‘Performa Chelsea di Babak Kedua Tak Masuk Akal’

LiverpoolChelsea menelan kekalahan saat dijamu Everton pada lanjutan Liga Inggris. Performa The Blues di paruh kedua laga disebut tak masuk akal oleh Maurizio Sarri.

Dalam pertandingan di Goodison Park, Minggu (17/3/2019), Chelsea menelan kekalahan 0-2 dari Everton. Gol kemenangan The Toffees dibukukan oleh Richarlison dan Gylfi Sigurdsson.

Chelsea menciptakan banyak peluang pada babak pertama. Sedikitnya ada delapan tembakan dalam datanya yang dilansir oleh ESPN FC.

Peluang terbaik tercipta pada menit keenam. Tembakan Eden Hazard masih membentur tiang.

Pertahanan Chelsea telat panas pasca jeda. Kelengahan berbuah gol Everton yang dicetak oleh Richarlison pada menit ke-49.

Sarri tak habis pikir dengan performa barisan belakang tim asuhannya. Chelsea pun melewatkan kesempatan emas untuk menembus ke posisi empat besar. Si Biru tertahan di posisi keenam dengan raihan 57 poin.

“Kami bermain sangat-sangat baik pada babak pertama. Kami harusnya bisa mencetak gol dalam lima atau enam situasi berbeda. Kami berhenti bermain. Kami tak bertahan dengan baik. Ini tak masuk akal,” kata Sarri di BBC.

“Yang bagus setelah babak pertama, tingkat motivasinya sangat tinggi dan level dari aplikasinya sangat tinggi lalu tiba-tiba kami berhenti. Itu susah dijelaskan.”

“Saya tak khawatir (dengan kurang bagusnya penyelesaian akhir) karena pada babak pertama kami menciptakan banyak peluang. Lalu, cepat atau lambat anda bisa mencetak gol. Saya khawatir mengenai babak kedua.”

“Tentu saja hari ini penting buat kami, jadi sekarang kami mempunyai peluang kecil. Kami mesti mempertahankan peluang kami,” dia menambahkan.

(cas/mrp)

Minimnya Informasi, Winda Tak Tahu Kedua Anaknya Idap Penyakit Langka

Jakarta – Hanya satu yang didambakan Winda Apriliani (31) setelah menikah, yakni memiliki momongan seperti kebanyakan pasangan lainnya. Sayangnya ia tak seberuntung itu, tujuh tahun setelah ia menikah ia baru bisa merasakan nikmatnya menjadi seorang ibu.

M. Albi Pratama lahir pada tahun 2012, semuanya dilaporkan baik-baik saja. Winda, sapaannya, saat itu masih merasa biasa saja dan wajar ketika melihat kulit keriput dan gelambir di tubuh sang anak. Ia yakin hal itu lumrah terjadi pada bayi baru lahir.

Abi tumbuh seperti anak biasa, ia lahir di kampung asal Winda di Kuningan, Jawa Barat. Winda dan suami, Sanudin (35) memiliki usaha dan tempat tinggal di Tangerang, dan saat Abi berusia 5 bulan, mereka membawanya pulang.

Almarhum Abi.Almarhum Abi. Foto: dok. Pribadi Winda Apriliani

“Waktu pertama kali lihat (Abi), para tetangga langsung bingung. ‘Ini dari lahir? Ini kulit kenapa? Kok pipinya kendur, Teh?’ Saya bingung, padahal keluarga dan tetangga di kampung nggak bilang apa-apa. Dari situ saya jadi curiga, ini ada apa ya sama anak saya,” tutur Winda saat berbincang dengan detikHealth, baru-baru ini.

Ia kembali membawa Abi pulang ke Kuningan saat berusia 7 bulan dan berinisiatif membawanya ke dokter anak. Dokter kemudian menyarankan membawanya ke dokter kulit, yang lalu merujuknya ke RS Hasan Sadikin Bandung. Winda merasa kelimpungan, karena ia masih sangat awam dan minim informasi, serta masih merasa anaknya baik-baik saja.

“Anak saya tumbuh kembangnya normal, urusan makan nggak terganggu. Keluarga juga bilang ‘Kan nggak kenapa-kenapa, toh nanti juga sembuh sendiri’ Saya sempat drop sampai kepikiran dan nangis terus. Tapi karena ini kan anugerah yang dititipkan Allah, jadi saya mau rawat dia, saya nggak pernah sembunyiin dia,” lanjut wanita berdarah Sunda ini.

