Pihak Berwajib Australia Peringatkan Kelompok Supremasi Kulit Putih

Canberra

Para penganut ideologi supremasi kulit putih, yang menganggap Islam dan imigran non kulit putih tak boleh tinggal di Australia, kini mendapatkan pengawasan lebih ketat dari pihak berwajib.

Pengawasan ini, kata Mike Pezzullo, Sekjen Departemen Dalam Negeri yang membawahi imigrasi, kepolisian dan intelijen, dilakukan menyusul serangan terorisme di Christchurch pekan lalu.

Pezzullo mengatakan departemennya mendedikasikan diri untuk menentang ideologi ekstrim supremasi kulit putih dan para penganutnya setelah serangan di Selandia Baru.

“Kalian berada dalam radar kami,” tegasnya seraya memperingatkan mereka tidak akan berhasil memicu perselisihan rasial di masyarakat.

“Pengawasan dan tekanan terhadap kalian akan semakin meningkat,” tambah Pezzullo.

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai seberapa besar ancaman dari kelompok supremasi kulit putih di Australia.

Sebelum serangan teror di Christchurch, Pezzullo menyebutkan tujuh ancaman nyata bagi keamanan nasional Australia. Namun ekstremis sayap kanan sama sekali tidak dia sebutkan.

Dia menyebut serangan teror di Christchurch sebagai “pembantaian mengerikan terhadap umat Islam yang sedang sembahyang”.

“Depdagri sejak itu bekerja bersama ASIO, AFP dan agen-agen lainnya untuk membantu rekan kami di Selandia Baru,” jelasnya.

Bantuan tersebut terkait dengan penyelidikan terhadap pelaku teror yang merupakan warga Australia penganut supremasi kulit putih.

Dalam rapat di Senat, Pezzullo juga ditanyai mengenai seorang pegawai Depdagri yang kini bekerja untuk Senator Senator Fraser Anning.

Pegawai tersebut, menurut laporan suratkabar Sydney Morning Herald, merupakan staf yang menuliskan pidato pelantikan Senator Anning.

Dalam pidato itu sang senator menyebutkan istilah “solusi akhir” bagi imigran muslim, suatu istilah yang merujuk ke NAZI Jerman dalam PD II.

Pezzullo menjelaskan pihaknya akan menyelidiki hal ini. Dia menegaskan Depdagri tidak akan menolerir para pegawai yang berpandangan ekstremis.

Senator Anning mendapat banyak kecaman dalam beberapa hari terakhir, setelah mengaitkan serangan terorisme di Christchurch dengan pendatang muslim.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Said Aqil Dipolisikan soal Kelompok Radikal, PBNU Bentuk Tim Klarifikasi

Jakarta – Koordinator Laporan Bela Islam (Korlabi) melaporkan Ketum PBNU Said Aqil Siradj ke Bareskrim Polri atas pernyataannya soal kelompok radikal dalam salah satu segmen wawancara. PBNU akan membentuk tim khusus untuk mengklarifikasi dan mendampingi Said Aqil.

“Saya kira iya akan ada tim khusus, akan klarifikasi seperti apa, pasti kita akan bentuk itu,” kata Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi, saat dihubungi, Selasa (19/3/2019).

Masduki mengatakan pihaknya akan mengecek terlebih dahulu video yang menjadi dasar pelaporan Korlabi. Dia ingin mengetahui secara jelas duduk perkara yang dipersoalkan oleh Korlabi.

“Saya sebagai Wasekjen PBNU kita akan coba klarifikasi terlebih dahulu, secara prosedural kira-kira seperti apa, materialnya bagaimana, videonya yang mana dan segala macam, itu akan kita coba klarifikasi supaya ketemu duduk soalnya seperti apa,” kata Masudki.

Terlepas dari itu, Masduki menjelaskan mengenai substansi pernyataan Said Aqil yang kerap disampaikan dalam pelbagai kesempatan. Said Aqil, menurut Masduki, ingin mengajak orang-orang yang tidak bersahabat dengan NKRI dan Pancasila untuk kembali ke pangkuan NKRI.

