Kejar Ketertinggalan, Pemprov NTT Bangun Jalan di Kupang dan Manggarai

Menurut Josef, cara lain untuk membangun konektivitas infrastruktur jalan adalah kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Badan Usaha dimint bekerja kemudian dicicil. Bisa dicicil dari APBD dalam jangka waktu tertentu. Atau pilihan lainnya dengan menjaminkan jalan pada perusahaan dengan cicilannya berasal dari perhitungan penyusustan jalan dan bukan dari APBD.

“Tentu saja perusahaan yang diajak adalah yang bonafit dan yang mau membantu. Untuk ini dibutuhkan kemampuan lobi yang tinggi dan strategi yang cermat dan kami sedang memikirkan peluang ini,” jelas Josef.

Dia menambahkan, dimasa kepemimpinan Viktor-Josef, sudah bertekad menyelasikan persoalan jalan, listrik dan air karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda.

Menurut dia, banyak yang mencibir dan menganggap dirinya dan Gubernur Viktor Laiskodat berilusi saat bertekad menyelesaikan persoalan jalan provinsi dalam kurun waktu tiga tahun. Selama ini, kata dia, pemprov NTT sudah biasa mengandalkan dana dari APBN dan APBD untuk pengerjaan jalan. Yang belum ada dan belum kita lakukan secara maksimal adalah dengan cara Pembiyaan Proyek Investasi Non Anggaran Pemerintah (Pina).

Pembangunan Infrstruktur yang merupakan misi ketiga dari lima misi Viktori-Josef harus dilaksanakan secara serius. Karena jalan, jembatan, pelabuhan udara dan laut merupakan unsur aksesibilitas utama dalam mendukung pariwisata sebagai penggerak utama dalam kebangkitan NTT Menuju Sejahtera.

“Harus ada pikiran yang luar biasa atau out of box untuk membereskan persoalan konektivitas ini,” pungkas Josef.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Bendera Merah Putih raksasa membentang pada perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Kabupaten Belu, NTT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *