Polisi Ungkap Hasil Visum Audrey: Tak Ada Memar, Alat Kelamin Tidak Robek

Pontianak – Korban dugaan pengeroyokan di Pontianak, Audrey (14), telah menjalani hasil visum. Polisi mengungkap hasilnya.

Audrey mengaku dianiaya oleh siswi SMA di kotanya pada 29 Maret 2019. Peristiwa itu baru diadukan ke Polsek Pontianak Selatan pada 5 April 2019 dan kemudian dilimpahkan ke Polresta Pontianak.

Visum dilakukan sepekan setelah dugaan pengeroyokan terjadi di rumah sakit tempat Audrey dirawat. Hasil visum dipaparkan oleh Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir dalam jumpa pers di Pontianak, Rabu (10/4/2019). Jumpa pers ini disiarkan lewat Instagram Live kapolresta_ptk_kota.

“Hasil pemeriksaan visum dari RS Pro Medika baru keluar tertanggal hari ini,” kata Anwar.

Anwar lalu membacakan hasil visum dari rumah sakit. Dari hasil visum, kepala korban tidak bengkak dan tidak ada benjolan. Tidak ada memar di mata dan penglihatan normal.

“Dada, tidak ada memar dan bengkak. Jantung dan paru-paru normal. Perut datar, bekas luka tidak ditemukan. Organ dalam abdomen tidak ada pembesaran,” ungkapnya.

Anwar mengatakan bahwa dari pengakuan korban, terduga pelaku sempat menekan alat kelamin korban. Berdasarkan hasil visum, tidak ada bekas luka di alat kelamin.

“Alat kelamin, selaput dara atau hymen, intact. Tidak tampak luka robek atau memar,” ucap Anwar.

“Kulit tidak ada memar, lebam, maupun bekas luka,” tambahnya.

Hasil visum yang dipaparkan oleh Kombes Anwar ini adalah visum yang dilakukan sepekan usai peristiwa pengeroyokan terjadi. Setelah ini, polisi akan mensinkronkan pengakuan korban, hasil visum, dan pemeriksaan pelaku.

Kombes Anwar juga memaparkan kronologi berdasarkan pemeriksaan orangtua korban. Permasalahan ini berawal dari sindir-menyindir.

“Permasalahan berawal dari korban dan pelaku sindir menyindir terkait pacar pelaku yang merupakan mantan pacar sepupu korban. Salah satu ortu pelaku juga pernah pinjam uang ke korban Rp 500 ribu. Sudah dikembalikan tapi masih suka diungkit-ungkit jadi pelaku tersinggung,” jelasnya.

Terkait kondisi alat kelamin korban, ibunda Audrey, Lilik juga sudah menjelaskannya. Saat diperiksa oleh salah satu dokter, Audrey sempat bercerita soal terduga pelaku berusaha menggapai alat kelaminnya. Lilik pun meminta dokter melakukan pengecekan. “Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa,” kata Lilik saat dihubungi, Selasa (9/4) malam.
(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Serena Williams Tak Sengaja Ungkap Jenis Kelamin Bayi Meghan Markle?

New York – Serena Williams adalah teman baik Meghan Markle. Jadi mungkin saja ia telah mengetahui jenis kelamin sang royal baby. Dan baru-baru ini, kabarnya Serena tak sengaja menyebutkan gender anak pertama Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Serena Williams baru saja memberikan sebuah wawancara tentang kehidupannya sebagai seorang ibu. Reporter bertanya soal saran Serena untuk para ibu baru.

“Menerima kesalahan dan jangan berharap selalu sempurna. Kita terlalu memberi tekanan ke diri sendiri,” jawab Serena.

Setelah menjawab pertanyaan itu, Serena lanjut menceritakan salah seorang temannya yang sedang hamil. Banyak yang mengira cerita itu tentang Meghan Markle.

Meghan Markle dan Serena Williams serta para model di New York.Meghan Markle dan Serena Williams serta para model di New York. Foto: Michael Loccisano/Getty Images for DirecTV

“Temannku sedang hamil, dan dia seperti, ‘Anakku akan melakukan ini itu,’ dan aku melihatnya, ‘Tidak, dia (perempuan) tidak akan. Tidak, kamu tidak begitu. Dan dia seperti, ‘Aku harus bicara padamu untuk tips, karena aku memiliki ekspektasi yang tinggi,” ungkap Serena menyebut bayi itu sebagai anak perempuan.

