Soimah Kolaborasi dengan Dewa Budjana di Java Jazz Festival 2019

Jakarta Ajang musik tahunan, Java Jazz Festival kembali hadir di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada tanggal 1-3 Maret 2019. Ratusan artis dari dalam dan luar negeri akan dihadirkan di acara musik ini.

Nikita Dompas selaku pihak penyelenggara Java Jazz Festival 2019 membocorkan bahwa akan ada pedangdut sekaligus sinden Soimah yang menjadi salah satu penampilan spesial dalam acara tersebut. Soimah dikabarkan akan berkolaborasi dengan Dewa Budjana dan juga bassist asal India, Mohini Dey.

“Special performance nanti ada Sonny Project, Warner Music Project dan Yamaha. Ada juga Budjana sama Soimah,” ujar Nikita Dompas saat jumpa pers Java Jazz Festival 2019 ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

2 dari 3 halaman

Bocoran

Namun, Nikita mengaku belum bisa membocorkan lagu apa dan jenis musik apa yang nantinya akan dibawakan oleh juri ajang Dangdut Academy itu. Sebab, dia memang belum mengetahui dan belum melihat seperti apa mereka latihan.

“Nggak tahu nih (lagu apa). Saya belum lihat latihannya seperti apa. Tugas saya cuma bagimana konsep mereka saja,” lanjut Nikita Dompas.

3 dari 3 halaman

Tribute

Selain Soimah, Nikita juga mengatakan akan ada beberapa kejutan lainnya yang akan tampil dalam acara musik Java Jazz Festival 2019 nanti.

“Ada banyak kolaborasi juga pokoknya. Kita akan buat pertunjukan tribute untuk mereka yang pernah main di Special Show Java Jazz,” pungkas Nikita Dompas.

3 Pesan Ratna Sarumpaet ke Koleganya Saat Sebarkan Hoaks Penganiayaan

Liputan6.com, Jakarta – Ratna Sarumpaet sudah menjalani sidang perdananya terkait kasus hoaks pada Kamis, 28 Februari 2019. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kasus ini mencuat dari cerita Ratna Sarumpaet soal penganiayaan dirinya oleh orang tak dikenal hingga mengakibatkan wajahnya lebam dan bengkak-bengkak. Hal itu seiring foto-foto dirinya yang beredar di media sosial dan viral.

Tampak hadir mendamping putri Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan. Sidang tersebut beragendakan pembacaaan dakwaan. Jaksa mendakwa Ratna telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Apalagi, berita bohong yang disebarkannya itu dinilai telah menimbulkan pro dan kontra. Dalam dakwaan yang dibacakan, terungkap jika Ratna beberapa kali mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp.

Pesan tersebut dibagikan Ratna kepada beberapa orang. Pesan yang disebar juga disertai foto Ratna saat dirinya sedang menjalani operasi wajah di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Berikut pesan-pesan yang disebar Ratna Sarumpaet kepada koleganya terkahit hoaks penganiayaan dihimpun Liputan6.com:

2 dari 5 halaman

1. Ahmad Rubangi

Dalam dakwaan yang dibacakan, Ratna Sarumpaet diketahui mengirimkan pesan kepada Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele. Saat itu, Ratna mengabarkan kepada ketiganya jika dirinya akan pergi Bandung, Jawa Barat.

Namun rupanya, Ratna tidak pergi ke Bandung. Ia justru pergi RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka).

Ratna dirawat di ruang perawatan B1 lantai 3 untuk dirawat inap pada Jumat, 21 September 2018 hingga Senin, 24 September 2018. Saat dirawat itulah Ratna beberapa kali mengambil foto dan kemudian diberikan kepada Ahmad Rubangi ketika perjalanan pulang.

Di dalam perjalanan, terdakwa mengirimkan beberapa foto wajah terdakwa yang dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui WhatsApp kepada Ahmad Rubangi.

Saksi kemudin bertanya, “Ya Allah.. Kok sampai begitu..” dan dijawab terdakwa, “Dipukulin 2 laki2”.

Sesampai di rumah, terdakwa bercerita ke Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Pele soal foto itu di kamarnya. Sembari menangis, terdakwa bercerita dipukul oleh orang sambil menunjukkan wajah lebam dan bengkak. Setelah itu, dia mengaku ingin istirahat sehingga saksi meninggalkan kamarnya.

3 dari 5 halaman

2. Rocky Gerung

Keesokan harinya pada 25 September 2018 pukul 20.43 WIB, terdakwa Ratna Sarumpaet mengirimkan foto yang sama ke Rocky Gerung dengan pesan, “21 September jam 18.50 WIB, area bandara Bandung”. Pukul 20.44 WIB, dia mengirim pesan lagi, “Not For Public”.

Rabu 26 September 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa bertemu dengan Deden Syarifuddin dan bercerita habis dipukuli. Dia pun kembali sambil menangis.

Pukul 16.30 WIB, Kamis 27 September 2018, saksi mengirim pesan lagi ke Rocky Gerung dengan pesan, “Hei Rocky negrinya makin gila n hancur – need badly :)”, dan pukul 16.33 WIB dengan pesan, “Need you badly”, pukul 16.36 WIB dengan pesan “Pasti kamu bahagia sekali disana ya, Penghormatan pada alam, bless you”.

Pada Jumat 28 September pukul 19.22 WIB, terdakwa kembali mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan “Day 7th”.

4 dari 5 halaman

3. Said Iqbal

Tak mendapat respons dari Rocky Gerung hingga hari ke-7, akhirnya Ratna menghubungi rekan aktivisnya yang lain yakni Said Iqbal. Lewat asistennya Saharudin, Said akhirnya bertemu Ratna di kediamannya pada 28 September 2018.

Kepada Said, Ratna mengaku dikeroyok dengan skenario cerita bohongnya, dan bukan lantaran efek operasi plastik. Lewat Said yang diketahui seorang aktivis buruh ini, Ratna meminta dirinya dipertemukan dengan Ketum Gerindra yang juga Capres 02, Prabowo Subianto.

Said yang bergerak cepat, langsung meneruskan informasi Ratna kepada ajudan Prabowo bernama Dani, berikut foto-foto wajah lebam Ratna.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jerat Pidana Hoaks Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet akhirnya duduk di kursi pesakitan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali pertama menggelar sidang dugaan hoaks yang dilakukan ibunda artis Atiqah Hasiholan tersebut, Kamis 28 Februari 2019.

Jaksa mendakwa Ratna Sarumpaet telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Apalagi, berita bohong yang disebarkannya itu dinilai telah menimbulkan pro dan kontra.

Jaksa penuntut umum mendakwa Ratna Sarumpaet dengan dakwaan alternatif.

“Dakwaan kesatu Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar jaksa. 

Sementara pada dakwaan kedua, jaksa menduga Ratna Sarumpaet, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras atau antar golongan (SARA).

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tutur jaksa.

Dalam dakwaan, terungkap bahwa Ratna menangis mengaku dipukuli sehingga mukanya lebam dan bengkak. Jaksa menyatakan, pada Jumat 21 September 2018 sekira pukul 16.00 WIB, Ratna Sarumpaet memberitahukan kepada saksi Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele akan pergi ke Bandung.

“Namun ternyata, terdakwa tidak pergi ke Bandung melainkan pergi ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka),” kata jaksa.

Bedah medis tersebut, sudah dijadwalkan dengan dr Sidik Setiamihardja. Kemudian Ratna Sarumpaet ditempatkan di ruang perawatan kamar B1 lantai 3 untuk menjalani rawat inap sejak Jumat, 21 September 2018 sampai dengan Senin 24 September 2018.

“Bahwa selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisl lebam dan bengkak akibat tindakan medis dengan menggunakan handphone merk Iphone. Setelah selesai menjalani rawat inap. Pada hari Senin tanggal 24 September 2018, terdakwa pulang ke rumah,” kata jaksa.

Di dalam perjalanan, Ratna mengirim beberapa foto wajah dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui whatsappnya kepada saksi Ahmad Rubangi. Saksi Ahmad kemudian menanggapi foto tersebut dengan membalas pesan Ya Allah, Kak sampai begitu.

Ratna pun membalas. “Dipukulin 2 laki-laki,” kata Jaksa.

Jaksa mengatakan, sesampainya di rumah, Ratna meminta Ahmad Rubangi untuk memanggil saksi Saharudin dan saksi Makmur Julianto alias Pele masuk ke kamar.

Ratna Sarumpaet lalu bercerita sambil menangis bahwa dipukuli orang dengan menunjukkan wajah lebam dan bangkak.

“Kemudian terdakwa mengatakan ingin istirahat. Selelah itu saksi Ahmad Rubangi dan saksi Makmur Julianto alias Pele dan saksi Saharudin keluar dari kamar terdakwa,” kata jaksa.

Keesokan harinya pukul 20.43 WIB, terdakwa mengirimkan foto yang sama ke Rocky Gerung dengan pesan, “21 September jam 18.50 WIB, area bandara Bandung”. Pukul 20.44 WIB, dia mengirim pesan lagi, “Not For Public”.

Rabu 26 September 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa bertemu dengan Deden Syarifuddin dan bercerita habis dipukuli. Dia pun kembali sambil menangis.

Pukul 16.30 WIB, Kamis 27 September 2018, saksi mengirim pesan lagi ke Rocky Gerung dengan pesan, “Hei Rocky negrinya makin gila n hancur – need badly :)”, dan pukul 16.33 WIB dengan pesan, “Need you badly”, pukul 16.36 WIB dengan pesan “Pasti kamu bahagia sekali disana ya, Penghormatan pada alam, bless you”.

Pada Jumat 28 September pukul 19.22 WIB, terdakwa kembali mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan “Day 7th”.

Pukul 23.00 WIB, Ratna Sarumpaet meminta Saharudin menelepon Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Setelah terhubung, dia curhat telah dianiaya sembari menangis. Dia meminta Said Iqbal ke rumahnya.

Ketika Said Iqbal datang, terdakwa berkata, “Kakak dianiaya” dan menceritakan kronologi penganiayaannya. Dia juga menunjukkan foto wajahnya yang lebam.

Dia lalu minta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Ratna mengaku sudah berbicara dengan Fadli Zon dan mendapat informasi tengah diatur waktu untuk bertemu Prabowo.

Dia kemudian mengirimkan foto wajah lebamnya ke Saiq Iqbal untuk diteruskan ke ajudan Prabowo atas nama Dani.

Pukul 23.01 WIB, Sabtu 29 September 2018, Ratna Sarumpaet mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan, “Mungkin aku tidak harus ngotot membantu memperbaiki bangsa yang sudah terlanjur rusak ini. It’s painful.”

Pukul 23.42 WIB dia juga kembali mengirimkan 3 foto wajahnya ke Basariaja alias Basari dan 3 menit kemudian dia mengirim pesan, “KK sedang sangat kesakitan/menderita saat KK minta tolong ingin bicara dengan Pak Joksan.”

Tak berhenti di situ, dia mengirim 3 foto wajahnya ke Simon Aloysius Mantiri dengan pesan, “Ini terjadi di area parkir Bandara Bandung 21 sept 2018, Saya harus bertemu 08 segera Pak Simon, Saya mohon …..” dan mendapat jawaban, “Kurang ajar sekali Bu itu pelakunya.”





2 dari 3 halaman

Akui Salah dan Ajukan Penangguhan Penahanan

Ratna Sarumpaet mengakui kesalahan di hadapan majelis hakim saat sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang harus berhadapan dengan pengadilan. Pengalaman dari saya ditangkap dan apa yang saya ketahui baik melalui bacaan saya betul melakukan kesalahan,” ucap Ratna, Kamis 28 Februari 2019.

Meski begitu, Ratna merasa ada beberapa poin yang tidak sesuai fakta. Dia melihat kasusnya bernuasa politik.

“Yang terjadi di lapangan dan terjadi peristiwa penyidikan ada ketegangan bahwa memang ini politik,” ucap dia.

Karenanya Ratna berharap majelis hakim mengutamakan keadilan dibandingkan kekuasaan.

“Dengan semua unsur yang ada di sini, marilah menjadi hero untuk bangsa ini. Bukan untuk saya. Tapi di atas segalanya hukum bukan untuk kekuasaan,” tutup dia.

Namun, tudingan nuansa politis ini dibantah kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi. Dia menyanggah adanya muatan politis yang disebut disebut kliennya.

“Tidak ada motif politik sama sekali. Dakwaan kedua kita lihat kebohongan itu diproduksi untuk meyakinkan masyarakat saja, dan bahkan untuk meyakinkan BPN Prabowo-Sandi,” katanya usai persidangan.

Desmihardi mengatakan, lontaran kebohongan yang disebut Ratna murni karena malu dengan keluarga. Dia menegaskan, kebohongan itu hanya dibuat untuk keluarga, tidak ada tujuan menyebarkannya kepada publik.

“Ini murni karena beliau malu lebamnya diketahui oleh keluarga, sehingga harus mengarang cerita bahwa beliau dipukuli. Ini kebohongannya hanya untuk keluarga, karena beliau ingin keluarga tidak tahu beliau operasi plastik,” katanya menandasi.

Pada sidang tersebut, pengacara juga mengajukan permohonan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan status penahanan kliennya dari tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau kota.

Desmihardi membacakan pertimbangan mengajukan permohonan tersebut. Dia menyebutkan dua pertimbangan pengajuan penangguhan tahanan bagi kliennya, yakni berdasarkan hukum dan sisi kemanusian.

Ia menyatakan, Ratna Sarumpaet tidak ada niat melarikan diri. Kemudian, terdakwa tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat dianggap mempersulit jalannya proses hukum.

“Bahwa selama proses pemeriksaan di tingkat kepolisian dan tingkat Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan terdakwa Ratna Sarumpaet sangat kooperatif dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan. Selanjutnya terdakwa maupun keluarga dalam hal ini anak-anak menjamin bahwa terdakwa akan selalu menghadiri persidangan dengan tidak sulit jalannya sidang pengadilan ini,” ucap Desmihardi.

Sementara itu, dari sisi kemanusiaan, terdakwa adalah seorang perempuan lemah yang telah berusia senja. Pada usia 69 tahun, dia sangat rentan dalam penyakit terbukti selama penahanan dilakukan terdakwa sering sakit-sakitan dan selama penahanan beberapa kali terdakwa harus diperiksa di Bidokkes Polda Metro Jaya.

Apabila terus-menerus ditahan, lanjut dia, akan memperburuk kesehatan Ratna Sarumpaet baik secara fisik maupun secara mentalnya.

“Tidak berlebihan melalui permohonan ini kami minta kemudian lagi sakit yang teramat agar terdakwa dapat dialihkan status,” ucap Desmihardi.

Desmihardi mengatakan, anak kandung terdakwa yakni Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina akan menjadi penjamin penangguhan penahanan Ratna Sarumpaet.

Oleh karena itu, pengacara memohon kearifan dan kebijaksanaan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan jenis penahanan rutan menjadi penahanan rumah atau kota atas terdakwa Ratna Sarumpaet.

“Tujuan permohonan kami bukan untuk ditangguhkan akan tetapi hanya sebatas pada pengalihan jenis penahanan yang semula penahanan rumah tahanan negara menjadi penahanan rumah tahanan kota sebagaimana yang diatur dalam KUHP,” kata Desmihardi.

3 dari 3 halaman

Siapkan 20 Saksi Ahli

Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berencana menghadirkan 20 saksi untuk sidang kasus penyebaran berita bohong yang menjerat Ratna Sarumpaet. Hanya, jaksa enggan membeber siapa 20 saksi tersebut.

“20 saksi fakta, 5 saksi ahli, dan saksi meringankan,” kata Jaksa kasus Ratna Sarumpaet, Panyaman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Panyaman menegaskan nama Prabowo dan Fadli Zon tidak masuk dalam daftar itu. Hanya Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang disebut akan dihadirkan senagai saksi di persidangan.

“Dalam bacaan saya tidak ada nama Prabowo dan Fadli Zon,” imbuhnya.

Stasiun Kereta di Jabodetabek Kini Ada Fasilitas Wifi Gratis

Liputan6.com, Jakarta – Sebagai wujud peningkatan pelayanan kepada pengguna setia kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan fasilitas WiFi gratis di peron stasiun-stasiun kereta api. Untuk penyediaan WiFi gratis tersebut, KAI bekerja sama dengan PT Pulau Pulau Media (MacroAd).

Direktur Komersial KAI Dody Budiawan bersama Direktur Operasional PT Pulau Pulau Media yang kerap dikenal sebagai MacroAd Rudi Chandra meresmikan peluncuran fasilitas WiFi gratis untuk pengguna KA yang dinamakan WiFi MacroAd di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, pada Rabu, (27/2/2019).

“Dengan adanya WiFi gratis di stasiun dan di kereta api ke depannya, penumpang akan lebih nyaman saat menunggu kedatangan kereta atau selama dalam perjalanan. KAI dan MacroAd berharap kerjasama ini dapat meningkatkan jumlah calon pengguna kereta api sampai masa mendatang,” jelas Direktur Komersial KAI Dody Budiawan di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Dijelaskannya, pengguna KA akan dimanjakan dengan WiFi gratis dengan kecepatan up to 250 mbps saat menunggu kedatangan kereta. Hingga saat ini, sebanyak 46 stasiun di Jakarta dan sekitarnya telah terpasang WiFi MacroAd.

Sedangkan 37 stasiun lainnya di Jabodetabek akan terpasang sekitar akhir Maret 2019. Penggunaan WiFi MacroAd dilakukan dengan proses registrasi terlebih dahulu.

Penggunanya cukup memasukan nomor telepon dan tanggal lahir. Setelah itu, pengguna dapat menggunakan WiFi secara gratis selama 30 menit pertama. Apabila pengguna ingin menggunakan WiFi gratis lagi, pengguna cukup melakukan login kembali.

2 dari 2 halaman

Kereta Jarak Jauh

Pengembangan berikutnya adalah pemasangan WiFi gratis di KA Jarak Jauh, KRL, dan stasiun di kota-kota lainnya. Fase pertama pemasangan WiFi gratis untuk KA Jarak Jauh dimulai dari 100 kereta KA Argo Parahyangan (Gambir – Bandung PP). Selanjutnya, KAI dan MacroAd akan memasang WiFi gratis di sepanjang stasiun yang dilewati KA Argo Parahyangan.

Kemudian proyek pemasangan WiFi gratis akan dilanjutkan pada 40 rangkaian dalam waktu dekat di KRL Commuterline, dan stasiun-stasiun KA jarak jauh dari Jakarta hingga Surabaya.

“Kerjasama antara KAI dan MacroAd dalam hal pemasangan WiFi MacroAd tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus partisipasi dalam mengembangkan digital ekosistem yang mencerdaskan publik pengguna transportasi massal. Dengan demikian, KAI turut menciptakan smart transportation yang menghibur dan informatif,” tambah Direktur Operasional MacroAd Rudi Chandra.

Berikut 46 stasiun yang telah tersedia Wifi gratis MacroAd: Angke, Cilebut, Jayakarta, Pasar Senen, Tangerang, Batu Ceper, Citayam, Juanda, Pesing, Tanjung Barat, Bogor, Citeras 23. Jurangmangu, Pondok Cina, Tebet, Bojong Gede, Depok baru, Kalideres, Pondok Jati, Tenjo, Bojong Indah dan Duren Kalibata.

Kemudian Kampung Bandan, Pondok Ranji, Universitas Indonesia, Cawang, Gambir, Karet, Poris, Kemayoran, Cibinong, Gang Sentiong, Kramat, Rawabuaya, Cicayur, Gondangdia, Mangga Besar, Taman Kota, Cikini, Grogol, Pasar Minggu, Tanah Abang, Cikoya, Jakarta Kota, Pasar Minggu Baru, Tanah Tinggi.

Batal Disewakan, Wisma Atlet Kemayoran akan Jadi Rumah Dinas PNS

Jakarta – Wisma Atlet Kemayoran yang dibangun sebagai fasilitas atlet dan official Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 batal dialihfungsikan menjadi rumah susun sewa bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bekas hunian para atlet yang menelan biaya Rp 3,5 triliun tersebut bakal difungsikan menjadi rumah dinas aparatur sipil negara (ASN).

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja.

“Rencananya begitu. Menurut statement Pak Menteri (Basuki Hadimuljono) kalau yang di Kemayoran itu akan jadi rusun untuk ASN,” katanya kepada detikFinance, Selasa (26/2/2019).


Perubahan peruntukan ini kata dia menyusul masih kurangnya ketersediaan hunian rumah dinas yang bisa dimanfaatkan ASN. Sementara bagi MBR, pemerintah akan memanfaatkan sejumlah rumah susun yang segera rampung dalam waktu dekat seperti rusun Pasar Rumput di kawasan Jakarta Selatan.

Penyediaan hunian untuk ASN juga diharapkan bisa mendorong peningkatan produktifitas dan kualitas hidup para abdi negara tersebut.

“Kan banyak juga ASN yang belum punya rumah, kebutuhan huniannya belum tercukupi. Kita juga perlu mendisiplinkan ASN selain untuk alasan produktivitas,” ungkapnya.

Diharapkan proses serah terima aset dari Kementerian PUPR kepada Kementerian Sekretariat Negara selaku pemilik aset dapat segera dilaksanakan. Sehingga hunian Wisma Atlet Kemayoran yang berisikan tak kurang dari 7.000 unit rusun tersebut bisa segera ditempati oleh para ASN.

“Nanti Setneg yang atur persyaratan atau mekanisme penghuniannya,” jelas Endra. (eds/ara)

Mantel Avant Garde Versi Moncler Genius

Liputan6.com, Jakarta – Dunia fesyen dunia terus berinovasi seiring perkembangan zaman dan kebutuhan. Baru-baru ini Moncler Genius meluncurkan kolaborasi menakjubkan lainnya dengan Valentino Pierpaolo Piccioli.

Dilansir harpersbazaar, Selasa, 26 Februari 2019, Genius membawa seri desain “Moncler Genius” mereka di ajang Milan Fashion Week untuk kedua kalinya. Merek meluncurkan serangkaian mantel avant garde bekerja sama dengan desainer termasuk Richard Quinn, Simone Rocha, dan Pierpaolo Piccioli dari Valentino.

Yang menonjol dan yang paling mengagumkan dari mereka adalah kapsul dengan Piccioli, yang menghasilkan serangkaian gaun couture puffer. Mantel tersebut cocok dikenakan untuk musim dingin.

Dibuat bekerja sama dengan model Liya Kabede, gaun Moncler x Piccioli menarik delapan seniman Ethiopia dari merek fesyen etis Kebede, Lemlem, untuk menghidupkan desainnya.

Hasil akhirnya? Koleksi menakjubkan dari gaun mantel puffer warna-warni yang membuat banyak orang senang untuk memakai pakaian tersebut agar tetap hangat.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

MLDSPOT Siap Gebrak Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019

Jakarta

Pencinta musik di Indonesia pastinya sudah menunggu festival bergengsi, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019. Ratusan musisi jazz dan non-jazz lokal maupun internasional ternama akan menunjukkan aksi bermusiknya selama tiga hari pada 1-3 Maret 2019 di JIEXPO Kemayoran.

Mulai Toto yang merupakan grup musik rock dan jazz fusion yang telah berkarir selama 40 tahun, Raveena, Jeff Burnett, GoGo Penguin, Cyrus Chestnut Trio, Moonchild, Mac Ayres, Lucky Chops, The Funky Knuckles, hingga peraih Grammy Awards 2019 kategori Best R&B Album yaitu H.E.R. Sementara line-up musisi lokalnya antara lain Teddy Adhitia, Andien, Endah N Rhesa Extended, Indra Aziz for Good, hingga The Soulful.

Pada gelaran ke-15 kalinya, Jakarta International BNI Java Jazz Festival mengusung tema Broadway dan Motown. Musisi akan menampilkan pertunjukan live yang megah ala broadway dengan musikalitas motown yang bisa mengajak penonton berdansa.


Selain tema yang menarik, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 yang menyediakan 11 panggung ini mengusung slogan ‘Music unites us all’. Lewat slogan tersebut diharapkan penonton bisa merayakan musik bersama-sama meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.

Festival ini bakal makin seru dengan kehadiran MLDSPOT. Bekerja sama dengan Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019, MLDSPOT menghadirkan ragam aktivitas menarik dan panggung musik keren MLDSPOT Stage di Hall A3.

Mengusung tema Taste the Beat, MLD Jazz Project Season 1 hingga 3 akan memeriahkan Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 dengan lagu-lagu terkini ataupun yang pernah menjadi hits. Uniknya, lagu-lagu tersebut akan dibawakan dengan aransemen modern jazz, gospel, hingga funk dengan sentuhan musik elektro. Makin seru, MLD Jazz Project Season 1 hingga 3 akan berkolaborasi dengan Iwa K, Adrian Khalif, dan Adikara Fardi. Jangan lewatkan Songlist Challenge yang dapat diikuti saat melihat aksi panggung mereka, bisa dilihat infonya melalui media sosial @MLDSPOT

Selain MLDSPOT Stage, ada juga Stage Bus Jazz Tour. Panggung musik ini sangat unik karena menjadikan badan bus sebagai arena panggung bagi para musisi. Bagi yang, ingin mendapatkan kesempatan manggung di banyak festival Jazz se-Indonesia atau bahkan di ajang Internasional jangan lewatkan pendaftaran MLDare2PERFORM Season 4 yang dibuka secara online pada 1 Maret 2019 untuk tergabung dalam MLDJAZZPROJECT berikutnya. Impian tampil di depan pencinta musik dan berkolaborasi dengan musisi ternama makin terbuka lebar lewat ajang ini.

MLDSPOT Siap Gebrak Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019Foto: dok. MLDSPOT

Tak hanya panggung musik, MLDSPOT turut menampilkan MLDSPOT Art & Sound Experience. Urbaners bisa melihat dan berfoto di instalasi unik dari material rotan ‘Helarotane’ yang merupakan hasil kolaborasi MLDSPOT dan beberapa seniman juga designer arsitek. Melalui Silent Disco Challenge, DUA SEJOLI yang sudah terkenal dengan karya kurasi sejarah musik Indonesia akan menampilkan karya terbaik mereka disini. Ada kesempatan mendapatkan voucher jutaan rupiah dengan mengikuti kontes foto menggunakan aplikasi boomerang di beberapa spot Instalasi Booth MLDSPOT ART & Sound Experience dan beberapa spot MLDSPOT lainnya.

MLDSPOT Siap Gebrak Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019Foto: dok. MLDSPOT

Keseruan kolaborasi MLDSPOT dan Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 tak sampai di situ. Urbaners juga bisa mengunjungi 3 mini booth MLDSPOT Taste The Music! Di sini, Urbaners bisa memilih lagu sesuai mood dan mendapatkan mixed jus atau kopi berdasarkan mood musik yang dipilih.

Jika belum membeli tiket Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019, coba peruntungan dengan mengikuti kuis dari MLDSPOT. Bagaimana caranya? Pantau terus informasinya di Instagram @mldspot.

(adv/adv)

Jersey Baru Persija Pakai Teknologi Canggih

Liputan6.com, Jakarta – Persija Jakarta akan menggunakan teknologi canggih untuk jersey pada Liga 1 dan Piala AFC 2019. Teknologi itu diciptakan oleh produsen apparel Persija, Specs.

Teknologi terbaru di jersey Macan Kemayoran, sebutan Persija, diberi nama X-Dry dan Zhield. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Vice President Sales and Marketing Specs, Ryan Tirta, dalam peluncuran produk terbarunya, Specs Active, di pameran GOIFEX yang digelar di Balai Sidang Jakarta, Senayan, Sabtu (23/2/2019).

“Teknologi itu akan digunakan oleh klub yang disponsori oleh Specs. Teknologinya tetap dipakai untuk jersey sepak bola meski bukan produk Specs Active. Teknologi itu digunakan untuk jersey Persija yang sangat berbeda,” ujar Ryan Tirta.

“Kami mendukung semua tim yang menjalin sponsor dengan kualitas terbaik. Sudah belasan tahun tak ada yang mengeluh dan semua puas, termasuk Persija,” katanya melanjutkan.

Jersey terbaru Persija itu sudah dalam tahap produksi dan tinggal tunggu waktu pemasarannya. Rencananya, launching kostum terbaru Macan Kemayoran yang penuh teknologi baru ini bakal dilakukan pada April 2019.

2 dari 2 halaman

Menahan Bakteri

Teknologi X-Dry dan Zhield ini terbilang baru. Teknologi di jersey baru Persija itu merupakan fitur spesial untuk menahan perkembangan bakteri sehingga mengurangi bau yang mengganggu.

“Bahan yang berkualitas, ringan, dan fitting yang pas meningkatkan kenyamanan. Hal itulah yang menjadi alasan saya memilihi Specs Active dalam berolahraga,” kata Liana Tasno selaku Key Opinion Leader Specs Active.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pemain Baru Persija Janji Tak Kecewakan The Jakmania

Jakarta – Persija Jakarta mendatangkan Silvio Escobar sebagai striker baru, Jumat (22/2/2019). Pemain asal Paraguay berjanji akan bekerja keras untuk The Jakmania di setiap pertandingan bersama Macan Kemayoran.

Silvio Escobar mengikat kontrak bersama Persija dengan durasi satu musim. Pemain berusia 32 tahun itu memiliki pengalaman memperkuat sejumlah klub di Indonesia, seperti Madura United, PSM Makassar, Bali United, dan Perseru Serui.

Bersama Perseru pada musim lalu, Silvio mencetak delapan gol dalam 27 pertandingan. Pemain kelahiran 18 Juli 1986 itu diharapkan bisa menjadi senjata tajam di lini depan Macan Kemayoran, terutama selama Marko Simic tak bisa bermain karena masalah hukum yang menderanya di Australia.

Silvio Escobar mengaku sangat termotivasi tampil di depan The Jakmania. Dia menilai bermain bersama Persija sangat bagus untuk perjalanan karier sepak bolanya.

“Saya merasa Persija merupakan klub yang diisi pemain berkualitas. Bagus tentunya untuk karier saya. Tentu saya siap untuk bekerja sama memberikan Persija hasil terbaik dalam setiap pertandingannya,” ujar Silvio Escobar.

“The Jakmania sangat luar biasa, mereka selalu memberikan dukungan terhadap Persija dalam setiap pertandingan. Saya siap bekerja keras demi mereka dan tim di setiap pertandingannya,” lanjut pemain asal Paraguay itu.

Silvio Escobar akan mulai berlatih bersama  Persija di Lapangan PS AU TNI Angkatan Udara, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada Sabtu (23/2/2019) sore.


Sumber: Bola.com