Abi pun cukup jenius untuk anak seusianya, mampu lancar berbicara satu kalimat bahasa Inggris pada usia 1,5 tahun. Namun Winda menyadari, kulit di tubuh Abi semakin keriput dan mengendur, serta menjadi mudah lelah layaknya lansia berusia 60 tahun.

Tak lama Abi terserang hernia, dan tepat sebelum dioperasi, dokter bedah anak yang menanganinya menyebut Abi mengalami penuaan dini. Lagi-lagi Winda hanya mengangguk tanpa berusaha kembali curiga akan kondisi anaknya. Tiga bulan setelah operasi, Abi mengalami batuk-pilek, diikuti kejang dan badan panas dingin. Di usia 22 bulan, Abi menghembuskan napas terakhir sebelum observasi untuk masuk ICU.

Raka bersama kedua orang tuanya.Raka bersama kedua orang tuanya. Foto: dok. Pribadi Winda Apriliani

Tanpa merasa curiga akan berisiko sama, Winda masih menggebu-gebu ingin punya anak. Sempat hamil lali keguguran, ia kembali dikaruniai anak kedua, dua tahun setelah itu. Winda mengaku hanya berdoa dan berbekal positive thinking. M. Raka Shiraj Addien lahir dengan kondisi yang sangat bagus.
Akan tetapi Winda tak bisa bernapas lega cukup lama, tiga bulan kemudian kulit Raka mulai terlihat mengendur sama seperti almarhum kakaknya. Paham akan risiko yang akan terjadi, Winda menyebut sangat terpukul hingga menangis tiap hari.

“Saya positif aja, tapi sayangnya positive thinking saya nggak dibarengin sama pemeriksaan medis. Tapi dalam hati coba mengobati dan berdamai dengan diri sendiri. Harus semangat, dia kan berhak hidup.”

Saya trauma, tapi nggak mungkin saya sampai tua berdua-duaan terus, saya kan juga pengen normal kayak yang lain Winda Apriliani, ibu anak berpenyakit langka.

Winda sekeluarga kembali ke Tangerang saat Raka berusia lima bulan. Di situ, Winda menghadapi tantangan lain, yakni gosip dan fitnah dari tetangga sekitar. Menurut Winda, mereka menganggap kedua kalinya ia melahirkan anak dengan kondisi yang sama sebagai sebuah ‘kutukan’, namun ia berusaha menutup kuping dari semua perkataan buruk tersebut.

Bertambah usia, gejala-gejala yang dialami Raka mulai mirip seperti Abi, hingga akhirnya disarankan untuk menjalani biopsi kulit. Hasilnya menunjukkan, Raka mengidap penyakit langka sindrom Cutis laxa, di mana kasus kejadiannya hanya 1 banding 2 juta kasus di dunia.

Menurut situs Health Line, sindrom ini menyerang jaringan ikat pada tubuh, menyebabkan jaringan serabut elastin yang normalnya elastis jadi mengendur. Sindrom kelainan genetik ini biasanya diturunkan, namun bisa juga muncul pada orang yang tidak memiliki riwayat sama sekali.

Raka sempat mengalami kondisi sangat buruk di paru-parunya hingga harus bolak-balik dirawat di rumah sakit. Winda sempat ingin menyerah, namun semangatnya kembali setelah bergabung dengan komunitas penyakit langka Indonesia Rare Disorders.

Bulan Desember 2018 hingga Januari 2019, kondisi Raka naik-turun. Hingga pada 7 Januari ia kembali dirawat di PICU karena sesak napas berat dan diagnosis pneumonia. Ketika diperbolehkan pulang ke rumah, Raka menangis dan mulutnya tampak berbusa.

Raka harus terus mengenakan oksigen.Raka harus terus mengenakan oksigen. Foto: dok. Pribadi Winda Apriliani

“Setelah dipasangi oksigen dan inhalasi, dia tidur nyenyak sampai pagi. Tapi tetap dipantau karena mau rujuk ke RS lain. Saat kondisi stabil, ambulans datang, tas-tas udah dipake, tinggal dorong kasur, saturasinya menurun. Saya panik langsung panggil dokter,” kenang Winda.

