7 Momen Bahagia Tasya Kamila dan Suami Ikut Kelas Parenting Jelang Persalinan

Liputan6.com, Jakarta Kebahagiaan tengah menyelimuti rumah tangga Tasya Kamila dan Randi Bachtiar. Pasalnya, dalam waktu dekat keduanya akan dikaruniai momongan pertama. Pasangan muda ini sebentar lagi akan sah menjadi seorang ibu dan ayah. 

Pasangan yang menikah pada 5 Agustus 2018 ini tak pernah diterpa gosip miring karena keharmonisan hubungan keduanya. Selain itu, banyak netizen yang memuji Tasya dan Randi sebagai pasangan bibit unggul karena kecerdasan mereka.

Namun, sayangnya Tasya harus merelakan cincin kawin dan tunangannya terlepas dari jarinya. Cara melepasnya pun tak biasa, yaitu dengan dipotong. Pasalnya, dirinya yang sedang hamil tua membuat bobot pelantun lagu Libur T’lah Tiba itu naik.

Lantas, Tasya mengaku sedih harus harus kehilangan cincin kesayangannya tersebut. Untungnya, kesedihan Tasya tidak berlangsung lama. Baru-baru ini, Ia dan suami diketahui mengikuti kelas parenting sebagai upaya mempersiapkan diri menjadi orangtua baru.

Ya, kini kehamilan Tasya telah masuki trimester akhir. Artinya, Tasya dan suami harus terlatih bergerak cepat demi buah hati mereka. Lalu, seperti apa ya keseruan mereka ikut kelas parenting? Yuk simak deretan fotonya seperti dilansir Liputan6.com dari akun Instagram @tasyakamila, Jumat (12/4/2019).

Border Stage Red White Festival 2019 Hadirkan Artis Kelas Internasional

Liputan6.com, Batam Menjadi daerah crossborder, membuat Kota Batam bersemangat untuk terus menghadirkan beragam atraksi. Tujuannya adalah menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Kali ini, Batam bakal menghadirkan event Border Stage Red White Festival 2019, 26-28 April mendatang.

Border Stage Red White Festival 2019 mengusung tema ‘Keindahan Dalam Keberagaman’. Menariknya, Border Stage Red White Festival 2019 akan berlangsung di dua tempat sekaligus. Tepatnya, di Lapangan Depan Asrama Haji (di bawah bukit Welcome to Batam), dan di Radisson Hotel Batam.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Boeralimar mengatakan, Border Stage Red White Festival 2019 akan memberi keseruan tersendiri bagi pecinta musik. Dalam tiga hari penyelengaraan, acara akan diisi banyak musisi, baik musisi dalam negeri maupun mancanegara.

“Rencananya akan hadir artis-artis mancanegara dari 21 negara peserta. Dari Indonesia sendiri akan tampil setidaknya 10 kelompok jazz asal Jakarta. Pasti seru sekali,” ujarnya, Kamis (11/4).

Boeralimar menambahkan, Border Stage Red White Festival 2019 adalah gagasan Pemprov Kepri dengan tujuan menggali potensi masyarakat di bidang seni musik dan lagu. Juga menggali potensi pariwisata dalam meningkatkan nilai pertumbuhan ekonomi, khususnya untuk masyarakat setempat.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menyatakan, dunia entertainment dan exhibition terus mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan berkembangnya teknologi dewasa ini. Border Stage Red White Festival 2019 kiranya menjadi salah satu jawaban untuk meningkatkan potensi pariwisata Kepulauan Riau secara umum, dan Kota Batam pada khususnya.

“Pemilihan Kota Batam sebagai tempat digelarnya event ini, tentu mempunyai alasan yang tepat. Tanpa mengecilkan daerah lain, kita tahu bahwa Batam merupakan barometer lajunya pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Kepri,” jelasnya.

Sebagai daerah yang sedang menggalakan aktivitas indrustri pariwisata, Pemprov Kepri sadar betul bahwa sektor ini bisa menjadi andalan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai implementasi dari hal tersebut, maka digelarlah acara dalam skala internasional bertajuk Border Stage Red White Festival 2019.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Dessy Ruhati menambahkan, Border Stage Red White Festival 2019 atau Panggung Perbatasan akan bekerja sama dengan PAPPRI Kepri, sebagaimana yang telah dilakukan pada tahun 2018 lalu. Adapun sasaran kegiatan ini, antara lain pelaku seni dan artis penyanyi, pemusik dan pencipta lagu, wisatawan lokal, nasional dan internasional, serta seluruh masyarakat Kepri pada umumnya.

“Border Stage Red White Festival 2019 juga diisi beberapa kegiatan pendukung, antara lain Panggung Musik Etnik Budaya Nusantara, dan Turnamen Golf di Palm Spring Golf,” bebernya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, Kepri menjadi salah satu daerah penggiat cross border tourism yang cukup diandalkan. Kepri mulai menjadi primadona karena banyak atraksi yang ditawarkan. Bukan hanya pentas musik atau panggung hiburan, tapi ada juga wisata belanja, kuliner, budaya, sejarah, hingga sport tourism.

Menurutnya, program-program crossborder sebenarnya bukan semata untuk meningkatkan kunjungan wisman. Ada dampak positif lain yang diharapkan mampu dirasakan warga setempat. Yaitu hidupnya perekonomian di wilayah sekitar.

“Dengan adanya event seperti ini, bisa dipastikan banyak pedagang yang ambil bagian untuk mencari keuntungan. Dari kerajinan, kuliner, hingga kebutuhan lain. Wisman datang menonton dan belanja. Artinya, ada perputaran ekonomi secara langsung di sini,” terangnya.

Akhir Duel di Kelas: Guru Pembanting Diskors 3 Bulan, Siswa Dilindungi

Akhir Duel di Kelas: Guru Pembanting Diskors 3 Bulan, Siswa Dilindungi Foto: Tangkapan layar video

Bojonegoro – Peristiwa seorang guru yang membanting siswanya di ruang kelas diakhiri dengan sanksi untuk guru. Tenaga honorer itu tidak boleh mengajar selama tiga bulan sedangkan siswa yang dibanting dilindungi sampai lulus.

Selasa (9/4/2019) kemarin, sebuah video berdurasi 27 detik menjadi viral di jejaring media sosial internet. Isinya adalah rekaman perisitwa pembantingan di dalam kelas itu. Usut punya usut, peristiwa yang terekam itu terjadi di SMU Negeri 1 Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur pada 29 Maret 2019.

“Kejadian itu dilakukan oleh oknum guru GTT (guru tidak tetap) yang mengajar Bimbingan Kesiswaan (BK),” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro Adi Prayitno kepada detikcom, Selasa (9/4/2019).

Guru itu berinisial AS yang telah mengajar selama setahun. Konteks peristiwa itu adalah siswa yang sering tidak mengikuti kegiatan Pramuka, padahal kegiatan itu adalah ekstra kurikuler yang wajib. Selain itu, Adi menyebut, siswa itu berambut gondrong. Maka dinasihatilah siswa itu di depan kelas oleh si guru.

“Jadi anaknya itu dipanggil ke depan terus duduk di kursi guru. Ya memang anaknya rada dablek. Tapi yang namanya anak ya tetap anak” kata Adi.

Akhir Duel di Kelas: Guru Pembanting Diskors 3 Bulan, Siswa DilindungiFoto: Tangkapan layar video

Siswa mendebat guru yang menasihati itu, namun sikap siswa itu membuat guru emosi dan mencekik leher siswa. Siswa tidak terima, dan akhirnya terjadi duel berujung bantingan yang dilakukan guru terhadap siswa. Siswa-siswa lain yang melihat duel itu kemudian melerai.
Dikatakan Adi, peristiwa itu sudah diselesaikannya. Guru divonis bersalah oleh pihak institusi pendidikan yang menaunginya. Guru diberi sanksi skorsing, tidak boleh mengajar selama tiga bulan. Surat skorsing diproses. Guru itu akan diberi pembinaan supaya kepribadiannya berubah.

“Sudah kami selesaikan secara kedinasan. Sudah kami beri sanksi gurunya. Sudah saya skorsing ini. Apapun yang dilakukan oleh guru tersebut salah sebagai seorang pendidik.” kata Adi.

Sedangkan si siswa yang dibanting guru itu tidak mendapat sanksi. Siswa yang terlibat kejadian itu tetap dilindungi agar tetap bersekolah dan belajar hingga lulus.

“Untuk siswanya kami lindungi agar sekolah sampai lulus,” kata Adi.

(dnu/azr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Batik Bakau dan Kelas Kreatif bagi Kaum Milenial Semarang

Kelas Kreatif merupakan bagian dari program BUMN Goes to Campus (BGTC) dan menyasar generasi milenial kreatif di Jawa Tengah yang digelar PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero).

Manajer Humas PG Muhammad Ihwan menyatakan bahwa BGTC merupakan bentuk BUMN Hadir Untuk Negeri, sekaligus memperingati HUT Kementerian BUMN yang ke-21. Tujuannya untuk mengembangkan potensi anak muda di berbagai daerah.

“Kementerian BUMN melihat besarnya potensi generasi milenial dalam bidang industri kreatif,” ujar Ihwan.

Dalam pelaksanannya, lanjut Ihwan, PG menggandeng mahasiswa Program Studi IlmuKomunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip dan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) dengan melibatkan total lebih dari 350 anak muda.

Mengusung tema Creative Day : Millenial Start Your Creative Moment, kelas kreatif yang dilaksanakan akhir pekan lalu di Gedung H, Universitas Dian Nuswantoro dibagi menjadi enam kelas. Selain kelas eceng gondok dan kelas mangrove, tersedia pula Kelas Kopi, Kelas Cokelat, Kelas Florist, dan Kelas Public Relations.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Tyas Catur Pramudi mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh PT Petrokimia Gresik untuk bekerjasama mendorong generasi milenial pada umumnya dan mahasiswa ILKOM pada khususnya untuk membekali diri dengan keterampilan.

“Menciptakan kreativitas perlu menjadi perhatian bagi generasi milenial agar siap terjun ke industri kreatif, maka melalui Kelas Kreatif yang digelar ini dan menjadi program BUMN, generasi milenial Jawa Tengah pun siap bersaing baik secara lokal maupun nasional,” ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Belajar Batik Tulis yang Menyenangkan ala Ibu – Ibu di Kota Malang

Liverpool Hajar Southampton 3-1, Klopp: Kami Cetak Gol Kelas Dunia!

Liputan6.com, Southampton – Liverpool mencatatkan kemenangan 3-1 atas Southampton di St. Mary’s Stadium, Jumat (5/4/2019) atau Sabtu dini hari WIB dalam lanjutan Liga Inggris. Kegembiraan pun dirasakan manajer Liverpool, Jurgen Klopp.

Dalam laga tersebut, Southampton mampu unggul terlebih dahulu melalui Shane Long pada menit kesembilan. Namun, The Reds, sebutan Liverpool, mampu mencetak tiga gol balasan melalui Naby Keita, Mohamed Salah, dan Jordan Henderson.

Usai pertandingan, Klopp mengungkapkan kegembiraannya karena memiliki Henderson dan James Milner. Terlebih, Liverpool mampu mencetak gol kelas dunia melalui aksi Mohamed Salah yang menggiring bola dari tengah lapangan.

“Kita bisa menang karena punya dua pemain yang sangat termotivasi dan bersemangat, Henderson dan James Milner. Mereka membantu kami mencetak gol kelas dunia,” kata Klopp, dikutip dari situs resmi Liverpool.

“Mereka membantu kami memenangkan bola, melakukan serangan balik. Itu sebuah gol super dari Salah, lari yang super dan hasilnya fantastis,” ujar manajer Liverpool berkebangsaan Jerman itu menambahkan.

Tingkah Konyol 2 Murid Main Barongsai di Kelas, Endingnya Bikin Kasihan

Tingkah konyol 2 murid ini, sontak membuat netizen ikut mengomentari. Banyak komentar lucu yang terangkum di bawah ini.

“Kelakuannya selalu bikin geleng-geleng kepala ya” tulis akun @srbiyaa

“Kreativitas tanpa batas” tulis akun @T_Jje

“Negaraku remajanya lucu-lucu. Bersyukur saya tinggal di Indonesia” tulis akun @skuitwot

“Ketika meja kursi lebih berharga dibanding isi kepala” tulis akun @Bathara_Hendra

Itulah komentar netizen menanggapi aksi konyol 2 murid yang endingnya bikin kasihan. Semoga 2 murid tersebut setelah kejadian ini bisa segera mengurangi tingkah konyolnya.

Bikin Haru, Bocah Ini Gendong Teman Difabel ke Kelas Selama 6 Tahun

“Menurutku, membantu mereka yang berkebutuhan adalah sebuah tanggungjawab. Lagipula, aku lebih besar darinya. Aku pikir, jika aku tidak membantunya, tidak akan ada yang melakukannya.” Imbuh Xu Bingyang kepada Chengdu Economic Channel.

Tak hanya mengantarnya ke kelas, Xu Bingyang juga menggendong Zhang Ze ke toilet. Untuk menuju toilet, biasanya keduanya membutuhkan waktu 3 menit. Bahkan, ketika harus melewati tangga pun, Xu Bingyang tetap setia menggendong sahabatnya itu.

“Sudah lama Xu melakukan hal-hal terpuji dan tidak pernah protes terhadap guru ataupun teman sekelasnya.” Ungkap salah seorang guru kelas mereka.

Guru tersebut juga menceritakan bahwa Xu Bingyang adalah sosok yang pekerja keras, rendah hati, dan sangat dewasa. Dia tidak pernah memamerkan perbuatan baiknya itu kepada orang-orang, bahkan keluarganya sendiri.

Saat besar nanti, Xu Bingyang berharap dirinya bisa terus membantu orang-orang yang membutuhkan dan menjadi relawan untuk masyarakat sekitar.

Bikin Folayang Tak Berdaya, Aoki Juara Dunia Baru Kelas Layang One Championship

Sebelumnya, di kelas middleweight One Championship, juara bertahan Aung La N Sang sukses mempertahankan gelarnya. Aung La menang TKO atas petarung Jepang, Ken Hasegawa.

Aung La berhasil memukul jatuh Hasegawa di ronde kedua. Sebelumnya, Hasegawa juga sempat terjatuh meski mampu bangkit lagi.

“Saya memang sudah berlatih keras untuk pertandingan ini. Saya bersyukur bisa mempertahankan gelar,” ujar petarung asal Myanmar itu.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Engelen Siap Kibarkan Merah Putih di One: A New Era

Kalahkan Angela Lee, Panda Pertahankan Gelar Kelas Jerami One Championship

Liputan6.com, Tokyo – Xiong Jing Nan sukses mempertahankan gelar juara dunia One Championship miliknya di kelas jerami wanita pada ajang One: A New Era di Tokyo, Jepang, Minggu (31/3). Jing Nan, yang punya julukan The Panda menang TKO atas penantangnya Angela Lee.

Duel Xiong Jing Nan vs Angela sendiri berlangsung seru. Keduanya sama-sama berani menekan dan menyerang. Angela yang kuat dalam duel bawah berkali-kali mencoba menjatuhkan dan mengunci Panda.

Namun, Xiong Jing Nan selalu mampu lolos. Bahkan, dengan kemampuan strikingnya yang luar biasa, Jing Nan kerap berbalik menekan Angela.

Hingga akhirnya dia mampu menjatuhkan Angela di ronde kelima. Kombinasi pukulan satu-dua Jing Nan mengenai bagian perut Angela dan membuat petarung Singapura itu oleng, sebelum wasit akhirnya menghentikan pertarungan.

“Angela petarung hebat. Ini pertarungan yang sulit bagi saya,” ujar Jing Nan selepas laga. “Saya senang bisa mempertahankan gelar ini.”

Jing Nan juga menyebut sangat berutang budi kepada kerabat dan keluarganya. Jing Nan mengatakan, dukungan keluarganya tak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.

“Saat saya melakukan persiapab laga ini, saat saya jauh dari rumah, saya tidak pernah melupakan keluarga saya,” ujar petarung yang bernaung di Bali MMA ini. “Saya selalu mencintai keluarga saya, sampai kapan pun.”

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Xiong berhadapan dengan Tiffany Teo untuk memperebutkan gelar juara dunia.

1.000 Millenial Ramaikan Kelas Kreatif BUMN di Banyuwangi

Banyuwangi – Sekitar 1.000 millenial ikut ambil bagian dalam rangkaian Program Kelas Kreatif BUMN yang digelar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Berbagai kegiatan kreatif dan menciptakan inovasi digelar untuk anak muda Banyuwangi.

Kelas Kreatif BUMN juga dibuat ringan namun tetap berisi, sehingga tetap memberikan mereka ruang untuk berkarya dengan cara yang menyenangkan. BNI menyediakan empat kelas sekaligus dengan empat pembidangan sesuai dengan minat masing-masing peserta yang hadir di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (31/3/2019).

Para millenial ini langsung menyerbu empat kelas yang disediakan. Antara lain Kelas Kopi, Kelas Photo Jurnalist, Kelas Cantik dan Kelas Aku Saudagar Muda.

Paling banyak mereka menyerbu di kelas Inspiratif Kelas Aku Saudagar Muda. Dalam kelas itu diberikan tips-tips buat anak muda Banyuwangi yang penasaran ingin jadi jawara berbisnis dan menjadi calon kampiun dalam internet marketing. BNI mengundang dua pembicara yang tepat, yaitu CEO Radja Cendol Danu Sofwan dan Pendekar Internet Marketing Cucuk Rustandi.

Corporate Secretary BNI, Meiliana mengatakan, Kelas Kreatif BUMN ini merupakan jawaban atas tantangan pengembangan ekonomi kreatif yang intinya berada pada masalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang bersaing. Kreativitas itu perlu diasah sejak dini sehingga pada akhirnya generasi millenials akan memiliki bekal untuk menggerakkan ekonomi kreatif.

“Untuk itu, tepat dalam Memasuki usianya yang ke-21, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong BUMN-BUMN termasuk BNI untuk menyelenggarakan Kelas Kreatif ini. Dengan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pelajar, santri, dan anak-anak muda lainnya dalam menghadapi persaingan global melalui pembelajaran berbasis keterampilan hidup atau life skilled based education,” tuturnya.

Bahkan untuk mengajak peserta benar-benar tergerak untuk memulai bisnis secara riil, BNI menggelar kompetisi Aku Saudagar Muda.

“Peserta akan mendapatkan pendampingan selama 3 bulan untuk mempertajam Keterampilan dan memperdalam Pengetahuan. Setelah itu, peserta akan terjun langsung untuk menjual produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di lingkungan sekolah dan rumahnya. Produk yang dijual merupakan hasil produk UKM yang dikelola oleh Rumah Kreatif BUMN (RKB) kelolaan BNI. Peserta kemudian akan menuangkan pengalamannya selama program ke media sosialnya dan tulisan komik,” tambahnya.

1.000 Milennial Ramaikan Kelas Kreatif BUMN di Banyuwangi Foto: Ardian Fanani/Detikcom

Rangkaian Kelas Kreatif BUMN ini dikunjungi oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, serta Direktur Teknologi Informasi & Informasi BNI Dadang Setiabudi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi kegiatan yang digelar BNI dan BUMN di Banyuwangi. Anas mengaku senang BUMn dan Bank BNI membuka kelas kreatif di Banyuwangi. Hal ini bisa mendukung pengembangan pariwisata dan UMKM Banyuwangi.

“Pariwista harus diiringi dengan pengembangan ekonomi kreatif. Ini yang sedang getol dilakukan oleh Banyuwangi. Saya yakin kegiatan ini akan memunculkan saudagar-saudagar muda Banyuwangi yang tak kalah saing,” ujarnya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan serta kompetensi generasi milenial dalam menghadapi persaingan global. Agar mentalitas generasi muda Banyuwangi mampu menghadapi persaingan era revolusi 4.0,” tambah Anas.

Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro menuturkan, Kelas Kreatif BUMN ini merupakan jawaban atas tantangan pengembangan ekonomi kreatif yang intinya berada pada masalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang bersaing.

“Kreativitas itu perlu diasah sejak dini sehingga generasi milenial memiliki bekal untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Dengan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pelajar, santri, dan anak-anak muda lainnya dalam menghadapi persaingan global melalui pembelajaran berbasis keterampilan hidup atau life-skilled based education,” tuturnya.

Kegiatan ini disambut gembira kalangan milenial. Seperti, Devi Nurul Hikmah, yang bergabung dalam kelas Cantik. Dia mengaku mendapatkan ilmu dan pengalaman baru.

“Saya dapat banyak ilmu baru, salah satunya cara membuat shading hidung yang natural dan lurus. Seneng banget deh ikut pelatihan ini, semoga ke depan sering dibuka kelas-kelas seperti ini supaya bisa belajar lebih banyak. Saya pengen banget jadi perias manten,” kata dia.

1.000 Milennial Ramaikan Kelas Kreatif BUMN di Banyuwangi Foto: Ardian Fanani/Detikcom

(idr/zlf)