Entah Serena menceritakan Meghan atau tidak. Namun jika benar Meghan, maka kemungkinan besar bayinya adalah perempuan. Mengingat saat baby shower Meghan di New York, hiasan bunga dan kue pun bernuansa pink dan putih.

Jika anak pertama Meghan adalah perempuan, sayangnya ia tak akan mendapat titel Putri seperti sepupunya, Putri Charlotte, anak Pangeran William dan Kate Middleton. Anak pertama Meghan dan Harry nantinya tidak akan diberi gelar Pangeran atau Putri.

Namun ia akan tetap menyandang gelar bangsawan. Jika anak pertama mereka laki-laki, gelarnya adalah Earl of Dumbarton, dan jika wanita maka akan dipanggil Lady (nama anak) Mountbatten-Windsor. Bila anak pertamanya perempuan, maka anak laki-lakinya akan dipanggil Lord (nama anak) Mountbatten-Windsor.

(asf/eny)


Mayat Dalam Koper Gegerkan Warga Blitar Berjenis Kelamin Laki-laki

BlitarMayat ditemukan di dalam koper hitam di antara semak dekat sungai berjenis kelamin laki-laki.

Identitas ini diketahui saat pencari rumput menemukan koper warna hitam itu di Desa Karanggondang Kecamatan Udanawu, Blitar.

Saat itu, Imam, pencari rumput menemukan koper berukuran sekitar 50 cm x 1 meter di antara semak-semak. Saat itu terlihat mayat berjenis kelamin lak-laki tanpa .

“Iya, mayatnya laki-laki. Mayatnya di dalam koper,” kata Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (3/4/2019).
Dia menambahkan tidak menemukan identitas korban di sekitar tempat kejadian.

“Tidak ada identitas. Sabar, tunggu hasil identifikasi tim kami ya,” pungkasnya.

Kini, koper berukuran sekitar 50 cm x 1 meter itu dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk dilakukan pemeriksaan dan autopsi korban.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cisgender, Identitas Gender Sesuai Kelamin Saat Lahir

McBride mengatakan bahwa istilah cisgender atau transgender sendiri tidak sama dengan istilah “straight” atau “gay”. Mereka lebih merujuk pada identitas gender sementara kata “straight” atau “gay” mengacu pada identitas seksual atau yang membuat seseorang tertarik.

“Mereka dua konsep yang berbeda. Mereka merujuk pada dua bagian berbeda dari identitas seseorang,” kata McBride.

Maka dari itu, McBride mengatakan bahwa seorang cisgender bisa saja “straight“, gay, maupun biseksual. Begitu juga apabila seseorang memiliki identitas transgender.

“Baik Anda trans atau cis, Anda bisa saja memiliki berbagai orientasi seksual,” kata McBride menjelaskan.

McBride memberikan suatu ilustrasi yang lain. Apabila Anda seorang cisgender, maka Anda akan segera memberitahu apa jenis kelamin yang Anda miliki. Sementara, mereka yang transgender seringkali mengalami ketidakpercayaan pada jenis kelamin yang dimiliknya.

“Mereka secara konsisten harus membuktikan atau memperdebatkan kemanusiaan atau martabat dasar mereka,” kata McBride.

Hoaks Alat Kelamin Terlalu Besar yang Berujung Mertua Laporkan Menantu

Surabaya – Seorang mertua di Probolinggo melaporkan menantunya ke polisi gara-gara memiliki ukuran kelamin yang dikabarkan terlalu besar. Namun laporan tersebut sudah dicabut dan mereka memilih jalan damai.

Pelapor yakni Nedi Sito (55), Warga Dusun Brukan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Nedi melaporkan sang menantu, Barsah karena dianggap kelami Barsah yang terlalu besar sebagai penyebab kematian sang anak, Jumantri (23).

Mengenai laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto membenarkan. Pelaporan itu dilakukan pada 11 Maret 2019.

Riyanto mengatakan Barsah dan Jumantri yang kala itu baru 5 hari menikah tinggal satu atap di rumah Nedi. Satu hari sebelum kejadian, Barsah berhubungan badan dengan istrinya. Usai melakukan hubungan suami istri, Barsah kemudian keluar rumah.
Namun keesokan harinya atau tanggal 25 Februari 2019 sekitar pukul 06.00 WIB, Nedi menemukan Jumantri sudah tidak bernyawa dalam posisi tengkurap. Jenazah Jumantri sempat diperiksa petugas medis setempat dan dinyatakan meninggal karena penyakit epilepsinya kambuh.

Keluarga korban dan Barsah menerima dengan ikhlas kematian Jumantri. Mereka lantas menguburkan jenazah di tempat pemakaman umum setempat.

Tapi dua pekan berselang, kematian Jumantri dipertanyakan Nedi. Yakni setelah berhembus kabar bahwa Jumantri meninggal akibat ukuran alat kelamin Barsah yang tak wajar atau terlalu besar. Isu tersebut sampai ke telinga Nedi hingga akhirnya ia memutuskan lapor polisi.

“Awalnya keluarga sudah menerima kematian korban. Namun karena ada isu-isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan, ayah Jumantri akhirnya menginginkan kematian anaknya diusut,” kata Riyanto, Rabu (27/3).

Namun dugaan tersebut tidak terbukti, karena pada kenyataannya ukuran alat kelamin sang menantu terbilang normal. Rabu (20/3), polisi mendatangi pelapor. Selain mengumpulkan keluarga korban, polisi juga memanggil sang menantu yang dilaporkan. Pertemuan keduanya disaksikan Kades Maron Kidul, Ridwanto.

Agar fakta terungkap, Barsah diminta menunjukkan kelaminnya di hadapan petugas. Yang disaksikan pihak keluarga dan kades setempat. Dalam pembuktian tersebut, semua pihak sepakat bahwa ukuran alat kelamin terlapor normal seperti pria pada umumnya.

“Setelah difasilitasi antara pelapor dan terlapor, dan melihat secara langsung ukuran alat kelamin yang dikira besar, ternyata ukuran standar orang Asia, jadi saat itu juga mertua mencabut laporannya dan saling memaafkan.” imbuh Riyanto.

Nedi meminta maaf pada Barsah karena sebelumnya mempercayai isu yang beredar terkait penyebab kematian sang putri. Kini pihak keluarga lega dan percaya bahwa Jumantri meninggal karena menderita epilesi. Gangguan neurologis jangka panjang itu dideritanya sejak usia 14 tahun.

Riyanto meminta masyarakat dan sejumlah pihak tidak membesar-besarkan perkara kematian Jumantri. Menurutnya, masalah tersebut sudah selesai dengan damai.

Bahkan Nedi Sito (55), ayah Jumantri telah mencabut laporannya. Sebab, Barsah tidak terbukti memiliki alat kelamin melebihi ukuran normal. Saat dilakukan pemeriksaan yang disaksikan pihak keluarga dan kades setempat, ternyata ukuran alat kelamin Barsah sama seperti lelaki pada umumnya.

“Intinya masalah laporan dan tuduhan berkelamin besar sudah selesai, dan tak perlu diperpanjang lagi. Karena baik mertua dan menantunya sudah kompak, memilih jalan damai,” imbuh Riyanto saat dihubungi detikcom, Rabu (27/3/2019).

Riyanto berharap, apa yang dialami keluarga Nedi menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya. Warga diimbau untuk tidak gegabah membuat laporan ke polisi atas informasi atau kabar yang belum jelas kebenarannya.
(sun/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bukan Kelamin Suami Terlalu Besar, Kematian Istri di Probolinggo karena Ini

Probolinggo – Polisi memastikan jika meninggalnya Jumantri bukan karena alat kelamin sang suami, Barsah yang berukuran tidak wajar. Tapi karena epilepsi yang diderita Jumantri kambuh.

Kasat Reskrmin Polres Probolinggo, AKP Riyanto mengatakan, kematian Jumantri murni karena penyakitnya kambuh. Kesimpulan itu diambil polisi setelah melihat hasil rekam medis korban. Jumantri diketahui telah menderita epilepsi atau yang kerap disebut penyakit ayan sejak berusia 14 tahun.

Riyanto meminta masyarakat dan sejumlah pihak tidak membesar-besarkan perkara kematian Jumantri. Menurutnya, masalah tersebut sudah selesai dengan damai.


