detikcom Laporkan Dugaan Penganiayaan Jurnalisnya di Munajar 212 ke Polisi

Liputan6.com, Jakarta Polres Metro Jakarta Pusat telah menerima laporan dugaan persekusi terhadap wartawan detikcom, Satria Kusuma. 

Satria melaporkan kejadian tersebut pada Jumat (22/2/2019) pukul 00.15. Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan 358/K/II/2019/ Resto Jakpus tanggal 22 Februari 2019.

“Iya sudah ada laporan masuk hari ini. Perkara yang dilaporkan adalah bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang,” kata Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi, saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019).

Purwadi mengatakan, saat ini pihak terlapor atau pelaku persekusi terhadap Satria masih dalam penyelidikan.

“Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan,” katanya.

Sementara itu, dalam keterangan resmi tertulis, detikcom mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa wartawannya. Langkah hukum dilakukan agar ke depan kejadian serupa menimpa para jurnalis.

“Detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar Undang-undang Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. Detik.com adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers,” pernyataan detikcom dalam keterangannya.

Terpisah, Pemimpin Redaksi detikcom sekaligus Direktur Konten, Alfito Deannova Ginting, melalui pesan singkat mengatakan pihaknya sudah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut semalam.

2 dari 2 halaman

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Berikut kronologi lengkap Detikcom tentang dugaan persekusi wartawan yang dimuat dalam laman resminya:

“Wartawan detikcom atas nama Satria Kusuma mengalami penganiayaan dan kekerasan saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kejadian itu berlangsung saat Satria sedang meliput acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas.

Sekitar pukul 20.30, terjadi kericuhan yang posisinya di dekat pintu keluar VIP, arah bundaran patung Arjuna Wiwaha. Menurut informasi yang beredar, kala itu ada seorang copet yang tertangkap.

Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Pada saat merekam video itulah Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Satria dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu dari mereka, yang mengaku sebagai pihak keamanan Malam Munajat 212 dan mereka kebetulan sesama orang Bogor. Namun jaminannya bukan ID card dan KTP yang diberikan, melainkan kartu pelajar. Satria pun dilepas dan kembali menuju kantor.

Terkait tindak kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik ini, detikcom melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi terhadap wartawan lain yang sedang menjalankan fungsi jurnalistik.

detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar UU Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. detikcom adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers.”

Reporter: Ronald

Aturan THR Dipercepat, BPN Prabowo: Jangan Diralat dan Ditarik Lagi

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berharap pemerintah konsisten dengan kebijakan pemberian THR 2019 dan gaji ke-13 untuk PNS yang pengumuman aturannya dipercepat sebelum pilpres. BPN meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak meralat dan menarik kebijakan tersebut.

“Kaji ulang dulu dengan jelas dan detail. Jangan sampai, aturannya keluar, lalu karena kurang pertimbangan ditarik, diralat, dan direvisi lagi. Jadi, tidak ada kepastian hukum. Ini menurunkan state credibility. Orang makin-makin tidak percaya pemerintah karena suka grasak-grusuk,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

Menurut Faldo, Jokowi memang butuh kebijakan populis seperti itu demi ‘menarik hati’ ASN. Sebab, menurut dia, kebanyakan ASN mendukung Prabowo-Sandiaga.
“Kita tunggu saja, acara petahana lagi bagi-bagi THR. Beliau memang butuh kebijakan seperti itu, karena di beberapa survei memperlihatkan ASN memberikan banyak dukungan kepada capres kami. Realistis saja sih, itu menurut kami,” ujar politikus PAN itu.

Faldo mengatakan kebijakan Jokowi itu tak melanggar aturan. Namun, dia mengingatkan agar pemerintah memastikan uang untuk THR itu ada.

“Tidak ada yang salah secara legal dan aturan. Tetapi, jangan sampai karena kebutuhan jelang pemilu ini, uangnya malah tidak ada. Kan pernah kejadian tahun lalu itu, Bu Risma di Surabaya marah-marah, ternyata alokasi THR-nya diminta ke pemerintah daerah. Beberapa kepala daerah mengeluh dan konsultasi kepada kami terkait aturannya,” ucap Faldo.

“Saran kami, aturan itu harus dibicarakan dengan Kementerian Keuangan secara detail. Sekaligus, minta pendapat dari kepala-kepala daerah. Aturan ini kan berlaku nasional. Jangan sampai, beda-beda malah jadi beban buat yang mau menjalankannya. Setelah pemilu, malah ricuh,” lanjut dia.

Penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian THR 2019 dan Gaji ke-13 untuk PNS atau ASN ditargetkan rampung sebelum pemilihan presiden (pilpres) 2019. Dengan begitu, THR akan cair Mei 2019.

Pemerintah, dalam surat keterangan tersebut berupaya agar PP tersebut bisa ditetapkan sebelum Pilpres yang berlangsung pada 17 April 2019. THR bagi ASN pun akan cair usai Pilpres yakni pada bulan Mei–satu bulan sebelum Idul Fitri yang jatuh pada Juni 2019.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin meminta agar kubu Prabowo tak selalu mengaitkan segala sesuatunya dengan politik. Timses pasangan nomor urut 01 itu menegaskan komitmen Jokowi bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pembayaran THR sesuatu yang sudah terjadwal tiap tahun, ada atau tidak ada pilpres. Jika dibayar lebih cepat tentu saja lebih baik, ASN dan PNS dapat mempersiapkan hari raya lebih awal,” kata Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima kepada wartawan, Jumat (22/2).

“Harusnya ini disambut gembira karena pemerintah mampu untuk memberikan THR dan Gaji ke-13 untuk ASN. Ini membuktikan pemerintahan Pak Jokowi mampu menjaga keuangan negara dengan baik, realistis dan kredibel,” sambung politikus PDIP itu.
(tsa/elz)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Detikcom Beber Kronologi Dugaan Persekusi Wartawannya di Munajat 212

Liputan6.com, Jakarta – Acara Munajat 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Februari 2019 menyisakan cerita. Sejumlah wartawan dikabarkan mengalami persekusi.

Persekusi diduga dilakukan sejumlah massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI) pada Kamis malam tersebut. Wartawan dari CNN Indonesia TV dan Detikcom diduga menjadi korban persekusi.

Detikcom memberikan konfirmasi terkait kebenaran karyawannya bernama Satria Kusuma yang mengalami persekusi.

Melalui laman resminya, Detikcom menjelaskan kejadian bermula saat Satria mengabadikan momen saat ada copet yang tertangkap.

Satria yang juga bersama wartawan lain, diminta untuk menghapus rekaman video yang diambilnya. Karena massa banyak, Satria menghapus video tersebut.

Namun kejadian tak berhenti sampai di situ. Satria justru digiring dibawa ke tenda VIP mereka. Di dalam tenda VIP tersebutlah diduga persekusi terhadap Satria semakin menjadi.

Ia sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang menggunanakan pakaian serba putih itu tahu jika Satria adalah wartawan detikcom, sehingga tindakan intimidatif dalam bentuk verbal pun terjadi.

Berikut kronologi lengkap Detikcom tentang dugaan persekusi wartawan yang dimuat dalam laman resminya:

Wartawan detikcom atas nama Satria Kusuma mengalami penganiayaan dan kekerasan saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kejadian itu berlangsung saat Satria sedang meliput acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas.

Sekitar pukul 20.30, terjadi kericuhan yang posisinya di dekat pintu keluar VIP, arah bundaran patung Arjuna Wiwaha. Menurut informasi yang beredar, kala itu ada seorang copet yang tertangkap.

Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Pada saat merekam video itulah Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Satria dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu dari mereka, yang mengaku sebagai pihak keamanan Malam Munajat 212 dan mereka kebetulan sesama orang Bogor. Namun jaminannya bukan ID card dan KTP yang diberikan, melainkan kartu pelajar. Satria pun dilepas dan kembali menuju kantor.

Terkait tindak kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik ini, detikcom melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi terhadap wartawan lain yang sedang menjalankan fungsi jurnalistik.

detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar UU Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. detikcom adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers.

2 dari 3 halaman

Wartawan CNN Indonesia TV

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (22/2/2019) Koordinator Liputan (Korlip) CNN Indonesia TV Joni Aswira yang saat kejadian berada di lokasi menjelaskan, malam itu belasan jurnalis dari media berkumpul di sekitar pintu masuk VIP dekat panggung acara. Mereka menunggu sejumlah narasumber untuk melakukan wawancara.

Namun pada pukul 21.00 WIB, terjadi keributan di tengah suara selawatan. Diduga ada pencopet yang ditangkap oleh sejumlah massa. Mendadak sontak kejadian itu memancing para jurnalis mendekati lokasi kejadian, termasuk pewarta foto CNN Indonesia TV.

Menurut pengakuan Joni, kamera jurnalis cukup mencolok, sehingga menjadi bahan buruan beberapa orang. Mereka mengintervensi wartawan foto tersebut untuk segera menghapus gambar kericuhan yang sempat tertangkap.

“Kalian dari media mana? Dibayar berapa? Kalau rekam yang bagus-bagus saja, yang jelek enggak usah,” ucap Joni menirukan oknum massa, Jumat (22/02/2019).

Joni melanjutkan, nasib serupa dialami wartawan Detikcom saat sedang merekam kericuhan. Massa menyuruhnya menghapus gambar, tapi wartawan itu tak mau memberikan ponselnya.

“Massa kemudian menggiring wartawan Detikcom ke dalam tenda VIP sendirian. Meski telah mengaku sebagai wartawan, mereka tetap tak peduli. Di sana, dia juga dipukul dan dicakar, selain dipaksa jongkok di tengah kepungan belasan orang,” ucap dia.

Jurnalis CNNIndonesia yang meliput di lokasi kejadian ikut menjadi saksi kekerasan tersebut. Sementara jurnalis Suara yang berusaha melerai kekerasan dan intimidasi itu terpaksa kehilangan ponselnya.

Koordinaror Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menampik adanya penganiayaan terhadap wartawan. Namun, dia membenarkan ada pencopet yang diamankan oleh massa.

“Enggak ada. Namanya kan ada copet, jadi laskar (massa) tuh ngamanin semuanya, semuanya diamanin. Kan, kita enggak tahu mana beneran wartawan mana bukan, takutnya kan cuma ngaku aja. Makanya diamanin,” katanya.

Novel juga menjelaskan, pada saat kejadian, tak terlihat tanda pengenal yang diduga wartawan tersebut. Namun, setelah diketahui kalau itu wartawan, pihaknya langsung melepasnya.

“Nah, itu enggak ada. Enggak dipakai. Pas diamanin, terus ditanya-tanya ya kita lepas pas tahu itu wartawan,” ucapnya memungkasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Kemenpora Ungkap Kriteria Ketua Umum PSSI Baru

Liputan6.com, Palembang – Setelah mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) masih menunggu siapa yang akan duduk di jabatan ini.

Menurut Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto, ada beberapa kriteria yang diharapkan bisa menduduki jabatan Ketua PSSI tersebut. Di antaranya mempunyai integritas tinggi dan waktu yang cukup untuk mengurus PSSI.

“Memang betul-betul tidak ada kepentingan apapun, yang penting mengurus bola saja. Dia nyambi sebagai apapun boleh,” usai jadi narasumber di acara Dialog Nasional Mengelola Even Olahraga, di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Kamis (21/2/2019).

“Yang penting jangan sampai kejadian seperti Edy. Dia ada di Medan, kantor PSSI di Jakarta. Itu sangat merepotkan,” ujarnya.

Dia meyakinkan bahwa Kemenpora tidak akan menunjuk siapapun untuk mengisi kekosongan Ketua PSSI. Yang mengikuti bursa calon Ketua PSSI harus sesuai statuta PSSI, yaitu minimal sudah lima tahun berkecimpung di dunia sepakbola.

PSSI juga akan dibantu oleh seluruh kementrian dalam pengelolaan olahraga sepakbola. Hal ini dikuatkan dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019.

Inpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo tanggal 25 Januari 2019 ini, memuat tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional (PPPN).

Menurutnya, urusan persepakbolaan Indonesia itu bisa dikelola bersama-sama, tidak hanya oleh PSSI saja. Apalagi saat perancangan dan penandatanganan inpres, perwakilan PSSI juga hadir.

“Ini bukan berarti pemerintah akan mendominasi, tidak. Karena yang diatur di inpres itu bukan pemain elit, tapi atlit junior,” katanya.

Beberapa kementrian yang bisa membantu PSSI diantaranya Kementrian PU PERA yang bisa bertanggungjawab membangun stadion sepakbola. Lalu Kementrian Ristekdikti yang bisa meriset sport science, serta Kementrian Keuangan (Kemenkeu) yang bisa menyediakan dana segar.

2 dari 2 halaman

Mafia Bola

Terkait tentang kasus mafia bola yang menjerat PSSI, Gatot kembali menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak ada intervensi. Dirinya pun mengaku ikut diperiksa Satgas Antimafia Bola pada tanggal 26 Desember 2018.

“Waktu itu pertanyaan saya ke penyidik, kalau (kasus) ini serius tidak. Jangan seperti yang sudah-sudah. Sehari setelah itu ada yang ditangkap di Halim,” ujarnya.

Keseriusan Satgas Antimafia Bola ini didukung penuh oleh Kemenpora. Namun mereka tetap mengingatkan ke PSSI, agar kasus ini tidak disampaikan ke FIFA.

“Kami wanti-wanti, takut PSSI melaporkan ke FIFA, saya bilang jangan adu ke FIFA. Alhamdulilah PSSI declear KLB. Akan diadakan di kota mana atau kapan, itu urusan PSSI,” ungkapnya.

Detik-detik Mobil Caleg PDIP Sleman Dibakar Orang Misterius

Sleman – Mobil caleg PDIP Kabupaten Sleman, Suyoko dibakar orang tak dikenal dini hari tadi. Begini penjelasan pria yang juga menjabat Ketua Bappilu DPC PDIP Sleman itu.

“Jam 01.00 saya masih terima WA teman, masih balas, 01.15 saya tertidur, jam 01.35 dibangunkan istri karena mendengar alarm mobil berbunyi,” kata Suyoko saat dihubungi wartawan, Jumat (22/2/2019).

“Saya keluar ternyata mobil sudah terbakar,” lanjutnya.

Kondisi mobil Toyota Rush saat itu sudah terbakar di bagian belakang luar dan dalam. Suyoko menyebut istrinya sebelumnya tidak mendengar suara gaduh.
“Nggak dengar suara gaduh, tiba-tiba dengar bunyi alarm. Istri saya sekitar 01.30 terbangun tidak dengar apa-apa, lalu dengar suara alarm mobil jam 01.35,” jelasnya.

Dari sekitar mobilnya, Suyoko mengaku mencium bau seperti minyak tanah. Juga ditemukan botol mineral plastik di atas mobil.

“Tetangga tak ada yang tahu, jam 01.00 ada warga ronda tak ada kejadian, 01.15 ada tetangga yang lewat juga tidak ada apa-apa,” imbuhnya.

Saat kejadian, mobil terparkir di samping rumahnya. “Samping rumah persis, dari jalan umum masih masuk berjarak satu rumah, tapi posisi di pinggir jalan ada mobil istri dan tetangga, mobil saya lebih di dalam. Mobil istri dan tetangga tidak apa-apa,” ungkapnya.

Suyoko pun belum mengetahui apa motif pembakaran mobilnya itu. Dia hari ini berniat melapor ke Polres Sleman.

“Saya sampai saat ini tidak tahu motifnya, saya nggak ada permasalahan dengan orang lain, sebelumnya juga nggak ada ancaman atau teror,” terangnya.

Suyoko menambahkan, pagi tadi Kapolres Sleman, Dandim Sleman, Dirreskrimum Polda DIY telah mengecek lokasi kejadian. Dini hari tadi juga sudah dilakukan olah TKP oleh petugas Polres Sleman.

“Infonya dari Puslabfor Semarang juga mau ke sini,” pungkasnya.
(sip/sip)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sosok Menyeramkan di Balik Kesurupan Massal Siswa SMP Kupang

Liputan6.com, Kupang – Sedikitnya delapan siswa di salah satu SMPN di Kupang, NTT mendadak kesurupan saat mengikuti pelajaran di kelas, Kamis, 21 Februari 2019 sekitar pukul 12.00 Wita.

Pantauan wartawan, siswa yang sedang kesurupan itu digotong menuju ruangan guru. Sementara lainnya dijemput orangtuanya kembali ke rumah. Untuk mengusir roh jahat, para guru dan siswa lainnya melakukan doa bersama.

“Kejadiannya beruntun saat siswa mengikuti les tambahan. Kita doa bersama dan puji Tuhan, mereka sadar kembali,” ujar salah seorang guru.

Ia mengatakan, kesurupan massal itu kerap terjadi di sekolah tersebut. Dalam empat hari terakhir, kata dia, beberapa siswa sering mengalami kesurupan.

“Hari Senin, empat siswa, kemarin tiga siswa, dan hari ini delapan. Memang di sekolah ini sering terjadi kesurupan massal,” katanya.

Guru itu mengatakan, dari pengakuan siswa yang ikut kesurupan, sebelum dirasuki roh jahat, ia melihat sosok makhluk gaib yang menyeramkan. Sosok gaib itu menampakkan dirinya, kemudian terjadilah kesurupan massal.

“Pihak sekolah sempat datangkan pendoa (hamba Tuhan), bahkan setiap Sabtu digelar pembinaan rohani dari lintas agama, tetapi kejadian ini masih saja terjadi dan sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dari pengakuan seorang pendoa, lokasi sekolah itu dipenuhi roh jahat atau makhluk gaib. 


Simak video pilihan berikut ini:

22-2-2011: Jerit Histeris Warga Saat Gempa Porak Poranda Satu Kota di Selandia Baru

Liputan6.com, Christchurch – Gempa magnitudo 6,3 mengguncang Christchurch, Selandia Baru pada 22 Januari 2011 pukul 12.51 waktu setempat. Tepat pada jam makan siang, di mana kebanyakan warga sedang berada di jalanan kota saat itu.

Meski tak sekuat lindu berkekuatan 7,1 yang mengguncang pada 4 September 2010, gempa kali itu terjadi pada garis patahan dangkal di daratan yang berada dekat dengan kota. Kedalamannya hanya 5 kilometer, sehingga guncangannya pun sangat merusak.

Lebih dari 130 orang tewas akibat runtuhnya gedung Canterbury Television dan Pyne Gould Corporation. Puing dan bata yang berjatuhan menewaskan 11 orang yang berada di dekatnya.

Teriakan histeris juga terdengar dari reruntuhan bangunan. Pejabat mengatakan teriakan itu milik sekitar 30 orang yang terperangkap di Gedung Pyne Gould Guinness yang telah hancur.

Sementara delapan manusia lain meninggal dunia ketika tembok yang runtuh menimpa dua bus yang sedang melaju.

Kendaraan itu hancur oleh bangunan yang ambruk secara tiba-tiba. Semburat api juga terlihat keluar dari puing kendaraan.

Helikopter pembawa air segera diterjunkan. Mereka mengguyur api dengan air dari dekat atap sebuah rumah, sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (21/2/2019).

Tebing batu juga ambrol di area Sumner dan Redcliffs, batu-batu besar berjatuhan di Port Hills, lima orang terbunuh karenanya. Total korban gempa dilaporkan mencapai 185 orang.

Gempa juga merubuhkan sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa pada September 2010, terutama gedung-gedung tua. Sejumlah bangunan warisan bersejarah mengalami kerusakan parah, termasuk Provincial Council Chambers, Lyttelton’s Timeball Station, Anglican Christchurch Cathedral dan Catholic Cathedral of the Blessed Sacrament.

Seperti dikutip dari nzhistory.govt.nz, lebih dari setengah bangunan di kawasan pusat bisnis di Christchurch Selandia Baru rusak, termasuk bangunan tertinggi di kota tersebut, Hotel Grand Chancellor.

Situasi kacau pasca-gempa, para penyintas yang syok terlihat lalu-lalang di jalan penuh puing. Mereka mondar-mandir melintasi jalanan retak yang terbuka saat tanah di bawahnya longsor akibat gempa.

Di waktu yang sama, gempa juga menyebabkan pecahnya pipa air di jalanan bagian timur laut Bexley, daerah suburban tepi barat Sungai Avon, Selandia Baru. Bertepatan dengan hujan, sontak terjadilah banjir di lokasi tersebut.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kesaksian Korban Selamat

Seorang warga bernama Rhys Taylor selamat dari kejadian nahas dan berhasil mengambil video di Oxford Terrace. Lokasi itu berada dekat dengan tempat kejadian, tepatnya 50 meter dari rumah sakit utama kota.

“Mobil digunakan untuk ambulans, mengangkut yang terluka,” kata Taylor memberi kesaksian.

Tidak seberuntung Rhys Taylor, Anne Voss tak bisa bergerak. Ia terperangkap di bawah meja di dalam sebuah gedung. Tanpa berpikir panjang, ia menghubungi Saluran Tujuh Australia melalui telepon genggamnya. Beruntung, panggilan itu diangkat.

Voss menuturkan keadaannya kepada penerima panggilan.

Ia sebut dirinya sudah tidak lagi tahan, ingin segera keluar. Selain gelap, ia merasa tanah di bawahnya telah basah oleh darah. Cairan itu keluar dari tubuhnya. Ia benar-benar merasakan penderitaan.

“Dan ini mengerikan!,” kata Voss sambil mengerang kesakitan, mengiba untuk sebuah pertolongan.

Pelajar Jepang Turut Jadi Korban

Tidak hanya warga lokal, belasan pelajar asal Jepang turut dilaporkan hilang. Ternyata, mereka terjabak di dalam puing-puing bangunan.

Saksi mata lari berdatangan, membantu dengan tangan kosong mencoba membebaskan. Tampak beberapa orang menyusul, membawa tandu. Dengan sigap, tandu digunakan untuk mengangkat korban. Miris, alat pengangkut itu tampak seperti terendam darah.

Sebagian pelajar Negeri Sakura berhasil keluar dengan merangkak. Beberapa yang lain diselamatkan dengan tali yang diturunkan dari menara sebuah bangunan.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi tempat evakuasi pelajar Jepang, gempa menyebabkan 30 juta ton massa es bergeser dari gletser terbesar di Selandia Baru. Sebuah gunung es raksasa terbentuk saat Gletser Tasman di Taman Nasional Aorak pecah, melemparkan es dari danau yang beku.

Wali Kota Bob Parker segera memberikan tanggapan atas bencana luar biasa yang terjadi.

“Ini adalah korban yang sangat mengerikan di kota kami,” katanya.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri John Key turut berbicara. Ia sebut tragedi itu sebagai “kehancuran total,” sambil mengajak orang-orangnya bekerja cepat, demi menemukan lebih banyak korban selamat.

Sementara itu, pada tanggal yang sama pada tahun 1825, Rusia dan Inggris menetapkan batas Alaska dan Kanada. Masih di tanggal yang sama, pada tahun 1967, sejumlah 25.000 tentara AS dan Vietnam Selatan meluncurkan operasi melawan Viet Cong. Operasi militer itu disebut sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.

Cerita Lagu Boneka Abdi Mendadak Populer sebagai Pemanggil Arwah

Liputan6.com, Bandung – Mendengarkan lagu bagi sebagian orang adalah cara menghibur diri atau menghilangkan bosan. Di sisi lain, lagu yang sudah familiar di telinga ternyata ada beberapa yang dikaitkan dengan kejadian aneh atau misterius.

Bagi yang bermukim di daerah Jawa Barat, tentu hafal dengan lagu “Boneka Abdi”. Mengingat lagu “Boneka Abdi” sudah ada sejak lama, hingga saat ini lagu tersebut masih kerap dinyanyikan oleh banyak orang, terutama anak-anak.

“Boneka Abdi” dibawakan dengan bahasa Sunda. Liriknya sebagai berikut: “Abdi teh ayeuna gaduh hiji boneka. Teu kinten saena sareng lucuna. Ku abdi di erokan, erokna sae pisan. Cing mangga tingali boneka abdi”.


Jika diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya begini: Saya sekarang punya sebuah boneka. Tak terkira bagus dan lucu. Saya pakaikan rok, roknya pun bagus. Ayo silakan lihat boneka saya.

Sekilas tak ada yang mengerikan dari lagu anak-anak tersebut. Bahkan, nyaris tidak ada hal yang menyeramkan yang dikandung dari lirik lagunya. Makna lagunya pun cenderung riang dan gembira.

Lalu, dari mana unsur kemistikan lagu “Boneka Abdi” berasal?

Pada awalnya, lagu ini mulai jadi lagu menyeramkan kala muncul dalam film Jelangkung (2011) sebagai latar kedatangan hantu suster ngesot. Lagu tersebut semakin populer setelah dijadikan soundtrack dalam film horor berjudul Danur (2017).

Seperti diungkapkan penyanyi dan penulis Risa Saraswati saat membuat lagu Story of Peter yang bercerita tentang sahabat hantu. Untuk diketahui, Story of Peter merupakan sebuah album musik perdana milik Sarasvati yang merupakan sebuah projek solo Risa yang dirilis pada tahun 2011.

“Bukan berniat menakuti, tapi pada masanya lagu ini konon memang digemari oleh anak-anak Belanda yang dulu pernah tinggal di Hindia Belanda atau sekarang bernama Indonesia,” kata Risa dalam blog-nya.

Selain itu, Risa sendiri mengaku ia pernah membawakan “Boneka Abdi” di atas sebuah panggung di Bandung bersama band Sarasvati. Menurut dia, pengunjung ketakutan mendengar lagu tersebut.

Kepopuleran lagu “Boneka Abdi” semakin meningkat seiring rilisnya film horor berjudul Danur yang disutradarai oleh Awi Suryadi di tahun 2017. Ceritanya pun diangkat dari sebuah novel misteri karangan dari Risa dengan judul Gerbang Dialog Danur.

Film ini mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Risa yang mempunyai kemampuan indigo. Dari situ, ia bisa melihat hal-hal gaib yang tidak bisa dilihat orang lain. Risa sendiri bersahabat dengan lima hantu anak anak Hindia Belanda yang meninggal saat pendudukan Jepang. Kelimanya, yaitu Peter, Hans, Hendrick, William, dan Johnsen.

Barangkali setelah dijadikan soundtrack film Danur, lagu ini berubah menjadi cukup mencekam jika dinyanyikan sendiri. Hal itu mengingat dalam film tersebut dijadikan lagu pemanggil hantu atau arwah.

2 dari 3 halaman

Lagunya Berasal dari Eropa

Terlepas dari ada atau tidaknya unsur mistik, lagu “Boneka Abdi” memang memiliki sejarah sebab lagu tersebut berasal dari Jerman.

Judul lagu aslinya adalah “Hanschen Klein”, sebuah lagu rakyat tradisional Jerman dan lagu anak-anak yang berasal dari periode Biedermeier dari abad ke-19. Bahkan, saking populernya, lagu tersebut akhirnya dibuat versi bahasa Inggris sebagai “Little Hans”.

Beberapa sumber menyebutkan, lagu yang satu ini sering dinyanyikan oleh para penjajah Hindia Belanda saat berada di Indonesia.

Singkat cerita, para penduduk pribumi terutama kaum ibu sering menyanyikannya untuk menghibur anak-anak mereka dengan lagu tersebut karena mereka sering mendengar dari majikannya.

Dalam versi bahasa Jerman, lagu ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Hans yang berpetulang mengelilingi dunia. Berbeda dengan versi bahasa Sunda yang malah menceritakan tentang sebuah boneka lucu.

Kemiripan dari kedua lagu tersebut hanyalah dalam nadanya. Sedangkan, lirik dan judulnya sangat berbeda. Berikut lirik dari judul “Hanschen Klein”.

Habschen klein ging allein, in die weite Welt hinein

Stock und Hut stehn ihm gut, ist gar wohlgemut

Doch die Mutter weinet sehr, hat ja nun kein Hanschen mehr

Da besinnt sich das Kind kehrt nach Haus geschwin.

Sedangkan dalam versi bahasa Inggris yaitu:

Little Hans went alone, out into the wide world

Staff and hat suit him well, he is in good spirits

But his mother cries so much, for she no longer has little Hans

Look! the child changes his mind, and returns quickly home.

3 dari 3 halaman

Cerita Rakyat

Retty Isnendes dari Departemen Pendidikan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan, lagu “Boneka Abdi” merupakan produk Kakawihan. Kakawihan merupakan salah satu bentuk folklor lisan hasil kebudayaan lama masyarakat Sunda.

Kakawihan ini sering dikaitkan dengan kaulinan barudak urang Sunda, artinya bahwa kakawihan tidak terlepas dari sebuah nyanyian yang sering dibawakan pada permainan anak-anak masyarakat Sunda.

“Faktanya, lagu “Boneka Abdi” ini sudah ada sejak saya masih anak-anak usia lima tahun dan sering dinyanyikan oleh orangtua kepada anak-anaknya,” kata Retty sambil menambahkan lagu tersebut bermaksud untuk menghibur anak-anak.

Lebih jauh Retty mengungkapkan, lagu “Boneka Abdi” pernah diteliti asal muasalnya. Jika dilihat dari kalimat yang dipakai dalam lagu tersebut, sangat besar kemungkinan pengarang lirik lagu ini berasal dari Priangan.

“Dapat disimpulkan lagu tersebut diciptakan seniman Priangan. Karena liriknya menggunakan undak-usuk (tingkatan bahasa Sunda) yang halus,” ucapnya.

Meski lagu aslinya berasal dari Jerman, lagu “Boneka Abdi” sudah menjadi folklor di masyarakat. Hal itu diperkuat dengan keberadaan lagu tersebut yang sudah dinyanyikan lebih dari satu generasi.

“Kemungkinan ada produk budaya yang dibawa dari luar jika diketahui pembawanya. Untuk pembawanya siapa memang belum ada penelitiannya. Akan tetapi sudah kadung populer dan sampai ke tanah Sunda,” kata Retty.


Simak video pilihan berikut ini:

Gempa Magnitudo 5,5 di Hokkaido Jepang, Layanan Kereta Shinkansen Ditangguhkan

Liputan6.com, Sapporo – Gempa bermagnitudo 5,5 mengguncang Pulau Hokkaido Jepang, pada Kamis 21 Februari 2019 pukul 22.22 waktu setempat.

Pusat gempa (episentrum) terletak di daerah tenggara kota Sapporo, 55 kilometer dari pusat kota.

Adapun pusat gempa berada pada kedalaman 41 kilometer (25 mil) di bawah permukaan tanah, sebagaimana disampaikan oleh US Geological Survey dikutip dari Channel New Asia pada Kamis (21/2/2019).

Badan Meteorologi Jepang mengatakan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

Cuplikan video dari stasiun penyiaran publik Jepang NHK, memperlihatkan lampu yang berkedip-kedip di sebuah kota dekat pusat gempa, saat terjadinya goncangan.

Tidak terdapat peringatan gempa sebelumnya, dan sejauh ini tiada laporan korban jiwa maupun kerusakan terkait lindu.

Hal itu dikonfirmasi oleh Yoshihide Suga, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang.

“Pemerintah melakukan yang terbaik untuk menghadapi situasi, tetapi sejauh ini belum ada laporan kerusakan besar,” ujar Suga.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah siap untuk melakukan operasi penyelamatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. 


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Pelayanan Kereta Shinkansen Ditangguhkan

Meskipun tidak terdapat korban jiwa maupun materil, pemerintah Jepang tetap berusaha keras menjauhi risiko.

Akibat gempa yang mendadak ini, pelayanan kereta Shinkansen di Hokkaido terpaksa ditangguhkan untuk sementara waktu. Meskipun demikian, tidak terjadi pemadaman listrik besar-besar.

Adapun gempa dinyatakan tidak memengaruhi aktivits pembangkit nuklir di wilayah tersebut.

Kejadian ini bukanlah pertama kalinya terjadi di Hokkaido. Pada September 2018 lalu, gempa bermagnitudo 6,6 skala Richter juga mengguncang pulau ini.

Akibat dari gempa tahun lalu, tanah di beberapa titik longsor dan merobohkan rumah-rumah. Setidaknya 40 orang tewas dalam insiden nahas tersebut.

Jepang memang negara yang rawan terhadap gempa bumi. Hal itu dikarenakan berada di persimpangan empat lempeng tektonik.

Meskipun berada di zona rawan, pemerintah Jepang telah memanajemen bencana dengan rapi, termasuk memberlakukan standar bangunan dan pemberlakuan hukum kebencanaan yang ketat. Dengan demikian, meskipun guncangan relatif kuat, sering kali gempa tidak menelan banyak korban.

Suami Bunuh Istri yang Hamil Tua di Bengkulu, Bayi di Perut Diselamatkan

Jakarta – Romi Sepriawan (30) tega membunuh istrinya, Erni Susanti (29), yang sedang hamil tua. Setelah membunuh, Romi membelah perut istrinya yang sedang hamil tua itu.

“(Dibelah) setelah korban meninggal,” kata Kapolres Bengkulu Kota AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo saat dihubungi detikcom, Kamis (21/2/2019) malam.

Kepada polisi, Romi menyatakan melakukan hal itu karena ingin menyelamatkan bayinya. Tapi pelaku tak bisa mengeluarkan bayinya, lalu kabur.


AKBP Heru mengatakan korban ditemukan dalam kondisi perut terbuka. Warga yang menemukan jenazah kemudian menyelamatkan bayi korban. Beruntung, bayi korban bisa dikeluarkan dengan selamat.

“Bayinya selamat,” tuturnya.

Pembunuhan sadis itu terjadi pada Kamis (21/2) siang di rumah keduanya di Jalan Irian Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Peristiwa ini diketahui tetangga korban.

Di tengah percekcokan antara pelaku dan korban, tetangga mendengar korban berteriak meminta tolong. Tidak berapa lama kemudian, tetangga melihat pelaku keluar meninggalkan rumah.

Tetangga korban kemudian mengecek ke dalam rumah dan menemukan korban sudah meninggal dunia. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Terdapat luka di bagian leher korban akibat dibacok senjata tajam.

Tidak lama setelah kejadian itu, polisi berhasil menangkap pelaku. Saat ini pelaku masih diperiksa di Mapolres Bengkulu Kota.
(mea/fdn)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>