Sahabat: Ahok Nggak akan Balas Dendam ke PA 212 Lewat PDIP

Jakarta – Dosen UIN Adi Prayitno mengungkap PA 212 curiga Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akan balas dendam lewat PDIP. Jubir PA 212, Novel Bamukmin, mengklarifikasi bahwa hal tersebut harapan, bukan kecurigaan. Sahabat Ahok yang juga politikus PDIP, Charles Honoris, menegaskan isu itu sama sekali tidak benar.

“Nah itu, saya bilang nggak mungkin balas dendam. Karena gini, Pak Ahok sudah memilih masuk PDI Perjuangan bukan untuk aktif berpolitik tetapi memilih PDI Perjuangan sebagai rumah untuk menyalurkan aspirasi politiknya,” kata politikus PDIP, Charles Honoris, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Charles sekali lagi menepis anggapan bahwa Ahok akan balas dendam. Menurutnya, meskipun bergabung ke PDIP, Ahok tak tertarik menjadi pejabat negara.
“Jadi saya rasa tidak benar anggapan bahwa Pak Ahok ingin balas dendam ya, karena sekali lagi Pak Ahok sendiri sudah mengatakan bahwa masuk PDI Perjuangan itu bukan untuk menjadi pengurus ya, tidak tertarik menjadi pejabat negara, tapi hanya merasa bahwa PDI Perjuangan adalah rumah besar kaum nasionalis sehingga rumah yang cocok untuk bisa menyalurkan aspirasi politiknya,” ungkapnya.

“Bahwa Pak Ahok masuk PDI ya sebagai kader, bukan sebagai pengurus partai. Tidak punya kewenangan khusus untuk bisa mengatur kebijakan partai juga, atau tidak juga memiliki keinginan untuk menjadi pejabat negara. Misalkan ikut pilkada, atau ikut pemilu legislatif ya, hanya sebagai kader yang ingin memberikan kontribusi pemikiran, menyalurkan aspirasi politiknya ke PDI Perjuangan,” imbuh Charles.

Charles sekali lagi menegaskan Ahok tak akan balas dendam. Baginya, partai politik bukan alat untuk balas dendam, tetapi untuk kesejahteraan rakyat.

“Pasti tidak (akan balas dendam), pasti tidak. Karena PDI Perjuangan partai politik, partai PDI Perjuangan bukan alat untuk balas dendam ya, tapi partai politik adalah alat untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Adi Prayitno mengungkapkan, PA 212 curiga bergabungnya Ahok ke PDIP lantaran ingin balas dendam. Ahok dicurigai ingin menjadikan PDIP sebagai alat untuk membalas dendam kepada kelompok yang memenjarakannya.

“Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok,” ujar Adi di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Adi mengaku mendapat informasi langsung dari Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Ahok dicurigai akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik untuk memperoleh lagi kekuasaan.

Novel Bamukmin sudah meluruskan pernyataan Adi. Novel hanya berharap PDIP bisa membina Ahok agar tak lagi bikin gaduh.

“Saya hanya mengkhawatirkan semoga bergabungnya BTP ini tidak menjadi ajang balas dendam atas masalah yang pernah terjadi dengan kasus hukum BTP ini. Semoga PDIP bisa membina BTP dengan baik agar BTP tidak kembali membuat kegaduhan dan kekisruhan negara ini,” kata Novel, hari ini.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hong Kong Akan Sanksi Penghina Lagu Kebangsaan China dengan Bui 3 Tahun

Liputan6.com, Hong Kong – Hong Kong mengambil langkah pertama untuk memidanakan perbuatan tidak menghormati lagu kebangsaan China, dalam rangka membendung kritik politik di kota semi-otonomi itu.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Sabtu (9/2/2019,) sebuah rancangan undang-undang (RUU) sekarang ini sedang dalam pembahasan di dewan legislatif Hong Kong yang tidak sepenuhnya demokratis.

RUU itu, jika nantinya menjadi Undang-Undang, akan menjatuhkan hukuman penjara tiga tahun dan denda sekitar Rp 88 juta bagi mereka yang “secara terbuka dan dengan sengaja menghina lagu kebangsaan dengan cara apapun” atau menggunakannya untuk tujuan komersial.

RUU itu juga menyatakan, siswa sekolah dasar dan menengah harus belajar menyanyikan lagu kebangsaan serta “sejarah dan semangatnya.”

RUU itu telah lolos tahap kedua akhir Januari lalu dan diperkirakan akan resmi menjadi undang-undang akhir tahun ini, menyusul undang-undang serupa yang diberlakukan China pada tahun 2017.

Kantor Urusan Konstitusi dan Daratan China mengatakan melalui email, pengajuan UU baru itu “bertujuan melestarikan lagu kebangsaan dan mengatur cara menyanyikannya.”

Lagu kebangsaan “March of the Volunteers” yang juga merupakan lagu kebangsaan Hong Kong, China, dan Makau, menjadi pusat dari banyak kekisruhan publik pada tahun 2015, setelah kegagalan protes demokrasi Gerakan Payung di Hongkong pada tahun sebelumnya.

Penggemar sepak bola lokal sering mengejek lagu itu selama pertandingan penting, banyak di antaranya disiarkan di televisi nasional di China.

Sejak saat itu, ejekan itu berlanjut secara sporadis dan dipandang sebagai ungkapan dari perasaan tidak puas terhadap baik Beijing, maupun pemerintah Hongkong.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Hukuman di Negara Lain

Terlepas dari kontroversi lagu kebangsaan di Hong Kong itu, sejumlah negara di dunia mempunyai hukuman terkait dengan penodaan bendera atau lagu kebangsaan termasuk Yunani, Spanyol, Prancis dan Jerman di Eropa, serta Singapura, Malaysia dan Thailand di Asia.

Namun di Hong Kong, kecaman-kecaman itu menuai keprihatinan atas bagaimana hukum lagu kebangsaan nasional akan diterapkan.

Ketua Dewan Perhimpunan Pengacara Hong Kong, Philip Dykes mengatakan, undang-undang itu berbeda dari peraturan di negara-negara lainkarena bersifat “memaksa” dan mengharuskan individu untuk berperilaku dengan cara tertentu, sementara memberi sanksi kepada mereka yang gagal “menyesuaikan diri.”

Dia juga menyatakan keprihatinannya sehubungan bagaimana hal itu akan ditegakkan.

Banyak anggota kubu pro-demokrasi menggambarkan UU itu sebagai upaya untuk menuangkan ke dalam hukum bagaimana orang bersikap “patriot.”

Hong Kong adalah bekas koloni Inggris yang bergabung lagi dengan China pada tahun 1997. Setelah 150 tahun di bawah kekuasaan kolonial, banyak penduduk merasa kota ini memiliki identitas berbeda dari warga di daratan China.

Novel Bamukmin Serang Yusril, PBB: Tidak Tahu Diri!

Jakarta – Caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Novel Bamukmin menyerang ketum Yusril Ihza Mahendra terkait dukungan parpol kepada Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. PBB balik menyerang Novel.

“Novel Bamukmin adalah tipikal orang tidak tahu diri, tidak bersyukur karena kerapkali tidak taat kepada organisasi. Karena sering tidak taat pada organisasi maka dia dipecat dari FPI. Kali ini kebiasaan dia yang tidak taat organisasi itu juga terjadi di PBB,” ujar Wasekjen Bidang Bidang Komunikasi dan Opini Publik DPP PBB, Solihin Pure kepada wartawan, Minggu (27/1/2019).

Dalam pernyataannya, Novel menyebut Yusril telah mengambil langkah keliru dan menyebut mantan Mensesneg itu biang kekisruhan PBB. Atas kritikan itu, PBB menjelaskan dukungan yang diberikan partai kepada Jokowi sudah diputuskan secara final dan harus ditaati seluruh kader dan caleg.

“Dalam rakornas, Ketua Majelis Syura dan Ketum PBB sudah sangat tegas mengatakan pahwa dengan adanya putusan DPP PBB mendukung paslon capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin adalah putusan tertinggi partai yang harus ditaati dan wajib dijalankan oleh seluruh kader dan caleg PBB di seluruh Indonesia,” jelas Solihin.
Sebelumnya Novel meminta Yusril jangan berdalih PBB mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin karena alasan aspirasi kader. Menurut dia, dukungan PBB ke Jokowi-Ma’ruf semata-mata diberikan karena ada tekanan dari Yusril.

“Jadi Yusril jangan munafiklah bahwa ini alasan aspirasi kader dan calegnya karena Yusril biang kekisruhan dan dan yang akan menenggelamkan PBB karena umat islam akan kecewa partai yang berlandaskan syariat Islam mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. PBB seperti akan tenggelam dan tidak akan bangkit lagi karena telah mengkhianati amanat umat Islam,” ujar Novel saat dihubungi detikcom, Minggu (27/1).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(dkp/ibh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pro Kontra Yusril Bawa PBB Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Jakarta – Dukungan Partai Bulan Bintang (PBB) ke pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menuai pro dan kontra. Sambutan hangat datang dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, namun kecaman justru datang dari caleg dan kader PBB, Novel Bamukmin.

Keputusan PBB untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 diambil dari rapat pleno yang telah dilakukan pada 19 Januari 2019 lalu. Ketum PBB Yusril Izha Mahendra mengatakan keputusan tersebut sudah sah dan demokratis.

“Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi-Ma’ruf Amin bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019,” kata Yusril dalam keterangannya, Minggu (27/1/2019).

Menurut Yusril, rapat pleno PBB juga menugaskan kepada Ketua Majelis Syuro MS Kaban, Ketua Umum DPP Yusril Ihza Mahendra dan Ketua Mahkamah Partai Yasin Ardi untuk merumuskan kalimat-kalimat dukungan politis kepada Jokowi-Ma’ruf. Hasil dari rumusan kalimat tersebut ditandatangani sebagai keputusan rapat pleno yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBB Eddy Wahyudin selaku pimpinan rapat pleno.

“Hasil rumusan yang dituangkan dalam Keputusan Rapat Pleno itu kemudian dituangkan lagi dalam Surat Keputusan DPP PBB yang ditandatangani oleh Ketum Yusril Ihza Mahendra dan Sekjen PBB Afriansyah Noor. Jadi proses pengambilan keputusan telah dilakukan secara demokratis dan sesuai dengan mekanisme partai sebagaimana diatur dalam AD dan ART PBB,” sebutnya.

Lawyer capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin itu mengatakan, meski PBB telah memutuskan memberikan dukungan resmi kepada Jokowi-Ma’ruf, partai tetap menghargai dan menghormati apabila ada fungsionaris dan anggota partai yang berbeda pilihan dan dukungan, selain dari apa yang telah diputuskan.

PBB juga meminta semua fungsionaris dan simpatisan partai menghormati perbedaan pendapat dalam partai, tidak boleh saling menyerang dan tetap menjaga ukhuwah islamiyah. Demikian halnya dengan caleg PBB yang mendukung Prabowo-Sandi, Yusril tak mempermasalahkannya.

“Jumlah caleg PBB di DPR RI ada 497 orang. Sedangkan caleg PBB di seluruh provinsi dan kabupaten/kota ada sekitar 14.500 orang. Jadi caleg PBB seluruh Tanah Air ada sekitar 15.000 orang. Dari 80 orang caleg yang kemarin menyebut diri mereka sebagai ‘caleg poros Mekah’ yang mendukung Prabowo-Sandi itu, adalah terdiri atas caleg DPR RI, caleg provinsi dan juga caleg kabupaten/kota dari berbagai daerah. DPP PBB mengetahui persis jumlah para caleg itu dan mempunyai data lengkap tentang mereka,” kata Yusril.

“Di Sumatera Utara misalnya, Dari 668 caleg yang ada, 23 orang deklarasi dukung Prabowo-Sandi. Di Sumbar dari 536 caleg yang ada, yang deklarasi 30 orang. Di DKI Jakarta ada 140 caleg, yang dukung Prabowo-Sandi ada sekitar 26 orang. Jadi mayoritas caleg ikut keputusan DPP PBB,” tegas dia.

TKN Jokowi-Ma’ruf menyambut hangat dukungan PBB ke pihaknya. Wakil Direktur Kampanye TKN, Daniel Johan mengaku senang dan berharap seluruh kekuatan PBB bisa langsung mengampanyekan Jokowi-Ma’ruf.

“Welcome to the winner,” ujar Daniel kepada wartawan, Minggu (27/1).

“Kami ikut senang tentunya, akan menambah kekuatan kemenangan Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. Berharap seluruh caleg dan kader PBB bisa langsung bergerak ke basis-basis mengampanyekan Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin,” lanjut Daniel.