Bahkan Nedi Sito (55), ayah Jumantri telah mencabut laporannya. Sebab, Barsah tidak terbukti memiliki alat kelamin melebihi ukuran normal. Saat dilakukan pemeriksaan yang disaksikan pihak keluarga dan kades setempat, ternyata ukuran alat kelamin Barsah sama seperti lelaki pada umumnya.

“Intinya masalah laporan dan tuduhan berkelamin besar sudah selesai, dan tak perlu diperpanjang lagi. Karena baik mertua dan menantunya sudah kompak, memilih jalan damai,” imbuh Riyanto saat dihubungi detikcom, Rabu (27/3/2019).

Riyanto berharap, apa yang dialami keluarga Nedi menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya. Warga diimbau untuk tidak gegabah membuat laporan ke polisi atas informasi atau kabar yang belum jelas kebenarannya.

Sebelumnya diberitakan, Nedi, warga Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo melaporkan sang menantu, Barsah karena diduga memiliki ukuran alat kelamin yang terlalu besar.

Ukuran alat kelamin pria tersebut dianggap menjadi penyebab kematian Jumantri. Laporan tersebut Nedi buat setelah mendengar isu tentang ukuran alat kelamin Barsah yang ternyata isapan jempol belaka.

Simak juga video Filler Juga Kini Digunakan untuk Besarkan Penis?:

[Gambas:Video 20detik]

(sun/iwd) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

‘Boh’, Ini Bahasa Aceh untuk Telur Bukan Alat Kelamin

Liputan6.com, Aceh – Bahasa memiliki beberapa ciri umum, salah satunya keunikan. Keunikan bahasa dapat ditemukan pada bahasa apa saja, termasuk bahasa Aceh.

Liputan6.com mengulas selapis keunikan bahasa Aceh. Ulasan mencakup penggolongan kata, termasuk hitungan, penyebutan bisul dan bau tak sedap.

Pertama, kata penggolongan ‘ekor’, misal satu ekor atau seekor. Orang Aceh tidak menyebut ‘iku’ atau ‘ekor’ tetapi ‘boh’ yang mewakili kata ‘buah’ dalam bahasa Indonesia, misal, sa boh manok, berarti satu ekor ayam.

Perlu diketahui, orang Aceh tidak punya penyebutan khusus untuk ‘telur’. Telur digantikan ‘boh‘ atau ‘buah’, misal boh manok berarti telur ayam, atau sa boh boh manok berarti satu butir telur ayam.

Menariknya, ‘boh’ juga berarti penis. Sementara pelir disebut kréh, dan boh kréh mencakup keduanya.

“Bahkan semua yang agak lonjong di bagian fisik manusia disebut buah, contoh boh idong hidung, boh mieng pipi. Demikian juga buah-buah juga di sebut ‘boh’ dalam bahasa Aceh. Contoh boh mamplam berarti mangga,” jelas Hamdani Mulya, guru yang menulis buku ‘Bahasa Indatu Nenek Moyang Ureueng Aceh’ kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Sejatinya, ‘boh’ sebagai kata penggolong digunakan hampir untuk semua hitungan. Namun, untuk hitungan daun, pohon, dan biji-bijian, penyebutannya berbeda, misal satu helai atau sehelai daun disebut si oen bukan sa boh oen.

Untuk pohon, penyebutannya ‘bak’ atau batang dalam bahasa Indonesia, misal satu batang pohon disebut si bak sementara cabang pohon disebut krek atau si krek berarti satu cabang. Untuk bij-bijian, kacang, misalnya, digunakan are, contoh, si are berarti satu bambu.

Kata ‘si’ dalam kata ‘si oen, si bak, atau si are’ adalah bentuk terikat ‘se’ dalam bahasa Indonesia. Kata si-oen atau si-bak, dan pelbagai turunannya, seperti si-uroe, si-buleuen, si-thon, yang artinya satu hari, satu bulan, dan satu tahun, sejatinya ditulis terikat.

Contoh, sioen, sibak, siuroe, sibuleuen, dan sithon, jika pun dalam bahasan sebelumnya ditulis dengan bentuk tidak terikat, tujuannya agar lebih mudah diketahui mana pewatas dan mana inti frasa.

