6 Wisata Lamongan yang Cocok Dikunjungi Bareng Keluarga, Piknik Makin Menyenangkan

1. Makam Sunan Drajat

Wisata lamongan yang pertama adalah makam Sunan Drajat. Salah satu wisata religi ini cukup terkenal dikunjungi banyak wisatawan karena reputasi Sunan Drajat sebagai salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama islam di nusantara.

Makan Sunan Drajat selalu ramai dikunjungi oleh peziarah. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Lamongan, yaitu hanya memerlukan waktu tempuh 30 menit juga membuat banyak yang berkunjung kesini.

Sudah banyak juga perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan oleh pemerintah Lamongan untuk menunjang salah satu destinasi wisata lamongan atau tempat ziarah yang cukup terkenal ini.

Selain itu, juga dibangun museum sunan drajat di sekitar makam, jadi kamu bisa sekalian mampir ke museum setelah berziarah. Membuat wisata lamongan satu ini memiliki banyak opsi yang menarik.

2. Wisata Bahari Lamongan

Dari semua wisata lamongan yang pernah kmau dengar, mungkin Wisata Bahari Lamongan ini merupakan yang paling terkenal di Kota Lamongan. Tentunya dengan beragam wahana dan keindahan objek wisata menjadikan tempat ini menjadi favorit wisatawan.

Wisata Bahari Lamongan ini lokasinya dikelilingi oleh pantai dengan panorama yang begitu indah. Menjadikan tempat ini menjadi tempat yang sangat cocok untuk piknik bersama keluarga. Ketika musim liburan wisata lamongan satu ini selalu ramai dengan pengunjung.

Dengan memiliki fasilitas yang memadai dan dijaga dengan baik, wisata bahari lamongan ini bahkan tidak kalah keren dengan Dunia Fantasi di Jakarta. Wahana permainan air, rumah kaca, istana bawah laut, serta tembak ikan tentunya akan membuat wisata keluarga kamu semakin menyenangkan.

Pemilu Lancar, Ma’ruf Amin Gelar Pengajian Keluarga

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin menggelar pengajian tertutup bersama keluarga dan kerabatnya di kediaman Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019) malam. Pengajian tersebut diselanggarakan untuk mensyukuri Pemilu yang berjalan lancar.

Menurut Koordinator Media Kiai Ma’ruf Amin, Monang Sinaga, pengajian tersebut hanya dihadiri oleh kerabat dekat dan keluarga. Serta dilakukan secara tertutup dan sederhana.

“Malam ini Abah pengajian di rumahnya bersama keluarga inti, putra putrinya dan handai tolan. Ini sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran pemilu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/4).

Ma’ruf Amin mengadakan pengajian tersebut untuk berdoa kepada Allah supaya proses pesta demokrasi dilancarkan hingga usai. Menurut Monang, pengajian tersebut bukan bentuk perayaan usai hasil hitung cepat memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

“Pengajian sederhana, tadi sore kan Abah juga sudah menjelaskan tidak ada perayaan. Pengajian ini sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran pesta demokrasi hari ini,” ucapnya.

Sedangkan, Ma’ruf berkata dirinya tidak ada nazar khusus apabila menang di Pilpres 2019. Syukuran menang pun, Ma’ruf baru laksanakan usai penetapan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum.

“Saya gak pakai nazar-nazar. Kalau nazar kan wajib nanti. Paling syukuran saja, bisa kecil bisa gede,” kata Ma’ruf.

Reporter: Ahda bayhaqi

Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Megawati Akan Nyoblos Bareng Keluarga di Kebagusan

Badut berbentuk kotak suara Komisi Pemilihan Umum (KPU), ondel-ondel, dan marching band ikut meramaikan pawai Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Minggu (23/9). (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Warga memasukkan surat suara yang telah dicoblos saat mengikuti simulasi pemungutan dan pencoblosan surat suara Pemilu 2019 di Taman Suropati, Jakarta, Rabu (10/4). Simulasi dilakukan untuk meminimalisir kesalahan dan kekurangan saat pencoblosan pemilu pada 17 April nanti. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Politisi Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono saat masuk ruang pendaftaran bakal Capres/Cawapres Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8). AHY mendampingi proses pendaftaran pasangan Prabowo/Sandi Uno. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Warga memasukkan surat suara yang telah dicoblos saat mengikuti simulasi pemungutan dan pencoblosan surat suara Pemilu 2019 di Taman Suropati, Jakarta, Rabu (10/4). Simulasi dilakukan untuk meminimalisir kesalahan dan kekurangan saat pencoblosan pemilu pada 17 April nanti. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Badut berbentuk kotak suara Komisi Pemilihan Umum (KPU), ondel-ondel, dan marching band ikut meramaikan pawai Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Minggu (23/9). (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Perwakilan partai politik memvalidasi dan menandatangani persetujuan surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPR RI pemilu 2019 di Jakarta, Jumat (4/1). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Politisi Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono saat masuk ruang pendaftaran bakal Capres/Cawapres Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8). AHY mendampingi proses pendaftaran pasangan Prabowo/Sandi Uno. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Logo Bawaslu (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Politikus PDI Perjuangan Ronny Berty Talapessy saat bertemu dengan warga. (Istimewa)
Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto. (Istimewa)

Tindakan Kriminal Dua Pemutilasi Mayat dalam Koper di Mata Keluarga

Tindakan Kriminal Dua Pemutilasi Mayat dalam Koper di Mata Keluarga Ibunda eksekutor mutilasi mayat dalam koper/Foto: Erliana Riady

Surabaya – Apa yang dilakukan dua pelaku mutilasi mayat dalam koper AS dan AJ membuat masing-masing keluarga terkejut. Ibu AS dan ayah AJ tidak menyangka anak kandung mereka bisa bertindak bengis seperti itu.

“Anakku lho mbak. Kok jahat banget seperti itu. Masa sampean tidak tahu, anakku itu yang bunuh mayat terus dibuang pakai koper itu,” kata seorang ibu sambil membuka nasi kotak untuk makan siang, Sabtu (13/4).

Apalagi, koper yang dipakai membuang mayat miliknya saat membeli di Malaysia saat menjadi TKW. NG, ibu kandung tersangka AS yang memutilasi Budi Hartanto (28). Warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, itu ikut dimintai keterangan polisi. Karena dari dalam rumah itu, tim penyidik menemukan beberapa barang bukti kasus mutilasi mayat dalam koper.

Termasuk dua sepeda motor milik korban dan pelaku. Serta barang milik korban yang dibakar pelaku di depan rumahnya.

Menurut NG, watak anaknya semakin hari semakin keras. AS kerap berkata kasar dan menghardik sang ibu dengan alasan dirinya sudah dewasa dan bisa berpikir mandiri.

“Ya belakangan hari ini makin kasar juga sama saya. Katanya, aku ki wes gede mak. Wes iso mikir dewe (Saya itu sudah besar mak. Sudah bisa berpikir sendiri). Tapi kok sampai sejahat itu juga sama orang lain,” tuturnya sambil menetaskan air mata.

Aksi mutilasi terhadap warga Desa Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri juga melibatkan tersangka berinisial AJ (23). Keluarga tidak menyangka AJ berani melakukan perbuatan sadis tersebut.

Berbeda dengan AS yang dinilai kerap bersikap kasar pada orang tua, AJ dikenal sebagai sosok yang baik dan berbakti. Seperti yang diutarakan sang ayah Supriyanto (50).

“Dia anak yang baik, selalu menurut apa kata saya,” ujar Supriyanto kepada detikcom.

“Bahkan pernah dia membawa pulang ke rumah seorang gadis usai jalan hari Minggu. Saya suruh pulangkan karena hari sudah malam. Dia nurut langsung diantar pulang,” tambah Supriyanto.

Tidak hanya itu, AJ juga disebut-sebut sebagai tulang punggung keluarga. AJ dinilai kerap membantu biaya hidup dan ekonomi keluarga.

“AJ ini anak bungsu dari 4 bersaudara. Kita sangat terpukul dengan penangkapan ini,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, polisi menemukan alat bantu penggunaan sabu saat menggeledah kediaman AJ. Alat tersebut bekas digunakan pelaku di rumahnya, Jalan Merak Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

“Bekas-bekas, iya menggunakan sabu itu. Iya kalau dari barang buktinya dia diduga kuat pengguna,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela kepada detikcom di Surabaya.

Rabu (3/4), warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper. Budi menjadi korban mutilasi lantaran dalam koper berwarna hitam tersebut tanpa ada bagian kepala korban.