“Satu per satu semuanya turun. Dokter langsung bilang mohon diikhlaskan, kita batalkan rujuknya. Saat itu saya teriak ‘Yang bener aja, Dok. Tadi dia tidur'”

Pada tanggal 11 Januari 2019, Raka meninggal dunia di usia 27 bulan. Ia dan almarhum kakaknya menjadi salah dua dari beberapa pengidap Cutis laxa yang terekspos di Indonesia. Winda mengungkapkan masih punya keinginan untuk memiliki anak, namun rasa trauma akan memiliki anak dengan kondisi yang sama masih menghantuinya.

“Saya trauma, tapi nggak mungkin saya sampai tua berdua-duaan terus, saya kan juga pengen normal kayak yang lain,” tutupnya.

(frp/up)

Pamer Kedua Cawapres di Debat Ketiga

Jakarta – Malam ini debat pilpres putaran ketiga akan digelar. Kedua calon wakil presiden akan membahas tentang isu ketenagakerjaan.

Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno akan memaparkan masing-masing visi misi unggulannya.

Kira-kira, apa saja yang akan dibahas dalam debat? Berikut berita selengkapnya: (kil/zlf)

Debut Kedua Zidane: Real Madrid Bungkam Celta Vigo

Memasuki babak kedua, Real Madrid kembali memberikan tekanan. Menginjak menit ke-56, Modric membuka keunggulan Los Blancos melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.

Tapi, gol itu dianulir wasit usai berkonsultasi dengan VAR. Gol dianulir karena Raphael Varane sudah dalam posisi offside saat bola meluncur ke arah gawang sehingga menghalai pandangan kiper Ruben Blanco.

Enam menit berselang, gol yang ditunggul akhirnya datang juga. Berawal dari aksi Asensio yang membongkar pertahanan Celta, bola diberikan kepada Benzema. Tanpa pikir panjang, Benzema menyodorkan bola ke depan mulut gawang yang disambar Isco. Gol!

Unggul 1-0, Real Madrid kian bersemangat menggempur pertahan Celta. Gol kedua pun lahir di menit ke-77. Menerima umpan Marcelo, Bale melepaskan tendangan kaki kanan ke pojok gawang yang tak bisa dijangkau kiper Blanco. Skor 2-0.

Di sisa waktu, Real Madrid terus mencoba gol tambahan. Akan tetapi hingga laga usai, tidak ada gol lagi yang tercipta.

Real Madrid vs Celta Vigo: Ujian Pertama Zidane di Periode Kedua

Liputan6.com, Madrid – Real Madrid akan menjamu Celta Vigo di Estadio Santiago Bernabeu Stadium dalam lanjutan Liga Spanyol, Sabtu (16/3/2019). Ini merupakan pertandingan pertama Real Madrid bersama Zidane di periode kedua.

Setelah sembilan bulan ‘tidur’ dari persembunyian, Zidane memutuskan untuk kembali melatih Real Madrid. Dia merasa bersalah atas kegagalan yang dialami Los Blancos, sebutan Real Madrid, pada musim ini.

Zidane pun membidik 11 pertandingan terakhir di La Liga, yang disiarkan oleh SCTV, dengan kemenangan. Celta Vigo akan menjadi langkah pertama Zidane di periode keduanya bersama Isco Alcaron dan kawan-kawan.

“Setelah tiga hari saya melihat mereka baik-baik saja, dengan semangat tinggi. Masih ada 11 laga lagi untuk dapat mengakhiri musim kompetisi dengan baik dan para pemain merasa gembira,” kata Zidane, seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Kami latihan dengan sangat bagus, ini dilihat dari segi intensitas dan semangat, dan itulah yang paling penting. Merupakan satu tahun yang sangat sulit, tapi ada beberapa hal bagus yang telah dilakukan. Kami ingin memulai dengan baik saat menghadapi Celta dengan memenangkan laga itu,” ujar pelatih Real Madrid asal Prancis tersebut.

Bagi Klopp, Tuhan Nomor Satu, Trofi yang kedua

LiverpoolJuergen Klopp tak menampik hasrat meraih trofi bersama Liverpool. Tapi hidup Klopp bukan tergantung dari trofi melainkan penilaian Tuhan kepada dirinya.

Klopp sudah memasuki musim penuh ketiganya bersama Liverpool setelah diangkat pada Oktober 2015. Sejauh ini Klopp sudah berhasil mengembalikan Liverpool ke papan atas setelah beberapa tahun sempat terpuruk di papan tengah.

Dalam dua musim terakhir Liverpool dibawanya finis empat besar dan lolos ke Liga Champions. Selain itu Liverpool juga dibawanya menerapkan sepakbola aktraktif nan menghibur.

Sayang belum ada satupun trofi yang didapat Klopp meski berhasil membawa Liverpool tiga kali ke final yakni Piala Liga Inggris dan Liga Europa pada 2016 serta Liga Champions musim lalu. Fans tentu tak sabar melihat Klopp mengangkat trofi terutama Premier League.

Peluang terbesar ada di musim ini ketika mereka tengah bersaing dengan Manchester City di puncak klasemen. Hanya berselisih satu poin, peluang Liverpool juara di delapan pekan tersisa masih terbuka lebar. Selain itu mereka juga sudah lolos ke perempatfinal Liga Champions.

Terkait tekanan yang makin besar kepada dirinya untuk meraih trofi, Klopp justru mengaku tak memusingkannya. Sebab trofi itu lebih bermakna untuk para pemain dan juga fans, sementara bagi Klopp, hanya penilaian Tuhan yang penting di matanya.

“Anda bisa bayangkan betapa saya tidak tertariknya dengan hal itu (masuk dalam buku sejarah Liverpool). Tugas saya adalah memastikan saya bisa membantu tim meraih sukses. Saya tidak bernafsu untuk bisa dikenang selama 50 tahun atau apapun itu. Bagi saya itu bukan tekanan, hanya sebuah kesempatan,” tutur Klopp seperti dilansir ESPN.

“Saya menghormati betul hasrat para pemain dan juga fans, dan saya bisa jadi bagian dari itu, saya bisa jadi bagian dari mimpi mereka. Tapi pada akhirnya itu bukan buat saya, tapi untuk orang-orang itu,” sambungnya.

“Saya tidak tertarik dengan penilaian orang. Biarlah Tuhan yang menilai saya suatu hari dan hanya itu yang saya pikirkan. Saya sama sekali tidak tertarik apa kata orang di luar sana.”

(mrp/cas)

Drogba: Mourinho Pantas Dapat Kesempatan Kedua

Liputan6.com, London – Legenda Chelsea, Didier Drogba, memberikan dukungan kepada mantan manajernya, Jose Mourinho, untuk segera melatih lagi. Menurut Drogba, Mourinho layak dapat kesempatan untuk membangun reputasinya kembali.

Mourinho dipecat Manchester United pada Desember lalu. Ia kehilangan pekerjaannya setelah Setan Merah hanya meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan di semua kompetisi.

Saat masih berkuasa di Old Trafford, pria asal Portugal itu juga sering dikritik. Sebab, taktiknya terlalu bertahan.

“Saya pikir Mourinho adalah manajer yang hebat. Saya pikir dia pantas mendapatkan kesempatan untuk melatih lagi dan saya pikir dia akan melakukannya. Dia bersemangat dengan pekerjaannya,” kata Drogba di Soccerway.

Hasil MotoGP Qatar: Dovizioso Juara, Marquez Kedua

Doha – Andrea Dovizioso menjadi juara pada MotoGP Qatar yang menjadi balapan pertama di musim 2019. Dia memenangi duel sengit dengan Marc Marquez.

Di Sirkuit Losail, Minggu (10/3/2019) malam, balapan berlangsung ekstra sengit. Tak ada pebalap yang tampil dominan, justru terjadi beberapa kali pergantian pimpinan balapan di sepanjang race.

Selain Dovizioso, rider lain yang sempat berada di posisi satu adalah Marquez dan Alex Rins. Rider Suzuki itu tampil brilian untuk bersaing dengan Dovi dan Marquez.

Pada dua lap terakhir menjelang garis finis, Dovizioso dan Marquez terlibat duel sengit. Keduanya saling salip dan bersandingan di tengah trek – termasuk upaya terakhir Marquez mendahului Dovi di tikungan terakhir. Namun pada akhirnya Dovizioso yang jadi pemenang dan mempertahankan titelnya yang dia raih musim lalu.