Ada baiknya pelajari bilangan dalam bahasa Aceh agar bahasan di atas bisa dipraktikkan. Bilangan satu sampai sepuluh dalam bahasa Aceh adalah, sa, dua, lhee, peut, limong, nam, tujoh, lapan, sikureueng, dan siploh, selanjutnya, ploh untuk puluhan, blah untuk belasan, reutoh untuk ratusan, dan ribee untuk ribuan.

Bentuk Alat Kelamin Wanita yang Normal Seperti Apa?

Liputan6.com, Jakarta Alat kelamin wanita macam-macam bentuknya layaknya wajah. Bahkan demi memiliki bentuk kelamin yang ideal, Kaum Hawa rela melakukan operasi kosmetik. Sebenarnya bentuk alat kelamin wanita yang normal itu seperti apa?

Maggie Kirkman, seorang peneliti senior di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Monash University, mengatakan wanita mungkin belum terbiasa dengan penilaian pada vulva.

“Vulva termasuk bibir bagian dalam (labia minora) dan bibir luar (labia majora), klitoris, dan lubang vagina. Labia bisa panjang atau pendek, keriput atau mulus, gelap atau terang. Satu sisi seringkali lebih panjang daripada yang lain, konsisten asimetri dengan sebagian besar bagian tubuh. Bagian luar klitoris bisa seukuran kacang polong atau sebesar ibu jari,” kata Kirkman seperti dikutip TheConversation.

Menurut Kirkman, wanita yang memilih operasi kosmetik pada alat kelaminnya agar bentuk vulvanya ideal.

Pada 2016, kata Kirkman, satu tim peneliti melakukan survei kepada beberapa dokter bedah dan lebih dari setengahnya melaporkan sedang memberi konsultasi bagi wanita dan gadis yang menginginkan operasi kosmetik genital.

Ketika ingin operasi kosmetik, menurut Kirkman, wanita mencarinya di iklan oline, yakni dokter yang menawarkan prosedur termasuk labiaplasty untuk mengurangi labia minora, mengurangi kap klitoris, dan memperbesar labia majora.

Sebenarnya, tujuan utama labiaplasty adalah mengurangi ukuran labia dengan cara mengangkat kulit berlebih dan membentuknya menjadi lebih muda dan menarik. 


Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Meneliti isi iklan web

Untuk penelitian tersebut, tim peneliti meneliti isi iklan dan dari 31 situs web pada 2016 itu memberi kesan kuat kalau alat kelamin wanita menyimpang dari bentuk ideal.

Meskipun sebagian besar situs web mengakui bahwa vulva secara alami beragam, mereka menggunakan bahasa yang secara patologis terlihat seperti boneka Barbie.

Situs web juga menekankan perlunya menjadi “feminin”, dengan vulva yang “rapi”. Para dokter seakan memperkuat gagasan perempuan harus terlihat perempuan, tanpa klitoris yang terlihat.

Sebuah situs menuliskan klitoris yang menonjol terasa dan tampak seperti penis yang sangat kecil, yang bisa menyebabkan rasa tidak aman dan kecemasan seksual.

“Labia Minora yang berlebihan, floppy, atau tidak rata” memberi alasan untuk operasi kosmetik, seperti halnya ketidaknyamanan psikologis, emosional, dan fisik. Ini sering digambarkan sebagai “gejala” yang membutuhkan pembedahan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan wanita,” kata Kirkman.

18 Jenis Kelamin di Thailand yang Jarang Diketahui, Serupa Tapi Tak Sama

Liputan6.com, Jakarta Thailand adalah negara asal muasal olahraga beladiri Muay Thai terkenal. Muay Thai adalah olahraga nasional di Kerajaan Thai dan merupakan seni beladiri setempat. Popularitasnya memuncak di seluruh dunia pada tahun 1990-an. Namun, ada pula seni beladiri yang mirip dengan Muay Thai di negara-negara lain di Asia Tenggara.

Selain terkenal akan Muay Thai, Thailand sering dianggap sebagai ibukota transgender di dunia. Hal itu karena dilihat maraknya operasi jenis kelamin yang terjadi di sana. Selain itu, fakta bahwa orang-orang transgender di Thailand biasanya diperlakukan lebih baik daripada di tempat lain .

Tetapi penerimaan transgender di Thailand jauh melampaui bukan hanya orang yang telah menjalani operasi kelamin. Namun, Thailand secara hukum mengakui “gender ketiga”. Buktinya, ada 18 jenis kelamin di Thailand yang masih jarang diketahui.

Hampir semua negara di dunia hanya melegalkan 2 jenis kelamin saja. Tetapi Negeri Gajah Putih tersebut telah meresmikan 18 jenis kelamin. Penasaran dengan 18 jenis kelamin selain pria dan wanita di Thailand?

Berikut Liputan6.com rangkum 18 jenis kelamin di Thailand yang dilansir dari laman Next Shark, Minggu (3/3/2019).

2 dari 5 halaman

18 Jenis Kelamin di Thailand

1. Pria

Seorang pria yang menyukai wanita.

2. Wanita

Seorang wanita yang menyukai pria.

3. Tom

Seorang wanita yang berpenampilan seperti pria dan menyukai dee.

4. Dee

Seorang wanita yang menyukai tom.

5. Tom Gay

Seorang wanita yang menyukai tom dan dee.

6. Tom Gay King

Seorang tom yang gagah namun sebenarnya adalah wanita.

7. Bi

Seorang wanita yang menyukai semua, termasuk wanita juga pria.

8. Boat

Seorang pria yang menyukai semua, termasuk pria juga wanita.

9. Gay Queen

Seorang pria feminim yang menyukai pria.

3 dari 5 halaman

18 Jenis Kelamin di Thailand

10. Gay King

Seorang pria gagah yang menyukai pria.

11. Tom Gay Queen

Seorang tom yang menyukai tom feminin.

12. Tom Gay Two Way

Seorang tom yang merupakan tom gay king atau tom gay queen.

13. Lesbian

Seorang wanita yang suka wanita.

14. Kathoey atau Lady Boy

Seorang pria yang dioperasi plastik menjadi wanita.

15. Adam

Seorang pria yang menyukai tom.

16. Angee

Seorang lady boy yang menyukai tom.

17. Cherry

Seorang wanita yang menyukai pria gay dan lady boy.

18. Samyaan

Seorang wanita yang suka tom dan lesbian atau wanita.

4 dari 5 halaman

Jenis Kelamin di Thailand yang Membingungkan

Beberapa jenis kelamin di Thailand ini tentu terlihat membingungkan. Atau mungkin di antara kamu mengatakan banyaknya jenis kelamin di Thailand ini hanya sebuah lelucon.

Orang Thailand mungkin tidak dapat memperdebatkan semua 18 jenis kelamin di Thailand dan definisinya bagi mereka. Seperti mereka yang yang mengidentifikasi dirinya sebagai ‘Boat’ atau ‘Kathoey’ atau ‘Tom Gay Two-Way’. Dengan jenis kelamin yang berbeda ini, mungkin membuat mereka berarti bagi dunia mereka.

Sebenarnya, Thailand memiliki sejarah panjang berbagai jenis kelamin. Toms, Dees, dan Kathoey adalah bagian dari budaya identitas gender Thailand seperti halnya kaum gay, lesbian, dan orang trans di Barat.

5 dari 5 halaman

Julukan Negara Thailand

Thailand dalam bahasa Inggris, atau dalam bahasa aslinya Mueang Thai. Thailand dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal 11 Mei 1949.

Kata ‘Thai’ berarti ‘kebebasan’ dalam bahasa Thai. Namun juga dapat merujuk kepada suku Thai, sehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan warga negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa dan Amerika.

Populasi Thailand didominasi etnis Thai dan etnis Lao, yang berjumlah 3/4 dari seluruh penduduk. Selain itu juga terdapat komunitas besar etnis Tionghoa yang secara sejarah memegang peranan yang besar dalam bidang ekonomi. Etnis lainnya termasuk etnis Melayu di selatan, Mon, Khmer dan berbagai suku orang bukit.

Sekitar 94,63% penduduk Thailand adalah pemeluk agama Buddha aliran Theravada. Namun ada minoritas kecil pemeluk agama Islam, Kristen dan Hindu. Bahasa Thai merupakan bahasa nasional Thailand, yang ditulis menggunakan aksaranya sendiri, tetapi ada banyak juga bahasa daerah lainnya. Selain itu bahasa Inggris juga diajarkan secara luas di sekolah.

Selain hal-hal di atas, Thailand juga memiliki julukan yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. Berikut julukan yang melekat pada negara Thailand

· Negara Seribu Pagoda

Negara Thailand banyak sekali kuil-kuil atau pagoda-pagoda.

· Negeri Gajah Putih

Alasan Thailand disebut dengan Negeri Gajah Putih ada dua versi.

Pertama, karena spesies hewan gajah putih endemik di Thailand. Maka dari itu disebut Negeri Gajah Pputih.

Kedua, karena pada jaman dahulu kala gajah putih dianggap sebagai hewan suci umat Buddha Thai. Hal itu karena gajah putih adalah kendaraan Sidharta Gautama saat bertapa di bawah pohon untuk mendapat wahyu.

· Tanah Merdeka

Thailand adalah salah satu negara di Asia dan satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah.

· Lumbung Padi Asia Tenggara

Produksi padi di negara Thailand sangat produktif sekali. Bahkan saat ini Thailand merupakan negara pengekspor terbesar produk pertanian dunia. Ekonomi Thailand bergantung pada ekspor dari seluruh angkatan kerja Thailand dipekerjakan di bidang pertanian.

Teror Alat Kelamin Berlanjut, Guru Jadi Korban Terbaru

Karawang – Sejumlah pria di Karawang, Jawa Barat, bikin geger karena ulahnya memamerkan alat vital di hadapan wanita. Para korban tak hanya dari kalangan siswi tapi guru perempuan turut menjadi korban teror tersebut.

Kasus asusila tersebut diketahui berlangsung sejak 3 tahun lalu. Berdasarkan penelusuran seorang guru salah satu SMP negeri di bilangan Jalan Ahmad Yani, sedikitnya 50 siswi telah jadi korban kelompok pria mesum tersebut. Ia khawatir korban akan terus bertambah sebab hingga kini, para pelaku belum tertangkap.

Sedikitnya tiga sekolah di bilangan Jalan Ahmad Yani tengah bekerja sama mengungkap kasus pamer alat vital tersebut. Selain minta tolong pada petugas berpakaian preman, mereka menelusuri jumlah korban sebenarnya.

“Pelaku membuka kaca mobil dan menanyakan alamat, siswi yang menghampiri biasanya sudah melihat pria itu tidak pakai celana dan memainkan alat vital mereka. Saat siswi menjerit, para pelaku kabur tancap gas,” kata Wakil Ketua KPAI Jabar Wawan Wartawan saat dihubungi detikcom, Jumat (22/2/2019).

Saat ini korban teror alat vital yang terdata sudah mencapai hampir 70 orang. Bahkan sejumlah guru perempuan turut jadi korban pria-pria mesum yang masih berkeliaran tersebut.

“Makin banyak yang mengaku pernah jadi korban. Tidak hanya siswi, bahkan ada enam orang guru perempuan yang mengaku pernah jadi korban mereka. Sepertinya korban kejahatan ini cukup banyak,” kata seorang guru salah satu SMP Negeri di Jalan Ahmad Yani, Karawang.

Peristiwa itu memicu keresahan guru dan murid di sekolah tersebut. Seorang guru kemudian melakukan pendataan untuk mencari korban lainnya. Sebab 3 tahun lalu, terdapat puluhan siswi yang jadi korban.

Guru tersebut mengungkapkan, rata-rata korban memendam peristiwa pamer alat vital itu. Bahkan perlu cara khusus dan privat saat membujuk para korban supaya berani mengaku. “Bahkan ada yang sudah 2 tahun baru mengaku pada kami. Perlu pendekatan khusus mengungkap kasus semacam ini,” kata guru yang enggan identitasnya diungkap itu.

Saat ini, Polres Karawang memulai penyelidikan kasus tersebut. Personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sudah mewawancarai beberapa korban.

“Kita baru mulai lidik,” kata Kepala Unit PPA Polres Karawang, Herwit Yuanita dengan singkat saat dihubungi via telepon, Jumat petang (22/2/2019).

Penyidik menggali kesaksian korban guna mencari petunjuk dalam kasus asusila tersebut. Selain itu, penyidik berkomunikasi dengan korban untuk menggali kronologi lengkap kasus tersebut.

(rvk/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>