Polisi kemudian meringkus kedua pelaku yakni AS dan AJ pada Kamis (11/4). Sehari berselang, tim gabungan dari pihak berwajib juga menemukan bagian kepala korban.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi dan Keluarga Foto Bareng Raja Salman

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana tiba di Arab Saudi, pukul 08.50 waktu setempat atau pukul 12.50 WIB, Minggu (14/4/2019).

Jokowi dan rombongan disambut Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh dan Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar Al Saud, serta Menteri Perdagangan dan Investasi Majid Bin Abdullah Al Qasabi di Bandara Internasional King Khalid Riyadh.

Siangnya, Jokowi dan Iriana bertemu dengan Raja Salman bin Abdulaziz. Juga dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Presiden Jokowi bertemu Raja Salman bin Abdulaziz. (Alekhbariyahtv)

“Di ibu kota Kerajaan Arab Saudi ini saya hendak bertemu dan bersantap siang bersama Raja Salman bin Abdulaziz di istana, dilanjutkan dengan pertemuan dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman,” tulis Jokowi dalam akun Instagramnya, seperti dikutip Liputan6.com, Jakarta, Minggu.

Media setempat pun memberitakan tentang pertemuan tersebut. Salah satunya Al Ekhbariya TV. “Raja Salman mengadakan pembicaraan dengan Presiden Indonesia,” tulis media itu pada laman resminya sembari menampilkan foto pertemuan tersebut.

Pada pertemuan itu, kedua putra Jokowi dan Iriana (Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka) juga ikut. Keempatnya pun berfoto bersama dengan Raja Salman.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan keluarga berfoto bersama Raja Salman bin Abdulaziz. (dok Biro Setpres)

AJ, Pemutilasi Mayat Dalam Koper Tulang Punggung Keluarga

Kediri – Sosok AJ, pemutilasi Budi Hartanto (28), mayat dalam koper di mata keluarga adalah anak yang baik dan berbakti. AJ juga sebagai tulang punggung ekonomi keluarga.

Supriyanto, ayah AJ mengaku sangat terpukul dengan penangkapan AJ atas dugaan pembunuhan yang dilakukannya bersama AS. Menurutnya, AJ sangat perhatian dengan keluarga. AJ sangat membantu biaya hidup dan ekonomi keluarganya.

“AJ ini anak bungsu dari 4 bersaudara. Kita sangat terpukul dengan penangkapan ini,” ujarnya kepada detikcom di rumahnya, Jalan Merak Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Sabtu (13/4/2019).

Sehari-harinya, kata Supriyanto, AJ bekerja di persewaan peralatan dan dekorasi pengantin di sekitar rumahnya. AJ juga sempat bekerja membantu menjaga parkir di toko sekitar Pasar Sambi.

Supriyanto juga masih belum percaya jika anaknya tega melakukan pembunuhan keji seperti yang diberitakan selama ini.

“AJ anak yang baik mas, tidak mungkin dia tega membunuh apalagi memenggal kepala orang,” imbuh Supriyanto.

Sebelumnya, potongan kepala mayat dalam koper, Budi Hartanto (28), warga Tamanan, Kota Kediri dibuang di aliran Sungai Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Sementara koper hitam berisi tubuh korban ditemukan pencari rumput.
(fat/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sosok AJ, Pemutilasi Mayat Dalam Koper di Mata Keluarga

Kediri – Tak hanya AS yang melakukan aksi pembunuhan terhadap Budi Hartanto (28), mayat dalam koper yang dibuang di Blitar. AJ (23) juga turut serta dalam pembunuhan itu.

Keluarganya pun tak menyangka jika AJ berbuat keji seperti itu. Di mata keluarga, AJ sosok yang baik dan berbakti kepada orang tua. Hal tersebut diutarakan Supriyanto (50) Ayah AJ. Menurut Supriyanto, keseharian AJ merupakan pria yang baik dan menurut dengan orang tuanya.

“Dia anak yang baik, selalu menurut apa kata saya,” ujar Supriyanto kepada detikcom, Sabtu (13/4/2019).

Supriyanto membantah jika AJ memiliki kelainan dengan menyukai sesama jenis. Terbukti, saat itu dirinya sempat memarahi AJ lantaran membawa pulang seorang gadis di rumahnya.

“Bahkan pernah dia membawa pulang ke rumah seorang gadis usai jalan hari Minggu. Saya suruh pulangkan karena hari sudah malam. Dia nurut langsung diantar pulang,” tambah Supriyanto.

Supriyanto mengaku polisi menangkap AJ saat anaknya sedang nonton televisi pada Jumat (12/4/2019) dini hari. Anaknya ditangkap polisi dengan tuduhan bertengkar dan pengeroyokan hingga meninggal dunia.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dora Marie Sigar dan Janji Prabowo Kunjungi Keluarga di Minahasa

Jauh sebelum terjun ke dunia politik, Prabowo beberapa kali mengunjungi sanak keluarganya di Minahasa. “Beliau sudah sering mengunjungi Langowan,” ujar salah seorang kerabat dekat Prabowo di Manado.

Dalam kampanye terbukanya di Lapangan Ketangbaru Manado, Minggu, 24 Maret 2019, Prabowo juga sempat berjanji untuk kembali mengunjungi keluarga dan makam kakeknya di Langowan.

“Saya bakal datang kembali lagi ke Sulawesi Utara. bertemu saudara-saudara saya. Juga berziarah ke makam kakek dan nenek saya,” ujar Prabowo.

Dalam orasinya itu, Prabowo juga menyatakan bahwa dia Orla alias Orang Langowan. Untuk diketahui, Langowan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, yang merupakan tanah kelahiran ibunda Prabowo yakni Dora Marie Sigar.

“Saudara-saudara sekalian, saya ini orla, orang Langowan. Jadi saya berharap bahwa saya bisa mendapat dukungan dari saudara-saudara di Sulut,” dia menegaskan.

Simak video pilihan berikut ini:

Prabowo Subianto berorasi dalam kampanye akbar di stadion GBK, Jakarta. Ia menyebut Indonesia sedang sakit, bahkan Ibu Pertiwi sedang diperkosa.

Menhub Siap Fasilitasi Klaim Keluarga Korban Lion Air JT 610

Liputan6.com, Jakarta Keluarga dan ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 terus menuntut kepastian pembayaran hak ganti rugi dari maskapai.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan siap membantu dan memfasilitasi jika memang tuntutan keluarga korban tak juga dipenuhi.

“Kita fasilitasi, kok, kalau keluarga korban merasa haknya tidak dipenuhi. Sebenarnya kalau sudah diasuransikan, ini sudah jadi ranah maskapai dan perusahaan asuransi, jadi tetap yang tanggung jawab ya korporasi,” ungkap Budi di Palangkaraya, Senin (8/4/2019).

Seperti diketahui, sejumlah keluarga dan ahli waris korban kecelakaan tragis pesawat Lion Air JT-610 terus menuntut untuk mendapat kepastian pembayaran hak ganti rugi dari maskapai.

Tuntutan ini terus disuarakan lantaran Lion Air dianggap kerap berdalih lewat berbagai cara untuk menuntaskan tanggung jawabnya.

“Suami saya sudah jadi korban, tapi tanggung jawab maskapai hampir enggak ada. Diulur-ulur dengan berbagai macam alasan,” keluh Merdian Agustin, keluarga dari korban Eka Suganda dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Senin (8/4/2019).

“Sejujurnya kami bingung, frustasi dan kecewa dengan situasi ini. Anggota keluarga kami sudah jadi korban dengan cara yang mengerikan, tapi tanggungjawab maskapai dan produsennya tidak jelas sampai sekarang,” tambahnya.

Adapun dalam Pasal 3 huruf a Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, tertulis bahwa penumpang yang meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat udara diberikan ganti rugi sebesar Rp 1,25 miliar.

Hak atas ganti rugi ini dipertegas dengan Pasal 23 yang menyatakan besaran kerugian tidak menutup kesempatan bagi ahli waris untuk menuntut ke pengadilan.

Meski peraturan sudah jelas, Merdian mengatakan Lion Air malah mempersulit keadaan dengan memaksa keluarga korban untuk menandatangani Release and Discharge (R&D). Dokumen ini disebutkan mewajibkan keluarga dan ahli waris untuk melepas hak menuntut kepada pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kecelakaan itu.

“Bahkan terakhir, terkait pencairan ganti rugi, kita wajib menandatangani dokumen R&D. Kita dituntut melepas hak menuntut untuk pihak yang bertanggungjawab. Itu menurut saya sangat tidak masuk akal,” keluhnya gusar.

Sebelumnya, CEO Boeing, Dennis Muilenburg telah menyatakan permintaan maaf pada seluruh keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Dennis mengatakan hal ini bisa menjadi momentum percepatan pembayaran ganti rugi, baik pada pihak maskapai maupun pihak produsen.