“Ya kita juga belum tahu persis yang mana yang dimaksud, memang Kiai Said memberikan pernyataan di Mata Najwa. Terkait hal itu memang ada substansi yang saya kira selama ini juga sering dikatakan Kiai Said. Kita memang beranggapan bahwa negara kita, saudara kita yang mempunyai pemahaman keagamaan yang tidak friendly terhadap NKRI dan ideologi Pancasila, itu kan memang konteksnya kalau PBNU harus didakwahi supaya friendly dengan NKRI dan Pancasila,” ujar dia.

Masduki juga bicara soal politik praktis dan upaya PBNU menjaga kerekatan antar elemen bangsa. Menurut dia, jangan sampai momen politik tahunan merusak persatuan bangsa Indonesia.

“PBNU tentu saja kalau kaitannya dengan politik praktis, pilpres. Saya kira itu bisa coba jauhkan dari kepentingan-kepentingan yang sifatnya jangka pendek. Karena kalau kepentingan politik jangka pendek lantas mengandung hal-hal yang kemudian menjadi penyebab terputusnya tali silaturahim antar umat Islam, saya kira kita bisa klarifikasi. Pada dasarnya sesama umat Islam bersaudara,” ujarnya.

PBNU sendiri sudah mengembangkan trilogi persaudaraan yakni persaudaraan sesama umat Islam, persaudaraan sesama bangsa dan persaudaraan sesama manusia. Bagi Masduki, hal itu harus menjadi landasan utama masyarakat Indonesia dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan.

“Ini kan landasan-landasan yang sifatnya tidak ada hubungannya dengan pemilu jangka pendek dan itu harus dijadikan lanadasan utama di dalam persoalan kita ke depan. Maka kita apakah masih berkaitan dengan politik jangka pendek atau tidak, itu menjadi persoalan yang perlu kita klarifikasi,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua Korlabi Damai Hari Lubis melaporkan Said Aqil ke Bareskrim pada Senin (18/3) kemarin. Said Aqil dilaporkan karena dianggap telah menebar ujaran kebencian melalui stasiun televisi.

Damai, yang juga Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), menyebut Said Aqil membuat pernyataan bahwa di kubu capres Prabowo Subianto terdapat orang-orang dari kalangan radikal.

“Di situ dikatakan Aqil Siradj bahwa di kelompok 02 itu terdapat radikalis, ekstremis, teroris. Jadi pernyataan dari seorang ulama yang cukup besar itu sangat meresahkan kami sebagai anggota AAB dan Korlabi,” kata Damai saat jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Damai mengaku pernyataan Said Aqil yang dia anggap mengandung ujaran kebencian dilihat di media sosial. Tayangan di media sosial itu yang kemudian dijadikan bukti dan diserahkan ke polisi saat membuat laporan.

Laporan Damai teregister dengan nomor LP/B/0309/III/2019/BARESKRIM tanggal 18 Maret 2019. Damai melaporkan Said Aqil dengan Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 156 KUHP.

(knv/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pasukan TNI Diserang Kelompok Egianus Kogoya di Nduga, 3 Prajurit Gugur

Liputan6.com, Jayapura – Kodam XVII/Cenderawasih mengklaim penyerangan yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga tak seimbang.

Dalam penyerangan yang dilakukan pukul 08.00 WIT, Kamis (7/3) anggota TNI yang saat itu berjumlah 25 orang, diserbu oleh 50-70 kekuatan anggota KKSB.

Kejadian ini terjadi saat Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) yang melakukan proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu di Kabupaten Nduga.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi menyebutkan, anggota KKSB itu menggunakan senjata campuran, yakni senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.

Walaupun pasukan berusaha melakukan perlawanan dan berhasil menguasai keadaan, serta memukul mundur  kelompok KKSB sampai menghilang ke dalam hutan, namun 3 orang prajurit gugur.

