Keluarga Korban Lion Air, Menangis untuk Lebih Kuat

Liputan6.com, Jakarta – “Menangis saja, itu akan membuat kamu lega,” ucap Mala Sari, seorang petugas Palang Merah Indonesia (PMI) ke salah satu keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air tujuan Cengkareng-Pangkalpinang.

Ya, Mala merupakan petugas PMI yang bertugas mendampingi keluarga korban Lion Air di Rumah Sakit Polri, Kramatjati. Dia bertanggung jawab untuk membantu keluarga korban meringankan beban saat menunggu kepastian kabar dari tim DVI Polri.

“Kebanyakan dari mereka itu reaksinya menangis, itu pasti. Di sini kita memiliki peran bagaimana menguatkan keluarga di situasi abnormal seperti ini. Dengan cara apa? Banyak, bahkan dengan kita kasih minum mereka saja, kasih mereka makan, itu sedikitnya membantu beban mereka dari reaksi atas kejadian yang tidak normal seperti sekarang ini,” kata Mala ditemui di posko antemortem RS Polri, Jumat (2/11/2018).

Tidak ada yang pernah membayangkan kehilangan seseorang dengan kejadian nahas seperti kecelakaan Lion Air ini. Jatuh dari ketinggian ribuan kaki. Berat, bahkan bisa menghasilkan trauma.

Tapi, kata Mala, hal itu bisa diatasi secara bertahap. Mungkin tidak dalam waktu cepat dan perlu bantuan ahli pada bidangnya, seperti psikolog.

Sebagai pendamping, Mala bisa menjadi bantalan para keluarga untuk mencurahkan emosinya. Menjadi teman sekaligus “asisten” selama penantian segala informasi terbaru dari polisi.

Bahkan, tidak hanya PMI, menurut Mala antarkeluarga korban juga saling menguatkan dengan membentuk kelompok. Mereka dengan bebas bisa bercerita mengurangi rasa kelabu.

Beragam cara untuk melipur lara, tidak melulu berkumpul bersama kelompok survival Lion Air. Adapula yang menyendiri, melepas kesedihan mereka dengan caranya sendiri. Semua tergantung individu merespon satu peristiwa.

“Kita kumpulkan keluarga korban untuk kita ajak sharing, berbagi apa yang dirasakan, dan biasanya itu kita saling mendukung. Masing-masing orang itu berbeda masalahnya, berbeda tekanannya, berbeda reaksi yang muncul dalam kecemasannya,” tutur Mala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *