya mendeklarasikan kemenangan Jokowi-Ma’ruf berdasarkan hasil hitung cepat 12 lembaga survei. Adapun alasannya demi meyakinkan para pendukungnya bahwa Jokowi-Ma’ruf menang.

“Kita bukan jumawa karena apa yang dilihat dari hasil quick count itu itulah nyata dan ini sudah dilakukan sebelum-sebelumnya ini sebagai catatan, sudah diakui sebelumnya kenapa sekarang dipertanyakan,” ujar Erick Thohir.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

TKN Nyatakan Kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin memberikan pernyataan kemenangan paslonnya pada Pilpres 2019. Ketua Harian TKN, Moeldoko mengatakan, TKN memang memiliki hak untuk menyatakan hal tersebut berdasarkan data kredibel quick count yang ada.

“Sebagai calon tidak boleh mengatakan itu, tapi kami adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk memenangkan, hak kami untuk mengumumkan,” tukas Moeldoko di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Jum’at (19/4/2019).

Moeldoko menegaskan, pernyataan kemenangan ini penting untuk segara disampaikan kepada masyarakat, terutama pada pendukung Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurutnya, hal ini dapat memberikan keyakinan kepada para pendukung, serta menangkal pernyataan yang tidak benar.

“Sehingga satu suara dengan mereka, jangan sampai nanti mereka menunggu, kapan dan seterusnya. TKN malam ini membuat keputusan, pernyataan. Itu kira-kira urgensinya,” ujar Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, pernyataan ini juga agar para pendukung dapat melakukan syukuran atau perayaan.

“Syukuran sudah banyak yang minta izin kepada saya. Besok sudah ada syukuran dari alumni SMA Jakarta, ada juga syukuran dari relawan-relawan lain. Dan itu hak mereka untuk merayakan dan sangat bagus karena memang kita merasa menang,” ia mengakhiri.

BPN Diminta Beberkan Bukti Kemenangan Prabowo-Sandi

Hitung cepat lembaga survei, kata Emrus, bisa dipertanggungjawabkan secara statistik, sebab menggunakan metodologi terukur, sample yang digunakan juga representatif, dan memiliki keterwakilan dengan populasi.

“Dan quick count ini sudah teruji di dunia,” tegasnya.

Menyoal komentar Prabowo yang lagi-lagi menyebut banyaknya kecurangan dalam Pemilu, Emrus menyarankan Prabowo dan tim pemenangan untuk menempuh jalur hukum sambil membawa bukti-bukti, data, dan fakta.

“Kalau mengatakan ada dugaan kecurangan itu harusnya mereka punya bukti. Sampaikan saja ke Bawaslu. Nanti Bawaslu akan berkoordinasi dengan penegak hukum jika memang ditemukan ada tindak pidana,” tutup Emrus.

Syukuran Setelah 3 Klaim Kemenangan Prabowo

JakartaCapres Prabowo Subianto disambut meriah pendukungnya yang menunggu di depan kediamannya di Kertanegara. Mereka menggelar syukuran sebagai penanda klaim kemenangan dalam Pilpres 2019.

Prabowo yang mengenakan baju cokelat, kacamata, dan peci hitam disambut pendukungnya, Jumat (19/4/2019). Cawapres Sandiaga Uno tak hadir karena masih sakit.

Di panggung syukuran ada Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketum PA 212 Slamet Maarif, Ketum FPI Sobri Lubis, Idrus Sambo, Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Ketua DPD Jakarta M Taufik. Prabowo meminta para pendukung mengutamakan perdamaian.

“Saya minta pendukung Prabowo-Sandi yang cinta Tanah Air, cinta UUD, dan warga negara yang utamakan perdamaian kedamaian. Jangan kita terprovokasi, mereka ingin menggambarkan mereka yang aneh-aneh. Kita tidak ada niat aneh, kita ingin tegakkan keadilan dan kebenaran kita ingin kejujuran,” kata Prabowo dalam syukuran klaim kemenangan.

Prabowo meminta para pendukung menjaga C1 plano yang ada di kotak suara yang disimpan di kecamatan. Dia menyebut ada upaya menghilangkan kotak suara.

Prabowo menyatakan akan melayangkan protes terhadap penyimpangan. Dia menjamin tetap sesuai dengan konstitusi.

“Manakala ada penyimpangan keadilan, kejujuran, keadilan, dan manakala ada upaya terang-terang, untuk merobek-robek hak rakyat, kami tidak akan terima. Tapi kami selalu akan melakukan hal sesuai konstitusi,” katanya.

Prabowo sebelumnya mengklaim kemenangan untuk kali ketiga pada Kamis (18/4). Sandiaga tak berbicara dalam jumpa pers ini. Sandiaga hanya mengacungkan dua jari saat Prabowo memekikkan kata ‘merdeka’.

“Saya ulangi, pada hari ini, saya, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa saya dan Saudara Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019-2024 berdasarkan penghitungan lebih dari 62 persen hitungan real count,” kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara.

Klaim kemenangan pertama kali disampaikan Prabowo pada Rabu (17/4) sore. Prabowo saat itu menuding ada upaya-upaya kecurangan hingga adanya penggiringan opini kekalahannya.

“Walau demikian, hasil exit poll kita di 5 ribu TPS kita menang. Dan hasil quick count kita menang 52,2 persen,” tegasnya.

“Semua relawan untuk mengawal kemenangan kita di seluruh TPS dan kelurahan. Saya tegaskan di sini, ada upaya dari berbagai survei tertentu untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah,” imbuh Prabowo yang berbicara tanpa didampingi Sandiaga.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Syafii Maarif Sebut Klaim Kemenangan Sebelum Keputusan KPU Tak Perlu Didengar

Liputan6.com, Sleman – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif meminta masyarakat tidak perlu mendengar klaim kemenangan yang dilakukan kontestan dalam Pemilu 2019 sebelum muncul hasil penghitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya rasa klaim-klaim itu bersifat ‘swasta’ (tidak resmi), jadi tidak perlu didengar, biar sajalah,” kata Syafii Maarif usai salat Jumat di Masjid Nogotirto, Sleman yang berada di kompleks kediamannya, Jumat (19/4/2019).

Menurut Buya Syafii, walaupun sudah ada hitung cepat yang dilakukan berbagai lembaga, para kontestan tidak perlu terburu-buru mengklaim menang atau kalah sebelum muncul hasil penghitungan resmi dari KPU yang akan diumumkan pada Mei 2019.

“Walaupun sudah ada hitung cepat yang mengeluarkan pendapat biarkan saja, sebagai rujukan saja,” kata anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini seperti dilansir Antara.

Menurut dia, siapa pun kontestan Pemilu 2019 yang menang harus diterima dan bagi yang kalah harus berlapang dada dengan menjunjung tinggi keutuhan bangsa serta nilai-nilai kebhinnekaan.

“Siapa pun pemenangnya kita terima, siapa pun yang kalah juga harus legowo dan mari kita sama-sama menjaga keutuhan bangsa, perdamaian bangsa, kebhinnekaan, pluralisme, sehingga bangsa ini utuh bersatu untuk mencapai tujuan kemerdekaan, yakni menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Syafii Maarif.