Marquez pada akhirnya harus puas dengan status runner up. Sementara podium terakhir jadi kepunyaan Carl Crutchlow.

Hasil MotoGP Qatar 2019
1. Andrea Dovizioso
2. Marc Marquez
3. Carl Crutchlow
4. A Rins
5. V Rossi
6. D Petrucci
7. Vinales
8. Mir
9. Nakagami
10 Espargaro (din/ran)

ARRC 2019 Sepang: Tak Terlalu Fit, Andi Gilang Bersyukur Finis Kedua

Liputan6.com, Jakarta Pembalap andalan Indonesia dari Astra Honda Racing Team (AHRT) Andi Farid Izdihar atau yang akrab disapa Andi Gilang bersyukur bisa finis di urutan kedua pada race kedua seri perdana Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas SS600, Minggu (10/3/2019) siang WIB. 

Pada balapan di Sirkuit Sepang, Andi Gilang terlibat persaingan sengit dengan pembalap tuan rumah Malaysia Hasma Daniel Kasmayudin. Pemuda asal Bulukumba itu mampu memanfaatkan kesalahan Hasma di lap lima guna merebut podium dua.

Hasil ini menjadi lonjakan prestasi bagi Andi Gilang. Pasalnya pada race pertama ARRC 2019 kemarin Andi Gilang gagal finis setelah terjatuh di tengah balapan.

Kecelakaan di race pertama membuat Andi Gilang tidak terlalu fit pada balapan hari ini. Hasil podium dua pub disyukuri oleh Andi Gilang.

“Saya sangat senang menempati urutan kedua. Kemarin saya terjatuh sehingga tubuh saya di race kedua tidak fit 100 persen. Saat warming up mencoba mengembalikan feeling. Saya mencoba dari awal lap untuk lebih konstan dan konsetrasi. Akhirnya saya bisa dapat nomor dua,” kata Andi Gilang sesuai balapan. 

Ratna Sarumpaet Jalani Sidang Kedua, Ini Fakta-Faktanya

Liputan6.com, Jakarta – Terdakwa Ratna Sarumpaet kembali menjalani sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Dengan didampingi sang anak Atiqah Hasiholan, Ratna berangkat dari Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya menuju PN Jaksel.

Sidang hari ini beragendakan pembacaan eksepsi. Sepekan sebelumnya, Ratna Sarumpaet telah menjalani sidang perdana.

Pembacaan dakwaan oleh jaksa menyebut Ratna telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang dinilai telah menimbulkan pro dan kontra.

Atiqah, putri Ratna juga sudah mengajukan penangguhan penahanan. Tetapi keinginannya agar Ratna Sarumpaet bisa menjadi tahanan kota tidak disetujui penyidik.

Saat sidang, penasihat hukum terdakwa Ratna Sarumpaet, Insang Nasrudin menyimpulkan dakwaan jaksa kepada kliennya tidak layak ditindaklanjuti oleh hakim.

Lewat nota keberatan atau eksepsi, tim penasihat hukum Ratna menilai dakwaan JPU telah keliru menggunakan Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Berikut fakta-fakta sidang kedua pembacaan eksepsi Ratna Sarumpaet dihimpun Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Eksepsi Diharapkan Gugurkan Dakwaan

Penasihat hukum terdakwa Ratna Sarumpaet, Insang Nasrudin menyimpulkan dakwaan jaksa kepada kliennya tidak layak ditindaklanjuti oleh hakim.

Lewat nota keberatan atau eksepsi, tim penasihat hukum Ratna menilai dakwaan JPU telah keliru menggunakan Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Jaksa telah keliru menggunakan pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dalam surat dakwaan, dan dua surat dakwaan jaksa tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap sehingga tak memenuhi pasal 143 huruf b KUHAP,” kata Insang saat membacakan di Ruat Utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).

Insang mengatakan, surat dakwaan jaksa terbantahkan dan cukup alasan majelis hakim memberi keputusan dalam pasal 156 KUHAP, dakwaan tidak dapat diterima dan eksepsi atau keberatan surat dakwaan harus dibatalkan atau batal demi hukum karena tidak memenuhi syarat materil.

“Mohon kiranya majelis hakim berkenan memberi putusan tersebut,” ujar Insang.