Namun, Caleg dan kader PBB Novel Bamukmin menilai Yusril telah mengambil langkah keliru yang akan menenggelamkan PBB. Novel meyebut Yusril membela kepentingan politik pribadinya dengan mengatasnamakan aspirasi kader atau sebagian caleg.

“YIM (Yusril Izha Mahendra) sendiri yang sudah memberikan isyarat mengarahkan ke 01 diibaratkan ‘guru kencing berdiri murid kencing berlari’ YIM jadi pengacara KORUF maka para keder dan calegnya langsung deklarasi ke 01,” kata Novel saat dihubungi detikcom, Minggu (27/1/2019).

Novel mengatakan Yusril jangan berdalih PBB mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin karena alasan aspirasi kader. Menurut dia, dukungan PBB ke Jokowi-Ma’ruf semata-mata diberikan karena ada tekanan dari Yusril.

“Jadi Yusril jangan munafiklah bahwa ini alasan aspirasi kader dan calegnya karena Yusril biang kekisruhan dan dan yang akan menenggelamkan PBB karena umat islam akan kecewa partai yang berlandaskan syariat Islam mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. PBB seperti akan tenggelam dan tidak akan bangkit lagi karena telah mengkhianati amanat umat Islam,” ujarnya.

“Saya melihat PBB sudah sangat terhina saat ini dengan ulah YIM dan begundal begundalnya yang menjadikan PBB ini menjadi partai pendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama,” sambung Novel.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(nvl/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PBB Dukung Jokowi-Ma’ruf, Novel Bamukmin: Yusril Biang Kekisruhan

Jakarta – Partai Bulan Bintang (PBB) resmi mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Caleg dan kader PBB Novel Bamukmin menilai Ketua Umum PBB Yusril Izha Mahendra salah langkah dan akan membuat PBB tenggelam.

“Saya melihat YIM telah mengambil langkah keliru yg akan menenggelamkan partai Islam satu satunya itu demi membela kepentingan politik mungkarnya dgn alasan berdasarkan apirasi kader atau sebagian caleg karna para kader dan caleg bisa bertindak seperti itu krna YIM sendiri yang sudah memberikan isyarat mengarahkan ke 01 diibaratkan “guru kencing berdiri murid kencing berlari” YIM jadi pengacara KORUF maka para keder dan calegnya langsung deklarasi ke 01,” kata Novel Saat dihubungi detikcom, Minggu (27/1/2019).

Novel mengatakan Yusril jangan berdalih PBB mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin karena alasan aspirasi kader. Menurut dia, dukungan PBB ke Jokowi-Ma’ruf semata-mata karena tekanan dari Yusril.


“Jadi Yusril jangan munafiklah bahwa ini alasan aspirasi kader dan calegnya karna yusril biang kekisruhan dan dan yang akan menenggelamkan PBB karna umat islam akan kecewa partai yang berlandaskan syariat Islam mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. PBB seperti akan tenggelam dan tidak akan bangkit lagi karena telah menghianati amanat umat Islam,” ujarnya.

“Saya melihat PBB sudah sangat terhina saat ini dengan ulah YIM dan begundal begundalnya yang menjadikan PBB ini menjadi Partai pendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama,” sambung Novel.

Novel menambahkan, dirinya merasa miris dengan Yusril. Dia menilai Yusril belakangan sudah jauh dari tuntunan Islam baik di kehidupan pribadi maupun dalam berpolitik.

“Saya dkk sudah maksimal ingin menyelamatkan PBB dari kehancuran yang kami taat dengan amanat ulama pendiri partai PBB dan ijtima ulama saat ini namun kami sudah berusaha dengan menggalang kekuatan bersama ulama dengan mendeklarasikan PAS lantang sebagai amannat ijtima ulama namun hasilnya kita serahkan kepada Allah karna yang Allah lihat adalah perjuangannya bukan hasilnya,” jelas Novel.

Novel mengatakan dirinya dan rekan-rekannya di PBB yang bersebrangan dengan Yusril tidak akan tinggal diam. “Mungkin langkah berikutnya adalah tetap kita mengupayakan ada kubu PBB ijtima ulama,” ucapnya.

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra sebelumnya menegaskan keputusan politik partai mendukung Jokowi-Ma’ruf bukan sikap pribadi.

“Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi-Ma’ruf Amin bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019,” kata Yusril.
(hri/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>