“Ketiga prajurit yang gugur sebagai kusuma bangsa adalah Serda Mirwariyadin yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, Serda Yusdin asal Palopo Sulsel dan Serda Siswanto Bayu Aji berasal dari Grobokan Jateng. Ketiga jenasah saat ini berada di RSUD Timika,” kata Aidi, Kamis (7/3/2019).

Aidi menambahkan dalam penyerangan itu, pasukan TNI berhasil merebut 5 senjata api milik KKSB. Pasca penyerangan, TNI menemukan satu jenasah yang berada di lokasi kejadian.

“Kami perkirakan ada 7-10 orang anggota KKSB yang tewas, namun mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya,” ucapnya.

Usai baku tembak, sekitar pukul 15.00 WIT, dua unit heli jenis Bell tiba dari Timika untuk melaksankan evakuasi korban prajurit yang gugur, namun sebelum mendarat heli malahan ditembaki KKSB, pasukan TNI pun membalas tembakan sehingga heli berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman.

2 dari 3 halaman

600 Pasukan TNI Bantu Pengamanan di Nduga

Pagi tadi, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring memimpin upacara penerimaan Satgas TNI yang akan melaksanakan pengamanan  pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nduga.

Pembangunan di daerah itu sempat terhenti, karena insiden pembantaian terhadap puluhan karyawan PT Istaka Karya pada awal Desember tahun lalu.

Ke-600 orang prajurit TNI berasal dari Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna dan Yonif Raider 514/Sabbada Yudha.

“Kalian adalah prajurit pilihan yang bertugas melindungi rakyat, seluruh tumpah darah Indonesia. Jangan sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat dimanapun akan ditugaskan,” ucap Yosua.

Yosua mengingatkan kembali kepada ratusan prajurit ini bahwa sektor penugasan prajurit merupakan daerah rawan dari kelompok separatis bersenjata yang masih aktif melakukan teror, pembunuhan dan aksi kriminal lainnya, baik terhadap aparatur negara maupun warga masyarakat.

“Separatis di Nduga aktif mengganggu program strategis nasional seperti pengerjaan proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga. Ingat, selalu tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan,” kata Pangdam.

3 dari 3 halaman

Satu Pekerja Dijaga Dua Anggota TNI

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVII Papua, Osman Marbun mengatakan 600 prajurit TNI AD membantu pengamanan pembangunan infrastruktur jembatan Trans Papua.

Kesepakatan ini tertuang dalam penandatangan kesepakatan antara Kementrian PUPR dan Mabes TNI. Sebanyak 600-an akan dikirim ke Nduga, diantaranya personil akan dikirim ke Mbua sebanyak 250 prajurit dan 350 prajurit lainya diberangkatkan dari Timika ke Kenyam.

Osman menyebutkan pengerjaan jembatan Trans Papua tetap dilanjutkan oleh PT Istaka Karya dan PT Brantas yang dibantu Zipur untuk penanganan fisiknya.

“Pengerjaan ini dijaga oleh 450 prajurit. Dalam prakteknya, satu orang pekerja dijaga oleh 2 orang prajurit,” kata Osman.

Harapannya jembatan di jalan Trans Papua ini dapat diselesaikan tahun ini. PT Istaka Karya mengerjakan 14 jembatan, namun ada 8 jembatan dalam pengerjaan yang belum selesai.

Kemudian dari 21 jembatan yang ditangani oleh PT Brantas, ada 5 jembatan yang sudah selesai, sehingga ada 16 jembatan lagi yang harus ditangani.

“Lokasi jembatan yang dikerjakan sepanjang 276 km, terbentang mulai dari Habema hingga ke Mumugu, sehingga pekerjaannya cukup panjang dan berada di hutan, sehingga butuh pasukan pengamanan,” jelasnya.

Simak video menarik berikut ini:

Tokoh Muslim Papua Tanggapi Aksi Onar Kelompok Jafar Umar Thalib

Jayapura – Tokoh muslim Papua minta pemerintah dan aparat keamanan bertanggung jawab untuk mengeluarkan anggota kelompok Jafar Umar Thalib (JTU) dari Papua, serta menutup aktivitas pesantrennya di Kabupaten Keerom.

Ketua MUI Papua, Ustaz Saiful Islam Al Payage menyebutkan kelompok JUT masuk ke Papua dengan dakwah ekstrem, sehingga di mana pun kelompok JUT berada selalu ada penolakan. Padahal, menurut Ustaz Al Payage, umat Islam selalu menjunjung tinggi perdamaian di Papua.

“Jangan ada kecurigaan dan pandangan negatif yang mendukung gerakan intoleran, radikalisme, dan semacamnya pada Islam di Papua. Kami cinta perdamaian,” kata Al Payage, Minggu malam, 3 Maret 2019 dalam keterangan persnya di LPTQ Kotaraja.

Ustaz Al Payage bahkan menyebutkan kelompok JUT telah melakukan jihad yang salah kaprah. Kelompok JUT bukan hanya menentang sesama muslim, tetapi juga negara.

“Kelompok JUT mengatakan Presiden itu Thaghut, negara ini adalah negara setan dan semacamnya. Dalam ideologi kelompok JUT dan alirannya tidak menerima negara, sehingga mereka harus meninggalkan Papua,” Al Payage menambahkan.

Sementara itu, Dewan Penasihat Majelis Muslim Papua (MMP), Arobi Aituarauw menuturkan kejadian yang dilakukan kelompok JUT di Koya Barat yang terjadi minggu lalu, pernah juga dilakukan kelompok JUT pada 2015. Saat kejadian 2015 itu, seluruh tokoh muslim serta pimpinan umat Islam meminta kelompok JUT dikeluarkan dari Papua.

Walau begitu, tokoh muslim di Papua sepakat untuk proses hukum kepada kelompok JUT dilanjutkan hingga tuntas. Tapi setelah selesai, kelompok JUT harus diusir dari Papua.

“Termasuk pesantren di Koya Barat harus ditutup dan dibubarkan, agar tak menyebarkan aliran radikal yang ekstrem di Papua,” tuturnya.

Hal lain juga dikatakan oleh Ketua Badan Koordinasi Mubaliqh Indonesia Provinsi Papua , Idrus Al Hamid bahwa pemerintah dan Polda Papua segera mengambil sikap mengeluarkan kelompok JUT dari Papua, sebab dikhawatirkan menimbulkan permasalahan baru.

“Jika dibiarkan, maka akan ada persoalan yang lebih besar, di antaranya mosi tidak percaya terhadap penegakan hukum, sehingga masyarakat mengambil tindakan konkret yang pada akhirnya masing-masing pihak saling berhadapan,” dia menandaskan.


Baca berita menarik lainnya di Kabarpapua.co.

Simak video pilihan berikut ini:

Baku Tembak Satgas Tinombala dengan Kelompok Teroris MIT, Satu Orang Tewas

Liputan6.com, Palu – Anggota Satgas Operasi Tinombala Poso, Sulawesi Tengah dari satuan TNI menembak mati salah seorang teroris anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan menangkap hidup-hidup seorang lainnya pascabaku tembak di Poso Pesisir, Minggu 4 Maret 2019 petang.

Anggota MIT yang tewas diidentifikasi bernama Romsi alias Basyir sedangkan yang ditangkap hidup bernama Aditya alias Idad alias Kuasa. Selain itu, aparat juga menemukan sepucuk senjata laras panjang jenis M-16.

Keterangan yang dikumpulkan, menyebutkan kontak tembak terjadi antara petugas Satgas Tinombala yang terdiri TNI dan Polri dengan DPO kasus terorisme yang berjumlah sekitar lima orang, dilansir Antara.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah perkebunan Padopi, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, sekitar pukul 17.15 WITA.

Sekitar pukul 09.30 WITA, Tim Satgas Tinombala yang dipimpin Mayor Inf Aryudha menerima informasi dari masyarakat bahwa ada sekitar lima orang DPO MIT Poso beristirahat di pondok milik salah satu warga.

Tim Satgas pimpinan Aryudha kemudian berangkat menuju Desa Padopi untuk menangkap kelima orang DPO tersebut. Sekitar pukul 17.15 WITA terjadi kontak tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris tersebut.

Setelah kontak tembak itu, petugas menemukan satu orang DPO MIT tewas dan satu lainnya masih hidup. Selain itu, petugas menyita satu pucuk senjata M-16.

Evakuasi jenazah direncanakan akan dilakukan Senin, 4 Maret 2019.

Dengan tertembak dan tertangkap dua DPO kasus terorisme itu, maka jumlah DPO yang diburu anggota Satgas Operasi Tinombala Poso saat ini masih 13 orang lagi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Deflasi Februari 0,08 Persen, Ini Tanggapan BI

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,08 persen pada Februari 2019.

Ini berbanding terbalik dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi yang sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 yang sebesar 0,32 persen (mtm).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan, deflasi yang terjadi pada bulan ini menunjukan pencapaian positif di awal tahun.

Artinya, pemerintah telah berhasil dan menekan sejumlah beberapa harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.

“Dan ini juga sejalan dengan survei pemantauan harga yang kami sampaikan sebelumnya bahwa memang harga-harga Alhamdulillah terus terkendali,” kata dia saat ditemui di Kompleks Masjid Bank Indonesia, Jumat (1/3/2019).

Perry mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, sejumlah harga dari beberapa komoditas memang telah turun. Penurunan itu terjadi misalnya pada daging ayam, cabai merah, bawang, hingga telur.

“(Berkat) koordinasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia dan berbagai pihak menunjukan bahwa harga harga terkendali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semua komoditas khususnya bahan bahan makanan itu mengalami penurunan,” pungkasnya.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Laporan BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi0,08 persen pada Februari 2019. Ini berbeda dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 sebesar 0,32 persen (mtm).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti melaporkan dari 82 kota cakupan perhitungan indeks harga konsumen (IHK), sebanyak 69 kota mengalami deflasi. Sedangkan 13 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11 persen dan terendah Serang sebesar 0,02 persen. Sedangkan inflasi tertinggi yaitu di Tual sebesar 2,98 persen dan terendah di Kendari sebesar 0,03 persen.

“Deflasi di Merauke lebih disebabkan oleh penurunan harga sayuran, cabai, itu mengalami penurunan harga. Inflasi tertinggi di Tual disebabkan karena sayuran khususnya bayam dan ikan segar,” tandas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Siswa SMA Al-Azhar Kelapa Gading yang Berkata Kasar ke Guru Ngaku Iseng

Jakarta – Siswa yang merekam video dan men-dubbing kata-kata kasar ke guru di SMA Al-Azhar Kelapa Gading menyesali perbuatannya. Dia mengaku hanya iseng.

Siswa tersebut merekam video saat gurunya mendampingi kelompok belajar pada 19 Februari 2019 lalu kemudian men-dubbing kata-kata kasar pada malam harinya. Dia kemudian mengunggah video itu di akun Instagram-nya.

Siswa itu mengaku tidak mengira bahwa videonya jadi viral. Hingga akhirnya, pihak sekolah mengetahui hal itu sepekan setelahnya dan mengklarifikasi kepada siswa serta orang tua.

“Niatnya untuk iseng. Pada saat menangis, dia cerita nggak ada masalah apapun (dengan guru), nggak ada kejadian apapun, dengan guru yang bersangkutan juga nggak ada masalah,” kata Kepala Sekolah SMA Al-Azhar Kelapa Gading, Sumanto di sekolah, Jalan Bulevard Timur, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Jumat (1/3/2019).

Siswa SMA Al-Azhar Kelapa Gading yang Berkata Kasar ke Guru Ngaku IsengFoto: Kepsek SMA Al-Azhar Kelapa Gading (Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Pengakuan itu disampaikan siswa tersebut sambil menangis ke guru BK. Hingga akhirnya, siswa tersebut melalui orangtuanya mengundurkan diri dari sekolah.

Pihak sekolah menyayangkan peristiwa ini dan menyesalkan ada pula kabar belum terkonfirmasi yang beredar soal hal ini. Sumanto menuturkan guru yang ada di video tidak sadar direkam dan tidak tahu bahwa siswa tersebut men-dubbing kata-kata kasar.

“Karena dia tidak tahu menahu ya sedih aja. Yang beliau sedih kan berita-berita di luar yang rasanya kurang bertanggungjawab ya. Menyampaikan informasi tanpa ada konfirmasi, bahkan saya melihat berita itu justru cenderung ingin memojokkan baik pihak sekolah dan pihak siswa kan kasihan,” ungkapnya.

Sumanto mengatakan pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara soal video viral ini. Komisi Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, juga sudah datang ke sekolah dan memberi rekomendasi.

“Persoalannya sudah selesai dan sudah kondusif. Pembelajaran sudah berjalan normal,” ucapnya.
(imk/bar)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bom Bunuh Diri di Ibu Kota Somalia, 5 Orang Tewas

Liputan6.com, Mogadishu – Bom bunuh diri terjadi di Ibu Kota Somalia, Mogadishu pada Kamis, 28 Februari 2019 waktu setempat. Setidaknya lima orang dinyatakan tewas dalam kejadian tersebut.

Bom bunuh diri yang terjadi di pusat kota tersebut juga menghancurkan beberapa gedung di Maka Al Mukaram, jalan tersibuk di Ibu Kota Somalia. Hal ini disampaikan oleh Mayor Mohamed Hussein, salah seorang pejabat kepolisian seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (1/3/2019).

“Ledakan terjadi di sentra bisnis yang penuh dengan hotel, pameran, pusat perbelanjaan, dan restoran,” kata Hussein.

“Banyak mobil terbakar,” lanjut Hussein. “Kami mengetahui setidaknya lima orang tewas dan jumlah korban diprediksi akan meningkat.”

Menurut saksi mata, ledakan terjadi menyusul sebuah tembakan yang diperkirakan bersumber dari rumah seorang pimpinan hakim pengadilan banding Somalia.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah mobil terbakar, tiga gedung –termasuk sebuah hotel– rusak berat. Selain korban tewas, saksi mata mengatakan bahwa terdapat belasan korban luka-luka.

Sejauh ini belum ada entitas yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan ini. Meskipun demikian, kelompok militan bernama Al-Shahab telah melancarkan beberapa kali serangan serupa di masa lalu.

Kelompok Al-Shahab sendiri memiliki motif serangan dalam rangka menghilangkan pemerintahan ala Barat, dan menggantikannya dengan “syariat Islam” yang diinterpretasi dengan ketat.


Simak pula video pilihan berikut

2 dari 2 halaman

Bom Mobil Meledak Bulan Lalu di Somalia

Sementara itu, sebuah bom meledak di tengah pusat perbelanjaan yang ramai di ibu kota Somalia, Mogadishu, pada pekan pertama Februari 2019.  Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya sepuluh orang, dan melukai puluhan lainnya, lapor polisi dan saksi mata.

Kapten Farah Osman, seorang perwira polisi Somalia di tempat kejadian, mengonfirmasi bahwa ledakan itu merusak sebuah mal yang berlokasi di distrik Hamarweyne, yang merupakan pusat bisnis di Mogadishu.

Dikutip dari CNN pada Selasa 5 Februari 2019, korban tewas kemungkinan bertambah, mengingat polisi masih melakukan pencarian, dan beberapa korban luka dalam kondisi kritis.

Ibrahim Jama, seorang saksi mata, mengatakan ledakan bom mobil itu mengguncang jendela beberapa bangunan bisnis di dekatnya.

Di tempat terpisah, kelompok teroris Al-Shabaab mengaku bertanggungjawab atas serangan di ibu kota Somalia itu.

Kelompok teror yang berafiliasi dengan Al-Qaeda itu juga bertanggung jawab atas tiga bom mobil pada November lalu, yang menewaskan sedikitnya 52 orang dan sekitar 100 lainnya terluka.

Bom-bom itu diledakkan di dekat sebuah hotel yang populer di kalangan warga asing di Mogadishu.

Pendaftaran UTBK 2019 Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Persyaratan Lengkapnya

Liputan6.com, Jakarta – Mulai 2019 ini, persyaratan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019 adalah wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dan mulai hari ini, Jumat (1/3/2019), pendaftaran UTBK dibuka.

Dilansir dari laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT www.ltmpt.ac.id, pendaftaran ujian UTBK sebagai syarat mengikuti SBMPTN 2019 ini akan dibuka hingga 1 April 2019.

Namun, dibagi menjadi dua gelombang, yaitu gelombang pertama 1–24 Maret 2019 dan gelombang kedua 25 Maret–1 April 2019.

UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C 2017, 2018, dan 2019.

Peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal dua kali, dengan ketentuan, UTBK kelompok sains dan tekhnologi (saintek) satu kali dan kelompok sosial dan hukum (soshum) satu kali, atau kelompok saintek dua kali, atau kelompok soshum dua kali.

Kemudian, peserta yang ingin mengikuti tes satu kali dapat mendaftar pada gelombang pertama atau gelombang kedua.

Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama 13 April–4 Mei 2019 dan gelombang kedua 11–26 Mei 2019.

Peserta yang ingin mengikuti tes UTBK dua kali, harus mendaftarkan diri pada gelombang pertama dan gelombang kedua. Sehingga, peserta yang mendaftar pada gelombang kedua, hanya dapat mengikuti satu kali tes pada 11–26 Mei 2019.

Persyaratan mengikuti UTBK ada tiga yaitu, siswa SMA/MA/SMK kelas 12 pada 2019 atau peserta didik Paket C 2019, lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat 2017 dan 2018 atau lulusan Paket C 2017 dan 2018, serta membayar biaya UTBK.

Biaya pendaftaran UTBK sebesar Rp 200.000 setiap mengikuti tesnya dan dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN.

Apabila sudah membayar, maka uang tersebut tidak dapat ditarik kembali oleh peserta ujian UTBK dengan alasan apapun. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan lolos persyaratan tidak dipungut biaya.

2 dari 4 halaman

Tahapan dan Waktu Tes UNBK

Tahapan UNBK ini yang pertama adalah peserta wajib mendaftar melalui laman https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id menggunakan NISN dan NPSN untuk mendapatkan username dan password.

Kedua, mengunggah pas foto berwarna terbaru, mengisi data, memilih jenis dan sesi ujian, serta lokasi Pusat UTBK PTN untuk mendapatkan slip pembayaran UTBK.

Ketiga, peserta membayar di Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN menggunakan slip pembayaran paling lambat 1×24 jam, kecuali bagi pendaftar Bidikmisi.

Keempat, peserta melakukan login ke laman pendaftaran di https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id untuk mencetak kartu peserta UTBK.

Terakhir, peserta mengikuti UTBK sesuai dengan hari, tanggal, sesi, dan lokasi Pusat UTBK PTN yang dipilih.

Untuk jadwal UTBK 2019 akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu sebanyak 10 kali atau setiap hari terdapat dua sesi tes, yaitu pagi dan siang sebanyak 20 sesi (kecuali hari libur nasional).

Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama 13 April–4 Mei 2019, khusus Tuna Netra 4 Mei 2019 pukul 07.30-11.45 WIB dan gelombang kedua 11–26 Mei 2019, khusus Tuna Netra 25 Mei 2019 pukul 07.30-11.45 WIB.

Pengumuman hasil UTBK adalah paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.

3 dari 4 halaman

Jenis Tes dan Kelompok Ujian UTKB

UTBK terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang sesuai dengan kelompok ujian setiap peserta ujian.

TPS digunakan mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.

Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

Kemudian TKA digunakan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan seseorang agar dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi.

TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Penekanan tes pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Sedangkan kelompok ujian UTBK terbagi menjadi dua, yaitu sains dan tekhnologi atau saintek serta sosial dan humaniora atau soshum.

Kelompok ujian saintek dengan materi ujian TPS dan TKA saintek, yaitu Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi. Kemudian, kelompok ujian soshum dengan materi ujian TPS dan TKA soshum, yaitu Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Gelar Fashion Show, Menaker Hanif Ingin Populerkan Kain Sarung

Liputan6.com, Jakarta Suasana kantor Kementerian Ketenagakerjaan pada Jum’at (1/3/2091) pagi, tak seperti biasanya. Perayaan Hari Sarung Nasional yang bertema ” Sarung is My New Denim” berlangsung dengan meriah.

Menaker M Hanif Dhakiri, pejabat eselon I, II dan III Kemnaker secara bergiliran berlenggak-lenggok di halaman kantor Kemnaker dengan mengenakan kain sarung/kain khas Nusantara di atas karpet merah yang digelar

Disaksikan ratusan pegawai Kemnaker yang juga mengenakan kain sarung dan berdiri di sisi karpet merah, Hanif Dhakiri, Sekjen Khairul Anwar, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Dirjen Pengawasan K3 Sugeng Priyanto, Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono secara bergiliran bagaikan peragawan/peragawati bergaya berjalan di atas catwalk.

Dalam sambutannya, Menteri Hanif mengatakan pihaknya ingin mempopulerkan kain sarung sebagai salah satu busana nasional Indonesia. Semakin populer dan dikenalnya sarung serta diminatinya sarung oleh generasi milenial, maka akan menimbulkan dampak ekonomi dan lapangan kerja akan luar biasa.

“Hari ini kita sarungan bersama dalam acara bertema Sarung is My New Denim. Selama ini Denim identik dengan jeans. Hari ini kita berbagai macam ragam dari jenis kain. Indonesia kaya betul dengan berbagai macam kain sarung, berbagai macem jenis dan bentuk. Ini jadi potensi ekonomi dan budaya,” ujarnya.

Hanif menambahkan sejarah sarung sangat panjang. Tapi sekilas, sarung sejak dulu digunakan oleh kaum nasionalis dan santri. Tapi lambat-laun, hanya kaum santri saja yang mengenakan sarung dan tiba-tiba sarung dianggap kampungan atau Ndeso.

“Sarungan bukan ndeso atau kampungan. Sarungan itu keren. Kita harus keluarkan sarung dari citra negatif dan dianggap hanya mewakili kelompok tertentu. Sarungan ini untuk semua orang karena sarungan bagian dari budaya nasional,” ujarnya.

Menaker Hanif juga mengajak pegawai Kemnaker untuk mengenakan sarung setiap hari Jum’at. “Monggo di Kemnaker, tiap hari Jum’at pakai sarung, itu tak masalah. Saya tidak akan mewajibkan untuk bersarung tapi kalau hari Jum’at pakai sarung, kita kasih jempol,” kata Hanif seraya memperagakan jari jempolnya ke hadapan pegawai Kemnaker dan disambut applaus.

Hanif menjelaskan sarung bisa digunakan untuk berbagai macam jenis aktivitas. Misalnya untuk ibadah sholat dan aktivitas lain.

“Tapi intinya, kita ingin sarung ini kembali populer menjadi budaya nasional dan membantu penciptaan lapangan kerja di bidang produksi sarung. Mari kita harus bangga dengan jatidiri Indonesia,” katanya.


(*)