Insang meminta kepada hakim tiga hal untuk dapat dikabulkan kepada Terdakwa Ratna Sarumpaet. Pertama, menerima dan mengabulkan eksepsi dari penasihat hukum. Kedua, menyatakan surat dakwaan batal demi hukum tidak dapat diterima.

“Kemudian yang ketiga, menyarankan perkara aquo tidak diperksa lebih lanjut serta memerintahkan jaksa untuk mengeluarkan terdakwa Ratna Sarumpaet dari rumah tahanan polda metro jaya setelah putusan ini dibacakan,” tegas Insang.

3 dari 6 halaman

2. Sebut Dakwaan Jaksa Keliru

Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi membacakan nota keberatan atau eksepsi dalam sidang lanjutan terdakwa Ratna Sarumpaet atas kasus penyebaran berita bohong alias hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia menilai ada yang keliru dengan dakwaan yang dibuat oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam surat dakwaan, terang dia, jaksa menerapkan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Secara isi, lanjut Desmihardi, pasal itu masuk dalam delik materil dan yang diperhatikan dalam hukum tersebut adalah akibat yang terjadi dari suatu perbuatan yakni keonaran.

“Keonaran tidak pernah terjadi, maka menjadi sangat keliru,” tutur Desmihardi saat sidang berlangsung, Rabu (6/3/2019).

Menurut dia, cuitan di sosial media yang dilakukan sejumlah tokoh seperti Rizal Ramli dan Rocky Gerung, konferensi pers Prabowo Subianto, hingga aksi unjuk rasa yang terjadi tidaklah masuk dalam kategori kegaduhan ataupun keonaran.

“Karena cuitan dan aksi unjuk rasa itu bukan kerusuhan, keonaran, yang membutuhkan tindakan kepolisian,” jelas dia.

Desmihardi menyatakan, keonaran yang sesuai dengan arti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) itu di antaranya seperti kerusuhan Mei 1998 dan Tanjung Priok.

“Jadi dakwaan ini tidak dapat diterima,” Desmihardi menandaskan.

4 dari 6 halaman

3. Hakim Tolak Penangguhan Penahanan

Usai tim kuasa hukum Ratna Sarumpaet membacakan eksepsi, majelis hakim menyatakan belum dapat mengabulkan permohonan penangguhan penahanan.

“Majelis hakim sampai saat ini belum dapat mengabulkan tersebut,” tutur Ketua Majelis Hakim Joni saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).

Menurut hakim, pihaknya belum menemukan adanya alasan yang mendesak untuk mengabulkan penangguhan penahanan Ratna.

“Karena menurut majelis belum ada alasan yang urgent untuk penangguhan penahanan dan di persidangan terdakwa dinyatakan sehat,” jelas dia.

Sidang lanjutan akan digelar minggu depan dengan agenda pembacaan tanggapan Jaksa atas ekspesi alias replik.

“Untuk sidang berikutnya ditetapkan hari Selasa tanggal 12 Maret 2019,” tutup Joni.

5 dari 6 halaman

4. Kekecewaan Ratna

Ratna Sarumpaet pun kecewa permintaan penangguhan penahanan dirinya ditolak. Ibunda Atiqah Hasiholan itu mengaku dirinya sudah tua dan kerap sakit.

“Saya kan sudah ada umur. Saya merasa perlu (jadi tahanan kota). Dua bulan pertama (ditahan) saya sakit. Sakit yang parah,” kata Ratna.

Ratna mengaku jengkel mengapa hakim tak memberinya penangguhan. Dia pun mengkritik, apakah penangguhan hanya untuk mereka yang terdiagnosis sakit parah baru dapat ditangguhkan.

“Ya masa saya mesti dalam keadaan parah baru ditangguhkan? Orang ditahan itu karena takut menghilangkan barang bukti, masa saya mau kabur, kabur ke mana orang semua dipegang. KTP di polisi, semua dipegang, jadi mau kabur ke mana?” ujar Ratna.

Meski demikian, Ratna mengaku pasrah dengan keputusan hakim. Dia berharap Tuhan dapat memberi nikmat sehat selama proses hukumnya.

“Saya kan meminta lalu ditolak. Ya apa boleh buat, mudah-mudahan Tuhan kasih kesehatan,” harap Ratna.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: