Kekhawatiran Ekonomi Global Bikin Harga Minyak Merosot

Pelaku pasar pun tetap berhati-hati seiring rangkaian data ekonomi baru-baru ini yang menimbulkan kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global.

China juga akan menetapkan target pertumbuhan ekonomi lebih rendah 6-6,5 persen pada 2019 dibandingkan target tahun lalu sekitar 6,5 persen. Berdasarkan sumber Reuters, pemerintahan China bersiap untuk atasi kenaikan tariff suku bunga bank sentral AS dan melemahnya permintaan domestik.

“Jika kita alami perlambatan ekonomi, minyak mentah akan berkinerja buruk karena korelasinya terhadap pertumbuhan,” ujar Hue Frame, Manajer Portfolio Frame Fund.

Di sisi pasokan, pasar minyak telah menerima dukungan dari pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-OPEC termasuk Rusia. Kesepakatan ini bertujuan untuk menyusutkan pasokan yang muncul pada semester II 2018.

Rusia pun telah kurangi rata-rata produksi minyak menjadi 11,38 juta barel per hari pada 1-10 Januari dari rekor tertinggi 11,45 juta barel per hari pada bulan lalu.

Ekspor minyak mentah lebih rendah dari Iran sejak November, ketika AS kembali mulai memberikan  sanksi terhadap produsen minyak tersebut juga mendukung pasar minyak mentah.

Yang memainkan peran penting dalam pasokan yang muncul adalah AS. Produksi minyak mentah melonjak hingga rekor 11,7 juta barel per hari.

Konsultan JBC Energy memperkirakan, produksi minyak mentah AS mencapai di atas 12 juta barel per hari pada Januari. Pada pekan ini, perusahan energi AS juga memangkas empat rig,dan penurunan dalam dua minggu ini

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pemerintah telah menetapkan PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola blok minyak dan gas (migas) Rokan‎ setelah 2021. Keputusan ini merupakan kado pemerintah untuk rakyat Indonesia menjelang hari kemerdekaan ke-73.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *